FF Chapter// Shock//part 2

Bz2DnEyCQAEkPUM

Autor:YJK

Tittel:Shock

Cast:Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Park Jung soo, Kim Hyojae

Gender: Action, Sad Romantis

Leght:Chapter

Rating:PG 15+

Annyeong YJK bawa FF baru sebagian pasti udah baca di grup dan kali ini autor buat jadi catatan…banyak typo bertebaran happy reading

Eunhyuk duduk dengan tegang di hadapan penguasa Art CORP, tidak ada sepatah katapun yang namja lanjut usia di hadapanya katakan setelah penjelasannya barusan, Tuan Park hanya memejamkan matanya seolah menunggu, tapi keributan membuat kesunyian itu buyar, Eunhyuk berdiri ketika suara seorang yeoja meronta minta di lepaskan dari pegangan para bodyguard penguasa di hadapnnya. Namja itu cukup Shock ketika mengetahui siapa yang kini di seret kearah ruang tamu belum lagi seorang namja yang kini tertidur di ranjang dorong yang di jaga oleh beberapa dokter kepercayaan Tuan Park.

“Harabeoji apa maksud semua ini?” ucap Eunhyuk meminta penjelasan, Tuan Park membuka matanya menatap Eunhyuk yang meminta penjelasan darinya.

“Aku sedang mengamankan cucuku dan menantu cucuku agar tidak jadi alat balas dendam namja bau kencur macam Cho Kyuhyun, bukankah itu tujuanmu kemari?” perkataan Tuan Park sontak membuat Hyo Jae memandang Eunhyuk tak percaya, selama ini yang paling tahu kondisi Hyunmie adalah Hyukjae, seharusnya namja ini tahu, Hyunmie paling tidak menyukai hubunganya dengan kakeknya. Melihat tatapan Hyo jae, Eunhyuk menggeleng cepat.

“Bukan ini maksudku harabeoji, aku ingin kau mengurus Kyuhyun agar menjauh dari hidup Hyunmie, Namja itu terus menyakiti Hyunmie hanya untuk balas dendam padamu. Bukan membawa mereka kemari.” geram Eunhyuk frustasi. Tuan Park berdiri dari tempat duduknya, berjalan kearah ranjang dorong milik Leeteuk.

“Sungguh malang nasib cucuku ini, hanya karena keegoisan saengnya yang bodoh dia hampir mati.” Tuan Park seolah tidak mendengarkan ucapan Eunhyuk, namja parubaya itu meminta tim medisnya untuk merawat Eunhyuk serta membawa Hyo jae ikut serta. Setelah keduanya meninggalkan ruang tamu, Tuan Park kembali duduk di hadapan Eunhyuk.

“Duduklah, kau tidak bermaksud untuk tidak sopan bukan dengan berdiri di hadapnku?” Eunhyuk nampak mengepalkan tanganya geram, sepertinya keputusannya untuk berdiskusi dengan kakek Hyunmie bukan keputuan yang baik, tapi Eunhyuk tidak punya pilihan lain, perlahan ia kembali duduk di sofa yang bagi Eunhyuk tidak memberi kenyamanan sama sekali.

“Aku akan langsung pada intinya, selama ini bocah urakan itu selalu menolak pertolonganku, bahkan dia menolak warisan yang kuberikan padanya. Kali ini aku tidak akan merendahkan diri lagi untuk memberi pertolongan padanya. Jika dia mau aku bisa memberikanya pilihan, lagipula Leeteuk sudah ada di sini, dengan uang yang kumiliki aku bisa menyembuhkannya dan menjadikannya ahli waris. Jujur saja aku tidak terlalu membutuhkan bocah itu setelah mengetahui kalau Jungsoo bisa sembuh. Jadi kau tidak perlu bersusah payah memohon padaku untuk mengurus Hyunmie, karena aku sudah tidak ada kepentingan dengannya. Soal namja bermarga Cho itu, aku tidak peduli. dia hanya namja ingusan yang tidak berani menantangku secara langsung, bocah bermarga Cho itu sepertinya masih cukup tahu diri karena tidak menyerangku langsung, dia malah menyerang orang yang salah. Cucuku yang tidak tahu diri, yang bahkan keberadaanya tidak ku inginkan, benar-benar mirip ibunya yang urakan dan juga tipe penggoda yang membawa putraku pergi.” Eunhyuk kembali dari duduknya, kali ini ia sudah tidak tahan dengan hinaan yang Tuan Park layangkan pada yeoja yang sagat ia cintai, dia saja orang lain merasa kasihan dengan hidup Hyunmie, lalu dimana hati nurani pria parubaya ini sebagai seorang kakek.

“Maaf tuan Park saya datang kesini bukan untuk mendengar makian anda, tapi sedikit pertolongan untuk cucu anda, cucu anda yang dalam tubuhnya mengalir darah anak anda.” Ucap Eunhyuk menggeram penuh amarah, sementara tuan park hanya tersenyum tipis melihat amarh yang berkilat di mata Eunhyuk.

“Jadi kau menaruh hati pada cucuku itu?” pertanyaan Tuan Park sontak membuat Eunhyuk membuang muka dari namja paru baya itu, dan itu cukup menjawab pertanyaan tuan Park.

“Sepertinya aku sudah menetapkan pilihanku untuk Hyunmie dan pastinya itu akan menguntungkanku.” ucap tuan Park tenang membuat Eunhyuk kembali menatap wajah Tuan Park dengan beribu pertanyaan.
***

Malam merangkak semakin cepat, mengakhiri beberapa aktifitas manusia yang melelahkan, tapi rasa lelah semakin menghimpit di tubuh Hyunmie, ketika mengetahui cinta yang ia miliki hanyalah semu belaka, tubuhnya terasa lunglai otaknya tidak bisa di ajak kerja sama ketika akhirnya Hyunmie menyadari kejadian yang menimpanya saat pingsan di lobi apartemen, Hyunmie ingat saat Kyuhyun menciumnya dengan lembut, ciuman yang bahkan tidak pernah Hyunmie dapatkan dari seorang Cho Kyuhyun selama ini, tapi kata-kata Kyuhyun justru berbanding terbalik dengan ciumannya yang lembut, Hyunmie hanya alat balas dendamnya pada sang kakek. Namja itu hanya ingin melihatnya menderita, dan hal itu kembali membuat hati Hyunmie serasa hatinya di remas, di sisi lain Hyunmie tertawa dengan sedihnya, bahkan tanpa harus Kyuhyun menyiksanya seperti sekarang kehidupannya sudah sangat menyakitkan.

“Namja pabo… kau pikir apa yang kau dapatkan dengan memperlakukanku seperti ini, kakekku itu tidak akan peduli dengan apapun yang terjadi padaku.”

Apa Kyuhyun buta? selama ini tidak ada kebahagiaan yang di miliki Hyunmie dari kakeknya, kenapa harus dengan bertele-tele jika hanya ingin harta warisan kakaeknya, kenapa harus dengan menjadikannya kekasih terlebih dahulu? bahkan tanpa di minta dua kalipun Hyunmie akan dengan senang hati memberikan harta warisan kakeknya itu. Sesaat Hyunmie terduduk di halte bis, ia tidak tahu harus kemana? Hyunmie masih sangat yakin jika Hyo jae dan Leeteuk sudah di usir dari rumah kecilnya, karena tidak mungkni Kyuhyun benar-benar menolong oppanya dan kakak iparnya, setelah apa yang ia dengar tadi. Setidaknya Hyunmie yakin Hyo jae akan merawat oppanya dengan baik, jadi untuk saat ini Hyunmie lebih baik tidak bertemu dengan oppanya itu, mengingat tubuhnya masih penuh dengan luka. Lalu harus kemana dia sekarang? dengan sisa tenaganya Hyunmie berjalan menuju rumah sahabatnya, bukan Lee Hyuk jae tapi sahabat kembarnya Shin min gi da Shin min hyun. Hyunmie sudah tidak mau merepotkan Eunhyuk lagi, dia cukup tahu diri Eunhyuk bukanlah seseorang yang pantas bergaul dengannya.

Sementara di tempat lain Kyuhyun nampak terus menghubungi seseorang, tapi orang yang ia hubungi tidak mengangkat telponnya, Choyi hanya bisa tertunduk mengetahui akibat kesalahannya, setelah selesai menangis tadi, Kyuhyun menerima telpon dari sekertarisnya jika Leeteuk dan Hyo jae di bawa oleh orang-orang berseragam bodyguard, Kesal karena tidak ada jawaban dari detektiv bayarannya, Kyuhyun melempar ponselnya kedinding membuat Choyi menutup telinganya ketakutan.

“Kalau seperti ini kita tidak punya alat untuk terhubung dengan Hyunmie, Oppa dan kakak iparnya adalah satu-satunya alat yang bisa membuat Hyunmie menandatangani surat wasiat itu.” geram Kyuhyun kesal, Perlahan Choyi mendekat kearah Kyuhyun memeluk namja itu dari belakang.

“Mianhae oppa, karena aku semua jadi berantakan. Tapi Hyunmie bilang tanpa di suruhpun dia akan menandatangani jika kau memintanya oppa.” Kyuhyun nampak menghelah nafas gusar.

“Masalahnya bukan itu, jika oppanya ada di tangan Hyunmie itu tidak jadi masalah, yang jadi masalah adalah jika Leeteuk ada d tangan kakeknya, Hyunmie pasti sudah tidak mungkin menandatangai surat itu jika oppanya di tahan oleh kakaeknya.” sesaat Choyi mengerutkan keningnya binggung, seolah mengerti kebinggungan yeojanya Kyuhyun menangkup wajah Choyi.

“Kau tidak akan pernah tahu rumitnya hubungan Hyunmie dan Kakeknya.” ucap Kyuhyun sendu membuat rasa penasaran Choyi semakin besar.

“Aku pernah mengenal Hyunmie dulu saat kita masih kecil, sedikitnya aku tahu tentang Hyunmie.” Choyi namapak tertegun ia tidak menyadari wajah Kyuhyun yang terlihat frustasi karena dia sudah berbalik memunggungi Kyuhyun, Kyuhyun seolah baru menyadari satu hal, dia menyakiti orang yang salah.
Choyi masih nampak terdiam, ketika Kyuhyun menatapnya lembut, Kyuhyun mulai merasakan apa yang Choyi rasakan, seolah mengerti kekhawatiran Choyi, Kyuhyun membawa gadis itu kedalam pelukan lembutnya.

“Tennglah… sekalipun aku menaruh sedikit simpatik padanya, aku tidak akan meninggakanmu, bukankah aku sudah berjanji padamu? siapapun tidak akan mengganti posisimu di hatiku…” Kyuhyun bergumam lembut di telinga Choyi membuat hati Choyi yang sempat gelisah kembali tenang, tidak di pungkiri Choyi memang sedikit takut dengan perhatian yang Kyuhyun berikan pada Hyunmie, khususnya untuk hal yang Kyuhyun lakukan pada Hyunmie tadi, membawa gadis itu keapartemennya. Walaupun Choyi tahu tindakan Kyuhyun hanya untuk mengikat Hyunmie agar tidak lepas dari rencana yang mereka susun bertahun-tahun. Tapi tetap saja Choyi tidak tenang, pasalnya Choyi tahu kenapa Kyuhyun kemungkinan melunak pada Hyunmie, masa lalu keduanya begitu kuat, sedangkan Choyi hanya penengah yang memaksa masuk dan memutus hubungan kuat yang Kyuhyun dan Hyunmie miliki hingga keduanya bagai orang asing setelah sekian lama tidak bertemu.

“Mianhae oppa… karena kecemburuanku semua jadi berantakan.” Choyi muli membalas pelukan Kyuhyun menenggelamkan wajah mungilnya di dada bidang Kyuhyun, ia terlalu takut melihat reaksi Kyuhyun, Choyi tahu usaha Kyuhyun menahan diri selama ini dan sekarang hancur begitu saja.

“Gwenchanayo… kita bisa menyusunnya lagi dari awal, dan untuk kali ini aku mohon bersabarlah oky?” Kali ini Choyi mengangguk pasrah, penantiannya semakin panjang, dan itu karena kebodohan dia sendiri.

***

Eunhyuk nampak melangkah gontai menelusuri jalanan kota Seoul, ia merasa keputusannya bertemu dengan tuan Park adalah kesalahan besar, beberapa kali Eunhyuk mengeram frustasi tangannya mencengkkram rambut frustasi, bahkan Eunhyuk tidak peduli dengan beberapa orang yang berbisik-bisik menatapnya bahkan beberapa gadis remaja asyik mengambil fhotonya, seolah mulai menyadari keberadaannya sebagai artis terkenal, Eunhyuk mulai menunduk dan menutupi wajahnya dengan tangan lalu berjalan lebih cepat, Eunhyuk memasuki sebuah taman yang nampak sepi dia terduduk di salah satu kursi taman yang menghadap sebuah kolam kecil. Sekali lagi Eunhyuk mengeram frustasi, ucapan tuan Park masih berputar-putar di kepalanya, syarat gila yang di ajukan tuan Park membuat Eunhyuk merasa jika dialah yang akan membuat hidup Hyunmie semakin menderita, bahkan Eunhyuk sudah yakin dengan pilihan yang akan Hyunmie ambil, Eunhyuk terlalu mengenal gadis kuat itu. Sekalipun pilihan lain yang akan Hyunmie ambil Eunhyuk tidak yakin itu menguntungkan untuknya.
”Sekalipun aku menikah dengannya, aku tidak yakin akan bahagia karena dia hanya menganggapku sahabatnya.” Eunhyuk menunduk lesu kenyataan jika Hyunmie lebih memilih bertanding daripada menikah dengannya membuatnya semakin frustasi, apa lagi kondisi Hyunmie terakhir kali bukanlah kondisi yang baik untuk bertanding.
“Hyunmie_ah… mianhae… jeongmal bukan ini yang aku inginkan, cukup kau selalu tersenyum padaku itu sudah membuatku senang.” Eunhyuk kembali menghelah nafas lemas, tatapannya kini nampak kosong kearah kolam kecil di hadapannya. Tak berapa lama ponselnya berdering membuyarkan sedikit kekosongan yang Eunhyuk pertahankan. Sekertaris keluarganya.
“Yeobseo?… Jinjja? apa dia baik-baik saja? maksudku kau yakin dia ada di rumah si kembar?… baiklah aku akan memastikanya kesana, pastikan jika ada gerakan sedikitpun darinya…” Eunhyuk nampak menarik nafas lega, ia langsung bergegas menuju parkiran mobil, sedikit berlari karena jarak ia berjalan sejak tadi cukup jauh.
Di tempat lain tepatnya di rumah keluarga Shin Hyunmie tergeletak pingsan di kamar sahabatnya Shin min hyun dan Shin min gi, keduanya nampak cemas demi melihat luka memar dan sobek d telapak tangan sahabatnya, Tuan Shin yang mengetahui pekerjaan Hyunmie hanya bisa mendesah lemas, jika almarhum sahabatnya ada mungkin dia akan membunuh orang yang membuat putri kesayangannya itu terluka parah.
“Apa tidak sebaiknya Hyunmie di bawa kerumah sakit saja appa?” Min gi kembali menaruh kompresan di kening Hyunmie, sejak tadi sahabatnya itu tidak bangun, tepat setelah gadis itu masuk kedalam rumahnya.
“Appa ingin membantu Hyunmie, tapi kau tahukan tidak ada rumah sakit yang mau menerima Hyunmie, pemblokiran data untuk Hyunmie oleh kakeknya membuat Hyunmie sulit berobat. Jika appamu ini orang kaya mungin Appa sudah memanggil dokter pribadi untuk Hyunmie.” Tuan Shin kembali menghelah nafas lemas, Min hyun nampak serius mengobati luka menganga di telapak tangan Hyunmie, sekalipun si kembar menyukai dunia model, keahlian mereka di bidang pengobatan tidak bisa di remehkan, Tuan Park memang seorang tabib dan kelebihannya itu menurun pada kedua putrinya.
“Tapi apa jika bukan di tangani ahlinya Hyunmie tidak akan sembuh, luka di tanganya sangat serius. Dia butuh anti biotik dan juga anti septik agar demamnya turun.” Min Hyun menatap Tuan Shin cemas, luka di telapak tangan Hyunmie cukup dalam dan tidak bisa di anggap remeh. Tuan Shin kembali menghelah nafas.
Tak berapa lama Hyunmie sadar dari pingsannya, dia menatap heran ketiga orang di hadapannya yang menatapnya cemas, tapi seolah sadar dengan kondisinya Hyunmie tersenyum menenangkan senyuman tulus untuk keluarga Shin. Dari arah pintu kamar nyonya Shin membawa nampak berukuran sedang ada segelas susu coklat dan bbur abalon di atasnya, wanita paruh baya itu meletakannya di atas nakas lalu menatap keluarganya bertanya.
“Aku baik-baik saja Ajjuma… gomawo untuk makannannya?” keluarga kecil itu seketika menghelah nafas lega demi mendengar suara Hyunmie.
“Syukurlah kau masih kuat berbicara, jad aku tidak perlu meminta bantuan Eunhyuk.” ucapan Tuan Shin membuat Hyunmie terlihat sedih, jika Eunhyuk tahu kondisinya seperti ini, namja itu pasti marah.
“Tidak usah ajjusi, aku berencana hanya ingin merepotkan keluarga Shin saja.” keluarga Shin hanya tersenyum sendu, jika Hyunmie dalam keadaan sehat gurauan itu mungkin akan di tanggapi tawa canda keluarga Shin.
“Siapa yang membuatmu seperti ini nak? kau tidak pernah semnyedhkan ini sebelmnya?” kali ini nyonya Shin angkat bicara dia mengelus rambut Hyunie yang basah karena keringat dengan sayang. Hyunmie kembali tersenyum senang, keluarga ini penuh dengan kehangatan yang tidak ia dapatkan bertahun-tahun.
“Ini hanya keteledoranku saja ajjuma, tidak ada yang salah… aku…” ucapan Hyunmie tertahan ketika dengan tiba-tiba Hyunmie terbatuk dengan hebat, darah mengalir dari mulutnya, membuat keluarga Shin terkejut bukan main.
“HYUNMIE!!!” teriakan panik langsung terlontar ketika Hyunmie melemas dan kembali pingsan, si kembar mulai menangis dan mengguncang tubuh Hyunmie panik, Tuan Shin langsung enarik si kembar menjauh, sementara nyonya Shin mulai sibuk memeriksa keadaan Hyunmie. Wajahnya juga nampak khawatir ketika mengetahui keadaan Hyunmie.
“Yeobo.. Hyunmie harus di bawa kerumah sakit sekarang, jika tida dia bisa…” kata-kata nyonya Shin terputus dengan teriakan si kembar.
“ANDWE…”
“Baiklah kita kerumah Ahn euisa, dia mungkin mau menolong Hyunmie, biar apa yang menggendongnya, Min hyun carikan taxi, Min gi siapkan baju bersih unuk Hyunmie dan kau sayang bantu aku.” Tuan Shin mulai bergerak begitupun dengan si kembar mereka mulai sibuk karena kepanikan yang mereka rasakan, bagi mereka Hyunmie bukan hanya anak dari sahabat lama taupun teman dekat bagi si kembar, tapi Hyunmie sudah cukup berjasa dengan bantuan jasa dan juga uang. Hyunmie sudah menjadi orang paling penting untuk keluarga kecil itu.

Kesunyian kembali melingkupi ruangan dimana Kyuhyun dan Choyi bersama, keduanya masih dalam posisi yang sama terduduk di sofa sambil berpelukan. Sesekali Kyuhyun mengelus rambut Choyi lembut, walaupun pikirannya pergi mengelana ketempat lain, sementara Choyi masih terus memikirkan jalan keluar terbaik agar masalah pengalihan harta keluarga Park ketangan Kyuhyun lebih cepat terjadi. Dia sudah tidak mau menunggu dan yang terpenting dia sudah tidak menginginkan Kyuhyun harus berdekatan kembali dengan Hyunmie. Kesunyian itu pecah ketika ponsel Kyuhyun berdering melantunkan lagu klasik yang Kyuhyun sukai sejak kecil dan mau tak mau Choyi melepas pelukanya dari Kyuhyun dan membiarkan Kyuhyun mengangkat panggilannya.
“Yeobseo?… kau yakin?… baik aku akan segera kesana…” Kyuhyun menutup panggilannya lalu menatap Choyi sambil tersenyum senang.
“Dia sudah di temukan, sekarang kau lebih baik pulang aku akan mencari alasan tentang pengakuanmu tadi dan untuk sementara waktu kau jangan muncul di depannya lagi araseo?” Choyi hanya mengangguk pasrah, dalam hati dia merasa kecewa, entah mengapa senyuman Kyuhyun bukan senyum rasa senang karena tambang emasnya di temukan tapi rasa lega ketika kekasihnya yang hilang kembali. Tanpa memperdulikan exspresi Choyi Kyuhyun bergegas keluar apartemnnya lalu melajukan mobil jaguar kesayangannya di atas kecepatan rata-rata dalam hati Kyuhyun berdoa semoga Hyunmie dalam keadaan baik-baik saja, karena perasaannya mengatakan Hyunmie dalam keadaan tidak baik.
Setengah jam kemudian Kyuhyun sampai di tempat Hyunmie terlihat, beberapa bodyguardnya langsung membungkuk memberi hormat pada Kyuhyun ketika Kyuhyun turun dari mobil.
“Dimana Hyunmie?” ucap Kyuhyun to the point, dia tidak ingin lama-lama membuang waktunya.
“Hyunmie masuk kedalam rumah di depan sana tuan, tapi beberapa menit yang lalu dia di bopong keluar oleh seseorang di ikuti oleh tiga orang wanita lainnya menggunakan taxi, tuan tidak perlu khawatir kami sudah membagi tim lain untuk mengikuti.” Kyuhyun nampak marah dan dalam hitungan detik melayangkan tinjunya kearah bodyguardnya itu.
“Bodoh kau membuang waktuku kenapa kau tidak katakan sejak tadi.” Kyuhyun kembali memasuki mobilnya dan tanpa di perintah bodyguard Kyuhyun yang lain memandu Kyuhyun menuju tempat Hyunmie di bawa oleh keluarga Shin. Selama dalam perjalanan Kyuhyun terlihat tidak berkonsentrasi dalam menyetir, masih Kyuhyun ingat kondisi terakhir Hyunmie saat ia merawatnya, sangat parah. Rasa sesak itu datang lagi membuat Kyuhyun mencengkram rambutnya kuat-kuat, Kyuhyun merasa dia mulai lemah, Hyunmie terlalu baik dan Kyuhyun bukan orang yang akan berbuat jahat pada orang yang menurutnya sangat baik. Selama ini Kyuhyun bertahan tetap menyakiti Hyunmie karena menanamkan tekad pada hatinya jika Hyunmielah perusak kebahagiaan keluarganya sekaligus cucu dari orang yang membuat keluarganya jatuh miskin. Tapi beberapa bulan terakhir semua mulai terkikis, sekalipun Hyunmie gadis yang sangat kasar, di balik itu semua tersimpan gadis lembut baik hati yang memiliki senyum yang indah dengan mata berbinar yang mampu membuat Kyuhyun terlihat seperti monster yang ingin menyakiti seorang gadis yang sangat rapuh.
“Sadar Cho Kyuhyun, kau sudah punya Choyi!! AGRH SIAL.” Kyuhyun kembali membenci diri sendiri dengan kesal ia memukulkan tinjunya tepat ke stir mobil yang tengah ia kendalikan, jika sedikit saja Kyuhyun lengah mungkin sekarang mobilnya sudah menabrak sebuah truk besar, karena sejak tadi mobilnya sudah masuk jalur berlainan, dengan kesadaran penuh Kyuhyun membanting stirnya dan menginjak rem kuat-kuat. Nafasnya terlihat naik turun, Kyuhyun shock dengan konsentrasinya yang hilang tadi. Gadis bernama Park Hyunmie itu memang sangat berbahaya bagi Kyuhyun. Ketegangan Kyuhyun perlahan hilang, ponselnya kembali berdering, Kyuhyun mengerutkan keningnnya ketika nomer asing yang masuk dalam kotak panggilannya.
“Yeobseo?… ada urusan apa hingga orang seperti anda sudi menelpon orang rendahan seperti saya?… kenapa anda begitu yakin saya akan datang dan sudi mendengarkan penjelasan anda? lagi pula itu sudah sangat lama, aku sudah tidak memikirkannya lagi… apa maksud anda? aku bahkan tidak tahu cucu anda yang mana…” Kyuhyun kembali menggeram marah di lemparnya ponsel yang kini ada dalam genggamannya, Kyuhyun tidak menyangka rencananya selama ini terbaca dengan jelas oleh Tuan Park dan pria paru baya itu bermaksud menawarkannya setengah asetnya jika dia mau datang bertamu kerumahnya, untuk menjelaskan rencananya yang bagi Tuan Park sangat bodoh itu.
***
Keluarga Shin nampak mondar mandir di hadapan sebuah klinik kecil, sudah setengah jam euisa merawat Hyunmie, tapi tak ada kabar dari dalam klinik, rasa cemas mulai menghinggapi hati tuan Shin.
“Yeobo duduklah…” kali ini istri tuan Shin berusaha membujuk suaminya untuk duduk, sejak tadi tuan Shin tidak duduk, dia sibuk menatap pintu kelinik, si kembar hanya bisa saling bertatapan cemas. Tuan Shin akhirnya menyerah dengan bujukan istrinya da terduduk lemas di kursi tamu. Baru saja duduk euisa keluara dari ruangan tempat merawat Hyunmie.
“Shindong_ah… kau harus membawa Hyunmie kerumah sakit, aku tidak akan sanggup merawatnya, peralatan medis di klinik ini tidak memadai, seharusnya kau tahu itu.” Ahn euisa nampak cemas menatap Shindong yang tidak bereaksi banyak, sahabatnya ini juga mengalami kebuntuan, Aha euisa memang mengenal Hyunmie, karena ketika Hyunmie terluka akibat pertandingan tinju, Hyunmie akan datang berobat pada Ahn euisa.
“Apa tidak ada cara lain selain kerumah sakit?” tanya Shindong frustasi dan hanya di balas gelengan kepala dari Ahn euisa.
“Appa… ottokhe?” gumam si kembar sedih ketika tidak ada jawaban apapun dari Ahn euisa, sedangkan Shindong nampak mengurut kepalanya frustasi.
Sindong menantap kedua putri kembarnya sendu, dia sudah benar-benar buntu sekarang, Shindong bukan orang kaya yang bisa dengan mudah menggunakan kekuasaannya untuk menolong Hyunmie, seolah mengingat seseorang Shindong meraih ponsel di saku kemejanya. Eunhyuk hanya namja itu yang kini bisa membantu Hyunmie, dia tidak ingin sahabatnya di alam baka kecewa padanya. Tapi baru saja menempelkan ponselnya di telinga, segerombolan lelaki menggunakan pakaian serba hitam masukkedalam kelinik dan tanpa meminta izin membawa Hyunmie keluar dari ranjang rawatnya.
“Yakk siapa kalian, mau di bawa kemana Hyunmie.” Shindong berusaha menghalangi kepergian pria-pria berpakaian hitam itu, tapi apa daya, orang-orang itu bukan tandingannya.
“Hyunmie di bawa ketempat seharusnya, jadi jangan ikut campur.” salah satu dari pria berpakaian hitam itu mendorong Shindong hingga terjatuh, memberi peringatan agar tidak menganggu proses pemindahan Hyunmie. Tapi seolah tidak mau mengalah Shindong kembali berusaha menghalangi kepergian Pria berpakaian hitam yang membawa Hyunmie pergi, kali ini si kembarpun tak mau kalah membantu ayahnya menyelamtkan Hyunmie, tapi bagaimanapun mereka berusaha, kekuatan mereka tidak akan seimbang dengan para bodyguard yang memang di perintah oleh tuan Park untuk membawa Hyunmie menghadap padanya.
“Setidaknya kalian harus memberitahuku di bawa kemana Hyunmie.” Shindong kembali berusaha menarik Kursi roda tempat yuni di bawa, tapi hanya dengan sekali dorong Shindong kembali terjatuh.
“Dasar orang tua keras kepala, Hyunmie akan kami bawa menghadap kakeknya.” ucapan itu cukup membuat Shindong menghentikan aksi sia-sianya sejak tadi, begitupun dengan Min Hyun dan Min gi, paham betul sedang berhadapan dengan siapa mereka sekarang. Shindong hanya bisa menatap nanar kepergian Hyunmie, dia tak bisa berbuat apapun sekarang.
Di dalam mobil Hyunmie tersadar dari pingsannya, dia sempat memberontak karena tidak mengenali orang-orang yang membawanya. Tapi ketika mendengar nama kakeknya di sebutkan Hyunmie langsung terdiam, ekspresi dingin mulai ia bentuk, ekspresi yang hanya akan ia tunjukan pada kakeknya. Park Young min.
***
Hyunmie hanya pasrah ketika tubuhnya di seret ke rumah mewah yang menjadi tempat tinggalnya beberapa tahun yang lalu, tubuhnya sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan para bodyguard tuan Park kakeknya. Gadis itu sempat menghentikan langkahnya bahkan membulatkan mata ketika tanpa sengaja melewati kamar oppanya Leeteuk, oppa kesayangannya itu tengah berbaring di temani iparnya HyoJae. Ingin masuk rasanya dan mengetahui keadaan oppanya itu, tapi para bodyguard itu tidak mengizinkannya berhenti, Hyojae sempat menatap adik iparnya nanar, gadis itu juga tidak bisa berbuat apa-apa, tapi yang membuatnya khawatir adalah keadaan Hyunmie yang pucat pasif. beberapa memar terlihat jelas di wajah Hyunmie. Dengan sedikit terhuyung-huyung Hyunmie hampir tiba di ruang tengah yang lagi-lagi membuat langkah Hyunmie terhenti. Suara seseorang yang menghancurkan hatinya terdengar jelas seantero ruangan.
“Atas alasan apa aku harus menerima tawaran anda? bahkan anda tidak punya bukti apa-apa.” Cho Kyuhyun namja itu mengepalkan tangannya kuat, ketika menerima penawaran Tuan Park beberapa detik yang lalu, mungkin jika tawaran itu datang sebelum ia mengenal Hyunmie Kyuhyun akan dengan senang hati menerimanya. Sayangnya kini Kyuhyun tidak bisa atau lebih tepatnya seperti berat hati harus menerima tawaran tuan Park. bahkan tawaran itu membuatnya marah. Tuan Park tersenyum sinis di susul dengan tawa penuh ejekan pada pemuda yang kini ada di hadapannya, sesaat Tuan Park menatap Hyunmie yang kini tepat berada di belakang Kyuhyun. Namja tua itu semakin tersenyum licik, dia ingin melempar batu untuk dua burung sekaligus.
“Bukti? kau mau bukti? aku bahkan punya semua aktifitasmu setelah keluar dari rumahku. keinginanmu untuk membalas penghinaanku pada orangtuamu dulu bisa aku lihat dengan jelas. dan kau mengincar Hyunmie sebagai objek balas dendamu.” Kyuhyun menegang, seperti dugaannya rencananya sudah terbaca oleh Tuan Park, seolah menemui jalan buntu Kyuhyun berusaha memutar keadaan.
“Begitukah? dan sepertinya itu berhasil jika saja anda tidak membawa Park Jung soo_ssi pergi. Park Hyunmie akan benar-benar hancur dan itu berarti anda juga tuan, kekayaan yang anda limpahkan pada Hyunmie akan jadi milikku, jadi buat apa aku harus menerima penawaran anda.” Tuan Park tersenyum lalu bertepuk tangan dan tertawa keras, Kyuhyun akhirnya mengakuinya, karena tersudut. berbeda dengan yeoja yang kini terduduk di lantai di belakang Kyuhyun, sebelumnya ia sudah mendengar dari yeoja yang menjadi yeoja chingu asli seorang Cho Kyuhyun, tapi mendengarnya langsung seperti ini di hadapan kakeknya yang sangat membencinya terasa berlipat-lipat sakitnya di hati Hyunmie.
Tuan Park tersenyum licik sepertinya tidak masalah jika pemuda di hadapannya mengetahui kebenaran yang terjadi beberapa tahun lalu lebih tepatnya 12 tahun lalu. ini juga akan mengingatkan Hyunmie dimana posisinya dan mengingatkan gadis itu untuk tidak melakukan hal bodoh lagi untuk Park Jung Soo cucunya.
“Begitukah? tapi kau salah sasaran anak muda, jika kau mendekati Hyunmie. Dia tidak ada artinya untukku, setidaknya setelah aku tahu Jung Soo bisa sembuh dia hanya ahli waris yang kapanpun bisa aku tukar selagi aku masih hidup. Karena gadis bodoh itu bukan cucuku. Dia hanya gadis pembawa sial yang membuat menantu, anakku dan juga cucu perempuanku mati.” Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, apa maksud namja tua di hadapannya ini? Kyuhyun sudah memastikan semuanya Hyunmie adalah cucu perempuan keluarga Park, bahkan data itu sangat absolut karena ia membayar orang-orang dari pemerintahaan untuk memastikannya. Berbeda dengan Hyunmie yang kini terduduk, dia tersenyum miris inilah kenyataannya sekalipun beberapa tahun lalu dia berusaha menjadi cucu yang baik untuk tuan Park, namja tua itu tidak pernah mau menerimanya. kebencian Tuan Park seolah tidak bisa hilang sekalipun Hyunmie dengan senang hati mau menggantikan posisi cucunya agar Jung Soo tidak semakin depresi kehilangan semua anggota keluarga yang sudah ia rindukan selama 5 tahun karena harus menetap di Thailand.
Gadis yang hampir 12 tahun menjadi Park Hyunmie bukanlah Park Hyunmie yang sebenarnya, dia hanyalah seorang putri dari asisten sekaligus Bodyguard kepercayaan ayah Park Hyunmie. Yang ikut pulang ke Korea karena Hyunmie sangat sayang padanya, bagi Hyunmie Ariyana sudah ia anggap saudara kembarnya, mengingat begitu banyak kesamaan di antara keduanya, apapun yang di inginkan Ariyana pasti selalu di inginkan oleh Hyunmie, satu yang di miliki Hyunmie yang tidak di miliki Ariyana, seorang Kakak yang dengan bangganya selalu Hyunmie ceritakan pada Ariyana sekalipun Hyunmie tidak pernah bertemu dengan Leeteuk lagi setelah menetap di Thailand. dia hanya tahu tentang oppanya lewat telpon dan surat yang Jung Soo buat untuknya. Ariyana yang terbiasa menedengar begitu baiknya Leeteuk menaruh harapan yang besar agar kelak bisa menjadikan Jung Soo Oppanya. Rasa sayang itu tumbuh seiring Jung Soo yang juga mula memberikan hadiah yang sama padanya, ketika Hyunmie menceritakan pada Leeteuk jika dia memiliki seorang teman yang juga sangat ingin memiliki seorang kakak.
“Oppa pasti senang kalau bertemu denganmu Ari, sebentar lagi kita akan bertemu dengannya, tapi harus aku dulu yang memeluk Leeteuk oppa.” saat itu Ari hanya mengangguk mendengra celotehan Hyunmie ketika baru saja sampai di Korea, tapi Tuhan merencankan hal lain, hari itu juga kecelakaan terjadi, bahkan ayahnya juga di nyatakan meninggal karena kecelakaan itu, Jung Soo yang saat itu tertekan kehilangan anggota keluarganya merasa terhibur karena saeng kecilnya tetap hidup, tanpa Jung Soo sadari gadis kecil itu bukanlah adik kandungnya Park Hyunmie melainkan Ariyana yang tidak tega melihat kesedihan Leeteuk. dan keadaan itu dimanfaatkan betul oleh Tuan Park, apa lagi setelah tahu Leeteuk menderita penyakit yang tidak bisa di sembuhkan, sekalipun Tuan Park membenci Ari yang karena hanya dialah yang selamat dari kecelakaan tersebut, Tuan Park tidak ada pilihan lain selain membiarkan semuanya, dan benar-benar membuat Ari menjadi Hyunmie cucunya dan saat itu terjadi, di mulailah hari-hari Ari yang menderita. Selama ini Ari bertahan menjadi Hyunmie hanya satu, yaitu Leeteuk. Jika bukan karena namja itu dia sudah tidak menginginkan nama itu, jika bukan karena rasa sayangnya pada Hyunmie, Ari tidak akan bersedia di jadikan pelampiasan dari orang-orang yang membenci kakeknya.
Seluruh ruangan mendadak hening, Kyuhyun nampak shock, perasaan yang dia tekan juga perasaan bersalah bermunculan melalui mimik wajah Kyuhyun yang pucat pasif, selama ini dia melukai orang yang salah, dan saat itu juga Kyuhyun terkejut ketika seorang gadis berdiri di hadapannya.
“Apa sekarang haraboeji puas? Ah anni apa sebaiknya aku memanggil anda tuan Park? Sebenarnya apa mau anda tuan? Apa sampai sekarang anda masih belum menerima kematian Hyunmie?” Tuan Park tertawa senang, tidak pernah Tuan Park melihat Ariyana begitu frustasi dan nampak pasrah tanpa perlawanan seperti sekarang, bahkan memanggilanya Tuan Park.
“Kau salah gadis kecil, aku belum puas, sampai kau merasa hidup bagaikan mati, itu pantas untukmu. Seharusnya cucuku yang hidup bukan kau.” Tuan Park kembali berteriak kearah Ariyana, membuat gadis itu menutup matanya perih, dia bukannya mau selamat dan membuat cucu kesayangan tuan Park mati, jika dapat bertukar dia akan lebih senang bersama appanya.
“Keure, lalu rencana apa yang ingin anda lakukan agar aku menderita? Bukankah selama ini cukup banyak rencana menyusahkan yang anda berikan padaku, termasuk Kyuhyun_ssi?” Kyuhyun yang hanya terdiam nampak terkejut lalu menatap tuan Park dan Ariyana bergantian, Tuan Park tersenyum senang.
“Kyuhyun tidak termasuk, tapi sepertinya Tuhan juga membencimu hingga mengirim namja bodoh ini padamu, tapi namja ini juga memberi rencana unik untukku. ” Ariyana mengigit bibirnya kuat-kuat, matanya melirik Kyuhyun yang mulai tidak tahan dengan percakapan Ariyana dan Tuan Park.
“Jangan sesekali masukan orang lain dalam pertempuran kita tuan Park cukup Jung Soo dan Hyo Je eonni yang anda seret, jangan tambah orang lain.” Mendengar Ariyana berkata seperti itu Tuan park semakin semangat memasukan Kyuhyun untuk jadi alat perangnya melawan Ariyana, dan masih ada satu lagi Lee Hyuk Jae.
Keadaan memburuk ketika Leeteuk terbangun dan memaksa keluar dari kamar, Ariyana nampak panik ketika Hyo je memapah Leeteuk ke ruang tamu. Leeteuk langsung menatap sedih ke arah Ariyana, saeng kesayanganya penuh dengan luka, tapi Leeteuk tidak bisa apa-apa. Melihat keadaan, Tuan Park semakin gembira.
“Apa aku juga harus memberitahukan kebenaranya juga pada Jung soo gadis kecil?” Hyunmie menatap Tuan Park takut, keadaan leeteuk bukanlah dalam kondisi baik.
“Andwe, aku sendiri yang akan mengatakanya, jebal tapi tidak sekarang haraboji.” Ariyana kembali memohon, membuat tuan Park semakin senang.
“Haraboji??hahaha kau baru saja memanggilku tuan Park gadis kecil.” Leeteuk mengerutkan keningnya, ada yang di sembunyikan darinya, wajah saengnya tidak pernah setakut ini jika menghadapi kakek mereka.
“Ada apa ini? Apa yang kalian sembunyikan?” Hyo je berusaha membantu Leeteuk untuk berjalan kearah Ariyana yang memejamkan matanya panik. Leeteuk memegang bahu saengnya berhadapan denganya.
“Kau baik-baik saja? Oppa tidak akan memaksamu untuk menjelaskan apapun sekarang, lebih baik kita pergi dari sini dulu, ini bukan rumah kita kajja.” Ariyana menatao Leeteuk sedih, tapi tidak menolak ketika Leeteuk mengngenggam tanganya untuk pergi dari ruangan itu.
“Kau kira kau bisa pergi kemana dengan cucuku yang sekarat ini? Ingat kau sydah tidak punya tempat tinggal, akan kau rawat dimana Leeteuk. Dan sampai kapan kau akan menyembunyikan semuanya?” Ariyana di lema, apa yang di katakan tuan Park semua benar, dia sudah tidak bisa membawa Leeteuk yang sedang sakit tanpa uang. Langkahnya terhenti menatap wajah Leeteuk yang pucat yang kini memejamkan matanya.
“Oppa…” Leeteuk menatap saengnya sendu.
“Aku tidak peduli, kemanapun saengku pergi, aku akan ikut.” Leeteuk menatap Hyo je, istrinya sekalipun khawatir, tapi paham apa yang di inginkan suaminya, hanya bisa mengangguk lemah. Ariyana menatap Leeteuk terluka, dia tidak bisa menyiksa Leeteuk lebih lama, dengan perlahan Ariyana melepas tangan Leeteuk, menatap Leeteuk lekat-lekat.

“Oppa, aku sangat menyayangimu, bahkqn sekalipun nyawa taruhannya aku akan tetap membawamu pergi bersamaku, tapi jika setelah mendengar kenyataan ini kau ingin tinggal, aku tidak akan memaksamu.” Leeteuk kembali mengengam tangan saengnya lalu menggeleng.

“Anni, jangan bicara apapun, aku akan tetap pergi__”

“Aku bukan saengmu Leeteuk_ssi, aku… aku bukan Park Hyunmie.” Leeteuk menatap Ariyana, Leeteuk tidak terkejut ataupun berbicara, tapi namja itu melepaskan pegangan tanganya dari Ariyana.
Leeteuk sekarang menatap tuan Park tajam, sementara namja tua itu tersenyum sinis, seolah mengatakan betapa bodohnya Leeteuk selama ini, dia lebih memilih seorang asing dari pada keluarga sendiri.

“Apa lagi yang kakek rencanakan? Apa selama ini tidak cukup siksaan yang kakek berikan pada Hyunmie? Selama ini aku diam saja, tapi kali ini kakek keterlaluan. Aku lebih baik mati dengan adikku di sisiku dari pada sehat dengan seorang kakek disampingku yang tidak pernah menganggap adikku ada.” Kali ini Leeteuk menatap Ariyana lagi dengan ekspresi menenangkan.

“Saengi kau tidak usah berbohong pada oppa hanya agar oppa mau di rawat di rumah besar ini. Aku tidak mau diam di rumah ini jika kau tidak ada disini.” Ariyana menatap Leeteuk semakin bersalah, Leeteuk sudah terlanjur percaya dia adalah Hyunmie, Hyo Jae yang sejak tadi diam ambil suara.

“Ne Hyunmie_ya kau tidak harus melakukan semua sampai sejauh ini.” Mendengar Leeteuk dan Hyo jae berkata seperti itu, tuan Park tertawa keras.

“Lihatlah gadis kecil, betapa bodohnya mereka begitu mempercayaimu, apa yang akan kau lakukan untuk meyakinkan mereka siapa kau sebenarnya.” Ariyana menatap kedua orang di hadapannya, selama ini merekalah yang begitu Ariyana jaga. Bahkan di detik terakhir Hyunmie tercebur ke sungai, Hyunmie meminta Ariyana menjaga Oppanya. Dengan mantap Ariyana tersenyum lembut sambil kembali menggandeng Leeteuk.

“Mianahe oppa aku sempat putus asa tadi. Kajja kita pergi dari sini, aku akan memgusahakan apapun untuk kesembuhanmu.” Kali ini tuan Park nampak menggeram marah. Bahkan Kyuhyun yang sejak tadi terdiam juga nampak mengerutkan keningnya heran. Apa yang akan yeoja bodoh ini lakukan, bukankah memang lebih baik Leeteuk di rawat di rumah besar ini? Leeteuk, Hyojae dan Ariyana mulai melangkahkan kakinya untuk pergi tapi suara menggelegar tuan park menghentikan langkah mereka.

“Sekali kau membawanya keluar dari sini sekarang, akan aku pastikan kau akan kesulitan sampai kau harus merangkak di kakiku untuk menolongnya, dan aku akan lebih kejam lagi kau ingat itu.” Ucapan tuan park membuat jantung Ariyana berdetak keras, untuk sesaat Ariyana kembali ragu, tapi setelah menatap Leeteuk dan Hyojae tersenyum meyakinkan, keraguan itu sirnah. Dengan mantap Ariyana kembali berjalan bersama oppa dan kakak iparnya. Tuan park sama sekali melarang petugasnya untuk tidak menghalangi kepergian cucunya. Setelah cucunya pergi, tuan park kembali menatap Kyuhyun, yang menatapnya tajam.

“Bagaimana apa kau mau menerima tawarannya tadi?” Kyuhyun menatap tuan park sinis. Sekarang bahkan dia tidak akan melakukan apa yang tuan park inginkan.

“Jika gadis tadi memang cucu an ada mungkin aku akan mempertimbangkan apa yang anda tawarkan, tapi sudah jelas gadis tadi bukan cucu anda, jadi sudah tidak ada gunanya lagi aku melakukannya.” Tuan park tersenyum sebal, tapi dia masih punya cara lain agar Kyuhyun mau menerima tawarannya.

“Kau tahu? Aku berusaha memberikan pilihan untuk gadis kecil tadi nantinya, dan salah satunya adalah pernikahan. Aku tahu kau menyukai gadis bodoh itu, apa kau yakin tidak akan terpengaruh jika melihat gadis itu menikah dengan pria lain?” Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat tetap berusaha bersikap tenang walaupun tidak dengan hatinya.

“Aku sama sekali tidak peduli, aku sudah memiliki calon istri. Apapun yang terjadi dengan gadis itu aku tidak akan terpengaruh.” Tuan park memicingkan matanya lalu mengangkat bahunya acuh.

“Baiklah, jika kau tidak mau masuk dalam rencanaku, kau tidak akan medapatkan apapun dariku dan lagi aku masih banyak cara menghancurkan gadis itu hingga dia akan merasa sendirian. Iya kau boleh pergi dan urungkan niatmu untuk merebut apa yang aku punya dan menghancurkan apa yang kumiliki. Karena kau tidak akan pernah berhasil anak muda.” Kyuhyun berdecak sebal lalu pergi dari kediaman tuan park. Kini tinggallah tuan park sendirian, tuan park menatap ponselnya lalu menekan beberapa dijit angka.

“Yeobsyeo? Bagaimana, apa kau sudah memikirkan apa yang aku tawarkan? Kau tidak akan rugi.” Setelah mendengar apa yang diucapkan dari seberang sana, tuan park tersenyum senang.

“Kita lihat, sampai mana kau bisa bertahan, ketika orang-orang yang kau sayangi berbalik menyerangnya Ariyana.” Tuan park tersenyum semakin lebar lalu menatap beberapa dokumen di tangannya.

“Kita mulai dari namja yang mencintaimu Ariyana, Lee Hyuk Jae.”

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. Mitarashi8899

     /  September 16, 2015

    Udh lama ga visit blog ini n ada ff yg seru bgt.. Daebak ffnya
    … Konfliknya seru, feelnya juga dpt bgt… Aku smp mewek ;(

    Balas
  2. chobyul

     /  September 26, 2015

    hai slam knal reader baru,,, ceritany seru pnuh konflik dituggu aj chapt slanjutny. dsini bnyk yg dpw ya..gmn cara dptin pwny?? gomawo

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: