FF series//This is Love and friends//part 2

Autor: YJK

Tittel:This is Love and friends

Cast:Kim Hyo Jae, Park Jung Soo, Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Jung Jekyo, Lee Donghae, Kim Seulbi

Gender:Romantis, Littel Angst

Leght:Chapter

Rating:17

link sebelmnya

https://www.facebook.com/notes/yuni-japanes-kireina/ff-seriesthis-is-love-and-friendspart-1/608618235871754

Disclamer:ini FF buat mpud ajjuma, dan eomma jekyo. ini asli pemikiran aku sebagai autor dont bash this is just for fun. silahkan siapa yang pengen ngelanjutin selanjutnya.

Summary

‘Kadang kita terlalu fokus pada cinta dan kesetiaan pasangan tanpa kita sadari kadang kepercayaan pada pasangan kita lupakan begitu saja’

Story Begin

Ruangan itu nampak sepi dari luar membuat si penguping semakin penasaran apa yang kini tengah di bicarakan para yeoja itu di dalam kamar, hanya sesekali terdengar suara tawa samar di dalam, membuat seorang Park Jung soo mendengus sebal.

“Ck, sebenarnya apa yang mereka bicarakan? apakah mungkin yeoja bernama Hyojae itu pernah bertemu denganku? aku yakin wajah itu tidak asing bagiku, apapun caranya aku harus tahu tentang yeoja bernama Hyojae itu.” Leeteuk nampak bergumam kecil di depan pintu kamar saengnya, hingga tidak menyadari pintu kamar Hyunmie yang mendadak di buka, membuat Leteuk seperti orang bodoh di hadapan yeoja yang tertegun di hadapannya.

“O…Oppa… ada perlu apa? apa oppa ingin bicara dengan Hyunmie?” sekali lagi Leeteuk menjawab dengan gugupnya.

“Ah, ye…” ucap Leeteuk salah tingkah membuat Hyojae tersenyum geli melihat tingkah oppa sahabatnya yang memang baru kali ini bertatap muka langsung dengannya, selama ini Hyunmie hanya membicarakan oppanya Leeteuk tanpa tahu seperti apa namja yang dari perkataan Hyunmie begitu ia kagumi, Leeteuk memang baru saja pulang dari Inggris setelah menyelesaikan kuliah kedokterannya.

“Ne silahkan oppa, aku ke toilet dulu, permisi.” Hyojae melangkah meninggalkan Leetek yang masih tertegun seperti orang bodoh, sebelum akhirnya sadar dan masuk kedalam kamar saengnya.

“Mau apa oppa masuk?” Leeteuk mendengus sbal demi mendapat pertanyyan tidak enak dari saengnya, seolah saengnya itu memang tidak mengizinkan dia masuk ke area pribadinya.

“Ck! kau ini pelit sekali pada oppa sendiri, aku hanya ingin tahu tentang temanmu itu.” Hyunmie memutar bola matanya sebal lalu melipat tangan di dada.

“Mau apa oppa tahu? sudah aku peringatkan oppa sudah punya seulbi eonni, jadi jangan macam-macan, aku tidak mau sahabat baikku terluka karena harapan palsumu oppa.”

“Yakk! bukan begitu, aku hanya merasa pernah melihatnya, kau jangan salah sangka dulu.” Hyunmie hanya berdecak sebal demi mendengar pembelaan oppanya itu.

“Alasan, aku tahu berapa banya yeoja yang patah hati karena mendapat harapan palsu darimu oppa.” wajah Leeteuk berubah kaku demi mendengar sindiran saengnya itu.

“M… mwo? itu salah mereka terlalu serius padaku.”

“Lebih tepatnya serius menanggapi gombalanmu oppa, aku heran kenapa Seulbi bisa bertahan bersamamu oppa.” terpancing emosi Leeteuk mengeluarkan jurus andalnnya.

“Apa bedanya denganmu yang terus bertahan dengan tuan Chomu itu setelah beberapa kali selingkuh.” dan benar Hyunmie langsung terdiam, tapi ini bukanlah perkiraan yang Leeteuk bayangkan biasanya saengnya itu akan memukulinya lalu mengusirnya dari kamar setelah kekasihnya di hina, tapi kali ini mata saengnya itu nampak berkaca-kaca. Bayangan terakhir saat Hyunmie memergoki Kyuhyun berciuman dengan yeoja lain berkumpul di otaknya, membuat dadanya terasa sakit.

“Saengi… gwenchanayo? oppa tidak bermaksud untuk__”

“Anni. Gwenchana, apa yang oppa katakan memang benar, aku mungkin terlalu bodoh untuk terus memaafkannya.” wajah penuh penyesalan kini tercetak di wajah Leeteuk ia bermaksud mendekat ke arah saeng kesayangannya itu tapi Hyojae yang masuk menghalangi langkahnya.

“Hyunmie… gwenchanayo?” ucap Hyojae yang memergoki Hyunmie yang hampir menangis, Leeteuk siap mendekat ketika Hyunmie menahannya.

“Sebaiknya oppa keluar, aku ingin bicara dengan Hyojae.” ucap Hyunmie sambil berusaha menahan air matanya. Hyojae nampak binggung melihat kakak beradik itu ingin bertanya tapi ia takut semakin memperburuk keadaan, akhirnya Hyojae memilih diam.

“Tapi saengie…” Leeteuk menghembuskan nafas pasrah ketika Hyunmie tidak mau menatapnya lagi, dngan lemas ia melangkah keluar dari kamar Hyunmie, menutup perlahan pintu.

“Sepertinya ada yang tidak beres apa yang sebenarnya si brengsek itu lakukan pada saengku.” geram Leeteuk sambil mengepalkan tanganya lalu perlahan kembali terduduk di pentri dapur, tangannya mulai menekan beberapa nomer ponsel sahabatnya.

Hyojae hanya bisa mengelus bahu Hyunmie, ketika melihat sahabatnya itu masih berusaha untuk menahan agar air matanya tidak keluar. walaupun pada akhirnya air mata itu jatuh, dengan cepat Hyunmie memeluk Hyojae, seolah meminta perlindungan dari beratnya masalah percintaan yang ia hadapi.

“Menangislah jika itu membuatmu lebih baik, setelah itu kau harus bercerita padaku, ara?” Hyunmie hanya mengangguk lemah lalu kembali terisak di pelukan Hyojae.

***

Keadaan jalanan Gangnam sore ini terlihat sepi dan itu cukup berpengaruh pada bisnis yang di geluti para pebisnis di kawasan Gangnam, tidak terkecuali cafe coffe milik pasangan kekasih Jung Jekyo dan Lee Donghae. Yang membuat cafe itu semakin tidak bergairah adalah pertengkaran keduanya yang baru saja terjadi setengah jam yang lalu, Jekyo masih mencuci cup di wastafel dengan amarh yang luap-luap, akan lebih baik dari pada cup itu melayang dan hancur di tembok seperti beberapa hari yang lalu, iya Donghae dan Jekyo memang kerap kali bertengkar, walaupun pada akhirnya keduanya kembali berbaikan ketika Donghae mengeluarkan rayuan andalannya. Tapi kali ini sedikit berbeda, setelah setengah jam berlalu tidak ada rayuan yang mempan yang Donghae keluarkan untuk meluluhkan kekasihnya yang seolah mengunci mulutnya rapat-rapat.

“Chagi… jeongmal mianhae… sungguh aku tidak mengenal siapa yeoja yang menelpon tadi, kau lihat sendirikan tidak ada namanya di kontak ponselku?” kali ini Donghae berusaha membela diri, setelah merayiu tidak membuahkan hasil, dan memang akhirnya Jekyo menghentikan kegiatanya mencuci piring, menatap datar namja di hadapannya.

“Jinjja? apa aku perlu mengulang perkataan yeoja di telpon tadi yang jelas-jelas memanggilmu Hae_ah? ‘Oppa kapan kita bertemu lagi? aku sudah merindukanmu aku ingin berbagi pengalaman lagi denganmu Hae_ak’ apa kata-kata itu masih belum cukup? Ck! dan bisa ku pastikan pengalaman apa yang yeoja menjijikan itu sebutkan, mengingat kau memang perayu ulung tuan Lee.” ucapan Jekyo sangat pelan tapi sarat dengan amarah dan perkataan Jekyo justru membuat Donghae marah.

“Yak! apa maksudmu eoh? aku memang suka merayu tapi aku tidak akan melakukan hal itu sembarangan dengan yeoja.” Jekyo hanya mendengus dan tersenyum sinis, ia nampak melipat tangan di dada menatap dingin kearah Donghae yang masih terlihat eomsi dengan tuduhan kekasihnya.

“Geure… aku sudah tidak peduli lagi, lebih baik kita selesaikan saja semua, kita jual cafe ini hasilnya kita bisa bagi dua.” ucapan Jekyo berhasil membuat Donghae menegang, amarahnya surut begitu saja demi mendengar pernyataan kekasihnya, selama ini keduanya memang sering bertengkar, tapi tidak pernah sampai tahap seperti ini.

“A… apa maksudmu Chagia”

“Sudah jelaskan, aku sudah muak denganmu yang selalu mengulangi kesalahan yang membuatku sakit kepala Lee Donghae, kajja lebih baik kita akhiri saja hubungan tidak jelas ini. aku sudah lelah.” Jekyo pergi meninggalkan dapur begitu saja setelah berhasil membuat Donghae ternganga tidak percaya, membuat hatinya serasa hampir keluar dari tempatnya, sesuatu yang paling Donghae takutkan dalam hidupnya, perpisahan. Donghae mengepal tanganya kuat-kuat berbalik lalu mengejar wanitanya, tapi seperti di telan bumi Jekyo menghilng begitu saja.

“Ya Tuhan kau ada di mana Jekyo_ah…”

Di tempat lain tepatnya di sebuah ruang besar tempat seorang presdir muda bekerja, seorang namja kini tengah berdiri menghadap ke arah jendela yang berhadapan langsung dengan hiruk pikuk kota, tanganya nampak memijit keningnya sakit, beberapa kali exsekutif muda itu mengerang marah. Air muka gadisnya yang terluka terus membayangi setiap sel di otaknya, yang anehnya membuat setiap persendiannya sakit, sakit karena saat yeojanya terluka dia hanya bisa membeku di tempat tanpa bisa menenangkan ataupun memberi penjelasan, bahkan sekedar mengejar yeojanya itu ketika dia pergi dengan isak tangis saja ia tidak sanggup, bukannya tidak ingin da hanya takut jika di kejar justru gadisnya itu bisa ia sakiti, karena seorang Cho Kyuhyun tidak terlalu mengerti bagaimana menjelaskan semua yang ia rasakan sekarang, rasa cintanya terlalu berbahaya untuk seorang yeoja polos seperti Hyunmie, dan Kyuhyun sebisa mungkin tidak menyakiti kekasihnya.

“Mianhae Hyunmie_ah… jeongmal mianhae…”

TBC

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: