FF//MRS KISS//part 1

10463_465547810142609_315593753_n

Autor:YJK

Tittel: MRS KISS

Cast: Super junior, Park Hyunmie

Gender: Romantic, Friendship, Family

Rating: 17+

Leght: Chapter

masih banyak unsur typo dan alur yang gitu-gitu aja tapi berharap tidak membosankan.

Story begin

Hyunmie POV

Angin bertiup kencang hari ini, membuatku mengeratkan gulungan selimut di tubuhku, aku benar-benar malas bangun hari ini, mengingat banyak perubahan yang terjadi di sekelilingku beberapa hari terakhir, entah itu berasal dari oppadeulku ataupun dari chingudeulku. Aku merasa mereka semakin menjauh dariku, apa shidromku ini memang tidak baik? jika iya, Tuhan bisakah kau mengambil sindrom ini dariku? Atau bisakah aku melupakan semuanya saja? aku takut di jauhi, aku takut di benci. Sindromku bukanlah sesuatu yang bisa di obati, jadi percuma jika aku kedokter ataupun pisikiater. Sindromku ini bahkan membuatku bingung, membedakan antara cinta dan kebiasaan. I HATE THIS. Terlebih terlalu banyak orang yang salah paham dengan shyndromku ini, ah atau mungkin appaku Kim Heechul menyebutnya dengan kebiasaan. Pasti kalian penasaran shyndrom macam apa yang kuderita!! kalian mungkin akan mual mendengarnya. Shyndromku berupa ciuman pada orang-orang yang sangat aku percaya. Aneh bukan? dan kalian pasti sudah bisa menebak siapa saja korban shyndromku ini, iya mereka adalah oppadeulku dan appaku, dan masih ada beberapa temanku yang jadi korban, bukan yeoja tentunya. Mereka teman namjaku sejak TK, selain jadi korban Syndromku mereka melindungi dan menjagaku dengan baik. Tapi tetap saja, seperti kata pepatah ‘Tidak ada persahabatan namja dan yeoja yang murni, pasti semua di bumbui rasa cinta’ dan itulah yang aku rasakan, Bukanya aku tidak mau tahu hanya saja aku tidak mau merusak pertemanan yang indah ini, antara aku, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Henry Lau dan Shin Donghae. Mereka terlalu berharga untuk aku sakiti.

Jika sahabat-sahabatku mulai menjauhiku karena rasa cintanya berbeda dengan oppadeul dan appaku Kim Heechul. Pekerjaan apa yang semakin menumpuk membuat appa tidak punya banyak waktu bertemu denganku, appa seorang CEO perusahaan music di Korea dan aku hanya bisa bertemu dengannya pada pagi hari. Sedangkan oppadeulku, selain karena pekerjaan, mereka sudah mulai menjalin hubungan cinta yang membuatku akhirnya sering terabaikan, oppadku yang pertama bernama Kim Jong Woo atau pihak pengadilan lebih suka memanggilnya Yesung, karena selain keahliannya di bidang kejaksaan, oppaku Yesung sangat pandai bernyanyi, kadang aku berpikir, kenapa oppaku ii tidak jadi penyayi saja. Oppaku yang kedua dia bernama Kim Young Woon seorang Polisi, tapi orang-orang lebih suka memanggilnya Kangin, Tubuh oppaku yang satu ini sangat besar, bukan besar gemuk, lebih kearah tubuh yang gagah dan kuat, sangat pas dengan jabatannya sebagai Inspektur kepolisian, Oppaku yang ketiga bernama Kim Ryeowook Dia seorang Dokter yang sangat pandai dalam berbagai hal, aku lebih suka memnggilnya Wongie oopa, jadwal oprasinya yang padat belakangan ini juga membuatnya sering mengabaikanku, oppaku yang terakhir bernama Kim Kibum dia calon aktor besar, mahasiswa di Kyunghe Universitas, persiapan debutnya membuatku juga tidak mendapatkan perhatian darinya, semua mula sibuk, aku yang biasa menjadi pusat kehidupan mereka merasa sudah tidak ada artinya lagi, memikirkan semua itu membuat dadaku terasa sesak. Mungkin karena aku bukan saeng mereka satu ayah, mereka tidak peduli lagi padaku? aku memang bukan bermarga Kim, setidaknya di kartu keluarga aku bermarga Kim, Tapi kenyataannya aku bermarga Park. Hubungan yang rumit yang di jalani ibuku, membuat aku sedikit tersisihkan. walaupun kadang setiap orang iri padaku, aku tetap merasa mereka tidak benar-benar menyayangiku. Tapi mereka memang memeperlakukanku layaknya anak dan saeng kandung. Tidak banyak orang yang tahu tentang margaku, kecuali keempat Chinguku dan tentunya keluarga Kim.

Autor POV

Hyunmie semakin menggulung tubuhnya dengan selimut ketika teriakan menggema dari lantai bawah, suara oppanya yang satu ini memang cukup menggelegar, tapi bagi Hyunmie yang sudah terbiasa, teriakan itu hanya suara berisik tak berarti.

“YA…PARK HYUNMIE IRONAYO.” Sekali lagi dari lantai bawah seorang namja berteriak keras dari arah tangga berharap Hyunmie bangun karena jam sudah menunjukan pukul enam pagi.

“Ck Kangin_ah percuma saja kau berteriak begitu, dia tidak akan bangun, yeoja ini seperti putri tidur, kalau bukan kita datang ke kamarnya, dia tidak akan bangun.” namja yangg satu lagi menempali dengan tenang, di telinganya di pasang hedset agar keributan di rumahnya tak terlalu terdengar. dia bernama Kim Jong woon

“Jinjja!! memang dia pikir dia masih TK apa? dia sudah SMA. Yak!! Kim Kibum bangunkan saengmu yang manja itu.” kali ini teriakan Kangin tertuju pada Kibum yang sibuk membaca dialog naskahnya, namja itu mendengus sebal.

“Shirro, aku tidak mau hyung, membangunkanya itu lebih menyebalkan di bandingkan membangunkanmu.” wajah Kangin nampak memerah sepertinya dia akan siap meledak, dan Kibum dengan sigap bersembunyi di balik Kursi appanya Kim Heechul.

“Yak!! kenapa kau malah menghinaku.” Bentak Kangin siap melempar sepatu tugasnya, tapi terhalang oleh Heechul.

“Tsk, kalian ini bisa tidak pagi-pagi begini tidak berisik.” Bentak Heechul membuat kedua putranya itu menggrutu sebal.

“Appa Kibum yang mulai.” sungut Kangin membela diri, membuat Kibum tidak Terima.

“Ommo, hyung kenapa menyalahkanku?” ucap Kibum tidak terima yang membuat Heechhul semakin pusing, namja berumur itu berdiri di hadapan kedua putranya melayangkan pukulan telak di belakang kepala keduanya.

“Sudahlah biar aku yang membangunkan yeoja pemalas itu, kalian makan dulu saja sana, aku sudah memasakan nasi goreng kimchi untuk kalian.” Namja yang sejak tadi berkutat di dapur, menyelamatkan Kibum dan kangin dari amukan Appanya, dengan tergesa mereka duduk di meja makan, membuat Heechul menggeleng pasrah. begitupun denga Yesung yang dengan wajah cerahnya menyusul ke arah meja makan, Heechulpun akhirnya hanya bisa bergabung dengan ketiga putranya.

“MAKANNNNN KAMSHAMANIDA KIM RYEOWOOK.” terikan ketiga namja kelaparan itu membuat Ryeowook harus menutup telinganya dan mendengus sebal.

“Tsk, kalian urusan makan saja kompak.” Ryeowook hanya menggeleng ketika tidak ada sahutan dari meja makan, yang ada hanya sekumpulan orang lapar yang sedang sarapan. Kim Ryeowook lalu naik ke lantai atas untuk membangunkan saengnya dan seperti biasa pintu kamar tidak di kunci, Ryeowook hanya menggeleng dan berdecak tak percaya, benar-benar yeoja ceroboh apa dia tidak tahu kalau di rumah ini semuanya namja? Perlahan Ryeowook masuk ke kamar dengan nuansa biru itu, menuju langsung kearah ranjang yang terdapat gulungan selimut tebal berwana biru.

“Hyunmie-ah ironayo, ini sudah jam 6 pagi, bukanya hari ini ada ulangan?” ucap Ryeowook pelan sambil mengguncang pelan tubuh mungil di balik selimut ini, hanya ada erangan kecil yang terdengar dan gerutuan pelan lainnya.

“Cakkhaman oppa, 5 menit lagi, semalam aku tidur larut.” Ryeowook memutar matanya sebal, selalu alasan yang sama jika Hyunmie d bangunkan.

“Yak!! kau ini, oppa tidak peduli jika kau kehabisan jatah sarapanmu pagi ini arraseo.” seketika Hyunmie langsung terbangun dan membulatkan matanya pada Kim Ryeoowook.

“Mwooooo?? andwe!!” Hyunmie langsung berlari dari kamarnya kelantai bawah, tapi naas nasi goreng kimchi sudah tandas oleh 4 namja di meja makan. Hyunmie hanya bisa ternganga tak percaya.

“Yak!! apa semua orang di rumah ini sama saja? kalau makanan mereka langsung berebut.” Ryeowook hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat saeng dan hyungnya.

“Yak!! apppaaaaa opppaaaa kalian tega sekali tidak menyisakan sarapan untuku.” kini gelegar suara Hyunmie yang memenuhi seantero rumah mereka.

“Suruh siapa kau bangun kesiangan.” Ucap Heechul yang kembali membaca korannya setelah selesai melahap sarapan paginya, membuat Hyunmie mengerucutkan bibirnya tidak terima.

“Appa kau tega sekali pada anakmu ini.” rutuk Hyunmie sebal. Hyunmie mendengus kesal lalu naik kembali kelantai atas, dia mulai bersiap untuk berangkat sekolah karena dia akan ulangan semester hari ini. Baru saja setengah jam berlalu sebuah teriakan menggelegar kembali memenuhi seantero rumah, membuat Hyunmie memutar bola matanya sebal.

“YAAAAA PARK HYUNMIE RATU LELET PALLI KAU MAU PERGI BERSAMA TIDAK.” teriakan itu jelas milik Kangin, kalau saja bukan karena akhir bulan, Hyunmie lebih memilih naik bis.

“Tsk, mereka itu tega sekali, NE OPPA CHAKKAMAN.” Teriak Hyunmie kuat-kuat, suaranya tidak terlalu kuat tapi masih cukup terdengar hingga lantai bawah. Hyunmie lalu berlari ke lantai bawah, saat melewati meja makan sekotak makanan yang sengaja di siapkan untuknya tersedia dengan manis, Hyunmie tersenyum dan berlari menuju mobil yang sudah di isi oleh 5 orang namja.

Di dalam mobil Hyunmie nampak tersenyum senang melihat kotak makanan di tanganya, pagi ini dia tidak akan kelaparan, ia menatap Ryeowook lalu menunjukan senyum lima jari andalannya.

“Reyowook oppa gomawo kau menyisakan makan untuku dari para Rahwan ini.” Ucap Hyunmie sambil tersenyum polos, sementara yang lain sudah membulatkan matanya sebal.

“YAAAAAA.” secara bersamaan para namja itu berteriak tak terima, kecuali Kim Ryeowook dia hanya tersenyum geli. Hyunmie hanya menutup telinga lalu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Tsk, ara mianhe.” ucap Hyunmie membuat mobil kembali tenang, Hyunmie melirik oppanya Yesung yang masih asyik dengan Mp3nya di samping kirinya.

“Oppa? Ye rye menanyakanmu kemarin.” Jong woon yang tadi fokus mendengarkan musik langsung melepas hedsetnya dan mendekati adiknya.

“Jinjja? otte apa yang dia bilang?” Hyunmie lalu menegadahkan tanganya, berharap mendapat uang dari berita yang dia bawa, ini akhir bulan mungkin hari ini keberuntungannya, yang lain hanya tersenyum geli, sedang Jong woo mendengus sebal.

PLTAKKKK

“YAAAA appo.” Bukannya selembar uang, sebuah jitakan kuat Yesung arahkan pada saeng bungsunya itu.

“Kau ini pada oppa mu saja perhitungan, belajar dari siapa kau.” Hyunmie tidak menjawab dalam hati ia hanya bergumam satu nama ‘Lee Hyuk Jae’

“Mau atau tidak berita dari Park Ye Rye?” ancam Hyunmie, membuat Yesung menghelahkan nafas pasrah, tidak ada cara lain.

“Ck, Ara, araseo ini 10 ribu won, puas kau.” Yesung lalu menyodorkan uang 10 ribu won pada saengnya Hyunmie, membuat Hyunmie tersenyum senang.

“Ok,Ye Rye bilang hari ini jika oppa menjemputnya jam 8 di depan aprtemenya mungkin Ye Rye akan pikir-pikir dulu untuk menerimamu oppa.” Ucapan Hyunmie sukses membuat Yesung membulatkan matanya terkejut, saengnya yang lain hanya tertawa puas, mendapat kejailan dari saeng terkecilnya di pagi yang cerah ini.

“Yak!! kenapa tidak bilang dari tadi, appa aku turun disini.” teriak Yesung, membuat Heechul menghentikan laju mobilnya. Mobil lalu berhenti saat Yesung akan keluar Hyunmie lalu menarik tangan oppanya itu.

“Oppa kau lupa sesuatu.” Hyunmie mempoutkan bibirnya. Membuat Yesung membutar bola matanya sebal.

“Setelah membuat oppamu kehilangan yeojanya kau masih meminta jatah CHU, KAU INI SUDAH SMA.” Hyunmie hanya tersenyum kecil mendapat ciuman dari Yesung dan itu di bibir. Yesung lalu pergi menggunakan taksi, perjalanan kembali di lanjutkan kali ini kantor polisi, karena Kangin bekerja disini sebagai Inspektur.

“Oky aku turun, appa aku berngkat kerja dulu.” ucap Kangin membungkuk hormat pada Heechul, sebelum melangkah tanganya sudah di genggam Hyunmie. dengan wajah polosnya Hyunmie menagih morning kissnya.

“Opppaaaa.” Kangin memutar bola matanya sebal, melirik kiri dan kanan, takut jika ada yang melihat tindakannya yang mungkin di kira kurang baik sekalipun pada saengnya.

“Isss, ara CHU kau ini sudah besar.” kali ini Kangin yang mencium Hyunmie sama seperti tadi di bibir. Dan terakhir adalah rumah sakit dan universitas Kyunghee, Kim Ryeowook dan Kim Kibum juga mencium saengnya itu, terakhir adalah Hyunmie sendiri.

“Appa aku ke sekolah dulu, doakan aku bisa mengerjakan sola-soal menyebalkan itu.” Heechul hanya menggeleng mendengar ocehan anak bungsunya.

“Ck, kau ini belum mulai soal-soal itu sudah kau musuhi, ne hwaithing anaku, CHU cah pergilah.” kali ini tanpa di pinta Heechul, appanya langsung mencium anak yeojanya itu, iya begitulah setiap pagi di keluarga Kim.

~TBC~

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. hyokwang

     /  Januari 1, 2014

    enak banget jadi hyunmie🙂, bisa dicium sama cowo’2 cakep ..

    Balas
  2. aerin

     /  Januari 1, 2014

    ceritany diremake ya???
    aku suka🙂

    Balas
  3. Anik

     /  Januari 3, 2014

    ih geli di CHU, tapi keren😀
    lanjut thor

    Balas
  4. Enak ya jadi hyunmie , udah mah punya kakak semuanya cakep ditambah jatah kiss tiap hari.. aigoo aku pengen hahahaha

    kyaaa~ kim jong woon kisseu aku juga dong kkkkk

    Balas
  5. huah..huah….huaaaahhh…….. aku kepengin jg……. *?*

    Balas
  6. KyuRa

     /  Juni 19, 2014

    Hahaha😀 ..
    Benar2 keluarga yang UNIK dan ANEH

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: