Two shoot//My Heart Lost Because Of You//KyuMie

Autor:Yjk

Cast:Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Sungmin

Genre:Sad Romance,Nc,Rate M

Rating: 17+

Leght:TwoShoot

Disclamer: annyeong… ini FF lama tapi aku post lagi.. semoga suka..

Story begin

Langit semakin merangkak menuju pagi. Perlahan semburat kekuningan terpancar dari ufuk timur. Menandakan kehidupan manusia akan segera di mulai. Tapi heningnya pagi terusik oleh ledakan senjata dari sebuah bungker pengiriman barang. Seorang pria bak Vampir Eropa tersenyum licik menatap aliran darah dari mulut pria yang mulutnya ia sumpal dengan kepala pistolnya yang meletup didalamnya tadi. Dengan kasar pria tersebut menarik pistolnya dari mulut pria yang mulut dan kepalanya mengeluarkan darah segar.

“Ini balasan jika kau tidak patuh padaku, kau hanya perlu menyerahkan wilayah Incheon padaku. Bodoh, kau mati sia-sia.” ucap pria itu datar sambil menghapus darah di kepala pistol dengan sapu tangannya. Dengan tanpa perasaan pria itu melangkah keluar dari bungker lalu masuk ke mobil jaguar silvernya.

***

“Tidak bisakah kau berhenti membunuh selama aku hamil? Kau tahu itu tidak baik untuk anak kita.” seorang yeoja duduk di sebelah namja yang menatap kosong kearah pelabuhan Incheon. Rumah mewah yang ia dapatkan secara suka rela dari hasil rampasan musuhnya. Namja itu tidak menjawab pertanyaan yeoja di sampingnya. Nyawanya seolah pergi entah kemana, baginya seperti apapun hidupnya sekarang tidak berpengaruh pada hatinya yang sudah tidak berfungsi lagi. Yeoja di sampingnya itu menghelah nafas lalu memperlihatkan sapu tangan yang terdapat bercak darah pada namja yang masih enggan menatapnya.

“Ige mwoya? Kau tau Kyu aku tidak mau hal buruk terjadi pada anakku nanti.” kali ini namja itu menatap tajam kearah yeoja di sampingnya dengan lembut ia mengelus perut istrinya.

“Justru aku melakukan ini agar nanti anakku menjadi ketua terkuat menggantikanku. Dia akan jadi namja yang kuat.” ucap namja itu sambil tersenyum licik. Berbeda dengan yeoja itu hanya menatap nanar suaminya.

“Bagaimana kalau dia yeoja?” Cho Kyuhyun ia menatap yeoja di hadapannya. Shin Sangwoo tajam. Sedikit kasar menekan perut istrinya.

“Dia harus namja aku tidak butuh yeoja.” setelah mengatakan hal tersebut Kyuhyun pergi begitu saja meninggalkan SangWoo menuju arena tembak. Tanpa memperdulikan istrinya yang kesakitan fokusnya sekarang adalah pergi ke Tempat favoritnya dulu bersama istri pertamanya. Park Hyunmie.

***
FLASBACK

“Kenapa kau suka menembak Kyu? Seorang pelayan toko sepertimu rasanya aneh suka menembak.” Yeoja itu menatap intens namja di sampingnya yang serius memperhatikan pistol di tangannya. Sedikit canggung ketika yeoja itu tidak berhenti menatapnya, agar menjawab pertanyaannya tadi.

“Sama sepertimu. Incheon tidak seperti yang dulu. Banyak mafia bertebaran membawa senjata, aku hanya berjaga-jaga saja.” namja itu menjawab setenang mungkin guna menata hatinya yang tak karuan. Yeoja di sampingnya mengangguk paham lalu mulai berdiri di arena tembak. Membidik sasarannya lalu memuntahkan berbiji timah panas. Tapi tak ada yang tepat sasaran. Namja yang sekarang berada tepat di belakang yeoja itu merangkul yeoja di hadapannya. Atau tepatnya ia sedang memperbaiki cara memegang pistol yeoja di hadapannya.

“Pistol juga harus kau perlakukan dengan benar. Anggap kau sedang memegang piano kesayanganmu. Cara memegangmu salah. Kau tau pistol itu di gunakan untuk menjadi pelindung orang yang kau cintai. Aku ingin menjadi pistol dan perisaimu” bisikan namja itu berhasil membuat yeoja mungil itu memalingkan fokusnya ke arah wajah namja di sampingnya. Namja itu reflek ikut menatap yeoja di dekapannya.

“Park Hyunmie, maukah kau menikah denganku?” yeoja bernama Park Hyunmie itu membulatkan matanya terkejut. Membuat sebuah senyuman manis terukir di wajah tampan Cho Kyuhyun.

“Aku memang hanya pelayan toko tapi aku-” belum selesai bicara Hyunmie memotong ucapan Kyuhyun.

“Mau. Aku mau, aku tidak peduli kau siapa. Hanya terus bersamamu aku mau.” ucap yeoja itu berbinar. Sesaat pelatuk pistol itu tertarik beberapa kali. Jari Hyunmie di bantu oleh jari Kyuhyun, mengejutkan tanpa melihat target tembakan tepat sasaran. Kyuhyun memeluk Hyunmie erat-erat, lalu mengecup kening Hyunmie lama.

“Aku berjanji selalu bersamamu.” Kyuhyun menggesekan hidungnya ke hidung Hyunmie lalu memeluk Hyunmie hangat.

_Pelukan hangat penuh kebahagiaan itu tidak pernah aku kenal lagi_

FLASBACK END

***

Arena tembak itu hening sesaat. Setelah keributan beberapa saat terjadi. Sekitar 10 meter kedepan, seorang namja berlumuran darah mengiba agar di lepaskan. Sementara orang yang di minta ancang-ancang untuk menarik pelatuk menuju sasaran. Bukan papan target, tapi manusia hidup.

“Kau tau pistol itu sudah seharusnya haus darah.” setelah mengatakan hal tersebut namja itu menarik pelatuknya satu kali, tapi fatal karena tembakannya tepat mengenai kening namja yang menjadi papan targetnya.

“Jadikan ini kado untuk Park Jung Soo. Katakan jika dia masih mempertahankan wilayahnya, kita tidak segan-segan menyerang kemarkas mereka langsung.” Cho Kyuhyun dia kembali melenggang pergi dari arena tembak membiarkan anak buahnya mengantarkan mayat tersebut ketempat bos besarnya.

Bau amis masih tercium di tubuh Cho Kyuhyun, darah segar setelah memukuli namja yang baru saja ia tembak mati menempel di jas dan kemejanya. Dengan berjalan angkuh Kyuhyun masuk kedalam pemandian Khusus di arena tembak tadi. Perlahan Kyuhyun masuk ke dalam kolam air hangat di hadapannya, setelah sebelumnya menanggalkan jas dan kemeja yang di kenakan. Kyuhyun duduk dengan tenang di dalam kolam lalu memejamkan matanya.

Kyuhyun tak menyadari seseorang mengintainya dari belakang. Bermaksud membunuhnya ketika ia lengah, perlahan namja itu mendekat siap menekan kepala Kyuhyun kedalam kolam dan menembak mati pria sadis itu. Ketika tangan kirinya siap menekan kepala Kyuhyun, namja itu menatap kearah pantulan cermin di depan Kyuhyun, betapa terkejutnya namja itu ketika wajah orang yang ia akan bunuh sangat ia kenal. Dengan sedikit bergetar namja itu mundur perlahan, dia tidak bisa membunuh Kyuhyun. Bermaksud ingin pergi, namja itu malah menjatuhkan pistolnya, Kyuhyun reflek membuka mata menatap tajam kearah orang yang sedang berjongkok untuk memungut pistolnya. Dengan cepat Kyuhyun mengarahkan pistolnya pada namja yang tak sempat ia lihat wajahnya itu.

“Nuguya? Beraninya kau masuk kemari?” bentak Kyuhyun, tapi seolah mengabaikan hal tersebut namja itu berlari secepat ia bisa, tapi tetap saja namja itu kalah dengan dua butir peluru yang meletup dari pistol yang Kyuhyun pegang. Namja itu mengerang kesakitan, terjatuh sesaat kembali berdiri tapi lagi-lagi Kyuhyun menembaki punggungnya dengan 2 butir peluru. Tubuh namja itu bergetar hebat darah segar membasahi punggungnya. Tapi namja itu kembali berdiri dan berjalan tertatih. Kali ini Kyuhyun hanya menatap namja itu pergi.

“Bodoh. Datang kemari hanya mengantarkan nyawa saja.” gumam Kyuhyun pelan lalu kembali meletakan pistolnya dan berendam kembali. Lalu matanya kembali tertutup.

“Melelahkan sekali hari ini.”

***

Namja tadi berjalan gontai menuju mobilnya dia sudah tidak peduli dengan darah yang tidak berhenti mengalir di tubuhnya. Yang harus ia lakukan sekarang adalah secepatnya menemui seseorang. Menyampaikan hal penting yang ia tutupi selama ini. Dia harus menemui Park Hyunmie.

FLASBACK

Bocah kecil itu mengigil ketakutan ketika lima orang berpakaian hitam di hadapannya mengarahkan pistol padanya, tidak jauh beda dengan yeoja yang memeluknya erat sama-sama ketakutan.

“Kalian tidak tau siapa kami eoh? Kalian akan mendapat hukuman yang berat jika membunuh kami.” teriak yeoja itu setenang mungkin. Menunjukan kalau dia tidak takut dengan lima pistol yang mengarah ke mukanya.

“Justru karena kami tahu, kami melakukan ini. Membunuh kalian berdua.” ucap salah satu orang di hadapan yeoja tersebut.

Tanpa di duga dua dari orang yang mengarahkan pistol pada yeoja itu. Mengerang kesakitan ketika empat letupan pistol terdengar. Membuat tiga yang lainnya berbalik dan mulai siaga, ketika ketiganya lengah seorang namja menarik yeoja itu dan anak kecil di gendongan yeoja tersebut.

“Kyunie?” ucap yeoja itu terkejut, namja bernama Kyunie itu meletakan telunjuknya di bibir, memberi kode agar tidak berisik. Perlahan mereka meninggalkan parkiran mobil itu, tapi satu dari tiga orang tadi menyadari kepergian mereka.

“Aku urus mereka. Kalian urus penembak misterius tadi.” ucap orang tersebut lalu yang lain mengangguk setuju.

Ketika orang tadi ingin pergi, lagi-lagi penembak misterius itu menekan pelatuknya, tapi kali ini meleset. Dan setelah di temukan lokasi si penembak misterius, adu tembakpun terjadi. Saat itulah satu orang itu kembali mengejar buruannya.

Walaupun dua lawan satu, ternyata penembak misterius itu yang menang. Dengan nafas tidak teratur penembak misterius itu mulai mencari keberadaan yeoja tadi. Park Hyunmie.

Kyunie dan Hyunmie juga terpaksa terlibat adu tembak, karena pelarian mereka terkejar. Bocah kecil didekapan Hyunmie hanya menangis ketakutan.

“Yeong jin_ah tenang noona disini. Ini tidak lama ne!!” ucap Hyunmie menenangkan. Kyunie sekilas menatap Yeong jin dan tersenyum tulus lalu mengangguk pelan, ikut memastikan. Tapi baru saja Yeong jin mengangguk letupan suara pistol kembali terdengar. Kyuhyun kembali berdiri siap menembak tapi sebuah pistol sudah menempel di keningnya.

“Siapa kau?” tanya namja itu dingin, Hyunmie ikut berdiri lalu menurunkan pistol yang menempel di kening Kyunie.

“Siwon oppa. Dia chinguku, tadi dia menolongku.” ucap Hyunmie lembut.

“Mian. Kukira kau orang yang ingin membunuh Hyunmie dan Yeong jin.” ucap Siwon melunak lalu membungkuk sedikit.

“Kyunie. Kenalkan dia oppa sekaligus orang yang selalu menjagaku dan Yeong jin.” ucap Hyunmie mengenalkan Siwon pada Kyuhyun.

“Ne annyeong hyung. Nan Kyunie imnida.” ucap Kyunie sopan. Siwon menatap Kyunie dari ujung kaki sampai kepala. ‘pria baik-baik’ gumam Siwon dalam hati lalu tersenyum hangat dan di balas juga oleh Kyunie.

FLASBACK END

“Kyunie? Ada apa denganmu? Siapa kau sebenarnya? Kenapa?” ucap namja itu lemah. Lalu melajukan mobilnya dengan sisa energi yang ia punya.

****

Mobil jaguar itu beberapa kali keluar dari jalur, ketika kesadaran si pengendaranya mulai hilang. Tapi namja di dalam mobil itu sekuat tenaga menguatkan diri agar matanya masih terbuka dan bisa meminta maaf pada Hyunmie.

“Hyunmie_ssi jeongmal mianhae.” gumam namja itu lemah sambil menambah laju mobilnya agar cepat sampai di markas tuan besar sekaligus oppa dari Hyunmie. Namja itu merasa waktunya semakin menipis.

Di tempat lain seorang yeoja dengan wajah pucat memandang cemas kearah gerbang rumahnya. Berharap orang yang ia tunggu benar-benar pulang dalam keadaan sehat. Atau setidaknya orang yang ia tunggu pulang. Beberapa kali yeoja itu mondar-mandir tak karuan. Membuat seorang namja yang melihat yeoja itu sejak tadi. Mendesah lemas.

“Hyunmie_ah percayalah dia pasti berhasil dan pulang dengan selamat.” Hyunmie memandang oppanya ragu, selama ini Hyunmie cukup banyak mendengar kekejaman seorang Cho Kyuhyun. Dia takut orang yang ia kasihi hanya tinggal nama ketika melewati gerbang rumahnya.

Tak berapa lama sebuah jaguar hitam masuk kepekarangan rumah. Hyunmie langsung berlari kearah depan mobil.

Seorang namja tampan turun dari mobil. Tapi wajahnya pucat dan berkeringat.

“Siwon oppa.” ucap Hyunmie lalu memeluk Siwon yang berdiri lunglai di samping mobil. Tapi saat meraba punggung Siwon, Hyunmie membulatkan matanya. Ketika ingin bertanya Siwon sudah terjatuh, membuat Hyunmie terduduk dan semakin panik. Oppa Hyunmie Park Jung Soo yang sejak tadi hanya melihat juga ikut berlari mendekat kearah Hyunmie dan Siwon.

“Oppa. Siwon oppa, waegeure? Kenapa bisa terluka seperti ini?” tubuh Hyunmie bergetar hebat ketika tangannya sudah di banjiri darah segar, pandangan Hyunmie memburam karena air mata yang menggenang di matanya, detik kemudian ledakan tangis terdengar keras.

“Siwon_ah.” gumam Leeteuk tidak percaya. Siwon yang melihat yeoja yang ia cintai menangis menggeleng pelan, tangannya menggapai wajah Hyunmie menghapus jejak air mata di pipi Hyunmie.

“Uljimayo. Nan gwenchanayo, mianhae aku tidak bisa menjagamu lagi. Kau sudah pandai memegang pistol, sekarang kau harus bisa menjaga Yeong Jin.” Hyunmie menggeleng kuat lalu memeluk Siwon kuat-kuat.

“Andwe. Oppa akan tetap menjagaku dan Yeong Jin. Selamanya.” isak Hyunmie semakin kuat.

“Ne kau jangan banyak bicara dulu Siwon.” ucap Leeteuk ikut panik.

“Mianhae aku tidak bisa, aku sudah tidak kuat Hyung. Hyunmie mian aku memisahkanmu dengan namja itu. Jeongmal nega saranghae.” Sesaat Hyunmie mengerutkan keningnya binggung. Tapi belum juga bertanya, Siwon sudah tak bergerak dalam dekapannya.

“Oppa. Oppa ireonayo, oppa jebal jangan tinggalkan aku. Oppa siwon oppa.” teriakan Hyunmie sama sekali tidak ada respon dari tubuh berlumur darah di dekapannya. Hyunmie hanya bisa menangis dan memeluk Siwon erat-erat. Menyesal sempat bertengkar sebelumnya dengan Siwon. Leeteuk hanya menatap sayu pada saengnya. Setelah ia kehilangan orang yang ia cintai, dia harus kehilangan sahabat juga pelindungnya selama ini. Dengan amarah yang meluap-luap Leeteuk bangkit dari duduknya.

“Tidak ada cara lain. Kita hanya harus menunggu serangan dari mereka. Jika cara haluspun tidak mempan.” geram Leeteuk lalu mulai mengintrupsikan anak buahnya untuk bersiap.

“Oppa aku ikut.” ucap Hyunmie dingin, ia ikut berdiri menatap oppanya yakin.

“Andwe kau lindungi Yeong jin saja.” bantak Leeteuk karena memang terlalu berbahaya.

“Shirro. Aku akan pastikan, Cho Kyuhyun mati di tanganku. Dia sudah membunuh orang terpenting di hidupku oppa.” bentak Hyunmie bersikukuh, Leeteuk menghelah nafas lalu mengangguk menyetujui.

“Yeong jin kita pindahkan ke Busan untuk sementara ini.” usul Hyunmie pada Leeteuk. Dan Leeteuk kembali mengangguk menyetujui saran saengnya. Hyunmie kembali menatap sedih jasad Siwon. Bersumpah akan membunuh namja keji yang sudah membunuh pelindungnya.

“Cho Kyuhyun. Mati kau.” geram Hyunmie sambil membawa pistol yang terselip di pinggang Siwon.

***

Kyuhyun masih terpejam di dalam kolam pemandian. Hingga ia rasakan sebuah tangan melingkar di lehernya.

“Kyunie. Bogoshippo.” gumaman manis terdengar di telinga Kyuhyun, perlahan Kyuhyun mengelus kepala orang yang tepat berada di sampingnya. Kyuhyun tidak membuka matanya. Memilih menikmati sensai rindu di ruang hatinya. Sedikit kesusahan menelan saliva karena sentuhan dan suara ini begitu nyata.

“Hmm. Nado.” gumam Kyuhyun tidak kalah lirih.

“Kyu? Kapan kau menjemputku? Kau tahu aku menunggumu? Apa orangtuamu tidak setuju kau denganku?” ucapan sedih itu membuat dadanya berdenyut sakit, setetes air mata turun dari kelopak matanya. Menandakan rasa sakit itu begitu melukai hatinya.

“Anni. Kau hanya perlu menunggu.” gumam Kyuhyun pelan.

“Aku tidak mau membuatmu menjadi anak tidak berbakti Kyunie. Aku pergi saja ne.” ketika kata-kata itu terucap, dengan cepat Kyuhyun berbalik. Bermaksud menahan kepergian orang yang ia cintai. Tapi Kyuhyun hanya bisa menatap kosong, tidak ada siapapun disana. Hanya ada dia. Tersiksa oleh ilusi.

****

Pelabuan itu terlihat sepi ketika matahari baru saja muncul dari peraduannya, tidak akan ada yang menyangka kalau berpuluh-puluh orang tengah siaga untuk menyerang markas yang tidak jauh dari pelabuan itu. Hanya tinggal menunggu aba-aba dari bos besarnya, markas itu siap di serang habis-habisan.

Di tempat lain, seorang namja yang memimpin penyerangan tadi, siap-siap menuju mobilnya, tapi tangannya di tahan oleh orang yang sudah ia anggap Hyung sendiri.

“Kita perlu bicara Kyu.” ucap namja itu tegas. Kyuhyun yang akan masuk mobil kembali menutup mobilnya lalu menatap dingin namja di hadapannya.

“Waeyo? Apa kita tidak bisa membicarakannya di dalam mobil saja? Aku sedang terburu-buru.” ucap Kyuhyun malas. Lee Sungmin, iya menatap tajam pada Kyuhyun.

“Hentikan Kyu. Tidak cukupkan selama ini kau membunuh dan mengambil hak orang lain?” ucapan Sungmin hanya di balas senyum sinis dari Kyuhyun.

“Aku akan berhenti kalau aku mati. Sudahlah jangan merusak moodku hyung. Nan khalkhe.” ucap Kyuhyun sambil kembali membuka pintu mobilnya tapi sebuah pisol menempel di kepalanya. Membuat Kyuhyun terdiam. Sesaat memutar tubuhnya, hingga pistol itu sekarang terarah tepat di keningnya.

“Jika kau tidak berhenti aku yang akan menghentikanmu.” geram Sungmin pada Kyuhyun. Tapi kali ini Kyuhyun malah tertawa terbahak-bahak. Lalu berhenti dan memegang pelatuk yang sungmin pegang.

“Lakukan hyung. Lakukan jika kau mau, aku akan sangat berterimakasih jika kau mau melakukannya. Kau lupa siapa yang menolongku dulu. Jadi salahkan dirimu sendiri atas nyawa yang ku ambil dengan tanganku.” ucapan Kyuhyun membuat Sungmin tak berkutik. Ia tidak menyangka namja di hadapannya bisa berubah drastis.

“Kau berubah Kyu. Kau bukanlah Kyunie yang aku kenal dulu.” geram Sungmin yang kembali membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

“Kalau begitu anggap Kyunie sudah mati. Yang di hadapanmu sekarang hanyalah Cho Kyuhyun, ketua mafia di Inceon.” ucap Kyuhyun sinis sambil menepis pistol yang menempel di keningnya.

“Jangan menjadi orang yang suka menggeretak hyung.” ucap Kyuhyun berbalik.

“Kyunie sudah mati ketika Hyunie juga mati. Aku yang sekarang hanya seonggok raga tanpa jiwa.” ucap Kyuhyun dingin lalu masuk kedalam mobil meninggalkan Sungmin yang mematung di tempat.

***

Di tempat lain seorang yeoja menyiapkan semuanya pistol dan peluru berpuluh-puluh, guna menghadapi penyerangan yang di perkirakan terjadi pagi ini. Dan benar saja selang beberapa waktu matahari muncul, penyerangan di mulai. Akhirnya kejadian tembak menembakpun terjadi. Awalnya perlawanan seimbang tapi ketika Kyuhyun datang dengan rombongan yang lebih besar lagi, Hyunmie dan anak buah Leeteuk terdesak.

Di tambah lengan Leeteuk tertembak membuat Hyunmie mau tak mau bekerja lebih keras lagi untuk melindungi diri sendiri.

Dengan sisa tenaganya Hyunmie keluar dari persembunyiannya. Membabi buta menembaki orang-orang yang menembaki Leeteuk.

Tapi aksi Hyunmie terhenti ketika ia melihat seorang namja yang ia rindukan berada beberapa meter dari hadapannya. Namja itu menembaki anak buah oppanya sesuka hati. Perlahan Hyunmie berjalan mendekat, air matanya berjatuhan ketika menatap namja itu. Tapi baru saja beberapa langkah dua tembakan telak mengenai kaki dan bahunya. Membuat Hyunmie ambruk seketika.

“Kyunie. . .” gumam Hyunmie pelan, hingga lambat laun semua menjadi gelap.

“Apa aku akan mati? Apa yang tadi itu Kyunie? Tapi kenapa dia menembaki anak buah Leeteuk oppa? Kyunie, siapa kau sebenarnya?” gumam Hyunmie dalam hati. Sebelum menutup matanya, Hyunmie mendengar Kyunienya di panggil dengan nama lain. _Cho Kyuhyun_

***

Gelap. Hyunmie menutup rapat matanya, darah mengalir dari kaki dan punggungnya. Tapi entah kenapa justru hatinya lebih sakit dari pada luka tembak yang ia rasakan. Bagaikan rol filem, kenangan indah dan pahit itu berputar di kepalanya. Tentang dia, Kyunie, Yeong jin dan Siwon.

FLASBACK

Hyunmie menutup pintunya ketakutan, di pangkuannya sekarang seorang anak kecil bergetar kuat, Yeong jin, bocah kecil itu menahan tangisannya agar orang yang memburu mereka tidak mendengar keberadaan mereka. Perlahan Hyunmie melangkah kearah balkon kamarnya, sebuah tangga ia julurkan kebawah. Tanpa membuang waktu Hyunmie memaksa Yeongjin yang masih ketakutan untuk turun. Tapi akhirnya Yeongjin menurut. Setelah sampai di bawah Hyunmie langsung pergi dari rumah yang baru saja 2 hari ia tempati. Sedikit berlari Hyunmie menelepon oppanya.

“Oppa kita ketahuan, aku harus kemana?. . . .ah ne kirimkan alamatnya aku kesana sekarang.” setelah mengatakan hal tersebut Hyunmie langsung menaiki taxi yang lewat. Walaupun dia tidak memiliki uang. Tapi yang terpenting sekarang adalah selamat dari para pengejar tersebut.

Setelah sampai di tempat yang Hyunmie tuju, Hyunmie bergegas ke kamar apartmen yang Leeteuk suruh untuk Hyunmie datangi sebagai tempat bersembunyi.

Beberapa kali Hyunmie mengetuk pintu, akhirnya keluar seorang namja tampan dari apartmen tersebut. Sesaat namja itu membeku di tempat tapi kemudian tersadar.

“Ah mianhae. Nuguseyo?” tanya namja itu yang tidak lain adalah Siwon. Tanpa menjawab Hyunmie bergegas masuk dan duduk di sofa.

“Aku saeng Leeteuk oppa.” gumam Hyunmie masih dengan ketakutan. Ucapan Hyunmie sukses membuat Siwon membulatkan matanya dan tidak lama menunduk hormat.

“Mianhae agashi, saya kira anda buka dongsaeng Leeteuk Hyung.” ucap Siwon tidak enak. Hyunmie mengangguk paham.

“Gwenchanayo. Siapa namamu? Mulai hari ini tolong lindungi aku dan saengku.” ucap Hyunmie nanar, Siwon kembali membungkuk.

“Nan Choi Siwon imnida. Ne agshi saya akan menjaga kalian berdua segenap hati.” ucap Siwon formal.

“Bisakah kau tidak terlalu formal oppa? Kita akan tinggal bersama cukup lama nanti.” ucap Hyunmie pelan karena Yeongjin tertidur di pangkuannya. Siwon mengangguk kaku, bagaimanapun Hyunmie adalah putri atasannya, rasanya terlalu aneh di panggil oppa.

Sesaat keadaan ruangan itu hening, hingga akhirnya Hyunmie mengingat sesuatu.

“Oppa mianhae, aku tidak sempat membawa apapun tadi. Bisakah oppa membayarkan taxi di bawah untukku?” Siwon langsung membungkuk tanpa menjawab, lalu melangkah keluar dari apartmen, sepertinya lebih baik. Jantungnya bertindak kurang ajar berdetak tak karuan. Ketika satu ruangan dengan Hyunmie.

Di luar sebuah taxi sudah menunggu, tanpa basa-basi Siwon membayar taxi tersebut lalu kembali masuk ke gedung apartmennya, dia tidak mau mengambil resiok Hyunmie dalam bahaya. Dugaan Siwon benar, ketika masuk gedung apartmen beberapa orang berseragam jas rapi terlihat mengikutinya. Dia harus punya cukup waktu untuk kabur, Siwon berusaha mengecoh pengejar agar binggung mencarinya, dan benar saja, Siwon berhasil mengecoh para pengejar. Soal mengecoh Siwon memang sudah ahlinya, mungkin ini alasannya Jungsoo menitipkan Hyunmie dan Yeong jin padanya.

Setelah sampai menuju apartmennya, Siwon langsung membuka lemari besinya yang berisi berbagai macam pistol, memasangnya di setiap cela tubuhnya, di kaki, pinggang dan di setiap tulang rusuknya. Melihat itu Hyunmie yang sudah menidurkan Yeong jin langsung menggendongnya kembali. Tanpa membuang waktu, Siwon langsung menggenggam tangan Hyunmie dan mulai perlahan keluar dari apartmen. Hyunmie tidak banyak bertanya, cukup mengerti jika tempatnya bersembunyi di ketahui musuh.

“Hyunmie_ssi, percaya padaku. Jangan melepas genggaman tanganku apapun yang terjadi. Araseo.” Hyunmie hanya mengangguk kecil dengan exspresi takut, beberapa kali Siwon terpaksa memuntahkan tembakannya ketika pengejar menemukannya. Tapi taktik Siwon kembali berhasil. Pengecohannya membuat para pengejar mengira mereka masih di gedung apartmen.

***

Didalam mobil Hyunmie memeluk Yeong jin erat-erat, dia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat kearah mana mobil melaju.

“Oppa kita akan kemana?” tanya Hyunmie minta penjelasan. Dia sebenarnya tahu tujuan dari mobil yang Siwon lajukan, tapi dia ingin memastikan ide gila ini.

“Masuk ke kandang Singa, kadang musuh adalah tempat paling aman di dunia.” Hyunmie menghelah nafas lemas, dugaannya benar, Siwon membawanya ke Incheon. Lelah rasanya hidup seperti ini, tapi Hyunmie tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua orang tuanya sudah di bantai habis-habisan oleh orang yang ingin menguasai Incheon dan penerus yang masih ada adalah Hyunmie dan Yeong jin, tanpa tahu masih ada Leeteuk yang tersisa yang sekarang sedang mengurus organisasi di Jepang.

“Pertama kita harus ubah identitasmu dulu Hyunmie_ssi. Kaulah yang sudah memiliki kartu identitas jadi kemungkinan mereka mencarimu dari sana, sedang Yeong jin dia belum memiliki identitas. Choi Hyunie, namamu sekarang Choi Hyunie. Araseo.” Hyunmie kembali mengangguk kecil, menerima keputusan pengawal barunya.

***

Siwon dan Hyunmie tinggal di salah satu apartmen di Incheon, Siwon bekerja sebagai koki di sebuah hotel di Incheon, Hyunmie sendiri tetap diam di apartmen. Tapi lambat laun Hyunmie merasa bosan, setelah memohon akhirnya Hyunmie di izinjan bekerja menjadi penyanyi sekaligus pengiring Piano di sebuah restoran tak jauh dari tempat Siwon bekerja. Permainan Piano Hyunmie banyak di sukai oleh para pelanggan, bukan hanya pelanggan. Tepat di sudut ruangan seorang waitter yang lumayan tampan selalu menatap penuh kagum pada Hyunmie.

“Wah… Jeongmal yeoppo.” gumam namja itu pelan tapi masih cukup terdengar oleh seseorang yang berdiri di sampingnya.

“Dekati dia, sebelum di ambil orang.” ucapan itu sukses membuat namja yang sejak tadi sibuk mengagumi Hyunmie menatap Hyungnya salah tingkah.

“Anniyo Hyung. Aku merasa tidak pantas untuknya.” ucapan namja itu membuat namja yang sebenarnya terlalu manis itu memicingkan matanya.

“Kau jangan terlalu merendah Kyunie, kau itu Waitter yang di kejar para waittres dan pelanggan di sini.” ucapan namja cantik itu membuat Kyunie nampak tersenyum canggung, walaupun benar begitu ia benar-benar merasa tidak pantas untuk Hyunmie.

“Ah tetap saja Sungmin Hyung, dia tidak mungkin melirik pelayan rendah sepertiku.” ucapan Kyunie membuat Sungmin berdecak tak percaya.

“Kau ini, mencoba saja belum. Pengecut.” ucapan Sungmin sukses membuat Kyunie membulatkan matanya.

“MW… Mworago? Yaak!! Lihat saja nanti, aku akan berkenalan dengannya, atau jika perlu akan aku kenalkan dia pada Hyung sebagai calon istriku.” Kyunie tertegun, rentetan kata yang ia katakan hanya menggali kuburnya sendiri, Sungmin nampak tersenyum licik.

“Kita lihat nanti, jika kau gagal kau harus mencuci bajuku selama sebulan.” ucap Sungmin sambil melangkah pergi kedapur, sementara Kyunie, dia terlihat mengacak rambutnya sebal. Merutuki kebodohannya sendiri.

Malam semakin merangkak menuju dini hari, jalanan kota Seoul mulai lenggang, tapi seorang yeoja masih nampak berdiri di depan halte bis bersama saengnya yang ada di gendongannya, Park Hyunmie, yeoja itu terpaksa pulang sendirian ke apartmen karena Siwon yang sedang pergi ke Busan. Padahal Siwon sudah mengingatkan agar Hyunmie tak perlu bekerja hari ini di cafe, dan itu juga demi kebaikannya, tapi karena mulai terbiasa dengan pekerjaannya, Hyunmie malas jika seharian di apartmen. Setelah pulang dari cafe, Hyunmie menjemput Yeong jin yang memang selalu ia titipkan di penitipan anak, dan di luar dugaan, menggunakan kendaraan umum memakan waktu lebih lama. Hyunmie mulai cemas, daerah ini masih masuk kawasan berbahaya untuknya. Dan dugaannya terbukti, ketika sebuah sedan hitam menepi di hadapannya, tanpa pikir panjang Hyunmie mulai berlari, tepat sebelum Hyunmie akan berbelok sebuah tembakan tepat mengenai tembok tempat ia kini menyembunyikan diri, Yeong jin yang sudah tertidur kembali terjaga dan menatap eonninya ketakutan, begitupun dengan Hyunmie, ia merasa waktu kematiannya semakin dekat. Derap langkah kaki membuat Hyunmie semakin mengeratkan pelukannya pada Yeong jin, hingga sebuah tangan menariknya dari tempat persembunyian, namja itu menarik Hyunmie keluar menyembunyikan tubuhnya di belakang dan dengan membabi buta namja itu menembakan pelurunya sebanyak tiga kali kepada para pengejar dan tak ada satupun yang meleset. Ketiga pengejar itu mati dengan luka tembak di keningnya. Setelah memastikan semuanya aman, namja itu membawa Hyunmie dan Yeong jin ketempat yang lebih aman.

“Agashi bisa tolong lepaskan tanganku?” ucap Hyunmie pelan, karena sejak tadi tangannya di genggam erat, lagi pula ini sudah cukup jauh dari tempat tadi, namja itu nampak salah tingkah lalu melepas tangannya enggan.

“Mi… Mianhae, aku hanya takut orang-orang jahat tadi mucul kembali.” ucap namja itu pelan sambil mengelus tengkuknya tak enak, Hyunmie tersenyum kecil.

“Gwenchanayo, keunde jeongmal gomawo. Apakah kau mengenalku?” pertanyaan Hyunmie membuat namja itu memasang wajah serius lalu sedikit membungkuk bersiap memperkenalkan diri.

“Ah mianhae, nan Lee Kyunie imnida, aku bekerja sebagai waiter di tempat kau sering bernyanyi Hyunie_ssi.” Hyunmie nampak mengerutkan keningnya binggung tapi kemudian tersenyum simpul.

“Ne, gomawo Kyunie, bangapsemida.” ucap Hyunmie pelan.

“Ah biar saengmu ku gendong. Ku antar kau pulang, aku takut orang-orang tadi mengejarmu lagi.” Hyunmie kembali tersenyum lalu mengangguk kecil dan mengizinkan Yeong jin di gendong Kyuhyun.

Sejak saat itu Hyunmie dan Kyuhyun mulai dekat, bahkan Kyuhyun mulai mengajarkan Hyunmie menembak di arena tembak, kedekatan keduanya membuat Siwon sedih dan cemas, sedih karena di sadari oleh Siwon ia mulai menyukai saeng atasannya itu, cemas karena hingga sampai saat ini, Siwon belum mendapat kepastian siapa Kyunie sebenarnya, mengingat di awal pertemuan Kyunie sangat pandai menembak, dan jika perkiraannya tidak salah, Kyunie kemungkin adalah salah satu anggota mafia berpengaruh di Incheon yang mungkin bekerja sama dengan para mafia yang membantai habis kedua orang tua Hyunmie. Walaupun Kyunie terlihat seperti pemuda baik-baik, Siwon tak mau ambil resiko.

***

Seperti biasa cafe Lotte Love dalam keadaan lenggang, hanya denting suara Piano serta suara merdu seorang yeoja yang menghiasi cafe tersebut, lenggang disini bukan karena sepi pengunjung melainkan karena pengunjung terdiam menghayati setiap suara yang masuk kedalam telinga mereka. Benar-benar indah. Tak jauh berbeda dengan para waiter yang terpesona dengan permainan dan suara yeoja yang tak lain adalah Hyunmie, salah satunya adalah Kyuhyun.

“Jinjja… Kenapa kau cantik sekali Hyunie_ya.” gumam Kyuhyun pelan, yang cukup terdengar oleh Sungmin, namja cantik itu tersenyum kecil lalu mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru cafe, ternyata banyak sekali yang memasang exspresi bodoh seperti Kyuhyun.

“Yaak!! Kapan kau akan melamarnya?” pertanyaan Sungmin sukses membuat Kyuhyun gelagapan.

“A… Apa maksud Hyung? Pacaran saja belum.” proter Kyuhyun yang kembali fokus menatap Hyunmie.

“Jika kau terlalu mengulur waktu, kau akan keduluan orang lain Kyunie. Lihatlah semua namja di cafe ini. Jangan kau pikir hanya kau saja yang menyukai Hyunie.” mendengar ucapan Sungmin, Kyuhyun menatap semua orang di cafe, Kyuhyun nampak memasang muka masam, ternyata saingannya memang banyak.

“Ara. Aku akan melamarnya, dan mengenalkan Hyunie sebagai istriku padamu Hyung.” ucap Kyuhyun yakin, Sungmin nampak mengangguk paham.

“Geure, aku tunggu janjimu Kyunie.” setelah mengucapkan hal tersebut Sungmin meninggalkan Kyuhyun kembali fokus pada yeoja pujaannya. Ketika permainan Piano Hyunmie selesai, ponsel Kyuhyun berbunyi.

“Yeobseo?… Ye?… Ne aku akan segera kesana sekarang juga.” setelah mengucapkan hal itu, Kyuhyun melepas seragam kerjanya lalu pergi begitu saja.

TBC

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

3 Komentar

  1. Audhi

     /  Februari 27, 2015

    Anyeong..aku uda lma bngt berkunjung k blog eoni ini tp bsa buat komen skrng..miahe eon..
    Aku slalu suka ff yg ada dsini apalagi yg genrenya hurt, angst..ngenak bngt eon..๐Ÿ˜
    Sering2 publis ffny y eon..jngn lma yahh..hehee๐Ÿ˜„

    Balas
  2. KyuRa

     /  Juni 24, 2015

    Wowww..
    Gua suka bnget baca ff tntng mafia.. aigoooo tpp klo kyu disini jdi kejem ama orng trdekatnye bkin gua kesel … pdhal klo di ff lain dia gak mau nyakitin orng trdekatnya.. hufttt ide yg bgus eonni !
    #very nice

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: