ONESHOOT//Never Leave You//Kyumie//Spesial brithday

Autor:YJK

Tittle:Never Leave You

Cast:Cho Kyuhyun, Park Hyunmie

Genre:Sad Romance

Rating:15+

Leght:Oneshoot

Dislamer:Annyeong haseyo lama tidak menulis… FF sederhana ini untuk sosok namja yang paling aku cintai Kyuhyunie, selamat ulang tahun and i always stay be side you..warning many typo, EYD not perpect and this my story no plagiat and dont bash just for fun..enjoy for read..

summary

‘Apa yang kumiliki sekarang tetaplah tidak sempurna tanpa hadirmu, karena aku yang sekarang bukan hanya karena Tuhan dan keluarga yang membentukku tapi juga dirimu.. 8 tahun aku selalu bersamamu.. menjadi wanita yang kuat dan lebih dewasa serta menjadi lebih baik lagi’

Storry begin

Angin bertiup semakin kencang mengugurkan banyak dedaunan dari pohon maple yang menguning, seorang gadis semakin mengeratkan mantel yang membalut tubuh mungilnya, sesekali melirik ponsel yang sudah tidak berdering lagi dalam waktu dua jam yang lalu. Hyunmie menghelah nafasnya, sepertinya janji hari ini harus kembali batal, dan namja yang ia tunggu sepertinya tidak sempat memberitahunya, dengan langkah lemas dan berat hati Hyunmie meninggalkan taman yang sudah ia singgahi tiga jam yang lalu. Hyunmie sudah biasa dan mungkin terbiasa menunggu, dulu jika hal ini terjadi Hyunmie akan marah besar pada namjanya, menyalahkannya karena lebih mementingkan hal lain dari pada dirinya, tapi seiring waktu berjalan Hyunmie sudah bisa menerima semuanya bahkan alasan yang mungkin selalu sama. Dia bukanya tidak terluka, tapi sepertinya hatinya sudah tidak peduli, yang dia tahu namja yang ia cintai masih mencintanya dan tidak melepaskannya, bagi Hyunmie itu lebih dari cukup.

“Hyunmie!! apa itu kau?” Hyunmie berbalik dia menatap seseorang yang sibuk menahan dengkulnya, bahu orang itu nampak naik turun, tanpa Hyunmie harus bertanya Hyunmie tahu siapa yang memanggilnya. orang yang memanggilnya menggunakan masker serta kaca mata gelap tidak lupa sebuh topi hitam menutup model rambutnya, seperti orang pesakitan, yang baru menyelesaikan maraton. Namja itu mendekat sambil masih menarik nafas dalam-dalam, seperti masih sulit untuk berbicara masih mengatur pernafasannya. Hyunmie menghelah nafas tapi kemudian tersenyum, senyum Hyunmie cukup membuat namja itu menghelah nafas lega, lagi… kekasihnya memaafkannya begitu saja. Cho Kyuhyun memeluk tubuh mungil yang ada di hadapannya, jika kalau bukan jadwalnya yang molor menjadi beberapa jam, dia tidak akan mengajak Hyunmie untuk bertemu, dan selalu begini gadis ini sudah lama tidak pernah marah, seberapa lama dia harus menunggu. walaupun kadang kala ia merindukan gadisnya yang memarahinya, mungkin itu akan lebih melegakan untuknya.

“Kau tidak perlu minta maaf dan jangan mengucapkan alasannya kenapa. aku bosan mendengarnya.” Hyunmie seolah tahu apa yang akan kekasihnya katakan, Cho Kyuhyun namja itu menutup kembali mulutnya ketika akan mengatakan hal yang memang akan ia katakan sesuai ucapan Hyunmie. bibirnya mengerucut, Hyunmie sudah tahu seperti apa alasan ataupun kata apa yang akan ia katakan.

“Geure… kalau begitu aku merindukanmu…” Hyunmie tersenyum, dia membalas pelukan namja yang menjadi kekasihnya selama delapan tahun terakhir.

“Aku tahu… aku juga merindukanmu.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya di tubuh gadis yang ia cintai itu, menggumamkan kata-kata yang sama, walaupun Hyunmie tidak pernah bosan mendengarkannya.

“Saranghae… jeongmal gomawo.” Hyunmie mengangguk, lalu menatap namja yang kini masih lengkap dengan alat penyamarannya.

“Ayo ke rumah, aku akan memasakan sesuatu untukmu.” Kyuhyun mengerutkan keningnya, bukankah tadi mereka mau berkencan?.

“Tidak jadi kencan?” Hyunmie menggelengkan kepalannya, menanggkup wajah bermasker Kyuhyun untuk mendekat.

“Tidak akan cukup waktunya, lagi pula aku lebih suka kau istirahat dan makan-makanan yang hangat di saat kau demam.” Kyuhyun menghelah nafasnya, gadisnya ini sudah mulai berhenti egois dan lebih mementingkan dirinya, padahal tidak ada yang tahu jika sekarang dia demam, Hyunmie hanya memeluk dan memegang pipinya dan dia langsung mengetahiunya. Bagaimana Kyuhyun harus bersyukur karena mendapatkan Hyunmie Tuhan begitu baik padanya, mengirimkan seseorang yang begitu baik dan penuh pengertian seperti Hyunmie, walaupun di awal hubungan mereka, mereka selalu bertengkar, ada saja maslah yang mereka debatkan, dari mulai kencan mereka yang batal, Kyuhyun yang berselca dengan banyak wanita, couple SM bahkan sexy dancer juga selalu membuat mereka tidak saling sapa setidaknya 2 bulan. tapi gadis yang kini ada di hadapannya hanya tersenyum dengan setiap alasan yang selalu Kyuhyun lontarkan, takut gadisnya ini marah. Tapi semua ketakutannya tidak pernah terjadi, tepatnya setahun belakangan ini, Hyunmie lebih tenang, lebih dewasa. Dan Kyuhyun semakin seenaknya dan manja. Kyuhyun mengangguk lalu merangkul Hyunmie posesif, Hyunmie hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekasihnya.

“Aku ingin bubur sum-sum buatanmu… jangan pakai bayam… pakai ayam saja.” Hyunmie menahan senyum Kyuhyun berbeda sekarang, lebih manja, lebih bossy dan semakin kekanakan.

“Baiklah…” Hanya itu yang Hyunmie katakan, biasanya dia akan marah dan mengomel dengan mengatakan semua demi kesehatannya, tapi Hyunmie mulai berhenti mendebat Kyuhyun, Hyunmie punya cara agar kekasihnya tetap sehat tanpa harus tahu apa yang dia makan. Hyunmie selalu menghancurkan bayam dan mencampurnya dengan bubur, Hingga tidak akan terlihat oleh Kyuhyun. Lebih simpelkan membuat Kyuhyun memakan sayuran.

Kyuhyun membuka semua atribut menyamarnya setelah sampai dirumah minimalis milik Hyunmie, mendudukan tubuhnya di sofa, membiarkan Hyunmie yang mulai memasak bubur untuknya, beberapa menit pertama Kyuhyun memperhatikan gadis yang sibuk membuat bubur untuknya, tapi lama kelamaan dia tertidur, selalu begitu kelelahan yang di derita Kyuhyun membuatnya lebih sering tertidur saat bersama Hyunmie dan lagi-lagi kekasihnya itu memakluminya.

“Kyu… banggun… kau makan dulu bubur dan obatmu… setelah itu kau boleh tidur lagi.” Hyunmie menggoyang tubuh Kyuhyun ketika bubur yang dia buat sudah jadi, Kyuhyun menggeliat menatap Hyunmie penuh permintaan maaf, dan Hyunmie hanya mengelus kepala Kyuhyun sayang membiarkan Kyuhyun membenarkan posisinya menjadi duduk, Hyunmie menaruh nampan di meja tapi Kyuhyun masih menatap bubur di hadapannya lalu menatap Hyunmie bergantian, seolah tahu apa yang Kyuhyun inginkan Hyunmie mulai menyuapi kekasihnya itu. Kyuhyun diam selama makan dia hanya menatap wajah Hyunmie, wajah kekasihnya sedikit pucat, matanya juga di hiasi lingkar hitam khas seseorang yang sedang sakit.

“Kau sakit?” Hyunmie menatap Kyuhyun lalu menggeleng pelan.

“Tidak… tapi seminggu yang lalu aku memang masuk rumah sakit dan kemarin pagi baru keluar dari sana.” Kyuhyun menatap Hyunmie terkejut, rasa kecewa juga marah terpantul di mata Kyuhyun.

“Kenapa? kenapa kau tidak memberitahuku?” Hyunmie menghelah nafas, menaruh mangkuk berisi bubur yang sedikit lagi hampir habis di nampan, merengkuh wajah marah Kyuhyun agar menatapnya.

“Aku tidak apa… aku sudah sehat… hanya tifus saja… aku tidak memberitahumu karena kau sibuk dengan konser dan drama musikalmu, aku tidak ingin kau tidak konsentrasi hanya karena memikirkanku…” Kyuhyun mendengus melepas rengkuhan Hyunmie di wajahnya.

“Percaya diri sekali kau… aku merasa tidak di anggap kekasih lagi olehmu, kau banyak menyimpan rahasia dariku belakangan ini.” Kyuhyun membelakangi Hyunmie sambil terus menggerutu, jika di pikir lagi ini pertama kali lagi mereka bertengkar selama setahun belakangan ini. Hyunmie menghelah nafas memeluk namja yang masih marah padanya, mata marah Kyuhyun meredup, mengelus tangan yang melingkari pinggangnnya.

“Aku tidak menyimpan apapun darimu… aku hanya tidak ingin menambah beban yang ada di pikiranmu, aku bukannya mau matikan?” Kyuhyun kembali memutar tubuhnya, mendelik tidak suka dengan ucapan kekasihnya, Hyunmie tersenyum miris, dia hanya tidak ingin membuat kekasihnya susah.

“Bukan seperti itu kau tahukan? aku ingin kau bersandar padaku… bukan hanya aku yang membutuhkanmu, tapi aku juga ingin kau membutuhkanku, kau kekasihku.” Hyunmie memeluk Kyuhyun kembali menghirup aroma tubuh kekasihnya dalam-dalam, mengencangkan pelukannya.

“aku tahu… dan tentu saja aku membutuhkanmu, kau kira buat apa aku menunggumu lama-lama, jika tidak membutuhkanmu? aku membutuhkanmu agar tetap sehat, bahagia dan juga merasa di cintai, mungkin definisi membutuhkan kita berbeda Kyu… tapi yang terpenting aku tetap mencintaimu.” Kyuhyun menghelah nafas, mana ada hal yang seperti itu, entah kenapa dia merindukan Hyunmie yang egois seperti dulu, Kyuhyun merasa cemas dengan kekasihnya yang sekarang. seolah kekasihnya itu akan pergi, membayangkannya saja sudah membuatnya sesak.

“Kalau begitu beritahu aku jika itu menyangkut kesehatanmu, aku tidak suka perasaan tidak teang seperti ini.” Hyunmie hanya mengangguk mendengar permintaan Kyuhyun walaupun Hyunmie tidak tahu dia bisa menepatinya atau tidak.

Hyunmie hanya tidak ingin Kyuhyun semakin di bebankan dengan kekasihnya yang sakit, sedang Hyunmie tahu beban dan tanggung jawab apa saja yang harus Kyuhyun kerjakan dan tangani.

***

Ruangan itu begitu meriah, suara botol wine yang di buka dan sampyen yang di kocok semakin menyemarakan suasana, terlihat jelas namja yang kini menjadi pusat perhatian begitu bahagia, beberapa orang menyalaminya, Cho Kyuhyun berulang kali memeluk orang-orang yang menyapanya, mini album perdananya di terima dengan baik di pasaran, benar-benar tidak menyangka semua ini akan ia dapatkan di pertama karir solonya, dia sudah sangat memimpikan semua ini sejak dulu, walaupun Kyuhyun tidak menyesal baru merasakannya sekarang, karena semua itu terbayar karena dia memiliki Hyungdeul yang sangat menyayanginya. Beberapa kali orang mengambil selca bersamanya seolah ingin membuktikan pada dunia kalau Cho Kyuhyun mengenal mereka. Beberapa Kali Kyuhyun menatap layar ponselnya yang bergetar, beberapa call dan sms masuk, Kyuhyun mengigit bibirnya lalu mematikan ponselnya, memasukan ponselnya kembali kesaku celananya lalu kembali larut dalam pesta kejutan yang di adakan oleh orang-orang yang berperan banyak dalam mini album pertamanya. Hyunmie menghelah nafas mencoba menekan perasaannya yang sesak yang mulai meruntuhkan kesabarannya juga menatap nanar makanan yang kini tersedia di meja makan dalam porsi yang banyak, wine serta lilin romantis mengelilingi ruang makan yang sengaja di buat gelap, semua ini untuk Kyuhyun kekasihnya yang mendapat cinta dari banyak orang hingga melupakan cinta sederhana dan tulus Hyunmie padanya. Padahal Hyunmie sudah meminta Kyuhyun untuk datang dari dua minggu yang lalu, selalu mengingatkan kekasihnya betapa pentingnya pertemuan mereka kali ini, tapi Kyuhyun kembali melakukan kesalahan yang setelah Hyunmie cek di media sosial, kekasihnya itu tengah asik berpesta dengan orang lain dan beberapa gadis yang di kenal dekat dengannya. Hyunmie mengusap kasar wajahnya yang kini berair, matanya terus memproduksi ari asin yang sudah tidak bisa ia tahan dengan kesal Hyunmie mematikan semua lilin lalu menarik Tabel Cloth membuat semua makanan berhamburan di lantai.

“Oh Tuhan aku sudah tidak kuat lagi…” Hyunmie kembali menangis kali ini isakannya semakin menjadi, kilas balik selama setahun terakhir membuatnya semakin kesulitan bernafas, manusia memiliki batas sabar dan inilah batas untuk Hyunmie.

“Jika aku pergi tidak apakan Kyu? kau sudah cukup bahagia dengan cinta yang begitu besar dari banyak orang, cinta yang membuatmu selalu tersenyum, cinta yang membuatmu selalu sehat sekalipun kau merasa sakit… cinta sederhanaku ,ungkin tidak bisa di bandingkan dengan cinta yang kau dapat sekarang iyakan?” Hyunmie menatap photo namja yang kini ia genggam, memeluknya dengan erat menghabiskan air mata yang jika memang ada akan ia keluarkan, setelah itu dia berjanji tidak akan menangis lagi, asalkan Kyuhyun sehat… bahagia.. dan juga tentu saja tetap ada di dunia dimana dia mendapatkan cinta yang begitu besar, agar dia tetap bisa memantaunya. hanya itu keinginannya.

Kyuhyun berlari dari mobil kesayangannya membuka pintu pagar yang menghalangi jalannya, mengetuk pintu dengan sebelumnya menarik nafas dalam-dalam, Kyuhyun melirik jam di tanganya, mengigit bibirnya gelisah jam sudah menunjukan pukul 3 pagi. beberapa kali di ketuk pintu itu tidak terbukam ‘apa dia marah padaku? bahkan ponselnya sudah tidak aktif sekarang’ Kyuhyun bergumam dalam hati, tapi menggeleng dengan cepat, tidak gadisnya pasti paham dengan posisinya, iya selama ini selalu begitukan? jadi tidak apa-apa, Kyuhyun merapihkan penampilannya, menarik nafas lalu kembali mengetuk pintu, sesekali memencet bel agar kekasihnya mendengar.

“Sedang apa di sini?” Kyuhyun berbalik, kekasihnya sedang berdiri di belakangnya, menatap Kyuhyun sayu, sesekali mengucek matanya yang terlihat bengkak, cemas dan rasa bersalah datang bergerombol masuk ke hatinya Kyuhyun menangkup wajah Hyunmie yang masih menatapnya sayu.

“Kau menangis? Mianhae… tadi acara kejutan berlangsung begitu saja, aku tidak tahu ada pesta untukku malam ini, sungguh!! aku bahkan tidak ada waktu untuk menghubungimu.” Hyunmie melepas rengkuhan Kyuhyun di wajahnya lalu menagguk siap membuka pintu, ketika sadar rumah kecilnya dalam keadaan berantakan Hyunmie kembali menutup pintu. Kyuhyun mengerutkan keningnnya, ketika Hyunmie duduk di kursi beranda. Hyunmie menyandarkan punggungnya di kursi memejamkan matanya yang lelah, membuat Kyuhyun kembali mengerutkan kening bersalah, Kyuhyun berjongkok di hadapan Hyunmie menggenggam tangan mungil Kekasihnya.

“Maaf… maafkan aku… aku mohon…” Hyunmie membuka matanya kembali, lalau memandang lelah kearah Kyuhyun lalu kembali mengangguk.

“Araseo… sebaiknya kau pulang, bukankah besok kau ada syuting running man?” Kyuhyun mengigit bibirnya menatap Hyunmie tidak tenang, kenapa Hyunmie tidak marah padannya? atau menamparnya mungkin lebih baik.

“Kau bilang ada hal penting yang harus di bicarakan? apa itu?”Kyuhyun masih mengenggam tangan Hyunmie, berusaha lebih lama bersama kekasihnya. Hyunmie melepas genggaman tangan Kyuhyun memijit kepalannya yang sedikit berdenyut.

“Kau pulanglah… aku hanya ingin membuat pesta kejutan dan selamat atas albummu, tapi sepertinya sudah tidak penting lagi, kau sudah mendapatkan semuanyakan..” Kyuhyun menggeleng tidak setuju, kembali mengenggam tangan Hyunmie erat-erat.

“Tidak tentu saja berbeda… tidak ada kau disana, ayo masuk kita rayakan bersama sekarang.” Kyuhyun berdiri menarik Hyunmie agar berdiri dan masuk kerumah, tapi Hyunmie tetap diam.

“Aku tidak mau, aku lelah hari ini, sebaiknya kau pulang aki ingin tidur, jangan lupa kau juga harus tidur.” Hyunmie melangkah melewati Kyuhyun tapi langkahnya tertahan tepat di depan pintu rumahnya ketika Kyuhyun memeluknya.

“Apa kau begitu marah? kalau begitu marahi aku? jangan seperti ini.” Hyunmie menghelah nafas melepas lingkaran tangan Kyuhyun di pinggangnya.

“Aku tidak ada tenaga melakukannya, aku hanya ingin tidur, pulanglah.” Hyunmie masuk menutup pintu, membiarkan Kyuhyun yang kembali mematung di depan pintu, Kyuhyun menelan ludahnya frustasi, menggosok wajahnya kasar, perasaannya tidak tenang, Kyuhyun paling tidak suka bertengkar dengan Hyunmie, pertengkaran dingin seperti ini lebih berbahaya dari pada Hyunmie yang memarahinya, dengan gontai Kyuhyun kembali kedrom, berusaha untuk tidur walaupun matanya tidak terpejam sama sekali.

Hyunmie memegang kepalanya yang kembali pusing, sesekali mengurutnya sakit, berusaha untuk tidur walaupun tidak bisa, perlahan Hyunmie membuka lemari pakaiannya mulai memilah milih pakaian mana yang akan ia masukan kedalam koper, kegiatannya tertahan ketika sebuah telpon masuk di telpon rumahnya. Hyunmie berjalan perlahan tersenyum miris melihat kedaan rumahannya yang masih berantakan setelah adengan mengamuknya tadi, lalu mulai mengangkat sambungan di telpon.

“Yeobseo…?

“…..”

“Ara… aku akan langsung berangkat besok pagi.”

“……”

“Dia tidak perlu tahu, dia juga sibuk.”

“……”

“Aku hanya ingin menenangkan diri dulu.”

“…..”

“Ne… gomawo.” Hyunmie menutup panggilannya lalu kembali melangkah menuju kamarnya, melanjutkan kembali aktifitasnya mengepak baju.

Kyuhyun mendesah tertahan, berulang kali Kyuhyun merijek ponselnya setelah orang yang dia hubungi tidak tersambung, sudah tiga hari semenjak kejadian hari itu, jadwal sialan padat Kyuhyun kembali membuatnya tidak berdaya, hanya untuk mengunjungi rumah kekasihnya. Kyuhyun mengacak rambutnya sebal lalu mulai mondar-mandir, di hadapan para member Super junior, beberapa nampak heran, tapi beberapa lagi bisa memaklumi, Kyuhyun tidak terbiasa lost kontak dengan Hyunmie.

“Sudahlah Kyu, biar Hyung yang mintakan izin pada manager Hyung, agar kau tidak perlu ikut di acara selanjutnya, kau bisa mendatangi kekasihmu itu, dan konsentrasilah hari ini.” Leeteuk menepuk bahu Kyuhyun yang nampak tegang, lalu tersenyum kaku lalu mengangguk berterimakasih, dan itu cukup membuat Kyuhyun lega, dia bisa kembali berkonsentrasi dengan kegiatannya hari ini.

Sore harinya Kyuhyun kembali datang kerumah kekasihnya, tapi tidak ada jawaban dari kekasihnya, Kyuhyun mengambil kunci cadangan yang tersimpan di kotak pos, kebiasaan Hyunmie karena kadang-kadang melupakan dimana kuncinya dia simpan, perlahan Kyuhyun membuka pintu dan betapa terkejutnya Kyuhyun melihat keadaan rumah yang sangat berantakan, bau busuk tercium dari makanan di lantai yang tidak di bersihkan, Kyuhyun berlari, berteriak memanggil kekasihnya mengelilingi semua rumah tapi hasilnya nihil tidak ada siapapun di dalamnya.

“Ya Tuhan kau ada di mana sayang?” Kyuhyun menggeram frustasi, pesan suara di telpon rumah mengalihkan perhatian Kyuhyun. Namja itu mendengarkan dengan seksama lalu membulatkan matanya dan mulai berlari keluar dari rumah minimalis Hyunmie.

‘Hyunmie?? apa kau masih di rumah?? jika belum aku mau membelikanmu kenang-kenangan sebelum kau di mutasi, aku yakin jeju lebih baik dari pada Seoul. hotel di sana pasti lebih menyenangkan dari pada disini.’ kata-kata itu terus berputar di kepala Kyuhyun, sekarang Kyuhyun tahu kenapa Hyunmie bersikeras dengan pertemuan yang dengan bodohnya dia gagalkan, melihat keadaan rumah Kyuhyun yakin gadis itu menyiapkan pesta yang bodohnya dia hancurkan, Hyunmie hanya ingin saat-saat dimana mereka masih dekat bisa di manafaatkan dengan benar, tapi Kyuhyun lagi-lagi mengagalkan rencana sederhana itu.

****

Angin pulau Jeju cukup kuat pagi ini, menerbangkan helaian rambut seorang gadis yang kini memeluk dirinya sendiri dengan erat, sudah dua bulan dia tinggal disana, hotel tempat dia bekerja, memintannya untuk menghendel hotel baru di pulau Jeju untuk sementara, setidaknya sampai ada perekrutan staff resmi dari pihak owner untuk di tempatkan di Jeju, Hyunmie menghelahkan nafasnya sesak, beberapa minggu ini sangat sulit mencari informasi tentang kekasihnya? kekasihnya? apa dia masih pantas di sebut kekasih setelah pergi tanpa kabar? ya mungkin masih atau mungkin juga tidak, yang jelas Hyunmie hanya tahu prihal darma musical terbaru Kyuhyun, entah kenapa para sesaeng yang biasanya aktif memantau kegiatan Kyuhyun seperti kehilangan informasi. Apa sebenarnya yang di lakukan namja bodoh itu, Hyunmie mengumpat dalam hati, tidak masalah baginya seberapa jauh Kyuhyun berada, hanya dia perlu tahu seperti apa namja itu, sehatkah? apa dia makan dengan benar? apa dia tidur dengan cukup? hal-hal seperti itu Hyunmie harus tahu, bukannya dia tidak mau menelpon Kyuhyun hanya saja dia pasti yakin Kyuhyun akan terus menyusulnya kemari, membuat pekerjaan tercintanya itu berantakan, dan Hyunmie tidak suka membuat Kyuhyun mendapatkan kesulitan. Hyunmie kembali mencari informasi di SNS tentang kekasihnya, tidak ada berita lain, padahal ini seminggu menjelang ulang tahunnya. iya namja itu akan berulang tahun, dan Hyunmie sudah dengar prihal fans Kyuhyun yang memberikan namja itu emas, Hyunmie mendesah, dia kalah jauh dari para fans Kyuhyun dalam soal hadiah, tapi bisakah dia membanggakan cintannya yang lebih untuk Kyuhyun? entahlah rasanya mungkin Kyuhyun mulai bosan, mengingat tidak ada tanda-tanda Kyuhyun mencarinya.

“Nona Hyunmie, GM memanggil anda beliau bilang ada yang ingin di bicarakan.” Hyunmie mengangguk dia tersenyum ramah pada sekertaris tuan Jang, GM yang di tunjuk untuk hotel baru di jeju kali ini. dengan perlahan Hyunmie mengikuti yeoja itu menjauh dari pantai, kebetulan hotel baru itu langsung menghadap kearah pantai.

Hyunmie tersenyum cerah, akhirnya tugasnya di jeju sudah selesai sudah saatnya dia kembali ke Seoul, dengan begitu dia bisa kembali memantau perkembangan Kyuhyun lebih dekat, GM tadi bilang manager sales untuk hotel baru di sini sudah di tunjuk, jadi dia sudah boleh pulang, Hyunmie bergegas masuk kedalam kamar, tapi belum juga di memasuki kamarnya sebuah tangan menariknya ke kamar tepat di depannya, mengunci pintu lalu seorang namja di hadapannya mendelik marah, membuat Hyunmie tertegun tapi detik selanjutnya Hyunmie melepas sepatunya, memukuli namja di hadapannya, mengumpat, berteriak dan juga memaki namja di hadapannya, membuat namja itu mengerang kesakitan.

“Bodoh, dasar tidak peka, seenaknnya, egois aku membencimu Cho Kyuhyun, mau apa kau kemari dasar bodoh.”merasa tubuhnya mulai memar Kyuhyun menangkap tangan Hyunmie menggenggamnya erat, menatap nanar gadis yang kini mulai menangis sesegukan masih dengan umpatannya yang tidak ada habisnnya. dan entah kenapa Kyuhyun merasa lega, tenang dan termaafkan.

“Ya Tuhan kenapa susah sekali mencarimu?? aku hanya ingin minta maaf sebelum di bunuh oleh kekasihku ini.” Hyunmie memukul kepala Kyuhyun membuat namja itu mengaduh kesakitan.

“Bodoh..” Kyuhyun tersenyum lalu memeluk yeoja di hadapannya itu dengan erat.

“Mianhae… jeongmal gomawo kau sudah memukulku, aku merasa lebih tenang sekarang.” Hyunmie masih sesegukan di dekapan Kyuhyun lalu bergumam pelan.

“Dasar aneh…” Kyuhyun merengkuh wajah Hyunmie menghapus jejak air mata di wajah Hyunmie, memandang sendu mata yang kini menatapnya penuh rindu.

“Aku suka seperti ini, kau marah saja atau pukuli aku kalau kau memang tidak suka dengan sikapku, jangan diam-diam terluka lalu kabur begitu saja… aku memang menyukai dirimu yang sekarang, tapi sesekali yeoja galak itu juga tidak apa-apa kalau bangun untuk menghukumku, kau tahu aku merindukanmu.” Hyunmie mengangguk lalu kembali memeluk tubuh Kyuhyun erat-erat.

“Tadinya aku memang ingin kabur, karena kau semakin menyebalkan, kau kuberi hati minta jantung kau tahu eoh? tapi mana bisa aku kabur jika sehari saja aku tidak tahu tentangmu aku cemas.” Kyuhyun kembali menangkup wajah Hyunmie menatap dalam-dalam manik mata kekasihnya.

“Kalau begitu kita sama, jadi jangan pergi lagi dariku, jangan kabur atau kau harus bilang dulu kemanapun kau harus pergi araseo?” Hyunmie mengannguk pelan mengerucutkan bibirnya yang membuat kilatan hitam di mata Kyuhyun dengan gerak cepat Kyuhyun merayapkan bibir tebalnya di bibir Hyunmie menekan dengan keras mengalirkan rasa rindu yang dia tahan selama hampir beberapa minggu terakhir

“Oh Hyunmie aku merindukanmu.” Kyuhyun menarik nafas lalu kembali membungkam mulut Hyunmie dengan bibirnya membuat Hyunmie tidak sempat berkata apa-apa atau hanya membalas betapa dia juga sangat merindukannya.

Kyuhyun tersenyum cerah beberapa kali menatap naskah di tangannya, tawaran reality show kali ini sungguh menyenangkan, seperti kado khusus untuk ulang tahunnya, jalan-jalan bersama teman terdekatnya KyuLine ke india Kyuhyun terus memutar video tempat dimana dia akan melakukan syuting, membuat Hyunmie yang kini ada di sampingnnya menghelah nafas. dan itu semua terdengar oleh Kyuhyun.

“Wae? apa kau tidak suka aku mendapatkan tawaran ini?” jelas terlihat kekecewaan di wajah Kyuhyun, padahal Kyuhyun berharap Hyunmie juga senang dengan kegiatan barunnya.

“Aku senang, hanya saja kenapa bertepatan dengan ulang tahunmu?” Kyuhyun mengerutkan keningnnya binggung.

“Memang kenapa? bukankah itu moment bagus?” Hyunmie mengerucutkan bibirnya tidak terima, membuat Kyuhyun menahan nafas sesaat, pengaruh Hyunmie ketika cemberut sangat berbahaya.

“Akukan ingin merayakanya denganmu.” Hyunmie protes, biasanya dia hanya akan mengangguk dan menerima, tapi semenjak kejadian Hyunmie hilang tanpa kabar, Kyuhyun lebih suka Hyunmie seperti sekarang, perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hyunmie kilat nakal di mata Kyuhyun membuat Hyunmie menegang dan mulai mengkerutkan tubuhnya menjauh.

“Kau begitu sekarang saja di rayakannya.. juga kadonya sekarang saja aku terima.”

“M…Mwoya?” Hyunmie gugup mulai menyilangkan kedua tangannya didada.”

“Kau sayang kadonya… kita rayakan semalaman suntuk bagaimana?” Kyuhyun berkedip dan Hyunmie menjerit..

“ANDWEEEEE…”

END

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: