FF TITIPAN//The Sharpshooter Girl// part 1

Title : The Sharpshooter Girl part 1

Author : PyuchanChinchan

Genre : Action, Romance.

Rating : ?

Page : 1 of ?.

Cast :

Park Hyunmie as Shin Seung Woo

Choi Siwon

Shin Sang Bung

Joon Myun + Joon Myung

Park Jung Soo

Choi Dae Wook a.k.a Siwon appa.

Note : Hai hai? Masih ingat dengan author Pyuchan gak? Oh ya nama penaku Pyuchan namun aku lebih suka di panggil Chinchan yang mungkin karena aku penggemar dari Sinchan. FF ini, adalah request dari temen kuliahku, dia selalu membaca ff yang aku tag ke dia. Katanya ia ingin ff yang action. Jadilah aku buat ini. ff ini juga agak terinspirasi oleh serial ‘City Hunter’ namun, ini murni pemikiranku sendiri. bila ada yang sama may be just fortunately. Selamat menikmati. ^^

Story Beginning.

9 maret 1996.

Dor dor dor, suara tembakkan membahana di sebuah rumah mewah milik keluarga Park. Tuan Park yang bernama lengkap Park Jung Soo merupakan tentara khusus Korea Selatan yang menangani mafia ternama, mafia yang memberontak atas pemerintahan dan mengacaukan system pemerintah. Kini ia tengah memperjuangkan hidupnya dan keluarganya dari serangan mafia yang menjadi incarannya setahun ini.
Dor!!! Sebuah peluru menembus punggungnya,tubuhnya terkulai bersimbah darah. Ia menatap kaki mungil yang tersembunyi di balik meja. Ya, kaki yeoja kecil yang merupakan putri satu-satunya. Di sisi kanannya, ia melihat tubuh istrinya yang sama dengannya saat ini.
Di sekelilingnya para pengawalnyapun telah bersimbah darah. Yang ia harapkan hanyalah putrinya selamat.

“Hyunmie-ya, larilah!” Guman Park Jong Soo dalam hati. Ia terlalu takut jika orang-orang itu menyadari bahwa putrinya bersembunyi dan akan membunuhnya.
Yeoja kecil itu, menggigil ketakutan melihat appa dan eommanya bersimbah darah. Umurnya baru menginjak 4 tahun. Namun, otak cerdas yang di wariskan oleh gen appanya itu mampu membuatnya mengerti akan situasi ini. Situasi akan pembantaian besar-besaran di rumah yang penuh cinta itu.
Ia benar-benar ketakutan mengingat ada 15 namja bertopeng dan berbadan tegap menerobos rumahnya, dengan sigap ia bersembunyi layaknya tentara sesuai dengan ajaran appanya itu. Tiba-tiba, ia menemukan sebuah pistol berserakan di kakinya. Ia raih pistol itu, ia amati sebentar kemudian ingatan 3 bulan yang lalu saat appanya mengajarkannya menembak sasaran terlintas di kepalanya, bayangan saat ia mampu menembak seekor burung.

Dengan mantap Hyunmie, yeoja kecil yang berusia empat tahun itu keluar dari persembunyiannya. Ekor matanya menangkap bayangan appanya yang telah menutup mata untuk terakhir kalinya. Jari mungilnya menarik pelatuk pada pistol yang ia genggam dengan kedua tangannya yang mungil itu.
Ia menembak punggung namja bertopeng yang sedang tertawa terbahak-bahak membelakanginya. Dor, dor, dor, 7 peluru yang tersisa di pistol itu, Hyunmie keluarkan dengan tidak percuma. Semuanya mengenai tepat di jantung namja-namja itu.
Saat kedelapan namja yang lain mengetahui bahwa rekannya telah tertembak oleh seorang yeoja yang berumur empat tahun, mereka menghampiri Hyunmie. Dengan sigap Hyunmie mengganti peluru pistol itu dengan peluru yang telah ia siapkan di kaos kakinya. Dor,dor, dor!!! 7 peluru dapat ia loloskan lagi dari moncong pistol itu.
Namun, saat ia akan menembak satu namja lagi, ia keburu ‘tak sadarkan diri karena bagaimanapun ia masih kecil yang tenaganya ‘tak sebanding dengan para namja dewasa itu.
Sedangkan namja yang yang masih tersisa segera menangkap tubuh mungil Hyunmie, ternyata ia adalah pemimpin komplotan para penjahat itu.

Namja itu melepaskan topengnya itu sembari berkata. “Jung Soo, ternyata kau memiliki seorang putri yang luar biasa. Ternyata kau ‘tak hanya menyusahkanku, terimakasih telah mewariskan putrimu satu-satunya ini kepadaku.” Seringainya kemudian membawa Hyunmie pergi dari rumah mewah berwarna putih yang telah ternoda dengan merahnya darah sang pemilik rumah.
Dua jam berselang, rumah putih yang telah ternoda darah itu kini telah ramai. Suara sirine meraung-raung di sana-sini. Seorang namja bertubuh tegap dan gagah yang menggunakan seragam tentara yang berpangkatkan mayor, ia memandang tubuh Park Jung Soo, Letnannya itu sekaligus rekannya dalam memberantas mafia.

“Appa, Hyunmie tidak ada di antara mereka. Hyunmie odika? Appa?” Seorang namja kecil yang mungkin usianya 9 tahun menarik ujung seragam yang dikenakan namja yang berpangkat komandan itu.

“Siwonnie, tenanglah! Perwira appa sedang memeriksanya.” Ucap komandan itu menenangkan putra semata wayangnya itu.

“Lapor Komandan Choi, kami menemukan cctv yang merekam semua kejadian ini. Peristiwa ini disebabkan oleh 15 orang laki-laki bertopeng yang menerobos masuk dan membabi buta. Mereka juga membunuh Letnan Park Jung Soo dan istrinya.”

“Siapa dalang semua ini?” Tanya Komandan Choi yang bernama lengkap Choi Dae Wook itu.

“Menurut video yang ada, dalang semua ini adalah Shin Sang Bung, target razia kita selama satu tahun ini pak.” Jawab perwira itu.

“Dimana Hyunmie? Apa namja itu membawa Hyunmie?” Tanya Siwon begitu khawatir.

“Menurut video, Shin Sang Bung membawa noona Hyunmie, saat noona Hyunmie pingsan setelah menembak ke 14 penjahat ini pak.” Kata perwira yang merupakan bawahan Dae Wook itu sambil melihat 14 mayat penjahat itu.

“Kenapa penjahat itu membawa Hyunmie? Apa salah Hyunmie?” Namja kecil itu mula menangisi temannya yang malang itu.

Sedangkan Dae Wook mencoba berpikir apa rencana Sang Bung dengan membawa Hyunmie pergi bersamanya? “Apa yang akan ia rencanakan? Kenapa dia membawa Hyunmie pergi dengannya? Bukankah ia sangat membenci anak-anak?” gumannya dalam hati. “Tunggu, bukankah tadi perwira itu mengatakan bahwa, Hyunmie menembak ke 14 penjahat itu? Iya Hyunmie memang penembak jitu, sangat jitu malah di usianya yang masih sekecil ini. Apa jangan-jangan Sang Bung akan menjadikannya anak asuhnya? Menjadikan Hyunmie sebagai anak buahnya?” Dae Wook segera menatap perwira yang melapor padanya itu.

“Cepat lakukan tindakan untuk mencari Hyunmie, tutup semua akses keluar negeri. Periksa siapa saja yang akan pergi meninggalkan kota!” kata Dae Wook dengan tegas. “INI KEADAAN DARURAT.”
@Sebuah Gudang Bawah Tanah (Unknown)
Sang Bung membawa Hyunmie ke tempat persembunyiannya, ia pasang beberapa alat yang biasa ia gunakan kepada para anak buahnya untuk setia kepadanya.
Setelah ia memasang semuanya dengan benar, kemudian ia nyalakan mesin yang berbentuk seperti mainan anak kecil itu. Tubuh mungil Hyunmie bergetar karena pengaruh dari alat itu, bagian alat itu yang dipasang di kepala Hyunmie mengeluarkan asap. Lima menit kemudian, Sang Bung mematikan alat itu.
Ia lepas semua peralatan yang berada di tubuh Hyunmie, lima menit kemudian, Hyunmie membuka matanya, melihat sekelilingnya mencoba untuk mengenali tempat itu.

“Nan odika?” Guman Hyunmie sambil memijit kepalanya yang sedikit pusing.

“Kau di tempat yang aman bersama appa.” Kata Sang Bung sambil memegang dadanya, mengisyaratkan kepada Hyunmie bahwa ia adalah appanya.

“Neo? Nuguya?”

“Aku adalah appamu! Dan Kau adalah Shin Seung Woo.”

“Shin Seung Woo?”

“Iya, apa memberikanmu nama Seung Woo yang berarti gadis pemanah.”

“Gadis pemanah?” Hyunmie masih bingung.

“Mungkin kau tidak bisa memanah, tapi kau sangat mahir dalam menembak.” Kata Sang Bung sambil tersenyum.

“Lalu kepalaku?”

“Kau terjatuh dan kepalamu terbentur makannya kau sedikit pusing. Kata Dokter kau akan mengalami amnesia, dan butuh waktu lama untuk mengembalikan ingatanmu. Kau saja pingsan sejak beberapa hari yang lalu.”

“Jinjja?”

“Ne, sekarang kita istirahat lalu kita bersiap-siap untuk pergi.”

“Pergi? Eodisseo?”

“Ketempat yang lebih aman. Sekarang ini banyak sekali yang sedang mengincar kita. Jangan banyak bertanya! Turuti saja perkataan appa. Arraseo!”

“Hem.” Hyunmie mengangguk. Yang ia tahu saat ini adalah namja yang berada di hadapannya itu appanya. Dan ingatan bahwa appa dan eommanya yang telah terbunuh secara tragis telah hilang dari memory Hyunmie. Seperti flashdisk yang baru saja di format, kini otak Hyunmie mulai merekam dari nol.
Alat yang di pasangkan ke Hyunmie tadi adalah, alat pencuci otak. Alat temuan Sang Bung yang patut diacungi jempol. Alat yang begitu sederhana, namun mampu mencuci otak manusia untuk bertahun-tahun dan bahkan ingatan mereka akan sulit kembali.
Sedangkan di luar sana, mobil polisi dan tentara semuanya di kerahkan untuk mencari Hyunmie. Mereka khawatir bahwa putri satu-satunya dari Letnan kesayangan korea selatan itu akan menjadi senjata pembunuh Sang Bung dalam memberontak pemerintahan.
Dalam sekejap seluruh akses untuk pergi keluar kota dan keluar negeripun di tutup oleh para tentara khusus. Kabar tentang Sang Bung yang membawa Hyunmie pergi bersamanya telah tersebar, terlebih lagi diketahui bahwa Hyunmie memiliki kemampuan yang sama dengan appanya bahkan kemampuannya lebih hebat dari appanya yang merupakan tentara khusus terbaik di korea selatan. Terlebih kemampuan Hyunmie dalam menembak.

@ 15 Years latter.

“Seung Woo-ya.” Panggil seorang lelaki paruh baya yang sebagian rambutnya telah memutih namun, badannya tetap tegap dan di celana bagian kirinya terdapat sebuah pistol jenis SIG P250 yang berasal dari Jerman. Dia adalah Sang Bung.

“Ne appa?” Jawab yeoja itu dengan senyuman yang manis dan menunjukkan lesung pipitnya. Yeoja mungil nan manis dengan rambut yang hitam nan halus terikat seperti ekor kuda.

“Lihatlah ini!” Katanya sambil menunjukkan sebuah artikel Koran. Di depannya terdapat berita utama yang tercetak begitu besar.

“Bukankah kerjaku bagus appa?” Tanya yeoja itu sambil mengambil Koran yang bertuliskan ‘The Sharpshooter Girl Kembali Menjalankan Aksinya dalam Membunuh Tentara Khusus.’

“Kenapa kau meninggalkan mawar itu?”

“Appa, tidak seru kalau hanya membunuh mereka dan meninggalkan para mayat itu tanpa jejak. Anggap saha mawar itu sebagai persemabahan terakhirku. Setidaknya aku bisa bermain dengan komandan mereka yang menarik itu appa.” Gadis itu menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan remang-remang itu.

“Kau tahu? Itu akan sangat membahayakan bagi anggota kita yang lain jika kau tertangkap. Terlebih kau selalu memberikan para tentara itu, sebuah peringatan sebelum kau membunuh mereka.”

“Appa tenanglah! Aku inikan anak appa yang paling hebat dalam hal ini.”

“Ne appa tahu, dan lihatlah ini!” kata Sang Bung sambil memberikan amplop coklat ke meja yang berada di hadapan SeungWoon.

“Kim Ryeowook dan Kim Yesung.” Seung Woo membuka amplop itu dan membaca isinya yang ternyata adalah sebuah biodata dua orang namja dan juga foto mereka.”

“Mereka tentara khusus yang menyelidiki kelompok kita. Dan mereka berhasil membawa barang bukti dan informasi yang cukup penting kelompok kita.”

“Apa aku perlu menghabisi mereka?”

“Ani, kau hanya perlu merebut data-data dan informasi itu. Tapi kalau perlu dihabis yang habisilah!”

“Arraseo!” Jawab Seung Woo dengan santainya.

“Apa kau akan melakukan seperti biasanya?” Tanya Sang Bung.

“Hem!” Seung Woo mengangguk dengan mantap.

“Kau yakin? Mereka berdua adalah anak buah kesayangan komandan Choi. Dan appa pastikan komandannya tidak akan tinggal diam saat kau mengirimkan surat peringatan kepada mereka”

“Komandan Choi akan turun langsung? Itu akan mengasyikkan appa. Kurasa hanya dia komandan yang hebat, hanya dia yang mampu membuatku tertarik untuk bermain dengannya.” Hyunmie mengeluarkan smirk evilnya.

“Lakukan tugasmu dua hari lagi saat mereka akan menemui komandan mereka.”

“Hem, arasseo. Malam ini aku akan membobol system jaringan mereka dan memberikan mereka surat cintaku.”

“Lakukan sesukamu asal kau hati-hati!” kata Seung Bung kepada anak asuhnya itu. “Jah! Pulanglah ke appartementmu!”

“Shirreo appa. Aku ingin tidur di sini!”Rengek Seung Bung.

“Andwae, di sini terlalu bahaya untuk mu!” Cegah lelaki paruh baya itu.

“Kalau appa dan yang lainnya dalam bahaya, kenapa aku tidak boleh menemani kalian?”

“Di sini namja semua, hanya kau yang yeoja.”

“Ani, ada Lee ahjumma.” Seung Woo mempoutkan bibirnya yang mungil itu.

“Itu sangat berbeda Seung Woo-ya! Lee ahjuma bertugas untuk memasak untuk kami.”

“Aku juga bisa memasak dan…”

“SangWoo-ya, kalau kau tidak menurut dengan appa, appa tidak akan lagi mengijinkanmu ikut dalam misi appa dalam mencari keadilan dalam system pemerintahan dan sisitem hukum yang labil negara ini.” Kata Sang Bung dengan penuh penekanan.

“Arraseo, arraseo, arraseo! Aku akan pulang ke appartement.” Seung Woo mengambil tasnya yang berada di sampingnya dan melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu.
SeungWoo keluar dari sebuah gudang yang ‘tak berbentuk gudang. Gudang yang seperti ‘tak ada penghuninya. Namun, gudang itu memiliki sebuah pintu rahasia yang menghubungkan dunia luar dengan sebuah markas sebuah tentara mafia yang berbahaya.
Seung Woo meniup poninya, kemudian menghentakkan kakinya dengan keras dan pergi dari situ.

@Appartement Seung Woo.

Seung Woo menghempaskan tubuhnya di atas kasur mewahnya itu. Ia memandang langit-langit appartementnya yang termasuk sebuah appartement elit, appartement pemberian appanya. Ia sedikit bingung kenapa appanya ‘tak pernah meninggalkan markasnya? Dan mengapa appanya ‘tak pernah mengijinkannya tinggal di markas?
Ingatannya menerawang ke masa lalunya, ketika ia dilatih secara kemiliteran oleh Sang Bung. Ingatan saat Sang Bung menyuruh Hyunmie untuk menembaki burung yang melintas di atas mereka. Ingatan saat Sang Bung yang ia ketahui adalah appanya yang selalu berada di sampingnya. Menyekolahkannya di sekolah yang mahal.
Memberikan appartement mewah, semua fasilitas elit kepada Seung Woo. “Appa, kenapa kau ‘tak pernah pulang ke appartement yang kau beli ini? Dan kenapa aku ‘tak ingat sama sekali tentangmu appa? Tentangmu saat sebelum kita di lorong remang-remang itu?”

“Sudahlah! Bukankah appa bilang kalau ingatanku nantinya akan pulih dengan sendirinya?” Seung Woo bangkit dari tidurnya kemudian menuju meja computer kesayangannya yang berada di kamarnya itu.
Ia nyalakan computer itu, kemudian jari lentiknya menari di atas keyboard. Mengacak beberapa data yang ia bisa. Bola matanya bergerak mengikuti data-data yang muncul. Sebuah data berupa angka-angka biner yang sulit dimengerti oleh orang awam. Tak sampai lima menit ia menarikan jarinya di atas Keyboard, bibirnya melengkung menampakan sebuah lengkungan yang sangat indah.

“Sangat mudah membobol system jaringan Tentara Khusus. Apanya yang hebat? System jaringannya aja bisa aku bobol dan aku acak-acak seperti ini. Pasti di sana sedang terjadi kepanikan. Tapi, kurasa system ini cukup menantang, apa system keamanan ini milik komandan itu?” Seung Woo tersenyum puas. Kemudian ia mematikan computer lcdnya itu dan beranjak tidur.

@Markas Tentara Khusus Korea

“Ada apa ini?” Seorang pria bertubuh tegap menuju ke meja pengamatan system computer. Dia melihat para anak buahnya begitu panik karena keamanan system jaringan telah diterobos oleh seseorang.

“Cepat! Lakukan pemulihan data! Aku akan memulihkan keamanan systemnya!” Kata pria yang menggunakan seragam Komandan itu.
Semua para perwira yang berada di situ segera melakukan apa yang Komandan itu katakan.

“Hyunmie-ya apa ini ulahmu? Hanya kau yang bisa mengalahkan aku dalam segala hal. Hanya kau yang bisa membobol system keamanan jaringan tentara khusus yang aku ciptakan yang begitu sempurna ini. Aku yakin ini kau Hyunmie-ya, muncullah dan pulanglah Hyunmie-ya, nan bogogshipoe.” Komandan itu terus menggerakan jari-jari kokohnya pada Keyboard di hadapannya, memperbaiki data yang ia bisa.

“Apa ini?” Komanda itu menemukan sebuah file asing. Kemudian mengekliknya.

“Kau hebat komandan Choi, bisa memperbaiki system dan juga data yang telah ku acak. Apa kau merindukanku? Hem sebagai hadiahnya aku memberikan sebuah puisi. ^^. Ku harap kau suka, sepasang anak manusia bertemu untuk saling menyakiti saat kedua lengan menuju sang tuan membawa sebuah rahasia besar milik sang fir’aun kan kulindungi rahasia itu dan kan ku sayat kedua lengan sang tuan^^ aku menginginkan apa yang kau inginkan, ku harap kau akan semakin merindukanku setelah ini. ^^ saranghaeyo. The Sharpshooter Girl.”

“Sepasang anak manusia bertemu untuk saling menyakiti saat kedua lengan berjalan menuju sang tuan membawa sebuah rahasia besar sang fira’un. Apa yang kau inginkan Sharpshooter Girl? Siapa kau? Kenapa kau bisa membaca pola pikirku? Kenapa kau begitu mudah dalam membaca jejakku? Apa kau adalah Hyunmieku? Kalau iya, kenapa kau ‘tak pulang?” Komandan muda itu tampak berpikir pada surat peringatan dari musuhnya itu.

“Lapor komandan Choi!” Seorang perwira memberinya hormat.

“Ada apa?”

“Semua data telah pulih, tidak ada data yang hilang namun, pelakunya tidak dapat di lacak.”

“Tentu saja, Sharpshooter ‘tak akan meninggalkan jejak dengan ceroboh.”

“Dan Jendral Choi ingin bertemu dengan anda!”

“Baik. Kembali ketempatmu.”

“Siap!” Perwira itu memberi hormat kepada Komandan Choi itu dan segera meninggalkan komandan muda itu.

@Ruang Jendral.

“Komandan Choi, selama kau bekerja di sini kau ‘tak pernah ambil cuti. Ku sarankan kau ambil cuti.” Kata Pria yang memakai seragam jendral itu sambil melihat keluar jendela membelakangi komandan Choi.

“Saya tidak akan mengambil cuti sebelum saya bisa menangkap Sang Bung Jendral.”

“Kenapa kau keras kepala komandan Choi? Nikmatilah masa mudamu.” Kata Jendral itu tanpa menoleh ke komanda tampan itu.

“Itu sudah jadi tekat saya.”

“Apa karena Hyunmie?” Jendral itu kali ini membalikkan badannya menghadap Siwon yang tidak bisa menjawab pertanyaannya.

“…………………………………”

“Kali ini, kurasa kau harus cuti. Aku berbicara padamu sebagai seorang appa Choi Siwon.” Kata Jendral itu dengan mata teduh yang ternyata adalah appa Siwon.

“Appa….”

“Berlibur barang dua atau tiga hari, aku akan memberikan sedikit informasi tentang Hyunmie. Perwiraku yang menyelidiki Hyunmie menghilang namun, sebelum menghilang ia sempat mengirimiku informasi bahwa Hyunmie baik-baik saja dan dia sedang kuliah di salah satu universitas di Korea Selatan ini.” Jendral itu mulai duduk, menyeistirahatkan punggungnya yang mulai lelah ke kursi.

“Appa, tolong beri tahu aku di mana Hyunmie berada.” Kali ini Siwon sedikit memelas dengan appanya.

“Berliburlah, setelah itu aku akan memberikanmu informasinya. Ini perintah dari ku Komandan Choi!”

“Siap!” Siwon memberi hormat kepada atasannya itu lalu meninggalkan ruangan itu.

@Super Market

“Aigooo….. appa meyuruhku libur untuk beberapa hari, aku harus membeli beberapa makanan untuk kebutuhanku di rumah. Ini sungguh merepotkan, biasa di markas selalu ada yang bertugas seperti ini. Jadi, aku tak pelru repot-repot.” Pria tegap, tinggi, putih nan tampan yang bernama lengkap Choi Siwon itu terus saja berguman pada dirinya sendiri.

“Hem sayur sudah, telor sudah, susu sudah, roti sudah. Lalu apa lagi?” Dalam waktu bersamaan Seung Woo berlanja di super market untuk membeli kebutuhan sehari-harinya. “Hem, kripik kentang dan kripik rumput laut akan menjadi cemilan yang sempurna.” Seung Woo tersenyum dan segera menuju ke deretan rak untuk snack.

“Aku harus membeli apa? Kurasa aku ingin makan kripik kentang saja.” Dalam waktu bersamaan juga Siwon menuju rak untuk Snack.

“Dapat!” kata Siwon dan SeungWoo bersamaan saat mereka memegang snack kentang rasa jagung bakar kesukaan mereka yang tinggal satu-satunya.

“Omo! Lepaskan!” Kata mereka bersamaan pula.

“Tch, ahjussi lepaskan tanganmu dari snackku.” Kata Seung Woo.

“Mwo? Snack mu? Aku jelas-jelas lebih dulu melihatnya.” Bela Siwon yang ‘tak mau kalah.

“Ani, aku duluan.” Seung Woo semakin ngotot dengan pendiriannya.

“Ani, aku duluan!” Siwon dan Seung Woo berebut kripik rasa jagung bakar yang mereka sukai sejak kecil
itu. Walaupun Seung Woo otaknya telah di cuci namun, kebiasaannya ‘tak akan pernah hilang.

“Yak, ahjussi tidak bisakah kau mengalah pada yeoja? Namja macam apa kau?”

“Yak, apa kau bilang ahjussi? Memangnya aku setua itu hah?” Siwon ‘tak mau mengalah.

“Ahjumma, ahjussi kenapa kalian bertengkar seperti anak kecil?” Tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang berumur sekitar 7 tahun bertanya pada mereka.

“Nde?” Ucap Seung Woo dan Siwon bersamaan.

“Kalian jadi tontonan.” Kata namja kecil itu dengan polosnya. Seung Woo dan Siwon memperhatikan sekeliling mereka, dan mereka baru sadar kalau mereka menjadi artis dadakan.

“Ahjumma ahjussi, dari pada kalian bertengkar. Lebih baik snacknya buat aku aja.” Kata namja kecil itu sambil mengambil snack yang diperebutkan Seung Woo dan Siwon itu.
Siwon dan Seung Woo menatap penuh benci. Ada api diantara aura mereka yang memancarkan aura kemarahan dan saling berteriak ‘INI SEMUA KARENA KAU, AKU TIDAK BISA MENIKMATI SNACK KESUKAANKU.’
Kemudian secara bersamaan, mereka pergi ke arah yang berbeda.
Tiba-tiba saja Iphone 4 milik Siwon bergetar menandakan bahwa ada panggilan yang masuk.

“Yeobboseyeo.” Siwon mengangkat telfon itu.

“……………………..”

“Oh, ne aku ke sana sekarang. Kalian tunggu di sana.” Siwon segera mematikan telfonnya, ia menuju ke mobil sport miliknya yang merupakan salah satu mobil tercepat di Korea selatan.

“Ryeowook-ah, Yesung-ah. Kalian tahu kalian bisa di andalkan dalam mencari informasi tentang Sang Bung. Kalian memang kaki tanganku.” Guman Siwon dalan hati.
Tiba-tiba saja Siwon membelalakkan mata menyadari ucapannya. “Jadi ini yang kau maksud? kan ku sayat kedua lengan sang tuan? Tak akan ku biarkan kau menyentuh mereka SharpShooter Girl.” Siwon semakin kencang mengemudikan mobilnya menuju pinggiran sungai Han tempat ia berjanji dengan Ryeowook dan Yesung, perwira kepercayaannya itu.
Dengan tergesa Siwon turun dari mobil Sport hitamnya itu dengan menggunakan topeng yang hanya menutupi sebagian wajahnya tepatnya bagian sekitar matanya sama seperti Zero. Ia melakukan itu agar SharpShooter tidak mengenalinya.
Siwon dapat melihat Posisi Ryeowook dan Yesung yang sedang memandang sungai Han. Di kepala Ryeowook terdapat sebuah titik merah yang tidak diketahui oleh Ryeowook dan Yesung, Siwon mengikuti titik yang berwarna merah itu. Akhirnya pandangannya berakhir pada seorang yeoja yang memakai pakaian serba hitam dan menggunakan topeng hitam berhiaskan bulu angsa hitam nan elegan. Di tangannya terdapat senjata jenis Pistol FN Herstal FNP, yang diujungnya di tambahkan peredam suara dan di atas pistol itu ada laser untuk membantu membidik sasaran.
Siwon segera berlari kearah yeoja yang di yakininya sebagai SharpShooter Girl itu. Dengan sigap, Siwon menendang pistol yang berada di tangan yeoja itu hingga melayang di udara. Siwon, mencoba untuk memukulnya, namun yeoja bertopeng itu yang kecantikannya ‘tak tertutupi oleh topeng nan indah itu.

“Senang bertemu denganmu Komandan Choi.” Kata Yeoja itu sambil memposisikan dirinya dalam keadaan siap bertarung.

“The SharpShooter girl, sungguh kekanak-kanakan. Kau terlalu menganggap remeh kami.” Kata Siwon.

“Ku akui kau memang hebat komanda Choi, kau bisa menemukanku di sini.” kata SharpShooter girl yang ‘tak lain adalah Seung Woo sambil melihat keadaan sekitarnya yang sepi dan jauh dari keramaian, tempat yang ‘tak akan pernah diperhitungkan oleh orang-orang.

“Kalau aku ‘tak hebat, bagaimana aku bisa menghiburmu?” Siwon yang juga memakai topeng itu namun topeng itu ‘tak cukup untuk menutupi betapa tampannya wajahnya yang sempurna itu. Ia memposisikan dirinya untuk siap bertarung dengan Seung Woo.
Seung Woo menyerang duluan, ia incar pelipis kiri Siwon, namun Siwon bisa menghindar. Siwon mencoba menyerang balik Seung Woo, namun Seung Woo dapat melakukan Saolto untuk menghindari serangan Siwon, Sueng Woo dengan tiba-tiba mengincar perut Siwon, Siwon secara reflek, mengeblok untuk menghindari tendangan Seung Woo.
Seung Woo mengeluarkan smirk evilnya saat melihat Siwon melakukan block untuk perutnya, kaki kanan Seung Woo yang akan ia gunakan untuk menendang perut Siwon semakin ia naikan sehingga dapat mengenai pelipis kiri Siwon.
Siwon tersungkur, Sueng Woo segera berlari meninggalkan Siwon menuju Ryeowook dan Yesung berada. Siwon mengejarnya, ia ingin menggunakan pistol yang bertype HS2000 asal Kroasia kesayangannya itu, namun ‘tak mungkin karena terlalu banyak orang di bantaran sungai Han ini.
Dalam waktu singkat, Seung Woo sampai di samping Ryeowook, ia rebut tas yang berada di tangan Ryeowook. Tas yang berisi informasi dan data-data tentang appanya berserta kelompok yang dipimpin oleh appanya itu.
Seung Woo berhenti ketika di hadapannya terdapat jalan buntu, di samping kanan dan kirinya ada tembok yang megapitnya. Dan satu-satunya jalan keluar ada Siwon, Ryeowook dan Yesung yang mengejarnya karena tas yang ia rebut tadi.

“Kau tidak bisa kemana-mana nona SharpShooter Girl.” Siwon menyunggingkan senyum kemenangan, ia keluarkan pistol kesayangannya itu.

“Kembalikan tas itu!” Ryeowook megacungkan pistol yang ia sembunyikan di balik jasnya itu.

“Atau kami akan menembakmu!” Yesungpun mengacungkan pistolnya ke arah Seung Woo.

“Jinjja?” Seung Woo mengeluarkan smirk evilnya, ia meraih pistol yang ia sembunyikan di balik sepatu butz hitam miliknya itu, sambil menghindari peluru yang meluncur dari pistol Yesung dan Ryeowook juga Siwon.
Dia keluarkan pistol kesayangannya itu, pistol yang berjeniskan FN57, senjata yang biasa di gunakan oleh kalangan militer. Seung Woo dengan cepat, menembakkan pelurunya ke Ryeowook, Yesung dan Siwon.
Ia tidak mengarahkan kejantung mereka, ia arahkan kekaki mereka. Siwon yang dapat membaca pergerakan peluru itu, ia menghindari peluru dari Seung Woo. Dan saat ia selesai menghindari peluru itu, ia tak mendapati musuh bebuyutannya itu. Ia mendapati setangkai mawar dan sepucuk surat di tempat Seung Woo berdiri tadi.

“Senang rasanya bisa bertemu dengan Komandan tentara khusus negara ini. dan senang rasanya bermain bersamamu untuk hari ini, kau berhasil membuatku terhibur dan merasa lelah komandan yang tampan.dan kurasa aku mendapat apa yang ku inginkan,–TheSharshooter girl-“

“Shit!!!” Siwon meremas surat itu dan membuangnya, dengan segera ia menelpon ambulance untuk membawa kedua perwira kesayangnnya itu ke rumah sakit untuk menerima penanganan yang tepat.

@A view day latter.

Siwon menginjakkan kakinya di salah satu universitas yang cukup ternama di Korea Selatan itu, Seoul University. Dengan sikap yang tenang dan tatapan dingin, ia amati segala yang ada di sekilingnya mencoba untuk mengenali orang-orang yang mungkin ia kenal.

“Menurut informasi yang appa berikan kepadaku, Hyunmie berada di universitas ini. Dan, yeoja yang menjadi SharpShooter girl itu juga ada di sini.” Guman Siwon dalam hati sambil berjalan ke kantor Rektor untuk memberi laporan bahwa ia akan kuliah di sana dengan identitas yang sangat di rahasiakan.

#Skip

Sudah beberapa hari Siwon berada di universitas itu, namun ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Hyunmie maupun Sharpshooter Girl itu. Siwon terus saja berkeliling saat ia merasa bosan untuk mengikuti mata kuliah yang berlangsung.
Saat ia berjalan di taman, ia melewati sebuah pohon apel yang menjulang tinggi dan begitu besar. Tiba-tiba Krssk…krssskk krssskkkk….. sebuah suara berasal dari atak kepala Siwon. Siwon mendongakkan kepalanya untuk mencari tahu suara apa itu.

“Uwaa… awas….” Suara seorang yeoja berasal dari atas pohon. “Hem, kenapa tidak sakit?” batin yeoja itu,

kemudian ia membuka matanya, ia kerjap-kerjapkan matanya ketika ia melihat ada namja tampan di bawahnya.
Siwonpun seperti itu, ia mengerjap-ngerjapkan matanya saat ia melihat yeoja cantik berada di atasnya. Namun, beberapa detik kemudian mata mereke berdua melotot, yeoja itu membenarkan posisinya menjadi duduk.

“Neo!!!!” Teriak mereka bersamaan.

“Ahjussi, kenapa kau mengkiutiku sampai kampusku?” Yeoja yang ‘tak lain adalah Seung Woo itu mengeraskan suaranya.

“Siapa yang mengikutimu? Aku juga kuliah di sini!” Siwon membela diri.

“Eoh, tidak mengikutiku? Tapi apa buktinya kalau kau tidak mengikutiku? Tiba-tiba saja kau berada di sini. Dan hampir bertindak mesum.”

“Mwo? Mesum? Siapa yang mesum? Kau yang tiba-tiba jatuh dari atas pohon. Dan tiba-tiab saja kau menindihku jadi, siapa yang mesum? Dan apa buktinya kalau aku mengikutimu hah?” Siwon semakin mengotot kepada Seung Woo.
Entah apa yang terjadi dengan Siwon, biasanya ia ‘tak akan bersikap seperti ini pada yeoja manapun walaupun yeoja adalah orang yang Siwon benci, tapi dengan Seung Woo Siwon selalu bersikap seperti itu.

“Mwo apa katamu ahjussi mesum?” Seung Woo menjambak rambut Siwon.

“Eoh yeoja gila, lepaskan tanganmu!!!”

“Kemarin gara-gara kau aku tidak bisa memakan keripik kentang rasa jagung bakar kesukaanku dan sekarang kau bilang aku mesum. Neo nappeunde?” Seung Woo semakin mengencangkan tangannya untuk menjambak Siwon.

“Ya, kau mau membuatku botak eoh?” Siwon berusaha untuk melepaskan tangan Seung Woo yang menjambaknya.

“Eoh, Sueng Woo-ya, kau di cari Lee Seongsoenim untuk membicarakan skripsimu.” Tiba-tiba saja seorang yeoja seumuran Seung Woo berdiri di jarak 100 meter dari mererka.

“Eoh AeRin-ah.” Seung Woo melepaskan jambakannya itu. “ Gomawo telah memberitahuku, kajja kita pergi!” Seung Woo menghampiri AeRin, sahabat terbaiknya itu.

“Aigoo… yeoja itu memang gila.” Siwon memegang kepalanya yang hampir saja botak itu karena ulah Seung Woo. Ia menatap punggung Seung Woo yang meninggalkannya dengan senyuman khas remaja saat mereka berkumpul dengan teman-temannya.
Nampaknya, efek topeng yang mereka pakai saat mereka bertemu secara langsung kemarin, membuat mereka ‘tak saling mengenal satu sama lain. Seung Woo ‘tak menyadari bahwa orang yang ia jambak adalah komandan Choi dan Siwon ‘tak tahu bahwa yeoja yang ia anggap gila itu ternyata adalah Sharpshooter girl sekaligus Hyunmie, Park Hyunmie teman masa kecilnya dulu.
Sikap Seung Woo yang berbeda saat ia memegang pistol dan saat ia bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya sangatlah berbeda. Tidak ada yang tahu, bahwa Seung Woo yang ceria, ramah, cerdas, imut nan manis itu adalah seorang SharpShooterGirl.
Seung Woo menganggap musuhnya adalah tentara Khusus dan bukanlah warga atau penduduk sipil. Persis yang dikatakan oleh Sang Bung. Sejak otak Hyunmei di cuci waktu itu, Hyunmie benar-benar menganggap bahwa Sang Bung adalah appa kandungnya, dan ia akan membantu misi appanya itu dalam memberontak negara.
Walaupun sebenarnya lubuk hatinya menolak, ia merasa ada yang janggal. Namun, ya ia tahu hanya Sang Bung adalah appanya yang ia anggap benar. Istilah-istilah dalam mencari keadilan pada negara yang ‘tak adil terus saja Sang Bung cekokkan ke pikirna Seung Woo agar Seung Woo tidak merasa janggal dengan misinya itu.
Park Hyunmie, yang di sulap menjadi Seung Woo oleh Sang Bung benar-benar manjadi penembak jitu dalam kelompoknya. Seung Woo yang selalu menuruti perintah namja yang ia anggap sebagai appa yang ia cintai itu.

@ Markas Sang Bung (Unknown)

“Ya, kau berhasil mengerjakan tugasmu.” Kata Sang Bung dingin.

“Ne.” Seung Bung hanya menjawab dengan satu kata karena ia tahu kalau appanya sedang dingin seperti ini pasti karena ia membuat kesalahan.

“Appa…..” Seung Woo mencoba merajuk kepada appanya itu mencoba untuk mencairkan suasanan hati appanya.

“Aku sudah bilang jangan main-main dengan komandan Choi, dia berbeda dengan yang lain Seung Woo-ya.”

“Mianhae…” Sueng Woo hanya bisa menunduk di depan namja yang sedang duduk di depannya itu.

“Kau tahu? Kau membuat dirimu dalam bahaya.”

“Mianhae, aku ‘tak akan memunculkan diriku lagi di depan umum saat bertugas.”

“Bukan itu maksud appa.” Sang Bung menarik lengan Seung Woo, ia robek lengan baju Seung Woo sebelah kanan. “Kau lihat ini?” Sang Bung melihat luka di tangan Seung Woo.
Ya, saat ia menghindari tembakan dari Ryeowook, Yesung dan Siwon tempo hari, sebenarnya tidak bisa di katakan ia tidak kena. Peluru Siwon menyerempet lengan Seung Woo.

“Jah duduklah!” Sang Bung mendudukkan Seung Woo di sofa kesayangannya itu, kemudian ia mengobati luka Sueng Woo dengan hati-hati.

“Appa, gomawo.” Seung Woo memeluk appanya saat lukanya telah selesai di obati.

“Jangan main-main dengan komandan Choi lagi. arraseo!”

“Hem arraseo.” Seung Woo mengangguk pasrah kepada appanya itu.

@Seoul UNIVERSITY.
Siwon terus saja, berkeliling mencari sosok Hyunmie yang mungkin saja sudah berubah dari tubuh kecilnya.

“Hyunmie-ya, aku seperti orang gila yang mencarimu. Mana mungkin kau masih seperti dulu? Aku yakin kau semakin cantik Hyunmie-ya.” Guman Siwon sambil memandang fotonya saat berusia 9 tahun dan di sampingnya terdapat seorang yeoja kecil yang sedari tadi ia panggil Hyunmie. Mereka tersenyum lebar dalam foto itu.

“Yakkkk!!!! Apa yang kau lakukan?” Suara yeoja tertangkap telinga Siwon yang cukup tajam itu.

“Suara siapa itu? Sepertinya aku kenal, dan kurasa dari sana.” Siwon mengikuti asal suara itu.
Kakinya berhenti melangkah ketika ia sampai di sebelah gudang tua yang terletak agak tersembunyi dari pandangan umum. Ia melihat seorang gadis yang ia kenal yaitu Seung Woo sedang di kepung sembilan yeoja. Siwon, mengamati pemandangan itu.

“Yeoja jalang sudah ku katakan jangan kau dekati Kim Kibum! Dia itu milikku.” Kata seorang yeoja yang merupakan pemimpin delapan yoeja lainnya. Yeoja pemimpin itu memegang pipi Seung Woo.

“Hyenmi-ssi, aku tak pernah mendekati Kibum.” SeungWoo sedikit meronta. Ingin sekali ia membela diri dengan kemampuannya namun, ‘tak mungkin Hyenmi hanyalah yeoja biasa bukan bagian dari tentara khusus.

“Jadi kau bilang Kibum oppa yang mendekatimu?” Hyenmie semakin marah. “Kau harus rasakan ini!” Hyenmie mengambil sebuah gunting yang dibawa oleh yeoja di sebelah kanannya.

“Andwae Hyenmi-ssi…!!!” Seung Woo mencoba untuk meronta, ketika gunting yang dipegang Hyenmi semakin dekat dengan rambut indahnya yang tergerai begitu mempesona.

“Aku akan mengambil rambut kesayanganmu ini.” Hyenmi mengeluarkan seringaian jahatnya.

“Tak ada pilihan lain, aku harus melawannya.” Batin Seung Woo, saat Seung Woo akan mengambil keputusan untuk melawan Hyemi, tiba-tiba suara namja datang menghampiri mereka.

“Tak malukah kalian? Melawan satu orang dengan keroyokan seperti ini?” Siwon keluar dari persembunyiannya, ia sudah tak tahan melihat yeoja galak itu ‘tak berdaya.

“Nuguya?” Hyenmi bertanya pada Siwon namun, nada suaranya itu seperti menandakan bahwa ia terparangkap dalam pesona dewa Zeus yang tertitis dalam tubuh Siwon.

“Aku? I am her boyfriend. Jadi, tak mungkin dia mendekati namja yang kalian sebut tadi.” Kata Siwon sambil melihat Seung Woo.
Hyenmi sedikit melotot ketika mendegar Siwon memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Seung Woo.

“Ku sarankan jangan pernah mengganggu yeojaku lagi. Kalau ini terjadi lagi, aku ‘tak akan segan-segan melaporkan kalian dalam tuduhan penganiayaan.” Kata Siwon sambil membantu Sang Woo yang berlutut karena dia sedari tadi di tahan untuk berlutut oleh teman Hyenmi yang lain.
Seung Woo sedikit tertatih dengan jalannya karena kakinya sedikit terluka oleh Hyenmi. “Huft” Siwon menghela nafasnya saat melihat Seung Woo seperti itu. Kemudian dia menggendong Hyunmie dalam lengannya, dengan gaya Bridal Style.

“Apa yang kau lakukan hah?” SeungWoo melotot pada Siwon yang menggendongnya itu.

“Aku bukanlah orang yang sabar menunggu ketong berjalan.”

@Ruang kelas.

“Auw pelan-pelan!”

“Eoh, kenapa kau terus mengeluh hah?” Siwon sedikit kesal dengan Seung Woo yang sedari tadi mengeluh.

“Sakit.”

“Kau kira kung tanganku ‘tak sakit dengan menggendongmu kemari?” Siwon menaikkan nada suaranya itu.

“Lalu kenapa kau menolongku hah?”

“Heh, mana mungkin ada yang tega melihat yeoja yang di keroyok? Lalu kemana kekuatanmu yang mengerikan itu hah? Kau mampu membuatku hampir botak tapi, kau ‘tak berkutik di depan mereka.”

“Itu berbeda!”

“Apanya yang berbeda? Justru dalam keadaan seperti itu kau keluarkan kekuatanmu yang mengerikan itu? Bukannya malah untuk menjambak namja tampan sepertiku.”
Seung Woo dan Siwon malah bertengkar mempersoalkan hal-hal yang telah berlalu dan tak penting juga.

“Mwo?”

“Seharusnya kau mengucapkan terimakasih padaku, bukannya mengeluh dan berteriak kepadaku.” Suara Siwon sedikit melunak.

“Ne, gomawo.” Kata SeungWoo pada Siwon yang meneruskan pekerjaan mengobati kaki Seung Woo.

“Naneun Seung Woo, Shin Seung Woo imnida.” Seung Woo mengeluarkan suaranya untuk memperkenalkan dirinya pada namja yang telah bertemu dengannya beberapa kali dalam situasi yang sejujurnya sungguh memalukan.

“Naneun Choi Siwon imnida.” Kata Siwon sambil memebereskan perlengkapan p3k yang di belinya baru saja itu.
Siwon duduk di bangku di hadapan Seung Woo, suasana menjadi hening di antara mereka. Hanya suara langkah kaki yang sedang melangkah di luar kelas yang tertangkap di telinga mereka berdua yang cukup tajam ah tidak, mungkin lebih tepatnya tertangkap di telinga mereka berdua yang memang sangat tajam.

“Mianhaeyo.” Seung Woo membuka bibirnya untuk memecahkan keheningan yang sesungguhnya tidak ia sukai itu.

“Nde?” Siwon sedikit bingung dengan ucapan Seung Woo.

“Mianhae, karena sudah membuatmu menggendongku dari gudang sampai sini yang jaraknya lumayan jauh.”

“Ani, jaraknya bukan lumayan jauh, tapi sangat jauh.”

“Tch, jadi kau ‘tak ikhlas menolongku?”

“Ani, aku ikhlas menolongmu.”

“Krrkkk krkkk….” Tiba-tiba saja pipi Seung Woo memerah, ia malu karena perutnya berbunyi disaat yang tidak tepat.
Siwon tersenyum saat mendengar suara perut SeungWoo itu. “Jah, kita makan. Kajja.” Siwon menarik tangan Seung Woo menuju keluar kelas.

Tbc

Note : Bagaimana? ini chapter pertama. Mungkin sedikit membosankan Hehehe. Btw ada yang mau fb author?
Kalau ada comentnya, nanti insyallah aku cantumin di chapter selanjutnya. Oh ya ini ff action pertama author, jadi author mohon comentnan kalian yang membangun untuk membuat author jadi lebih baik lagi. semakin banyak yang ngelike dan coment semakin cepat aku mengirimkan chapter selanjutnya. Yang mungkin terdiri dari 4 chapter. Gamshahamnida ^^.

Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. KyuRa

     /  Juni 24, 2015

    Wowww..
    Nih ff castnya suaniii sah guaaaaaaa >..< tpp si sang bum tuh emng bneran kterlaluan jadiin si hyunmie jdi pnjahat..
    Kira" ada kmungkinan gak yah si hyunmie udh ingat lgi msa lalunya?? Hm hnya tuhan dan author lah yg tau' hahaaha
    #very nice !

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: