FF//This Is Love??//ONESHOOT

FF//THIS IS LOVE??//TEUKJAE
Autor: YJK
Tittle:This Is Love??
Cast:Park Jung soo, Kim Hyo Jae, Cho Kyuhyun
Genre:Romantis

Rating: 15+
Leght: Oneshoot
Disclamer:Annyeong autor datang bawa permintaan dari non mpud yang berulangtahun, saengilchukkae ajjuma… mian telat kadonya dan yang pasti ga ada ceritanya ini FF berhubungan sama ulangtahun heheheh oky masih banyak typo… saya penulis pemula hahahaha.

Summary
‘Cinta? Apa itu? Aku tidak tahu… yang aku tahu bisa nyaman dengan seseorang saja itu sudah membuatku bahagia. Tapi pria itu, Park Jung soo membuatku berfikir ulang tentang emosi bernama Cinta. Menurtku tidak menyenangkan. Aku harus berdebar dan gelisah saat di dekatnya. Dan tersiksa jika jauh darinya, lalu aku harus seperti apa? Melihatnya saja? Tanpa mendekat ataupun menjauh? Aisss aku benci jatuh cinta. Benarakah? Aku membencinya? Sudah aku bilang aku tidak tahu.
Storybegin

Seperti biasa, Hyo Jae kembali melamun di depan komputernya, kebiasaannya jika terlalu banyak pikiran. Beberapa hari terakhir ini Park Jung soo, anak bos pemilik tempat dia bekerja semakin gencar melancarkan aksi menarik perhatiannya. Padahal dia sudah menolak namja itu mentah-mentah, tapi entah kenapa seminggu terakhir ini Hyo jae mulai goyah, terakhir maneger Kang memberinya nasehat jika Jung Soo tidak akan bersikap seperti itu jika dia tidak benar-benar menyukai seorang yeoja. Dan saat itu Hyo Jae merasa senang juga malu pada Manegernya itu. Tapi terima atau tidak saat ini Hyo Jae sudah memiliki seorang kekasih. Itulah alasannya kenapa Hyo Jae tidak pernah menganggap serius apapun yang di lakukan Jung Soo, walaupun sadar atau tidak apapun yang di lakukan Jung Soo justru tidak pernah di lakukan kekasihnya, Cho Kyuhyun.
“Yakk!! Sampai kapan kau akan menatap layar komputermu tanpa mengetik sama sekali? Kau lupa eoh persentasi yang harus kau siapkan untuk nanti siang? Tamu kita kali ini datang dari Jepang.” Hyo Jae tersentak dari lamunannya dan mendengus kesal pada sahabatnya Kim Hagi, tapi setelah itu menghelah nafas lemas. Pekerjaannya jadi terbengkalai hanya karena namja bernama Park Jung Soo itu berputar di kepalanya, sudah dua hari ini namja itu tidak menganggunya. Lebih kepada mendiamkannya tanpa sebab setelah memberi 100 tangkai bunga mawar padanya. Dan wajah Hyo Jae yang kusut itu menarik perhatian sahabatnya Hagi.
“Apa lagi sekarang? Apa Tuan Chomu itu menelantarkanmu lagi saat kencan?” Sesaat Hyo Jae tertegun, dia bahkan melupakan kekasihnya itu selama seminggu terakhir, bahkan tidak ada sms atau telpon yang masuk dari kekasihnya membuat Hyo Jae benar-benar lupa jika dia memiliki seorang kekasih.
“Anni. Bahkan sudah sebulan ini aku tidak kencan dengannya, dia terlalu sibuk dengan perusahaannya.” Ucap Hyo Jae datar, entah kenapa sekarang bagi Hyo Jae ada atau tidak adanya kabar dari Kyuhyun tidak jadi masalah baginya, padahal sudah satu minggu mereka tidak komunikasi. Justru yang membuatnya kesal adalah Jung Soo yang tidak ada kabar sama sekali. Padahal baru saja dua hari mereka tidak bertemu. Hagi yang memang sudah tahu watak sahabatnya itu hanya mengagguk paham, hanya saja terasa aneh Hyo Jae melamun di depan komputer jika tidak ada masalah. Apa mungkin karena masalah lain?
“Jangan bilang karena Park sajangnim tidak menggodamu lagi Hyo Jae_ah?” Seketika Tubuh Hyo Jae menegang, dan gerak tubuhnya terbaca jelas oleh Hagi, membuat sahabatnya itu terkejut bukan main. “Yaak!! Jadi tebakanku betul?” Hyo Jae menelan ludah gugup lalu menggeleng cepat, Hagi mendecak tak percaya, siapapun bisa Hyo Jae bohongi tapi tidak dengannya. Hampir tiga tahun mereka bekerja bersama, sekalipun Hyo Jae tertutup, Hagi tahu seperti apa Hyo Jae, setidaknya Hagi memiliki keahlian ibunya yang seorang Pisikiater.
“Memikirkan Kyuhyun saja sudah susah, aku tidak ingin menambahnya dengan namja lain, lagi pula aku yakin Park sajangnim hanya main-main denganku.” Hyo Jae kembali menatap komputernya berusaha mengumpulkan konsentrasinya kembali, sekaligus mengalihkan tatapannya dari pandangan Hagi yang menyelidikinya dengan sorot tajam. Sangat berbahaya memang jika berurusan dengan Hagi.
“Benarkah? Tapi aku rasa kau sudah tidak peduli lagi dengan Kyuhyun_ssi . Aku melihat wajahmu tidak bereaksi saat membicarakannya, berbeda saat membicarakan Park sajangnim.” Sekali lagi Hyo Jae menghentikan kegiatannya mengetik, walaupun sebenarnya dia tidak tahu apa yang sudah ia ketik, kali ini Hyo Jae menoleh menatap Hagi tajam. Tanda jika yeoja dingin itu tidak mau di ganggu lagi. Dan memang berhasil Hagi nampak tersenyum meringis lalu kembali duduk di meja kerjanya. Hyo jae bisa menghembuskan nafasnya sedikit lega, tapi kemudian mengacak rambutnya gusar ketika tidak sedikitpun presentasi yang bisa ia perlihatkan pada tamunya yang akan datang dari Jepang.
“Namja sialan, dia membuatku tidak bisa bekerja.” Geram Hyo Jae sebal, sambil kembali berusaha menyusun presentasinya untuk sore nanti. Dari kejauhan Jung soo menatap Hyo Jae sendu, dia ingin sekali menyapa Hyo Jae dan mengusili yeoja dingin itu. Sebuah tantangan baginya karena selama ini tidak ada yeoja manapun yang menolak kebaikannya. Tapi percakapannya dengan Hyunmie tiga hari lalu membuat namja itu gelisah.
“Jika oppa tidak mengatakannya, Hyo Jae bisa lebih kecewa oppa dia juga bisa salah paham, aku tidak mau sahabatku di lukai, ataupun aku tidak ingin oppa jadi jahat hanya karena aku.” Apa yang Hyunmie katakan memang benar, tapi Jung Soo sendiri tidak merasa jahat karena dia memang benar-benar tertarik pada Hyo Jae. Rencana yang Jung Soo buat nyatanya tidak sesuai dengan perkiraannya. Dia sendiri malah menikmati dan justru terpesona dengan sifat dingin Hyo Jae.
***

Presentasi sore ini berjalan lancar, tamu dari Jepang itu sangat antusias dengan presentasi yang Hyo Jae buat, akomondasi hotel yang murah tapi nyaman dan beberapa tempat wisata yang menarik di Korea membuat tamu Jepang itu mempercayakan wisatawannya di pegang oleh perusahaan traveling tempat Hyo Jae bekerja. Hyo Jae sangat berterimakasih pada Hagi yang setelah ia geretak dengan tatapan mautnya masih mau memberinya referensi tentang beberapa hotel yang memang sangat di sukai orang Jepang. Untuk wisata sendiri Hyo Jae hanya menambahkan beberapa tempat wisata yang belum terlalu banyak di ketahui orang banyak, tapi cukup menarik untuk di datangi. Sisanya Hyo Jae tidak terlalu pusing karena wisata di Korea sudah sangat banyak.
“Bagus, sepertinya aku harus mendapatkan ucapan terimakasih dari seseorang.” Hyo Jae memutar matanya sebal mendengar sindiran tidak langsung yang Hagi katakan. Walaupun memang sahabatnya itu memang ikut andil membantunya.
“Mau apa? Jajangmyeon? Bulgogi? Atau soju?” tanya Hyo Jae datar.
“Yaak! Kau kira di pikiranku hanya ada makanan apa?” protes Hagi tidak terima.
“Kaukan sebelas dua belas dengan kekasihmu Shim Changmin, perut gentong.” Kali ini ucapan Hyo Jae lebih pedas lagi membuat Hagi hanya bisa membuka mulut lalu menutupnya kembali, lalu kemudian mengelus dadanya berusaha bersabar dengan sifat Hyo Jae yang kadang membuatnya darah tinggi.
“Kau ini sahabat macam apa eoh? Sudah kubantu malah menghina aku dan kekasihku.” Gerutuan Hagi sepertinya hanya di anggap angin lalu oleh Hyo Jae, entah mengapa Hyo Jae yakin, sahabatnya itu tidak akan pernah marah dengan mulut tajamnya.
“Sudahlah, aku ingin makan jajangmyeon kau mau ikut atau tidak?” tanpa di suruh dua kali Hagi mengekor Hyo Jae dari belakang. Seperti tebakan Hyo Jae, Hagi tidak akan marah sekalipun kesal dengan kata-kata Hyo Jae.
Seperti biasa kedai jajangmyeon daerah Gangnam ramai pengunjung, Shim Changmin kekasih Hagi merekomondasikannya pada Hagi dan akhirnya jadi tempat favorit bagi Hyo Jae dan Hagi. Selain tempatnya strategis di tengah kota, kedai itu juga sering di datangi artis-artis Korea yang memang sangat menyukai Jajangmyeon.
“Mana mereka? Lama sekali. Padahal mau di traktir.” Hagi menatap jam di tangan kirinya, sambil sesekali melirik kearah pintu kedai tempat mereka akan makan bersama. Iya mereka sedang menunggu kedua sahabat mereka yang lain. Park Hyunmie dan Jung Je Kyo mereka berbeda pekerjaan dengan Hagi dan Hyo Jae. Hyo Jae hanya mendengus sebal, rencana berhemat gagal karena harus mentraktir ketiga sahabatnya. Walaupun ini memang gilirannya membayar makanan ketika keempatnya berkumpul bersama. Tidak berapa lama ponsel Hagi berbunyi.
“Yeobseo?… wae? Kaukan sudah janji akan datang?… ah ye baiklah lain kali saja… ne annyeong.” Hagi menghelah nafas membuat Hyo Jae mengerutkan keningnya binggung.
“Waeyo?” Hagi menatap Hyo Jae mengangkat bahu.
“Seperti biasa Hyunmie tidak bisa datang dia sangat sibuk. Aku heran sebenarnya apa kesibukannya belakangan ini, esekutif housekeepingkan tidak sesibuk itu. Apa lagi hotel itu milik ayahnya.” Protes Hagi tidak terima ketika lagi-lagi Hyunmie tidak bisa datang untuk berkumpul bersama. Hyo Jae nampak berpikir, dia juga sedikit heran dengan sahabatnya itu. Pintu kedai terbuka ketika dengan sedikit berlari Je Kyo mendekat ke meja tempat Hagi dan Hyo Jae duduk.
“ Mian aku terlamabat, tadi aku terjebak di resepsionis. Dan ini pasti mengejutkan untuk kalian, aku yakin kalian pasti juga belum mendengarnya.” Je Kyo yang baru saja masuk dan duduk di kursinya berbicara tidak berhenti membuat Hagi dan Hyo Jae melotot, pasalanya bukan gaya Je Kyo secerewet ini.
“Apa? Sampai membuatmu secerewet ini?” tanya Hyo Jae datar.
“Park Hyunmie, bocah manis itu akan menikah.” Kali ini Hyo Jae dan Hagi menatap Je Kyo tidak percaya.
“Tsk, dia anggap apa kita sampai tidak memberitahukan kabar bahagia itu terlebih dahulu pada kita.” Kali in Je Kyo nampak melipat tangannya di dada, ada sedikit rasa kesal di hatinya, bagaimanapun Hyunmie sudah ia anggap saeng sendiri.
“Pantas dia sibuk belakangan ini.” Decak Hagi yang entah kenapa juga ikut sebal dengan tingkah sahabatnya itu, berbeda dengan Hyo Jae yang tidak merespon apa-apa, gadis itu seperti berpikir keras, karena selama ini Hyunmielah yang paling terbuka di antara mereka. Sampai acara berkumpul bersamapun usai Hyo Jae masih terus memikirkan keganjilan yang ia alami belakangan ini, dan semua itu seolah di perjelas dengan mendadaknya rumor pernikahan Hyunmie.
***
Hyo Jae melangkah pelan menuju apartemennya, entah kenapa tubuhnya terasa lemas belakangan ini, rumor yang beredar tentang pernikahan Hyunmie semakin gencar tapi belum ada kepastian tentang calon pendamping sahabatnya itu. Hyunmie benar-benar menutupi keberadaan calon suaminya. Dan di perparah dengan menghilangnya Jung Soo dari kantor, entah mengapa seminggu tidak melihat namja itu membuatnya susah dan uring-uringan. Langkah Hyo Jae terhenti ketika di depan pintu apartemennya tengah menunggu seorang namja yang bahkan sudah sepuluh hari ini dia lupakan. Atau mungkin memang Hyo Jae yang tidak mau memikirkan namja yang kini tersenyum kecil padanya.
“Baru pulang? Tidak biasanya kau pulang larut?” Hyo Jae nampak acuh tak acuh dengan namja di hadapannya, dia hanya bergumam lalu membuka pintu dengan nomer kombinasi dimana dia dan Kyuhyun Bertemu. Namja itu Kyuhyun tersenyum kecil ketika kombinasi itu masih sama sekalipun sepuluh hari mereka tidak bertemu.
“Masuklah, kau tidak berniat berdiri di sana teruskan?” pertanyaan dingin Hyo Jae hanya di balas senyuman lagi oleh Kyuhyun, sudah terbiasa dengan sifat dingin kekasihnya. Tidak ada yang berubah masih sama seperti sepuluh hari yang lalu, apartemen minimalis ini menjadi saksi bisu kebahagiaan Hyo Jae dan Kyuhyun dulu. Tanpa di suruh Kyuhyun duduk di sofa, membiarkan Hyo Jae masuk kamar dan menukar baju kantornya. Selalu seperti ini, Hyo Jae memang tidak pernah romantis, apa lagi semenjak Hyo Jae pindah bekerja di agen traveling, yeoja itu semakin dingin. Berbeda ketika saat keduanya berpacaran di bangku kuliah, Hyo Jae sekalipun dingin dia sangat memperhatikan Kyuhyun.
“Kau masih ingat datang kemari tuan Cho?” Hyo Jae duduk di hadapan Kyuhyun, bukan di sampingnya. Menatap Kyuhyun dengan tatapan dingin, tidak peduli. Padahal setidaknya Kyuhyun ingin melihat Hyo jae marah, kesal atau emosi yang menunjukan bahawa Hyo Jae ingin bertemu dengannya. Kyuhyun kali ini tersenyum miris.
“Jadi kau mengharapkan aku datang?” Kening Hyo Jae berkerut, pertaanyaan macam apa itu? Tentu saja ia berharap Kyuhyun datang karena mereka sepasang kekasihkan?
“Jika kau merasa aku masih kekasihmu saja tuan Cho. Tanpa aku memohon seharusnya kau datang kemari.” Kali ini terlihat wajah sedih di wajah Kyuhyun, tapi setelah itu kembali tersenyum tipis.
“ Kau benar. Aku merasa bukan kekasihmu lagi. Hingga tidak punya alasan untuk datang kemari.” Ucapan Kyuhyun membuat Hyo Jae tertegun, entah kenapa sedikit hatinya merasa sakit. Setidaknya dia sudah melalui lima tahun bersama dengan Kyuhyun, banyak hal manis yang sudah mereka lewati bersama.
“Apa maksudmu? Kau jangan bodoh, aku hanya berusaha mengerti kesibukanmu.” Kali ini Kyuhyun tersenyum mengejek, yeoja di hadapannya tidak mau di salahkan atas perubahan hatinya sendiri.
“Benarkah? Kalau begitu anggap saja aku yang salah karena terlalu sibuk, sehingga membuatmu berpaling dariku.” Kali ini wajah Hyo Jae memucat, sepertinya Kyuhyun sudah menyadari perasaannya pada namja lain.
“Kau? Kau tidak menuduhku selingkuhkan? Yaak kau tahukan dulu aku yang memintamu berpacaran denganku, tidak lucu jika sekarang aku berselingkuh.” Sekali lagi Kyuhyun tersenyum miris.
“Aku tidak menuduhmu, aku punya bukti dan sepertinya kau menikmatinyakan.” Wajah Hyo Jae memerah dia tidak menyangka akan di sudutkan seperti ini. Sebelum Hyo Jae membantah Kyuhyun sudah kembali angkat bicara.
“Gwenchanayo… aku saja yang bodoh karena mengira kau mencintaiku. Salah, selama ini kita berbuat kesalahan Hyo Jae_ah… kita terbiasa dengan perasaan nyaman saat bersama, bukan cinta. Dan sepertinya kau sudah menyadarinya dua bulan terakhir ini, betulakan?” Kali ini Hyo jae menatap nanar namja yang masih tersenyum sedih padanya, mau tidak mau Hyo Jae memang menyadari jika dia mulai merasakan perasaan lain pada namja lain, dan perasaan itu berbeda ketika dia bersama Kyuhyun. Bukan hanya nyaman, tapi berdebar, debaran yang menyenangkan yang membuatnya justru menikmatinya.
“Mianhae… aku… aku tidak bermaksud menyakitimu.” Kali ini Hyo Jae menunduk dan hal itu membuat Kyuhyun tertegun karena Hyo Jae bukanlah yeoja yang mau minta maaf dengan mudah. Tapi detik berikutnya Kyuhyun duduk di samping Hyo Jae memeluk Hyo Jae erat.
“Yakk, kau tidak pantas bersedih seperti ini.” Hyo Jae menatap binggung kearah Kyuhyun, Namja ini menatapnya sambil tersenyum, tidak ada beban di mata Kyuhyun.
“Kau? Apa kau tidak apa-apa aku selingkuh?” Kyuhyun mencubit hidung Hyo Jae gemas, pemandangan langka melihat Hyo Jae merasa bersalah padanya.
“Jadi kau benar-benar berpacaran dengannya?” mata Hyo Jae membulat lalu menggeleng cepat, membuat Kyuhyun terkekeh geli.
“Aku… aku juga tidak tahu dia menyukaiku atau tidak. Sepertinya hanya aku saja yang menyukainya.” Kali ini sebuah jitakan sayang Kyuhyun berikan pada Hyo Jae.
“YAAK KAU BERANI MEMUKULKU.” Kyuhyun kali ini tertawa cukup keras, sepertinya Hyo Jae yang galak sudah kembali.
“ Kau tidak pantas dengan exspresi binggung dan juga sedih seperti itu nona Kim.” Hyo Jae tertegun ini kali pertama Kyuhyun Memanggilnya dengan marga aslinya.
“Kau harus memastikannya. Karena mulai sekarang aku tidak bisa menjagamu lagi. Harus ada penggantiku dan tentu harus lebih baik lagi dariku.” Hyo jae menatap Binggung Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersenyum salah tingkah. Sedikit menggeser duduknya Kyuhyun menatap wajah Hyo Jae serius.
“Sebenarnya aku juga mencintai orang lain.” Ucapan Kyuhyun membuat Hyo Jae melotot tidak percaya. Sedikit antisipasi Kyuhyun berdiri melihat aura menyeramkan keluar dari tubuh Hyo Jae. Detik berikutnya Kyuhyun terpaksa berlari kesana kemari, ketika dengan membabi buta Hyo Jae memukulinya dengan bantal sofa. Setelah merasa cukup Hyo Jae terduduk kembali di sofa sambil mengatur pernafasannya. Sedikit ragu Kyuhyun kembali duduk di samping Hyo jae.
“Mianahe…” Hyo Jae mendengus kesal, melipat kedua tangannya di dada menatap tajam ke arah Kyuhyun. Entah mengapa, walaupun sedikit sakit hati Hyo Jae merasa lega. Setidaknya Hyo Jae sedikit merasa bersalah pada Kyuhyun karena mencintai namja lain.
“Kenapa tidak kau katakan sejak dulu, akukan jadi tidak akan merasa bersalah. Kau tahu rasanya menyusahkan.” Kyuhyun melongo mendengar ucapan Hyo Jae.
“Jadi kau tidak marah?” Hyo Jae menggeleng. “Yaakk lalu kenapa kau memukuliku tadi?” Hyo Jae berdecak sebal lalu memukulkan bantal sofa tepat kekepala Kyuhyun.
“Karena membuatku merasa bersalah dan membuatku harus menjauhi laki-laki yang aku cintai pabo.” Kyuhyun mendengus tidak percaya, gadis di hadapannya ini benar-benar aneh selalu melampiaskan kebodohannya pada orang lain.
“ Kau yang bodoh, jika cinta kenapa tidak kau kejar?” Hyo Jae kembali siap memukulkan bantalan sofa pada Kyuhyun ketika dengan sigap menahan tangannya menatap tajam Hyo Jae yang tidak berkutik begitu saja. Tidak ingin terintimidasi dengan tatapan Kyuhyun, Hyo Jae menghempaskan tangan Kyuhyun lalu membuang muka sebal.
“Bicara mudah, bagaimana denganmu? Aku yakin kau juga belum mengungkapkan perasaanmu pada yeoja yang kau sukai.” Kyuhyun tersenyum evil, dia nampak mengeluarkan sebuah amplop dari saku jas dalamnya memberikanya langsung pada Hyo Jae. Tanpa banyak bicara Hyo Jae membuka amplop itu, dan matanya membulat sempurna ketika menatap isi dari amplop tersebut.
“YAAKKK!!! KALIAN SEMUA MENYEBALKAN KENAPA TIDAK BILANG PADAKU SEJAK AWAL.” Kali ini Hyo Jae menangis keras, membuat Kyuhyun kebinggungan dia tidak menyangka Hyo Jae akan bereaksi seperti ini.
“Mi… mianahae, uljima… yaak akan aku jelaskan semuanya jangan menangis lagi…. kau jangan membuatku binggung.” Tapi kata-kata Kyuhyun sama sekali tidak Hyo Jae dengar. Dia merasa kecewa dengan orang-orang terdekatnya. Tapi lambat laun tangisan Hyo Jae mereda, dan itu cukup melegakan bagi Kyuhyun.
“Sejak kapan?”
“Ye?”
“Aku tanya sejak kapan kau berpacaran dengannya?” Hyo Jae masih berusaha meredam tangisannya, ketika pertanyaan itu melintas di otaknya.
“Aku tidak pernah berpacaran dengannya, kami di jodohkan. Awalnya kami menolak mengingat aku dan kau masih berpacaran dan dia juga sahabatmu. Tapi setelah melihatmu berdua dengan namja itu, aku mulai ragu dan aku juga mulai mencintai gadis itu, karena sering bertemu sebulan terakhir.” Hyo Jae mendengus sebal jika tebakannya benar, Kyuhyun sebenarnya tidak benar-benar menolak sahabatnya itu.
“Alibi. Kau bisa berbohong pada diri sendiri tapi tidak denganku. Kau lupa saat di Universitas sebelum menjadi kekasihku kau dekat dengannya?” Kyuhyun kali ini salah tingkah, dia memang pernah dekat dengan sahabat Hyo Jae. Dulu dia kira memang Hyo Jae yang ia cintai tapi lambat laun dia mulai meragukan perasaannya.
“Tapi sungguh, aku tidak pernah berpacaran dengannya.” Sekali lagi Hyo Jae berdecak sebal.
“Kau ternyata lebih parah dariku Cho Kyuhyun.” Kali ini Kyuhyun hanya bisa menggaruk tengkuknya tidak gatal.
“Mian…”
“Dan bocah sialan itu, kenapa dia tidak pernah bilang padaku, tentang pernikahannya denganmu.” Kyuhyun nampak murung kali ini dia nampak berpikir keras dan itu menarik perhatian Hyo Jae.
“Waeyo?”
“Sepertinya nasib kita sama. Aku tidak yakin dia menyukaiku.” Gumam Kyuhyun pelan.
“Aku yakin dia menyukaimu, jika tidak mana mungkin dia menerima pernikahan ini.” Kyuhyun menggeleng pelan frustasi.
“Kau tidak tahu seberapa kerasnya dia menolak pernikahan ini.” Hyo Jae nampak Berpikir beberapa kejadian sebulan terakhir seperti terangkai indah di kepalanya, beberapa kali ia sering melihat Hyunmie uring-uringan bahkan kadang terlihat murung. Apa mungkin karena Hyunmie tidak menginginkan pernikahannya. Hyo Jae menatap serius kekasihnya itu, ah mungkin lebih tepatnya mantan kekasih, walaupun belum ada kata putus tapi pernyataan keduanya beberapa menit lalu cukup menjadi tanda berakhirnya hubungan mereka yang memang pada awalnya hanya di dasari rasa nyaman.
“Sepertinya kau salah Kyuhyun_ah.” Kyuhyun menatap Hyo Jae binggung, tapi Kyuhyun sepertinya akan mendengarkan apa yang akan Hyo Jae katakan.

***

Pernikahan Hyunmie dan Kyuhyun berjalan dengan lancar, acara itu begitu megah untuk pewaris sekaya mereka. Hyo Jae, Je Kyo dan Hagi turut hadir di acara pernikahan keduanya, berulang-ulang Hyunmie meminta maaf kepada ketiga sahabatnya, karena Hyunmie berfikir pernikahan ini tidak akan terjadi, terutama Hyunmie tahu hubungan Hyo Jae dan Kyuhyun sudah berlangsung sangat lama, dia tidak mau menjadi pengahncur hubungan orang lain.
“Mianahae… jeongmal… aku sudah berusaha menolak Hyo Jae, tapi orang tuaku tidak mau tahu.” Hyunmie menatap sedih Hyo Jae yang sepertinya tidak terpengaruh dengan acara pernikahan Hyunmie dan Kyuhyun.
“Sudahlah, aku mengerti. Lagi pula aku sudah tertarik dengan namja lain.” Kali ini Hyunmie menatap Hyo Jae penasaran.
“Siapa?” Hyo Jae tersenyum penuh arti, dia akan mengatakannya jika namja itu sudah menjadi miliknya.
“Kau akan tahu nanti.” Hyunmie terlihat gelisah, dia takut sahabatnya ini terlanjur jatuh cinta dengan oppanya. Ekspresi Hyunmie terbaca oleh Hyo Jae membuatnya mengerutkan kening binggung. Tapi pertanyaan itu menggantung karena Hyunmie sudah akan melaksanakan pemberkatan.
Ruangan itu nampak riuh dengan tepuk tangan ketika pemberkatan selesai, saat itulah Hyo Jae menyadari kegelisahan Hyunmie, di sebelah kirinya namja yang baru saja membuatnya jatuh cinta tengah menggandeng seorang wanita cantik bertubuh mungil, wajah gadis blasteran itu sangat kontras dengan hanbok yang ia kenakan. Tapi di sadari oleh Hyo Jae gadis itu begitu serasi dengan namja yang berhasil membuatnya jatuh cinta sekaligus patah hati secara bersamaan. Dan ketika mata mereka saling bertemu, ada tatapan rasa bersalah di mata Park Jung Soo, dan itu semua membuat Hyo Jae semakin terluka. Apa semua ini? Dia merasa di permainkan, apa memang semua ini sudah di rencanakan? Dengan mata berlinang Hyo Jae menatap Hyunmie yang juga menatapnya sedih. Dan lagi-lagi membuat Hyo Jae semakin terpukul, dengan sisa tenanganya Hyo jae pergi meninggalkan tempat pemberkatan itu, merasa bodoh sudah merasa di cintai dan mencintai, sempat merasakan kebahagiaan untuk Hyunmie tapi harus di tukar dengan luka untuknya. Kali ini dalam hidupnya Hyo Jae mengeluh jika Tuhan tidak adil padanya, setelah semua penderitaan yang ia alami.
***
Taman tempat Hyo Jae menenangkan diri tidak jauh dari gedung tempat acara pernikahan Hyunmie dan Kyuhyun berlangsung, sempat berharap ada yang mengejarnya entah itu sahabatnya ataupun Jung Soo namja yang memberinya harapan palsu, agar dia mau melepaskan Kyuhyun untuk adiknya. Setidaknya meminta maaf atas kelakuannya yang membuatnya jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Iya bagi Hyo Jae berpacaran dengan Kyuhyun tidak masuk hitungan dia merasakan cinta. Tapi nyatanya dia masih sendirian setelah dua jam berlalu, rasanya menangispun tidak cukup. Pikiran jahat sudah memenuhi otak kecilnya, tapi sayangnya Hyo Jae tidak sekejam pikirannya.
“Sudah cukup menangisnya?” Hyo jae tertegun ketika dengan yakin seseorang duduk di sampingnya, dan yang membuatnya tak sanggup menoleh karena dia yakin jika Jung soolah yang kini berada di sampingnya.
“Kau marah padaku?” Hyo Jae masih diam, dia lebih memilih membuang muka, dari pada menatap namja yang sudah jelas membuatnya susah.
“Aku senang kau marah.” Ucapan Jung soo kali ini mau tidak mau membuat Hyo Jae menatap namja di sebelahnya. Jung Soo tersenyum manis, senyuman yang entah sejak kapan begitu ia rindukan, senyuman yang membuatnya tidak bisa tidur hanya karena tidak melihatnya lebih dari dua minggu. Senyuman yang membuat jantungnya berdebar, tapi ketika mengingat senyuman itu milik orang lain membuat Hyo Jae kembali memalingkan wajahnya. Jung soo kali ini berlutut di hadapan Hyo Jae, mengenggam kedua tangan gadis itu erat-erat.
“Hei, tatap aku. Aku datang untuk melamarmu.” Hyo Jae menatap Jung Soo tidak percaya, dengan cepat berdiri membuat Jung Soo terjatuh dengan gerakan tiba-tiba yang Hyo Jae lakukan.
“Kau… kau jangan main-main Jung Soo_ssi, sudah cukup omong kosongmu itu, aku tahu rencanamu dan Hyunmie. Kalian orang jahat tidak berperasaan, menyakitiku hanya untuk kebahagiaan kalian.” Hyo Jae siap melangkah ketika Jung Soo menarik tangannya dan mendaratkan ciuman mendadak yang tidak sempat Hyo Jae hindari, membuat Hyo Jae terkejut, harga dirinya terluka. Dengan gerakan cepat tangan Hyo Jae mendorong Jung Soo dan sebuah tamparan mendarat di wajah mulus namja tampan itu.
“Beraninya kau menciumku setelah semua ini? Kau anggap apa aku ini?” kilatan amarah terlihat jelas di mata Hyo Jae. Dia benar-benar marah sekarang, Jung Soo hanya tertunduk tapi tidak lama namja itu menatap Hyo Jae sayu. Tatapan rasa bersalah yang jujur saja membuat Hyo Jae muak, muak karena dia tidak tahan melihat wajah namja itu bersedih.
“Aku akui aku salah Hyo Jae_ah, tapi semua ini tidak ada hubungannya dengan Hyunmie, aku sendiri yang ingin membuatmu berpaling dari calon iparku. Tadinya aku pikir semua akan berjalan sesuai rencanaku, tapi aku justru tidak bisa melepaskanmu.” Mata Hyo Jae melunak, dia kembali membuang muka tapi tetap mendengarkan apa yang akan Jung Soo katakan, karena Hyo Jae yakin namja di hadapannya belum selesai bicara.
“Kau pikir aku bodoh? Mau kau kemanakan yeoja chingumu yang mengandengmu di ruang pemberkatan tadi.” Hyo Jae melipat kedua tangannya, ucapan dingin Hyo Jae setidaknya membuat Jung Soo sedikit lega, tandanya gadis ini sudah surut amarhnya. Sepertinya Jung soo sudah mengenali gadis di hadapannya ini dalam sekejap.
“Dia juga sama sepertiku, mencintai gadis lain karena perjodohan dia harus melepas orang yang dia cintai. Tapi aku tidak akan melakukan hal itu, jika aku mencintai seorang gadis.” Kali ini Hyo Jae menatap Jung Soo ragu, masih dengan wajah dinginnya Hyo Jae menatap tajam mata Jung Soo yang masih tetap sayu dan meneduhkan. ‘Namja sialan ini kenapa dia tetap berekspresi menyebalkan seperti itu.’ Hyo Jae menggerutu dalam hati. Namja yang melebihi kepala tiga ini seolah tidak gentar dengan sifatnya.
“Kau jangan berbelit-belit. Kau tahu aku tidak suka banyak berpikir Jung Soo_ssi.” Ketus Hyo Jae membuat wajah Jung Soo terlihat geli. Terlihat jelas jika Hyo Jae sudah penasaran dengan apa yang terjadi.
“Baiklah, intinya aku akan menikahimu karena kau mencintaiku dan aku mencintaimu. Dan berkat Hyunmie orang tuaku akhirnya membatalkan perjodohanku dengan wanita yang kau lihat tadi.” Hyo Jae nampak salah tingkah dia kembali membuang muka, membuat Jung Soo semakin genjar menggoda gadis dingin dengan sejuta harga dirinya itu.
“Kau percaya diri sekali Jung Soo_ssi. Aku tidak menyukaimu.” Gerutu Hyo Jae sebal, antar senang dan marah. Entahlah dia merasa lega sekarang. Lega? Betulkah? Sepertinya Hyo Jae tidak bisa membohongi hatinya. Jung Soo mendekat memeluk Hyo Jae erat, dan anehnya yeoja itu tidak melawan. Membuat Jung Soo semakin erat memeluk gadis di hadapannya.
“Maaf membuatmu menunggu lama, dan membuatmu menangis lebih lama.” Jung Soo mengecup kening Hyo Jae dalam-dalam. Dan Hyo Jae lagi-lagi tidak menolak.
“Tsk, menyebalkan.” Gerutuan itu membuat Jung Soo tersenyum senang, iya sepertinya dia bisa memulai semuanya dari awal dengan Kim Hyo Jae.
“Jarang sekali kau tenang seperti ini, lebih seringlah seperti ini nanti.” Gumam Jung Soo membuat Hyo Jae mendorong namja yang masih memeluknya itu membuat Jung soo menatap Hyo Jae tidka percaya. Baru saja di puji sebentar, Hyo Jae yang galak kembali lagi.
“Kalau kau tidak suka dengan sifatku lebih baik kau kelaut saja sana. Tsk menyebalkan.” Dengan langkah cepat Hyo Jae meninggalkan Jung soo yang masih tidak bisa mempercayai Hyo jae yang merusak suasan romantis tadi.
“YAAK KIM HYO JAE AKU BELUM SELESAI DENGANMU.”

END

Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. dongrim

     /  Desember 13, 2014

    haha, hyojae ma kyu cuman nyaman aja, akhirnya mereka mendapatkan kekash yg benar2 mrk cintai dan juga mencintai mrk, hore……

    Balas
  2. sulis

     /  Desember 19, 2014

    anyeonghaseyo,salam kenal
    onnie kpan ngelanjutin ff always in my heartnya,udah ga sabar nih
    gomawo

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: