Oneshoot//No Other

Autor:YJK

Tittel:No Other

cast:Lee Min Ho, Park Hyunmie

gender:Romantis

Rating: 15

Leght: oneshoot

Ost: No Other

Summary

‘Ketika harus memilih antara orang yang kau kasihi dan idolamu. jangan sampai kau menyesal’

***

Angin bertiup kencang hari ini, musim dingin sebentar lagi datang, menutup indahnya musim gugur, seorang namja nampak terlihat gusar duduk di kursi panjang di taman. Lee Minho, aktor terkenal negeri Gingsen itu, tampak menghelah nafas, sesekali ia melirik arlojinya. Memastikan sudah berapa lama ia menunggu.

“Dia pasti terlambat lagi. Tsk, kapan dia bisa tepat waktu?” gerutuan pelan mulai terdengar dari mulutnya, mulai cemas apakah orang yang tengah ia tunggu akan datang atau tidak. Hingga akhirnya ia bisa bernafas lega, ketika seorang yeoja mungil berlari kearahnya dengan senyum mengembang.

“Ah, mianhae. Aku terlambat setengah jam sajakan? Aku sudah berusaha secepat mungkin__ tapi antrian tiket cukup panjang.” yeoja itu nampak menepuk dadanya yang naik turun karena berlari cukup cepat. Minho nampak menghelah nafas, dilihat dari pakaian gadisnya, ia tahu tiket siapa yang sedang di buru kekasihnya. Ingin marah, tapi melihat kondisi yeoja chingunya yang berkeringat dengan nafas memburu, kekasihnya itu pasti sudah berusaha keras agar sampai disini secepatnya. Tapi yang membuatnya kesal, gadisnya ini selalu menomer duakan dia dari idolanya. Padahal jelas-jelas dia juga seorang aktor yang tak kalah tampan dari gerombolan penyanyi yang gadisnya idolakan.

“Tak bisakah aku di nomer satukan?” tanya Minho pelan, membuat kekasihnya itu mengerucutkan bibirnya lucu, antara sebal dan ingnin tersenyum geli, Minho berbalik, lalu mulai melangkahkan kaki jenjang panjangnya meninggalkan yeoja mungil di belakangnya. Yeoja mungil itu cukup kerepotan mengejar Minho.

Beberapa atribut biru sappirnya nampak berjatuhan, terpaksa ia jejalkan kedalam tas berwarna senada. Park Hyunmie, yeoja mungil itu adalah seorang ELF.

“Oppa!! Chakkamanyo…” rajuk Hyunmie sambil memegang lengan Minho yang berhasil ia kejar, Minho terus saja berjalan cepat di depannya, kesal Minho nampak menggaruk keningnya lalu berbalik, membuat Hyunmie menabrak tubuh Minho yang memang berhenti tiba-tiba. Hyunmie menunduk ketika mendapat tatapan dingin Minho, membuat Minho menghelah nafas.

“Kau tahukan aku juga sibuk?” Hyunmie mengangguk kecil.

“Kau tahukan waktu luangku juga tak banyak?” sekali lagi Hyunmie mengangguk kecil.

“Jika tahu, kenapa kau selalu terlambat ketika kita ingin kencan.” Hyunmie nampak meremas jemarinya, sementara Minho mulai berkacak pinggang menahan emosinya.

“Kau tahu, aku tak pernah melarangmu menyukai Super Junior, tapi yang tidak aku suka, ketika Super junior membuat waktu kita berdua semakin tidak ada. Setengah jam itu sangat berharga untuk kita Hyunmie_ya…” tubuh Hyunmie mulai bergetar, membuat Minho nampak memejamkan matanya, lalu memijit keningnya pusing. Selalu saja begini, ketika ia membahas idola kekasihnya, Hyunmie selalu menangis, Minho nampak menatap arlojinya, waktunya hanya tinggal lima belas menit lagi. Sebentar lagi dia harus pergi ke Australia, untuk pembuatan CF.

“Uljima… Aku ingin bertemu denganmu karena ingin melihatmu tersenyum.

“Minho merangkul Hyunmie kedalam pelukannya, perlahan menepuk pelan punggung Hyunmie.

“Oppa… Bogoshippo… Demi bertemu denganmu, aku rela tidak mendapatkan tiket Super junior untuk tampil di SBS. Jadi jangan marahi aku lagi.” isakan itu mulai terdengar, Hyunmie memeluk Minho semakin erat, sementara Minho nampak tertegun, ia sedikit melonggarkan pelukannya lalu menatap mata sembab kekasihnya.

“Jinjjayo?” Hyunmie mengangguk pelan sambil menghapus air matanya, Minho tersenyum lalu kembali memeluk Hyunmie erat-erat. Hanya dengan begini raja Minho sudah sangat bahagia.

“Gomawoyo…” gumam Minho pelan.

Hyunmie menatap Minho sebal.

“Aku merelakan tiket Super junior, karena oppa akan pergi ke Australia, keunde, sebagai gantinya oppa harus cepat pulang dan belikan aku album KRY.” mendengar ucapan Hyunmie, Minho memutar bola matanya sebal, tapi kemudian mengangguk pelan dan kembali memeluk kekasihnya.

“Ara. Araseo…” gumam Minho pelan, dia akan sangat merindukan kekasihnya yang menyebalkan ini nantinya.

‘Hal sepelepun yang kita lakukan untuk pasangan kita, jika kita lakukan setulus hati. Itu sudah cukup membuatnya bahagia’

***

Matahari semakin meredup di arah barat, menandakan malam semakin merangkak perlahan. Angin musim dingin berhembus cukup kencang, membuat yeoja mungil yang tengah menunggu di depan sebuah gedung apartmen semakin mengeratkan mantelnya.

“Jadi dia ingin balas dendam eoh? Tapi ini sudah tiga jam, setidaknya dia sms atau keluar menyuruhku pulang.” rutukan kecil terdengar dari mulut yeoja kecil itu, kekasihnya Lee Minho tidak kunjung keluar dari gedung tempat dimana Minho syuting. Padahal tadi sudah sangat jelas, Minho memintanya menunggu. Dengan hidung yang mulai memerah, Hyunmie duduk di depan pintu lobi apartmen. Kembali asik mendengarkan lagu-lagu Super junior, tapi justru kini tatapannya tertuju pada poster seorang aktor yang tak kalah terkenalnya dari kekasihnya, Lee Seung gi. Jari-jari mungilnya menyusuri setiap lekukan wajah di poster tersebut. Tanpa Hyunmie sadari pemilik dari wajah di poster tersebut kini tengah menatapnya geli.

“Apa dia fansku?” ucap Seung gi yakin, perlahan ia berjongkok di samping Hyunmie yang masih mengelus-ngelus poster Seung Gi.

“Seung Gi oppa, kau tampan sekali. Tak heran aku begitu mengidolakanmu. Kau juga sangat baik, hmmm kapan aku bisa melihatmu sedekat ini?” gumaman Hyunmie seolah menjawab pertanyaan Seung Gi tadi, namja dengan senyum lembut itu kembali mengulum senyum. Perlahan Seung Gi menepuk bahu Hyunmie, membuat yeoja kecil itu berbalik. Dan seperti kebanyakan seorang fans, jika bertemu dengan idolanya dari radius dekat, pasti akan sangat shock. Hyunmie membulatkan matanya, mulutnya sedikit menganga kala bertemu sang aktor idola, Seung Gi kembali mengulum senyum, Hyunmie akhirnya menutup mulutnya, kini jari kecilnya yang menekan pipi Seung gi, seolah memastikan jika yang di hadapannya nyata. Seung Gi cukup terkejut ketika gadis kecil di hadapannya, menyentuh wajahnya.

“K… Kau sungguhan?” gagap Hyunmie pelan, Seung Gi yang masih tertegun dengan sentuhan Hyunmie kembali tersenyum, perlahan Seung Gi mengacak rambut Hyunmie pelan.

“Tentu saja aku sungguhan, disini dingin. Kau sudah bertemu denganku dan menyentuhku juga, jadi pulanglah. Nanti kau sakit.” setelah mengatakan hal itu Seung Gi berdiri lalu mengulurkan tangannya agar Hyunmie berdiri juga. Karena masih shock, Hyunmie menerima uluran tangan Seung Gi lalu berdiri.

“Ghamsamnida Seung Gi oppa.” gumam Hyunmie pelan, Seung Gi kembali tersenyum lalu kembali mengelus kepala Hyunmie pelan.

“Ne, ceonma, jah, pulanglah.” Hyunmie mengangguk pelan, Seung Gi lalu masuk kedalam gedung, beberapa kali Seung Gi nampak menatap telapak tangannya yang ia gunakan untuk mengelus kepala Hyunmie.

“Menarik.” gumam Seung Gi pelan, lalu masuk kedalam lift, sementara Hyunmie nampak mencerna kembali apa yang baru saja terjadi.

“Kepalaku di sentuh Seung Gi oppa? Jinjja? Aaah jeongmal hengbokhe.” gumam Hyunmie sambil menghentak-hentakan kakinya senang, juga seolah baru menyadari pertemuannya dengan Lee Seung Gi.

Bahkan seolah tidak menyadari, seorang namja kini menggeram marah melihat kekasihnya di sentuh sembarangan oleh namja lain.

“Sepertinya aku harus cepat menikahinya. Jika tidak dia bisa di ambil namja lain.” rutuk Minho sebal, perlahan Minho mendekat kearah Hyunmie. Minho berdehem kecil, membuat Hyunmie menghentikan kegiatan kekanak-kanakannya dan menatap Minho, tapi wajah senang Hyunmie berubah kesal ketika menatap Minho. Dengan kesal Hyunmie pergi meninggalkan Minho, membuat namja itu melongo tak percaya. Kenapa sikapnya berbeda sekali saat bersama Lee Seung Gi.

“Yaak! Mau kemana kau?” ucap Minho, membuat Hyunmie menghentikan langkahnya lalu berbalik, membuat Minho tersenyum dan mendekat kearah Hyunmie. Setelah dalam radius setengah meter dengan kekasihnya, Minho merentangkan tangannya, berharap mendapatkan pelukan dari Hyunmie, tapi yeoja kecil itu berdecak kesal, tanpa perasaan Hyunmie menendang tulang kering kekasihnya itu, hingga pekikan rasa sakit terdengar cukup keras.

“Agrh. Appo. Yaak! Kenapa kau menendang kakiku? Sikapmu selalu manis di depan idolamu. Kyuhyun_ssi lalu tadi Seung Gi_ssi, tapi kenapa padaku kau marah-marah?” bentak Minho protes, Hyunmie mulai menatap Minho tajam, membuat namja tinggi itu salah tingkah, dan perkiraannya benar, gadisnya itu mulai menitikan air mata.

“Tiga jam. Tiga jam aku menunggu disini, kedinginan, bosan dan lapar.” geram Hyunmie pelan, Minho mulai melipat kedua tangannya, menyadari kesalahannya.

“Mianhae, sutradara baru mengizinkanku keluar. Ponselku di sita meneger Han. Tadinya kukira kau sudah pulang.” ucap Minho lirih, Hyunmie nampak menghapus air matanya kasar.

“Geure, kalau begitu aku pulang.” ucap Hyunmie ketus, saat akan berbalik Minho menahan tangan Hyunmie.

“Akukan sudah ada disini, kajja kita beli ramen ne? Jangan marah lagi.” mohon Minho dengan wajah polosnya. Tapi Hyunmie tetap memasang wajah dinginnya.

“Anni. Aku kesini untuk bertemu Seung Gi oppa. Annyeong.” Minho hanya menganga menatap kepergian Hyunmie.

‘Ketika kita bersama orang yang kita cintai, watak jelek tak akan pernah bisa di tutupi, karena kita yakin, pasangan kita menerima kita seburuk apapun kita’

Angin berhembus semakin kuat di langit malam Seoul, beberapa bintang masih nampak terlihat walaupun hampir tenggelam dengan benda-benda lain di langit, Minho nampak mengeratkan pelukannya dari belakang pada yeoja yang menyandang setatus sebagai kekasihnya dan sekarang malah masih sibuk dengan Laptop kesayangannya, berulang-ulang Hyunmie memutar MV NO OTHER milik Super Junior, membuat Minho hanya menggeleng pasrah sambil meletakan dagunya di bahu Hyunmie.

“Yaak!! Sampai kapan kau akan memutar MV tersebut? Kau tidak bosan ongk?” gumam Minho pelan tepat di telinga Hyunmie, yeoja kecil itu hanya menggeleng kecil lalu kembali fokus pada benda persegi di hadapannya.

“Memang apa istimewanya MV ini? Sampai kau mengabaikanku?” protes Minho sambil mengeratkan pelukannya.

“Mv ini mengajarkan keromantisan pada namja kaku sepertimu oppa.” cibir Hyunmie membuat Minho mempoutkan bibirnya tak terima, Hyunmie nampak terkekeh geli melihat pemandangan yang bahkan para Minoz tak pernah melihatnya. Dengan kilat Hyunmie mengecup bibir Minho lalu kembali menatap layar Laptopnya, Minho nampak mengerjap beberapa kali, dalam sejarah percintaannya dengan seorang Park Hyunmie, baru kali ini Minho di cium terlebih dahulu oleh Hyunmie. Tapi tak lama wajah tampan itu tersenyum senang membuat Minho mengeratkan pelukannya gemas.

“Yaak!! Sesak oppa.” protes Hyunmie, membuat Minho terkekeh dan kembali menenggelamkan setengah wajahnya di bahu Hyunmie. Kali ini Minho mulai memfokuskan diri menatap MV yang kembali berputar dari laptop kekasihnya. Beberapa adegan yang membuat kekasihnya tersenyum, Minho ingat baik-baik di memorinya.

***

Hyunmie merenggangkan tubuhnya ketika murid-murid TK pamit pulang, hari sudah mulai sore, membuatnya harus mulai siap-siap meninggalkan TK. Tapi baru saja berniat membukakan pintu, seorang namja yang sangat ia kenal tengah berdiri dan tersenyum sayu padanya.

“Kyuhyun oppa?…” gumam Hyunmie pelan, Kyuhyun semakin mengembangkan senyumnya ketika Hyunmie membalas senyumannya.

“Apa kau mau pulang? Bisakah kita bicara sebentar?” Tanpa menunggu lama Hyunmie mengangguk pelan dan mempersilahkan Kyuhyun masuk ke ruangannya, tanpa menyadari seorang namja kini meremas bunga mawar di tangannya, mawar merah yang menjadi awal rencana romantisnya, Lee Minho nampak melangkah gontai meninggalkan tempat itu dan mungkin membatalkan rencananya.

Lee Minho nampak terduduk di lantai paling atas di gedung apartmennya, tempat ini entah sejak kapan menjadi tempat favoritnya, mungkin semenjak berpacaran dengan Hyunmie, karena mereka memang sering menghabiskan waktu disana, apa lagi saat di malam hari. Beberapa kali Minho menatap layar ponselnya, berharap kekasihnya menghubunginya setelah pesan singkat yang ia kirim tadi. Tapi sepertinya Minho terlalu berharap, hingga pintu di lantai atas tiba-tiba terbuka, Minho berbalik menatap lega kearah seorang yeoja yang kini tengah tersenyum dan berjalan kearahnya.

“Menunggu lama?” tanya yeoja tersebut sambil duduk di samping Minho, menatap namja itu berbinar.

“Kukira kau tak akan datang? Kenapa smsku tidak kau balas?” yeoja itu Hyunmie nampak mengeluarkan ponselnya yang mati.

“Ponselku mati, belum sempat menchargernya. Tentu saja aku akan datang, oppakan namja chinguku.” ucap Hyunmie tersenyum riang, Minho nampak tersenyum sendu, pikirannya kembali melayang pada kejadian tadi sore. Apa gadisnya begitu senang bertemu Cho Kyuhyun?

“Apa kau bahagia menjadi kekasihku?” pertanyaan mendadak itu sukses membuat Hyunmie mengerutkan keningnya, selama ini Minho tak pernah mempertanyakan hal yang seperti itu.

“Wae? Apa aku selama ini terlihat tertekan?” pertanyaan itu kembali membuat Minho tersenyum sendu. Apa kekasihnya pura-pura bahagia?

“Kau hanya sering tersenyum dan menyiksaku saja.” ucap Minho polos membuat Hyunmie terkekeh geli, seperti mengingat sesuatu Hyunmie mengeluarkan sebuah syal hasil rajutannya. Tanpa meminta persetujuan dari Minho, Hyunmie langsung mengalungkan syal itu di leher Minho, namja itu menatap nanar Hyunmie.

“Ini hasil rajutanku, bisa sedikit menghangatkanmu. Kau pakai dan rawat baik-baik ne oppa?” Hyunmie menatap Minho yang tak menjawab kata-katanya, mata Minho menunjukan rasa ketidak percayaan dan harunya, membuat Hyunmie tersenyum kecil.

“Wae? Apa aku tidak boleh memberikan sesuatu yang istimewa untuk namjaku?” pertanyaan Hyunmie malah semakin membuat Minho sesak nafas. Demi apapun Minho tak akan pernah melepaskan Hyunmie. Perlahan Minho menangkup wajah Hyunmie menatap dalam manik mata kekasihnya.

“Saranghae…” gumam Minho yang membuat Hyunmie tertegun bahkan bungkam karena sekarang bibirnya tengah di rayapi bibir lain milik kekasihnya. Manis, dan entah kenapa ini lebih menyesakan di hati Hyunmie. Minho mulai melingkarkan tangannya demi memeluk Hyunmie agar semakin mendekat dan merapat kearahnya, memeluk gadisnya posesif. Dan mungkin Minho akan melanjutkan rencananya yang gagal hari ini, melamar gadisnya.

END

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: