DRABBLE//MY LIFE YOURS//KYUMIE

10297_376959955713259_1131813604_n

AUTOR : YJK

TITTEL : MY LIFE YOURS

RATING :15+

GENDRE : SAD ROMANE

CAST : Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Choi Siwon

LEGHT : DRABBLE

STORY BEGIN

Langit nampak menghitam, awan pekat berarak menutupi kawasan kota Seoul di hari yang semula sangat cerah. Seorang yeoja kini tengah menatap kosong kearah langit. 3 jam ia menunggu di bukit tempat biasa ia mendaki dengan tunangannya, tapi pria yang ia tunggu tidak kunjung datang, sekali lagi senyum miris menghiasi wajah cantiknya yang memucat. Park Hyunmie, gadis itu berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa pria yang menjadi tunangannya itu akan datang sekalipun sms yang masuk mengabarkan jika tunangannya itu tidak akan pernah datang. sesekali Hyunmie mengerjap lelah, kenyataan yang ia terima membuat seluruh tubuhnya terasa lemas, kenyataan jika tunanganya memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan pergi ke London untuk menikah dengan wanita pilihan ibunya, membuat semua seolah berputar dadanya terasa di remas ngilu, bahkan hanya untuk sekedar bernafas rasanya terasa sulit, ini karena air mata yang biasa mengalir mendadak mengering dari kelopak matanya yang lelah, membuat semua semakin menyiksa ulu hatinya. Perlahan Hyunmie melangkahkan kakinya yang seolah tertanam di tanah, rasanya sangat berat hanya sekedar untuk melangkah, kaki mungil itu menuntunnya menuju tepi jurang, membuat angin menerpa kuat wajah Hyunmie, sesekali kaki kecilnya mundur selangkah kebelakang karena arus angin yang kuat, tapi sekali lagi Hyunmie berusaha berdiri tegak di tempatnya. Perlahan matanya tertutup, Hyunmie merentangkan kedua tangannya, menghirup udara sebanyak yang ia sanggup ia masukan kedalam paru-parunya yang seolah mengkerut sejak tadi. Kelebatan rasa sakit yang ia rasakan selama ia merasakan kehidupan di dunia ini memenuhi setiap jaringan otaknya. Perceraian orang tuannya, adiknya yang harus menikah muda karena ekonomi, ibunya yang menikah lagi, cita-citanya yang harus kandas di tengah jalan dan kini cinta pertamanya yang ia percaya sebagai kebahagiaannya satu-satunya pergi meninggalkannya. Pria yang sudah ia percayai memegang jiwa dan raganya kini pergi begitu saja disaat Hyunmie membutuhkannya. Bagaikan bom waktu rasa sakit di hati Hyunmie meledak begitu saja, Hyunmie mengepal kuat-kuat kedua tangannya.

“AGRRRRHHHH…” teriakan Hyunmie menggema hingga kedasar jurang, seolah mengerti dengan teriakan sakit hati Hyunmie, angin kembali mendorong kuat tubuh mungil Hyunmie hingga gadis itu terdorong semakin dekat kearah jurang, tidak ada penahanan dari Hyunmie, wanita yang kini tengah di ambang rasa putus asa itu membiarkan tubuhnya di terpa angin seolah dirinya siap di bawa terbang, meninggalkan setiap luka yang membelenggunya terlalu lama.

“Aku benci dunia ini.” Gumaman kecil itu seperti godaan baru untuk angin mendorong gadis itu semakin mendekat ke ujung jurang, ketika langkahnya sudah habis tubuh itu siap terhempas kedalam jurang, sebuah tangan menarik tangannya.

“Hyunmie_ya…” bisikan lembut itu berhasil memanggil jiwa Hyunmie kembali kedalam tubuhnya, perlahan Hyunmie membuka mata, tubuhnya kini bergelantung di tepi jurang tapi gadis ini seolah belum menyadarinya, ia hanya menatap sayu pria yang kini menahan berat tubuhnya dengan tangan kirinya, air mata namja itu terus berjatuhan demi melihat wajah yeoja yang bahkan memperlihatkan rasa takutpun tidak.

“Kumohon naiklah, aku sudah tidak kuat menahanmu.” Hyunmie tidak bergeming, gadis itu malah menatap kearah jurang seolah jurang itu memang pilihan paling bagus untuknya, sekali lagi Hyunmie menatap wajah pria penolongnya, perlahan Hyunmie menggenggam tangan pria itu, awalnya pria itu terlihat senang karena Hyunmie menerima pertolongannya, tapi detik berikutnya pria itu hanya bisa menjerit ngeri ketika Hyunmie malah melepas pegangan pria itu di tangannya dan hasilnya Hyunmie terjatuh masuk kedalam jurang. Menghasilkan suara benturan beberapa kali di tubuh mungil Hyumie, tubuh itu menggelepar hebat di bawah sana menahan rasa sakit yang begitu hebat di sekujur tubuhnya, air mata yang tidak ia keluarkan secara berlomba-lomba membobol kelopak matanya. Suara adik terkecilnya mulai terdengar menjerit-jerit di telingannya, air mata ibunya yang menahan kesedihan berputar di otaknya, rasa ingin mati itu menghilang. Dia ingin hidup, setidaknya bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk orang yang memang masih sangat membutuhkan dirinya, walaupun pada kenyataannya Hyunmie tidak menjamin hidup yang akan ia jalani setelah semua ini bisa lebih baik, dia hanya ingin hidup. Ketika semangat itu tumbuh, tubuhnya justru memberi respon sebaliknya. Tubuhnya membeku Hyunmie tidak bisa bergerak sama sekali, ‘apakah aku akan lumpuh?’ Hyunmie bergumam dalam hati menerka kehidupan macam apa lagi yang akan Tuhan berikan padanya. Seorang gadis cacat yang menyedihkankah? Atau dia memang akan mati sebentar lagi, udara di paru-parunya semakin tipis, semakin ia berusaha menarik nafas semakin sakit dadanya dan pandangan mulai kabur, ketika akhirnya benar-benar gelap.

“Ayah… sepertinya aku akan menyusulmu… sepertinya mati tidak burukkan ayah… aku sudah lelah.”

Sayup-sayup Hyunmie mulai mendengar seseorang memanggilnya, lelaki yang sempat menolongnya tadi, lelaki yang beberapa bulan terakhir ia kenal, lelaki yang selalu ia jauhi tapi lelaki itu tetap mendekatinya, lelaki yang menjadi sahabat terdekat kekasihnya, lelaki yang bersikukuh ingin masuk dalam kehidupannya yang suram, lelaki yang bisa membuatnya tertawa ketika melihat kekonyolan yang ia perlihatkan pada Hyunmie. Lelaki itu bernama Cho Kyuhyun yang selalu memberi semangat untuk Hyunmie ketika Choi Siwon mulai menjauhinya dan terbukti sekarang tunangannya itu pergi dari hidupnya. Dan entah kenapa Hyunmie ingin hidup bukan untuk Choi Siwon tapi untuk Cho Kyuhyun yang datang menyelamatkannya dan kini di saat kesadaran Hyunmie sedikit hadir, lelaki itu Cho Kyuhyun dia menangis memohon Hyunmie agar bisa bertahan.

“Bagaimana lelaki ini bisa turun?” Hyunmie bertanya dalam hati dia masih tergeletak di jurang dan lelaki di sampingnya dalam keadaan berantakan, sekali lagi Hyunmie menangis, jangan bilang Kyuhyun menyusulnya kebawah dan memang itulah yang di lakukan seorang Cho Kyuhyun.

“Bodoh, kau kira aku akan membiarkanmu mati dan pergi lagi dari hidupku eoh? Tidak. Kali ini kau harus hidup dan terus di sampingku, lupakan semua sakit yang kau rasakan pikirkan aku, hanya aku.” Sesak Hyunmie sudah tak bisa mendengar apapun lagi ketika kesadaran itu kembali menghilang.

“Lagi? Apa aku pernah meninggalkannya?” Tubuh Kyuhyun bergetar ketika tidak ada pergerakan lagi yang terasa di tubuh mungil gadis yang terlalu berharga untuk hidupnya, dengan perasaan kalut Kyuhyun merogok saku celananya bermaksud menelpon tim penolong atau apapun itu yang bisa membawa Hyunmie keluar dari tempat lembab ini, tapi sialnya tidak ada jaringan di ponselnya.

“AGRRRHH… Tidak berguna.” Teriak Kyuhyun geram, Kyuhyun kembali menatap Hyunmie nanar, dadanya terlalu sesak melihat keadaan Hyunmie, perlahan Kyuhyun mendekap tubuh rapuh itu dalam pelukannya membisikan kata-kata yang berharap bisa membuat gadis di pelukannya tetap bangun dan bernafas.

“Kalaupun harus mati aku tidak akan mengizinkan kau mati di sini Hyunmie_ah… kau hanya boleh mati di ranjang hangatmu di dekapanku ketika kulitmu mengkerut dan rambutmu memutih, kumohon bertahanlah, hiduplah dengan baik dan kupastikan aku tidak akan membiarkanmu menangis, seperti Siwon Hyung yang selalu membuatmu menangis…”

Tapi semua terasa sia-sia ketika nafas Hyunmie hanya tinggal tarikan lemah di kulit pipi Kyuhyun, Kyuhyun mulai merutuki tindakannya yang memaksa turun ke jurang, tadi dia tak bisa berfikir jernih di fikirannya hanyalah menyelamatkan Hyunmie, dan yang terlintas di otaknya hanyalah tindakan konyol dengan menyusul Hyunmie turun. Dia sudah tak bisa meninggalkan tubuh Hyunmie yang kini ada dalam dekapannya, tapi di sisi lain dia harus mencari pertolongan, atau Hyunmie tidak akan selamat. Seperti sebuah keajaiban dengan jelas Kyuhyun melihat beberapa orang pendaki mendekat kearahnya, dengan sisa tenaganya Kyuhyun berteriak meminta tolong, ketika para pendaki itu mendengarnya, Kyuhyun kembali menatap Hyunmie.

“Lihat… Tuhan memberi pertolongan untukmu Hyunmie, itu tandanya kau tidak boleh mati, bertahanlah kau tidak ku perbolehkan pergi dari hidupku lagi ara?” Dengan hati-hati Kyuhyun menangkup wajah Hyunmie yang berlumuran darah dengan kedua tangannya, sebuah kecupan ringan mendarat di kening Hyunmie.

“Saranghae…”

END

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. _elf_

     /  Juli 17, 2014

    Woah, keren thor. Bagussss. Tpi bikin ff nya dong, jgn drabble. Pasti lbh bgs lgi (:

    Balas
  2. epha

     /  Juli 28, 2014

    Astagaa..perjuangan mu bang..

    Balas
  3. EsaKodok

     /  Agustus 15, 2014

    huaaa
    ini ini ini kenapaaa
    hikhikhim
    apa maksud pergi lagi?
    aigooo
    dikau membuat pertanyaan besar lg di otakku saengi

    Balas
  4. upikabu

     /  Oktober 18, 2014

    Sediiih…. siwon tega banget ninggalin tunangannya…

    Untung ada kyu yg menolong hyunmie.. apakah sebelumnya kyu sdh mengenal hyunmie??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: