FF Chapter\\Shock

Bz2DnEyCQAEkPUM

Autor:YJK

Tittel:Shock

Cast:Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Park Jung soo, Kim Hyojae

Gender: Action, Sad Romantis

Leght:Chapter

Rating:PG 15+

Annyeong YJK bawa FF baru sebagian pasti udah baca di grup dan kali ini autor buat jadi catatan…banyak typo bertebaran happy reading

Story begin

Kota Seoul di kenal sebagai kota tenang dan lembut, sebagian masyarakat kota Seoul sangat menyukai pekerjaan elit atau ‘Terkenal’. Apa kalian mengerti dengan pekerjaan di atas? Oh jika tidak biar kuberitahu, elit di sini adalah pekerjaan yang berdiam diri di atas kursi berjam-jam, tapi menghasilkan banyak uang, kalian tebak pekerjaan macam apa itu, ‘Terkenal’ oh hanya orang bodoh yang tidak tahu pekerjaan seperti apa yang melibatkan kata ‘Terkenal’ dan kedua sahabat kembarku begitu menyukai kata-kata itu, lalu bagaimana denganku? Oh aku memang seorang yeoja, tapi aku benci dengan pekerjaan bentuk elit dan terkenal, seperti saat ini, aku terjebak dengan sahabatku Kim Hyo Jae di sebuah hotel, tepatnya di sebuah ruang meeting perusahaan raksasa negeri Gingseng Rage Coorportion. Jangan kalian pikir aku dan Hyo Jae adalah salah-satu dari orang pencinta kursi berjam-jam, nasibku tidak sebaik itu.

“Hyunmie_ya, tersenyumlah sedikit.” lagi, Hyo Jae mengintrupsiku untuk tersenyum kepada para tamu, ketika aku menawarkan minuman di nampan yang ku pegang ke pada para tamu di ruang meeting, atau mungkin bisa di sebut sebuah pesta, aku benar-benar heran meeting macam apa ini, tidak ada meja bundar panjang dan juga wajah tegang.

“Benar-benar pemborosan.” gumamanku sepertinya terdengar oleh Hyo Jae, lagi-lagi dia menyikut, mengingatkanku, akan kata-kataku yang menurutnya tidak pantas. Aku hanya memutar mataku malas. Cukup, sepertinya aku perlu keluar dari ruangan wajah penuh kepalsuan ini.

“Yaak! Mau kemana kau, supervisor bisa marah jika kau pergi.” tanganku tertahan ketika aku bermaksud meninggalkan ruangan tersebut, Hyo Jae membulatkan matanya, seolah mata itu siap meloncat dari tempatnya, dengan malas ku jawab seenaknya.

“Aku butuh udara segar.”

***

Hyunmie melangkahkan kakinya gontai, sejak keluar dari ruangan yang membuatnya mual, ia berputar-putar di luar ruangan bermaksud mencari tempat persembunyian dari Supervisor, tapi Hyunmie berharap bukan tempat sempit bau ataupun gelap, mungkin balkon di lantai dua hotel ini bisa menjadi alternatif bagus, karena tempat itulah yang kini Hyunmie tuju.

Perlahan Hyunmie melangkahkan kakinya ke arah balkon, sedikit mengendap juga kepalanya tidak lupa ia tengokan ke kiri dan ke kanan, setelah merasa aman, Hyunmie menyandarkan tubuhnya tepat pada tiang penyangga balkon, tersenyum lalu merentangkan tangannya.

“Ini baru bagus.” ucap Hyunmie bersemangat, membuat seseorang yang sejak tadi tertidur di sebuah kursi santai di belakangnya menggumam kecil. Hyunmie reflek membalikan tubuhnya, sedikit terkejut, bahkan hampir kabur, ketika menyadari siapa yang tengah tertidur itu. Sayang, pergelangan tangannya tengah di belenggu oleh orang yang kini masih tertidur dan memejamkan matanya.

“Mau kemana nona Park?” seketika Hyunmie membeku di tempat, orang yang kini memegang tangannya, bukanlah seseorang yang mau bicara pada karyawan rendahan sepertinya.

“Matilah kau Park Hyunmie.” Hyunmie bergumam dalam hati, merutuki diri sendiri karena memilih tempat nyaman seperti ini untuk bersembunyi, oh dia lebih memilih bersembunyi di tempat semacam toilet atau apapun itu dari pada bertemu dengan orang ini, orang yang setiap sentuhannya bisa membuatnya serangan jantung. Bosnya yang sangat galak, dingin tapi tampan melebihi kapasitas seorang manusia, GM tempat ia bekerja sebagai Waittres, sekaligus pemilik Hotel dan beratus-ratus properti kerajaan Rage Corp. Tuan muda Cho Kyuhyun
Hyunmie mulai menormalkan wajah terkejutnya, walaupun Kyuhyun masih memejamkan matanya, namja ini seolah tahu seperti apa reaksi Hyunmie, dan bagi Hyunmie itu cukup menjengkelkan. sekali tarik tangan kecil Hyunmie terlepas dari belenggu tangan Kyuhyun, membuat Kyuhyun membuka matanya lalu teduduk angkuh di hadapan Hyunmie, menatap dingin yeoja di hadapannya.

“Kau tahukan ini jam kerja? atau kau berniat kabur dan lari dari janjimu serta berniat memakan gaji buta begitu?” Hyunmie hanya memutar bola matanya sebal, sikap protektif namja di hadapannya terlalu berlebihan, dia tahu sekarang dia di bawah kekuasaan tuan muda arogan, angkuh dan juga dingin menyebalkan ini, tapi bukan berarti dia akan lepas tanggung jawab pada namja di hadapannya. hanya satu yang membuatnya menyesal kenapa harus dengan cara seperti ini dia melakukan tugasnya, walaupun dia memang lulusan akademi perhotelan, Hyunmie kurang tertarik dengan dunia kerja tersebut, ia lebih suka pekerjaannya yang dulu, pekerjaan kasar sebenarnya untuk wanita tapi ia menikmatinya, pekerjaan itu juga yang mempertemukannya dengan Cho Kyuhyun yang langsung tertarik padannya untuk bekerjasama, dengan bayaran oppanya Jung Soo bebas biaya pengobatan di rumah sakit milik Rage Corp. Bagi Hyunmie yang hidup serba kekurangan hal itu cukup membuatnya tergiur, pekerjaan yang Kyuhyun tawarkan hanyalah sesuatu yang mengharuskannya selalu ada di dekatnya, bukan seorang sekertaris, itu terlalu rumit untuk Hyunmie, tepatnya seorang bodyguard tidak resmi yang tugasnya mengawasi para rekan bisnis Kyuhyun yang selalu ingin berniat jahat padanya. salah satu penyebab Hyunmie harus terjebak di ruangan tadi sebagai Wittres adalah misinya untuk mengetahui siapa saja rekan Kyuhyun yang mencurigakan. Dan yang mengetahui pekerjaannya itu hanya Kyuhyun dan Hyo Jae, bukan karena Hyo jae sahabatnya saja Hyunmie sengaja memberitahukan pekerjaan tersebut, terlebih karena Hyo jae adalah kakak iparnya.

“Aku hanya sedang mencari udara segar, sama sepertimu yang malah seenaknya bersantai disini, padahal tamu-tamumu ingin bertemu denganmu, kau ini pemilik acara Kyuhyun_ssi.” Kyuhyun hanya tersenyum meremehkan menanggapi perkataan Hyunmie, namja itu berdiri tepat dihadapan Hyunmie, membuat Hyunmie kembali menegang, tapi ia berusaha setenanga mungkin menghadapi namja gunung Himalaya di hadapannya.

“Aku bos disini, jangan lupa itu. Kau hanya karyawan biasa, jadi tentu saja berbeda.” Hyunmie hanya menghembuskan nafas gusar, kadang ia menyesali keputusannya bekerja pada Kyuhyun, Hyunmie bukan tipe orang yang suka di atur.

Hyunmie bersiap melangkah pergi dari balkon, ketika baru saja berbalik Kyuhyun merangkul bahunya dari belakang, membuat getaran luar biasa di tubuh Hyunmie.

“Oh tidak jangan lagi…” Hyunmie bergumam dalam hati ketika Kyuhyun mulai menghembuskan nafas beratnya di tengkuk Hyunmie, bagian paling sensitif untuknya.

“Kau mau pergi kemana… disini saja bersamaku, menjagaku Chagia…” Kyuhyun mengeratkan rangkulannya di bahu Hyunmie, semakin mengoda tengkuk gadis yang merangkap menjadi kekasih dan bodyguardnya. sadar dengan aksi Kyuhyun yang mulai menggodanya, Hyunmie memutar tubuhnya mengecup kilat bbir tebal Kyuhyun lalu berlari secepat yang ia bisa selama Kyuhyun tertegun dengan serangan dadakan yang Hyunmie berikan, karena jika Hyunmie tidak melakukannya pasti akan sulit lepas dari kurungan bos sekaligus kekasihnya itu, walaupun Hyunmie masih sedikit binggung kenapa dan bagaimana bisa seorang namja sempurna seperti Kyuhyun menaruh hati padanya.
Kyuhyun masih tertegun di tempatnya setelah mendapat ciuman kilat yang Hyunmie berikan, selama ini Kyuhyun memang sering menggoda Hyunmie, tidak lebih hanya menggoda saja, Kyuhyun tidak pernah berniat sedikitpun mencium gadis itu, baginya ciuman bukanlah sesuatu yang ia bisa lakukan dengan sembarangan orang, selain dengan eommanya hanya dengan Choyi saja ia melakukan hal tersebut, yeoja yang selama 4 tahun lebih mengisi hati dan hari-harinya yang sibuk. Lalu bagaimana dengan Hyunmie? Kyuhyun bukanlah lelaki bodoh yang jauh cinta dengan gadis kasar dan serampangan seperti Hyunmie, Kyuhyun tentu punya rencana lain dengan menjadikan Hyunmie bodyguard merangkap kekasih tidak resminya. ia tidak menyangka gadis yang menurut Kyuhyun menyebalkan itu merespon godaannya secara agresif.

“Yakk!! sedang apa kau disini? aku mencarimu kemana-mana, para owner sibuk mencarimu.” seorang namja tinggi tegap membuyarkan lamunan Kyuhyun, membuat Kyuhyun kembali memasang wajah datarnya.

“Kau tahukan Hyung aku tidak suka bertemu dengan mereka? bisakah kau yang menangani para tua bangka itu? aku harus pergi kesuatu tempat.” tanpa memperdulikan teriakan namja yang menjadi Hyungnya itu Kyuhyun pergi melangkah meninggalkan balkon tempat ia bersembunyi dari para dewan direksi yang selalu memasang wajah penuh kebohongan itu, bertemu dengan belahan hatinya Kim Choyi.

Namja itu Choi Seung Hyun mendengus kesal meladeni sepupunya yang selalu melempar tanggung jawab kepadanya, matanya tertuju kearah sebuah ponsel yang tergeletak di atas kursi, Seung Hyun memperhatikan ponsel itu secara seksama.

“Ini bukan ponsel Kyuhyun?” gumam Seung Hyun pelan, tapi fokusnya teralih ketika sekertaris Kim memberitahukannya jika dewan Direksi terus mencari Kyuhyun, dengan gontai Seung Hyun melangkah menuju ruang meeting yang di seting layaknya sebuah pesta, ternyata usahanya sia-sia, tadinya Seung Hyun berharap dengan di dekornya ruangan meeting ala pesta, Kyuhyun mau berpartisipasi dalam rapat direksi, Seung Hyun memasukan ponsel temuannya kedalam jas hitamnya lalu berjalan mendahului sekertaris Kim menuju ruang meeting.

***

Sebuah mobil mersedes terparkir rapi dihadapan sebuah rumah minimalis, tampak sepasang kekasih tengan berciuman mesra bersandarkan mobil mewah tadi, setelah cukup dengan ciuman selamat datang yang di dapatkan, keduannya melepaskan ciuman panjang itu menatap penuh cinta pada pasangannya.

“Kau lama sekai Kyuhyun oppa… aku sudah merindukanmu.” suara manja terlontar dari mulut mungil seorang yeoja cantik dalam pelukan Kyuhyun, namja yang biasa memasang wajah dingin itu tersenyum hangat lalu kembali mengecup kilat bibir memerah dihadapannya.

“Mianhae… hari ini ada acara penting yang harus aku hadiri, tapi demi melihatmu aku kabur dari acara itu, apa itu tidak cukup?” yeojan itu tersenyum dengan mata berbinar seolah apa yang Kyuhyun lakukan memanglah sesuatu yang ia inginkan.

“Kau romantis sekali oppa… ah iya apa yeoja itu sudah menandatangani berkas itu? ayolah oppa aku sudah tidak tahan jika dia menempel terus padamu.” kali ini yeoja itu mengerutkan bibir mungilnya membuat Kyuhyun semakin gemas untuk meraupnya kembali.

“Kim Choyi? apa kau sedang cemburu berat pada yeoja arogan itu? ayolah, dia tidak ada apa-apanya dibandingkan kau sayang. lagipula ada untungnya dia disampingku, aku jadi tahu siapa hama-hama di perusahaan yang harus kusinggirkan.” Kyuhyun mulai merangkul tubuh yeoja yang ia cintai menuju kedalam rumah minimalis tersebut, yeoja dalam rangkulan Kyuhyun yang tidak lain adalah Choyi masih merengut sebal membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu menatap Choyi pasrah.

“Araseo… aku akan mempercepat semuanya demi kau chagia, cha, kau masak apa hari ini untukku? aku sangat lapar.” wajah Choyi kembali berbinar senang, ia menarik Kyuhyun penuh semangat kedalam rumah kecil itu, menyiapkan makannan terbaik untuk Kyuhyun.

Langit semakin gelap menujukan taring terbaiknya untuk kota Seoul yang membuat aktivitas baru bagi sebagian orang yang menyukai kegelapan di mulai. Seorang yeoja yang tidak bisa di bilang cantik tapi aura memancar kuat dari wajahnya yang penuh wibawa, berbaur dengan beberapa wanita berotot di sebuah rungan sasana tinju.

“Bukankah kau sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik Hyunmie_ya? kenapa kau datang kembali ketempat mengerikan ini?” Park Eun woo pelatih tinju itu menegur Hyunmie yang secara terang-terangan meminta pekerjaan lamanya kembali.

“Ada sesuatu yang harus aku bayar Eonni, uang dari bosku tidak cukup, apa lagi Eonni tahukan, bosku itu sudah berbaik hati memberi perawatan gratis untuk Jung Soo oppa, aku tidak mau meminta lebih banyak lagi padanya.” Eun woo menghelah nafas lemas, iya tahu ‘sesuatu’ yang Hyunmie maksud yang harus Hyunmie bayar, bukan sesuatu yang bisa di undur.

“Baiklah, datanglah besok sore, aku akan melatih fisikmu terlebih dahulu, malamnya kau bisa ikut dalam pertarungan pertama. aku benar-benar berharap Hyunmie, kau berhenti dari sasana ini, tempat ini bisa membuatmu mati pelan-pelan.” Hyunmie nampak tersenyum miris lalu mengangguk lemah.

“Akupun berharap begitu, eonni aku mohon jangan katakan hal ini pada Hyo jae ataupun Jung Soo oppa, aku tidak mau mereka khawatir.” sekali lagi Eun woo menghelah nafas lalu mengangguk pelan.

Hyunmie melangkah gontai menyusuri jalanan Seoul yang lenggang, pikirannya benar-benar kalut malam ini, kejadian beberapa jam yang lalu terus menerus mengganggunya, fokusnya teralihkan ketika sebuah mobil yang ia kenal tengah di kelilingi beberapa motor sport yang seolah menghadangnya. tanpa menunggu lama Hyunmie mulai mendekat ketika seseorang keluar dari mobil mewah tersebut. sebuah pemukul besbol siap melayang kearah pengemudi tesebut, tapi dengan cepat Hyunmie menghadangnya, menatap penuh horor orang-orang di hadapannya.

“Masuk.” gumam Hyunmie pelan pada orang di belakangnya.

“Shirro. Kau pikir aku akan membiarkan kekasihku di keroyok berandalan yang jelas-jelas ingin membunuhku.”

“Jangan bodoh. Ini bukan waktunya bicara seperti itu, dimana para bodyguard resmimu? kau cari mati berkeliaran pada jam malam seperti ini tanpa pengawalan?”

“Kau pikir aku suka di jaga terus oleh mereka, aku butuh waktu pribadi.” Hyunmie mendengus kesal, tapi dia kembali siaga ketika seseorang mengacungkan samurai kearahnya, tidak ada waktu menghindar, kalaupun menghindar Kyuhyun yang akan terkena tebasan samurai itu. Hyunmie menggenggam erat samurai itu tepat di samping Kyuhyun, membuat darah menetes cukup deras dari tangan mungil Hyunmie, entah kenapa ada rasa tidak nyaman di hati Kyuhyun ketika melihat darah dan wajah Hyunmie yang meringis kesakitan.

“Sial.” Hyunmie melempar samurai itu dan menendang kuat-kuat berandalan yang mulai mendekat kearah Kyuhyun dan juga Hyunmie.

“Kyuhyun_ssi jebal aku mohon masuk kemobil sekarang, aku tidak bisa melindungi juga menghajar orang-orang ini sekaligus.” geram Hyunmie pada Kyuhyun yang masih terpaku menatap wajah juga tangan Hyunmie yang terus menerus mengeluarkan darah. tanpa Hyunmie sadari sebuah pukulan menghantam kearahnya membuatnya tersungkur di aspal, tapi dengan cepat Hyunmie kembali berdiri mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

“Kalian cari mati ternyata, geure, ini bisa jadi pemanasan untukku.” Hyunmie menatap Kyuhyun tajam mendorong namja itu masuk kedalam mobil, lalu dengan membabi buta menghajar berandalan itu tanpa ampun.

TUMBANG

Tidak ada satupun yang sanggup berdiri, semua tersungkur kesakitan di jalanan, setelah memastikan tidak adapun yang sanggup berdiri Hyunmie masuk kedalam mobil, menatap Kyuhyun yang masih termenung memegang dadanya yang terasa sakit.

“Kyuhyun_ah Gwenchanayo?” gumam Hyunmie lirih, Hyunmie begitu khawatir ketika menatap wajah Kyuhyun serta tangannya yang meremas kuat dada sebelah kirinya, suara lirih Hyunmie membuat Kyuhyun menatap Hyunmie kosong. Detik berikutnya Kyuhyun memeluk posesif tubuh Hyunmie seolah ia begitu ketakutan dengan semua yang terjadi.

“Aku takut…” gumam Kyuhyun pelan, Hyunmie tersenyum lemah lalu mengusap pelan punggung Kyuhyun.

“Aku takut kehilanganmu…”

DEG

Hyunmie tertegun demi mendengar perkataan Kyuhyun yang baginya adalah ucapan Kyuhyun paling manis yang pernah ia dengar, perlahan Hyunmie memeluk erat tubuh besar Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja Kyuhyun_ah…”
Kepala Hyunmie mulai terasa berputar-putar, ia melupakan luka di tanganya yang terus memproduksi darah segar, tubuhnya sedikit melemas membuat Kyuhyun sadar dari perasaan bodoh yang sempat menghinggapi hatinya. Dengan cepat Kyuhyun melepas pelukan Hyunmie, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata setelah sebelumnya memasang sabuk pengaman pada Hyunmie, tanpa menatap Hyunmie kembali. Kyuhyun tidak membawa Hyunmie kerumah sakit, itu terlalu merepotkan untuk Kyuhyun, publik bisa saja mengabarkan hal ini dan bisa semakin panjang urusannya jika ini tersebar luas. Hyunmie sesekali menatap wajah Kyuhyun yang kembali dingin seperti sedia kala yang terus fokus mengemudi, Hyunmie mengeluarkan saputangan kecil dari saku jaketnya lalu melilitkan saputangan kecil itu di telapak tangannya yang terluka cukup parah, sepertinya samurai tadi memang di persiapkan memenggal kepala seseorang. Hyunmie menghelahkan nafas berat ketika tempat yang Kyuhyun tuju ternyata aparteman pribadi Kyuhyun. padahal Hyunmie berharap Kyuhyun membawanya kerumah sakit, Kyuhyun ternyata masih punya logika memikirkan apa dampaknya jika ia berdua di rumah sakit dan tersebar luas esok paginya. Kyuhyun melepas sabuk pengamannya kasar lalu melangkah keluar mobil, membuka pintu mobil tempat Hyunmie duduk, mengangkat tubuh mungil itu tanpa menatap wajah Hyunmie yang memerah karena di perlakukan bak ratu oleh Kyuhyun.

“Kyuhyun_ssi aku bisa berjalan sendiri…” gumam Hyunmie pelan, tapi tidak ada reaksi dari wajah dingin yang membopongnya itu, bahkan hanya untuk menatap betapa memalukannya wajah Hyunmie sekarang saja tidak. Hyunmie akhirnya menunduk kecewa, dia sendiri tidak tahu kenapa ia merasa kecewa. hanya saja Kyuhyun seperti tidak memperdulikan siapa yang terluka yang kini dalam bopongannya, yang ia lakukan, seolah seperti balas budi karena menolongnya tadi.

Kyuhyun mendudukan Hyunmie di sofa mahalnya, setelah itu Kyuhyun langsung sibuk dengan ponselnya, Hyunmie kembali menghelah nafas, sedikit pusing Hyunmie merebahkan punggungnya, sesaat menutup matanya, merasakan betapa ngilu dada sebalah kirinya, sekali lagi Hyunmie sendiri mempertanyakan rasa sakit di hatinya.

“Wae? jeongmal appaseyo…” Hyunmie bergumam dalam hati sambil berusaha menarik nafasnya yang kini semakin berat. Entah berapa lama Hyunmie menutup matanya yang ia tahu ketika membuka mata ia sudah ada di ranjang mahal milik Kyuhyun, pakaiannya telah berganti dengan piyama kebesaran milik seseorang, tangannya yang terluka kini terbalut rapi oleh perban, sebuah infus tertanam di tangannya. Hyunmie mengedarkan pandangannya kesegala penjuru, sebuah kamar biasa dan tidak ada Kyuhyun di sampingnya, Hyunmie tersenyum miris ia terlalu berharap adegan di dalam drama bisa ia rasakan, ketika seorang wanita sakit di dampingi kekasihnya. Hyunmie bangun perlahan ia masih merasakan pusing luar biasa di kepalanya ketika namja pemilik apartemen tempat dia berbaring masuk kedalam kamar, tanpa mengetuk pintu ataupun sapaan manis, sangat dingin. Kyuhyun duduk tepat di samping ranjang, menatap Hyunmie dingin.

“Kau sudah bangun ternyata, istirahatlah lebih lama disini, jika kau ingin makan kau bisa memesan apapun atas namaku. lakukan semua sesukamu dan hari ini kau boleh tidak masuk kerja. aku pergi dulu, ada urusan penting yang harus aku kerjakan. nan khalke.” benar-benar dingin, setelah mengatakan kata-kata itu Kyuhyun benar-benar pergi begitu saja, tanpa mendengar apa yang mungkin Hyunmie inginkan atau butuhkan. Hyunmie kembali tersenyum miris, entah kenapa air mata yang tidak pernah Hyunmie keluarkan mengalir begitu saja, membasahi wajah pucat Hyunmie, tapi dengan kasar Hyunmie menghapus air mata itu. Dengan kasar Hyunmie mencabut selang infus yang masih menancab di tangannya, dengan cepat Hyunmie menukar piyama yang ia kenakan dengan bajunya kembali yang memang sudah tersimpan rapi di atas meja rias. Dengan langkah cepat Hyunmie keluar dari apartemen tersebut.

***

Siang semakin terik, membakar tubuh mungil Hyunmie yang lemah yang terus berjalan tanpa berhenti, keringat dingin mengalir di sekitar leher dan pelipisnya, membuat Hyunmie semakin terlihat menyedihkan. Berulang kali ponselnya berbunyi tapi Hyunmie tidak berniat untuk melihat ataupun mengangkat telpon dari siapapun. Di dalam pikirannya sekarang adalah bagaimana ia menghilangkan perasaan bodoh yang ia rasakan sejak beberapa hari terakhir, awalnya semua di lakukan untuk Jung soo tapi Hyunmie tidak menyangka perasaan itu mencul perlahan. Hyunmie terduduk di bangku halte bis, beberapa orang nampak menatapnya kasihan, sekali lagi ponsel Hyunmie berdering, kali ini Hyunmie menyerah ia mengangkat telpon tanpa menatap siapa penelpon.

“YAAK kau dimana eoh? Leeteuk oppa terus menanyakan keberadaanmu, kau ingin Leeteuk oppa sakit lagi karena memikirkanmu? Yaak Park Hyunmie jawab aku kau ada dimana eoh? kau tahu aku mencemaskanmu, kau pergi begitu saja setelah Tuan Kang datang kemarin malam, jangan membuatku berpikir yang tidak-tidak, Hyunmie kau mendengarku?” Hyunmie menghelah nafas kecil lalu menggumam pelan, menjawab teriakan panjang lebar dari Hyo jae, siapa lagi wanita cerewet yang peduli padanya kecuali kakak iparnya.

“Yaak gwenchananyo? neo eodiga? palli pulanglah.” kali ini Hyo jae menurunkan intonasi suarannya ketika suara lemah yang ia dengar setelah rentetan kata-katanya. Hyunmie kembali terdiam, ia tidak bisa pulang sekarang, itu sama saja membuat Jung soo kembali sakit karena melihat saengnnya terluka.

“Aku tidak bisa pulang sekarang, mungkin besok Hyo Jae_ya, Tuan Kang hanya memberikan waktu untuk kita sampai besok, aku harus mencari uang secepatnya.” kali ini suara lemah Hyunmie membuat rasa khawatir Hyo jae meningkat.

” Yaak kau sakit? ada apa? apa yang kau lakukan semalam?”

“Opsoyo, hanya berusaha meminjam uang, kau jaga saja Jung soo oppa, katakan saja aku lembur atau apapun itu, buat Jung soo oppa tenang.” Tidak ada jawaban, sesaat keadaan hening ketika suara penuh keraguan terucap dari Hyojae.

“Tidak bisakah kau meminta bantuan pada Harabeoji?” Hyunmie mengepalkan tangannya kuat-kuat ketika Hyojae mengatakan hal tersebut.

“Jangan pernah mengatakan hal itu lagi Hyojae_ssi, aku bisa mencai uang sendiri.” dengan cepat Hyunmie mematikan ponselnya lalu menatap lurus kedepan, dengan cepat Hyunmie kembali melangkah, amarah membuat Hyunmie kembali mendapatkan kekuatannya kembali, sepertinya malam ini akan jadi malam mengerikan sekaligus malam terpanjang dalam hidup Hyunmie.
Ruangan itu nampak sunyi senyap, semua menunduk dalam ketika tatapan mengintimidasi terlihat dari seorang GM di perusahaan Rage corp yang kini tengah berdiri dihadapan mereka. Berkas ditangannya ia lemar ketengah meja yang memanjang, membuat suasana semakin tegang.

“Jadi, ini hasil dari kerja keras kalian? aku tidak menghadiri rapat direksi beberapa kali dan pemasukan turun drastis?” suara itu terdengar pelan tapi penuh dengan amarah, seorang Choi Seunghyun hanya bisa menghelah nafas, ia sendiri heran dengan kinerja bawahannya beberapa bulan terakhir, padahal menurut data hotel cukup ramai, tapi laporan justru mengatakan sebaliknya.

“Apa aku perlu mengadakan PHK besar-besaran?” ucapan seoarang Cho Kyuhyun kali ini sontak membuat ruangan riuh seketika.

“Tapi ini juga salahmu Kyuhyun_ssi, setiap rapat direksi kau tidak pernah datang.” kali ini tuduhan demi tuduhan terlontar kearah Kyuhyun, membuat namja itu semakin berang.

“Aku tidak harus mengontrol semuanya setiap Hari, buat apa ada kalian semua jika akupun harus turun tangan untuk masalah sepele seperti ini.” kali ini Kyuhyun menggebrak meja kuat-kuat membuat ruangan itu kembali sunyi senyap, sesaat bodyguard kepercayan Kyuhyun masuk, membisikan beberapa kata yang entah kenapa justru membuat Kyuhyun semakin marah. tanpa memperdulikan lagi rapat yang sedang berlangsung Kyuhyun melenggang pergi dari ruangan tersebut.

***

Sasana tinju malam ini nampak riuh, pasalnya jagoan lama yang dulu menyatakan pensiun kembali lagi keatas ring, nama sang jagoan terus di elu-elukan membuat ruangan itu semakin memanas. sementara di ruang tunggu Eunwoo nampak menatap jagoannya cemas.

“Hyunmie_ya… lebih baik mundur sekarang saja, fisikmu malam ini tidak mendukung sayang, kau bisa mati.” Hyunmie memegang kepalanya yang kini berdenyut keras, pemanasan yang Eunwoo berikan tadi membuat tubuhnya yang tengah lemah semakin drop, Hyunmiepun ingin berhenti sebenarnya, tapi wajah Jung Soo membuat Hyunmie kembali bangkit, menatap Eunwoo tegas.

“Kalaupun kalah aku tetap mendapatkan setengahnnya eonni, setidaknya aku bisa membayar tuan Kang separuh dari pada tidak sama sekali.” Eunwoo menggeram sebal ketika dengan keras kepalanya Hyunmie tetap naik keatas ring, Hyunmie menarik nafas ketika lawannya adalah seorang warga keturunan Afrika dengan otot di sekujur tubuhnya, sekali lagi Hyunmie memijit kepalanya sakit, tapi dengan cepat Hyunmie mengeluarkan saputangannya lalu mengikatkan saputangannya dipelipisnya.

“Park Hyunmie bertahanlah…” Gumam Hyunmie dalam hati, memberikan suport pada diri sendiri.

Pertandingan di mulai, beberapa menit berlalu Hyunmie sudah mendapatkan banyak pukulan di tubuhnya, beberapa memar mengiasi wajah mungilnya, bahkan Hyunmie kembali terduduk dengan memegang tulang rusuknya yang sepertinya patah akibat hantaman dari lawannya. darah segar kembali mengalir dari telapak tangan Hyunmie, sepertinya jaitan di tangannya kembali terbuka.

“Tiga menit lagi…” Gumam Hyunmie dalam hati, ia berusaha untuk kembali berdiri dengan tubuh yang mengigil sempurna, sebuah pukulan siap melayang kembali di wajah Hyunmie, ketika tangan petinju itu di kepal kuat oleh seseorang, Hyunmie tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang menggagalkan pertandingannya, yang ia tahu tubuhnya kini sudah membeku dan semuanya menggelap.
***
Bandara nampak riuh demi kedatangan bintang terkenal yang baru saja mengadakan konser besar di London, seorang penyanyi rap sekaligus pedancer asal Korea selatan yang kiprahnya memang sudah menembus mancanegara. Lee Hyukjae atau orang lebih mengenalnnya Eunhyuk, dengan rendah hati melambaikan tangannya pada Fans yang sudah menunggu lama kepulangannya, sebuah senyum manis terpancar dari wajah lelahnnya, walaupun sudah menjelang tengah malam para fansnya pasih setia menunggu kepulangannya, dan Eunhyuk membalasnya dengan baik. sebuah van berwarna putih tengah menunggunya di depan bandara, sekali lagi Eunhyuk melambai kearah kerumunan Fansnya lalu membungkuk tanda terimakasih. Eunhyuk masuk kedalam van lalu menghembuskan nafas lelah, tapi layar walpeper ponselnya menujukan wajah seorang gadis cantik yang tengah tersenyum manis, membuat rasa lelah menguap begitu saja, Eunhyuk menatap pergelangan tangannya, memastikan ia tidak terlambat kesebuah tempat yang beberapa bulan terakhir tidak ia datangi karena persiapan konser besarnya.

“Bogoshipo…” Eunhyuk bergumam kecil, sebuah senyuman kembali terukir di wajah tampannya, ia mulai bersiap dengan penyamarannya, tempat yang ia tuju adalah tempat ramai, walaupun ia tidak yakin ada orang yang mengenalnnya di tempat seperti itu.

“Sekertaris Kim antar aku ketempat biasanya.”

“Tuan yakin? apa tuan tidak lelah?” Eunhyuk tersenyum lalu menggeleng kecil, membuat sekertaris kepercayaan keluarga Lee itu tidak berniat membantah, tanpa menunggu perintah dua kali sekertaris Kim melajukan mobilnya membelah jalanan Seoul yang mulai lenggang.

Seruan demi seruan menggema di dalam ruangan yang lebih tepatnya sebuah ruang olahraga di daerah Myeong dong, membuat Eunhyuk penasaran dan berusaha merangsek masuk di antara banyaknya orang, setelah sampai d tempat tujuan tadi Eunhyuk langsung berlari demi bertemu yeoja yang sangat ia cintai. mata Eunhyuk membulat ketika yeoja yang ia cintai terduduk dengan darah yang mengalir dari mulut dan hidungnya, tanpa berpikir dua kali Eunhyuk naik kesebuah panggung lebih tepatnya sebuah ring sasana tinju, petinju yeoja asal afrika itu cukup terkejut ketika tangannya di kepal kuat-kuat oleh Eunhyuk.

“Dont touch my girl again you understant?” kali ini seruan tidak terima datang dari para penonton, Park eun woo yang memang sudah cemas setengah mati sejak tadi langsung naik keatas ring, memastikan dongsaeng kesayangannya itu baik-baik saja.

“Hyunmie_ah ireonayo…” lirik Eunwoo pada tubuh Hyunmie yang terkulai tidak berdaya, Eunhyuk menghempaskan tangan petinju yeoja tersebut lalu menatap nanar tubuh Hyunmie, dengan gerakan cepat Eunhyuk membopong tubuh mungil Hyunmie dan membawa yeoja itu pergi dari sasana tinju.

“Eun woo_ssi aku butuh penjelasanmu, aku akan membawa Hyunmie kerumahku, dokter pribadiku bisa merawatnya dengan baik.” Eunwoo hanya mengangguk pasrah, iya yakin Hyunmie akan baik-baik saja di tangan Eunhyuk.

“Mianhae aku merepotkanmu Eunhyuk_ssi.” Eunhyuk hanya mengangguk kecil lalu membaringkan tubuh Hyunmie di dalam mobil, Sekertaris Kim membulatkan matanya ketika tuan mudanya membawa seorang gadis penuh luka kedalam mobil, tapi yang lebih membuat Sekertaris Kim terkejut adalah, yeoja itu adalah sahabat terbaik tuan mudanya Lee Hyukjae.

“Tuan muda…” lirih sekertaris Kim, Eunhyuk yang memeluk Hyunmie erat-erat hanya memandang sayu kearah sekertaris Kim, tanpa menunggu perintah Sekertaris Kim melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata.

“Hyun_ie… jebal bertahanlah…” gumam Eunhyuk lirih ketika merasakan tubuh dalam dekapannya bergetar kuat.

Sementara itu di sasana tinju demi meredam kekecewaan para penonton, Eunwoo akhirnya naik keatas ring untuk menggantikan peran Hyunmie, walaupun beberapa penonton kecewa, setidaknya Eunwoo terkenal sebagai petinju yeoja yang bisa mengimbangi kekuatan Hyunmie. Pertandingan di lanjutkan, Tapi baru saja beberapa menit berlangsung kegaduhan lain muncul, sekitar lima bodyguard masuk, mendorong semua penonton yang menghalangi jalan tuannya untuk mendekat kearah ring. beberapa melayangkan protes tidak terima ketika di perlakukan semena-mena, tapi diam ketika siapa yang menjadi tuan para bodyguard tersebut. Namja tampan bak vampir Eropa itu menatap ring tajam, orang yang ia cari tidak ia temukan, tangannya mengepal sempurna, matanya menatap tajam kearah sekertaris kepercayaannya.

“Mana dia? jangan bilang kau hanya main-main denganku?” suara geraman terdengar pelan dari mulut namja tampan itu, membuat sasana berubah hening, seorang bodyguard nampak berbisik pada tuannya prihal keberadaan gadisnya, kali ini tatapan tajam kembali terarah ke ring tinju, dengan cepat namja itu naik keatas ring lalu menarik tangan Eunwoo kasar.

“Lepaskan aku Kyuhyun_ssi.” bentak Eunwoo sambil menghempas tangan namja yang tidak lain adalah Cho Kyuhyun, melihat tuannya di perlakukan kasar para bodyguard nak keatas ring, membuat Eunwoo mendengus sebal.

“Kau harus menjelaskan semuannya, dan kau juga harus bertanggung jawab karena melanggar perjanjian denganku.” Eunwoo nampak tersenyum sinis dengan angkuhnya ia mendekat kearah Kyuhyun menatap tajam namja d hadapannya.

“Kau ingin uangmu kembali? akan ku kembalikan. itu berarti kau harus melepaskan Hyunmie dan jangan harap aku memberitahukan keberadaan Hyunmie padamu setelah apa yang kau lakukan pada Hyunmie.” wajah Kyuhyun nampak memerah, tangannya mengepal sempurna amarahnya tengah ada di tingkat dimana seorangpun lebih baik menyingkir dari hadapan Kyuhyun, tapi rasa yang lebih menyakitkan di hati Kyuhyun membuat namja itu tidak mengeluarkan amarahnya.

“Apa maksudmu? selama ini aku melakukan tugasku sebagai bos yang baik untuk Hyunmie, membayar dan memberikan pengobatan gratis untuk oppanya.” ucap Kyuhyun berusaha sedatar mungkin, sekali lagi Eunwoo tersenyum sinis, yeoja itu semakin merapat kearah Kyuhyun membisikan sesuatu yang berhasil membuat persendian Kyuhyun terasa lemas, Kyuhyun sendiri tidak mengerti dengan tubuhnya atas respon ucapan beberapa orang beberapa jam terakhir padanya.

“Ini mengenai hubunganmu dengan Hyunmie dan juga Kim Choyi.” Kyuhyun tertegun, namja itu berusaha menguasai diri, kembali memasang wajah dinginnya menatap Eunwoo datar.

“Itu bukan urusanmu, dan jika kau tidak ingin memberitahukan keberadaan Hyunmie aku bisa mencarinya sendiri, kau terlalu meremehkanku Park Eunwoo.” setelah mengatakan hal tersebut Kyuhyun melangkah pergi dari sasana tinju tersebut.

***

Malam mulai memudar, jam menunjukan pukul dinihari, tapi seorang namja masih membuka matanya lebar-lebar, tangannya terus menggenggam tangan seorang yeoja yang kini tertidur tak berdaya, sesekali tangannya terulur untuk mengganti kompres yang melekat di kening yeoja itu, Lee Hyukjae dia sama sekali tidak beranjak dari samping Hyunmie, bahkan pakaian yang ia kenakan saat pulang konser masih setia melekat di tubuhnya, beberapa kali air matanya jatuh, tidak tahan menatap lebam di wajah yeoja yang menurut Eunhyuk memiliki keistimewaan dari yeoja lainnya. tak lama sekertaris Kim mendekat kearah Eunhyuk, membuat namja itu kembali memasang wajah tegar terbaiknya.

“Ada apa Sekertaris Kim?” namja paru baya itu menyerahkan ponsel Eunhyuk, beberapa jam lalu Eunhyuk sudah memberitahukan pada Sekertaris Kim agar tidak mengganggunnya kecuali jika itu benar-benar penting. Eunhyuk menerima ponselnya sedikit ragu.

“Yeobseyo?”

“Yeobsyeo Hyukie_ah apa Hyunmie bersamamu? sudah tiga hari dia tidak pulang kerumah, Hyo jae selalu bilang kalau Hyunmie lembur, tapi aku punya firasat tidak enak, bisakah kau mencari tahu dimana dia sekarang?” Eunhyuk menelan salivanya berat, tangannya mencengkram erat ponsel kesayangnnya itu.

“Ne Leeteuk Hyung, dia menginap di rumahku, kau tahukan kalau aku baru saja pulang konser, aku ingin merayakannya bersama Hyunmie, dia baik-baik saja Hyung. sekarang sepertinya Hyunmie sedang terlelap karena kelelahan. mianhae aku tidak memberitahumu terlebih dahulu Hyung.” namja di seberang telepon menghembuskan nafas lega.

“Syukurlah, aku benar-benar merasa tidak enak Hyukie, sejak kemarin aku memikirkan yang tidak-tidak tentang saeng kesayangnku itu.” Eunhyuk kembali mengeratkan genggamannya di ponselnya, ini pertama kalinya ia berbohong pada Leeteuk.

“Jangan khawatir Hyung dia baik-baik saja, sebaiknya Hyung istirahat saja. aku juga sangat mengantuk Hyung.”

“Ah ne mianhae, hyukie aku mengganggu tidurmu, kalau begitu lanjutkan tidurmu jalja.” sambungan telepon terputus, Eunhyuk menghelah nafas lemas. Benar-benar merasa bersalah pada Leeteuk.

“Hyukie… gomawo.” mata Eunhyuk membulat, dengan cepat Eunhyuk mengalihkan pandangannya pada Hyunmie, seolah lupa dengan keadaan Hyunmie, Eunhyuk memeluk tubuh kecil itu dan terisak kuat demi melihat sahabat sekaligus yeoja yang sangat ia cintai terbangun dari pingsannya.

Di tempat lain tepatnya disalah satu apartemen mewah di kawasan Gangnam, seorang namja lain tengah berdiri di hadapan jendela yang memperlihatkan gemerlap kota Seoul, namja itu memejamkan matanya, merasakan setiap tarikan nafasnya yang terlalu menyesakan, berusaha mencaritahu ada apa dengan dirinya. perlahan tangan kanannya terulur, kembali meremas dada kirinya yang lagi-lagi terasa ngilu.

“Tuan, Park Hyunmie akan bertanding di sasana malam ini.”

“Tuan nona Park Hyunmie sudah di bawa pergi oleh seorang namja beberapa menit yang lalu.”

“Ini mengenai hubunganmu dengan Hyunmie dan juga Kim Choyi.”

Kata-kata itu terus berputar di otak Kyuhyun menambah sensasi menyakitkan di hatinya, Kyuhyun menggeram kuat. resah, marah dan juga sakit membuatnya semakin frustasi. Dia ingin tahu dimana Hyunmie sekarang, dia ingin tahu keadaan Hyunmie sekarang, jika hanya menerkanya saja itu membuatnnya semakin marah.

“Kau dimana? aku benci dengan perasaanku sekarang. kau ada dimana Hyunmie_ya…” Kyuhyun kembali menggeram frustasi, baginya sekarang melihat Hyunme adalah keharusan yang bisa membuatnya tenang dan menghilangkan perasaan yang semakin menggila di hatinya.
Pagi datang perlahan, membuat mata siapa saja merasa silau jika tidak terpejam semalaman. Begitupun dengan Cho Kyuhyun sekarang, dia masih belum bergerak dari tempat dia berdiri, sehingga sang surya bisa dengan jelas ia lihat, sekali lagi Kyuhyun menatap ponselnya, berharap ada kepastian dari orang suruhannya tentang keberadaan Hyunmie, setidaknya dia bisa tidur jika Hyunmie dalam keadaan baik-baik saja, walaupun Kyuhyun yakin yeoja keras kepala itu tidak dalam keadaan baik-baik saja. Beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi dengan cepat Kyuhyun menekan tombol hijau di ponselnya.

“Bagaimana? apa dia sudah di temukan?” Kyuhyun bertanya sedatar mungkin, agar kecemasannya tidak terbaca oleh orang suruhannya.

“Menurut informasi yang kudapatkan, Hyunmie mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, yeoja itu dibawa oleh namja tidak di kenal, tapi baru saja aku mendapat kabar jika namja yang menolong Hyunmie adalah anak dari pemilik perusahaan Leon corp sekaligus artis terkenal saat ini Lee Hyukjae.” Sesaat tubuh Kyuhyun kembali merespon tidak terima atas ucapan dari pesuruhnya.

“Apa lagi?” suara Kyuhyun sedikit melemah, entah kenapa badannya terasa lemas sekaligus panas bersamaan.

“Tidak ada lagi tuan hanya itu.” tanpa menghiraukan lagi ucapan dari pesuruhnya, Kyuhyun mematikan ponselnya, dengan erat Kyuhyun menggengam ponselnya dan entah karena apa Kyuhyun melempar ponselnya kedinding kamar.

“Brengsek…” umpat Kyuhyun pelan, sesaat Kyuhyun menunduk dalam, ada yang tidak beres dengan hatinya sekarang dan dia tidak suka menyadari hal itu, Kyuhyun kembali memasang wajah tegaknnya dengan cepat menyambar kunci mobil di atas nakas lalu keluar dari apartemen mewahnya, mengendarakan mobilnya dia atas kecepatan rata-rata. Sepertinya ia butuh kekasihnnya, tentu saja bukan Hyunmie, Kim Choyi, mungkin yeoja itu bisa membuat Kyuhyun sadar dengan perasaann yang membuatnnya resah semalaman.

Di tempat lain tepatnnya di sebuah rumah sederhana nan asri, seorang namja tengah terduduk menikmati sang surya, membiarkan tubuhnnya yang semakin lemah mendapatkan sedikit vitamin alami dari alam. sejak kemarin Leeteuk tidak bisa memejamkan matanya, ingatannya terus terfokus pada adik kecilnnya yang pergi setelah lintah darat itu mengobrak ngabrik rumah kecilnnya, Leeteuk merasa semakin tidak berguna sebagai namja dia hanya bisa menyusahkan kedua orang yeoja yang sangat ia kasihi. Leeteuk kembali menghelah nafas, seandainya ia sehat mungkin semua tidak akan seperti ini, padahal dia sendiri yang membuat kedua yeoja itu menderita terlebih saeng kecilnnya Park Hyunmie. Sebuah tangan merangkul Leeteuk dari belakang, tanpa harus bertannya atau melihatpun Leeteuk tahu siapa yang memeperlakukannya seperti ini, yeoja cerewet dan keras kepala yang begitu memperhatikannya, satu lagi yeoja yang ia buat sengsara karena harus memiliki seorang suami penyakitan sepertinnya, Kim Hyojae.

“Apa yang sedang kau pikirkan tuan Park? bukankah kau sudah dengar dari Hyukjae kalau Hyunmie baik-baik saja?” kali ini Leeteuk menghelah nafas kembali, perlahan ia menarik tangan istrinnya itu agar duduk di sampingnya menatap sendu wajah istrinnya yang semakin tirus, berbeda ketika pertama kali bertemu, yeoja ini begitu cubby dan berisi.

“Aku merasa semakin tidak berguna Hyojae_ah, aku semakin merasa aku hanya memberi beban untukmu dan Hyunmie. Mungkin akan lebih baik aku langsung mati saja.” Hyojae meletakan jari telunjuknya di bibir Leeteuk menggeleng cepat demi mendengar kata mati dari suaminnya.

“Jangan pernah mengatakan hal mengerikan itu lagi oppa, kita semua berusaha agar kau tetap hidup, dan tugasmu adalah membantu kami dengan menanamkan keyakinan pada diri sendiri kalau oppa pasti sembuh, itu saja oppa.” Sekali lagi Leeteuk hannya bisa berkaca-kaca mendengar kata demi kata yang membuatnnya selama ini terus bertahan dengan pennyakitnnya. perlahan Leeteuk merengkuh tubuh kecil Hyojae kedalam dekapannya, mengelus pelan punggung yeoja yang menjadi istrinnya.

“Mianhae… aku akan berusaha untuk kau dan Hyunmie.” Hyo jae mengeratkan pelukannya pada suaminnya, mearasakan jika sebentar lagi dia akan jadi yeoja cengeng dalam pelukan Leeteuk suaminnya.

***

Angin pagi berhembus kuat, masuk kesetiap cela jendela di rumah kediaman keluarga Lee, membuat Eunhyuk memeluk tubuh mungil dalam dekapannya sedikit erat, sementara oarang yang kini tengah Eunhyuk dekap hanya bergumam kecil dan merangsek semkin dekat ke arah Eunhyuk, menelusupkan wajah kecilnnya di leher jenjang dan putih Eunhyuk. Namja itu bukannya tidak terganggu dengan gerakan kecil yeoja di pelukannya, hanya saja ia tidak mau semua moment ini pergi begitu saja, setelah menangis semalaman Eunhyuk tertidur sambil tetap mendekap Hyunmie tentunya, yeoja dalam pelukannya sama sekali tidak menolak, membuat Eunhyuk semakin berharap, jika sahabatnnya itu memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Hyukie… sampai kapan kau mau memelukku? aku sudah tidak apa-apa…” Dengan gelagapan Eunhyuk melepas pelukan Hyunmie, masih dalam keadaan berbaring Eunhyuk menatap Hyunmie ragu-ragu.

“Apa kau terganggu dengan aku yang memelukmu?” Enhyuk bertannya dengan rasa cemas di hatinya, ia tidak pernah mau membuat Hyunmie marah. Sebuah senyuman dan gelengan kecil membuat reaksi berbeda bersaman sekaligus di tubuh Eunhyuk, rasa lega dan terpesona menatap senyum teduh yang sudah lama tidak ia lihat, tetap manis walaupun skitar wajahnnya penuh dengan lebam.

“Aku baik-baik saja, hanya saja tubuhku masih kaku juga sedikt ngilu Hyukie.” unhyuk mengulurkan tangannya keaah wajah Hyunmie, membelai pelan wajah Hyunmie yang penuh lebam, pantulan mata Eunhyuk tampak muaram.

“Ini pasti sangat sakit, ada apa sebenarnya? kau bukanlah petinju amatiran, yang KO dalam waktu beberapa menit, dan bisakah kau jelaskan luka d tanganmu yang menganga lebar itu?” Hyunmie menelan saliva yang bahkan tidak ia rasakan keberadaannya, rasanya terlalu berat menceritakan semuannya sekarang.

“Bisakah kau tidak bertanya dulu, aku sedang tidak ingin membicarakannya.” Eunhyuk menghelah nafas pasrah, Hyunmie bukan tipe yeoja yang mau megatakan apapun jika dia tidak mau mengatakannya.

“Baiklah kau istirahat saja lagi, aku akan siapkan sarapan untukmu.” Eunhyuk bangkit dari berbaringnnya, begitupun dengan Hyunmie, membuat Eunhyuk mengerutkan keningnya.

“Ada apa? kenapa bangun? kau belum sehat Hyunmie…” Sekali lagi Hyunmie tersenyum lembut lalu menggeleng pelan.

“Anni Hyukie, aku harus pergi, ada urusan penting yang harus aku lakukan hari ini, maaf sudah merepotkanmu.” Enhyuk kembali menunjukan wajah cemasnya.

“Apa tidak lebih baik lain kali saja? kau masih sakit Hyunmie, atau aku saja yang melakukan hal yang ingin kau lakukan saja, agar kau bisa istirahat.” Sekali lagi Hyunmie menggelengkan kepalanya, membuat Eunhyuk mendesah pasrah.

“Baiklah setidaknnya aku harus mengantarmu ketempat yang kau tuju.” Sekali lagi Hyunmie menggeleng pelan membuat Eunhyuk frustasi.

“Jinjja kenapa kau keras kepala sekali.” Hyunmie hanya tersenyum sambil menahan tawa ketika melihat wajah tidk terima yang Eunhyuk perlihatkan padannya, seperti anak keci yang mainanya di rebut orang.

Akhirnya setelah mendengarkan serangkain kata panjang tidak terima dari Eunhyuk, Hyunmie akhirnya bisa keluar dari istana seorang Hyukjae, ada hal penting yang harus ia lakukan, membayar hutang pada tuan Kim tentunnya, lintah darat tidak berperasaan yang sudah mengobrak abrik rumahnnya. dengan sedikit tertatih-tatih, Hyunmie kembali ke sasana tinju, bukan bermaksud untuk kembali ke ring, keculai dia memang mau mati, dia hanya meyakinkan bagiannya yang mungkin bisa ia gunakan untuk membayar setengah hutangnya pada tuan Kim.
Ruangan itu nampak sepi, walaupun ada sedikitnya sepuluh orang yang menghuni ruangan tersebut, hampir semua mendengus kesal, beberapa diantaranya hanya bisa menghelah nafas lemas. Kenyataan bahwa sebentar lagi mereka akan kehilangan mata pencaharian mereka, membuat keadaan ruangan yang biasanya sangat ramai itu mendadak sepi.

“Lalu kita harus bagaimana Eunwoo_ssi? kami tahu kau sangat menyayangi Hyunmie tapi bagaimana dengan kami? bukankah kami juga temanmu? kami bahkan sudah memiliki anak dan suami yang harus di hidupi dan di beri makan.” salah satu di antara sepuluh orang itu memecah kesunyian, membuat seorang yeoja yang kini tengah berpikir keras di kursi kebesarannya menghembuskan nafas gusar, kejadian semalam berhasil membuat sasana tinjunya gulung tikar dan itu semua karena da berani menentang seorang Cho Kyuhyun.

“Aku akan cari cara lain, tenanglah. Aku tidak akan membuat kalian kehilangan pekerjaan kalian. Lebih baik kalian pulang dulu, aku yakin uang yang di dapat semalam masih cukup untuk kalian gunakan selama eberapa hari kedepan, aku perlu menenangkan diri dan berfikir.” Eunwoo berusaha setenang mungkin memberi pengertian pada para petinjunya, tapi sepertinya tidak semua mau mengerti.

“Kau hanya perlu menyerahkan Hyunmiekan, kenapa kau tidak katakan saja pada Tuan muda Cho keberadaan Hyunmie. lagipula Hyunmie sudah menjad milik Tuan Muda Chokan setelah kau menjualnya, untuk apa kau menyembunyikan hak orang lain.” mendengar kata-kata itu, Eunwoo mengepalkan tangannya kuat-kuat, amarah yang sudah ia tahan sejak tadi naik kepermukaan.

“Aku memang menjual Hyunmie pada Kyuhyun tapi hanya sebagai seorang atlit bukan seorang teman. Tadinya aku kira dia bisa bahagia dengan pekerjaan barunya karena aku tahu kalian seperti apa bekerja disini, walaupun kalian membutuhkan pekerjaan ini, aku yakin tidak ada satu orangpun diantara kalian senang dengan pekerjan ini. setidaknnya kalian sudah berkeluarga, jika kalian lelah kalian punya penawar rasa lelah di rumah, tapi Hyunmie? apa kalian lupa betapa sulitnya hidup yang harus Hyunmie hadapi, ketika semua anak gadis seusianya pergi belajar atau jalan-jalan bersama teman-temannya, dia harus berlatih disasana ini mencari uang untuk oppanya yang sakit-sakitan. Apa kalian tidak bisa merasakan bagaimana jika anak perempuan kalian yang merasakan hal tersebut.” keadaan kembali hening, semua kembali menunduk dalam, tidak tahu harus berkata apa lagi, apa yang Eunwoo katakan memang benar adanya. Tanpa mereka sadari Hyunmie tengah menahan air matanya demi mendengar pembelaan yang Eunwoo katakan, sejak tadi Hyunmie sudah sampa di sasana tinju, ia masih belum berani masuk setelah kekacauan semalam, dan ternyata kekacauan yang Hyunmie lakukan jauh lebih besar dari apa yang Hyunmie bayangkan. Perlahan Hyunmie melangkah pergi dari sasana tinju, dia harus bertemu Kyuhyun, setidaknnya Hyunmie harus mengembalikan pekerjaan para seniornya, mungkin setelah itu Hyunmie baru memiliki keberanian untuk bertemu kembali dengan para seniornya termasuk Eunwoo.

***

Sebuah mobil terparkir tergesa di depan rumah minimalis berwarna abu-abu, menimbulkan kebisingan pagi hari yang sukses membuat penghuni rumah tersebut terbangun. Kim Choyi menyibak selimutnya lalu berjalan kearah jendela untuk melihat siapa yang membuat keributan di pagi hari di depan rumahnya.

“Kyuhyun…” gumam Choyi ketika melihat siapa yang keluar dari mobil, dengan cepat Choyi mengikat rambut terurainya lalu berjalan kearah pintu, baru saja sedikit Choyi membuka pintu, Kyuhyun membuka keras-keras pintu rumahnya lalu memeluk Choyi erat-erat, seperti Kyuhyun takut kehilangan yeojannya itu.

“Ada apa oppa? kenapa pagi-pagi kau sudah datang kemari?” Choyi berusaha melepas pelukan Kyuhyun, tapi Kyuhyun malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Biarkan seperti ini dulu, hari ini aku benar-benar membutuhkanmu Chagia…” Choyi mengerutkan keningnya binggung, Kyuhyun bukanlah tipe namja yang serapuh ini, walaupun manja pada Choyi, Kyuhyun tidak pernah terlihat selemah ini.

“Aku tahu, tapi ada apa? kenapa kau begitu ketakutan?” sesaat Kyuhyun tertegun, ia sendiri tidak tahu kenapa bisa seperti sekarang, perlahan Kyuhyun melepas pelukannya pada Choyi, lalu menatap sendu yeoja di hadapannya.

“Sepertinya aku takut kehilanganmu chagia…” Choyi hanya bisa kembali menatap Kyuhyun binggung, mata Kyuhyun mengatakan perasaan frustasi yang cukup membuat Choyi semakin binggung, lingkar hitam di bawah matanya memperjelas tekanan yang Kyuhyun rasakan, menandakan namja ini tidak tidur semalaman.

“Oppa…” Kyuhyun tersenyum miris, sepertinya kekasihnya langsung tahu jika dia sedang berbohong, tapi tujuan Kyuhyun kemari bukan untuk menjelaskan semuannya pada Choyi, dia sekarang butuh ketenangan yang biasannya sangat ampuh jika ada di samping yeoja chingunnya. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Choyi mengikis jarak sedikit demi sedikit, manik matanya kini tengah menatap nanar bibir memerah milik Choyi, detik berikutnya keduannya tengah larut dalam ciuman panjang yang menghanyutkan, Kyuhyun mendorong tubuh Choyi masuk kedalam rumah, menutup dengan kasar pintu rumah minimalis itu, menjatuhkan tubuh semapai Choyi di sofa, Kyuhyun seolah mendapatkan tenaganya kembali, ketika kelebatan wajah Hyunmie mengisi penuh otak dan hatinya, Kyuhyun semakin gencar memperdalam tautannya dengan Choyi, ketika Kyuhyun memindahkan ciumannya keleher jenjang Choyi, yeoja itu memanggil pelan namanya, membuat Kyuhyun tersadar akan sesuatu. Kyuhyun sekarang bukan sedang berciuman dengan Hyunmie tapi dengan Choyi, yeoja chingu sahnya, tapi justru yang berptar di otaknya sekarang adalah Hyunmie. Perlahan Kyuhyun menghentikan ciumannya yang mulai mengganas lalu merubah posisinya menjadi duduk, meremas kepalannya yang terasa pusing. Choyi yang melihat itu, mulai menormalkan nafasnya lalu duduk di samping Kyuhyun, mengelus punggung Kyuhyun pelan.

“Ada apa? apa ada masalah di kantor hingga membuatmu frustasi oppa?” sekalai lagi Kyuhyun tersenyum miris, dia tidak mungkin mengatakan semuanya pada Choyi kalau dia mulai memikirkan yeoja urakan yang selama ini melindunginnya.

“Aku mungkin hanya lelah saja.” Choyi kembali menghelah nafas, Kyuhyun, mulai tertutup padanya. Ada rasa takut di hati Choyi jika Kyuhyun sudah memasang jarak dengannya. Tidak berapa lama telepon rumah berbunyi, membuat Choyi mengalihkan fokusnya kearah telepon yang tepat berada di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk mengiyakan ketika Choyi meminta izin untuk mengangkat telepon.

“Yeobsyeo?… ne Kyuhyun ada disini…” Choyi menyerahkan telepon itu pada Kyuhyun, menandakan orang yang menelpon memang ingin bicra dengan Kyuhyun.

“Yeobseyo?”

“Tuan Muda, ada seorang gadis penuh luka yang terus memaksa ingin bertemu dengan tuan.” tubuh Kyuhyun menegang, jantungnya mulai berlomba, dia cukup tahu siapa gadis yang sekuriti apartemennya maksud, sesaat perasaan cemas melanda hati dan pikiran Kyuhyun, ia masih ingat dengan luka di tangan Hyunmie, luka itu saja sudah membuatnya pingsan apa lagi luka setelah pertandingan tinju.

“Ada apa oppa?” suara cemas itu membuyarkan lamunan Kyuhyun, Kyuhyun benar-benar melupakan Choyi Tadi.

“Suruh dia menunggu, aku akan pulang sekarng.” Kyuhyun menutup panggilan, menatap Choyi sesaat.

“Sepertinya aku harus pulang, ada yang harus aku urus.” Kyuhyun mengecup kening Choyi kilat lalu denga cepat meninggalkan rumah minimalis itu, meninggalkan Choyi seorang diri tanpa penjelasan.

Sementara itu Hyunmie hanya bisa terduduk lemas di loby apartemen dengan beberapa orang yang terus menatapnya kasihan, pasalnya tubuh mungil itu kembali bergetar, lebih tepatnya mengigil kuat karena terus di paksakan untuk bergerak, padahal Hyunmie belum sembuh benar. Sesekali Hyunmie menatap ponselnya, ia tahu ini sudah waktunya membayar hutang, Hyunmie hanya berharap dia masih memiliki waktu untuk mencari uang setelah menyelesaikan urusannya dengan Kyuhyun. Walaupun ia tidak yakin dengan tubuhnya yang lemah ini, ia masih sanggup mencari uang. Keyakinan Hyunmie semakin kuat ketika perlahan matanya terasa mengantuk, Hyunmie berusaha agar dia tidak tertidur dengan berdiri, tapi sepertinya tubuhnya memang sudaah tidak kuat, ketika kakinya mulai melemah dan hampir terduduk di marmer yang dingin, sebuah tangan menopang tubuh mungilnya.

“Kyuhyun_ah…” gumam Hyunmie pelan, ketika samar-samar wajah namja chingunyalah yang menahannya agar tidak terjatuh.

“Dasar bodoh, aku menyuruhmu untuk istirahat dan diam di apartemenku.” Kyuhyun berteriak cukup keras dengan nafas naik turun, ia berlari sebisanya dari arah parkiran hanya untuk melihat keadaan Hyunmie, dan amarahnya naik ketika dengan sejelas-jelasnya tubuh kecil itu lebih lemah dari saat setelah Hyunmie menolongnya. Tapi amarah itu surut tergantikan dengan rasa cemas yang seolah meledakn hatinya, ketika secara perlahan mata sayu Hyunmie mengeluarkan bening kristal dengan rasa kesakitannya. Dengan cepat Kyuhyun memeluk tubuh Hyunmie, menyalurkan sesuatu yang sudah ingin meledak dari semalam, rasa khawatir, marah juga rindu mungkin, bahkan jika Hyunmie tidak meringis kesakitan, mungkin Kyuhyun bisa meremukan tulang belulang Hyunmie karena terlalu erat memeluknya. Tanpa menunggu lama Kyuhyun membopong tubuh kecil itu menuju apartemennya.
Ketika beberapa orang menatap Kyuhyun penuh takjup karena mau menolong Hyunmie yang sudah sangat parah kondisinya, di tempat lain tidak jauh dari tempat Hyunmie menunggu Kyuhyun tadi, Eunhyuk menatap kecewa kearah keduanya. Tadinya Eunhyuk sudah siap membantu Hyunmie kembali tapi Kyuhyun mendahuluinya. Tapi bukan itu yang membuat Eunhyuk kecewa, kenyataan jika Hyunmie memaksa pergi dari rumahnya hanya untuk bertemu dengan Kyuhyunlah yang membuatnya kecewa. Padahal Hyunmie masih dalam keadaan sakit, Eunhyuk tidak tahu jika sebelumnya Hyunmie pergi kesasana tinju, ataupun masalah tentang hutang-hutang Hyunmie pada lintah darat. Yang ia tahu, Hyunmie sudah memiliki seorang namja yang mungkin membuat Hyunmie bahagia, dan yang membuatnya terasa sakit, Hyunmie lebih mementingkan pertemuan dengan Kyuhyun dari pada Eunhyuk yang sudah beberapa bulan terakhir tidak ia temui.

“Apa kau sudah melupakanku?” Eunhyuk tersenyum miris, bahakan ia tidak yakin selama ini Hyunmie memikirkannya walaupun sedikit. Pada kenyataannya Hyunmie hanya menganggapnya teman masa kecil, hanya itu. Rasa cemas yang sejak tadi ada di relung hatinya kini berganti dengan rasa kecewa dan cemburu tentunya. Sepertinya Eunhyuk perlu tahu siapa namja yang kini menjadi kekasih sahabat kecilnya.

***

Kyuhyun menatap ramainya kota Seoul dengan tatapan kosong dari jendela apartemen mewah miliknya, kegiatan yang sama seperti tadi malam hingga menjelang pagi hari, kini ia ulang kembali, pikirannya kini tengah mengelana jauh, sesekali ia menatap Hyunmie yang kini mengigil kuat di ranjangnya. Untuk kesekian kalinya Kyuhyun menukar kompresan Hyunmie dengan yang baru, setelah itu Kyuhyun kembali menjauh dari Hyunmie untuk kembali menatap gedung-gedung pencakar langit di sekitar gedung apartemennya. Jantungnya tidak bisa di ajak kerja sama saat di dekaat Hyunmie, sangat bertentangan dengan isi kepalanya. Entah kenapa Kyuhyun masih belum tenang, Kata-kata Hyunmie ketika dia kembali sadar dan bersikeras untuk pergi dari apartemennya, terus menerus berputar di otaknya. Tidak berapa lama telepon di samping nakas tempat Hyunmie berbaring berbunyi, Kyuhyun tanpa ragu langsung mengangkat sambungan telepon itu, karena ia yakin itu orang suruhan yang ia kerahkan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Hyunmie, hingga yeoja ini bersikeras pergi padahal tubuhnya sudah tidak kuat untuk bergerak barang sedikitpun.

“Apa hasilnya?”

“Park Hyunmie terlibat hutang cukup besar tuan, sepertinya itu alasan kenapa Park Hyunmie kembali ke ring tinju, keluarganya pun sekarang sudah di usir dari rumah karena tidak sanggup membayar hutang. Eunwoo tidak ada sangkut pautnya sama sekali, dia hanya membantu.” sesaat Kyuhyun mencengkram telepon di tangannya erat-erat, matanya terpejam erat. Di hati Kyuhyun ia merasa jika ia tidak berguna untuk Hyunmie.

“Lalu apa hubungan Hyunmie dengan pewaris Leon crop?”

“Mereka teman sejak kecil.” Kyuhyun menarik nafas dalam, hatinya kembali merutuki ‘kenapa bukan aku sahabat hyunmie’ Kyuhyun mencengkram kepalanya kuat-kuat, rasanya ia sudah mulai gila. Tanpa kembali bertanya, Kyuhyun menutup sambungan telepon secara sepihak. Perlahan Kyuhyun mendekat kearah ranjang, mata penuh amarah itu mendadak nanar ketika melihat wajah Hyunmie yang pucat pasif, Kyuhyun mulai membelai wajah pucat Hyunmie, dengan sinis Kyuhyun mengatakan kata-kata yang justru tidak pernah ia harapkan keluar dari mulutnya untuk Hyunmie.

“Sepertinya aku sudah mulai gila, aku mulai menyukaimu Hyunmie_ah… dan aku tidak suka itu. Aku… harus segera menyelesaikan ini semua sebelum aku benar-benar tidak ingin melepaskanmu dan benar-benar gila.” perlahan Kyuhyun mengecup kening Hyunmie dalam, di saat seperti ini Kyuhyun merasa harga dirinya yang tinggi runtuh seketika. Ia dengan senang hati tidak makan, tidak tidur dan tidak bekerja hanya untuk mencemaskan dan juga merawat seorang yeoja urakan keras kepala tapi begitu memperhatikannya melebihi kekasihnya Kim Choyi.

“Kau harus secepatnya menandatangani surat itu Hyunmie_ah… setelah itu, jebal menjauhlah dariku. Aku tidak bisa dan tidak mau merasakan hal seperti ini lagi.” Kyuhyun kembali berniat menjauhkan diri dari Hyunmie, Kyuhyun merasa berada di dekat Hyunmie tidak baik untuk masa depannya. Tapi baru saja Kyuhyun berdiri, tangannya di belengu kuat oleh jemari mungil milik Hyunmie.

“Kajima… jebal… kajimayo Kyunie…” seketika Kyuhyun tertegun ada getaran luar biasa di dadanya, dengan cepat ia membalikan tubuhnya menatap kearah Hyunmie yang kini tengah terpejam dengan gerakan penuh gelisah. Kyuhyun menelan salivanya lemas. Retakan tembok di hati Kyuhyun sepertinya mulai terlihat.

“Cho Kyuhyun bertahanlah.” gumam Kyuhyun dalam hati, berusaha menguatkan diri sendiri.
Kyuhyun kembali terduduk di samping Hyunmie, menatap nanar wajah pucat Hyunmie yang bergerak gelisah dengan peluh yang turun dari pelipisnya. Walaupun dokter kepercayaannya telah memberikan perawatan terbaik, Hyunmie seharusnya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Tapi Kyuhyun tidak bergeming sama sekali, dia tetap bersikeras merawat yeoja itu sendiri, sebenarnya paparazi tidak terlalu masalah untuknya, dengan sedikit uang semua akan terselesaikan, Kyuhyun hanya tidak ingin yeoja yang kini terbaring di ranjangnya lepas dari pandangan tajamnya walaupun Paparazi Korea memang terkenal sangat mengerikan dalam menyebarkan berita. Dan Kyuhyun tidak menginginkan namanya bersanding dengan Hyunmie, selain iya terlalu takut dengan kemungkinan Choyi terluka, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Kyuhyun tidak ingin Hyunmie semakin terluka karenanya, Kyuhyun bukanya tidak tahu perasaan Hyunmie, yeoja ini banyak terluka dengan sifatnya yang dingin dan tidak perhatian, tapi selama ini kepedulian yeoja itu tidak pernah berkurang padanya. Hanya saja kenyataan jika Hyunmie hanyalah yeoja yang harus ia hancurkan atas kekejaman keluarga Park pada hidupnya membuat Kyuhyun berusaha untuk tidak perduli.

“Oppa… Jung soo oppa…” kali ini gumaman Hyunmie yang sarat akan luka berhasil membuat Kyuhyun semakin frustasi, Kyuhyun menjerit dalam hati, ini bukanlah dia, sekejam apapun Kyuhyun, dia tidak akan begitu egois dengan hidup seseorang, dengan perlahan Kyuhyun menepuk wajah Hyunmie agar yeoja itu bangun, setidaknya yeoja ini berhenti memperlihatkan wajah tersiksanya di hadapannya.

“Hyunmie ireonayo…” Kyuhyun berbisik lirih sebiasa mungkin agar yeoja ini tidak terhganggu dengan suara basnya, Kyuhyun benar-benar tidak mempercayai tindakanya yang terlampau lembut pada Hyunmie. Tapi sekali lagi Kyuhyun tidak sanggup melawan hatinya lagi, terlebih ketika Hyunmie memanggil nama kecilnya ‘Kyunie’. Perlahan Hyunmie membuka matanya, rasanya tubuhnya seperti di tusuk beribu-ribu jarum, bergerakpun sangat sulit, tapi ingatannya pada keluarga kecilnya membuat Hyunmie berusaha mengumpulkan kekuatan serta kesadarannya, Hyunmie perlahan menatap lelah kearah Kyuhyun, sesaat Hyunmie tertegun, manik mata Kyuhyun yang selalu dingin kini terlihat berkabut, ingatannya pada saat moment pagi kemarin seolah menamparnya membuat Hyunmie kembali memejamkan matanya, dia tidak ingin menyimpan harapan besar lagi tentang Kyuhyun yang benar-benar tulus padanya, Hyunmie berusaha berdiri, melepas selang infus di pergelangan tangannya, tindakan Hyuunmie yang terlalu terburu-buru membuat Kyuhyun kembali merasakan perasaan yang ia benci. Rasa cemas, yang berhasil merebut kesadarannya tentang siapa yeoja yang kini berbaring di ranjangnya.

“Apa yang kau lakukan? Kau masih sakit.” ucap Kyuhyun pelan, ia berusaha menahan bahu Hyunmie, agar yeoja itu kembali berbaring, tapi dengan sisa tenaganya Hyunmie menepis tangan Kyuhyun di bahunya, dan entah kenapa ada denyut sakit di hati Kyuhyun, selama ini tidak ada yang pernah melanggar perintahnya, termasuk Hyunmie. Kyuhyun memang sering mengalami kejadian yang membuatnya di serang orang bahkan Kyuhyun hampir mati, tapi dia tidak pernah merasa sesakit ini, mengingat selama ini Hyunmie tidak pernah berlaku kasar padanya.

“Jangan melakukan sesuatu yang memperlihatkan jika kau peduli padaku Kyuhyun_ssi padahal kau tidak peduli padaku sama sekali.” kali ini Hyunmie menatap Kyuhyun tajam, membuat Kyuhyun kehilangan kata-kata, namja itu hanya bisa terdiam, tanpa menyadari Hyunmie yang berusaha berdiri, melewatinya begitu saja dari samping ranjang, ketika bergerak terlalu banyak tangan kanan Hyunmie meremas ngilu tulang rusuk kirinya, sepertinya pertandingan kemarin terlalu membawa dampak buruk untuk Hyunmie, terlebih sebelum bertanding Hyunmie kembali menjadi tameng untuk Kyuhyun, sepertinya ada keretakan di tulang rusuknya, dan Hyunmie berhaap hanya rusuknya saja yang bermasalah karena itu akan sangat merepotkan ketika masalah yang cukup banyak datang bersamaan tapi sepertinya harapan Hyunmie tidak terkabul karenai baru saja beberapa langkah Hyunmie melangkah ia kembali oleng, Kyuhyun yang akhirnya sadar dari keterkejutannya atas sikap kasar Hyunmie berbalik, dan dengan sigap Kyuhyun menangkap tubuh Hyunmie dalam dekapannya. Sekali lagi Kyuhyun tertegun ia baru saja menyadari sesuatu, tubuh Hyunmie yang terasa semakin kurus dalam dekapannya. Apa di sudah menyiksa Hyunmie terlalu jauh? Kyuhyun mencengkram bahu Hyunmie, menatap tegas mata yang kini menatapnya tajam.

“Jangan keras kepala Park Hyunmie, jika kau tidak mau mendengarkanku sebagai kekasihmu, anggap ini perintah dari atasanmu.” sekali lagi Hyunmie tertegun Kyuhyun terlalu memberikannya harapan, seolah memperhatikannya dan terlalu peduli padanya, entah kenapa Hyunmie sudah tidak ingin percaya dengan perhatian palsu yang Kyuhyun berikan. Dengan sekali hentakan Hyunmie mendorong tubuh Kyuhyun, membuat namja dingin itu menggeram marah. marah pada diri sendiri, sehingga membuat Hyunmie tidak mempercayainya lagi.

“Aku tidak mau. Aku sudah tidak mau menurutimu lagi, aku berhenti. Aku muak padamu Cho Kyuhyun.” Hyunmie kembali meracau tidak karuan,ubuhnya memang lemah, tapi kondisinya yang kini tengah demam tinggi memberikan Hyunmie kekuatan lebih untuk meluapkan segala kekecewannya pada Kyuhyun, dengan keadaan limpung Hyunmie melewati Kyuhyun yang kembali tertegun dengan ucapan Hyunmie iya seperti di tampar dengan sifatnya yang terlampau jahat pada Hyunmie. Tapi kesadaran itu kembali datang, dengan cepat Kyuhyun berbalik berusaha mengumpulkan sisa keberaniannya menahan yeoja itu untuk pergi.

“Berhenti.” Kyuhyun bergumam pelan tapi masih cukup terdengar oleh Hyunmie, membuat Hyunmie kembali menghentikan langkahnya, yeoja itu mengusap air mata yang tidak pernah Hyunmie perlihatkan pada siapapun, tsudaapi setelah mengatakan kata berhenti tadi, ar matanya terus berjatuhan, tapi dengan keyakinan penuh Hyunmie kembali melangkahkan kakinya terseok-seok, Kyuhyun mengepalkan tangan kuat-kuat ia tidak mau berakhir seperti ini, Kyuhyun melangkah lebar menarik lengan Hyunmie, siap melontarkan kata-kata yang sudah ingin meledak di hatinya tapi kata-kata Kyuhyun tercekat di tenggorokan ketika wajah keras yang selama ini Hyunmie tunjukan padanya menghilang, yang ada hanya wajah sembab yang basah dengan air mata, membuat Kyuhyun harus menahan nafas demi melihat air mata yang terus berjatuhan di mata gadis di hadapannya.

“Aku harus pergi… Hiks… Oppaku… Eonniku… Mereka membutuhkanku Kyunie… Aku__” isak lemah Hyunmie terputus begitu saja ketika dengan kesadaran penuh Kyuhyun merayapkan bibir tebalnya di bibir pucat Hyunmie, tidak, dia sudah tidak ingin mendengar kata-kata menyakitkan dari bibir Hyunmie yang secara berulang-ulang menyakiti hatinya, 4 bulan selama Kyuhyun mengenal Hyunmie banyak luka fisik yang yeoja mungil ini rasakan karena melindunginya, tapi Kyuhyun tidak pernah melihat Hyunmie serapuh ini. Kesan urakan, keras kepala dan juga tidak peduli yang Kyuhyun tahu tentang Hyunmie menghilang begitu saja, terganti dengan sesosok gadis kecil yang rapuh yang sangat membutuhkan pertolongan dan perlindungan, yang bagi Kyuhyun sekarang hanya dia yang sanggup memberikan hal tersebut.

Kyuhyun memeluk Hyunmie lembut, ia tidak mau menyakiti tubuh Hyunmie yang sudah penuh luka walaupun keinginannya sekarang adalah memeluk Hyunmie erat-erat merapatkan tubuh Hyunmie ketubuhnya yang bidang, berharap yeoja ini sedikit tenang, Kyuhyun memperdalam ciuman yang kini ia lakukan pada Hyunmie, walaupun Hyunmie tidak membalas ciuman itu, Kyuhyun tetap merayapkan bibir tebalnya di bibir mungil Hyunmie, Kyuhyun tidak pintar menghibur dengan kata-kata, tapi Kyuhyun berharap tubuhnya menyampaikan semuanya pada Hyunmie, jika dia benar-benar peduli padanya sekarang. Setelah merasa Hyunmie tidak akan menangis lagi, Kyuhyun melepas ciuman panjangnya, menatap nanar manik mata Hyunmie yang sendu.

“Tetaplah disini… Jangan menyiksaku dengan terus mencemaskanmu… Soal keluarga dan hutang-hutangmu aku yang akn mengurusnya ara?” Kyuhyun berbicara sangat halus pada Hyunmie, berusaha agar yeoja ini tidak berbicara lagi. Atau menentang keputusannya, Kyuhyun menangkup wajah Hyunmie, menghapus air mata yang masih berjatuhan pada pipi cubby Hyunmie, perlahan Kyuhyun mengecup kening Hyunmie cukup lama, menyalurkan semua rasa yang sudah ia tahan sejak lama lalu kembali merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukannya.

“Jangan menangis lagi… Itu membuat seluruh tubuhku sakit.” Kyuhyun kembali berbisik kecil di telinga Hyunmie, rasanya benar-benar lega mengatakan hal yang kita tahan terlalu lama, Hyunmie seperti kehilangan kata-katanya sebagai jawaban Hyunmie mengangguk kecil.

Dengan lembut Kyuhyun mengangkat tubuh Hyunmie lalu membaringkan Hyunmie kembali di ranjang.

“Tidurlah… Aku akan mulai mengurus semuanya.” sekali lagi Hyunmie mengangguk pelan, perlahan mata Hyunmie mengatup rapat, membiarkan semua urusan di luar sana Kyuhyun yang mengatur.
Hyojae hanya bisa menangis ketika dengan sadisnya tuan Kang mengusir dia dan Leeteuk dari rumah kecil mereka, rumah hasil jeripayah Hyunmie dari sasana tinju yang sudah banyak menyimpan kenangan dia dan Leeteuk akhirnya jatuh ketangan lintah darat itu, isak tangis Hyojae semakin keras ketika Leeteuk tiba-tiba tidak sadarkan diri, Hyojae terlalu fokus dengan pikirannya dan kesedihannya, hingga melupakan suaminya yang juga semakin tertekan, membuat kondisi Leeteuk yang memang belum melakukan pengobatan rutinnya dan ambruk begitu saja. Hyojae terduduk memeluk namja yang menjadi suaminya.

“Andwe Leeteuk oppa… bangun oppa, jebal tolong aku siapapun tolong aku.” Hyojae hanya bisa berteriak semampunya, Hyojae memeluk Leeteuk erat-erat beberapa kali ia menepuk wajah pucat di dalam pelukannya, berharap Leeteuk bangun, tapi hasilnya nihil, sekali lagi Hyojae berteriak keras walaupun ia tahu tidak akan ada yang mau menolong mereka, semuanya terlalu takut pada tuan Kang, dan benar baru saja beberapa menit, tuan Kang keluar dari rumah yang baru dia ambil hak kepemilikannya. Matanya memancarkan amarah luar biasa, seolah terganggu dengan teriakan Hyojae, tapi itu semua sama sekali tidak membuat yeoja itu gentar.

“Mau apa lagi kau ha? kau mau mengganggu kesenanganku eoh? jika ingin meratapi nasib kalian jauh-jauh dari rumahku.” ucapan tuan Kang membuat Hyojae semakin marah, dengan mata tajamnya Hyojae menatap satu persatu orang yang tengah menatapnya dengan tatapan meremehkan.

“Ini rumah kami, rumah yang kami beli dengan keringat dan darah, kalian tidak berhak memeperlakukan kami seperti ini, aku akan pastikan kalian akan merasakan akibatnya.” Mendengar ancaman dari Hyojae, tuan Kang semakin marah karena merasa di remehkan oleh seorang wanita. Dengan geram tuan Kang menarik kuat-kuat rambut Hyojae hingga yeoja itu meringis kesakitan tapi lagi-lagi matanya tidak menunjukan rasa takut pada tuan Kang membuat namja berumur itu semakin geram.

“Kau berani mengancamku? punya apa kau ha? hingga berani mengancam orang berkuasa sepertiku?” dengan sekuat tenaga Hyojae menghempaskan tangan yang kini menarik kuat rambutnya, sesekali ia melihat wajah yang kini masih terpejam lemah di pangkuannya, sedikit bersyukur suaminya pingsan. karena dia tidak ingin suaminya melihat dia di siksa, itu hanya akan menambah rasa bersalah Leeteuk dan Hyojae tidak mau hal itu samapai terjadi. Tapi tenaganya tidak cukup kuat, dia tetaplah yeoja lemah, tidak sekuat Hyunmie adik iparnya.

“Lepaskan aku berengsek, aku memang tidak punya apapun, tapi akan ku pastikan kau menyesal memperlakukan kami seperti ini.” bentakan Hyojae sukses menaikan amarah tuan Kim ke ubun-ubun, tangan namja parubaya itu siap melayang di pipinya, tapi sebuah tangan mencengkram erat tangannya, merasa terganggu tuan Kim menatap orang yang berani menghalanginya. Seoraang namja dengan jas putih dan tatapan datarnya menatap dingin pada tuan Kang, seketika itu juga bodyguard tuan Kang mengepung namja itu, sekitar lima orang kini mengepungnya.

“Lepaskan tangan kotormu itu tua bangka.” ucapan namja di hadapan tuan Kang itu membuat tuan Kang semakin geram, dengan kasar tuan Kang melepas cengkraman tangannya di rambut Hyo jae, lalu menatap tajam namja muda di hadapannya.

“Kau berani ikut campur? kau juga berani menghinaku. kau tidak tahu siapa aku? kau cari mati ha?” dengan kasar tuan Kang menghempaskan tangan namja yang masih menunjukan exspresi dinginnya lalu mencengkram jas namja itu kuat-kuat. Tapi aksinya berhenti ketika detik selanjutnya 10 bodyguard lainnya bermunculan dan mengepung mereka. Dengan kuat namja itu melepas genggaman tuan Kang dari jasnya, lalu menyeringai licik, membuat Hyojae harus menelan ludah ketika melihat senyuman mengerikan bos besarnya.

“Sepertinya kau sendiri yang tidak tahu siapa aku, kau cari mati berani menggangu keluarga kekasihku.” dengan sedikit ragu, tuan Kang tmemberanikan diri bertanya.

“Memang siapa kau? kau hanya bocah ingusan tidak tahu diri.” sekali lagi namja itu menyeringai mengerikan.

“Kau akan menyesali perkataanmu karena berani menghina pewaris tunggal Rage coorportion.” mendengar kata-kata itu tuan Kang menegang seketika, perlahan ia berjalan mundur tapi sayang ia sudah di kepung.

“Kau tidak akan bisa lari lagi, hajar mereka.” perkataan itu sukses membuat tuan Kang lari secepat yang ia bisa, tapi bodyguard namja yang tak lain adalah Kyuhyun terlalu kuat untuk di terobos. Perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hyojae yang masih terpaku di tempat, pasalnya Kyuhyun tadi dengan gamblang mengatakan kalau Hyunmie adalah kekasihnya.

“Hyojae_ssi gwenchanayo? bagaimana dengan Leeteuk hyung? sebaiknya kita kerumah sakit sekarang.” Hyojae hanya bisa mengangguk pasrah, bahkan membiarkan suaminya di papah oleh sekertaris pribadi Kyuhyun kedalam mobil, Kyuhyun sendiri tidak masuk kedalam mobil.

“Kau pergilah bersama sekertarisku Hyojae_ssi, aku akan mengurus semuanya disini, katakan juga kalau Hyunmie ada di tempat yang aman sekarang kalau Leeteuk hyung mencarinya.” Kyuhyun tidak menunggu jawaban Hyojae, ia langsung kembali ke hadapan tuan Kang yang kini tengah di pegangi para bodyguard Kyuhyun. sementara sekertaris Kyuhyun memacu mobilnya untuk membawa Leeteuk kerumah sakit, dalam hati Hyojae bersyukur akan kedatangan Kyuyun, walaupun masih banyak pertanyaan yang tidak bisa ia ungkapkan.

***

Angin senja memberi kesegaran di musim semi tahun ini, membuat sebuah kebun yang di penuhi bunga liliy terlihat bergerak melambai, seolah memberi penghiburan bagi seorang namja yang kini tengan menatap kosong taman bunga yang memang adalah miliknya, atau lebih tepatnya taman yang di isi oleh yeoja yang sangat ia cintai sejak kecil, Park Hyunmie yeoja yang begitu Hyukjae cintai tapi hingga saat ini, cintanya tidak pernah Hyunmie terima, selalu saja Hyunmie menganggapnya oppa terbaiknya.

“Hyunmie_ya… apa kau baik-baik saja? apa namja itu mengurusmu dengan baik” Eunhyuk bergumam pelan, seperti berbisik pada angin berusaha berbagi kegundahanya pada bunga liliy di hadapannya. kegiatan Eunhyuk terhenti ketika sekertaris Kim berdiri disampingnya lalu membungkuk tanda hormat.

“Apa yang kau dapat” tanya Eunhyuk yang masih tidak menghentikan tatapannya pada hamparan bunga liliy di hadapannya.

“Cho Kyuhyun penerus Rage Crop, berusia 26 tahun dia di kabarkan sudah memiliki kekasih.” mendengar perkataan itu Eunhyuk semakin lemas, tapi perkataan selanjutnya justru membuat Eunhyuk terkejut.

“Hubungan ini sudah terjalin sekitar lima tahun, gads itu bernama Kim Choyi.”

“Kau bilang Kim Choyi? bukan Park Hyunmie?” ucap Eunhyuk tak percaya.

“Iya tuan.” Eunhyuk menggeram kuat, entah kenapa amarahnya naik kembali kepermukaan.

“Sialan jadi namja itu hanya main-main dengan Hyunmie? lalu kenapa Hyunmie bisa mengenal namja itu?”

“Itulah yang ingin saya sampaikan selanjutnya tuan, ini sedikit mencurigakan.” Eunhyuk mengerutkan keningnya penasaran.

“Apa itu?” Sekertaris Kim menyerahkan beberapa berkas pada Eunhyuk, membuat Eunhyuk semakin mengerutkan keningnya, perlahan Eunhyuk membuka dokument tersebut, setiap lembar dokumen tersebut berhasil membuat Eunhyuk semakin marah dan terganga tidak percaya.

“A… Apa ini? kenapa bisa?” Eunhyuk nampak terlihat cemas sekarang, yeoja yang ia cintai dalam bahaya.

“Sekertaris Kim, siapkan mobil, aku harus kerumah Tuan Park sekarang.” Sekertaris Kim hanya mengangguk patuh meninggalkan Eunhyuk yang masih Shock dengan berkas yang ia pegang.

“Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu Cho Kyuhyun kalau kau berani melukai Hyunmie.” Eunhyuk semakin erat mencengkram dokumen di tanganya lalu bergegas peri meninggalkan taman.

Di tempat lain tepatnya di apartemen mewah seorang Cho Kyuhyun, Hyunmie terbangun dari tidurnya, matanya menatap kesekeliling Hyunmie ingat ruangan ini tidak asing untuknya karena dia pernah melihatnya sekali, Hyunmie membetulkan posisi tidurnya, sesekali Hyunmie mengerang kesakitan ia juga meremas kepalanya yang terasa sakit, yang Hyunmie ingat dia pingsan di lobby, selebihnya ia lupa, bahkan ia tidak tahu kapan dan siapa yang membawanya keruangan namja dingin itu.
Baru saja ia berniat bangun dari tempat tidur seseorang menerobos masuk, membuat Hyunmie sedikit terkejut, tapi detik selanjutnya ia mengerutkan keningnya, pasalnya dia tidak tahu siapa orang yang masuk.

“Kau? sedang apa kau disini?” teriakan yeoja itu cukup membuat Hyunmie terlonjak kaget, memuat Hyunmie semakin memaksakan diri untuk bangun, dengan sedikit tertatih Hyunmie melepas selang infus di tanganya lalu berjalan mendekat kearah yeoja yang kini masih berdiri di ambang pintu.

“Aku juga tidak tahu kenapa aku disini, tapi akulah yang harusnya bertanya, siapa kau? sedang apa kau di rumah kekasihku?” ucapan Hyunmie membuat yeoja di hadapannya melayangkan sebuah tamparan keras di pipi Hyunmie membuat Hyunmie tersungkur di lantai.

“Akulah kekasih Cho Kyuhyun bukan kau yeoja brengsek, kau hanya alat untuk balas dendam oleh Kyuhyun pada Art corp perusahaan kakekmu, aku peringatkan padamu jangan berharap kau bisa benar-benar mendapatkan Kyuhyun oppa, dia milikku. Sebaiknya kau cepat tanda tangan surat pemindahan hak waris ini dan pergi jauh-jauh dari kehidupan Kyuhyun oppa, kau hanya membuatnya sengsara lagi pula aku tahu kau dan oppamu yang penyakitan itu tidak menginginkan harta warisan itu, jadi jangan mengulur waktu lagi. Aku muak kau terus menempel pada calon suamiku.” kata-kata yeoja di hadapan Hyunmie bagaikan petir di siang bolong yang tepat menyambar ubun-ubunnya, membuat Hyunmie mendadak pusing dan mual, rasanya tubuhnya seperti di lolosi dengan beribu-ribu jarum hinga membuatnya tidak sanggup berdiri, tapi lebih dari semua itu hatinyalah yang lebih sakit, jantungnya serasa di remas kuat serasa ingin meledak detik itu juga, air mata yang Hyunmie tak pernah keluarkan berlomba berjatuhan, bahkan Hyunmie tidak sanggup melihat seperti apa yeoja yang kini masih mencercanya dengan kata-kata kasar yang sudah tidak bisa ia dengar, yang ia tahu sekarang hatinya semakin terluka.

“Yakk!! kenapa kau diam saja eoh? apa kau tuli? pergi dari sini.” seolah kembali tersadar Hyunmie berusaha mengendalikan dirinya, perlahan ia terbangun menatap kosong kearah yeoja di hadapannya.

“Jadi Cho Kyuhyun mendekatiku hanya untuk harta? harta yang bahkan tidak pernah aku inginkan?” yeoja itu Choyi nampak mendengus sebal.

“Geure, jadi sebaiknya kau serahkan saja pada Kyuhyun itu lebih baik dari pada kau tidak mengurusnya sama sekali.” Choyi melipat tangannya di dada lalu menatap sinis ke arah Hyunmie. Hyunmie mulai tersenyum sinis perlahan senyumanya berubah menjadi tawa hambar lalu tawa itu terbahak-bahak seperti di paksakan, walaupun memang itu kenyataanya, Hyunmie mentertawakan diri sendiri, betapa bodohnya dia percaya jika seorang Cho Kyuhyun mencintainya, bahkan setelah beberapa bulan kebersamaan yang mereka lewati walaupun tanpa perhatian berarti, Hyunmie masih berpikir Kyuhyun tulus padanya. Choyi nampak menggedikan bahunya ngeri melihat Hyunmie tertawa seperti orang gila.

“Yakk neo michinde?” ucapan Choyi menghentikan tawa hambar Hyunmie, yeoja itu kembli tertunduk lalu menatap dingin Choyi, membuat bulu roma Choyi berdiri demi melihat kekejaman di mata Hyunmie.

“Katakan pada namjamu itu, jika dia ingin harta datang padaku minta langsung padaku dengan senang hati akan ku berikan.” dengan langkah terseret-seret Hyunmie melangkah meninggalkan Choyi yang tersenyum penuh kemenangan, ia tidak menyangka akan semudah ini, jika tahu akan mudah seperti ini mungkin da tidak harus menderita melihat Kyuhyun berduaan dengan Hyunmie selama beberapa bulan terakhir.
Malam datang perlahan menggelapkan langit jingga yang setia menemani langkah setiap orang kembali dari pekerjaannya yang melelahkan, begitupun dengan Cho Kyuhyun, ada senyum kelegaan di wajahnya setelah melewati hari yang melelahkan. Beberapa pekerjaannya berjalan lancar, ia sepertinya sudah tidak sabar ingin sampai di apartemen pribadinya. Beberapa kali Kyuhyun menatap dokument di tangannya, memastikan kembali tidak ada kekuraangan dari isi dokument tersebut. Kejadiaan tadi pagi kembali berputar di otaknya, membuat senyuman semakin mengembang di wajahnya, seperti hembusan angin musim panas di hatinya yang dingin, Kyuhyun merasakan kehangatan di hatinya setiap kali membayangkan yeoja yang cukup membuatnnya kesulitan belakangan ini, tapi entah kenapa kesulitan yang yeoja itu berikan padanya seperti warna baru untuk hidupnya yang membosankan.

“Sekertaris Lee apa Song Euisa sudah merawatnya hari ini?” Kyuhyun tetap menatap dukument di tangannya ketika bertanya pada sekertarisnya yang duduk di jok depan mobil.

“Setahu saya begitu tuan muda.” Kyuhyun kembali mengangguk paham, sekali lagi sebuah senyuman terukir di wajah dingin seorang Cho Kyuhyun, membuat sekertaris Lee cukup tertegun melihatnya, seolah tahu reaksi sekertarisnya, Kyuhyun kembali memasang exspresi datarnya, dan itu cukup membuat sekertaris Lee berbalik menatap kedepan, tidak berani menatap Kyuhyun yang lagi-lagi tersenyum senang, berharap mobil yang ia kendarai sekarang secepatnya sampai di gedung apartemennya. Dia sudah tidak sabar memberi kabar gembira sekaligus begitu merindukan wajah tegas seorang Park Hyunmie.

Setengah jam kemudian Kyuhyun sampai di apartemennya, dengan langkah cepat Kyuhyun melangkah menuju apartemen pribadinya, lagi-lagi senyum Kyuhyun terus mengembang ketika semakin mendekat kearah apartemennya, tapi senyuman itu hilang begitu saja, ketika Kyuhyun masuk kedalam apartemen seorang yeoja yang tidak lain adalah kekasihnya duduk di sofa menatapnya dengan berbinar dan berhamburan kedalam pelukannya.

“Oppa… bogoshippo…” Sesaat Kyuhyun tertegun, beberapa jam terakhir ia melupakan gadis yang menjadi Tunangannya, ia bahkan lupa dengan tujuan dia sesungguhnya mendekati Park Hyunmie, cinta yang selama ini ia tekan meluap dan menenggelamkan logikanya. Kyuhyun melepas pelukan tunangannya, menatap wajah yeoja itu lekat-lekat dan hasilnya, tidak ada getaran luar biasa yang ia rasakan di hatinya seperti ia sedang menatap Hyunmie. Apa hatinya sudah berubah? secepat inikah? seolah sadar sesuatu Kyuhyun melangkah tergesa kearah kamar, kepanikan melanda wajah tampannya, Hyunmie sudah tidak ada di ranjang pribadinya, yang tersisa hanya tiang infus di samping nakas tempat tidurnya. Kyuhyun kembali berlari kearah kekasihnya yang masih berdiri terpaku di tempat ia berdiri, Kyuhyun menatap yeoja itu lekat-lekat, menggenggam bahu tunangannya itu erat-erat.

“Katakan apa yang terjadi? mana Park Hyunmie choyi_ah…” ucap Kyuhyun pelan tapi penuh penekanan, Choyi yang sejak tadi menunduk mengangkat kepalnya menatap Kyuhyun sendu.

“Dia sudah tahu semuanya oppa…” Kyuhyun tertegun, entah kenapa tubuhnya menegang, aliran darahnya seolah berhenti, getaran di hatinya terasa menyakitkan. Kyuhyun menghelah nafas lemas, ia nampak terduduk di sofa dengan tatapan kosong, membuat Choyi semakin bersalah, perlahan yeoja itu berjongkok di hadapan Kyuhyun lalu menopang kedua lututnya di lantai, Choyi menatap wajah Kyuhyun sayu dengan lembut Choyi merengkuh wajah pucat Kyuhyun, membuat kekasihnya itu mengalihkan tatapannya padanya.

“Mianhae…” Choyi berusaha memberikan wajah penyesalan terbaiknya jika memang dia bersalah, tapi yang ia dapatkan adalah kilat amarah di mata Kyuhyun.

“Wae? Waeyo? KENAPA KAU MENGHANCURKAN SEMUANYA KIM CHOYI?” Kyuhyun berteriak cukup keras di hadapan Choyi, menghempaskan tangan yeoja itu begitu saja membuatnya terduduk di lantai. Choyi menatap Kyuhyun tidak percaya, selama ini Kyuhyun tidak pernah bersikap kasar padanya, yeoja itu berdiri dari duduknya, menatap penuh luka pada Kyuhyun yang masih begitu emosi, membuat air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

“Karena aku muak oppa, aku muak dengan sikapmu yang mulai memperhatikannya. aku ini tunanganmu oppa, kita sudah berpacaran selama lima tahun. Selama ini kau tidak pernah memperhatikan yeoja manapun kecuali aku, jadi wajar saja aku takut kau mulai berpaling dariku.” Kyuhyun mengepal tangannya kuat-kuat, perlahan Kyuhyun berdiri tepat di hadapan Choyi menatap yeoja itu tajam, Choyi mulai ketakutan. Kyuhyun berjalan dengan matanya yang penuh amarah, membuat yeoja itu perlahan berjalan mundur hingga tembok membuatnya tidak bisa menghindar lagi. Kyuhyun memukulkan kepalan tangannya tepat di dinding sebelah kiri wajah Choyi, refleks yeoja itu menutup matanya erat-erat. Denagan kasar Kyuhyun merayapkan bibir tebalnya di bibir Choyi, membuat Choyi membuka matanya, tidak ada kelembutan sama sekali yang ada hanya rasa sakit d bibirnya yang di gigit cukup keras oleh Kyuhyun, sekuat tenaga Choyi mendorong tubuh Kyuhyun menampar wajah namja itu cukup kuat.

“Kau gila oppa.” jerit Choyi tidak terima, Kyuhyun nampak mengelus sudut bibirnya sedikit perih tapi tidak seberapa dengan pikirannya yang kacau. Kyuhyun menatap Choyi sinis.

“Bukankah ini yang kau mau? karena kecemburuanmu yang tidak penting itu, usahaku selama beberapa bulan ini jadi sia-sia. Kau hanya mementingkan perasaanmu sendiri Kim Choyi, kau tahu betapa penting semua ini untukku. dan sudah berapa kali aku katakan kepadamu, AKU TIDAK PERNAH MENCINTAI PARK HYUNMIE, DIA HANYA ALAT BALAS DENDAMKU.” teriakan Kyuhyun kembali membuat Choyi memejamkan matanya rapat-rapat, isakan mulai terdengar dari mulut Choyi, Kyuhyun menghelah nafas gusar, ia memijit kepalanya pusing detik berikutnya Kyuhyun memeluk Choyi erat-erat mengelus perlahan punggung tunangannya itu.

“Mianhae… aku tidak bermaksud kasar padamu, hanya saja kau tahukan usahaku selama ini agar bisa menemukan Hyunmieh anya dia yang bisa membalaskan rasa sakit hati keluargaku pada tuan Park.” Choyi mengangguk dalam isakannya dan kembali mengucapkan kata maaf, tanpa Kyuhyun sadari seorang yeoja kini tengah menahan luapan emosinya di depan pintu apartemen, yeoja itu membekap mulutnya kuat-kuat meremas dadanya yang terasa sakit, dan yeoja yang baru saja akan pergi dari apartemennya yeoja yang dengan sengaja ia permainkan hidupnya yang sudah penuh dengan luka Park Hyunmie. luka itu kembali ia rasakan dan itu karena UANG.

Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. melina

     /  September 4, 2015

    aissshh jinja cho kyuhyun kamu hatus bener2 siap kehilangan hyunmi, dia udah jelas2 sukanya sama hyunmi tapi tetep aja pura2….
    udah tinggalin aja kyu si choyi sebelum hyunmi bener2 gk mau ketemu layi sama kamu….
    ceritanya keren banget ka, ditunggu next partnya

    Balas
  2. huaaah setelah sekian lama menunggu akhirnya blog ini di update juga. ceritanya nyesek banget di akhit gak jyangka kyuhyun kayak gitu

    Balas
  3. dyoundhee

     /  September 22, 2015

    baru baca pertama kali di wp ini, tp lngsung dibikn greget ma sifat cho kyuhyun… udah lah hyunmi.. cari yg lain aja, atau bila perlu bunuh aja si tuan cho itu… pisss..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: