FF series//This is Love and friends//part 1

Leeteuk Park -12 Imut Banget ^^

Autor: YJK

Tittel:This is Love and friends

Cast:Kim Hyo Jae, Park Jung Soo, Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Jung Jekyo, Lee Donghae, Kim Seulbi

Gender:Romantis, Littel Angst

Leght:Chapter

Rating:17

Disclamer:ini FF buat mpud ajjuma, dan eomma jekyo. ini asli pemikiran aku sebagai autor dont bash this is just for fun.

Summary

Ketika semua baru menyadari cinta yang di rasakan, semua seolah terlambat untuk di selamatkan.

Story begin

Angin berhembus kencang sore ini, menerbangkan dedaunan musim gugur tahun ini, tahun yang menurut banyak orang membawa banyak keberuntungan. Seorang yeoja dengan wajah cerah melangkah pasti melewati setiap kerumunan manusia yang kini tengah tegang menunggu keputusan yang menyangkut masa depan mereka, Kim Hyo Jae, yeoja itu bukannya tidak merasakan ketegangan yang di rasakan pelamar lainnya, hanya saja ia sudah melewatinya dan di nyatakan lulus begitu saja, mengingat pengalaman kerja Hyo Jae yang sempat bekerja di hotel Canada. Kim Hyo Jae langsung menempati posisi sebagai Captain Coffe Shop di hotel Seoul, hotel yang menyadang predikat bintang 6 dan untuk masuk dan bekerja di sana tidaklah mudah. berita baiknya besok dia sudah bisa langsung bekerja di hotel tersebut. Beruntung sekali bukan seorang Kim Hyo Jae? tanpa pikir panjang Hyo Jae langsung mengirim pesan kepada dua sahabat dekatnya, pasalnya selama ini kedua sahabatnya sering mengeluhkan status pengangguranna setelah pulang dari Canada. beberapa menit kemudia ponsel yeoja itu berbunyi.

“Yeobseyo?… ne eomma aku lulus… tentu saja bisa, sudah aku bilang aku bisa dengan mudahnya mencari pekerjaan… jinjja? geure aku akan ke caffe sekarang juga, ah mana nona Park? dia tidak membalas pesanku?… hmmm araseo, cha aku kesana sekarang. Annyeong.” setelah menerima panggilan telpon dari Jung Jekyo sahabat pertamannya, Hyo Jae berjalan menuju arah halte bis menuju Gangnam tempat Caffe milik Jung Jekyo.

Selama di perjalanan Hyo Jae tidak henti-hentinya tersenyum, merasa beruntung setelah masa-masa sulit yang ia hadapi, mungkin ini bonus untuknya dari Tuhan, dulu ia di beri penyelamat sekarang dengan mudahnya ia mendapatkan pekerjaan di saat kebutuhan mulai mendesaknya. sekitar setengah jam Hyo Jae sampai di daerah Gangnam, tidak sulit menuju Caffe milik sahabatnya itu karena memang tidak terlalu jauh dari jalur utama daerah Gangnam. Saat masuk kedlam Caffe aroma kopi langsung menyengat indra penciuman, Caffe Jekyo memang Caffe yang di khususkan untuk minuman berbagai macam kopi, beberapa makanan ringan memang disiapkan, tapi hanya di makan sebagai pendamping kopi. Hyo Jae langsung duduk di meja pentri, menatap dua orang kekasih yang kompak meracik sebuah kopi di depan meja pentri, sesekali Hyo Jae mendengus kecil ketika sang namja menggoda yeojanya, tapi terkikik geli ketika sang yeoja menatap tajam pada namjanya sebagai respon godaannya, sangat tidak manis.

“Bisakah aku mengganggu sebentar?” kedua pasangan itu berbalik menatap Hyo Jae, Jekyo lansung meninggalkan kegiatannya meracik kopi begitu saja dan mendekat kearah Hyo Jae duduk manis di samping Hyo Jae, sementara namja yang menjadi kekasih JeKyo menggelengkan kepalanya pasrah, Lee Donghae namja itu hanya melanjutkan apa yang Jekyo tunda, tidak berani menegur kekasihnya itu. pasalnya Jekyo memang sedang kesal pada Donghae yang terlambat kencan kemarin, dan namja manis itu melanggar janjinya lebih dari 3 jam.

“Otte? apa interviewmu lancar?” wajah penuh penasaran tercetak jelas di wajah seorang Jekyo, tentu saja setelah enam bulan menganggur, Hyojae akhirny mendapatkan pekerjaan.

“Geurom. Tidak sulit, apa lagi pakelering Canada yang kumiliki cukup menjadikanku Captain Coffe Shop Eomma.”

“Jinnja? daebak… Hyunmie pasti senang? sayang dia masih sibuk sampai nanti malam, kalau tidak kita bisa meraykannya bersama.”

“Ne, aku berencana mendatanginya besok, kali ini aku harus mengatakan kebusukan tuan Cho pada Hyunmie, dan jika dia masih diam aku yang akan membuat perhitungan dengan namja menyebalkan itu.” Kali ini Jekyo menghelah nafas, ia tahu masalah Hyunmie dan kekasihnya ini sedikit rumit, tapi Jekyo sendiri sudah lelah menasehati Hyunmie, yeoja itu terlalu mencintai Cho Kyuhyun, selalu memberikan seribu maaf untuk kekasihnya setelah kebohongan dan pengkhianatan yang Kyuhyun lakukan.

“Aku tidak ikut-ikutan Hyo jae_ya, kau tahu Hyunmie seperti apa. dia terlalu baik, saking baiknya aku ingin memukul kepalanya agar sadar siapa Cho Kyuhyun sebenarnya.” Kali ini Hyo Jae mendengus kasar, apa yang di katakan Jekyo memang benar adanya.

“Kau benar eomma tapi aku sudah tidak tahan lagi, menyebalkan. Apa perlu aku membawanya ke club malam tempat si setan tengik itu bercumbu dengan banyak yeoja?” Sesaat keduannya terdiam, sulit memang menghadapi couple iblis dan anak kelinci ini, benar-benar tidak seimbang. tidak beberapa lama Donghae muncul dan memberikan segelas capucino hangat untuk Hyo jae, sesaat Hyo jae tersenyum samar ketika Jekyo tidak mau menatap Donghae ketika namja itu berusaha menggodanya kembali. Hyo Jae berani bertaruh sebentar lagi Jekyo pasti akan luluh menghadapi Lee Donghae. Hyo Jae menyesap capucino itu perlahan, matanya kini teralihkan kearah sudut ruangan, sepasang kekasih sedang menikmati sore yang indah sambil berpegangan, entah mengapa ada rasa rindu di hatinya, rindu pada sosok namja sekaligus penyelamtnya ketika ia berada di Canada.

***

‘Kau pernah dengar? Jika kita minum cafein terlalu banyak jantung kita akan berdebar 2 kali lebih cepat untuk beberapa menit setelah meminumnya’

Seperti biasa keluarga Park akan sangat berisik di pagi hari, khususnya untuk Hyunmie dan Leeteuk, mereka tak ubahnya anak kecil yang berebut ice krim sekarang. “Oppa berikan mocachino ini padaku.” geram Hyunmie sambil kembali menarik sebungkus mocachino dari tangan Leeteuk, kebetulan sekali pagi ini isi kulkas hanya ada itu saja. Nyonya Park dan suaminya sedang berlibur, membuat kedua anaknya yang terkenal malas untuk masalah dapur terlantar.

“Shirro.” geram Leeteuk menarik dengan kuat bungkus mocachino dari tangan Hyunmie, yang berhasil lepas dari saengnya itu, Hyunmie nampak menghentakan kakinya sebal lalu berjalan menuju kamarnya, membanting pintu kamar cukup keras, menggerutu penuh murka karena oppanya yang pelit tak mau mengalah pada saeng sendiri. Leeteuk hanya terkekeh geli menatap pintu kamar saengnya, lalu mulai menyedu Mocachino yang ia dapatkan susah payah.

“Hmmm maskita…” gumam Leeteuk sambil mengecap perlahan mocachino di dalam gelas yang ia genggam. Seling beberapa menit, bel berbunyi. Aktifitas tenang Leeteuk terganggu, dengan malas Leeteuk berjalan menuju pintu, karena tak mungkin saengnya yang mengamuk mau berbaik hati membukakan pintu.

“Chakkaman…” gumam Leeteuk sambil tetap memegang cup berisi mocachinonya, tak ingin ambil resiko saengnya mencuri sarapan paginya, ah mungkin minuman paginya. Perlahan Leeteuk membuka pintu, menatap punggung seorang yeoja di hadapannya, sekali lagi Leeteuk menyeruput mocachinonya.

“Nuguseyo?” pertanyaan Leeteuk sontak membuat yeoja yang memunggunginya berbalik. DEG DEG DEG Leeteuk nampak mengedipkan matanya beberapa kali, sebelum akhirnya menutup kembali pintu, membuat yeoja yang sudah menunduk memberi hormat terkejut.

“Yak nuguya?” pertanyaan Hyunmie sontak membuat Leeteuk yang sejak tadi meraba dadanya yang berdebar, menatap Hyunmie linglung.

“Ye? Ah molla.” ucap Leeteuk polos, Hyunmie nampak mengerutkan keningnya heran, perlahan mendekat kearah oppanya, menginip dari jendela.

“Ommo Hyo jae_ah, yak oppa kenapa dia tidak di suruh masuk.” bentak Hyunmie sambil perlahan membuka pintu sebelum akhirnya Leeteuk kembali menutup pintu.

“Yak oppa apa yang kau lakukan? Dia temanku.” bentakan Hyunmie langsung membuat Leeteuk membekap mulut saengnya itu.

“Ah kau berisik sekali, oppa hanya binggung kenapa jantung oppa berdebar saat menatap wajahnya.” Hyunmie yang masih di dalam bekapan Leeteuk nampak memutar bola matanya lalu melepas bekapan oppanya.

“PABO. Bukan karena wajah Hyojae tapi minumanmu oppa, jangan macam-macam mau kau kemanakan Seulbi eonni.” Leeteuk mendengus kesal, lalu kembali kepentri yang tepat menghadap dapur, sementaqa Hyunmie langsung membuka pintu menyambut temannya Kim Hyo Jae.

“Mianhae, kau menunggu lama Hyo Jae_ah.” ucap Hyunmie tak enak yang di balas anggukan datar Hyo Jae. Sambil masuk Hyo Jae nampak mengedarkan pandangannya.

“Hyunmie_ah siapa namja yang tadi membukakan pintu?” pertanyaan Hyo jae sontak membuat Hyunmie mendengus sebal. Mengingat insiden beberapa menit yang lalu.

“Nanti kujelaskan, sekarang kita kekamaq dan kau harus ceritakan bagaimana tempat kerjamu yang baru itu.” ajak Hyunmie sambil menarik Hyo Jae kekamar.

TBC

Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. ahss…. pria tamfannnkuuuhhhh…. :v #gamparPakeBibir
    judulnya ganti lagi meoni??? kukira ff baru ternyata si bajingan tamfannn :v

    Balas
  2. Ada leeteuk…huwaaa next part nya mana?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: