FF//MRS KISS//part 4

10463_465547810142609_315593753_n

Autor:YJK

Tittel: MRS KISS

Cast: Super junior, Park Hyunmie

Gender: Romantic, Friendship, Family

Rating: 17+

Leght: Chapter

masih banyak unsur typo dan alur yang gitu-gitu aja tapi berharap tidak membosankan.

Story begin

Keadaan kelas hari ini nampak tenang, tidak biasanya Hyunmie lebih memilih berdiam diri di kelas ketika istirahat, biasanya dia akan lebih memilih bergabung dengan sahabat-sahabatnya, tapi setelah kedatangan Zhoumi Hyunmie malas bergabung apa lagi jika namja itu terus menerus menatapnya dengan tatapan menakutkan, Hyunmie benar-benar risih. Dan sepertinya hari ini juga Hyunmie tidak mendapatkan ketenangan selama di kelas. Sejak tadi Zhoumi juga ada di kelas menatapnya seolah ingin menelan Hyunmie hidup-hidup, dengan exspresi marah Hyunmie keluar dari kelas, sudah cukup dia di kuliti mata tajam Zhoumi. Dengan malas Hyunmie berjalan kearah taman, ia mendekati seseorang yang kini nampak memakan makan siangnya, selalu, namja bernama Shindong ini makan sendirian jika makan siang, alasannya simpel dia tidak ingin berbagi makanan dengan yang lain terlebih Eunhyuk, Hyunmie duduk tepat di sebelah Shindong membuat namja tambun itu terkejut, tapi ketika melihat Hyunmie membaca novelnya Shindong bernafas lega, membuat Hyunmie berdecak sebal.

“Hyunmie mana nomor Nari yang kau janjikan itu?” Shindong mulai membuka percakapannya dengan Hyunmie, mengalihkan sesaat kegiatan Hyunmie dari novelnya. Hyunmie nampak mengeluarkan ponselnya dari saku roknya.

“Kuruskan badanmu agar kau lebih layak untuk Nari Shindong_ah.” Shindong membernggut saat Hyunmie mengatakan hal itu tapi kemudian menganguk pelan lalu menerima ponsel yang Hyunmie julurkan padanya, mengotak ngatik nomor telpon di ponsel Hyunmie, sedangkan Hyunmie kembali tenggelam dengan Novelnya. Setelah menemukan nomer Nari Shindong menyerahkan kembalian ponsel Hyunmie.

“Gomawo…” sekali lagi Hyunmie mengangguk, Shindong langsung mengelurkan sebuah kantug pelastik kecil pada Hyunmie, yeoja itu menatap heran kearah kantung plastik yang Shindong sodorkan padanya, tapi Hyunmie tetap menerimanya, matanya menyipit ketika melihat isi dari kantung pelastik tersebut, roti coklat vanila. Shindong tersenyum salah tingkah, sepertinya niatnya d ketahui.

“Apa maumu? aku tidak yakin roti ini tidak ada arti apapun.” sekali lagi Shindong tersenyum canggung.

“Bisakah kau memberitahu Nari kalau aku ingn berkencan dengannya?” Hyunmie mendengus sebal, ternyata tebakannya benar.

“Ck, benarkan ada udang di balik batu. Tapi bukankah hari ini sudah berjanji padaku mengajariku dancer?” ucap Hyunmie menuntut, kali ini Shindong menujukan wajah menyesalnya.

“Mianhae… hari ini eommaku sedang baik, dia mengizinkanku untuk pergi dan pulang malam, kau bisa berlatih dengan Eunhyuk dan Donghae, jebal Hyunmie.” Hyunmie menghelah nafas ketika Shindong memohon padanya.

“Ara… aku akan sampaikan padanya, Ck kau mulai menomor duakan aku Shindongie.” ucap Hyunmie kecewa, Shindong menggeleng cepat lalu menggenggam tangan Hyunmie.

“Jangan begitu… kau teman terbaikku, aku hanya ingin lepas dari ketatnya persaingan Hyunmie_ah.” kali ini Hyunmie menujukan wajah bersalahnya, ia paham betul dengan perasaan sahabatnya.

“Ne… gwenahanayo, aku yang seharusnyaminta maaf.” sesaat keadaan mulai canggung.

“Ah mana Donghae dan Eunhyuk? sejak tadi aku tidak melihatnya di taman tempat biasa kita berkumpul?” pertanyaan Hyunmie kembali menormalkan keadaan, Shindong mengerutkan halisnya heran.

“Tidak biasanya kau menanyakan mereka berdua? biasanya kau selalu menanyakan keberadaan Henry?” Hyunmie nampak menghelah nafas kesal, dia melipat kedua tanganya di dada.

“Semenjak ada Zhoumi, Henry seperti menjauhiku lebih tepatnya Zhoumi menempel pada Hendry terus, bahkan 3 hari aku tak menciumnya.” Shindong terkekeh geli melihat reaksi Hyunmie.

“Ada yang membicarakan ciuman dari Henry?” tiba-tiba Henry memeluk Hyunmie dai belakang, membuat Hyunmie terkejut sekaligus senang. Hyunmie berdiri dan memeluk Henry erat-erat, setelah itu Henry mendapatkan ciuman panjang dari Hyunmie, membuat Shindong menggelengkan kepalanya maklum, sementara Henry hanya mengerjapkan matanya Shock. Henry mendorong Hyunmie pelan setelah dirasanya udara susah masuk ke paru-parunya.

“Kau tega sekali baru muncul dan mendekat kearahku.” Hyunmie mepoutkan bibirnya kesal, sementara Henry masih mengatur nafas dan detak jantungnya.

“Mianhae… Zhoumi masih belum bisa beradaptasi dengan sekolah campuran, jadi aku harus menemaninya.” Hyunmie menghelah nafas gusar.

“Lalu dimana dia sekarang? terakhir kali aku lihat dia sedang di kelas.” ucap Hyunmie ketus ‘dan menatapku seperti ingin menerkamku’ gumam Hyunmie dalam hati.

“Dia sedang ketoilet dulu, makanya aku bisa mendekatimu.” Hyunmie kembali menghembuskan nafas sebal, melihat itu Henry memeluk Hyunmie dari belakang, berusaha menenangkan sahabatnya ini.

“Ah iya, Henry kenapa Zhoumi terus menatapku di kelas? dia menatapku seperti ingin memakanku saja? apa dia begitu membenciku?” gerutuan Hyunmie membuat Henry melepas pelukannya lalu menatap Hyunmie heran.

“Ini aneh!! selama ini Zhoumi menghindari kontak langsung ataupun tidak langsung dengan yeoja. Kau yakin Zhoumi menatapmu terus?” Hyunmie mengangguk meyakinkan membuat kerutan di dahi Henry semakin dalam.

“Tapikan aku sudah menjelaskan padamu jika Zhoumi punya trauma pada yeoja, jadi tidak mungkin Hyunmie.” Hyunmie memutar matanya sebal.

“Ck kau tidak percaya padaku? tatapannya itu mengerikan.” gerutuan Hyunmie membuat Henry menghelah nafas lemas.

“Zhoumi memang begitu jika pda orang baru terlebih wanita, ah daripada itu apa kau ma kerja kelompok denganku?” mata berkabut Hyunmie langsung sirnah, tergantikan dengan mata berbinar, Henry tahu Hyunmie sangat suka belajar bersamanya.

“Tentu saja Aku mau.” Shindong yang sejak tadi hanya menonton binggung ketika mendengar kerja kelompok dengan Henry langsung angkat tangan. Henry mengangguk ketika Shindong menatapnya.

“Kami juga.” tiba-tiba suara Eunhyuk dan Donghae sudah terdengar begitu bersemangat di belakang Hyunmie, Hyunmie mendelik kearah keduanya.

“Kalian mau apa kesini, sana urusi yeoja-yeoja genit kalain.” Dengus Hyunmie kesal, membuat Donghae dan Eunhyuk membeku tapi kemudian saling bertatapan, seringaian mengerikan muncul di wajah mereka, dengan kilat Eunhyuk dan Donghae mencium Hyunmie membuat Hyunmie berdecak tidak percaya lalu merenggut kecil.

“Mianhae… kami melupakan jatah ciumanmu Hyunmie_ah” Goda Eunhyuk membuat Hyunmie memerah dan sekali lagi membuat Eunhyuk dan Donghae saling pandang. Tapi wajah Hyunmie masih terlihat marah membuat Eunhyuk mengehelah nafas.

“Kau masih marah? kamikan sudah menciummu hari ini?” ucap Eunhyuk pelan. ” Ne Hyunmie kau tidak pantas cemberut begitu.” ucap Donghae menambahkan.

Hyunmie menghelah nafas lemas lalu mengangguk kecil, membuat wajah keempat naja di depan Hyunmie tersenyum lega. Tapi baru saja mood Hyunmie membaik Zhoumi datang menghampiri mereka berlima membuat Hyunmie memasang wajah kesalnya lagi.

“Annyeong boleh aku ikut bicara dengan kalian.” ucap Zhoumi pelan, membuat Hyunmie akhirnya menatap kearah Zhoumi. Hyunmie menatap kearah Zhoumi yang kini menatapnya gelisah, tidak seperti tadi yang menatapnya tajam, perlahan Hyunmie mendekat kearah Zhoumi membuat Zhoumi semakin gugup, Seringaian jahat tercetak jelas di wajah Hyunmie, tanpa aba-aba Hyunmie menarik kerah kemeja namja tinggi di hadapannya, menempelkan bibirnya di bibir tipis milik Zhoumi, tubuh namja di hadapan Hyunmie menegang, sementara ke empat sahabat Hyunmie melotot tak terima.

“YAAAAA PARK HYUNMIE LEPASKAN ZHOUMI.” mereka berempat menarik Hyunmie yang masih mencium Zhoumi, Hyunmie kembali tersenyum penuh kemenangan ketika menatap Zhoumi yang shock dengan serangan mendadaknya, jujur saja Hyunmie bukan kesal atau marah karena di tatap tajam oleh Zhoumi, justru dia gemas menatap bibir tipis Zhoumi yang mengundangnya, rasanya sperti permen kapas. Ketika rasa shock Zhoumi berkurang Hyunmie merasakan mata namja di hadapannya menggelap, dengan cepat Zhoumi kembali menarik Hyunmie dari kempat sahabatnya mencium Hyunmie bahkan mengeerakan bibirnya perlahan, seperti hal baru yang menyenangkan untuk Zhoumi, sementara keempat namja itu menelan ludah dan membuka mulut mereka lebar-lebar, Hyunmie sendiri terdiam, dia tak menyangka namja di hadapannya membalas serangan mendadaknya. Setelah sadar dengan apa yang terjadi Eunhyuk dan Donghae menarik Hyunmie lalu memeluk Hyunmie posesif.

“Hyunmie milik kami.” ucap Donghae dan Eunhyuk bersamaan, Hyunmmie hanya mengedipkan matanya masih shock lalu menatap Donghae dan Eunhyuk yang memeluknya dari sebelah kiri dan kanannya. Hyunmie kali ini menatap Zhoumi yang masih menatap Hyunmie dengan mata gelapnya, seolah Hyunmie tangkapan yang bagus untuk di lahap sekarang juga, tapi tatapan Hyunmie yang polos membuat mata Zhoumi perlahan meredup.

“Mianahe aku hanya merasa tidak takut dan sindromku hilang saat bersama Hyunmie.” Donghae dan Eunhyuk mengerutkan keningnya binggung, mereka memang tidak tahu apapun, sementara Henry membulatkan matanya terkejut.

“Jinjja? kau yakin Zhoumi?” pertanyaan Henry hanya di balas anggukan Zhoumi, membuat Henry menatap Hyunmie tak percaya. Sementara Hyunmie hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu. Henry nampak mengeram frustasi ketika melihat Hyunmie mulai menyeringai, Donghae dan Eunhyuk menelan ludah lemas, dan dugaan mereka benar, Hyunmie mendorong Donghae dan Eunhyuk lalu berjalan kearah Zhoumi yang masih menatapnya.

“Yak Park Hyunmie kau jahat.” teriak Eunhyuk dan Donghae tak terima, merasa di buang oleh Hyunmie karena mendapat objek kissingan yang baru, tapi tak lama kemudian Donghae, Eunhyuk dan Shindong menatap Henry tajam laluu mengejar Henry bersiap melayangkan pukulan karena berani membawa Zhoumi di antara kami.”

“Yak Mochi ini semua karena kau, kenapa kau membawa Zhoumi di antara kita.” Bentak Donghae sambil berusaha menggapai Henry yang masih berlari untuk menghindar.

“Yak kemanhae jangan mengejarku terus, sungguh aku tidak tahu jika shindrom Zhoumi akan hilang di dekat Hyunmie.” teriak Henrry sambil terus berlari. Hyunmie hanya tertawa terbahak-bahak, sementara Zhoumi mentapa Hyunmie sambil tersenyum, merasa di perhatikan Hyunmie menghentikan tawanya lalu menatap Zhoumi.

“Zhoumi? kau tidak risih di dekatku? kau tahu aku bisa saja sewaktu-waktu menciummu.” Zhoumi kembali tersenyum, Hyunmie menilai Zhoumi lebih pantas tersenyum.

“Jika keempat chingumu bisa kenapa aku tidak? lagi pula aku nyaman di dekatmu.” Hyunmie menarik nafas dalam-dalam.

“Tapi jangan salah paham kita hanya berteman.” sekali lagi Zhoumi tersenyum.

“Ne gwenchananyo, aku menghargai mereka yang sudah lebih lama menjagamu.” kali ini Hyunmie tertegun, ia menatap kearah Donghae. Eunhyuk, Shindong dan Henry yang masih berlarian, sampai kapan kebahagiaan ini bertahan? Hyunmie kembali menatap Zhoumi lalu tersenyum, da mengulurkan tangan pada Zhoumi, menyambut teman baru.

“Geure… sekarag kita berteman.”

***

Dua hari berlalu Zhoumi akhirnya di sambut dengan baik oleh Hyunmie, Donghae, Eunhyuk dan Shindong walaupun masih belum ada kerelaan hati Khususnya Donghae dan Eunhyuk, tapi karena Hyunmie akhirnya mereka pasrah mendapat saingan baru. Seperti hari ini mereka berenam memutuskan kerja kelompok di rumah Zhoumi dan ini lagi-lagi keinginan Hyunmie, biasanya mereka kerja kelompok di rumah Henry. Hyunmie terpukau dengan rumah di hadapannya, seperti kastil di Eropa sangat besar.

“Zhoumi jadi ini rumahmu? besar sekali?” gumam Hyunmie ketika keluar dari mobil, dan sepertinya bukan hanya Hyunmie yang terkagum-kagum, Donghae dan Eunhyuk juga ternganga melihat istana di hadapan mereka, Henry sendiri nampak biasa saja, karena rumahnyapun tidak kalah besar dari rumah milik Zhoumi, bedanya rumah Henry bergaya clasik,

“Benar katamu hyunmie besar.” timpal Eunhyuk sambil menikmati ornamen di dinding rumah.

“Tak kalah besar denagn milik Hendry.”sambung Donghae sambil menatap kearah Henry yang tersenyum.

“Kajja kita masuk.”tawar Zhoumi sambil mengenggam tangan Hyunmie membuat Eunhyuk dan Donghae mengerucutkan bibir tidak terima. Zhoumi langsung mengajak teman-temannya kekamar yang di dalamnya sudah tersedia ruang belajar yang mungkin lebih pantas di sebut perpustakaan.

Awalnya kerja kelompok berjalan semestinya, ketika di pertengahan hanya Hyunmie, Zhoumi dan Henry yang bekerja, sisanya merka tampak bergeletak di lantai. Donghae dengan ponselnya yang sedang mengeluarkan seribu satu gombalan untuk wanita incarannya, Shindong juga sedang melancarkan pendekatan dengan Nari lewat sms, bahkan Eunhyuk sibuk di depan laptopnya dan tidak ada yang tahu apa yang dia lihat sekarang. Hyunmie yang melihat itu hanya memutar matanya malas, untuk sesaat ia merenggangkan kedua tangannya lelah, kebutuhan alaminya kini mendesak, sepertinya dia arus kekamar kecil.

“Zhoumi dimana toliet? aku ingin ke toliet.” ucap Hyunmie sambil berdiri.

“Ahh dari sini belok kiri lalu belok kanan ada pertigaan terus belok kanan.” Hyunmie mengerutkan keningnya binggung, apa di kamar Hyunmie tidak ada toilet? tapi Hyunmie sedang tidak ingin bertanya, kebutuhanya meminta sekarang juga untuk di urus. Hyunmie berlari-lari kecil dan tak sengaja menabrak seseorang saat tatapannya tak fokus kedepan.

BRUKK..

“Awwww appoo ahhh pinggulku…” rintih Hyunmie ketika pantatnya dengan lancar menyentuh lantai.

“Ahh mianahe agasi gwenchana?” Hyunmie mendongkak ke arah orang yang menabranya atau mungkin sebaliknya dansekarang tengah mengulurkan tangannya berniat membantu Hyunmie untuk berdiri. Tapi detik itu juga Hyunmie membulatkan matanya, d hadapanya nampak seorang namja tampan dengan senyum seindah senyum malaikat, kiasan berlebihan tapi namja di hadapannya sekarang sangat menyilaukan. Entah dorogan dari mana atau setan macam apa yang merasuki otak Hyunmie ketika dengan beraninya Hyunmie menarik tangan namja di hadapannya hingga terduduk di depannya dan tanpa peringatan mencium namja di hadapannya, bahkan dengan lancangnya Hyunmie sempat merasai bibir itu, benar-benar manis, sadar dengan kelancangnnya Hyunmie melepas ciumannya, menatap namja yang kini menatapnya shock, begitupun namja tampan di sampingnya hanya menganga tak percaya.

“MI…mianhae..” gumam Hyunmie pelan dan dengan cepat lari meninggalkan kedua namja yang masih shock dengan kelakuannya. Hyunmie akhirnya menemukan toiletnya dengan cepat Hyunmie menutup pintu lalu memegang dadanya yang berdebar dengan cepat.

“Tuhan apa yang kulakukan..” ucap Hyunmie sambil meraba pipinya yang panas

***

Ditempat tadi namja yang Hyunmie cium masih terduduk, wajahnya nampak memucat, tapi tak berapa lama sebuah senyuman geli menghiasi wajahnya. Namja di sampingnya menatap penuh khawatir wajah bosnya, ia takut bosnya marah besar.

“Siwon songsaengnim gwenchana?” pertanyaan itu membuat Siwon tersadar dari lamunannya, perlahan dia berdiri merapikan pakaiannya, lalu tersenyum kearah sekertarisnya.

“Ne gwenchana Tan Hanggeng.” Hanggeng menghembuskan nafasnya ketika tuan besarnya tidak marah sama sekali.

“Ommo siapa yeoja itu kenapa main menciumu saja.” gumam Hanggeng pelan tapi cukup terdengar oleh Siwon.

“Kau tidak mengenalnya Tan?” Hanggeng menggeleng tanda tak tahu.

“Anniya Siwon-sshi.” Siwon memegang dadanya yang berdetak tak karuan, bibirnya tersenyum dan di pegangnya sambil kembali melangkah keluar rumah.

“Hanggeng kau bisa cari tau tentang yeoja tadi? mungkin dia teman saengmu Zhoumi.”

“Ah ne Siwon-sshi.”

“Aku bilang pnggil aku Siwon saja.”

“Ne Siwon.”

“Baiklah aku kembali kekantor dulu, oh iya rumahmu bagus mungkin sesekali aku akan menginap disini.”

“Ne dengan senang hati aku akan menerimamu kau kan atasanku.”

“Ck aku benci kau membawa jabatanku kita chingu ara.”

“Ne ara.”

Siwon melenggang pergi dengan mobil jaguarnya, di dalam mobil ingatanya kembali lagi pada yeoja yang menciumnya entah mengapa yeoja yang baru saja dia temui menciumnya dan itu buakn membuatnya risih tapi justru menikmatinya dan bahkan menginginkanya lagi.

“Bibirnya seperti soju, wajahnya seperti narkotika, siapa kau yeoja cantik.”gumam Siwon.

Di tempat lain seorang namja keluar dari bandara dengan senyum evil di wajahnya di imbang oleh namja cantik di belakangnya.

“Kyuhyun kau mau langsung kekantor atau pergi kesuatu tempat?”

“Aku mau pergi kesuatu tempat dulu Sungmin hyung, kau berangkatlah dulu kekantor kejakasaan serahkan berkas ini pada pengacara Yesung.”

“Ahh araseo.”

Akhirnya Kyuhyun dan Sungmin naik taxsi yang berbeda dan berjalan kearah yang berbeda. Kyuhyun melihat keluar jendela taxinya, menghirup udara yang sudah lama dia tak menghirupnya.

“Seoul aku merindukanmu juga merindukanya yeoja kecil itu pasti sekarang sudah besar.”

~FLASBACK~

“Yaaa jangan lari kau Cho Kyuhyun.”

Tapi Kyuhyun terus berlari karena yang mengejarnya bukan 1 2 orang tapi 10 orang dan itu karena dia membocorkan informasi pada polisi tempat transaksi narkoba, tubuhnya sudah penuh memar dan dia berhasil bersembunyi di taman di dalam sebuah permainan anak-anak.

“Cho Kyuhyun kau tidak akan lolos begitu saja.” Kyuhyun masih menarik nafas tersengal-sengal dengan baju seragam yang kotor dengan tanah dan darahnya, Kyuhyun sedikit bernafas lega karena orang-orang itu sudah pergi.

“Naneun gwenchana?”

Kyuhyun berbalik ternyata sejak tadi ada yeoja kecil di sampingya, yeoja kecil itu mengeluarkan saputangan, terdapat tulisan kecil di ujung saputangan tersebut ‘Park Hyunmie’ dia mengelap luka namja itu dengan sapu tanganya Kyuhyun hanya diam dan sesekali meringis.

“jeongmal appo? kalau kau di kejar mereka kau bilang saja padaku oppaku polisi jadi bisa menangkapnya.” tapi Kyuhyun masih diam dan kembali meringis saat yeoja kecil itu mengelap luka di bibirnya, yeoja itu tanpa aba-aba langsung mencium bibir kyuhyun yang terluka bahkan sedikit mengemutnya, lalu mengecup lagi luka di pipinya yang memar, membuat Kyuhyun tertegun, yeoja dihadapannya masih terlalu kecil untuk melakukan hal ini.

“Lukamu akan cepat sembuh dan tidak akan infeksi, oh iya kau jangn pernah menyerah dengan orang-orang jahat ne, aku tau kau pasti orang baik.” tak jauh dari sana beberapa orang meneriaki nama Hyunmie.

“Mianahe aku harus pulang chinguku mencari-cariku, oh iya cepat sembuh iya.” yeoja kecil itu siap pergi tapi Kyuhyun menarik tanganya.

“Siapa namamu?”

“Park Hyunmie imnida.”

“Ne bangapta jeongmal gomawo, ini sapu tanganmu.”

“Untuku saja.” sekali lagi yeoja itu mencium bibir Kyuhyun dan kembali mengemut luka di bibirnya.

“Cepat sembuh.” Kyuhyun menatap manik mata yeoja kecil itu dan mengangguk, yeoja kecil itu berlari keluar menemui ke 4 chingu namjanya, sedangkan Kyuhyun memandang saputangan dan menggengam dadanya yang terasa sesak dan bergetar hebat serta memegang bibirnya yang sedikit lecet tapi rasanya sakitnya hilang.

~FLASBACK END~

“Kau sebesar apa Hyunmie kau seperti apa sekarng? kau tau sejak kau mencium bibirku dan aku pindah ke Jepang aku tak pernah mencium bibir yeoja manapun.” Kyuhyun kembali ke taman tempat dia bertemu yeoja kecil yang mengobati dan memberi dia keberanian untuk menjadi seorang jaksa.

~TBC~

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

9 Komentar

  1. hyokwang

     /  Januari 4, 2014

    ye !!!..
    akhirnya kyuhyun keluar juga🙂
    next thor..

    Balas
  2. Yaaak pling suka chapter ini akhir.y si evil prince muncul jg moga cpt ketemu sma hyunmie… Ditunggu lnjutan.y *hwaiting

    Balas
  3. Rhuky93

     /  Januari 12, 2014

    akhirnya tuan cho keluar juga ,,hehhehehehe.. lanjut,,enaknya jd tmn2nya dpt mornig kiss terus ikh,..

    Balas
  4. Syifa Aqilla

     /  Maret 4, 2014

    annyeong!!
    aku reader baru .-.
    maksudnya baru nemuin blog ini.
    oh iyaa, salam kenal😉
    Park SungHyo imnidaaaa \^.^/

    di tunggu chapter selanjutnya yaa .-.
    pasti bakalan seru kalau Kyu udah keluar ^_^

    Balas
  5. _elf_

     /  Juli 10, 2014

    Woahhh. Aku baru nemu blog ini trs baca cerita nyaa.. seru bgttt.. aku suka. Buat author nya semangat ya!! Lanjutin lgi nulissnyaaa

    Balas
  6. _elf_

     /  Juli 23, 2014

    Lanjut dong thor… kepo maksimal nih haha

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: