Break With You Verry Hurt//End

Tittle                : Break With You is Very Hurt Part 4

Author             : Pyuchan

Genre              : Romance-sad

Cast                 : Park Hyunmie. Cho Kyuhyun, Lee Donghae and other

“Kau mabuk?” Geram Hyunmie pada pemuda yang sekarang berdiri di hadapannya, ia mencium sebuh aroma yang begitu menyengat hidungnya. Hyunmie, terus mengusap bibirnya, mencoba menghilangkan bekas dari bibir namja yang tengah mabuk ini.

“Kau menghapusnya?” tanya pemuda itu dengan sakartis.

“Kenapa Kyuhyun-ssi?” tantang Hyunmie pada Kyuhyun, ya pemuda yang tadi mengambil ciuman pertamanya adalah Kyuhyun, Cho Kyuhyun, manatan tunangannya. Yah, sesaat setelah kepergiaan Donghae, dikala semua orang menyangka bahwa Kyuhyun telah pulang tanpa pamit, sesungguhnya pemuda itu masuk ke dalam minibar yang berada di rumah itu, mengambil sebotol anggur merah dan menghabiskannya dalam sekali tenggak. “Ada yang salah jika aku menghapus bekas ciumanmu?” tanya Hyunmie.

“Hah, kau benar-benar menjijikkan, setelah kau lepas dariku kau tidur dengan namja itu.Kenapa kau begitu murahan?Gurae, apa kau benar-benar membutuhkan uang sehingga kau tidur dengan namja itu?”

“Kyuhyun-ssi, bukan urusanmu, aku tidur dengan namja lain. Aku tidur dengan siapa, itu ukan urusanmu Kyuhyun-ssi” Kata Hyunmie yang beranjak untuk meninggalkan tempat itu. Sesungguhnya hatinya merasa begitu tidak nyaman jika ia harus berada di ruangan yang sama dengan mantan tunangannya itu.

“Katakan kau butuh uang berapa?” kata Kyuhyun mengenggam lengan Hyunmie dan membuat Hyunmie mau tak mau berhadapan dengannya.Kyuhyun dan Hyunmie saling menatap dengan tatapan tajam mereka.

“Lepaskan aku Kyuhyun-ssi!” geram Hyunmie karena Kyuhyun telah lancing untuk menggenggam lengannya.

“Katakan berapa yang kau inginkan!” geram Kyuhyun dengan wajah yang begitu mengerikan.

“Apa maksudmu Kyuhyun-ssi?” tanya Hyunmie yang tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

“Katakan jumlah yang kau inginkan untuk bersamaku malam ini!”

“NEO MICHESEO?” Hyunmie membulatkan matanya, marah pada Kyuhyun yang menganggapnya mementingkan harta atau bahkan rela menghabiskan satu malam bersama seorang namja untuk mendapatkan sejumlah uang.Tidak dia bukan wanita seperti itu. Walaupun ia akan menghabiskan malam dengan seorang namja itu karena ia memang mencintai namja itu.

“Kembali ke appartementku dan aku akan memberikan dua kali lipat dari yang namja itu berikan padamu.”Kyuhyun semakin mengencangkan cengkramannya pada kedua lengan jenjang Hyunmie.

“Shirreo!”

“Neo!”Kyuhyun menghempaskan tubuh Hyunmie ke sofa yan berada di ruangan itu.Kemudian namja itu memenjarakan tubuh Hyunmie yang mungil diatara sofa dan dirinya yang begitu tak sebanding dengan Hyunmie.“Apa namja itu benar-benar membuatmu tidak bisa berpaling darinya?”

“Hya, lepaskan aku!” kata Hyunmie yang masih berusaha untuk mendorong tubuh Kyuhyun lebih menjauh darinya tapi nyatanya tubuh Kyuhyun tak beranjak darinya secentipun.

“Berapa yang diberikan namja itu padamu?” tanyanya pada Hyunmie yang masih sibuk untuk menjauhkan tubuhnya.“Ahhh…Apa namja itu sangat hebat sehingga kau tidak bisa berpaling darinya.”

“JAWAB AKU!” Kata Kyuhyun sambil memenjarakan tangan Hyunmie di samping kanan kiri kepala yeoja itu.“Berapakali namja itu membuatmu mendesah dalam semalam?” tanyanya yang semakin mendekatkan wajahnya pada Hyunmie.

“Apa maksudmu Kyuhyun-ssi?” tanya Hyunmie yang masih geram dengan Kyuhyun, di tambah lagi sekarang ini tangannya tidak bisa berfungsi karena cengkraman dari tangan Kyuhyun dipergelangan tangannya yang sangat kuat.

“Berapakali namja itu membuatmu keluar setiap dia menidurimu?” jelas Kyuhyun.

“Kau menanyakan seberapa hebat Donghae oppa?Berapa kali dia bisa memuaskan aku ketika kami bercinta?”Hyunmie mengulangi pertanyaan Kyuhyun sambil menatap mata Kyuhyun yang semakin terlihat marah ketika mendengar kata ‘bercinta’ keluar dari mulut gadis mungil itu.“Itu bukan urusanmu Kyuhyun-ssi.”

“Kau menantangku?Aku bisa membuatmu lebih mendesah dan keluar lebih banyak dari yang namja pendek itu lakukan padamu.”Kata Kyuhyun tepat di bibir Hyunmie.

“Shirreo!” kata Hyunmie.“Seberapa hebatnya kau, seberapa sering kau akan membuatku mendesah, seberapa banyak kau membuatku keluar.Aku tidak mau.Nan shirreo. Lepaskan aku dasar brengsek! Kalau tidak…”

“Kalau tidak apa? Kau akan berteriak? Teriaklah! Kau lupa?Ruangan ini kedap suara.Berteriaklah dengan keras terlebih saat kau keluar!” kata Kyuhyun sambil menelusuri leher Hyunmie.

“Hya, apa yang kau lakukan?” kata Hyunmie sambil berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun pada pergelangan tangannya.“Hentikan!Kyuhyun-ssi hentikan!”Hyunmie mulai sedikit goyah dengan keberaniannya.Kyuhyun terlah keterlaluan memperlakukannya.

“Kenapa?Kenapa kau lakukan ini?”Guman Hyunmie dalam hati.“Kenapa kau lakukan ini ketika aku sudah mulai bisa melepasmu?Kenapa kau lakukan ini ketika aku sudah tidak ingin berharap padamu?Kenapa kau lakukan ini ketika aku sudah tidak ingin mempertahankan perasaanku padamu?Kenapa kau lakukan ini ketika aku sudah merelakan hubungan yang tidak berarti dimatamu?”Guman Hyunmie dalam hati, air matanya meleleh menelusuri pipinya yang mulus itu.

“Gumanhae Kyuhyun-ssi!” kata Hyunmie dengan suara yang begitu lemah dan air mata yang terus mengalir.

“BERHENTI MEMANGGGILKU DENGAN EMBEL-EMBEL SSI” Teriak Kyuhyun namun seketika berhenti karena melihat Hyunmie menangis.Tubuhnya seketika membeku melihat pipi mulus itu basah, mata hazel yang teduh itu sembab.Hatinya terasa begitu sakit melihat Kristal-kristal murni itu berjatuhan di pipi yang cantik itu.Perlahan, Kyuhyun bangkit dari tubuh mungil itu.Ia duduk di sofa dengan pandangannya yang merunduk. Ia tidak memahami hatinya, ia tidak memahami dirinya yang melakukan tindakan tadi.

Hyunmie perlahan mendudukan dirinya yang tadinya berbaring di sofa.Ia masih terisak dengan memeluk tubuhnya sendiri. Sejujurnya ia masih begitu syock medapatkan hal yang tidak terduga dari Kyuhyun terlebih namja itu memperlakukannya dengan kasar dan dalam keadaan mabuk. Hyunmie merasa ia diperlakukan seperti seorang wanita murahan.

Masih dengan tangis yang sesenggukan dan tanpa sepatah kata, Hyunmie beranjak dari sofa itu.Benriat untuk beristiraha di kamar yang telah di siapkan untuknya.

Namun, Kyuhyun masih menahan pergelangan tangan Hyunmie.“Tidur di kamarku.” kata Kyuhyun dengan wajah yang masih merunduk, sedangkan Hyunmie dia memandang Kyuhyun dengan ekspresi yang begitu tidak mengerti dengan situasi ini sekarang.Ia bingung, ia tidak mengerti dengan apa yang Kyuhyun lakukan saat ini.

“Tidur di kamarku, kita habiskan malam ini bersama.Setelah itu, kau ingin tetap bersama namja itu atau kembali padaku, terserah padamu.”Kata Kyuhyun sambil menaikkan padangannya untuk menatap Hyunmie, kali ini pandangan matanya terasa lembut.

“Nan shirreo!” kata Hyunmie dengan menyentak tangannya untuk terlepas dari Kyuhyun dan itu berhasil.

“Wae?”

“Aku tidak suka pria yang kasar.”Kata Hyunmie yang melangkahkan kakinya.

Kyuhyuh dengan segera beranjak dari sofa nyaman itu dan memeluk Hyunmie dari belakang.“Aku akan bersikap lembut.”Kata Kyuhyun yang masih memeluk Hyunmie dari belakang.

“Jebal jangan lakukan ini.Biarkan hatiku tenang untuk melepasmu, biarkan aku tenang hidup tanpa mu.Jebal!” ucap Hyunmie dalam hati.

“Mian, aku tidak bisa.”Kata Hyunmie setelah menarik nafas panjang untuk menguatkan hatinya dan melepaskan pelukan dari Kyuhyun.

Tanpa pikir panjang lagi, Kyuhyun membalikkan tubuh mungil Hyunmie dan langsung melumat bibir yang begitu manis itu. Manis yang begitu berbeda dari rasa manis yang lainnya di dunia ini. Yah, itu yang di rasakan Kyuhyun ketika ia melumat bibir Hyunmie untuk pertama kalinya, satu tangannya berada di tengkuk Hyunmie untuk memperdalam lumatan itu dan tangan lain yang bebas, berkeliaran mencoba mengajak yeoja yang ia lumat itu untuk juga merasakan apa yang ia rasakan.

“Kyuh..hyun…lep..” kalimat Hyunmie tak bisa ia selesaikan karena Kyuhyun terus melumat bibit mungil itu. Hyunmie terus meronta walau tak ada hasilnya hingga ia memutuskan untuk pasrah karena ia merasa tak ada jalan lain untuk selamat dari setan tampan itu.

Kyuhyun menggiring Hyunmie untuk kembali berbaring di sofa kembali, sama seperti beberapa saat lalu hanya saja saat ini Hyunmie sedikit menikmati lumatan bibir Kyuhyun yang begitu panas.

“Ah…” desah Hyunmie ketika punggungnya telah terbaring di sofa itu.

Kyuhyun mengecup leher putih Hyunmie yang terlihat menggiurkan dimatanya saat ini, ia mengecup ringan tanpa meninggalkan jejak, memberikan kesempatan yeoja yang berada di bawah kuasanya itu untuk menghirup oksigennya.

Hyunmie masih sedikit sadar dengan dadanya yang terengah-engah itu, otaknya mengatakan bahwa ini tidak benar namun tubuhnya bereaksi lain ketika menerima sentuhan dari namja yang begitu jahat padanya ini.

“Andwae, ini…” ketika Hyunmie ingin menghentikan Kyuhyun, namja itu segera melumat bibir Hyunmie. Membuat gadis itu lupa akan dunia fana ini.

Hya, lumatan bibir Kyuhyun yang panas itu membuat Hyunmie tak sadar akan kenyataan sekarang, kenyataan bahwa Kyuhyun menyentuhnya tanpa status apapun. Mungkin Hyunmie akan bahagia ketika Kyuhyun melakukan hal ini ketika mereka masih memiliki status sebagai tunangan, yah walaupun pertunangan itu merupakan keterpaksaan bagi Kyuhyun.

Hyunmie sadar ini salah. Namun, tubuhnya tak dapat menolak, tubuhnya sangat menikmati apa yang Kyuhyun lakukan pada tubuhnya.

Melumat bibirnya dengan begitu… yah…errr.Sedangkan tangannya bergerilya di tubuh mungil Hyunmie.

“Heehhh….” Hyunmie mendesah menikmati itu menikmati tangan Kyuhyun yang saat ini berada di dadanya.

“Kyuhyun…” Hyunmie memegang tangan Kyuhyun ketika tangan itu berusaha untuk menyingkap dressnya untuk membelai paha Hyunmie. Dengan mata sayunya ia menggelengkan kepalanya begitu lemah, memohon pada Kyuhyun untuk tidak lebih jauh lagi.

“Wae?” tanya Kyuhyun dengan suara seraknya. Ia sudah terbakar akan gairah padahal ia hanya melumat bibir gadis itu dan sedikit meraba di sana sini. (*Hello, dia bukan lagi perjaka yang begitu terpengaruh tentang sentuhan dan lumatan bung*). Tapi, gadis itu membuatnya terbangun hanya dengan lumatan yang ia paksakan padanya.

“Andwae.”Kata Hyunmie lemah.

“Katakan mengapa aku tidak bisa melakukan yang lebih padamu.” Kata Kyuhyun yang masih menciumi leher Hyunmie kemudian telinganya, sedangkan tangannya ia masih berusaha untuk menembus pertahanan Hyunmie, menembusnya agar menjadi Hyunmie begitu pasrah padanya. Namun, ternyata tak mudah.

“Wae?” kata Kyuhyun masih dengan suaranya yang begitu menggoda, sedangkan wajahnya sudah mulai turun kearah depan dada Hyunmie. Ia mulai mengecup dada bagian atas Hyunmie yang sedikit terlihat karena dressnya sudah tidak terlihat layak lagi.

“Kita tidak boleh melakukannya Kyuhyun-ssi.”

“Kenapa tak boleh?” kali ini Kyuhyun sudah benar-benar berada di depan dada Hyunmie yang masih terbungkus dengan pakaiannya yang memang sudah lusuh karena ulah tangan Kyuhyun yang begitu ahli.

Hyunmie tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun.Ya, kenapa mereka tak boleh melakukannya sedangkan Kyuhyun menginginkannya dan begitu pula dirinya. Hyunmie memandang Kyuhyun yang mengeluarkan smirk kemenangannya dan perlahan menurunkan kepalanya untuk tenggelam di dadanya sepenuhnya. Namun….

‘Kring..kring..kring…”

Smartphone Hyunmie yang tadinya ia simpan pada saku dressnya ternyata sempat jatuh di dekat sofa itu, kini benda itu berdering. Dengan segera Hyunmie mendorong Kyuhyun untuk menjauh dari darinya dan mengangkat panggilan yang ternyata dari Donghae.

“Yeobboseyeo oppa?”

Kau belum tidur?” tanya suara di seberang sana. “Kenapa nafasmu terdengar sedikit tersengal?”

“Ani, aku tadi mimpi buruk.”Kata Hyunmie mengelak. “Kenapa oppa menelponku?” tanya Hyunmie.

“Ingin memastikan kau baik-baik saja, kau adalah tanggung jawabku, dan mengatakan, kita bisa memulai serangan kita dari dalam.” Kata Donghae.

“Jinjja?” tanya Hyunmie senang saking senangnya ia terlonjak dari sofa itu.

“Kita sudah mengantongi semuanya Hyunmie-ya, hanya bagaimana kita bisa bermain secara halus saja.”

“Gurae.Kita tidak akan bermain secara lembut.”

“Tidurlah.”

“Arra.”

“Kita bertemu besuk.”

“Hem.”Hyunmie menutup telphonenya.

“Namja itu?” tanya Kyuhyun yang ikut berdiri.

“Dia punya nama Kyuhyun-ssi, Namanya Donghae, Lee Donghae. Ingat baik-baik nama itu Kyuhyun-ssi.”

“Aku tak peduli dengan nama namja itu.”

“Tapi setidaknya kau harus tahu namanya.”

“Apa hebatnya dia?”

“Apa hebatnya dia?” ulang Hyunmie.“Dia hebat, karena mampu menampungku, gadis yang menjijikkan seperti yang kau bilang ketika kau medepakku.”Kata Hyunmie dingin.Ya, di kembali ke dirinya yang mengingat bagaimana Kyuhyun mengusirnya dari hidupnya dulu.

“Dia hebat karena mampu membuatku berhenti menyesalli karena telah menanam cinta yang begitu sia-sia dan tidak berguna. Dia hebat karena mampu melindungiku yang memang tidak memiliki pelindung, dia hebat karena mampu menemaniku yang sebatang kara. Dia hebat karena dia menyayangi seorang wanita yang kau anggap pelacur, wanita murahan yang hanya ingin menguras hartamu ini Kyuhyun-ssi.”Kata Hyunmie lagi.

Kyuhyun tak bergeming ketika mendengar perkataan Hyunmie, wanita menjijikkan, wanita murahan, wanita pelacur adalah kata-kata yang meluncur dari mulutnya ketika ia mendepak Hyunmie dari hidupnya. Lalu kenapa sekarang dia menginginkan Hyunmie untuk berada di dekatnya?Untuk kembali ke sisinya? Untuk selalu memberikan senyum ketika ia merasa lelah setelah pulang  bekerja. Sesungguhnya apa yang terjadi padanya? Kenapa ia goyah dengan keputusannya itu?

“Mianhae Kyuhyun-ssi. Aku harus kembali ke kamar untuk tidur.Karena Donghae oppa menginginkanku untuk istirahat sekarang.”

“Kembali padaku Hyunmie-ya!”

“Kenapa aku harus kembali padamu untuk menjadi pelacurmu ketika ada seorang namja yang menjadikan aku seorang putri?Menerimaku dengan kasih sayang bukan dengan makian, memberikan aku cinta bukan air mata.Menerimaku dengan tangan yang begitu terbuka dengan hangat bukan malah mendepakku.” setelah mengatakan hal itu Hyunmie segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di tempatnya.

KYUHYUN P.O.V

Hatiku sakit, sangat sakit, tapi kenapa?Bukankah ini adalah keputusan sejak awal?Mendepaknya dari hidupku, memisahkan hidupku darinya adalah keingingan terbesarku. Lalu kenapa ketika aku melihat dia tersenyum pada namja lain hatiku saki.

Lalu kenapa kalau dia tidur dengan namja lain begitu membuatku marah? Bayangan tubuh mungilnya berada di bawah kuasa namja pendek itu, menyebut dan mendesahkan nama namja itu ketika ia berada puncaknya, membuat hatiku berdesir. Berdesir untuk melangkahkan kaki ku, menarik yeoja itu untuk sejauh mungkin dari namja yang bernama Lee Donghae itu dan mengurungnya dalam kuasaku.

Tak akan ku biarkan dia melangkah meninggalkan tempatnya, tak akan ku biarkan dia mendekati namja itu lagi. Menyembunyikannya dan memilikkinya hanya untukku. Membuatnya tidak berdaya dibawah kuasa tubuhku, mendesah dan menyebut namaku ketika ia telah sampai. Memeluknya hingga sang fajar menyapa kami dari jendel kamar kami.

Kenapa aku tidak merasakan hal itu ketika ia masih bersamaku? Kenapa aku tidak melakukan hal itu ketika ia masih menjadi hakku? Mengapa aku tidak menerimanya ketika ia datang kepadaku? Kenapa aku tidak menyadari betapa berpengaruhnya dia dalam hidupku selam setahun ini?Kenapa aku tidak pernah mencoba untuk mencintainya atau paling tidak memperlakukaannya dengan baik.

Mengucapkan ‘gomawo’ karena sarapan yang telah ia siapkan padaku. Membawakan setangkai mawar ketika pulang bekerja sebagai penghargaan karena telah menjaga rumah yang kami tempati bersama.Andai waktu bisa ku putar ulang. Aku akan melakukannya, namun sayangnya waktu tidak bisa ku putar ulang. Nasi sudah terlanjut menjadi bubur.

Tapi malah sebuah makian, hinaan, dan juga air mata yang aku berikan padanya. Sekarang ia pergi ke namja lain yang mampu membuatnya bahagia, sangat bahagia dan merasa begitu di cintai. Pergi pada namja yang bisa memberikannya kenyamanannya.Pergi pada namja yang bisa tempatnya bernaung.

Yah, di sinilah aku, masih terdiam di atas sofa, sebuah saksi bisu dimana aku benar-benar menginginkan gadis mungil itu di bawah kausaku, bukan hanya tubuhnya tapi juga hatinya.Namun, dia juga merupakan saksi bisu dimana gadis mungil itu menolakku.

Gadis?Dari tadi aku menyebutnya gadis. Masihkah ia seorang gadis? Sedangkan ia sudah sering menghabiskan malam bersama namja itu. Tidak, aku tidak melihatnya dengan mataku jadi aku anggap dia tidak pernah menghabiskan malam bersama namja pendek itu.

“Dorawa, jebal.”Lirihku pada gadis mungil yang telah tak terlihat di ruangan ini.

The End.

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: