Break With You is Very Hurt Part 2

 

Tittle                : Break With You is Very Hurt Part 2

Author             : Pyuchan

Genre              : Romance-sad

Cast                 : Park Hyunmie. Cho Kyuhyun, Lee Donghae and other

 

Author P.O.V

“Otte? Neo joahae?” Tanya namja manis itu kepada Hyunmie ketika mereka sampai di sebuah appartement yang mungil. Mungkin besarnya tidak sampai seperempat appartement Kyuhyun. “Ini tidak terlalu besar, tapi tempat ini bersih dan nyaman. Dan keamanannyapun bagus.” Kata namja itu sambil menunjukkan bahwa pintu appartement yang di lengkapi kode pengaman. “Ini adalah tempat ternyaman dan teraman untukmu saat ini. Aku dan adikmu yang bagaikan putri itu, telah berusaha untuk mencari yang lebih baik. Namun, tempat inilah yang paling tepat. Gwenchana?”

“Nan johae oppa” Kata Hyunmie. “Ini lebih dari cukup oppa. Aku merasa kalau ini akan menjadi tempat yang nyaman dan tenang untuk hidupku.” Hyunmie tersenyum pada namja manis itu, menyakinkan namja tersebut bahwa ia masih bisa bertahan hidup.

“Di dalamnya sudah lengkap. Aku sudah membersihkannya, memasang yang perlu di pasang dan mengecek apa yang perlu di cek.” Kata namja itu. “Ada dua kamar yang memiliki kamar mandi di dalamnya dan satu kamar mandi untuk tamu, dapurnya juga memenuhi kelayakan, kamar mandi semuanya bagus dan berfungsi dengan baik.”

“Kau tidak ingin masuk dulu Donghae oppa?” Tanya Hyunmie, Ya, nama namja manis itu adalah Donghae –Lee Donghae. Namja yang begitu baik pada Hyunmie sejak Hyunmie kecil. Mereka tumbuh bersama karena kedua orang tua mereka berteman dengan baik.

“Ani.” Jawab Donghae dan itu membuat Hyunmie cemberut. “Hya, jangan pasang tampang jelekmu itu. Bukan aku ‘tak mau tapi, kau perlu istirahat, lihat matamu ini sudah bengkak.” Katanya mengusap mata Hyunmie. “Dan, kalau aku masuk ke dalam dan tetangga memergoki kita. Itu bisa bahaya di jam segini. Jah masuklah” katanya sambil mengusap kepala Hyunmie, yang tingginya setinggi dagunya itu.

“Kau bisa mengatakan pada mereka kalau kau adalah suamiku.” Kata Hyunmie bercanda.

“Yah, sepertinya itu ide bagus.” Donghae menanggapi candaan Hyunmie. “Dan bagaimana kalau tunanganmu itu tahu aku mengaku menjadi suamimu?”

“Kapan oppa akan mampir?” Hyunmie mengalihkan cadaan Donghae. Ia tidak ingin mengingat bahwa ia pernah memiliki tunangan seperti setan tampan itu. Toh, dia juga sudah tidak memilki hubungan apapun dengan namja setan itu.

“Secepatnya.” Kata Donghae sambil tersenyum. “Nan kka.”

“Hem.” Hyunmie mengangguk.

“Jaga diri baik-baik. Jangan membuka pintu untuk orang asing, jangan bicara pada orang asing. Arraseo?”

“Kau seperti berbicara pada seorang gadis kecil oppa.” Gerutu Hyunmie sambil menggembungkan pipi chubbynya. Salah satu cara dan kebiasaannya untuk memproteskan namja yang ada di hadapannya tersebut namun, malah membuatnya semakin imut dan menggemaskan.

“Kau memang gadis kecilkukan?” Donghae mengusap kepala Hyunmie yang hanya setinggi dagunya saja. “Aku akan pergi, dan ingat pesanku itu. Arra!”

“Hem, arraseo.” Hyunmie tersenyum pada Dong Hae yang melangkahkan kakinya meninggalkan Hyunmie untuk pulang.

‘Hatchi!’ Hyunmie tertawa karena mendengar bersin Donghae dari jauh. Ia bahagia masih ada orang yang menyayanginya selain kedua orang tua Kyuhyun. Hyunmie tersenyum mengingat saat ia melihat Donghae datang dengan piyamanya ketika menjemputnya.

Ia tahu, bagaiman paniknya Donghae ketika adiknya menelpon namja itu dan mengatakan pada namja manis itu bahwa dirinya tengah dalam keadaan yang buruk dan butuh seseorang saat ini, sedangkan keadaan masih tidak memperbolehkan ia bertemu dengan adiknya ataupun oppanya itu. Hyunmie bersyukur karena memiliki Donghae yang selalu ada di pihaknya walaupun namja itu hanya mengawasinya dari jauh dan baru kali ia bertemu namja itu setelah bertahun-tahun berpisah.

###

Waktu terus berjalan, mencoba menjadi sebuah pelipur lara hati seorang yeoja mungil yang kini tengah berjuang bersama oppa dan juga adiknya di tempat yang berpisah, untuk mempertahankan hak mereka. Untuk mempertahankan kehidupan mereka, dan untuk mempertahankan peninggalan dari kedua orang tua kita. Bertahan hidup pada keadaan hidupnya yang hampir menuju angka nol. Mereka bertiga bertahan dan berjuang, berharapa bisa berkumpul suatu hari nanti, hari dimana rencana yang mereka susun telah terancang begitu rapi. Hari di mana mereka jauh lebih kuat dan bijak sana.

Hari dimana mereka tak lagi menjadi debuah kelinci yang harus bersembunyi dari cahaya dan serigala yang sedang mengincar mereka. Hari diamana mereka bisa mengungkapkan siapa diri mereka sendiri, menggunakan nama mereka sendiri, menggunakan jati diri mereka dan meneruskan keturuan dari keluarga mereka.

Namun di sisi lain ada seseorang yang masih belum bisa terbiasa dengan keputusan yang telah ia buat keputusan yang ia anggap akan membuat hidupnya bahagia.

“Park Hyunmie! Kenapa kau tidak membangunkan aku? Aishh jinjja.”Seorang namja yang begitu tampan keluar dari kamar appartemenya dengan baju kantor yang belum rapi. Dasinya masih bergantung di lehernya tanpa tersimpul. Rambutnyapun masih belum tertata dengan rapi.

“Kenapa kau diam saja? Bantu aku! Palliwa!” Katanya sambil membenahi dirinya. “Apa kau sedang membuat sarapan?” Tanyanya.

“Heh.” Namja itu menyeringai,tersenyum meremehkan, meremahkan dirinya karena ketika ia terbangun di pagi hari, ia selalu lupa bahwa hanya dirinya yang berada di dalam appartement kebanggaannya itu. Ia terjebak dalam kesenyapan yang ia buat sendiri, ia bisa mendengar detik jam yang berjalan, bahkan ia bisa mendengar nafasnya sendiri.

“Hah.” Dia menghela nafas, yah mungkin dia harus terima dengan makanan pesan antar yang akan diantar di kantornya itu, bukan makanan yang telah disapkan di atas meja makan yang di masakkan berdasarkan seleranya, berdasarkan kesukaannya dan hanya untuknya.

Dengan sedikit malas, ia menyambar jasnya yang tersampir di kursinya itu, ia melangkahkan kakinya meninggalkan appartementnya yang telah tiga bulan tidak ada yang mengurus. Appartement mewah itu kini terlihat tak jauh beda dengan kapal pecah. Sepertinya dia harus memanggil jasa untuk membersihkan appartementnya itu.

Yah, sudah tiga bulan namja tampan nan mempesona itu hidup sendiri di appartement mewahnya itu. Mungkin untuk sebagian orang, tiga bulan adalah waktu yang cukup lama untuk melangkah maju dan melupakan sesuatu, sama seperti Kyuhyun. Namun, entah bagaimana, entah kenapa ia belum bisa terbiasa untuk hidup sendiri di appartementnya.

Tiga bulan yang lalu, selama satu tahun. Ia memiliki jam alarm  untuk membangunkannya. Ketika ia keluar dari kamar mandi, ia tinggal memakai pakaian kantor yang telah siap diatas kasurnya, plus dasinya. Ia tak perlu repot-repot untuk memilih mana yang cocok untuknya. Karena yeoja mungil yang ia usir tiga bulan yang lalu, sangat tahu seleranya dan juga dirinya.

Ketika ia keluar kamar, harum masakan special telah menanti diatas meja makan untuk mengawali hari-hari beratnya di kantor. Setelah ia pulang kerja, ketika ia lelah dan terserang insomnia, cokelat hangat dan cookies cokelat akan tersedia untuk membuatnya tertidur. Ketika ia tertidur di depan tv dan merasa kedinginan, maka ia akan mendapatkan selimut. Ya, itu terjadi ketika Hyunmie masih berada di appartementnya. Tapi sekarang? Ia harus hidup sendiri karena bukankah ini keputusannya? Bukankah ini yang ia inginkan?

 

#at the Cho corp office.

“Haera, apa ada pertemuan penting hari ini?” Tanya Kyuhyun pada seorang yeoja seksi yang menjadi sekretarisnya sekaligus kekasihnya itu. Kekasih? Apa benar seperti itu? Sesungguhnya namja itu juga bingung, apakah ia menyukai yeoja seksi itu ataukah hanya penasaran bagaimana rasa dari yeoja yang penuh dengan rekayasa tubuh itu.

“Anda memiliki pertemuan dengan direktur utama dari Choi corp siang ini jam 11 di Coffe Shop.” Jelas Haera yang memiliki tubuh seksi seperti Hyorin sistar itu.

“Berarti sekitar lima belas menit lagi?” Tanya Namja yang bernama Kyuhyun itu sambil tetap memandang berkas-berkas yang berada di hadapannya. Seperti itulah ia bekerja, ‘tak ada hal yang lebih menarik bila di bandingkan dengan dokumennya.

“Ne.”

“Kalu begitu persiapkan semuanya!” Katanya sambil menumpuk satu dokumen ke sisi kanannya dan mengambil satu dokumen dari tumpukkan sisi kirinya yang belum ia periksa. Sunguh namja gila kerja.

“Ye, algesumnida.” Kata sekretaris itu segera keluar dari ruangan Kyuhyun untuk melakukan tugasnya. Ia tidak boleh lalai dalam tugasnya, karena sedikit lalai, Kyuhyun tidak akan segan-segan untuk mengamuk padanya walaupun pada kenyataannya ia memiliki hubungan yang sedikit special dengan atasannya itu. Kyuhyun tidak akan pandang bulu bila dalam pekerjaannya. Banyak nasib orang bergantung pada tangannya.

###

Kini, Kyuhyun dan sekretaris seksinya itu tengah duduk di sebuah kursi dalam Coffe Shop, tempat yang calon rekan bisnisnya itu pilih. ‘Sungguh bukan stylenya, bagaiman ia bisa memilih tempat yang bukan stylenya seperti ini?’ Guman Kyuhyun dalam hati ketika ia memperhatikan suasa caffe tersebut.

“Hyung!” Sapa Kyuhyun saat ia melihat orang yang telah ia tunggu. Ya, dia seorang namja tampan dan tinggi. Mungkin jika tingkat ketampanan ada satu hingga sepuluh maka Kyuhyun berada di tingkat sebelas dan pria yang kini tengah berjalan ke arah Kyuhyun yang bernama lengkap Choi Siwon berada di tingkat dua belas. Apakah ini berlebihan, tidak jika kau menatapnya secara langsung aku yakin air liur kalian akan menetes jika melihat kedua namja itu. Bahkan kalian akan merasa waktu berhenti berhenti berputar ketika kedua pria itu tersenyum pada kalian.

“Kyu!” Namja itu tanpa basa-basi langsung duduk di depan Kyuhyun.

“Kau sendirian hyung?”

“Ani.” Jawab namja tersebut dengan senyuman yang sumringah.

“Ah, sudah ku duga. Kau pasti bersama seseorang. Kalau tidak mana mungkin kau memilih tempat yang seperti ini.” Kata Kyuhyun. “Lalu siapa temanmu itu? Dimana dia?”

“Kenapa kau ingin tahu sekali?” Tanya Siwon heran. “Tak biasanya kau penasaran dengan kehidupan pribadiku, Hyun-ah”

“Ani, kau jarang sekali bersama seseorang. Kau lebih suka mengerjakan segala sesuatunya sendiri dan sekarang tiba-tiba kau bersama seseorang. Aku ingin melihat betapa hebatnya orang ini hingga bisa menaklukkanmu hyung.”

“Mungkin aku memang seperti itu, tapi untuk satu tahun terakhir ini aku menemukan seseorang yang memang benar-benar handal membantu semua pekerjaanku. Kau tahu? Dia tahu apa yang aku inginkan, bahkan dia bisa mengurusku dengan baik ketika aku harus berkeliling ke beberapa Negara selama satahun ini untuk mengecek cabang-cabang perusahaanku. Dia sungguh luar biasa. Ketika aku melihat senyumnya, aku merasa waktu telah berhenti. Dan ketika aku memeluknya aku merasakan surga yang tenang, aku merasa memiliki rumah yang menungguku untuk pulang dan membuat diriku beristirahat di dalamnya” Cerita namja tampan itu dengan mata yang berbinar-binar. Seakan-akan ia sedang dalam keadaan mabuk, yah, mabuk cinta.

“Jinjja? Nugu?” Tanya Kyuhyun sambil menyesap kopinya. Sedangkan sekertaris yang berada di samping Kyuhyun itupun cukup tahu diri untuk menutup mulutnya di tengah obrolan hangat itu. Bukankah tidak sopan jika seorang sekretaris tiba-tiba saja ikut mengobrol urusan bossnya walaupun sesunggunya ia sedang dalam suatu hubungan dengan atasannya itu.

“Itu dia.” Kata Siwon ketika ada seorang gadis mungil menuju ke arah mereka. Siwon tersenyum hangat pada gadis mungil itu, sedangkan Kyuhyun dan Haera memandang ‘tak percaya. Mereka pikir mata mereka yang bermasalah.

‘Katakan padakau kalau aku berhalusianasi. Andwae. Maldo Andwae’ Batin Kyuhyun. “Hyunmie?” Guman Kyuhyun. Yah, gadis itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Hyunmie, bahkan lekuk tubuhnya sangat mirip hanya saja, penampilan gadis ini sedikit berani untuk mengecat rambutnya menjadi dark red atau itu memang rambut aslinya? Berbeda dengan Hyunmie yang memiliki rambut dark brown lembutnya. Dia juga memakai baju ala sekretaris dan pakaiannya sedikit ketat, mencetak lekuk indah dari tubuh mungilnya namun tetap tak seketat pakaian Jang Haera yang memang ‘tak tahu malu itu. Gadis ini menggunakan riasan wajah sedangkan Hyunmie sangat jarang menggunakan riasan wajah. Wajah Hyunmie selalu terlihat alami dn segar seperti bayi yang baru lahir.

“Annyeonghaseyo, mianhae ada hal yang terjadi di jalan ketika aku menuju ke sini.” Kata gadis itu saat telah sampai di meja pertemuan itu.

“Kyu, perkenalkan. Dia Maura Park. Dia yang setahun ini telah  menjadi sekertarisku dan mungkin, kau kan memanggilnya noona sebentar lagi.” Kata Siwon dengna senyuman sumringah layaknya namja yang tengah di mabuk cinta. “Duduklah.” Kata Siwon sambil menarikkan kursi yang berada di sampingnya. Kemudian yeoja yang bernama Maura Park itu duduk di samping namja yang bernama Siwon, Choi Siwon.

“Oppa.” Gadis yang bernama Maura itu sedikit malu saat Siwon memperkenalkannya di depan Kyuhyun. Ini masih jam kerja, ‘tak seharusnya mereka membahas hubungan pribadi yang terjalin dengan mereka.

“Maura?” Ulang Kyuhyun. “Bukan Hyunmie?”

“Hyunmie?” ulang Siwon. “Dia…”

“Ani, nan Maura imnida. ” Jawab Maura memotong pembicaraan Siwon. Sejujurnya ia sedikit ‘tak nyaman dalam pertemuan ini.

“Sajangnim…” Haera mengguman, ia bingung bagaimana bisa dua orang yang berbeda memiliki wajah yang begitu mirip. Bahkan tubuh mereka sangat mirip.

“Gurae, sekarang ini kita akan membahas tentang kontrak kerjasama kita yang akan membangun resort di Jeju. Selain perusahaan dari Choi corp dan Cho corp, akan adalagi perusahaan dari Fishy corp.” Yeoja itu memulai untuk membuka rapat yang semi formal itu. Ia menjelaskan apa saja work plan, seberapa besar angaran, dan seberapa besar keuntungan yang akan mereka dapat. Ia juga menjelaskan isi kontrak yang akan mereka tanda tanganni.

“Dia bukan Hyunmie.” Guman Kyuhyun dalam hati ketika melihat bagaimana yeoja yang bernama Maura itu menjelaskan isi kontrak itu. Ia memiliki nada tegas dan sedikit angkuh. Berdeda dengan Hyunmie, walaupun terkadang Hyunmie memiliki nada yang tegas ia tidak memiliki nada yang angkuh dan selalu lembut. Kecuali hari itu, hari dimana Kyuhyun benar-benar membuatnya marah.

Kyuhyun tidak focus pada urusan kerjanya, ia hanya terfokus pada Maura Park. Yeoja yang memiliki wajah begitu mirip dengan yeoja yang tiga bulan lalu meninggalkannya. Meninggalkkannya? Ah ani, yeoja yang tiga bulan lalu dia depak dari hidupnya. Yeoja yang baru ia sadari sangat berpengaruh pada hidupnya walaupun ia tidak menginginkan yeoja itu. Tapi ia membutuhkan yeoja mungil itu.

“Fishy corp? Bukankah itu perusahaan percetakan?” Tanya Haera.

“Ye, tapi tidakkah kau update sedikit saja dengan kemajuan Fishy Corp? Walaupun Fishy corp adalah perusahaan penerbitan namun, saat ini perusahaan tersebut melebarkan sayapnya bukan hanya di bisnis perbukuan melainkan juga resort. Bahkan, mereka juga memiliki resort di Jepang. Walaupun resort itu tidak begitu besar namun, mereka membangunnya dengan tangan mereka sendiri, tanpa bantuan perusahaan lain dan akhirnya mereka meraih keuntungan yang begitu besar. Di resort yang akan kita bangun akan memilik taman baca, yang buku-buku tersebut adalah investasi dari percetakan itu.”

“Yah, aku mendengar berita tentang perusahaan itu. Mereka sangat hebat dalam melebarkan sayap mereka. Dari perusahaan penerbitan, mereka bisa merambahkan kearah resort dan lainnya. Hebatnya mereka melakukannya tanpa cela dan kecurangan. Mereka bahkan tidak melakukan peminjaman pada bank atapun mencari investor dan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja terhadapa pekerjaan mereka.” Kata Kyuhyun menilai perusahaan kecil yang sedang naik daun itu. “Aku ingin bertemu dengan orang hebat itu.”

“Mungkin kau mengenalnya.” Guman Maura tak jelas tanpa mengalihkan pandangannya dari buku kontraknya. Entah kenapa, walaupun ini pertemuan pertama antara Maura dan Kyuhyun, yeoja itu sangat merasa tidak nyaman dengan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu. Kalau bukan karena bisnis dan pekerjaannya ia ingin beranjak dari tempat duduknya dan menjauh sejauh-jauhnya dari namja itu.

“Apa yang kau bilang?” Tanya Kyuhyun yang sepertinya yakin ia mendengar gadis itu mengguman sesuatu.

“Animnida” jawab Maura sopan namun ada nada yang tidak begitu bersahabat.

“Maura? Maura Park?” Panggil seorang wanita di tengah obrolan kerja itu. Dan suara itu membuat Maura menolehkan kepalanya.

“Eommanim.” Maura memanggil wanita yang memanggilnya itu dengan sebutan eommanim, kemudian dia menghambur ke pelukan wanita itu. Pelukan seorang eomma yang telah menghilang dari hidupnya bertahun-tahun yang lalu.

“Eomma?” kini Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya karena Maura yang memanggil eommanya dengan sebutan eommanim dan menghambur kepelukan eommanya. Persis seperti Hyunmie ketika gadis mungil itu sedang merindukan eommanya itu. Namun, Maura bukanlah Hyunmie.

“Kalian sedang membicarakan bisnis?” tanya nyonya Cho yang masih memeluk Maura dengan pelukan yang teramat sangat menggambarkan betapa rindunya ia pada gadis yang tengah berada di pelukannya itu.

“Eommanim.” Sapa Siwon.

“Eouh, kau semakin tampan nak.” Kata nyonya Cho sambil melepaskan pelukan Maura dan sekarang membela pipi Siwon. “Dan sepertinya kau menjaga uri Maura dengan baik. Aku berterimakasih padamu nak.”

“Nde?” Siwon kaget dengan ucapan nyonya Cho namun, sedikit kemudian dia mengerti. “Ah Ye” Namja tampan itu tersipu.

“Sekali lagi terimasih nak.” Nyonya Cho memandang haru pada Siwon, seandainya Hyunmie dan Kyuhyun bisa seperti Siwon dan Maura. Ia pasti sangat bahagia saat ini.

“Ani, saya yang berterimakasih. Karena eommanim,saya bisa mengenal yeoja yang benar-benar mengerti akan diri saya.” Kata Siwon. “Aku bersumpah untuk menjaganyanya seumur hidup saya eommanim. Dia adalah hal yang sangat berpengaruh pada hidup saya saat ini eommanim. Dia benar-benar menjadi hidup saya eommanim.”

“Kalian saling kenal?” Tanya Kyuhyun heran begitu pula dengan Haera namun, ia tidak berani mengungkapkan keheranannya di depan nyonya Cho. Bukankah hal itu tidak sopan? Terlebih nyonya Cho tidak menyukainya secara pribadi karena merusak hubungan antara Kyuhyun dan Hyunmie, yeoja yang sangat diharapkannya menjadi menantunya.

“Sangat Kenal. Eommonimlah yang mengenalkan aku pada Maura. Mungkin, satu tahun yang lalu ah mungkin lebih dari setahun.” Kata Siwon kembali tersenyum sumringah. “Kau tahu? Kalau tidak ada eommanim mungkin aku tidak bisa bertemu dengan Maura dan mungkin saat ini aku masih menjadi namja yang hanya maniak kerja tanpa memperdulika kehidupanku, kesehatanku dan keluargaku. Tidak memikirkan bagaimana masa depanku kelak? Bagaimana aku harus meneruskan hidupku.” Siwon kembali tersenyum kembali, ia seperti melihat surga dunia di hadapannya sekarang ini.

“Kalian sedang rapat tentang resort yang akan di bangun di Jeju? Aku tidak sabar melihat hasil karya kalian itu. Apakah Fishy Chorp juga ikut andil dalam hal ini” Tanya Nyonya Cho.

“Ye.” Jawab Maura.

“Gurae, lanjutkan kalau begitu. Aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan sekarang juga.” Kata nyonya Cho. “Dan kau! Jangan lupa untuk menghubungiku, lain kali kita jalan bertiga. Arraseo!” lanjut nyonya Cho pada Maura.

“Algesseumnida, yeppeuda eommanim. Aku sangat merindukanmu setelah setahun lebih tidak bertemu.” Jawab Maura, dan itu membuat nyonya Cho terkekeh mendengar ucapan Maura dan kemudian dia meninggalkan anak-anak muda yang tengah berbisnis itu.

“Kenapa dia mirip sekali dengan Hyunmie? Dan kenapa eomma selalu tertawa dan tersenyum ketika bertemu dengannya? Seperti saat eomma bertemu dengan Hyunmie. Namun, sikap, pembawaan, gaya bicara dia sangat berbeda dengan Hyunmie.” Guman Kyuhyun dalam hati. “Ini membuatku gila.”

Setelah nyonya Cho meninggalkan anak-anak muda itu, mereka kembali membicarakan tentang bisnis sambil sesekali menikmati kopi dan juga cemilan yang mereka pesan. Maura sangat menikmati kopi yang ia pesan.

“Oppa, aku Akanke toilet dulu, kau ‘tak perlu mengantarku,” Kata Maura yang merasa ia harus ke toilet saat itu juga. Setelah Siwon mengangguk setuju, Maura beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi yang berada di kedai kopi itu. Siwon selalu menjaga Maura dimanapun mereka berada.

“Hem.” Kyuhyun berdeham entah untuk apa namja itu berdeham. “Aku akan ke toilet.” Kyuhyunpun berdiri dan menuju toilet, ia tidak merasa butuh untuk pergi ke kamar mandi tapi, ia tertarik pada seseorang yang baru saja menuju kamar mandi. Ia merasa ingin meluruskan pikirannya yang masih berkelok-kelok dan membuatnya sedikit gila dan mungkin akan menjadi gila jika ia membiarkan pikirannya seperti it uterus.

#Toilet

Maura sedikit terkejut ketika ia keluar dari sebuah bilik kamar mandi, ia melihat namja jangkun yang ia kenal sesaat yang lalu sedang berada di kamar mandi wanita dan kamar mandi itu sangat sepi, hanya mereka berdua. ‘Apa yang namja ini inginkan dariku? Dan apa yang ia lakukan untuk mengusir para wanita yang tadinya berada di sini?’ tanya Maura dalam hati pada dirinya sendiri.

“Cho sajangnim, kenapa anda di sini?” Tanya Maura formal pada namja yang menatapnya dengan tatapan dingin itu.

“Dangsineun neoguseyeo?” Tanyanya Kyuhyun dingin dan melangkahkan kaki panjangnya mendekati Maura, gadis yang sangat mirip dengan mantan tunangannya.

“Nan Maura imnida, sekretaris Choi Siwon.” Jawabnya sambil memundurkan tubuh mungilnya karena kini Kyuhyun sedang melangkah mendekat ke arahnya dengan aura yang membunuh. Sungguh menakutkan.

“Jangan berpura-pura lagi Hyunmie, Park Hyunmie. Jangan kau menipuku.” Kata Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Maura yang kini sudah terpojok antar dinding dan setan tampan itu. Entah kenapa ia berharap yang berada di hadapannya itu adalah Hyunmie. Ia mengingkari kata hati kecilnya bahwa yeoja yang berada dihadapannya saat ini bukanlah yeoja mungil yang ia usir tiga bulan yang lalu, Hyunmie.

“Hyunmie?” Maura menggumankan nama itu, matanya menyiratkan rasa rindu yang begitu mendalam. Seakan-akan nama itu begitu berarti dalam hidupnya.

“Aktingmu sungguh menakjubkan Hyunmie.” Kata Kyuhyun. “Kalau kau ingin kembali padaku, kau ‘tak usah mendekati Siwon hyung seperti ini. Kau tinggal bilang padaku, maka aku akan menerimamu meski hanya sebagai penghiburku disaat aku menginginkan hiburan darimu.” Kata Kyuhyun sambil membelai pipi Maura. Menikmati setiap moment ketika kulitnya menyentuh wajah yeoja yang begotu mirip dengan Hyunmie itu.

“Maafkan aku Cho Kyuhyun-ssi.” Kata Maura sambil menyingkirkan tangan Kyuhyun yang telah lancang menyentuh inci kulitnya. Tak kalah mematikan, ia pun menunjukkan tatapan mata yang begitu tajam pada Kyuhyun. “Tapi aku bukanlah Hyunmie yang kau maksud.” Kata Maura dingin. “Siwon telah mengenalku lebih dari setahun ini. Aku tidak berniat untuk mendekatinya karena tujuan tertentu. Terlebih untuk kembali padamu karena nyatanya ini adalah pertama kalinya aku bertemu denganmu” Kata Maura, menghempaskan tangan Kyuhyun. “Dia adalah namja pertama bagiku dan dia akan menjadi yang terakhir untukku.”

“Kau jangan berpura-pura lagi.” Geram Kyuhyun kali ini menghempaskan tubuh Maura di dinding kamar mandi, tangannya mencengkram pundak Maura dengan kencangnya agar yeoja itu tidak lari dari posisinya. Kyuhyun benar-benar berperang dengan dirinya. Akalnya mengatakan yang adadi hadapannya adalah Hyunmie tapi, hati kecilnya mengatakan bahwa dia bukan.

“Aku ‘tak berpura-pura Cho Kyuhyun-ssi.” Kata Maura sambil menghempaskan tangan Kyuhyun yang mencengkram pundaknya. “Aku adalah Maura Park, dan bagaimana bisa aku menjadi Hyunmie yang kau maksudkan itu sedangkan aku selalu mengikuti Siwon dimanapun dia menjalankan bisnisnya selama setahun ini. Aku bahkan tidak menjauh darinya barang seharipun. Aku bahkan seperti bayangan tubuhnya. Lalu bagaimana aku menjadi Hyunmie yang kau kenal?” Kata Maura dingin.

“Tapi wajahmu…” Kyuhyun menatap nanar wajah Maura Park yang kini berdiri dengan penuh kepercayaan dirinya dan keangkuhan yang tidak pernah di tunjukkan oleh Hyunmie.

“Wajahku? Apa Hyunmie yang kau maksud yeoja yang bernama Hyunmie itu mirip sekali denganku?” Tanya Maura sambil melangkahkan kakinya memutari Kyuhyun dan membelai wajah mulusnya sendiri yang seperti porselen itu. “’Tak usah heran jika ada dua orang yang berbeda memiliki wajah yang sama. Kau tahu beauty surgery kan? Hal itu sedang marak terutama di Korea ini Cho Kyuhyun-ssi. Bahkan anggota SNSD saja menggunakan hal itu untuk memeprcantik wajahnya” Kata Maura. “Bukankah sekretarismu itu juga melakukannya Kyuhyun-ssi? Bahkan sekertaris sexymu itu melakukan implant di sana sini bukan? Wah… ukurannya sungguh luar biasa, pantas saja kau betah dengan sekertarismu itu.” Imbuh Maura Park dengan seringaian yang begitu mirip dengan Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun dingin.

“Kudengar dari Siwon oppa IQmu itu 180, apakah IQmu itu tidak cukup untuk menyimpulkan hal-hal sederhana seperti ini?.”

“Apa mungkin dia melakukannya?” Guman Kyuhyun pada dirinya sendiri. Perkataan Maura sepertinya membuat pikirannya bukannya menjadi lurus namun malah menjadi semakin ruwet dan sebentar lagi mungkin akan membuatnya menjadi gila.

“Mungkin dia atau mungkin aku.” Kata Maura tersenyum miring, hampir menyerupai seringaian Kyuhyun. Kemudian, dia mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Kyuhyun namun baru beberapa langkah ia berbalik lagi pada Kyuhyun. “Ah…dan seandainya aku adalah Hyunmie yang kau maksud, aku tidak akan meminta untuk kembali padamu, mengingat perilakumu tadi. Kau benar-benar namja yang kasar. Kurasa ia tidak akan pernah kembali padamu Kyuhyun-ssi. Tidak akan pernah, meski kau mengiba padanya.” Kata Maura.

“Dia bukan Hyunmie.”Gumannya lagi, entah kenapa hatinya menjadi terasa aneh, dia ingin membuktikan kata hatinya bahwa yeoja itu bukanlah Hyunmie dan sekarang hal itu telah terungkap, ketika semua jelas, hatinyapun terasa begitu jelas, terasa mati. Seperti ia merasakan ada lubang yang begitu besar di hatinya. “Apa kau sudah gila sekarang? Kenapa aku seperti ini?”

Sedangkan Maura yang baru saja keluar dari toilet wanita itu, segera menyenderkan punggungnya di dinding, nafasnya terengah-engah. Tidak mudah menghadapi aura Kyuhyun yang mengerikan itu. Ia tahu itu. “Auranya sungguh mengerikan. Aku tidak bisa mebayangkan bagaima kalau aku menghadapi aura yang begitu dingin seperti itu?”

“Apa katanya tadi? Kembali? Yeoja mana yang ingin dirinya kembali pada pria yang begitu menyeramkan seperti itu.” Guman Maura yang masih menenangkan dirinya, mengatur nafasnya.

“Apakah semuanya berjalan dengan baik? Apakah identitasku masih tersimpan begitu rapi?” Gumannya pada dirinya sendiri. “Apakah aku ketahuan?”

“Gurae, identitasmu masih tersimpan dengan begitu rapi.” Seseorang yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Membuat jantungnya berhenti untuk sekian detik.

Mata hazel Maura membesar karena ada suara seseorang yang muncul tiba-tiba. “Kenapa….”

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: