Break With You Verry Hurt part 3

Tittle : Break With You is Very Hurt Part 3
Author : Pyuchan
Genre : Romance-sad
Cast : Park Hyunmie. Cho Kyuhyun, Lee Donghae and other

 

“Kenapa oppa bisa di sini?”Tanya Maura ketika mendapati seorang namja yang tiba-tiba muncul di sampingnya.

“Aku sedikit khawatir karena kau lama sekali, terlebih tadi bocah nakal itu juga ke kamar mandi.” Jelas Siwon.

“Kau khawatir padaku?” Tanya Maura dengan menyipitkan matanya, bermaksud menggoda namja yang ia sebut dengan oppa itu. “Kau sudah mengenal diriku selama setahun lebih Siwon oppa, dan kau tahu bahwa kau adalah namja pertama bagiku dan aku tidak bisa mengubah perasaanku semudah aku membalikkan telapak tangan oppa.”Maura tersenyum pada namja tampan yang jauh lebih tinggi darinya itu.

“Gurae, bagaimanapun kau sedikit banyak mengenal bocah itu.”Kata Siwon melingkarkan tangannya di pinggang ramping gadis mungil itu yang sekarang mengalungkan tangannya pada leher namja itu.

“Ralat.Aku hanya mengetahui tentangnya bukan mengenalnya.Mengetahui sesuatu tentang seseorang dan mengenal seseorang itu sangat berbeda jauh oppa.” Kata Hyunmie.

“Arra.”Kata Siwon yang kini melekatkan dahinya pada dahi Hyunmie.Posisi yang sangat di sukai oleh Siwon, posisi yang selalu membuatnya nyaman dan melupakan tekanan pada hidupnya dan juga bisnisnya. Memeluk wanitanya seperti ini rasanya ia telah memiliki surha yang membuatnya nyaman.

“Hem” tiba-tiba saja ada suara deheman seseorang yang menginterupsi adegan yang paling indah menurut Maura dan Siwon.

“Kyuhyun?Kau di sana?”Tanya Siwon basa-basi saat menoleh pada sumber deheman tersebut.Ia tahu Kyuhyun ada di sana. Ia hanya ingin menunjukkan pada bocah setan itu bahwa Maura adalah nona ‘Park’ miliknya bukan milik Kyuhyun yang telah Kyuhyun depak beberapa bulan lalu. Siwon tahu tentang nona ‘Park’ milik Kyuhyun, tapi dari mana?Tentu saja dari Maura.

“Dia bukan Hyunmie.Caranya tersenyum sangat berbeda.”Guman Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Lebih baik kita selesaikan kontrak itu segera.” Kata Kyuhyun yang langsung meninggalkan sepasang manusia yang terlihat sedang di mabuk asmara itu.

Siwon dan Maura saling tersenyum satu sama lain. Berbeda sengan Kyuhyun yang tidak mengetahui sediktipun tentang Hyunmie, Siwon justru mengetahui tentang mengetahui tentang Maura Park. Hal sekecilpun ia tahu tahu tentang kekasihnya itu. Bahkan ia tahu siap itu Hyunmie, Park Hyunmie. Nama yang Kyuhyun ucapkan ketika melihat Maura.Apakah Muara adalah Hyunmie?Bukan.Maura Park adalah nona ‘Park’ milik Siwon.Nona ‘Park’ yang telah menemaninya selama setahun ini.

Siwon dan Maura segera menyusul Kyuhyun dan segera menyelesaikan kontrak itu tanpa kehadiran Fishy corp, karena perusahaan itu telah memberikan kepercayaan penuh terhadap perusahaan Choi Siwon yang memang sudah saling kenal.

“Kontrak ini telah sama-sama disetujui.Untuk seterusnya, kontrak ini akan di buat rangkap tiga untuk secara syahnya itu akan di tangani oleh pengacara kita masing-masing agar mendapat nilai di mata hukum.” Jelas Maura.

“Kalau begitu, sampai di sini rapat kita.”Kata Kyuhyun yang masih sibuk mengemasi barang-barangnya tanpa menatap Maura, berbeda ketika awal perjumpaan tadi.Kyuhyun sedikit tidak perduli.Karena Maura memang bukan Hyunmie.

“Gurae, sepertinya kita harus berpisah Kyu.” Kata Siwon yang kini sudah berdiri di depan restoran dan Kyuhyun berdiri di sampingnya dengan sekretaris yang berdiri di samping mereka.

“Ne hyung.” Kata Kyuhyun.

“Ku dengar kau memiliki hubungan dengan sekretarismu itu?”Tanya Siwon yang kini sedang melirik pada Haera yang sedikit tersipu padanya.

“Ne.” kata Kyuhyun sedikit malas. Mungkin dulu saat ia masih menjadi tunangan Hyunmie, dia akan dengan lantang mengatakan bahwa Haera adalah kekasihnya. Tapi, setelah ia berpisah dengan Hyunmie, ia sedikit tidak ada semangat untuk mengatakan pada siapapun bahwa ia memiliki hubungan dengan sekretaris seksinya itu.

Apa karena dulu ia ingin sekali berpisah dengan Hyunmie hingga ia mengencani Haera. Tapi, tidak. Dulu ketika ia mengencani Haera ia memiliki perasaan yang menggebu-gebu.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita doubledate suatu saat. Kau tahu, pasangan harus lebih sering menghabiskan waktu bersama.”Kata Siwon yang membuat Kyuhyun sedikit terkejut.“Bagaimana Maura-ya?”

“Gurae, aku setuju.Sepertinya sudah sebulan kita tidak menghabiskan waktu berdua untuk membahas kita oppa.”Kata Maura dengan senyum yang melebar.

“Akan ku pikirkan.” Kata Kyuhyun. “Gurae, sampai jumpa lagi.”Kata Kyuhyun segera meninggalka Siwon dan Maura diikuti oleh Haera yang berjalan di belakangnya. Walaupun ia tahu Maura bukanlah Hyunmie namun, ketika melihat wajah Maura yang sama persis dengan Hyunmie, membuatnya melihat seperti Hyunmie menjalin hubungan dengan Siwon. Itu sedikit mengusik dirinya.

Kyuhyun menaiki mobil Audie keluaran terbarunya yang baru ia beli beberapa saat yang lalu. Diikuti Haera yang duduk di samping Kyuhyun. Mereka tidak menggunakan sopir karena antara kantor dan caffe jaraknya tidak terlalu jauh.

“Oppa, apa kau berpikir bahwa Maura adalah Hyunmie?”Tanya Haera pada Kyuhyun yang sejak tadi berdiam diri.Yah, saat mereka berdua seperti ini, Haera sering sekali memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘Oppa’.

“Entahlah.”Jawab Kyuhyun sekenanya.

“Lalu kenapa mereka sangat mirip?” Tanya Haera.

“Beauty surgery.”Kata Kyuhyun pelan.

“Beauty surgery?Operasi plastic maksud oppa?”Tanya Haera sedikit terkejut mendengar penyataan Kyuhyun.

Hanya itu jawaban yang masuk akal untuk saat ini.”Guman Kyuhyun dalam hati.

“Aish jinjja.Mungkin saja, karena itu semakin ngetren sekarang ini. Tapi, kenapa ia mengoperasi wajahnya mirip Hyunmie? Bukan mirip Yoona SNSD atau Song Hae Kyo?” tanya Haera.

“Ya itu pertanyaannya, kenapa ia melakukan operasi untuk menyerupai wajah ‘itu’, bukan seperti Haera yang memilih memermak tubuhnya seperti Hyorin SISTAR.” Guman Kyuhyun dalam hati.Yah, Kyuhyun tahu tentang Haera yang sebenarnya, Haera tidaklah cantik seperti sekarang ini, Haera sekarang hanyalah hasil permak di meja bedah. Namun, entah kenapa dia memilih Haera, entah kenapa ia mendapatkan kepuasaan saat Hyunmie terluka saat melihatnya bersama Haera.

“Oppa.Kenapa kau diam saja?”Tanya Haera yang sejak tadi mengoceh namun, tidak mendapatkan tanggapan dari Kyuhyun sedikitpun.

Tiba-tiba saja Kyuhyun menepikan mobilnya.“Oppa waegurae?”Tanya Haera yang sedikit bingung dengan Kyuhyun yang tiba-tiba menepikan mobilnya.

“Bisakah kau turun sebentar? Kau kembalilah ke kantor lebih dulu. Itu sudah tidak jauh lagi.Aku ada urusan yang harus ku selesaikan.” Kata Kyuhyun.

“Nde?”

“Turunlah.”Kata Kyuhyun sekali lagi dengan nada dingin.

“Ne.” kata Haera yang kemudian turun dari mobil nyaman Kyuhyun.

Setelah Haera turun dari mobil Kyuhyun dan menutupnya, Kyuhyun segera melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya.Ia menanyakan ingin sesuatu yang benar-benar mengganjal hatinya saat ini.

Tak lama Kyuhyun telah sampai pada sebuah gerbang besar, gerbang yang beberapa bulan lalu Hyunmie berdiri di depannya.Ya, kini Kyuhyun telah sampai di rumah kedua orang tuanya. Jarang atau mungkin malah ia hampir tidak pernah datang kemari kecuali kalau di rasa penting dan jika tidak di paksa Hyunmie dan nyonya Cho.

Ketika telah memasuki rumah mewah itu, Kyuhyun langsung menuju tempat favorite eommanya.Perpustakaan pribadi milik eommanya.“Eomma.” Panggil Kyuhyun ketika ia menemukan eommanya yang sedang nyaman pada sofa mewah, yang lembut itu dan ditangannya terdapat sebuah buku. Tempat itu juga merupakan tempat favorite Hyunmie. Hyunmie sangat menyukai buku sama seperti nyonya Cho. Mungkin itu salah satu yang membuat nyonya Cho menyukai gadis mungil nan manis itu.

“Hem?” sahut nyonya Cho yang masih asyik membaca buku. Ruangan itu terlihat begitu nyaman.Memang terdapat banyak buku namun, ruangan itu tidak terlihaat membosankan. Ruangan itu di desan memiliki jendela yang sangat bersar, ah tidak, memang satu sisi dinding itu di desain sebagai jendela super besar sehingga banyak cahaya matahari  yang dapat masuk ke ruangan itu. Di samping jendela itu ada tirai yang terbuat dari sutera berwarna cokelat sesuai dengan desain ruangan tersebut.

“Eomma!”Kini Kyuhyun semakin menaikkan oktaf suaranya dan mendekati eommanya.

“Eoh waegurae?”Tanya nyonya Cho yang akhirnya mengalihkan pandangannya pada putranya yang sedang berdiri di hadapannya.“Wae?”Tanya nyonya Cho sekali lagi karena melihat ekspresi Kyuhyun yang menyiratkan rasa ingin tahunya.

“Eomma mengenal Maura Park?”Tanya Kyuhyun to the point.Ia tidak pernah suka untuk berbasa-basi.

“Duduklah dulu.”Kata nyonya Cho sambil menepuk sofa panjang yang begitu nyaman.“Kenapa kau bertanya tentang Maura?Apa kau tertarik dengannya? Sekedar info dia adalah tunangan Siwon jadi kau tidak boleh tertarik padanya.”Kata nyonya Cho setelah Kyuhyun duduk di sampingnya.

“Eomma, ingin berakting di depanku?”Tanya Kyuhyun dingin dan juga kesal di dalam hatinya.

“Mwo?Kenapa eomma harus berakting?Apakah eomma seorang aktris drama sehingga eomma harus berakting di depanmu?”

“Siapa Maura Park?” tanya Kyuhyun sekali lagi, ia benar-benar penasaran dengan gadis yang bernama Maura Park itu. Walaupun ia sudah mendengar dari mulut gadis bernama Maura bahwa dia bukanlah Hyunmie namun Kyuhyun tidak puas dengan itu semua.

“Kenapa kau tidak bertanya pada Maura sendiri?” tanya balik nyonya Cho.

“Apakah dia Hyunmie?”

“Sejak kapan kau tertarik dengan Hyunmie?” nyonya Cho mengeryitkan dahinya karena tidak biasanya putranya itu menyebut nama Hyunmie, terlebih tiga bulan terakhir ini.

“Huh, aku tahu sekarang.Eomma ingin membuat aku menyesal membatalkan pertunanganku dengan Hyunmie lalu membuat Hyunmie berhubungan dengan Siwon hyung begitu?”

“Ani, bahkan aku tidak tahu dimana Hyunmie tinggal sekarang.Pesan terakirnya satu bulan yang lalu, dia mengatakan dia sangat nyaman dengan tempat tinggalnya sekarang yang jauh lebih nyaman dari sebelumnya.Kalau kau mengira Maura adalah Hyunmie, kau salah besar.Siwon mengenal Maura 3 bulan sebelum kau mengenal Hyunmie.Tapi, secara resmi mereka berkenalan ketika aku benar-benar memperkenalkan mereka.Terlebih selama setahun belakangan ini Maura selalu mengikuti kemana Siwon pergi, bagaimana Maura bisa menjadi Hyunmie yang juga selalu tinggal di appartementmu selama setahun penuh?”

“Lalu siapa Maura Park?Kenapa dia memiliki wajah yang mirip dengan Hyunmie?”Tanya Kyuhyun yang kali ini menatap serius nyonya Cho yang tersenyum teduh padanya.

“Kalau masalah wajahnya itu privasinya. Kenapa kau tidak tanyakan sendiri pada Maura Park?” jawab nyonya Cho

“Sudah.”

“Lalu?”

“Dia memberikan jawaban yang membuatku gila.”Kata Kyuhyun sambil meremas rambutnya.Kepalanya terasa terus berputar.

“Kau tertarik dengannya?”

“Ani.”

“Ingat, dia tunangan Siwon, dan mereka sedang merencanakan pernikahan mereka di sini.Itulah alasan mereka pulang ke Korea setelah satu tahun hidup di Kanada dan berkeliling dunia karena kesibukan Siwon.”

“Eomma tidak berbohong padaku?”

“Untuk apa eomma berbohong padamu?”

“Lalu kenapa eomma dekat denganya?”

“Karena dia mirip dengan Hyunmie.Aku sangat menyayangi Hyunmie, aku sudah menganggap Hyunmie seperti putriku sendiri.”Ucap nyonya Cho.

“Yeobo.” Tiba tuan Cho datang dengan masih menggunakan baju kerjanya. Namja itu sepertinya tahu tempat favorite istri tercintanya itu.

“Ada apa? Kenapa kau Nampak begitu senang?” tanya nyonya Cho sambil berdiri menyambut kedatangan suami tercintanya.

“Semuanya akan kembali normal sayang.” Kata tuan Cho. “Tadi Lee Donghyun datang menemuiku.”

“Jinjja?” Nampak ada sinar matahari terbit dari wajah nyonya Cho ketika mendengar nama Lee Dong Hyun terucap dari bibir suami tercintanya itu.

“Lee Donghyun?” Guman Kyuhyun. Sepertinya ia pernah mendengar nama itu.

“Eouh kau di sini?” tanya tuan Cho yang baru sadar bahwa putranya datang untuk mengunjunginya. Ya, mungkin karena hatinya terlalu senang dengan kabar yang di berikan orang yang bernama Donghyun tersebut.

“Hem, aku pulang sekarang.”Kata Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kedua orang tuanya itu.

“Akhir pekan akan ada makan malam dengan paman Donghyun di rumah ini.”

“Aku ‘tak datang.Aku tidak kenal mengenal orang itu.”

“Jinjja? Apa kau benar-benar melupakan orang yang berperan dalam membentuk kehebatanmu itu?” tanya tuan Cho dan itu berhasil menghentikan langkah Cho Kyuhyun yang ingin melangkah keluar dari ruangan itu.

“Dong Samchon?” guman Kyuhyun hamper menyerupai angin. Yah, pantas saja nama Lee Donghyun itu tak terasa asing baginya. Namun sangat aneh di lidahnya ketika ia mengucapkannya, mungkin karena ia sering menyingkat nama itu. Karena baginya ketika masih kecil itu nama DongHyun adalah gabungan nama paman Dong dan kyuHYUN.

“Ne, neo Dong samchon.” Kata tuan Cho.

“Gurae, aku akan datang.”Katanya sambil melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.

 

###

Waktu sepertinya berjalan dengan cepat, bahkan tak terasa akhir pekan yang beberapa hari lagi telah menjadi hari ini. Mungkin Kyuhyun akan sedikit senang untuk bertemu dengan Dong samcheon namun, ia ingat ia tak pernah akur dengan anak paman Dong. Tapi ia lupa siapa nama putra dari paman Dong itu.

Iya, Kyuhyun sangat ingat dia dan putra paman Dong itu sering sekali berlomba untuk mencari perhatian dari paman Dong.Ia juga ingat bagaimana kerasnya ia dan putra samcheon Dong belajar untuk mendapatkan hadiah yang akan diberikan oleh Dong samcheon yang ternyata Dong samcheon telah menyiapkan dua untuk mereka. Apakah, untuk usia sekarang ini dia juga akan terus belomba dan tidak akur dengan anak Dong Samcheonnya itu? Bukankah itu hal yan gtidak masuk akal untuk usianya saat ini?

Ia memilih menggunakan kemeja lengan pendek karena makan mala mini tidak terlalu formal, setelah menancingkan kemejanya, ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari appartement yang kini telah bersih karena jasa kebersihan yang disediakan gedung appartement itu. Walaupun sesungguhnya tidak memenuhi criteria kelulusan dari seorang Cho Kyuhyun.

Hari ini Kyuhyun menggunakan ferrary merahnya untuk datang ke rumah orang tuanya. Cukup lima belas menit dengan ferrary yang berkecepatan tinggi itu untuk sampai di rumah mewah berwarna putih.

Saat Kyuhyun tiba di sana, kedua orang tuanya telah bernampilan rapi dan makanan lezat yang masih hangat telah tersedia rapi di atas meja.

“Untung kau datang sebelum mereka datang.”Ucap nyonya Cho dengan senyum yang merekah.

“Hem.” Ucap Kyuhyun yang langsung bersiap untuk duduk namun, saat ia duduk, tamu yang mereka nanti telah tiba. Seorang namja paruh baya yang begitu menawan, walaupun tubuhnya tidak tinggi seperti tuan Cho, tapi sungguh wajahnya sangat rupawan. Jika ia datang di club malam mungkin tidak sedikit wanita yang meliriknya dan menyerahkan dirinya pada namja paruh baya itu dengan senang hati.

“Dong Hyun-ah.” Sapa tuan Cho yang langsung memeluk nama itu, namja itupun membalas pelukan itu. Mereka saling tertawa dalam pelukan itu.

“Hanna-ya kau semakin tambah cantik.Sepertinya Hyunsik memberikan cinta yang cukup melimpah untukmu.”Sapa namja yang bernama Dong Hyun itu.Nyonya Cho Hanna hanya bisa tersenyum karena bisa bertemu dengan teman lamanya, teman lama yang harus berpisah dalam beberapa tahun ini karena masalah yang begitu sangat besar.Sangat besar karena menyangkut nyawa orang yang sedang mereka lindungi.

“Kyuhyun.Kau menjadi namja yang tampan eoh?Aku mendengar gebrakan-gebrakan yang kau buat.Kau sangat hebat nak.” Kata tuan Dong Hyun sambil memandang Kyuhyun yang sekarang jauh lebih tinggi dari darinya.

“Ne samchon.” Jawab Kyuhyun, walaupun ia tidak menunjukkan senyum yang merekah namun, di dalam hatinya ia merasakan terbang tinggi karena mendapat pengakuan dari orang yang sangat ia kagumi sejak kecil.

“Kau sendirian?” tanya nyonya Cho sambil melihat ke arah pintu masuk, seolah-olah mengharapkan ada yang datang di sana.

“Ani, aku mengajak anakku.”Jawabnya.“Namun, sepertinya ia sedikit terlambat, dia bilang ingin membawa seseorang juga.”Lanjutnya.

“Jinjja?Namjaga?yeojaga?” tanya nyonya Cho dengan senyum yang sumringah.

“Yeoja.Dan mungkin itulah penyebab keterlambatan mereka.”

“Calon menantu?” tanya nyonya Cho yang sepertinya sangat tertarik ketika membicarakan seorang menantu.

“Bagaimana kalau kita langsung duduk di meja makan sambil medengarkan cerita calon menantumu itu?” saran tuan Cho.

“Gurae.” Kata tuan Lee Dong Hyun, kemudian mereka berempat duduk di meja makan yang telah siap.

“Ceritakan!”kata tuan Cho.

“aku harus menceritakan apa?” tanya tuan Dong Hyun dengan senyum yang begitu sumringah.

“Ya tentang yeoja yang sedang di jemput putra tunggalmu itu.”Kata nyonya Cho.

“Kalian sudah mengenalnya, bahkan sangat mengenalnya.”Kata Dong Hyun.

“Jinjja?” tanya nyonya Cho. “Wahhh… sepertinya ini sungguh akan menjadi kejutan untukku.”

“Ahhh…apakah itu mobilnya?” tanya tuan Cho yang mendengar suara deru mobil memasuki halaman rumah.

“Sepertinya iya.”Kata Dong Hyun mengiyakan.

Tak lama kemudian datanglah seorang namja yang begitu menawan, sangat mirip dengan Dong Hyun hanya berbeda di usia mereka.

“Mianhamnida, kami sedikit terlambat. Annyeong hasseyo, Lee Donghae imnida” Kata namja itu dengnan senyuman yang begitu manis.

Kyuhyun yang semula sedikit tak acuh dengan namja itu mau tak mau meolehkan wajahnya ke namja itu. Matanya membulat, membulat bukan karena pemuda itu tapi karena siluet tubuh yeoja yang nampaknya ia kenal. “Sepertinya aku kenal siluet itu.” Guman Kyuhyun. “Dan sepertinya aku pernah melihat lelaki ini tapi dimana?” guman Kyuhyun dalam hati ketika ia melihat namja itu tersenyum.

“Kenapa kau menyembunyikan yeoja yang kau jemput nak?” tanya nyonya Cho yang melihat seulas tubuh di balik pemuda tampan itu.

“Memberi sedikit kejutan padamu imo.”Kata namja tampan itu.

“Ya, aku mengingatnya sekarang lelaki ini, aku pernah melihatnya. Aku ingat ketika ia tersenyum pada yeoja mungil itu, aku ingat ketika ia semakin tersenyum ketika yeoja mungil itu sedikit tersenyum padanya dan aku ingat ketika tangannya merangkul yeoja mungil itu ke dalam mobilnya dan membawanya pergi. Kalau benar maka yeoja yang bersembunyi di punggungnya adalah….” Yah, tepat ketika Kyuhyun berhenti berpikir tentang yeoja itu, yeoja yang ia pikirkan muncul dari balik punggung pemuda itu. “Hyunmie.”Tanpa disengaja bibirnya bergerak menyebut yeoja mungil yang sekarang tersenyum sumringah kepada appa dan eommanya.

“Annyeonghaseyeo eommanim, abbeonim.” Sapa Hyunmie.

“Jinjja. Kau anak nakal, kau menghilang kemana?” tanya nyonya Cho sambil memeluk Hyunmie yang sekarang juga memeluk nyonya Cho.

“Aku baik-baik saja eommanin.” Kata Hyunmie.

“Kami sedikit mengkhawatirkanmu.” Kata tuan Cho yang sekarang menghampiri Hyunmie. “Kau berjanji untuk sering mengunjungi kami tapi nyatanya kau malah menghilang beigtu saja.”

“Mianhamnida, tapi akhir-akhir ini aku terlalu sibuk.”

“Akhir-akhir ini, dia harus bekerja sedikit keras samchon, imo.Banyak kejadian yang harus ia alami, namun dia baik-baik saja.” Jelas Donghae

“Bagaimana kalian bisa? Ah.. jangan-jangan kalian tinggal bersama?” tanya nyonya Cho ragu.

“Hemmm…” Donghae dan Hyunmie tidak bisa menjawab pertanyaan itu mereka berdua malah saling berpandangan.

“Yah, ayo kita duduk baru kalian ceritakan.” Ajak tuan Cho sambil mengahmpiri meja makan yang telah ada tuan Dong Hyun yang tidak beranjak dan Kyuhyun yang juga tidak beranjak atau tidak bisa beranjak karena terkejut melihat Hyunmie lagi.

Kyuhyun terus menatap Hyunmie yang berjalan di samping Donghae bukan hanya itu, tangannya bertaut pada lengan Donghae, kemudian Donghae manarikkan kursi untuk Hyunmie tepat di hadapan Kyuhyun. Setelah Donghae tersenyum kepada Hyunmie dan dibalas oleh gadis mungil itu, ia duduk di sebelah kanan Hyunmie.

“Jah, jadi kalian tinggal bersama?” tanya nyonya Cho sambil memicingkan matanya. Mungkin sedikit aneh jika nyonya Cho tidak marah karena mantan calon menantunya kini telah bersama namja lain, namun nyoya Cho lebih bahagia jika Hyunmie bisa bahagia. Nyonya Cho tahu bagaimana menderitanya Hyunmie selama ini.

“Eommanim kenapa menanyakan hal itu?” tanya Hyunmie malu.

“Jawab saja, jangan malu-malu.” kata nyonya Cho yang sangat ingin tahu.

“Hem, dikatakan kami tinggal bersama nyatanya aku memiliki rumah sendiri.” Kata Donghae.

“Tapi nyatanya pula, kau lebih sering mengunjungiku dan tertidur di rumahku oppa.”Sambung Hyunmie dengan senyum sumringah.

Kyuhyun yang dari tadi tidak bergeming, kini mengepalkan tangannya erat-erat di bawah meja ketika mendengar Hyunmie memanggil namja itu dengan sebutan ‘oppa’.

“Ouh, Kyuhyun-ssi.Annyeong.”Sapa Donghae dengan senyum ramahnya.Namun, Kyuhyun hanya menunduk sedikit tanpa ekspresi untuk membalas sapaan Donghae itu.

Kemudian, Kyuhyun memandang Hyunmie kembali.Memandang gadis mungil itu. Gadis mungil yang sekarang tersenyum sumringah di samping namja lain. “Sial!Apa yang terjadi pada diriku?” gumannya dalam hati.

Hyunmie tahu, bahwa Kyuhyun tak pernah melepaskan pandangannya sejak ia masuk ke dalam rumah itu, sebelum ia muncul dari balik tubuh Donghae. Namun, Hyunmie berusaha mengabaikan itu.

“Jah, sekarang kita nikmati makan malam ini.Maaf hanya ini yang bisa kami sediakan untuk kalian.” Kata tuan Cho,

“Ini lebih dari apapun, sejak bertahun-tahun tidak bertemu kali ini kita bertemu walaupun belum seutuhnya.Ini sungguh luar biasa.” Kata tuan Lee Dong Hyun.

“Hem, jah.Makan yang banyak.”Kata nyonya Cho.

Mereka mulai menikmati makan malam yang di sediakan oleh keluarga Cho itu, tapi tidak dengan Kyuhyun.Namja itu, walaupun tangannya sedang memegang sebuah garpu dan sendok tapi nyatanya matanya tertuju pada Hyunmie yang makan sambil berbicara dengan namja pendek yang bernama Donghae, di tambah lagi Hyunmie tak henti-hentinya tersenyum pada namja itu.

“Kyuhyun-ah.Kenapa kau tidak makan?” bisik nyonya Cho pada putranya yang duduk di sampingnya itu.

“Ani, aku makan eomma.” Kata Kyuhyun.

“Gurae.”Kata nyonya Cho.“Hyunmie-ya.”Panggil nyonya Cho.

“Nde eommanim.”

“Apa kau bahaggia, apa kau tidak merasa kesepian?”

“Sebenarnya terkadang aku merasa kesepian tapi terkadang Donghae oppa dan juga Dong Hyun abeonim menemaniku eommanim.Terlebih sekarang aku harus sering terus bersama Donghae oppa untuk mengurus sesuatu eommanim jadi aku tidak terlalu merasa kesepian eommanim.”

“Tapi aku merasa kesepian Hyunmie-ya. Bagaimana kalau kau menginap di sini malam ini?” tanya nyonya Cho. “Kau dan Donghae boleh menginap di sini. Aku akan menyediakan kamar untuk kalian, kebetulan ada satu kamar yang telah siap untuk di huni. Kalian berdua bisa menggunakannya.”Kata nyonya Cho karena melihat Hyunmie yang bimbang dan selalu memandang ke Donghae.

“Kelihatannya menyenangkan.” Kata Donghae yang tersenyum merekah karena ia menyadari ada seseorang yang sedang terbakar api di seberang meja ini. “Kau tertarikan Hyunmie-ya?” kata Donghae.

“Oppa?”

“Hya, kenapa kau mencubitku?” ka Donghae yang pingganya dicubit oleh Hyunmie.“Kau ‘tak usah malu.Nyatanya aku sering tidur di ranjangmu.” Kata Donghae dan ia sadar ia mengatakan itu, ia mempunyai tujuan mengatakan itu. Ia bertujuan untuk menambahkan bensin pada api yang telah membara di seberang meja sana.

“Gurae immo, itu adalah yang menyenangkan untuk kami lakukan.Kami senang menginap di sini terutama kami hanya diberikan satu kamar.”

“Hya, sopanlah sedikit pada imo dan samchon mu.Kau tak tahu malu Hae-ya.”Kata Don Hyun menyela perkataan Donghae.

“Abbeoji, aku hanya bercanda.” Kata Donghae. “Tapi jujur itu adalah ide yang menyenangkan.Tapi, sepertinya hanya Hyunmie yang bisa menginap di sini karena saya masih ada urusan.Dan saya juga menitipkan Hyunmie, karena akhir-akhir ini saya memang harus lebih ekstrim untuk menjaganya.Tapi untuk malam ini saya tidak bisa menjaganya.” Kata Donghae.

“Jinjja?”tanya nyonya Cho.

“Hem, asalkan Hyunmie berjanji pada saya untuk tidak keluar dari rumah ini semaunya sendiri. Kabari aku ketika kau akan keluar dari rumah. Jangan melakukan tindakan yang membahayakanmu.”Kata Donghae memandang Hyunmie khawatir.

“Arraseo.” Kata Hyunmie.

“Janji?”

“Ne.”

“Apa janjimu?”

“Aku Hyunmie –Park Hyunmie berjanji kepada Donghae untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan jiwaku, tidak akan keluar rumah ini sesuka hatiku, dan selalu menghubungimu untuk memberikan laporan kepada Donghae.” Kata Hyunmie sambil mengangkat telapak tangannya sejajar dengan kepalanya.“Tapi aku hanya menginap satu malam kenapa harus selalu menghubungimu?” gerutu Hyunmie dalam hati.

“Jah, anak manis karena kau selalu membuatku khawatir.” Kata Donghae sambil mengusap kepala Hyunmie.Dan Hyunmie tersenyum malu.

“Beraninya dia mengusap kepalanya.”Umpat Kyuhyun dalam hati.

“Kalian terlihat serasi.” Kata tuan Cho dan jujur itu membuat telinga Kyuhyun menjadi merah.

“Eouh, jam setengah sepuluh.Aku harus pergi.” Kata Donghae.

“Ada urusan apa?” tanya Dong Hyun.

“Abbeoji, kita akan mendapatkan informasi yang sangat bagus, abbeoji harus ikut denganku.” Kata Donghae. “Samcheon, imo, aku pamit dan aku titip Hyunmie di sini.”Kata Donghae yang kemudian meninggalkan ruang jamuan itu.

“Oppa, akan kembali?” tanya Hyunmie yang mengantarkan Donghae dan Donghyun ke teras rumah.

“Oppa akan kembali, oppa sudah janjikan, oppa akan selalu melindungimu?” tanya Donghae.

“Samcheon, imo, jebal.”

“Arra.”Kata nyonya Cho.

“Dan kau!” kata Donghae pada Hyunmie lagi sambil menyentil dahinya. “Jadi putri yang manis. Arraseo!”

“Ne. arraseo oppa.”

“Aku pergi.”Kata Donghae sambil mengecup dahi Hyunmie. Setelah itu, Donghae dan tuan Dong Hyun pergi dengan menggunakan mobil masing-masing. Mereka memiliki alasan sendiri kenapa menggunakan mobil yang berbeda-beda.

Sedangkan ada seseorang yang memandang pemandangan manis itu dari kejauhan dengan ekpresi yang begitu sulit di artikan.

Setelah kedua mobil itu tak terlihat lagi, mereka masuk ke dalam rumah karena udara mulai terasa begitu dingin di permukaan kulit mereka.

“Kau ingin tidur di kamar mana?”

“Di kamar tamu saja eomma.”

“Tidak ingin tidur di kamar Kyuhyun? Mungkin anak itu tidak akan menggunakannya. Dia selalu langsung pulang ke appartementnya.Dan nyatanya ia telah pulang tanpa pamit.”Katanya Nyonya Cho karena tidak melihat batang hidung putra tampannya itu.

“Animnida, eommanim.Eouh eommanim.”

“Ne Hyunmie-ya?”

“Bolehkah malam ini aku masuk ke perpustakaan eommanim?Aku sangat rindu sekali berada di sana.” Kata Hyunmie.

“Tentu boleh, jangankan malam ini.Setiap kau ingin ke sini, ke sinilah.Ini juga rumahmu.”

“Gomasubnida eommanim” Kata Hyunmie. “Aku akan langsung ke sana.”

“Ne.” kata nyonya Cho kepada Hyunmie yang langsung menuju ke perpustakaan, tempat kesukaannya itu.

 

@Perpustakaan

Hyunmie secara perlahan membuka pintu bessar itu, kemudian ia melangkahkan kakinya ke dalam ruangan gelap itu. Gelap?Tidak, karena dari kaca yang begitu besar itu terpancar sinar bulan yang begitu terang.Begitu lembut menerangin ruangan yang begitu penuh dengan rak dan buku itu.Rasanya kau sedang berdiri dibawah sinar dari surga.

“Ini sungguh indah.”Guman Hyunmie sambil menutup matanya dan merentangkan tangannya di tengah sinar bulan purnama yang masuk ke dalam ruangan itu.Hyunmie Nampak seperti malaikat yang baru turun dari langit melalui cahaya surga.

Namun, di tengah ia menikmati betapa nyamannya suasana ruangan itu, ia membuka matanya karena merasakan sesuatu yang aneh pada bibi mungilnya yang indah. Matanya membulat ketika ia menemukan sebuah wajah yang begitu dekat dengannya, terlebih bibir dari wajah itu menyatu dengan bibirnya.

Hyunmie berusaha mendorongnya, namun saat ia mendorong justru bibir itu semakin menempel pada bibirnya. Semakin keras ia menjauhkan tubuh dan wajahnya, tangan orang tersebut beralih ke pinggang dan tengkuknya untuk semakin memperdalam penyatuan bibir itu yang sekarang ini menjadi sebuah lumatan dari pihak sebelah.

“APA YANG KAU LAKUKAN HAH?” Bentak Hyunmie ketika ia bisa lepas dari tangan orang yang menciumnya tanpa ijinnya, ciuman pertamanya.

 

 

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: