FF TITIPAN//The Sharpshooter Girl part 2

Title : The Sharpshooter Girl part 2
Author : PyuchanChinchan
Genre : Action, Romance.
Rating : ?
Page : 2 of 4.
Cast :
ParkHyunmie a.k.a Shin Seung Woo
ChoiSiwon
ShinSang Bung

JoonMyun + Joon Myung
ParkJung Soo
ChoiDae Wook a.k.a Siwon appa.
Note : Ini adalahchapter ke dua, semoga kalian suka. (hehhe jujur aja, author selalu mencoba untuk membuat ff yang castnya bukanHyunmie, dan eng ing eng belum ada yang selesai. Menyebalkan >.

part i http://www.facebook.com/notes/cin-marican/the-sharpshooter-girl-part-1/506508932739105

ceritasebelumnya. : “Krrkkk krkkk….” Tiba-tiba saja pipi Seung Woo memerah, ia malukarena perutnya berbunyi disaat yang tidak tepat.
Siwontersenyum saat mendengar suara perut SeungWoo itu. “Jah, kita makan. Kajja.”Siwon menarik tangan Seung Woo menuju keluar kelas.
@Restoran
“Kaupesan apa?” tanya Siwon kepada Seung Woo yang duduk di hadapannya.
“Akupesan pasta, kimchi mentimun, bugolgi, untuk minumnya aku minta milkshek coklatdan juga aku ingin ice crema coklat dengan taburan permen warna-warni diatasnya.” Kata Seung Woo pada pelayan di hadapannya.
“Eoh,kau sungguh bisa habiskan itu semua?” Siwon sedikit terkejut saat melihat SeungWoo memesan begitu banyak.
“Hem, akusangat menyukai tampat ini. Bagaimana kau tahu aku menyukai tempat ini danmembawaku ke sini?”
“Ani,aku tidak tahu kalau kau menyukai tempat ini. Dulu teman masa kecilku sangatmenyukai tempat ini. Ini adalah restoran favoritnya. Kalau ke sini, dia akanmemesan pasta, Kimchi mentimun, bulgogi, milksheek coklate dan ice creamcoklate dengan taburan permen warna-warni di atasnya.”
“Eoh,kau mengarang cerita untuk menarik perhatian dariku?”
“Tch,aku ‘tak akan melakukan itu, meskipun kau memohon kepadaku.”
“Aku ‘takakan memohon.” Seung Woo memicingkan matanya persis seperti Siwon namun,sedetik kemudian mereka tertawa bersama.
Tak butuh waktu lama, makanan yang merekapesan datang, mereka menikmati makanan yang berada di hadapan mereka itu.
“Mashita….”Kata SeungWoo saat ia memakan ice cream coklat dengan taburan permenberwarna-warni di hadapannya.
“Dasarrakus!!!” Ucap Siwon kepada Seung Woo.
“Aisshhhh…..”Seung Woo mempoutkan bibirnya, membuat dirinya semakin imut dan membuat paranamja yang berada di sana memandangnya,melupakan yeoja yang ia gandeng saatitu.
“Aigoo…,aku baru baik padamu selama tiga jam kau sudah manja seperti ini padaku? Danmengeluarkan wajah aegyo mu?”
“Akutidak mengeluarkannya, memang wajahku yang aegyeo.” Seung Woo kembalimenyuapkan ice cream coklat itu ke dalam mulutnya. Dan kemudian menjulurkanlidahnya kepada Siwon.
Siwontersenyum, menampakkan lesung pipit yang manis di pipinya itu yang menambahkanketampanannya yang bak dewa zeus itu. Tangannya meraih tissue yang berada dimeja, kemudian mengusap bibir atas Seung Woo.
SeungWoo terpaku ke dalam mata Siwon, Siwonpun sama terpakunya dengan SeungWoo.Ingatannya kembali ke masa lalu bersama Hyunmie.
Flashback lima belas tahun yang lalu, ketikaSiwon dan Hyunmie masih bersama.
Siwondan Hyunmie yang sedang bertengkar, pertengkaran anak kecil dan mereka telahbalikan. Siwon meminta maaf kepada Hyunmie karena ia merusak boneka Hyunmie dansebagai ucapan maafnya ia membawa Hyunmie ke restoran itu. dengan uang sakuyang ia kumpulkan sedikit demi sedikit.
Diatidak meminta kepada appanya untuk mentraktir Hyunmie bukan karena tidak beraniatapun keluarganya adalah keluarga miskin, tapi ia telah bertekad untuk belajarmenopang hidup Hyunmie di usianya yang masih Sembilan tahun itu.
“Ya,Hyunmie-ya kita baru saja baikkan selama tiga jam kau sudah manja padaku? Danmenunjukkan wajah aegyomu itu?”
“Ani,Wonnie oppa. wajahku memang aegyeo.”
“Aishh…jinjja.”
“Wekkk!!!!”Hyunmie memeletkan bibirnya dan menyuapkan ice creamnya.
“Ya,Hyunmie-ya ice creamnya belepotan.” Siwon mengusap ice cream yang belepotan diwajah Hyunmie tadi.
“Oppa…”
“Nde?”
“Gomawo.”
“Ani….”Siwon sedikit terkesiap ketika Hyunmie mengecup bibirnya secara tiba-tiba.
“Oppa,aku ingin sperti ini bersama oppa sampai kita dewasa. Sampai kita menjadipengantin, dan sampai kita menjadi kakek nenek.”
“Ne,oppa berjanji untuk selalu menjagamu Hyunmie-ya. Oppa juga berjanji untukmenjadikan kau pengantin oppa.”
“Yakso?”
“NeYakksook.”
Flashbackoff
“Aahh…” Tiba-tiba Seung Woo memegang kepalanya yangterasa amat sangat menusuk. Dan membuat Siwon kembali kemasa yang sebenarnya.
“Neogwenchana?” Siwon sedikit khawatirdengan keadaan Seung Woo.
“Ani, akuhanya merasa dejavu.” Seung Woo masih sedikit terengah-engah, di kepalanyaterdapat bayangan seorang namja kecil yang memperlakukannya seperti Siwon tadi,namja kecil yang memiliki lesung pipit yang begitu manis.
“Dejavu?”
“Akumerasa aku pernah mengalami hal ini sebelumnya. Mungkin beberapa belas tahunyang lalu.”
“Mwo?Beberapa belas tahun yang lalu?”
“Hem,appa mengatakan padaku kalau aku pernah jatuh dan kepalaku terbentur danakhirnya aku amnesia. Ingatanku saat aku berumur empat tahun hilang.” Seung Woosedikit cemberut sambil memakan ice creamnya itu.
“Jinjjayeo?Tapi, kau tidak seperti orang yang hilang ingatan.”
“Mungkinkarena aku mengalaminya saat aku berusia empat tahun, dan jadinya aku sedikitterbiasa. Tapi aku merasa masa kecilku sebelum aku hilang ingatan sepertinyamenyenangkan.”
“Oh…….”Siwon manatap tajam pada Seung Woo.
“Kenapakau menatapku seperti hah?” Seung Woo sedikit melototkan matanya kepada Siwon.
“Aishh….Jinjja.”

@Next day in Siwon’s appartement.
Siwon, mengotak-atik smart tvnya itu, iamegecek setiap data yang berada di markas melalui smart tv yang beradaappartementya itu, ia ingin mengetahui selama beberapa hari ia tidak bertugasapakah Sharpshooter Girl itu membuat masalah di markasnya?

“Yak, dia kembali mengacak system jaringanmilik tentara khusus.” Umpat Siwon.

Seperti biasa, ia menemukan surat cinta tapi,apakah pantas di sebut surat cinta? Surat itu berisikan.
“Dua lengan yang telah bergerak, berjalan tanpa sangkepala,menerobos pyramid sang Fira’un mencoba kembali membongkar rahasia sangraja besar yang kembali menjadi rahasia. Selendang sang dewi laut yang terbuaiakan tiupan sang dewa angin, dewa matahari menyembunyikan diri karna patahhati. Bagaikan donat yang tersusun membentuk bak mata sang mata-mata kupersembahkan darah akan kesetiaan.”

“Apa maksud dari surat ini? Apa yang iainginkan?” Tanya Siwon kepada dirinya sendiri. “Dua lengan yang telah bergerak,berjalan tanpa sang kepala, menerobos pyramid sang firaun mencoba kembali membongkarrahasia sang raja besar yang kembalimenjadi rahasia. Selendang sang dewi laut yang terbuai akan tiupan sang dewaangin, dewa matahari menyembunyikan diri karna patah hati. Bagaikan donat yangtersusun membentuk bak mata sang mata-mata ku persembahkan darah akan kesetiaan.”.” Siwon mengulangi kata-kata yangberada di surat itu.

“Dua lengan yang telah bergerak? Apakah yangdimaksud adalah Yesung hyung dan Ryeowook lagi? Apa mereka telah sembuh? Lalu,menerobos pyramid sang firaun. Apa artinya mereka kembali menyamar menerobostempat Sang Bung? Kemudian mencoba kembali membongkar rahasia sang raja besar.Aishh…..”
Siwon segera menyambar ponselnya,“Yeobboseyeo.”

“Ne, Siwon-ah.”

“Appa, apa Yesung hyung dan Ryeowook telahsembuh?”

“Ne, bahkan mereka sedang bertugas.”

“Apa mereka kembali menyelidiki tentangSangBung?”

“Ne, mereka mendapatkan informasi yang lebihkali ini.”

“Gawat appa.”

“Ada apa?” Jendral yang merupakan appa Siwonitu ikut gusar saat mendengar suara panic appanya.

“SharpShooter girl telah mengetahuinya, dan diaakan menghabisi Yesung hyung dan Ryeowook saat mereka
akan kembali dari tugasmereka. Kapan mereka akan kembali?”

“Mereka kembali besok malam, sesuai denganrencana kami akan menjemput mereka di daerah pelabuhan. Karena tempatnya dekatdengan transaksi illegal yang di lakukan oleh Sang Bung.”

“Mwo?” Siwon teringat akan kata-kata di emailitu “bagaikan donat yang tersusun bakmata sang mata-mata.”

“Dia akan menghabisi Yesung hyung dan Ryeowook pada jamdelapan.”

“Jam delapan tapi dimana?” tanya Sang Jendrallagi.

“Selendang sang dewi laut terbuai akan tiupansang dewa angin.” Siwon mengulangi kalimat itu hingga ia mengerti. “Di dekatpantai, ah ani, Sharpshooter girl akan melakukannya di pelabuhan .”

“Baiklah kita kirim tentara kita untukmenyelamatkan perwira Yesung dan Ryeowook. Secepatnya besok pagi.”

“Dewa matahari menyembunyikan diri karna patah hati.” Isi surat itu kembali terngiang di telinga Siwon. “Appa,Sharpshooter girl akan mengincar mereka berdua malam ini.”

“Menuju dermaga perlu waktu yang cukup lama.”

“Jendral siapkan saja para tentara, saya akanke sana untuk menghalangi niatnya itu.”

“Tapi….”

“Ini masalah nyawa sahabat saya jendral. Merekaadalah orang-orang kepercayaang saya.” Siwon menutup telfonnya, dengan segeraia menuju kamarnya, memencet sebuah tombol merah yang tersembunyi di sebuahlukiasan.

Saat tombol itu di tekan, sebuah pintu rahasiaterbuka, terdapat beberapa seragam tentara khusus. Siwon segera menyiapkandirinya, ia ambil baju anti peluru dan rompi. Ia ambil senjata api laras pendekkesayangannya type HS2000 asal Kroasisa. Ia isi dengan peluru, di balikrompinyapun, ia menaruh satu pistol cadangan. Dan beberapa peluru di celanabagian samping.

Tak lupa, ia menggunakan topeng kebanggaannyaitu, topeng yang hampir menyerupai sosok zoro dalam film Hollywood.

Dengan cekatan, Siwon segera masuk dalammobilnya dan menuju ke dermaga. Waktu menunjukkan pukul 8 kurang 15. Siwon,mengendarai mobil sportnya itu, dalam waktu sepuluh menit ia mampu sampaidermaga sedangkan waktu normal, Siwon membutuhkan waktu setengah jam untuk ke dermaga.

Siwon memperhatikan ke selilingya dengan baik,mencoba mengamati apakah ada gerakan dari SharpShooternya itu. 3 menit iamengawasi namun, tak ada yang mencurigakan. Yang ia lihat hanyalah sosok duaorang namja yang sedang berjalan berdua, kedua orang itu adalah Yesung danRyeowook.

Siwon semakin mengawasi sekitarnya, iabersembunyi di balik tong-tong yang ada di dermaga. Tiba-tiba matanya yangbegitu tajam menangkap siluet tubuh yeoja di antara kegelapan. Siwon mencobauntuk mengikuti siluet itu dengan hati-hati.

Benar dugaannya, siluet itu milikSharpShooter Girl, Siwon memperhatikan Shapshooter Girl yang sedang mencobamembidik sasarannya dengan menggunakan senjata laras panjang yang telah di beriperedam suara., dan Siwon bersiap untuk membidik musuhnya itu.

“Kenapa ‘tak menembak?” Siwon terbelalak karenaYeoja yang bertubuh mungil dengan balutan pakaian serba hitam dan juga topeng buluhitam namun, tak dapat menutupi akan kecantikan yeoja penembak itu.

“Neo!”

“Kenapa langkah seorang tentara khusus itumasih sangat berisik di telingaku?” Sharpshooter girl atau Sueng Woo itumenodongkan pistol berlaras pendek kesayangannya itu dengan menggunakan tangankiri karena tangan kanannya memegang senjata laras panjangnya.

“Kau ingin menembakku?” Siwon mulai mendekatmenuju kehadapan pistol itu.
Seung woo tersenyum kecut saatmelihatnya. Dengan segera ia arahkan tendangannya ke perut Siwon, Siwon sedikittersentak karena serangan tiba-tiba itu. Entah kenapa Seung Woo selalumengurungkan niatnya untuk menembak komandan yang membuatnya terhibur itu.

Seung Woo melepaskan senapan laraspanjangnya, Ia memukul pelipis Siwon, Siwon mencoba mengelak namun terlambat.Namun, dengan sigap pula Siwon menyerang balik Seung Woo.

“Kau sangat hebat nona.”

“Kau juga, dan kau semakinmembuatku jatuh cinta.”

“Heh, kau belum tahu seberapatampannya diriku.” Mereka berdua saling berputar mencari celah.

“Kurasa kau sangat tampan.” KataSuengWoo yang kembali menyerang Siwon dengan tendangan arah ulu hati namun,berhasil di tangkis Siwon, Seung Woo mengarahkan kakinya yang lain ke arahrusuknya dan bingo.

“Cukup agresif nona.”

“Terimakasih.”

“Tapi sayangnya, aku lebih agresifdarimu nona.” Siwon mulai menyerang Seung Woo. Ia arahkan pukulannya namun ditangkis.

“Aish,, sial.” Umpat Seung Woo saattelinganya yang super tajam itu menangkap langkah beberapa tentara khusus yangmungkin jumlahnya puluhan.

Seung Woo hendak melarikan diri,karena dia tidak akan mungkin menang melawan Siwon dengan perwiranya itu.Namun, Krep. Siwon mengenai baju kebesaran Sharshooter Girl yang akan pergi itu,lengan bagian kanan atas sobek dan menampakkan sebuah tanda kelahiran yangsangat dikenal Siwon.

“Hyunmie….” guman Siwon namun,Seung Woo keburu pergi karena tentara yang mengejarnya begitu banyak.
Siwon masih terpaku dengan apa yangia lihat, tanda kelahiran yang sama dengan kekasih kecilnya itu. Tanda yangberupa tahi lalat berbentuk bintang di lengan kanan bagian atas. Tanda lahiryang ia lihat sejak sang pemilik terlahir ke dunia hanya untuknya.

“Lapor! The SharpShooter Girl telahmelarikan diri dengan menceburkan dirinya ke laut dan pergi entah kemana. Kamitidak bisa melacaknya.” Kata salah satu perwira yang mengejar SeungWoo hinggake arah laut namun, tak bisa menangkap Seung Woo yang sangat lihai dalam urusanini bahkan melebihi tentara khusus mereka. Karena Seung Woo memang special.

Siwon segera meninggalkan tempatitu, ia berlari menuju ke sebuah tempat. Siwon tiba di sebuah rumah yang terbuatdari kayu yang berukuran kecil yang terdapat di sebuah pinggiran desa. Rumahitu hanya berukuran 4X5 meter. Siwon masuk ke rumah itu, kemudian menekan salahsatu paku yang hampir sama dengan paku-paku yang ada di dinding kayu rumah itu.

Lalu muncullah sebuah pintu rahasiayang terbuat dari besi baja yang sangat tebal dan juga kuat, di samping pintuitu terdapat beberapa tombol dan penindai sidik jari dan pupil mata.

Siwon memasukkan beberapa kode yangmerupakan identitasnya dalam anggota tentara khusus, kemudian ia taruh ibujarinya itu ke penindai sidik jari kemudian pupilnya.

Pintunya terbuka secara otomatissetelah semuanya cocok dengan data yang ada. Siwon berjalan di lorong-lorongyang bernuansa putih perak itu, melewati dan berpapasan dengan beberapa perwirayang memberinya hormat namun ia terlalu sibuk dengan isi kepalanya saat ini.

“Jendral!” Ucap Siwon setelah iaberada di dalam sebuah ruangan dan di hadapannya ada seorang pria paruh bayayang mirip dengannya.

“Wonnie kau sedang libur darijabatanmu jadi jangan panggil appamu ini seperti itu.” Pria paruh baya itutersenyum kepada putra semata wayangnya itu.

“Appa, aku menemukan uri Hyunmie.”Mata Siwon hampir mengeluarkan sebuah air bening yang hampir 15 tahun ‘tak iatunjukkan demi kekasih kecilnya yang menghilang itu.

“Mwo?” Pria paruh baya itu terlihatsedikit serius saat mendengar nama Hyunmie keluar dari bibir putra yang mampumenggoda setiap gadis yang melihatnya. “Hyunmie eogiga?”

“Aku belum tahu appa. Tapi yangjelas, Sang Bung membesarkan Hyunmie dengan baik.” Siwon menerawang salah satusudut ruang itu.

“Nde?” Dae Wook Nampak berpikirdengan ucapan putranya yang gagah itu. “Jadi, dugaanku selama ini benar?”
“Ye.” Jawab Siwon singkatan. “Tadiaku bertemu dengan SharpShooter Girl saat ia akan menyerang Yesung hyung danRyeowook. Kami sempat berkelahi namun, saat ia mendengar langkah kaki paratentara khusus itu ia langsung lari, aku berhasil menahan lengannya tapi tanpasengaja lengan baju kanannya sobek.”

“Apa tanda lahir itu…..”

“Ye, aku melihat tanda lahirberbentuk bintang di lengan kanan bagian atas pada The SharShooter Girl. Samapersis dengan yang dimilikki Hyunmie.”

“Apa kau ‘tak salah lihat?”

“Tak mungkin aku salah, aku takmungkin salah dalam mengenali tanda lahir yeoja yang terlahir sebagai takdirkuappa. Di tambak kemampuannya dan gayanya menembak memang mirip dengan Hyunmie.”Ucap Siwon dengan tatapan penuh keyakinan pada appanya. “Dan, SharpShooter Girlselalu dapat mengacak system keamanan jaringan yang aku buat, dia juga bisamenebak jalan pikiranku terlebih saat kami berkelahi. Hanya Hyunmie yang dapatmelakukan itu padaku. Hanya Hyunmie yang mampu menyamai kemampuanku.”

“Lalu setelah ini apa rencanamu?”Tanya Dae Wook.

“Entahlah, tapi yang jelas aku akanmenemukan Hyunmie terlebih dahulu.” Kata Siwon.

“Apa kau perlu bantuan?”

“Ani, kalau ada perwira yang lainberkeliaran di kampus mungkin akan mudah Hyunmie mengetahuinya apalagi saat iniHyunmie berada di pihak Sang Bung.”

“Ne baiklah, dan hati-hatilah.Hyunmie adalah kekuatanmu dan juga kelemahanmu.”

“Algessimnida.” Siwon segera pergidari ruangan appanya itu yang sekaligus Jendral besar yang merupakan atasannyaitu.

@Next Day in Seuol University.
“Ahjussi apa yang kau pikirkanhah?” Seung Woo melambaikan tangannya di depan muka chingu barunya yang sedangnampak murung di meja kantin kampus itu.

“Ya, kenapa kau selalu memanggilkudengan ahjussi?” Namja itu sepertinya sedikit tersinggung saat ia di panggildengan sebutan ahjussi oleh yeoja yang berada di hadapannya itu.

“Eoh, Seung Woo-ya kenapa kauselalu memanggil Siwon dengan ahjussi?” Tanya yeoja yang cukup manis dengankacamata yang bertangger di hidungnya dan juga rambut ikalnya yang di kucir duake depan.

“Ya, AeRin-ah kenapa kau membelaSiwon?” Tanya Seung Woo kepada sahabat baiknya yang duduk di sampingnya itu.“Eoh, gurae, kau menyukai ahjussi ini?” Goda Seung Woo sambil menunjuk Siwonyang duduk dihadapannya.

“Seung Woo-ya, mana mungkin akumenyukai Siwon-ssi? Sedangkan sebentar lagi aku akan bertunangan denga JongHyunoppa.” AeRin sedikit tersipu saat ia menyebut nama namja yang tengah memenuhihatinya saat ini. Ah ani, saat ia menyebut nama namja yang memenuh hatinya saatini dan seterusnya hingga maut menjemput.

“Kau akan bertunangan? Chukkae.”SeungWoo tampak sangat senang saat mendengar kabar itu. “Yak, Siwon-ssi kenapakau tidak memberi ucapan selamat kepada sahabatmu hah?” Bentak Seung Woo kepadaSiwon yang masih sedikit murung di tempatnya.

“Chukka AeRin-ssi.” Ucap Siwondengan lesu.

“Siwon-ssi apa ada masalah?” TanyaAeRin kepada Siwon yang kali ini membenamkan kepalanya di lengannya yangbersedeku di meja.

“Aku sedang mencari seseorang.”Jawab Siwon tanpa menegakkan kepalanya yang berada di dalam lipatan lengannya.

“Mencari seseorang?” Seung Woo nampaksedikit penasaran dengan jawaban Siwon.

“Hem.” Siwon hanya berdeham untukmenjawab pertanyaan Seung Woo.

“Yeoja atau namja?” Tanya AeRinyang juga penasaran.

“Yeoja.” Jawab Siwon singkat masihdengan posisinya.

“Jah, lelaki sama saja.” Seung Woosedikit ‘tak suka saat mendengar jawaban Siwon.

“Seperti apa dia? Mungkin kami bisamambantu mencarinya untukmu.” Kata AeRin yang ‘tak menyadari perubahan wajahSeung Woo.

“Masalahnya aku ‘tak tahu diaseperti apa.” Kali ini Siwon menegakkan kepalanya.

“MWO? APA KAU SUDAH GILA HAH?mencari seseorang tanpa tahu orangnya?” Seung Woo melotot pada Siwon.

“SUDAH LIMA BELAS TAHUN AKU TIDAKMELIHATNYA. BAGAIMANA KABARNYA? BAGAIMANA DIA SEKARANG? DAN APAKAH IA HIDUPDENGAN BAIK ATAU TIDAK. BAGAIMANA SENYUMNYA MASIHKAH SAMA ATAU TIDAK DENGANYANG DULU? AKU TIDAK TAHU.” Bentak Siwon pada Seung Woo. “Yang aku tahuhanyalah dia di bawa pergi oleh seorang pembunuh.” Suara Siwon melunak saatkalimat itu meluncur dari bibirnya, kemudian ia menenggelamkan kepalanya dilengannya yang ia lipat di meja.

“Dibawa seorang pembunuh?” UcapaSeung Woo dan AeRin bersamaan.

“Ne.”

“Kalau begitu. Mungkin saja iasudah meninggal.” Kata Seung Woo dengan polosnya.

“Tidak. Ia masih hidup, karenayoeja kecilku itu adalah harta yang paling barharga untuk di manfaatkan sangpembunuh itu.” kata Siwon dengan menegakkan kepalanya dan menatap sebuah bungalily berwarna pink yang tumbuh di taman depan kantin itu.

“Yeoja kecilku?” Seung Woomengulang perkataan Siwon yang sepertinya ‘tak asing di telinganya itu.

“Hem, dia adalah cinta pertamaku,saat ia lahir aku berusia lima tahun, saat aku melihatnya dengan kulitnya yangmasih merah, aku yakin dia terlahir untuk menjadi takdirku.”

“Mwo?” Seung Woo sedikit terkejutdengan ucapan Siwon yang ‘tak masuk akal bahwa namja berusia lima tahun dapatberpikir seperti itu.

“Eoh, manis sekali.” AeRin sedikitterpesona dengan cerita Siwon.

“Dia sangat manis dengan senyumandan tubuh mungilnya, ia memiliki hati yang lembut. Namun….”

“Namun apa?” Seung Woo menjadipenasaran dengan cerita Siwon tentang yeojanya itu.

“Suatu hari, ada segerombolanpembunuh yang menerobos masuk ke rumah yeoja kecilku itu, mereka mebunuhkeluarga yeoja kecilku itu dan kemudian membawa yeoja kecilku yang manis itu.”Siwon menerawang, di matanya terbayang senyuman manis Hyunmie yang manampakkanlesung pipitnya yang manis menurun dari appanya, Park Jung Soo.

Seung Woo mengeryitkan dahinya, dipelupuk matanya ia merasa melihat film yang diputar. Ia melihat darah yangbegitu banyak menodahi sebuah tembok yang begitu putih.

“Seung Woo-ya gwenchana?” TanyaAeRin saat melihat perubahan mimik wajah Seung Woo.

“Nan gwenchana-yeo.” Jawab SuengWoo agar sahabatnya itu ‘tak begitu khawatir.

“Wajahmu nampak sedikit pucat.”Kata Siwon yang sedikt khawatir.

“Apa perlu kuantar pulang?”TanyaAeRin.

“Ani, bukankah kau ada janji denganJonghyun-ssi untuk mengunjungi halmoninya di Mokpo?”

“Ne, tapi kau…”

“Jangan khawatirkan aku. Lagian,aku masih ada urusan, aku harus berbelanja untuk keperluanku bulan ini.”

“Tapi Seung Woo-ya…”

“Eoh, jam berapa sekarang? Jah kauhampir terlambat untuk kencanmu dengan JongHyun-ssi.”

“Seung Woo-ya…” AeRin sedikit beratmeninggalkan SeungWoo.

“Jahk pergilah, ada Siwon yangmenemani ku.” Kata Seung Woo. Kemudian dia menginjak kaki Siwon.

“Oh, ne aku akan menjaganya.” KataSiwon sambil menahan perih di kakinya karena terkena heel yang dikenakan SeungWoo. Walau heelsnya tidak terlalu tinggi hanya berkisar 3 cm saja namun tetapsaja itu heel, rasanya menyakitkan.

“Siwon-ssi tolong jaga Seung Woo.”

“Ne.”

AeRin meninggalkan Seung Woo dengansetengah berlari karena ia sedikit terlambat dengan janjinya kepada namjanyaitu.

“Jah, kajja!” kata Seung Woo sambilberdiri dari tempat duduknya setelah sahabatnya itu lenyap dari pandanganya.

“Edisseo?” Siwon sedikit bingungdengan ajakkan Seung Woo.

“Antarkan aku pulang, namun kita kesupermarket dulu, bahan makannan di rumahku habis.” Kata Seung Woo.

“Kenapa aku harus mengantarmu?”Siwon melotot pada Seung Woo.

“Kau sudah berjanji kepada AeRinuntuk menjagaku harini. Lagian aku juga aku tidak membawa mobil.”

“Ck, kau tak pernah membawa mobilmuitu.” Cibir Siwon.

“Palli, aku lapar dan aku inginmemasak.”

“Ck.” Siwon memandang kesal padaSeung Woo.

“Ahjussi, kenapa kau lambansekali?” Gerutu Seung Woo.

“YAK! DASAR AHJUMMA CEREWET!”Gerutu Siwon saat berjalan di belakang Seung Woo.

“Aish, apa yang kau katakan tadi?”Sueng Woo melotot pada Siwon.

“Palli! Kalau kau lamban akan kutinggal kau!” Siwon sedikit berlari mendahuli Seung Woo.

“Dasar!” Sueng Woo mengejar Siwon.

“Jangan tarik bajuku seperti itudasar ahjumma cerewet.” Kata Siwon saat Seung Woo menarik bajunya.

“Dasar ahjussi mesum.” Kata SeungWoo.

Mereka berjalan menuju parkirandengan candaan, mereka ‘tak menyadari satu sama lain. Mereka adalah musuhnamun, mereka juga takdir yang memang harus menyatu.

@Super Market.
Siwon berjalan mendorong trolerbersama Hyunmie, memilih bahan makanan yang mereka sukai. Hyunmie, mengambilpaprika merah ke dalam trolernya.

“Kau menyukai paprika merah?” TanyaSiwon saat Seung Woo mengambil paprika merah ke dalam troler mereka.

“Ne, tapi sebenarnya aku ‘tak sukadengan rasanya.”

“Lalu kenapa kau mengambilpaprika?”

“Entahlah, saat aku melihat paprikamerah, aku merasa ada wajah seseorang yang tersenyum di dalam paprika ini danpaprika ini seolah berkata ‘jah makan aku!!!!!.” Kata Seung Woo sambilmengamati paprika merah yang berada di trolernya itu.

“Wajah seseorang yang tersenyum didalam paprika?” Guman Siwon dalam hati. Kemudian roll film tentang Hyunmie saatberusia tiga setengah tahun muncul di pelupuk matanya.
Flashback on.

“Hiks hiks hiks.” Seorang yeoja kecil meangis di kolong mejamakan.

“Hyunmie-ya gwenchana?” Tanya seorang namja kecil yangmelihat ke bawah kolong meja makan itu.

“Wonnie oppa, eomma memaksaku makan sayuran. Aku tidak sukamakan sayuran terlebih aku tidak suka paprika merah.” Yeoja kecil yang bernamaHyunmie itu menenggelamkan wajahnya pada lututnya yang di tekuk itu.

“Kenapa kau tidak suka dengan paprika merah?” Kali ini namjakecil yang bernama Siwon itu ikut masuk ke kolong meja.

“Paprika merah itu jahat oppa.”

“Nde? Kenapa begitu?”

“Aku juga tidak tahu, aku merasa paprika itu selalu menatapkudengan penuh kemarahan.” Hyunmie kembali terisak dengan menatap Siwon.

“Jah, kajja kita keluar!” ajak Siwon.

“Andwae oppa, kalau aku keluar aku akan di makan mereka.”

“Ya, kalau begitu tunggu di sini!” Siwon keluar entah kemana.Kemudian kembali kepada Hyunmie sambil membawa sesuatu di tangannya yang iasembunyikan di balik punggungnya.

“Apa kau takut dengan ini?” Tanya Siwon sambil mengeluarkanpaprika merah.

“Kyyyaaa……” Hyunmie menyembunyikan wajahnya.

“Jah, lihatlah sekarang!”

“Andwae! Paprika itu sangat menyeramkan.”

“Cobalah, kan ada oppa!” bujuk Siwon.

Hyunmie perlahan menegakkan kepalanya menatap paprika itu.“Nde?” Hyunmie sedikit terbengong saat melihat paprika itu.

“Kalau beginikan, dia ‘tak akan menatapmu dengan marah.” KataSiwon sambil menunjukkan paprika yang ia beri gambar wajah tersenyum, “Jah,hyunmie-ya ayo makan aku!!!!” kata Siwon dengan nada yang imut.
Hyunmie tersenyum melihat paprika itu, semenjak itu Hyunmie ‘taktakut lagi dengan paprika merah.
Flashback off.

“Ya, kau melamun lagi!” kata SeungWoo menyadarkan Siwon dari lamunannya.

“Eoh.”

“Memikirkan yeoja kecilmu lagihah?”

“Hem.” Siwon tersenyum kaku.

“Jah, kita ke kasir!” kata SuengWoo sambil mendorong trolernya bersama Siwon.

“Memang sudah semua?” Tanya Siwonsambil melihat bahan makanan yang berada di troler.

“Hem, aku tinggal sendirian jadiaku hanya beli bahan makanan sedikit takut busuk di lemari es.”

“Eoh.”

“Kajja!” Mereka berdua berjalanmenuju kasir.

Mereka mengantri di kasir yangkebetulan saat itu sedang antri panjang, tiba-tiba saja
‘Dor dor dor’ suara beberapatembakan terdengar di supermarket itu. “Tiarap!!!” kata beberapa namjabertopeng dan bersenjata itu. Reflek semua pengunjung tiarap tanpa terkecualitemasuk Seung Woo dan Siwon.

“Kau, masukkan semua uangnya disini!” kata penjahat pertama kepada tukang kasir dan memberikannya karung.

“Eoh, kalungmu bagus juga halmonietua.” Kata penjahat kedua saat melihat kalung seorang halmoeni di hadapannyayang sedang tiarap.

“Andwae, ini pemberian mendiangsuamiku.” Kata Halmoeni itu mempertahankan kalungnya walau tubuhnya gemetarketakutan.

“Brengsek!” Umpat Seung Woo saatmelihat penjahat ke2 itu tetap memaksa merebut kalung halmoen itu.

“Ya, lepaskan halmoeni itu!” kataSeung Woo menghampiri penjahat ke2 itu.

“Nona. Apa kau cari mati hah?” kataPenjahat ke3.

“Kalian yang cari mati. Ku rasapolisi sudah mengepung tempat ini.” kata Seung Woo sambil menolong halmoeni ituberdiri dan menyuruhnya untuk pergi menjauh.

“Eoh nona kau cukup manis juga.”Kata penjahat ke2 sambil memegang dagu Seung Woo mengangkatnya sedikit untukmelihat wajah Seung Woo lebih dekat.

“Auwww…” teriak penjahat ke2 saattangannya di pelintir oleh Seung Woo.

“Eoh?” Penjahat ke3 yang kagetsegera menodongkan pistolnya kepada Seung Woo. Seung Woo menyampar tanganpenjahat ke3 itu dengan kaki kanannya, membuat pistol itu melayang.

“Siwon-ssi!!!!!” teriak Seung Woo.

Siwon segera menangkap pistol itu,dan memukul penjahat pertama yang dekat dengannya itu yang telah siap akanmenembaknya karena menangkap pistol itu.

Siwon melawan penjahat pertama ituyang memiliki kemampuan bertarung cukup bagus dibandingkan penjahat ke2 danke3. Sedangkan Seung Woo masih sibuk dengan penjahat ke2 dan ke3, namunsepertinya mereka bukan apa-apa bagi Seung Woo dan Siwon.

Dan akhirnya polisi berhasilmenangkap para penjahat itu yang telah lumpuh di lokasi penangkapan.

@Mobil

“YAKKK! TADI ITU KAU KIRA APA HAH?”Bentak Siwon kepada Seung Woo yang masih diam di kursi samping sopir.“Bagaimana kalau terjadi apa-apa? Mereka bersenjata.”

“Kan ada kau.” Seung Woo nyengir.“Lagian, juga tidak terjadi apa-apa.” Seung Woo menggaruk-garuk tengkuknya.

“Yak!!!” umpat Siwon sambil memukulstir yang sedang ia kemudikan itu.
Mereka diam, suasana heningmenghiasi mobil itu. “Kalau dilihat dari kejadian tadi, tampaknya kau jagodalam berkelahi.”

“Aku bisa berkelahi. Walau hanyasedikit.”

“Tapi kenapa waktu itu kau tidakmelawan mereka?” Tanya Siwon yang masih fokuf kepada kemudinya.

“Itu keadaannya beda. Itu karenadia memperebutkan namja sedangkan inikan masalah nyawa. Kalau aku berkelahihanya karena namja bukankah itu memalukan?”

“Tapi saat itu kau hampir mati.”

“Kalau kau tidak muncul mungkinsaat iu aku akan berusaha untuk melawannya.”

“Huft” Siwon menghela nafas.

“Aigooo…” Seung Woo membelalakkanmatanya.

“Apa ada yang terluka?” tanya Siwonsedikit khawatir.

Tbc….
Note : Gimana chapter ke dua ini? semoga kaliansuka ne! oh ya, coment yang banyak ya dan beritahu kekuaranganku agarrr akumenjadi lebih baik lagi. eoh, kalau yang ngelike dan comentnya banyak, aku akanmengepostn chapter selanjutnya. Jujur, author paling suka pas, adeganendingnya. Karena untuk mendapat tuch ending, author harus bakar menyan kataeyang subur.(bwat ngusir nyamuk Hehehe ^^). Sampai ketemu di chapterselanjutnya. ^^

Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. cinchan

     /  Juni 19, 2015

    Eonni, aku bisa lihat koment dari pembaca😦

    Balas
  2. cinchan

     /  Juni 19, 2015

    Jangan2 gak ada yang koment :O

    Balas
  3. KyuRa

     /  Juni 24, 2015

    Won jelekkk.
    Jgn macem” luu.. luu itu udh punya istri dan itu gua >.<
    Aigooo enak yehh jdi hyunmie bsa di traktir makan di restoran trkenal ama won hahahaah
    #very nice thor-nim !

    Balas
  4. KyuRa

     /  Juni 24, 2015

    Ahh kelupaann.. masih ad bberapa typo authornim hehehehe
    #maaf klo nyinggung

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: