FF//MRS KISS//part 3

10463_465547810142609_315593753_n

Autor:YJK

Tittel: MRS KISS

Cast: Super junior, Park Hyunmie

Gender: Romantic, Friendship, Family

Rating: 17+

Leght: Chapter

masih banyak unsur typo dan alur yang gitu-gitu aja tapi berharap tidak membosankan.

Story begin

Hyunmie POV

Hari ini udara sangat sejuk, walaupun ini masih akhir musim dingin. Beberapa kali ku lirik arloji biru kesayanganku, sudah setengah jam aku menyelesaikan novel terbaru yang baru saja aku beli, tapi orang yang meminta aku datang tidak kunjung datang. Sebenarnya tadi aku tidak sendiri, ada seorang gadis mains yang menemaniku, Nari dia salah satu yeoja yang berani mendekatiku di sekolah walaupun belum pada tahap dekat, aku sengaja mengajaknya karena salah satu teman idiotku ingin bertemu dengannya. Tapi karena yang di tunggu belum datang juga Nari akhirnya pamit pulang, dia harus khursus bahasa inggris. Gadis rajin.

“Tsk, sebenarnya dimana Shindongie? kenapa dia lama sekali? bukankah tadi sekolah dia yang merengek meminta padaku?” kali ini aku sudah cukup kehabisan stok kesabaranku, bukan apa-apa hari ini aku ingin bertemu dengan Heechul appa. Baru saja aku berniat pergi, seseorang dengan kecepatan tinggi melesat kearahku, nafasnya naik turun ketika ia menghentikan laju larinya tepat di hadapanku, aku hanya menatap namja itu tajam sambil berkacak pinggang. Siapa lagi kalau bukan Shindong, namja yang sejak tadi ku tunggu.

“Yakk!! kenapa kau lama sekali? siapa sebenarnya yang membutuhkan siapa disini? kenapa kau telat datang?” protesku tidak terima, sesaat Shindong mengatur nafasnya lalu menggenggam tanganku.

“Mianahe Hyunmie, tadi aku di suruh eommaku dulu.” Ucapa Shindong sedikit menyesal, aku hanya mendengus kesal, walaupun aku tahu Shindong memang anak yang berbakti tapi setidaknya dia memberiku kabar.

“Ck,kau ini tapi kau bisa menghubungikukan? aku tidak enak pada Nari.” geramku masih dengan exspresi sebal.

“Jeongmal mianahe, lalu mana sekarang dia?” ucap Shindong kembali antusiasa, ku hempaskan tangannya yang masih menggenggam tanganku.

“Sudah pulang.” Seketika wajah Shindong berubah kecewa.

“Waeyo?” Gumam Shindong lemas.

“Nari menunggumu 2 jam disini, dia harus pergi kursus. Sudahlah aku tidak mau membantumu lagi.” ucapku sambil melangkah meninggalkan Shindong yang masih menghelah nafas kecewa. tapi baru saja beberapa langkah berjalan Shindong menarik tanganku memasang wajah memelasnya, aku hanya bisa memutar boa mataku sebal, bagaimanapun Shindong sahabatku dan yang paling penting namja ini sudah mau menjalin hubungan dengan yeoja secara serius, tidak seperti sahabatku yang lain.

“Ck, araseo aku bantu tapi jatah ciumanku harus lebih banyak ara?” Shindong yang mendengar permintaan anehku hanya berdecak tak percaya, dengan gemas ia mengacak-acak rambutku.

“Aigoooo, tanpa kau mintapun sehari saja kau sudah menciumku puluhan kali.” cibirnya kearahku, aku hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuku yang tidak gatal sama sekali.

“Geure? araseo. Ahhh sudahlah aku akan bicara lagi denganya besok, oh iya kau hutang roti rasa kirm padaku besok.” Shindong memberikan dua jempolnya padaku tanda ia setuju dengan keinginanku, aku memang tidak meminta yang aneh-aneh pada sahabat-sahabatku ini.

“Sippp.”

~skip~

Autor POV

Seperti biasa rumah kediaman keluarga Kim selalu gaduh ketika pagi hari, walaupun di keluarga Kim sendiri ada seorang anak perempuan. Jangan anggap pekerjaan rumah dikerjakan oleh anak perempuan keluarga Kim, Kim Ryeowooklah yang dengan senang hati membereskan semuanya, walaupun bukan berarti anak perempuan keluarga Kim itu tidak bisa melakukan apapun, imbalan untuk Ryeowook sendiri Hyunmie berikan untuk oppanya, bagi Hyunmie sendiri itu setimpal. Oppanya yang sedikit pemalu dan sibuk itu ia kenalkan pada yeoja yang Ryeowook sukai. Bisa di bilang Hyunmie bukan hanya mak comblang oppadeulnya tapi chingudeulnya yang notabene sangat tampan itu juga ia carikan pacar-pacar terbaik. Hyunmie berjalan kearah dapur, menatap oppanya yang kini sedang sibuk memasak untuk keluarga besarnya, ketika merasa terus di perhatikan Ryeowook menghentikan pekerjaanya untuk sesaat, ia mendekati saeng kesayangannya itu. Duduk di samping saengnya yang setelah mendapat perhatian oppanya langsung mengeluarkan sesuatu dari tas sekolahnya.

“Ryeowook oppa ini untuku.” Ryeowook mengerutkan keningnya binggung tapi dengan perlahan menerimanya.

“Ige mwoya?” guman Ryeowook memperhatikan dua lembar kertas di tangannya. Hyunmie melipat kedua tangannya di meja, lalu menghelah nafas pelan.

“Apa lagi, itu tiket nonton bioskop oppa.” sekali lagi Ryeowook nampak mengerutkan keningnya binggung.
“Untukku? jinjja?” tanya Ryeowook ragu, tidak biasanya Hyunmie mengeluarkan uang untuk hyungdeulnya kecuali hari ulangtahun tentunya, Hyunmie memutar matanya dia cukup tahu tatapan menyelidik dan ragu-ragu oppanya dan jelas tahu apa yang ada di pikiran oppanya yang satu ini, Ck dia tidak sepelit itu.

“Waeyo? shirro kalau begitu ayo kembalikan.” dengan gerakan cepat Ryeowook menyembunyikan kedua tiket di belakang punggungnya lalu tertawa canggung.

“Anniya bukan begitu, gomawo saeng. Keunde kenapa ada dua? apa oppa akan menonton dengamu?.” Hyunmie menggelengkan kepalanya tanda bukan dialah yang akan menemani oppanya itu.

“Bersama Shin hye kyung oppa, kemarin aku bilang oppa mengajaknya nonton jam 2 siang, jadi kosongkan jadwalmu oppa.” detik itu juga wajah Ryeowook memucat menatap saengnya itu tidak percaya.

“M… mworago? k… kau, YAAAAAK kenapa tidak izin dulu padaku?” bentak Ryeowook gugup, Hyunmie hanya mendengus sebal, bukanya berterimakasih, oppanya ini malah memarahinya.

“Waegeure sihroyo?” tanya Hyunmie ketus, membuat Ryeowook tidak enak hati, suaranya kembali melembut.

“Anniya… kalau tahu akan kencan oppakan bisa beli baju baru terlebih dahulu juga memasakan cake untuknya.” Hyunmie hanya melongo tidak percaya, oppaya ini mau nonton atau piknik?

“Oppa kau ini mau nonton atau pikin?” Ryeowook nampak menggaruk tengkuknya lalu tersenyum tak jeles, membuat Hyunmie menggelengkan kepalanya.

“Kau benar juga, keunde gomawo my dongsaeng.” Ryeowook mencondongkan diri kearah Hyunmie lalu merengkuh wajah kecil saengnya
“~CHUUUUU~”

Ryeowook mencium Hyunmie cukup lama, pertanda Ryeowook sangat berterimakasih pada Hyunmie atas kesempatan yang ia berikan dengan gadis incarannya, dan bagi Hyunmie itu lebih dari cukup sebagai ucapan terimakasih, tapi itu hanya berlaku pada Ryeowook, selebihnya jika ia membantu oppanya yang lain, dia biasanya meminta imbalan dan dengan senang hati oppadeulnya itu akan memberikan sedikit uangnya untuk saeng kesayangan mereka. Tanpa keduanya sadari Yesung hanya mendengus sebal dan melongo cukup lama.

“YAAAAK pagi-pagi sudah long kiss mencurigakannyan.” bentak Yesung menghentikan acara kasih sayang yang Ryeowook berikan pada Hyunmie, Ryeowook mengerjap polos menatap Hyungnya.

“Waeyo Yesung hyung? inikan hanya tanda sayangku pada saengku.” ucap Ryeowook menatap Yesung yang menyipitkan mata tanda curiga membuat Hyunmie dan Ryeowook memutar bola matanya. Hyunmie mendekati oppa tertuanya itu yang kini tengah mengembungkan pipinya tak terima, Hyunmie binggung sebenarnya apa yang d pikirkan oppadeulnya ketika tidak mendapatkan jatah morning kiss darinya. dengan cepat Hyunmie merengkuh wajah oppanya yang mungil itu lalu memerikan ciuman terbaiknya memberitahu oppanya yang satu ini jika dia juga sangat menyayangi oppanya yang aneh ini.

“Hyunmie juga sayang Yesung oppa.” gumam Hyunmie pelan membuat Yesung kembali tersenyum lalu memeluk saengnya itu kuat-kuat. “Nado oppa juga sangat menyayangimu, ah ini untukmu.” Tiba-tiba Yesung melepaskan pelukanya lalu memberikan uang sepuluh ribu won, membuat Hyunmie mengerutkan keningnya binggung. Ada angin apa oppanya ini memberinya uang?. Setelah menerima uang itu dengan kebinggungan akhirnya Hyunmie membulatkan matanya senang.

“Ahhh kencanmu kemarin dengan Yerye sukseskan?” Yesung nampak mengangguk malu-malu sementara Ryeowook yang tidak tahu perkembangan hubungan hyungnya itu membulatkan matanya takjup.

“Jinjja Hyung kau kencan dengan Yerye kemarin? Yesung kembali mengangguk antusias, ia kembali memeluk Hyunmie, dia juga sangat berterimakasih pada saeng terkecilnya itu.

“Ne, saengku inilah yang mengatur semuanya.” Yesung mengacak-ngacak rambut Hyunmie pelan. Menunjukn rasa sayangnya pada Hyunmie, tapi Hyunmie malah mengerucutkan bibirnya sebal, rambut yang sudah ia tata rapi nampak berantakan.

“Oppa jangan acak-acak rambutku.” gerutu Hyunmie sebal membuat Yesung terkekeh geli.

“Waeyo? tak akan ada namja yang melirikmu, kecuali 4 namja aneh di sekelilingmu.” Hyunmie nampak membulatkan matanya sebal lalu melepaskan pelukan Yesung darinya berkacak pinggang tidak terima.

“Mwooooo? aisssss tak akan ku bantu lagi oppa dengan Park Yerye.” geram Hyunmie sambil berniat pergi tapi tangannya kembali di tahan Yesung yang kini memasang wajah menyesalnya.

“Mianhe… ara kau cantik makanya di kelilingi oppa dan sahabat yag baik.” Hyunmie hnya mendengus sebal, oppanya ini memuji hanya ada maunya saja. Tapi tak lama kemudia Hyunmie tersenyum kecil.

“Baiklah aku akn tetap membantumu oppa.” Yesung langsung mengambil nafas lega, karena bagaimanapun hanya Hyunmie yang bisa membantunya, tak lama Heechul keluar dari kamarnya lalu menatap ketiga anaknya yan sedang berdiskusi d meja makan. Perlahan Heechul berjalan menju meja makan menatap Hyunmie takjup.

“Aigooo tumben anak appa bangun pagi.” Hyunmie kembali mengerucutkan bibirnya sebal, ia tahu dia sering bangun kesiangan. Melihat mood putrinya berubah Heechul mengelus rambut Hyunmie sayang.

“Appa hanya bercanda… mianahe oh iya mana Kangin dan Kibum?” tanya Heechul berusaha mengalihkan pembicaraan sekaligus memang dia penasaran karena biasanya semua anaknya selalu berkumpul untuk sarapan.

“Mereka sudah berangkat pagi sekali, katanya ada sedikit urusan.” jawab Yesung yang di amini oleh Hyunmie dan Ryeowook, Heechul mengangguk paham lalau memulai sarapannya besama ketiga putra dan putrinya. Setelah sarapan selesa, seperti biasa keluarga Kim berangkat bersama-sama.

~HYUNMIE SCHOOL~

Ketika sampai di gerbang sekolah, Hyunmie tersenyum kepada semua sahabatnya yang menatap takjup kearah Hyunmie, Donghae melirik jam tangannya lalu memberikan dua jempolnya pada Hyunmie.

“Chotah tumben kau tak telat?” goda Eunhyuk pada Hyunmie, sayangnya pagi ini Hyunmie sedang dalam keadaan mood yang kurang baik, dengan tenaga dalamnya, Hyunmie memberikan ucapan selamat paginya pada Eunhyuk dengan pukulan telak di kepala Eunhyuk.

PLTAKKK

“YAAAA kau ini aku memujimu kenapa malah kau pukul juga.” geram Eunhyuk tak terima sambil mengelus kepala bagian belakangnya yang terasa panas. tapi Hyunmie hanya membalas geraman Eunhyuk dengan diam, membuat Eunhyuk memiringkan kepalanya binggung.

“Ne, Hyuk_AH Hyunmie ini aneh sekali, di puji malah marah.” Hyunmie melirik Donghae tajam, tangannya kembali berkedut siap melayang di kepala Donghae. Entahlah pagi ini Hyunmie sangat ingin memukul seseorang di sekitarnya.

BLTAKKK

“YAK, kau menjitak kepalaku juga? apa salahku.” teriak Donghae tak terima, Hyunmie mengangkat bahu, mendekat kearah Eunhyuk dan Donghae yang masih mengerucutkan bibirnya sebal.

“Copule menyebalkan tapi…” Hyunmie merengkuh wajah Donghae lalu mendekatkan wajah Donghae kewajahnya memberi ciuman cukup lama yang berhasil membuat Eunhyuk, ternganga, Donghae sendiri hanya membulatkan matanya shock, setelah itu kini giliran Eunhyuk yang mendapatkan morning kissnya, bahkan Eunhyuk menahan nafas untuk ciuman Hyunmie kali ini, pasalanya selama ini Hyunmie tidak pernah mencium mereka lebih dari satu detik. Setelah mencium Eunhyuk, Hyunmie tersenyum manis memegang pipi Eunhyuk dan Donghae degan kedua tangannya. “Long kiss morning untuk eunhae.” Eunhyuk dan Donghae menelan ludah payah badan mereka terasa lemas. Sementara Hyunmie menatap keduanya polos, binggung karena sahabatnya terdiam karena ulahnya.

“Waeyo? kenapa bengong, oh iya Henry mana?Shindong juga.” pertanyaan Hyunmie membuat keduanya tersadar dari lamunannya.

“Shindong sepertinya telat karena ada yang harus dia beli katanya, kalau Henry katanya dia akan datang dengan sepupunya yang baru pulang dari Taiwan itu.” mata Hyunmie langsung berbinar ketika mendengar jawaban dari Donghae membuat Eunhyuk dan Donghae memutar matanya sebal.

“Jinjja jadi hari ini masuknya?” tanya Hyunmie antusias.

“Hmmm ingat kau jangan macam-macam?” ketus Eunhyuk membuat Hyunmie menyipitkan matanya curiga.

“Waeyo kalian cemburu?” untuk sesaat keduanya tertegun tapi secara serempak kedua couple ini pura-pura muntah.

HUEKKKKK..

“YAA MATI KALIAN.” bentak Hyunmie kuart-kuat. Lalu berlari mengejar kedua couple menyebalkan itu, jika bukan karena bibir mereka yang menggemaskan sudah Hyunmie tendang di laut mereka. Merekapun masuk bertiga kedalam kelas dan pastinya membuat beberapa orang heran, karena biasanya mereka selalu masuk berlima. Hyunmie nampak terduduk frustasi di kursinya membuat Donghae Dan Eunhyuk menatap Hyunmie heran.

“Aku ingin mencium Henry kenapa dia lama sekali.” gumam Hyunmie pelan, tapi masih cukup terdengar oleh Eunhyuk dan Donghae, dengan serempak eunhae mendorong kepala Hyunmie secara bersamanan.

“YAAAAA cari mati kalian.” bentak Hyunmie tak terima, Eunhyuk dan Donghae mendengus sebal, padahl baru saja tadi keduanya mendapatkan ciuman dari Hyunmie.

“Kau lupa tadi pagi mencium kami berdua lama sekali? dasar rakus MRS KISSING.” Hyunmie mendelik tidak suka pada Donghae

“BRISIK KAU DONGHAE.” tak lama kemudian Sindong datang membawa bungkusan kecil, isinya tentu saja roti tapi kali ini bukan untuknya tapi untuk Hyunmie, imbalan tempo hari untuk Hyunmie. Dan benar saja bungkusan itu Shindong berikan pada Hyunmie.

“Gomawo Shindong.” membuat Eunhyuk dan Donghae saling berpandangan heran, sejak kapan Shindong mau berbagi makannya.

“Shindong sejak kapan kau mau berbagi makanan dengan Hyunmie.” tanya Eunhyuk penasaran, Hyunmie dan Shindong saling berpandangan lalu tersenyum penuh arti.

“Sejak kemarin, betul tidak Shindongie?” dengan mantap Shindong mengangguk lalu memberi kecupan beberapa kali untuk Hyunmie membuat Donghae dan Eunhyuk membulatkan matanya.

“Gomawo Hyunmie_ah” gumam Shindong pelan dan di balas dengan senyum berbinnar dari Hyunmie.

“Ceonma…” setelah itu Hyunmie melahap rotinya bersama Shindong, membuat Donghae dan Eunhyuk menatap keduanya penasaran. Tak lama kemudian Henry datang.

“Annyeong my chinguuu.” teriak Hyunmie senang langsung memeluk Henry dan akan menciumnya tapi kemudian Henry menutup mulutnya. Membuat Hyunmie mndengus kesal.

“Waeyo?” Henry menunjuk seseorang yang masuk kedalam kelas seorang namja berperawakan tinggi tapi tatapan namja ini sangat dingin, Hyunmiepun mengerti namja itu pasti Zhoumi, walaupun bagaimanapun Hyunmie belum bisa menerima jikamorning kissnya harus tertunda, dengan kesal Hyunmie melangkah keluar kelas. Hari ini Hyunmie benar-benar datang pagi sekali, belum ada siapapun di lorong sekolah, Hyunmie menarik nafas dalam-dalam demi mengusir rasa kesalnya, belum apa-apa murid baru itu menjauhkannya dengan Henry. Baru saja beberapa langkah di luar kelas, Hyunmie merasakan sebuah tangan melingar di pinggangnya, saat Hyunmie memutar kepalanya demi melihat siapa yang menahan langkahnya, Hyunmie membulatkan matanya ketika orang yang memeluknya ayang tidak lain adalah Henry menciumnya dalam-dalam, membuat Hyunmie cukup terkejut. Setelah cukup lama tubuh Hyunmie melemas, Henry melepas ciumannya menatap Hyunmie sendu.

“Mianhe jangan marah, kau taukan kenapa.” Hyunmie mnggembungkan pipinya tak terima. melihat itu Henry memeluk Hyunmie semakin erat.

“Aigooo sudahlah aku malah ingin melumat bibirmu.” ucapan Henry membuat Hyunmie tertegun, baru kali ini Henry berbicara frontal padanya, dengan perlahan Hyunmie mengangguk kecil, tangannya di tarik kembali kedalam kelas, Henry membawa Hyunmie tepat di hadapan Zhoumi yang duduk di sebalah Donghae.

“Zhoumi kenalkan ini Hyunmie.” ucap Henry memperkenalkan Hyunmie, Zhoumi hanya membungkukan tubuhnya sedikit menatap datar wajah Hyunmie, dalam hati Hyunmie brsumpah akan menjadkan namja dingin di hadapannya sama seperti sahabat-sahabatnya.

“annyeong.” gumam Zhoumi singkat, membuat Hyunmie memberi respon yang sama.

“anyyeong.” Setelah itu Hyunmie kembali ketempat duduknya, mulai merencanakan apa yang mungkin membuat Zhoumi luluh padanya. Karena Hyunmie tidak suka namja dingin.

~TBC~

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. keyra

     /  Januari 11, 2014

    kapan nih klnjutan part5 ny,,pnsaran thor

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: