FF//ALWAYS SAVE IN MY HEART//KYUMIE

FF//ALWAYS SAVE IN MY HEART//KYUMIE
Autor:YJK
Tittle: Always Save My Heart
Cast:Cho Kyuhyun, Park Hyunmie, Lee Hyukjae,
Cameo: Park Jung Soo, Park Hyunji
Genre:Frendsip,Sad Romance, Hurt
Rating:15+

Leght:Chapter
Disclaimer:Annyeong ketemu lagi sama autor PHP hehehe, kali ini bawa FF biasa aja, yang terinspirasi dari sebuah photo editan ELF semoga suka… ini asli pemikiran autor selamat membaca.

Summary
‘Aku tidak tahu jika apa yang selama ini aku lakukan padanya lebih dari sekedar seorang teman yang ingin menjagaku. Hingga akhirnya aku pergi jauh darinya dan aku terlambat menyadari jika aku bukan hanya ingin bersamanya sebagai teman.’
Story begin

Angin musim panas bertiup kencang, membuat seluruh kulit terbakar, banyak orang memilih bermalas-malasan di bawah pohon rindang yang banyak terdapat di sudut taman, berbeda dengan seorang yeoja manis yang terlihat senang berkejaran dengan beberapa anak-anak yang sesekali menarik rok dressnya. Tapi yeoja itu sama sekali tidak terganggu dengan aktivitas nakal yang di lakukan anak-anak itu. Dia terlalu menikmati kebersamaannya bersama anak-anak itu, aktivitas yang hanya bisa ia kerjakan seminggu sekali karena harus di sibukan dengan beberapa pekerjaannya di kantor, pekerjaan di kantor memang baru saja ia kerjakan beberapa bulan terakhir, tapi kebiasaannya bermain dengan beberapa anak panti asuhan ini membuatnya tidak bisa lepas begitu saja. Selain bermain seminggu sekali dengan anak-anak itu, dia hanya bisa menyumbangkan sedikit uang gajinya untuk anak-anak. Walaupun dia terlahir sebagai anak orang kaya dia tidak pernah menggunakan fasilitas yang di berikan padanya. Lebih menikmati apa yang memang dia dapat dari hasil kerja kerasnya sendiri.

“Yaak, chagia?” Gadis itu berbalik ketika seseorang yang sudah sangat ia kenal memanggilnya, dengan senyum indahnya gadis manis itu berlari kearah namja yang menjadi kekasihnya memeluk namja itu erat-erat.

“Oppa bogoshippo… kenapa lama sekali baru pulang eoh? Kau bilang hanya seminggu? Tapi ini sudah sebulan.” Hyunmie merajuk sedih ketika Eunhyuk masih memeluknya erat, rasanya sesak sekali harus berjauhan dengan gadis di dalam pelukannya itu.

“Mianhae… Leeteuk Hyung meminta oppa menghendel kekacauan di perusahaan yang kita punya di Jepang, jadi setelah dari China oppa terbang ke Jepang.” Hyunmie mengangguk pelan dalam dekapan Eunhyuk, membuat Eunhyuk bernafas lega, berarti tidak ada pertengkaran sepulang dinas panjang.

“Oppa?”

“Hmm?”

“Kapan kita menikah?” Eunhyuk melepas pelukan Hyunmie, menatap tidak percaya dengan ucapan gadisnya, selama ini Eunhyuk tidak berani melamar Hyunmie, masa lalu masih terus menghantuinya hingga sekarang. Tapi gadis ini bertanya seolah mengajukan permohonan padanya agar menikahinya.

“Kau yakin ingin menikah denganku?” Hyunmie tersenyum kecil lalu mengangguk pelan, ia merasa sudah tidak ada lagi yang ingin ia capai, Eunhyuk sudah lebih dari cukup untuk melengkapi hidupnya nanti. Dengan perasaan gembira Eunhyuk memeluk Hyunmie semakin erat.

“Tentu, tentu saja secepatnya sayang.” Hyunmie memeluk Eunhyuk mempererat pelukan yang Eunhyuk berikan padanya. Tanpa mereka sadari anak-anak yang melihat mereka menaburkan bunga-bunga kearah keduanya. Membuat Hyunmie dan Eunhyuk kembali tersenyum senang.

***

Leeteuk memijit kepalanya pusing, beberapa kali ia mengusap wajahnya gusar. Entah keberapa kali dia melakukannya, yang jelas setelah keluar dari ruang rapat wajahnya tidak tenang sama sekali, appanya belum kembali dari Thailand, tapi para investor sudah menarik sahamnya dari semua perusahaan Rage Coorp, hanya karena korupsi yang entah bagaimana bisa tersebar luas di media masa, padahal baru saja Eunhyuk menanganinya di Jepang dan China. Tapi semua sia-sia jika akhirnya para investor menarik semua sahamnya. Dan bisa di pastikan perusahaan turun temurun itu akan bangkrut. Jika appanya tahu bisa di pastikan appanya itu terkena serangan jantung, dan entah kenapa Leeteuk merasa gagal menjadi seorang pemimpin. Walaupun kesalahan di lakukan oleh bawahan kepercayaannya, tetap saja Leeteuk merasa salah memilih orang. Sesaat matanya tertuju pada map hijau yang satu jam lalu masuk kekantornya, sekali lagi Leeteuk membuka map hijau di tangannya, keadaan begitu mendesak apa perlu dia menerima bantuan dari pengusaha muda ini?.

“Marcus vernandes? Pengusaha muda yang menguasai berbagai bidang bisnis di Eropa. Apa alasannya memberi bantuan pada perusahaanku?” Leeteuk menatap kartu nama yang terselip di map hijau tersebut, membaca kembali kartu identitas dari pemilik perusahaan Angel CORP. Leeteuk mencari tahu mengenai perusahaan itu di internet dan cukup membuatnya terkejut, perusahaan baru ini hanya dalam hitungan satu tahun berhasil menundukan banyak perusahaan di Eropa.

“Apa dia bermaksud mengincar perusahaanku dengan beralibi membantu menanam sahamnya?” Leeteuk kembali mengacak rambutnya gusar, dia tidak punya banyak pilihan sekarang.

“Sebaiknya aku menemui dulu CEO ini, aku harus tahu seperti apa dia.” Leeteuk mulai mengatur jadwal pertemuannya dengan CEO muda itu, kebetulan Marcus sedang ada di Korea. Dia tidak boleh membuang waktu lagi, karena itu bisa membuat perusahaan kebanggaan keluarganya hancur. Leeteuk tertegun dari lamunannya ketika Hyunmie merangkulnya dari belakang. Mungkin karena terlalu banyak berpikir, dia sampai tidak menyadari kedatangan saeng kesayangannya.

“Kau datang?” Hyunmie menatap Leeteuk tidak percaya.

“Oppa baru sadar aku datang?” Leeteuk tersenyum miris lalu menarik Hyunmie duduk di sofa. Memandang saeng kesayangannya sayu.

“Kau sudah mendengar semuanya dari Eunhyuk?” Hyunmie mengangguk kecil, itulah alasannya datang kemari, dia ingin berusaha menghibur Leeteuk. Walaupun dia tidak tahu ini berhasil atau tidak.

“Kau mau membantu oppa?” sekali lagi Hyunmie mengangguk kecil, apapun akan dia lakukan untuk oppanya.

“Besok oppa akan bertemu dengan seorang CEO asing dari Eropa, dia berniat membantu perusahaan kita, oppa perlu kau menemani oppa besok, mungkin oppa akan lebih percaya diri jika bersamamu mengingat bahasa inggris oppa sangat jelek dibandingkan denganmu.” Kali ini Hyunmie tersenyum lembut, perlahan menangkup wajah Leeteuk lalu mengangguk pelan.

“Apapu itu, asal bisa membantu meringankan beban oppa.” Leeteuk tersenyum lega lalu memeluk saengnya sayang.

“Gomawo…” Hyunmie membalas pelukan Leeteuk lembut, kedatangannya sebenarnya bukan hanya untuk menenangkan oppanya saja, tapi juga membahas keinginannya menikah dengan Lee Hyuk Jae. Tapi melihat beban oppanya Hyunmie mengurungkan niatnya. Setidaknya setelah semua selesai Hyunmie baru akan mengatakan keinginannya pada Leeteuk.

Hari berganti dengan cepat, Leeteuk dan Hyunmie kini sudah ada di sebuah ruangan besar tempat mereka akan bertemu dengan Marcus Vernandes, orang yang dengan baik hati mau menyimpan sahamnya di perusahaan mereka yang sudah hampir bangkrut, kebetulan sekali tuan Van begitu mereka memanggil Marcus, mau bertemu dengan keduanya di jadwal yang padat merayapnya di Korea. Leeteuk sedikit risih dengan keamanan yang sangat ketat yang beberapa kali harus ia jalani, seolah dia sedang memasuki ruangan seorang presiden Amerika. Membuat Hyunmie sedikit gugup seolah tertular dengan kegugupan oppanya. Ketika orang yang menjadi malaikat untuk keluarga Park itu datang, Leeteuk langsung mengerutkan keningnya, berbeda dengan saengnya yang seperti tersihir dengan lelaki yang kini duduk di hadapannya yang langsung di sibukan dengan beberapa berkas di hadapannya. Leeteuk mengira lelaki bernama Marcus Vernandes itu seorang berkebangsaan asing ternyata lelaki ini sorang namja Asia. Hanya saja rambut Coklatnya dan kulit susunya membuat kesan lain untuk namja Asia ini, seperti kelahiran campuran. Hyunmie gadis itu masih menatap namja di hadapannya tanpa berkedip. Demi Tuhan namja di hadapannya ini seperti patung para dewa Yunani. Dia tidak tahu kenapa berkesimpulan seperti itu hanya saja mendadak dadanya berdetak tidak sopan dan Hyunmie tahu perasaan apa itu. Perasaan yang tidak boleh ia rasakan lagi karena sudah iya percayakan pada Eunhyuk.

“Ehm…” Tuan Van berdehem ketika dua orang di hadapannya masih menatapnya dengan tatapan yang berbeda. Tanpa bermaksud memulai percakapan dan sibuk menatapnya.

“Ah Soory sir, yaak saengie cepat katakan sesuatu?” Leeteuk menyadarkan saengnya yang masih menatap orang di hadapannya membuat Hyunmie bertanya dengan wajah bodoh pada oppanya.

“Ah mianahe oppa.” Ucap Hyunmie ketika tersadar dari lamunannya. Hyunmie berusaha menatap namja di hadapannya dengan exspresi profesional, berusaha menyembunyikan wajah terpesonanya pada namja di hadapannya.

“Sorry sir, My name is Park Hyunmie and this my brother Park Jung Soo i come_”

“Wait!! Kalian tidak perlu berbahasa inggris jika ingin berbicara padaku, aku orang Korea, apa kalian tidak merasakannya?” Leeteuk dan Hyunmie saling berpandangan, ternyata dugaan mereka tepat sejak tadi. Dengan wajah yang sedikit lega Leeteuk mulai berbicara dengan normal.

“Mianahae, wajah anda sedikit westren dan juga nama anda membuat kami mengira anda orang Eropa.” Ucap Leeteuk meminta maaf, namja di depannya hanya tersenyum miring, membuat Hyunmie kembali butuh mengatur nafasnya agar tidak pingsan di tempat. Namja ini menakutkan dengan sejuta pesona wajah tampannya.

“Tidak apa-apa, mungkin karena aku terlalu lama tinggal di negara orang, jadi wajahku serta rambutku sedikit berubah. Untuk nama, itu kupakai hanya karena pekerjaanku lebih banyak berada di Eropa, mempermudah rekan bisnisku memanggil namaku saja.” Leeteuk kembali mengangguk paham, Tuan Van melirik Hyunmie dengan tatapan tajam membuat Hyunmie menunduk entah kenapa dia tidak tahan mendapat tatapan seperti itu. Ketika melihat Hyunmie menunduk namja itu kembali tersenyum, hanya senyum tiga jari. Dan Leeteuk memperhatikan hal itu, ada yang aneh dengan namja di hadapannya.

“Aku sudah tahu apa maksud kedatangan kalian, tentunya kalian datang kesini ingin memastikan apa sebenarnya yang ingin aku dapatkan karena menolong kalian, bukan begitu Jung soo_ssi? Leeteuk mengangguk mantap, membuat Hyunmie kembali berusaha menatap namja di hadapannya.

“Aku tidak menginginkan perusahaan kalian, jadi jangan takut aku akan mengambilnya jika itu yang kau pikirkan. Hanya saja tidak ada yang gratis di dunia ini bukan?” Leeteuk mengerutkan keningnya, lalu menatap Hyunmie khawatir ketika lagi-lagi Tuan Van tidak mengalihkan tatapan tajamnya dari saengnya. Seolah berniat menguliti tubuh saengnya detik ini juga. Merasa saengnya sudah mulai tidak nyaman dengan tatapan namja di hadapannya, Leeteuk mulai bertanya to the point.

“Tuan? Sebenarnya apa yang tuan inginkan?” tanya Leeteuk dan namja itu masih tidak mengalihkan tatapannya dari Hyunmie.

“Aku menginginkan adikmu Park Jung Soo_ssi, aku mau dia menjadi istriku.” Ucapan Tuan Van sukses membuat Hyunmie menatap namja di hadapannya dengan tatapan terkejut, tapi lagi-lagi ia terintimidasi dengan tatapan tuan Van lalu memalingkan wajahnya ke arah kiri, Leeteuk paham sekarang, tanpa berpikir dua kali Leeteuk menarik Hyunmie dari tempat duduknya, Memandang namja di hadpannya datar.

“Maaf tuan, jika penawaran itu yang tuan berikan, saya menolak. Jadi maaf saya dan saeng saya permisi.” Leeteuk membungkuk lalu menarik Hyunmie yang masih menunduk menghindar dari tatapan tuan Van. Sementara Tua Van kembali tersenyum miring, tapi terlihat jelas jika dia begitu puas.

“Akhirnya kita bertemu lagi, sepertinya kau benar-benar tidak mengenalku lagi putri Bear.” Tuan Van kembali menatap berkas yang ada di mejanya. Berkas yang memperlihatkan begitu menurunnya pendapatan perusahaan yang di kelolah Leeteuk.

“Dengan ini aku bisa membuatmu menjadi milikku, sekalipun ibumu tidak menginginkanku sayang.” Tuan Van kembali tersenyum kali ini senyum kebahagiaan.

Hyunmie masih melamun ketika Leeteuk menegur saengnya setelah keluar dari gedung tempat ia bertemu dengan tuan Van, membuat Hyunmie tersadar lalu menatap Leeteuk frustasi.

“Oppa… ottokhe? Aku harus secepatnya menikah dengan Eunhyuk oppa, aku… aku takut. Dia menyeramkan oppa.” Leeteuk memeluk Hyunmie erat-erat dia tahu ketakutan saengnya dia pun merasakan apa yang saengnya rasakan. Hanya saja ini pertama kalinya dia mendengar Hyunmie mau menikah dengan Eunhyuk.

“Kita tunggu saja appa pulang ne.” Hyunmie mengangguk pelan di dalam dekapan Leeteuk. Hyunmie berharap dia tidak pernah bertemu lagi dengan Tuan Van yang membuatnya merasa tersudut dan juga lemah.

Tapi lagi-lagi tebakan Leeteuk tidak meleset, kepulangan appanya dari Thailand justru memperburuk keadaan, namja tua itu ambruk terkena serangan jantung, ketika mengetahui jika perusahaan yang ia rintis akan hancur begitu saja. Walaupun dia sedikit kecewa pada putranya, tapi setelah mengetahui jika kesalahan itu di lakukan oleh orang yang dia pilih, tuan Park tidak menyalahkan putranya yang pastinya berusaha lebih keras darinya. Dan entah tahu dari mana, dengan cepatnya Tuan Van memanfaatkan kekacauan hati tuan Park serta kesehatan yang sedang buruk yang pria paruh baya itu rasakan, pengusaha muda itu mendatangi rumah sakit tanpa permisi dan juga basa basi meminta agar dia di perbolehkan menikahi putri bungsunya setelah mendengar desas desus pernikahan Hyunmie dan Eunhyuk berhembus. Tua Van menawarkan imbalan yang memang sangat di butuhkan oleh tuan Park dan dengan senang hati dia akan menanam saham sebanyak mungkin yang di butuhkan perusahaan Tuan Park. Tapi tentu saja tidak ada yang setuju terutama Eunhyuk yang sebentar lagi akan menjadi suami Hyunmie.

“Kau gila dia tunanganku… masih banyak wanita lain yang bisa kau dapatkan bukan tuan Van yang terhormat?” Eunhyuk menggeram marah ketika dengan terang-terangan gadisnya di lamar di hadapannya dengan imbalan perusahaan yang kembali stabil, sedangkan Hyunmie yeoja itu terlihat ketakutan di belakang tubuh ibunya nyonya Hyorin.

“Apa tidak ada hal lain yang kau inginkan tuan Van kenapa harus putriku?” kali ini nyonya Hyorin berusaha menengkan putrinya. Leeteuk sendiri sudah terlihat pasrah dengan keputusan apapun yang appanya ambil. Mengingat kesehatan appanya memburuk karena ketidak berdayaannya mengemban tanggung jawab. Tuan Van tersenyum kecut, dia mendekat kearah Hyunmie menarik gadis itu dari balik punggung ibunya, melihat tidak ada cincin yang melingkar di jari Hyunmie. Lalu kembali tersenyum licik.

“Pertunangan apa yang kalian maksud? Tidak ada cincin sama sekali yang melingkar di jari manisnya.” Tuan Van tersenyum meremehkan ke arah Eunhyuk, membuat namja itu siap melayangkan tinjunya tapi Leeteuk menahannya, ayahnya sedang sakit tidak baik berkelahi di hadapan orang yang sakit.

“Eunhyuk_ah tahan emosimu.” Ucap Leeteuk pelan, membuat Eunhyuk hanya bisa merutuk dalam hati, ia sudah sering mengatakan pada Hyunmie agar memakai cincin pemberian darinya. Tapi gadis itu tidak pernah mendengarnya. Selalu banyak alasan yang gadis itu keluarkan dari mulut manisnya.

“Nah tuan Park, keputusan ada di tangan anda, saya tidak akan menawarkan bantuan lagi jika kali ini anda menolak.” Tuan Park menatap Hyunmie putri bungsunya yang masih ketakutan di dalam genggaman pria asing yang mungkin bisa membantu keluarganya dan perusahaannya. Tapi juga bisa menjadi mimpi buruk untuk putrinya. Namja itu juga menatap Eunhyuk namja yang ia inginkan menjadi menantunya. Bagaimanapun tuan Park tidak ingin egois.

“Keputusan ada di tangan Hyunmie.” Ucap tuan Park pelan, membuat Hyunmie menatap appanya nanar. Tidak percaya jika appanya lebih menghargai perasaannya dari pada menyelamatkan perusahaannya.

“Appa….”

“Aku tidak ingin mengorbankan putriku, hanya karena keegoisanku. Dia berhak bahagia.” Hyunmie menatap ayahnya dengan perasaan sedih. Dengan perlahan Hyunmie melepas genggaman tuan Van dari tangannya, perlahan mendekat kearah ayah yang begitu ia sayangi. Hyunmie selalu ingin membuat appannya bangga padanya, walaupun selama ini mereka jarang bertemu tapi Hyunmie tetap menyayangi appanya, Hyunmie selalu iri pada Leeteuk yang bisa begitu sering menghabiskan waktu bersama appanya. Itulah kenapa Hyunmie belajar jurusan bisnis agar suatu saat bisa bekerja bersama-sama dengan appanya.

“Appa… gomawo… aku akan bahagia mulai dari sekarang, jadi appa harus sehat.” Tuan Park tersenyum senang, inilah kebahagiaan seorang ayah, melihat putrinya bahagia. Hyunmie menatap Eunhyuk lalu memeluk namja itu erat-erat.

“Oppa… mianahae, aku akan menikah dengannya.” Eunhyuk yang baru saja menarik nafas lega, langsung melepas pelukannya lalu menatap Hyunmie tidak percaya, begitupun semua orang yang ada di rungan itu, tidak percaya dengan keputusan Hyunmie.

“Apa maksudmu Hyunmie_ah? Kita tetap bisa menikah sesuai keinginanmu sayang.” Hyunmie menggeleng kecil dia sudah tahu semua akan begini. Entah kenapa ketika mendapatkan tatapan tajam dari tuan Van tempo hari membuat Hyunmie merasa akan banyak hal yang membuatnya harus mengambil keputusan besar, dan terbukti ketika namja itu memintanya sebagai imbalan saham yang akan di tanamkan di perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut.

“Aku tidak bisa oppa, aku tidak bisa bahagia sementara ayah dan ibuku serta oppaku susah.” Eunhyuk menatap Hyunmie tidak percaya, setelah semua yang ia lewati dan berikan baginya dan keluarganya Hyunmie tidak bisa memilihnya walaupun sekali dalam hidupnya. Dengan perasaan terluka Eunhyuk keluar dengan langkah gontai, Hyunmie meremas hatinya sakit, bagaimanapun waktu enam tahun bahkan lebih yang mereka lewati bersama bukanlah waktu yang sebentar, dia sunguh-sungguh ingin menikah dengan Eunhyuk jika saja namja di hadapannya tidak masuk dalam hidupnya. Hyunmie menatap namja di hadapannya tajam, karena namja di hadapannyalah Eunhyuk terluka.

“Sekarang jawab kenapa kau menginginkanku menjadi istrimu? Kenapa kau mendesak keluargaku untuk memisahkanku dari tuanganku?” Hyunmie berteriak cukup kuat membuat nyonya Hyorin terpaksa menenangkan Hyunmie karena ini masih lingkungan rumah sakit. Perlahan tuan Van mendekat kearah Hyunmie menangkup wajah mungil itu, walaupun dengan sedikit paksaan. Karena berulang kali Hyunmie berusaha menghindari tatapan tajam namja di hadapannya.

“Lihat aku? Apa kau benar-benar melupakanku? Apa kau begitu membenciku?” Hyunmie mengerutkan keningnya binggung ketika namja di hadapannya menatap dalam matanya, seolah ingin menembus kabut yang menhalangi penglihatannya. Tapi Hyunmie tidak melihat apapun. Tuan Van menghelahkan nafasnya pelan, merasa gadis ini benar-benar membencinya hingga benar-benar melupakan kenangan yang lalu. Tuan Van melepas tangannya lalu memberi hormat pada nyonya Hyorin, salam hormat yang tidak ia berikan sebelumnya.

“Mianahe ajjuma, aku bermaksud mengambil calon istriku, dulu aku tidak bisa menjadi calon suami yang baik, sehingga kehilangan kesempatan itu dan membuat ajjuma memberikannya pada orang lain. Tapi kali ini aku bukanlah namja lemah yang ajjuma kenal. Aku sudah berubah, demi Hyunmie.” Untuk sesaat nyonya Hyorin mengerutkan keningnya, tapi yeoja tua itu hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya. Kelebatan seorang namja tambun melintas di otaknya, namja yang pernah membuat putri kesayangannya terluka sangat dalam. Entah itu fisik ataupun hatinya.

“Kau? Kau putra Hanna? Cho Kyuhyun?” mendengar nama Cho Kyuhyun, Leeteuk seolah terbakar emosi dengan cepat membalik tubuh Kyuhyun tiba-tiba lalu memukul namja itu kuat-kuat. Membuat Kyuhyun terduduk di lantai.

“Mau apa lagi kau datang bodoh? Kau pikir dengan berubah akan menghapus luka enam tahun lalu eoh? Kami tidak butuh bantuanmu. Pergi sana dasar bocah lemah.” Kyuhyun bangun dari terduduknya di lantai, lalu tersenyum kecut ketika sudut bibirnya berdarah, setelah itu menatap Leeteuk tajam, memberi isyarat bahwa namja yang di hadapannya punya kuasa lebih dari pada dia.

“Kau belum tahu seperti apa aku sekarang Hyung? Ah kau bahkan tidak mengenaliku ketika kita bertemu, bukankah aku banyak berubah? Bahkan aku bukan hyung yang hanya meneruskan perusahaan orang tua yang bahkan tidak becus Hyung jaga, aku memiliki perusahaan yang aku rintis sendiri.” Mendengar penghinaan dari Kyuhyun, Leeteuk bersiap melayangkan kembali pukulannya, ketika dengan cepat Kyuhyun menahan pukulan Leeteuk, lalu mendorongnya menjauh.

“Jangan samakan aku seperti namja bodoh yang Hyung kenal dulu.” Kyuhyun memandang Leeteuk meremehkan yang kini tengah di bantu berdiri oleh nyonya Hyorin. Kini tatapannya beralih tepat kearah gadis yang masih mengerutkan kening kebinggungan, Kyuhyun mencibir lalu mendekat kearah Hyunmie.

“Sebegitu terpesonakah kau padaku yang sekarang, sehingga tidak mengenaliku sebagai sahabatmu yang dulu? Ah atau kau terlalu membenciku hingga memasang wajah bodoh seolah kau memang tidak mengenalku?” Hyunmie tetap memasang wajah binggungnya, sementara nyonya Hyorin dan Leeteuk terdiam, begitupun Tuan Park.

“Yaak? Aku tahu aku salah, tapi berhenti memasang wajah seperti itu, kau membuat hatiku terluka. Tidak cukupkah kau melakukan hal bodoh dulu, membuat dirimu terluka karenaku?” kini Hyunmie menatap keluarganya dengan tatapan bertanya tapi semua diam, menandakan namja di hadapannya tidak gila dengan mengatakan hal yang dia tidak ketahui.

“Kau? Siapa kau? Apa aku begitu mengenalku? Apa aku begitu bodoh mau terluka demi namja jahat sepertimu?” Kyuhyun menatap Hyunmie dalam, yeoja ini berkata jujur, seolah memang dia tidak mengetahui apapun, Kyuhyun menatap keluarga Park tajam.

“Apa yang klian lakukan pada Hyunmie? Kenapa dia tidak mengingatku sama sekali?” geraman Kyuhyun justru di sambut senyum ketus dari Leeteuk.

“Kenapa kau menyalahkan kami? Sudah jelas ini karena kelemahanmu dulu. Hyunmie hilang ingatan dan itu tidak ada hubungannya dengan kami.” Kyuhyun menelan ludahnya payah lalu menatap Hyunmie nanar, rasanya tidak adil selama enam tahun ini tidak ada yang menggantikan posisi Hyunmie di hatinya tapi gadis di hadapannya malah tidak mengingatnya sama sekali.

“Kau? Benar-benar tidak mengingatku?” tanya Kyuhyun lirih, Hyunmie kembali menggeleng pelan.

“Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dariku?” tanya Hyunmie mulai penasaran. Dia tahu jika dia memang hilang ingatan enam tahun lalu, tapi setidaknya orang-orang yang dia kenal sebelum hilang ingatan memiliki kenangan yang bisa membuatnya berpikir jika dulu dia mengenal orang tersebut dan orang yang Hyunmie tahu paling dekat dengannya hanyalah Eunhyuk, sedangkan namja di hadapannya bahkan tidak ada ketika dia bangun dari koma, sahabat macam apa yang meninggalkannya ketika koma, dan Hyunmie ingat tidak ada photo satupun yang ada di kamarnya yang menyatakan jika namja di hadapannya ini sahabatnya. Melihat exspresi Hyunmie yang tidak berubah membuat rasa takut menyusup di hati Kyuhyun.

Tanpa permisi Kyuhyun menarik Hyunmie keluar dari ruangan itu, tidak peduli jika Hyunmie terus meronta minta di lepaskan. Kyuhyun membawa Hyunmie kedalam mobilnya, mengunci pintu mobil ketika Hyunmie berusaha kabur dari mobilnya. Dengan kecepatan penuh Kyuhyun membawa Hyunmie menuju tempat yang menjadi tempat istimewanya bersama Hyunmie.

Kyuhyun menarik Hyunmie keluar dari mobilnya, menarik Hyunmie menuju sebuah Play Grup yang terlihat sudah sangat tua, tapi masih terawat dan beroprasi hingga sekarang, terbukti masih banyaknya anak-anak yang belajar di sana. Kyuhyun menyuruh Hyunmie duduk di salah satu kursi yang biasa di gunakan oleh orang tua murid. Hyunmie mengelus pergelangan tangannya ketika Kyuhyun melepas genggamannya, Kyuhyun tidak memperhatikan Hyunmie dia sibuk menatap kesegala penjuru arah tempat ini. Tempat di mana dia pertama kalinya bertemu dengan Hyunmie.

16 years ago

Angin musim semi berhembus pagi ini, membuat seorang yeoja kecil yang kini masih bergelut dengan boneka kesayangnya memeluknya semakin erat, udara masih sangat dingin karena ini memang masih awal musim semi. Sesekali ia menatap sang eomma yang menggenggam tangan kirinya lembut. Ini hari pertama bocah itu masuk Play Grup, matanya masih terlihat risih menatap orang-orang baru yang berlalu lalang di hadapannya. Pandangannya kini beralih pada seorang namja kecil di sampingnya, sebenarnya tidak bisa di sebut kecil karena namja itu terlihat sangat besar, hanya saja mungkin seumuran dengannya. Namja kecil itu sesekali merutuki permainannya ketika mainan berupa jimbot itu tidak memberikan kepuasan padanya, membuat yeoja kecil itu tersenyum kecil.

“Eomma, apa tidak bisa aku mendapatkan mainan yang lebih baik dari pada mainan ini? Ini sangat membosankan.” Ucapan namja kecil itu membuat sang eomma menatap putarnya sambil tersenyum lembut.

“Kau akan mendapatkan hal yang akan lebih menyenangkan jika kau mau sekolah dengan benar arra?” sang eomma memberi nasihat pada namja kecil yang menjadi putranya, membuat namja itu mempoutkan bibirnya tidak setuju tapi tidak lama mengangguk pelan. Yeoja kecil yang sejak tadi memperhatikan namja kecil di sampingnya, menarik pelan tas namja kecil itu. Membuat namja kecil itu menengok kearah samping kirinya, yeoja kecil itu tersenyum senang lalu mengulurkan tangannya ragu-ragu.

“Namamu siapa?” namja kecil itu memandang tangan yeoja kecil yang menanyai namanya, sedikit ragu namja kecil itu menjabat tangan yeoja kecil itu.

“Cho Kyuhyun, namaku Cho Kyuhyun. Namamu siapa” Yeoja kecil itu tersenyum senang, sepertinya dia mendapatkan teman pertamannya di Play Grup.

“Park Hyunmie, namaku Park Hyunmie.” Keduanya tersenyum sambil terus berjabat tangan, tanpa menyadari kedua eomma mereka juga sama-sama melemparkan senyum tanda perkenalan.

“Kau mau jadi temanku?” Kyuhyun melirik eommanya seolah meminta izin, melihat eommanya mengangguk Kyuhyunpun ikut mengangguk. Membuat Hyunmie kembali tersenyum senang, Hyunmie mengulurkan boneka yang sejak tadi ia peluk.

“Kenalkan dia Bear boneka kesayanganku sebenarnya aku punya banyak boneka Bear, ibuku memanggilku putri Bear.” Hyunmie dengan bangga memperkenalkan bonekanya pada Kyuhyun, membuat Kyuhyun terkekeh kecil. Hyunmie mempoutkan bibirnya tidak senang, tapi tidak lama karena Kyuhyun menjabat tangan boneka miliknya.

“Senang bisa berteman denganmu Bear.” Kyuhyun menatap Hyunmie yang berbinar senang, sangat cantik. Pikir Kyuhyun. Keduanya terus berbicara banyak hal, sesuatu yang bagi orang tua mereka tidak penting, tapi tidak bagi keduanya. Ini adalah proses dimana keduanya belajar memahami orang lain selain orangtua dan keluarganya. Nyonya Hyorin dan juga Nyonya Hanna juga ikut terlibat dalam percakapan layaknya orang tua yang baru saja memasukan putra putri mereka ke Play Grup dan mereka merasa nyaman ketika banyak kesamaan, sama seperti putra putrinya.

Waktu berjalan dengan cepat, Kyuhyun dan Hyunmie mulai terbiasa dengan keadaan Play Grup mereka. Awalnya mereka ingin berbaur dengan teman-teman mereka yang lain, terutama Hyunmie yang terkenal sangat cepat akrab dengan anak-anak lainnya. Tapi tidak dengan Kyuhyun, dia terlihat sering menyendiri dengan permainan yang ia mainkan, awal dia berusaha berbaur dengan teman-temannya, Kyuhyun justru selalu mendapat hinaan dari teman-temannya, sigemuk Babi. Kyuhyun malas bermain dan lebih suka menyendiri, dan keadaannya ini justru membuat Kyuhyun sering di bully, puncaknya adalah di saat beberapa temannya menghancurkan mainannya dan kali ini Hyunmie tidak bisa diam saja.

“Yaaa!! Kenapa kalian jahat sekali? Kyuhyun bahkan tidak menganggu kalian.” Teriak Hyunmie tidak terima.

“Buat apa kau membelanya? Dia hanya anak aneh yang terlalu makan banyak, lihat dia lebih pantas di panggil babi.” Kali ini semua anak Play Grup tertawa, membuat Hyunmie semakin kesal dengan geram Hyunmie menarik rambut namja yang sejak tadi terus menghina Kyuhyun. Dan akhirnya semua anak berteriak meminta guru memisahkan keduanya.

Sejak itulah Hyunmie lebih sering menghabiskan waktu bersama Kyuhyun, bukan tidak ada teman wanita yang ingin bermain dengannya, hanya saja teman-temannya tidak mau jika Hyunmie mengajak Kyuhyun yang sangat gemuk, yang hanya bisa menghabiskan makanan mereka. Hyunmiepun sengaja mengambil pelajaran Tekwondo hanya agar lebih kuat dari anak laki-laki yang selalu membully Kyuhyun. Kyuhyun sendiri bukannya tidak bertindak, dia sempat mengikuti pelajaran Tekwondo tapi selalu gagal karena berat badannya yang terlalu berlebihan.

“Kau bisa meninggalkanku jika kau mau.” Kyuhyun menghapus air matanya sedih, lagi-lagi dia gagal masuk Tekwondo membuat Hyunmie menghelah nafas lalu tersenyum sambil membetulkan letak kacamata yang Kyuhyun kenakan.

“Sudahlah, aku saja sudah cukup untuk menjagamu arro?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya kesal dia tidak setuju, bagaimanapun diamana-mana yang menjaga itu bukan wanita tapi lelaki yang menjaga wanita.

“Tidak bisa? Aku tidak mau selalu kau lindungi.” Dengan kesal Hyunmie menjitak kepala Kyuhyun kesal, kenapa Kyuhyun harus malu.

“Memang kenapa kalau aku yang menjagamu? Akukan temanmu, kaulah orang yang pertama kali mau menjadi temanku jadi kaulah yang paling ingin aku lindungi. Sudahlah Hanna ajjumakan bilang kaukan harus banyak belajar karena harus menjadi CEO yang baik nantinya.” Kyuhyun menatap Hyunmie gusar, kenapa sekarang ucapan Hyunmie seperti Noonanya Cho Ahra. Nyonya Cho dan Park yang sejak tadi memperhatikan kedua putra putrinya tersenyum penuh arti.

“Sepertinya kedua anak kita cocok Nyonya Hanna.” Nyonya Hanna tersenyum kecil, putranya yang keras kepala itu akhirnya memiliki pawang.

“Sepertinya begitu Nyonya Hyorin.” Keduanya kembali menatap kedua putra putrinya dalam, sepertinya akan ada kesepakatan di masa depan. Tapi entahlah.
***

Kyuhyun tersadar dari lamunannya tentang semua yang ia alami dulu bersama Hyunmie di Play Grup, mengingat bagaimana Kyuhyun sekarang mungkin tidak akan ada yang percaya dengan masa-masa kecilnya dulu. Kyuhyun menatap Hyunmie yang langsung berbaur dengan beberapa anak yang sepertinya mengajaknya main ketika dia melamun, gadis ini masih sama seperti dulu, sangat mudah akrab dengan banyak orang yang baru saja ia kenal, membuat Kyuhyun kadang iri pada Hyunmie, dia tidak bisa se hangat Hyunmie pada siapapun. Kyuhyun mendekat kearah Hyunmie ketika gadis itu tidak sengaja terjatuh karena bersemangat bermain dengan anak-anak kecil itu, padahal baru saja Hyunmie merasa tertekan karena keadaan keluarganya, tapi hanya karena berbaur dengan anak-anak Hyunmie bisa melupakan beban di kepalanya.

“Gwenchanayo?” tanya Kyuhyun khawatir, Hyunmie hanya meringis melihat Kyuhyun yang begitu khawatir padanya hanya karena luka kecil.

“Aku baik-baik saja.” Hyunmie berdiri dengan cepat walaupun kembali terjatuh dan dengan cepat Kyuhyun menahan bahunya, sepertinya kakinya terkilir.

“Kau selalu saja begini, bersemangat hingga tidak hati-hati, sepertinya kau terkilir.” Kyuhyun kembali menatap kaki Hyunmie penuh perhatian lalu memapah Hyunmie untuk kembali duduk di bangku yang tadi sempat keduanya pakai, Hyunmie sesekali melirik Kyuhyun namja ini benar-benar seperti mengenalnya sangat dekat. Sebenarnya seperti apa hubungan namja ini dengannya, kenapa Hyunmie bisa melupakan namja setampan Kyuhyun, dan melihat perhatian Kyuhyun padanya bisa di pastikan Kyuhyun memang teman dekatnya. Tapi kenapa namja ini tidak ada ketika dia bangun koma dulu? Kenapa setelah enam tahun lamanya, namja ini baru kembali dan tiba-tiba memintanya untuk menikah sekalipun dengan imbalan. Mengingat soal imbalan Hyunmie kembali tersadar dari lamunannya dan sedikit meringis ketika otot kakinya yang terkilir tengan Kyuhyun pijat.

“Kenapa kau membawaku kemari?” Hyunmie berusaha menanyakan satu persatu pertanyaan di kepalannya yang membuat Hyunmie pusing, dia harus tahu seperti apa dulu hubungannya dengan namja di hadapannya ini. Kyuhyun menghentikan pijatanya di kaki Hyunmie, menatap mata Hyunmie seolah mencari sesuatu, tapi Kyuhyun menelan ludahnya ketika apa yang dia cari tidak ada, cinta untuknya.

“Apa kau tidak ingat? Atau apa kau tidak merasa pernah kemari?” Hyunmie menatap kesekelilingnya lalu kembali menatap Kyuhyun, namja ini menatapnya sendu, berbeda dengan tatapan tajam yang ia berikan pada Hyyunmie saat bertemu di kantornya. Yang memberikan ketenangan di hatinya, Hyunmie menyukai tatapan Kyuhyun yang sendu. Ah anni mungkin dia juga suka tatapan intimidasi yang Kyuhyun berikan padanya tempo hari.

“Aku dulu sering kemari dengan tunanganku, dia bilang di sinilah pertama kali aku dan dia bertemu.” Ucap Hyunmie menerangkan, itu mengapa dia langsung berbaur dengan anak-anak di Play Grup ini tadi karena dulu Hyunmie sering melakukannya, hanya saja karena sekarang dia bekerja waktu untuk datang kemari semakin tidak ada. Mendengar hal itu Kyuhyun tersenyum kecut. Jelas-jelas orang yang pertama Hyumie kenal dulu adalah dia di sini.

“Namja itu memanfaatkan hilangnya ingatanmu, mengarang cerita seenaknya. Jelas-jelas akulah orang yang pertama kau kenal di Play Grup ini.” Ucapa Kyuhyun sedkit kesal, Hyunmie menatap Kyuhyun tidak suka, beraninya orang ini menghina tunangannya.

“Aku memang hilang ingatan Tuan, tapi aku tidak bodoh untuk membedakan mana yang berbohong padaku mana yang tidak.” Geram Hyunmie menatap Kyuhyun yang kembali menatap Hyunmie, tapi kali ini dengan tatapan datar.

“lalu bagaimana dengan aku? Jika apa yang kau katakan benar, seharusnya kau tahu aku berkata jujur atau bohong.” Hyunmie menatap mata Kyuhyun dalam, sekalipun namja ini memasang wajah plat, tapi mata namja ini berkata jika tidak ada kebohongan di sana, Hyunmie mengigit bibirnya binggung. Jadi siapa yang berbohong padanya?

“Lalu jika kau temanku kenapa kau mau menikahi dengan cara memberikan imbalan pada keluargaku?” Kyuhyun tersenyum miris, jika Hyunmie mengingat semuanya mungkin akan mudah bagi Kyuhyun menjelaskan semuanya pada Hyunmie.

“Ini bukan imbalan, lebih tepatnya aku menagih janji eommamu dan soal saham, aku benar-benar tulus ingin membantu perusahaan ayahmu. Aku tahu bagaimana appamu membangun perusahaan dan betapa beliau sangat menyayangi perusahaannya, karena akupun sedang merintis perusahaanku juga.” Hyunmie masih belum menerima alasan Kyuhyun baginya namja ini egois dengan memisahkan dia dan Eunhyuk setelah dia pergi dan kembali begitu saja, tanpa tahu seperti apa hidupnya ketika bangun dari koma.

“Tetap saja aku tidak bisa menerimannya, jika kau tulus bukankah cukup menanam saham tanpa memintaku untuk menjadi istrimu? Aku tidak tahu apa perjanjian yang eommaku lakuakan denganmu, tapi kau sudah pergi enam tahun lalu tanpa perduli seperti apa aku setelah itu.” Kyuhyun menggosok wajahnya kasar, menatap Hyunmie frustasi, sebenarnya bukan perjanjian yang dia pedulikan. Semua ini tentang perasaannya pada gadis di hadapannya. Tentang kepergiannya, bahkan Kyuhyun bersumpah hal itu adalah keputusan yang tidak pernah mau ia ambil dalam hidupnya. Pergi jauh tanpa tahu seperti apa keadaan Hyunmie dan betapa tersiksanya Kyuhyun ketika harus hidup tanpa melihat Hyunmie, ketika lebih dari sepuluh tahun dia mendapatkan semuanya dari Hyunmie.

“Kumohon ingatlah semuanya… ini akan lebih mudah bagiku jika kau mengingatnya.” Kyuhyun menggenggam tangan Hyunmie menatap penuh permohonan pada gadis di hadapannya, rasanya sekarang dia ingin menangis sekarang juga, mengingat jika gadis ini mungkin tidak akan pernah mengingatnya lagi. Sepertinya Kyuhyun harus berusaha membuat Hyunmie jatuh cinta lagi padanya.

Hyunmie menatap Kyuhyun binggung, dia bukannya tidak mau mengingat semuanya, masa di awal dia terbangun dari koma adalah masa terberat untuknya, tidak mengingat apapun tidak menyenangkan dan kebinggungan, Hyunmie sulit mempercayaai seseorang. Tapi keluarga dan Eunhyuk perlahan mengisi otak dan pikiranya dengan memori baru, walaupun sedikit berharap, Hyunmie berusaha untuk menganggap ingatannya yang dulu tidak penting lagi, kenyataan dia bahagia dengan orang-orang di sekitarnya membuatnya lupa jika dia kehilangan ingatan. Tapi namja di hadapannya kembali membuat perasaan binggung kembali menghantuinya. Apa perlu mengingat semuanya setelah enam tahun dia berusaha tidak peduli lagi? Hyunmie memejamkan matanya lalu perlahan membukanya kembali menatap Kyuhyun sendu.

“Aku tidak tahu… tapi ini sudah lama, mungkin saja aku sudah tidak bisa mengingatnya lagi. Jadi percuma saja kau berusaha Kyuhyun_ssi.” Kali ini Kyuhyun yang menutup matanya geram lalu kembali membuka mata dan menatap tajam mata Hyunmie, membuat Hyunmie kembali menahan nafas dengan tatapan Kyuhyun, senyum miring tercetak di wajah Kyuhyun membuat Hyunmie semakin kehilangan cara bernafas, Kyuhyun merengkuh leher Hyunmie melekatkan keningnya pada kening Hyunmie.

“Bernafas… bernafas Hyunmie_ah.” Untuk sesaat Hyunmie berusaha menghembuskan nafasnya, tapi ia kembali kesulitan menarik nafas ketika nafas Kyuhyun begitu terasa di kulitnya.

“Aku bilang bernafas…” suara Kyuhyun kali ini terdengar parau, ketika tubuh Hyunmie memberikan respon seperti sekarang hanya karena senyuman dan tatapannya. Tapi Kyuhyun tidak mau membuat Hyunmie mati kehilangan nafas bukan.

“Noona apa ajjusi ini menjahatimu?” Kyuhyun melepas rengkuhannya lalu menatap seorang anak kecil yang sepertinya sudah memperhatikan Hyunmie dan dia sejak tadi, Kyuhyun tersenyum lalu menatap Hyunmie yang berusaha menarik nafasnya Hyunmie menatap bocah kecil yang menatapnya.

“Oh Yong Pil_ah? Ah anni eonni baik-baik saja.” Ucap Hyunmie sambil berusaha berdiri dan mendekat kearah Yong pil, tapi kini tangannya di genggam erat oleh Kyuhyun. Membuat Hyunmie kembali menatap mata Kyuhyun yang lagi-lagi menatapnya tajam.

“Aku tidak peduli kau ingat aku atau tidak, kau akan tetap menikah denganku. Jika aku tidak bisa mengembalikan ingatanmu, aka aku pastikan aku akan mengembalikan perasaanmu yang dulu padaku.” Hyunmie tertegun ketika Kyuhyun terbangun dan dengan cepat memberikan sebuah kecupan kilat di bibirnya, membuat Hyunmie mematung seperti orang bodoh, jantungnya seperti tidak terkontrol lagi, bahkan ketika Kyuhyun menjauh sambil menggandeng Yong Pil Hyunmie masih sibuk meraba bibirnya. Rasanya aneh tapi menyenangkan, dia bukannya tidak pernah berciuman dengan Eunhyuk hanya saja ciuman ringan Kyuhyun berbeda.

“Apa aku tidak keterlaluan? Ais Hyunmie ingat Eunhyuk oppa.” Gumam Hyunmie yang memukul kepalanya sebal, lalu menatap Kyuhyun yang kini justru berbaur dengan anak-anak yang bermain dengannya, sedikit aneh karena Kyuhyun menggunakan kemeja kantornya saat bermain dengan anak-anak itu. Ketika Hyunmie berusaha bergabung, kakinya yang terkilir protes dan akhirnya Hyunmie hanya bisa menonton dari kursi. Padahal dia ingin sekali bermain dengan Yong Pil, salah satu murid di Play Grup yang sangat suka bermain dengannya.

Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. hyun sun

     /  September 21, 2014

    bagus bgt thor
    penasrn tgkt dewa
    apa penyebab hyunmie hilang ingatan?
    lanjut thor

    Balas
  2. _elf_

     /  September 25, 2014

    Keren thorr. Lanjut terus yaakkk. Semangat bikin ff nya!!

    Balas
  3. heheheh gomawo.. sip…

    Balas
  4. esakodok

     /  Oktober 20, 2014

    masih penuh oertanyaan ini
    keren bgt
    misterinya masih byk
    kluarga hyunmie jg knp sprti itu

    Balas
  5. hiiiii suka suka daebak eon🙂 semangat lanjutinnya😀

    Balas
  6. diana

     /  Oktober 31, 2014

    daebak eonni, aku baru baca cerita inh, sbnrnya apa yg d lakuin kyuhyun sama hyunmie di masa lalu? penasaran bgt. kasian ya hyuk. lanjut part 2🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: