ONESHOOT//~LOVE 1000 STAR~

217822_465547640142626_1943163041_n

annyeong ketemu lagi sama autor gaje,setelah menebar ff yang amburadul dan gaje autor bawa lagi ff amatiran buat reader,KYUMIE COUPLE kkkk~ada yang rindu setelah berakhirnya FF YOU HURT ME FOR YOUR LOVE?nah ini autor kasih,tapi jangan berharap akhir yang manis ea,sekali-kali kita bermelow ria. .

Oky autor lama. .
But happy reading. .

Dont bash
dont plagiat
dont copas
this my ff kesamaan bukan kesalahan autor kkkk~autor manusia. .

Autor:yuni japanes kireina aka istri sah cho kyuhyun dunia akhirat

tittel:LOVE 1000 STAR

CAST: park hyunmie,cho kyuhyun,choi siwon

cameo:all other

gender:romance,angsat

rating: PG 15+

leght:chapter

ost:we were love t_ara feat davichi
love really hurt yesung

peringatan mungkin udah pernah ada yang baca tapi autor rombak part pertama alias di ulang lagi. .

Oky kita mulai

PROLOG

gelap aku benci gelap sekalipun gelapnya malam hari. .

Yang tak terlihat belum tentu tak ada,kadang kita perlu usaha untuk menemukannya. .

Ketika kita mati roh kita akan menjadi bintang di langit mengamati setiap orang yang kita sayangi dari jauh. .

Cintaku bagai bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya. .

Jadilah andromedaku khta terangi kegelapan malam dengan cinta kita. .

Kau tau kisah dewi andromeda?tragis tapi indah. .

STORRY BEGENING

hari ini kyunghae university membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru,sejak pagi loket pendaftaran sudah panjang karena bulan ini matahari sangat tak bersahabat. Panas. .

Seorang yeoja dengan kecepatan tinggi berlari dari gerbang kampus,menabrak siapapun yang menghalangi,hanya teriakan minta maaf yang terlontar. .

Sesaat yeoja itu berhenti menarik nafas lalu kembali berlari. Tepat setelah ada di depan loket pendaftaran yeoja itu mendesah lelah. .

“Ya tuhan panjang sekali antriannya.” yeoja itu melongo menatap antrian panjang di hadapannya,jika di hitung mungkin dia di nomor urut 90. .

“bisa mati keriting aku.” gerutu yeoja itu sambil tetap melangkah menuju antrian,dengan malas dia memasang headseat ketelinga,untuk mengusir jenuh apa salahnya bukan,karena yeoja itu tidak tau kapan antrian ini selesai. .

Lagu celen dion,lagu favoritnya mengalun indah,my heart will go on. .

Tanpa terasa barisan hampir selesai,tapi dengan entengnya seorang namja masuk keantrian tepat di hadapan yeoja itu. .

“ya antri,enak saja main terobos.” bentak yeoja itu sambil mendorong namja itu. .

“ya aku sudah dari tadi di depanmu.”

“kau pikir aku bodoh eoh,jelas-jelas namja di depanku orang lain.”

“mana?mana namja yang kau maksud?” tanya namja itu sambil berkacak pinggang. .

Yeoja itu celingkukan karena di hadapannya sudah tak ada siapapun. .

“yeoja pabo.” ucap namja itu sambil menyerahkan berkas pada penjaga loket,tak terima yeoja itu kembali mendorong namja itu,walhasil rebutan dan dorong mendorong terjadi. .

Mana panas,antrian panjang membuat pengantri marah melihat sepasang remaja yang tak ubahnya anak kecil yang tak mau kalah,penjaga loket akhirnya mengeluarkan jurus andalannya. .

“KALIAN BERDUA MENGANTRI LAGI.” bentakan itu membuat keduanya terdiam dan pasrah melenggang kembali ke belakang antrian. .

“ini semua salahmu yeoja pabo.”

“mwo?suruh siapa kau menyerobot.”

“harus berapa kali aku katakan,aku sudah ada di depanmu,bahkan aku tau music yang kau putar berulang-ulang,my heart will go on.” sungut namja itu kesal,sesaat yeoja itu terdiam terdiam. .

“ck mana matahari panas sekali hari ini.” dengus namja itu menatap tajam pada yeoja di belakangnya yang menujukan wajah tak bersalah,takut naik pitam namja itu mengeluarkan sebuah majalah di tasnya dan tenggelam dengan bacaannya. .

Selesai pendaftaran keduanya melenggang pergi sambil masih bertatapan tajam. .

“kuharap aku tak bertemu dengan yeoja pabo sepertimu lagi,bisa sial terus aku.”ucap namja itu membuat yeoja yang di tatapnya mendengus. .

“kau kira aku tidak seberuntung itu mau terus bertemu denganmu.”jawab yeoja itu sengit. .

Dari kejauhan 2 pasang remaja mendekat kearah keduanya. .

“kyu kenapa lama sekali?”tanya seorang namja yang langsung merangkul namja bernama kyuhyun itu,walaupun dia sedikit lebih pendek dari kyuhyun. .

“itu karena yeoja pabo itu.” ucap kyuhyun menatap yeoja tadi. .

“mworago? Kau yang salah,dan siapa yeoja pabo,dasar namja evil.”ucap yeoja itu tak kalah ketus,membuat kyuhyun naik pitam dan sepertinya akan ada peperangan. .

tapi tak ingin jadi bahan tontonan chingu keduanya melerai. .

“sudahlah hyunmie,kau yeoja mengalahlah.”

“ya shin hye kyung mana ada yang seperti itu.” ucap yeoja bernama hyunmie yang sudah benar-benar marah,temannya pun ikut kena getahnya. .

“kyu sudah malu kau mau bertengkar dengan yeoja eoh?”

“aku tak perduli yesung dia yeoja atau namja, dia menyebalkan.”

walhasil mereka memang jadi bahan tontonan,keduanya langsung terkenal seantero kampus. .

“cih kalau kalian tidak meleraiku tadi sudah ku patahkan leher namja itu.” sungut hyunmie ketika sedang makan siang setelah kejadian tadi. .

“tidak biasanya kau berurusan dengan namja.” ucap hye kyung penasaran. .

“iya hyunmie aku sedikit terkejut saat kau adu mulut dengan kyuhyun.” sambung teman hyunmie satunya lagi. . .

“par yerye,kau kenal namja menyebalkan itu?” selidik hyunmie pada sahabatnya yerye,yang di tanya hanya bengong saling pandang dengan hye kyung. . .

“jadi kami curhat tak pernah kau ingat?” tanya hye kyung tak percaya,membuat hyunmie terlihat semakin bodoh. .

“memang apa?” tanya hyunmie polos. . .

“YA PARK HYUNMIE PABO.” teriak keduanya membuat hyunmie cengengesan. . .

“jadi kedua namja tadi namja chingu kalian?” tanya hyunmie tak percaya setelah mendengar cerita kedua sahabatnya. .

“ne namja chinguku kim jong woon aka yesung.” ucap yerye bangga. .

“aku kim ryeowook namja chinguku ryeowook.” ucap hye kyung tak kalah bangga,membuat hyunmie mendengus kesal. .

“ne beruntung sekali kalian,masuk universitas sudah punya namja chingu.” ucap hyunmie lemas sambil mengaduk jus di hadapannya,kedua sahabatnya sekali lagi di buat saling berpandangan. .

“kau sudah melupakan cinta pelastikmu itu?” tanya hye kyung penasaran. .

“ne aku juga masih heran kenapa kau meladeni kyuhyun,biasanya kau paling malas berhadapan dengan namja?” tanyayerye tak kalah antusias. .

“mwo? apa yang kalian ingin dengar dariku,cih membuatku tambah kesal saja.” gerutu hyunmie lalu menyantap makanan di hadapannya tak sabaran,melihat itu hye kyung dan yerye mendesah pelan. .

“tak ada perubahan.” gumam keduanya membuat hyunmie mendelik pada hye kyung dan yerye. . .

“ais sudah makan saja kau,tak perlu memlototi kami begitu.” dengus hye kyung pada hyunmie. . .

“mengerikan kau yeoja tapi cara makanmu tak ada elegannya sama sekali.” ketus yerye. .

“ya kalian mau makan atau menceramahiku,ais nafsu makanku hilang.” bentak hyunmie lalu beranjak pergi. .

“ck kenapa dia,benar-benar berubah.” ucap hye kyung kesal. .

“ne hyunmie yang dulu tak arogan begitu,walaupun anak karate pemegang sabuk hitam,dia tetap halus dan feminim,sekarang aigo menyeramkan.” dengus yerye ,sesaat keduanya menghelah nafas. .

“aku rindu hyunmie yang dulu.” ucap hye kyung lirih. .

“nado,dia lebih sering menghabiskan waktunya berlatih karate dari pada dengan kita,cih ini karena tuan choi menyebalkan itu.” ucap yerye tak kalah lesu. .

“ya kita carikan cinta baru saja untuknya? Mungkin hyunmie bisa sedikit waras lagi otte? Kau mengerti maksudku?” ucap hye kyung,pertama yerye mengerutkan keningnya binggung tapi tak lama keduanya tersenyum evil. .

SKIP

esoknya acara kemahasiswaan di mulai,semua calon mahasiswa berkumpul di lapangan. .

“annyeong yeorobun park jung soo imnida,aku ketua kemahasiswaan disini,seminggu dari sekarang kalian akan di bimbing oleh para senior disini,untuk mengikuti acara pengenalan kampus kyunghae,kalau begitu silahkan berkumpul menurut fakultas masing-masing.” setelah mendengar ucapan itu,para senior langsung memanggil para calon mahasiswa sesuai fakultas masing-masing. .

Kegiatan berlangsung layaknya ospek kemahasiswaan,para senior tak ubahnya seorang bos yang mengerjai para bawahannya,tak terkecuali hyunmie dan kyuhyun yang sudah terlanjur di kenal seantero kampus karena perdebatan kemarin. .

Bahkan para senior sengaja memberi name tag khusus untuk keduanya. Tom and jerry=,=. .

bahkan para senior sudah kewalahan kalau kedua mahluk itu adu mulut. .

“YA kalian ini mau kuhukum lagi eoh? Hampir 1 minggu kalian selalu kami hukum,tak bisakah akur 1 hari saja,kepalaku pusing.” bentak senior choi seung hyun pada hyunmie dan kyuhyun karena mulai adu mulut lagi. . .

“dia yang mulai.” bentak kyuhyun pada hyunmie. .

“ya kau duluan yang menghinaku pendek dan pikun.” bela hyunmie. .

“memang benarkan kau pendek dan pikun,tugas membawa kodok saja kau lupakan.” ejek kyuhyun,membuat hyunmie siapa melayangkan pukulannya pada kyuhyun tapi dengan cepat kyuhyun bersembunyi di belakang senior choi dan. .

BRUKK

senior merekalah yang kena. .

“YA PARK HYUNMIE,CHO KYUHYUN MATI KALIAN.” geram seung hyun pada keduanya. .

Dan inilah keduanya di hukum lagi dan lagi mencari 10 katak di kolam kampus untuk praktek biologi. .

“ini semua karenamu yeoja pikun.” dengus kyuhyun. .

“ku patahkan lehermu jika mengejeku lagi.” geram hyunmie. .

“ck aku tak takut.”

“geure awas ya kau.”
tak lama sebuah deheman terdengar membuat keduanya kembali melanjutkan pencarian kataknya. .

“jika kalian masih saja bertengkar,aku tambah lagi jadi 20 ekor.” ucap seorang namja yang duduk di kursi taman menghadap kolam,bukan choi seung hyun karena dia sedang mengamuk,tapi ketua mahasiswa park jung soo yang mengawasi mereka. .

Tenang,terlihat seperti malaikat tapi sangat menyebalkan kalau soal hukuman,seperti sekarang ini. Mencari 10 katak yang belum tentu ada. .

setelah 10 katak terkumpul,hyunmie dan kyuhyun melenggang pergi kekamar mandi,membersihkan diri dari kubangan air kolam. .

Kyuhyun selesai lebih dulu karena dia namja,masih kesal pada hyunmie kyuhyun mengunci pintu kamar mandi tempat hyunmie berada,ditambah lagi kyuhyun mematikan lampu kamar mandi itu,gelap otomatis kamar mandi jadi gelap. . .

“AAAAAAAA.” jerit hyunmie membuat kyuhyun cekikikan. .

“ya buka pintunya,jebal jangan main-main.” mohon hyunmie saat dia beranjak akan keluar tapi pintu terkunci. .

Sedang kyuhyun melenggang pergi tanpa mengetahui akibat dari kelakuannya. .

Suara jeritan hyunmie seolah tak terdengar karena semua mahasiswa ada di lapangan,perlahan jeritan hyunmie berangsur memelan,wajah hyunmie memucat dan terduduk lemas di sudut kamar mandi. .

“takut aku takut gelap.” ucap hyunmie lemas,perlahan hyunmie merogok sakunya memijit angka 1 di hapenya. .

“yeobseo?. . .oppa dowajuseyo.” ucap hyunmie lirih. .

Namja yang di sebut oppa membulatkan matanya,ketika mendengar suara saengnya yang parau,sedikit kalang kabut dia berteriak pada hpnya yang mati. .

“shit kenapa harus mati sekarang.” sesaat namja itu berpikir dan seperti ingat sesuatu dia berlari ke kamar mandi yeoja. .

“hyunie kau di dalam saeng?” ucap namja itu sambil mengedor pintu kamar mandi. .

“gelap aku takut gelap.”ucap hyunmie dari dalam,mengetahui itu namja itu menghidupkan lampu kamar mandi itu dan masuk setelah membuka pintunya. .

Dan terlihatlah wajah pucat hyunmie,tanpa menunggu lama hyunmie langsung di bawa kekelinik kampus. . .

“gwenchanayo saengi,ada oppa disini uljimayo.”

“leeteuk oppa aku takut.” ucap hyunmie menggenggam tangan leeteuk erat-erat selama di kelinik. . .

“jadi yeoja ini saengmu park jung soo?” tanya choi songsaengnim. .

“ne sajangnim.”

“apa saengmu phobia gelap?”

“majo.”

“kalau begitu temani dia dulu,hanya itu yang iya butuhkan sekarang.”

“ne gamshamnida sajangnim.”

dokter choi tersenyum lalu keluar dari kelinik,membiarkan kakak beradik itu bersama. .

“kau istirahatlah,aku akan mintakan izin pada seniormu.” mendengar itu hyunmie mengangguk. .

setelah beberapa saat hyunmie akhirnya tenang dan boleh pulang,,

“kau mau pulang dengan oppa?. tanya leeteuk pada hyunmie..

“anniya oppa aku tak mau kampus gempar kalau tau si jerry ini saeng ketua kemahasiswaan,oh iya aku sebal dengan hukumanmu tadi oppa.”dengus hyunmie sambil melangkah pergi..

“ya mau lemana kau?” teriak leeteuk..

“aku ada janji dengan hye kyung dan yerye.”ucap hyunmie sambil melambaikan tanganya..

leeteuk menghelah nafas lalu tersenyum manis,saengnya tidak pemurung seperti beberapa bulan terakhir..

sesampainya di restoran tempat 3 sekawan itu janjian,hyunmie langsung memulai percakapan panjangnya pada kedua sahabatnya itu..

“ya yerye hye kyung kalian tau aku benci pada si evil hari ini dia mangunciku d toliet untung senior park jung soo menolongku kalo tidak habislah aku,ea walaupun tidak yakin 100% namja evil itu.”

“kau ini hyunmie terus saja mengobrolkan si evilmu itu kami bosan tau.”jawab yerye..

“ne selama masa orentasi ini kau tak ada hentinya mengumpat namja itu.”jawab hye kyung

“ck habis setiap hari dia suka skali berulah,kalian sih enak karena sudah punya namja chingu lah aku masih jomblo.”

hye kyung dan yerye saling berpandangan sekian lama hyunmie tak pernah membahas soal namja chingu dan sekrang dia membahasnya..

“waeyo knapa kalian melihatku begtu?”

“kau benar-benar sudah melupakanya?”tanya yerye

“nugu?”

“cinta pelastikmu itu.”kata hye kyung yang kali ini d amini oleh yerye..

“ck kenapa membahasnya sih bikin aku tambah naik darah saja.”

“kamikan hanya memastikan saja ea bagus kalo sudah lupa.”sahut yerye..

Yasudah kalo begtu kita lanjutkan makanya oh iya sekrng siapa yang bayar.”tanya hyunmie . . .

“kau.”kata hye kyung dan yerye serempak. . .

Hyunmie mangut-mangut tak lama hye kyung dan yerye pulang duluan dan tersisalah hyunmie sendirian tapi dia kelimpungan saat merogok kantongnya kartu kreditnya tak ada. . .

Saat menuju kasir hyunmie semakin frustasi ternyata kasirnya cho kyuhyun namja menyebalkan yg paling d bencinya. . .

“ah ottokhe kenpa nasibku sial terus kalo ada dia.”

dengan takut-takut hyunmie mendekat ke arah kasir . . .

“sillehamnida apa aku bisa pinjam telpon.”

kyuhyun melihat kearah asal suara . . .

“kau,sedang apa disini?”

kejut kyuhyun..

“tak perlu tanya sudah aku pinjam telponya.”

sungut hyunmie

“ck silahkan sja.”kyuhyun mendengus kesal. . .

hyunmie dengan cemas siap menelepon tapi benar-benar hari sial hape hyunmie mendadak mati dan walhasil hyunmie berteriak tak karuan masalahnya dia tak tau nomor atau lebih tepatnya tak pernah menghapal nomor…

“YA YEOJA PIKUN”teriak kyuhyun pada hyunmie dengan geram hyunmie berbalik menatap namja menyebalkan itu tapi kyuhyun menunjuk orang di sebelahnya sambil tersenyum evil…

“nona anda akan bayar atau tidak?”sesaat hyunmie menelan ludah pasti dia manager d restoran ini…

“BUHAHAHAHAHAHA yang bersih lihat d sana masih kotor”. kyuhyun masih cekikikan menatap yeoja d hadapanya sedang menyuci piring karena tak bisa membayar tagihan restoran dan lebih menyebalkanya lagi kyuhyun dengan senang hati mengawasi hyunmie dengan memerintahnya,dalam hati hyunmie benar-benar merutuki nasip dan menyumpahi kyuhyun yang sekarang masih cekikikan melihatnya mencuci piring…

“awas kau cho kyuhyun!!”gumam hyunmie pelan…

***
setelah hampir 1 jam berkutat dengan piring-piring itu, akhirnya hyunmie di izinkan pulang, keadaan sudah sangat gelap di luar, langit juga sudah sangat mendung dan sialnya hari ini hyunmie tak membawa mobil. .

“agrh kenapa sial sekali aku hari ini.” rutuk hyunmie sambil berjalan mencari halte bis. .

Tak lama gerimis turun membuat hyunmie semakin menghelah nafas kesal, dengan sedikit berlari hyunmie berusaha menutupi kepalanya dengan tasnya, tapi sepertinya sia-sia hujan malah semakin lebat turun. .

Tak lama sebuah klakson motor membuat hyunmie terdiam lalu berbalik. . .

“hei sedang apa kau lari-lari seperti anak kecil di tengah hujan.” ucap namja itu sambil tersenyum licik, hyunmie mendengus tak percaya berbalik lalu kembali berlari kecil lagi, tak lama berlari kelakson motor itu kembali membuat hyunmie geram, hujan untung sedang hujan jika tidak namja di motor itu sudah habis di tangan hyunmie. .

“mau apa lagi kau, tak puas apa kau tadi menyiksaku eoh.” bentak hyunmie pada namja yang tak lain adalah kyuhyun. .

“eoh itu salahmu bukan karena aku ingin menyiksamu.” ucap kyuhyun ketus.

“lalu sekarang mau apa lagi? Kau mau menyiksaku dengan berlama-lama di bawah hujan malam hari begini eoh?” bentak hyunmie membuat kyuhyun kembali melongo, panjang sekali omelan nona park ini, itulah gumaman kyuhyun. .

“ck aku hanya mau berbaik hati saja meminjami tumpangan.” ucap kyuhyun datar, dan di balas senyum dingin. .

“tidak perlu.” ucap hyunmie singkat lalu kembali berjalan. .

“halte bis masih 100 meter lagi dari sini.” ucapan kyuhyun kali ini berhasil membuat hyunmie berhenti berjalan, 100 meter? Jalan kaki? Dengan hujan deras seperti sekarang? Hyunmie mulai berpikir dia bisa benar-benar jatuh sakit kalau menahan gengsinya, di tambah lagi sejak tadi taxi tak ada yang mau berhenti. .

Hyunmie berbalik menatap kyuhyun yang menujuk jok belakang motornya dengan sudut matanya. .

Demi tuhan jika bukan karena sudah mati beku hyunmie mana mau di antar pulang oleh namja macam cho kyuhyun, dengan berat hati hyunmie naik ke motor kyuhyun memegang bahu kyuhyun. .

“yaak kau ini mau jatuh apa,pegang pinggangku aku mau mengebut.”

“jangan harap tuan cho.”

“cih terserah.” ucap kyuhyun yang menggas motornya membuat hyunmie merangkul leher kyuhyun, tidak sampai mencekik kyuhyun tapi setidaknya sekarang pipi hyunmie menempel di pipi kyuhyun. .

selama di perjalanan tidak ada yang bersuara, yang ada keduanya mengigil kedinginan, bodohnya keduanya tak ada yang menggunakan jaket anti basah, membuat air hujan menembus kulit mereka. .

Hyunmie semakin erat memeluk leher kyuhyun membuat kyuhyun sedikit tercekik, sesaat motor berhenti, kyuhyun melepas rangkulan di leher hyunmie lalu berbalik menatap kebelakang, tadinya kyuhyun ingin membentak hyunmie habis-habisan karena hampir mencekiknya, tapi tak jadi melihat wajah pucat dan tubuh hyunmie yang mengigil. .

Kyuhyun mendengus sebal, tak tega. .

“belok kemana?” tanya kyuhyun karena kebetulan memang sekarang ada di persimpangan jalan, hyunmie tak menjawab hanya menujuk arah lurus, kyuhyun menarik kedua tangan hyunmie untuk merangkul pinggangnya, tak ada perlawanan hyunmie malah memeluk kyuhyun erat, mungkin hyunmie sudah sangat kedinginan. .

“pegangan, kita akan lebih mengebut lagi.” ucap kyuhyun dan kembali menggas motornya dengan kecepatan tinggi. .

Setelah menempuh waktu 10 menit, akhirnya hyunmie dan kyuhyun sampai di depan rumah hyunmie. .

“kyuhyun kau masuklah dulu hujan masih deras.” teriak hyunmie pada kyuhyun karena hujan membuat suaranya sedikit teredam. .

“tak apa? Tak merepotkanmu?” tanya kyuhyun ragu. .

“aku tak akan menawarimu 2 kali tuan cho.” teriak hyunmie, kyuhyun berdecak tak percaya bukankah seharusnya yeoja ini berterima kasih. .

“ara aku masuk.” ucap kyuhyun yang ikut hyunmie masuk. .

hyunmie masuk dengan keadaan basah, sedikit berlari kecil kekamarnya mengambil handuk 2 biji lalu keluar lagi. .

Hyunmie melempar handuk pada kyuhyun yang masih membeku di depan pintu. .

“kyu kau tak berencana diam terus disanakan.” tegur hyunmie. .

“tak apa aku masuk?”

“sudahlah masuk saja.” ucap hyunmie yang masih mengigil. . .
Sesaat kyuhyun masuk lalu berdiri tepat di hadapan hyunmie, keduanya masih gemetaran binggung harus apa. .

“ah aku mandi dulu kau tunggu sebentar kyu.” ucap hyunmie yang di balas anggukan kyuhyun. .

Hyunmie kembali masuk kekamarnya lalu mandi dengan air hangat, kalau bukan karena keran air panas di kamar mandi tamu mati hyunmie akan lebih lama berendam, tapi mengingat kyuhyun juga bisa mati kedinginan, hyunmie mempercepat mandinya agar kyuhyun juga bisa mandi. .

Kyuhyun sesaat mulai berkeliling di rumah hyunmie, kenapa sepi, gumam kyuhyun dalam hati, sesaat kyuhyun membulatkan mata melihat fhoto di meja kecil dekat ruang tamu. .

“ige, bukankan ini leeteuk hyung? Apa mungkin yeoja pikun itu kekasihnya? Ck rendah sekali tipe leeteuk hyung.” ucap kyuhyun mencibir. .

Tak lama hyunmie keluar dari kamarnya, hyunmie sudah menggunakan pakaian kering sekarang. .

“hei evil mandi sana, gunakan kamar mandiku agar kau bisa menggunakan air hangat.” ucap hyunmie membuat kyuhyun berbalik dan mengangguk, sepertinya tak menyadari baru saja di panggil evil. .

“hei jangan otak atik kamarku.”

“ck percaya diri sekali.” ucap kyuhyun yang masuk kekamar hyunmie. .

Kyuhyun melongo kamar hyunmie sudah seperti langit saja sekarang, biru dimana-mana. .

Tak mau ambil pusing kyuhyun langsung masuk kamar mandi dan memanjakan diri dengan air hangat. .

Hyunmie sendiri berniat masuk kamar oppanya bermaksud meminjam baju untuk kyuhyun, anggap saja balas budi, tapi binggo kamar oppanya di kunci. .

“ah ottokhe.” dengus hyunmie sebal, sesaat hyunmie melongok kamarnya. .

“ck aku tak mau ambil resiko.” gumam hyunmie yang memilih masuk kamarnya, dan kyuhyun sekarang sedang menatap fhoto hyunmie dan seorang namja masa lalunya, dengan tergesa hyunmie mengambil fhoto itu dan menyembunyikanya di belakang tubuhnya. . .

“apa yang kau lihat.” ucap hyunmie pada kyuhyun. .

“anni hanya aneh saja, kekasih-kekasihmu itu bodoh ea mau denganmu.”

“ya apa maksudmu?”
bentak hyunmie. .

“fhoto namja di luar lalu di dalam beda orang, wajah tampan, tapi kenapa tertarik pada yeoja pabo dan pikun sepertimu.” ucap kyuhyun ketus. .

Kesal hyunmie mengijak kaki kyuhyun membuat kyuhyun mengerang kesakitan. .

“ya appo.” bentak kyuhyun. .

“salah sendiri menghinaku asal-asalan.” bentak hyunmie geram. .

Sesaat hyunmie terpaku, baru menyadari kalau kyuhyun hanya mengenakan handuk di pinggangnya, tubuh toplesnya terlihat jelas, tak lama hyunmie berbalik. .

“ya di mana bajumu.” bentak hyunmie. .

“bajuku basah, aku bisa sakit.” gerutu kyuhyun kesal, tapi kemudian tersenyum evil, melihat hyunmie yang membalikan tubuhnya, ide jail melintas begitu saja di benak kyuhyun, kyuhyun meletakan kedua tangannya di kedua sisi tubuh hyunmie yang kebetulan menghadap kearah jendela yang terbuka, sesaat hyunmie terkejut melihat tangan kyuhyun mengurungnya walaupun tak langsung. .

“ya mau apa kau.” bentak hyunmie yang masih belum berani membalik tubuhnya, mendengar kegugupan hyunmie, kyuhyun semakin bersemangat menggoda hyunmie, perlahan kyuhyun mendekat lalu berbisik pelan di tengkuk hyunmie. .

“aku mau, aku mau.” ucapan kyuhyun menggantung, kyuhyun meniup tengkuk hyunmie membuat hyunmie semakin merinding, hyunmie berbalik, menatap tajam kearah kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan licik. .

“jangan macam-macam kau tuan cho.” geram hyunmie pada kyuhyun. .

Kyuhyun tersenyum evil lalu semakin maju, membuat hyunmie semakin terantuk dinding. .

“kau kenapa? Aku hanya mau melihat keluar, dari sini sepertinya sangat pas melihat bintang.” ucap kyuhyun datang, membuat hyunmie malu setengah mati. .

“waeyo? Kau tak berpikir aku mau macam-macam padamukan?” ucap kyuhyun tersenyum licik, yang di balas decak sebal oleh hyunmie, hyunmie kembali berbalik menatap keluar jendela sama seperti kyuhyun. .

“mana? Mana tak ada bintang, kau bohong eoh.” bentak hyunmie. .

“ada kau lihat dengan teliti.” dengus kyuhyun, hyunmie semakin mencondongkan tubuhnya keluar, membuatnya tak seimbang dan terpeleset, salahnya lagi hyunmie malah menarik handuk yang melingkar di tangan kyuhyun, sementara kyuhyun menahan punggung hyunmie agar tak jatuh. .

Sesaat keduanya saling bertatapan panik. .

“AAAAAAAAAA.” teriakan keduanya membahana di kamar itu hyunmie mendorong kyuhyun menjauh dari kyuhyun. .

“cho kyuhyun tutup tubuhmu itu.” ucap hyunmie berteriak kuat-kuat, sambil menutup matanya, gemetaran. .

“ais bagaimana aku menutupnya handukku kau pegang terus.” sesaat hyunmie memandang handuk di tangannya lalu menggrutu sebal. . .
Karena kaget dan ketakutan, hyunmie melempar handuk keras-keras, dan handuk itu terbang bebas keluar jendela. . .

“YAAAK PABO, KAU LEMPAR KEMANA HANDUKNYA.” bentak kyuhyun frustasi. .

“apa maksudmu.” ucap hyunmie gemetaran. .

“handuk kau lempar keluar jendela pabo.”

“mworago? Ah mian, kau tutup dulu tubuhmu dengan ini.” ucap hyunmie sambil melempar selimutnya, dengan sigap kyuhyun menutup tubuh polosnya dengan selimut. .

“sudah?” ucap hyunmie ragu-ragu. .

“ne.” ucap kyuhyun lemas, sesaat hyunmie berbalik menatap kyuhyun lalu menarik nafas lega. .

“ais kau menyebalkan.” gerutu hyunmie. .

“mwo? Kau yang menarik handuk di pinggangku.” bentak kyuhyun tak terima. .

“mana bajumu?” ucap hyunmie setelah untuk beberapa saat keadaan hening, Canggung.

“kamar mandi, memang mau apa?”

“tentu saja di keringkan, kau tidak berencana terus begitukan.” bentak hyunmie sebal. .

“araseo, keunde apa tidak ada baju yang bisa ku pakai? Mungkin kau punya baju yang sedikit lebih besar.”

“opseoyo.” ucap hyunmie lesu. .

“yasudah aku menunggu saja sampai bajuku kering, ah biar ku ambil bajuku.” ucap kyuhyun sambil melangkah kekamar mandi dan membawa baju basahnya. .

“ige.” ucap kyuhyun menyerahkan baju basahnya. .

“ingat jangan otak atik kamarku lagi araseo.” ucap hyunmie sedikit menekankan. .

“araseo, di kamarmu juga tak ada yang menarik.” ucap kyuhyun ketus, hyunmie mendengus sebal lalu melangkah pergi keluar kamar, memasukan baju kyuhyun ke mesin cuci untuk di keringkan. .

Ketika sedang menunggu baju kyuhyun kering, hyunmie melirik ke arah dapur dan tak lama melangkah menuju dapur. .

Ada 2 mup di sana putih dan biru, punya hyunmie dan leeteuk. . .

“oppa aku pinjam mupmu untuk namja evil itu ea, aku janji akan mencucinya dengan sebotol sabun cair.” ucap hyunmie tegas lalu mulai membuat minuman kesukaannya susu mint. .

susu mint sudah siap, hyunmie masuk kekamar karena baju kyuhyun pasti lama kering, saat masuk kyuhyun duduk di ranjang hyunmie sambil menelepon, hyunmie hanya berdecak tak percaya, Tidak sopan.

“ini sudah malam chagi kenapa belum tidur? . . . .ah oppa sekarang sedang di rumah chingu oppa. . . .araseo oppa akan membantumu malam ini chagi, . . .tunggu oppa ne.” itulah sepenggal percakapan kyuhyun, membuat hyunmie ingin muntah. .

“ige.” ucap hyunmie dingin menyerahkan mup putih yang sejak tadi ia pegang pada kyuhyun lalu ikut duduk di sebelah kyuhyun. .

“ini untukku? Tak ada racunnyakan?” ucap kyuhyun menatap hyunmie tak percaya, hyunmie mendelik sebal pada kyuhyun. .

“tak mau yasudah sini.” ucap hyunmie bermaksud merebut mup yang di pegang kyuhyun, tapi kyuhyun menghindar. . .

“ais galak sekali, aku hanya bercanda.” ucap kyuhyun tersenyum tipis,yang di sambut decakan sebal hyunmie. .

“rasanya agak aneh? Kau yakin tak menabur racun di dalamnya?” ucap kyuhyun saat menyeruput susu itu. . .

“ais kau ini benar-benar menyebalkan, itu susu mint pabo, aku memasukan daun mint di dalamnya.” geram hyunmie sebal yang di balas anggukan kyuhyun dan bibir yang membentuk huruf ‘O’

hyunmie dan kyuhyun mulai menikmati susu mint masing-masing, hening keadaan hening kembali membuat keadaan canggung kembali. .

“oh iya bagaimana ea reaksi yeoja chingumu kalau tau namja chingunya sedang duduk di ranjang seorang yeoja dalam keadaan telanjang.” ucap hyunmie berusaha memecah kesunyian. .

“nugu?” ucap kyuhyun polos sambil menatap hyunmie. .

“ck berlaga polos, lalu tadi siapa? Chagi ini sudah malam kenapa belum tidur?” ucap hyunmie sambil memperagakan gaya bicara kyuhyun tadi. .

“oh itu, dia saengku khawatir oppanya belum pulang makanya menelpon, aku belum mau berpacaran.” ucap kyuhyun kembali menyeruput susu mintnya. .

“jinjja? Ck pembohong.” ucap hyunmie ketus. .

“tak ada yang meminta kau percaya dan tak peduli kau percaya atau tidak, ah mana bajuku?” tanya kyuhyun dingin, hyunmie hanya menggeleng tak percaya. .

“belum kering.” ucap hyunmie singkat. .

Tak lama suara mobil masuk perkarangan terdengar membuat hyunmie melotot, pasti itu leeteuk, bisa mati kalau leeteuk tau ada namja telanjang di kamarnya. .

“gawat kau harus pergi.” ucap hyunmie panik, kyuhyun terdiam. .

“waeyo?” tanya kyuhyun polos, membuat hyunmie semakin geram, hyunmie berlari keluar bermaksud mengambil baju kyuhyun di mesin cuci, tapi leeteuk keburu masuk, membuat hyunmie kembali masuk kamar. .

“nuguya? Kenapa kau panik sekali?” tanya kyuhyun polos seolah lupa dengan keadaannya sekarang. .

“oppaku, oppaku pulang aku bisa mati kalau ada namja di kamarku, telanjang pula.” panik hyunmie membuat kyuhyun sadar dan ikut kalang kabut. .

binggung harus apa hyunmie mendorong kyuhyun masuk kelemarinya. .

“yaak kau gila aku bisa mati kehabisan nafas.” geram kyuhyun, hyunmie menjitak kepala kyuhyun sebal. .

“jangan keras-keras pabo, oppaku bisa mendengarmu, kau mau mati.” bisik hyunmie kesal, kyuhyun mengusap kepalanya dan merengut kesakitan. .

TOK TOK TOK

“saeng kau didalam? Bersama siapa?” ucapan leeteuk di balik pintu membuat hyunmie dan kyuhyun kembali berpandangan dan tak lama hyunmie menutup pintu lemari paksa. .

“diam atau kau mati cho kyuhyun.” ucap hyunmie dari luar lemari, kyuhyun hanya mendengus sebal meratapi nasib sialnya. .

Tak lama kemudian leeteuk masuk, membuat hyunmie yang masih berbisik ke arah lemari berbalik dan tersenyum canggung. . .

“kau bicara dengan siapa?” tanya leeteuk setelah mendapati kamar saengnya tak ada siapapun kecuali hyunmie sendiri, padahal jelas-jelas ada suara lain tadi. .

“a. .anni opseoyo.” ucap hyunmie mendekat kearah leeteuk. .

“tapi tadi ada suara lain?” tanya leeteuk curiga. .

“anni itu hanya suara drabbel drama oppa, ah sudahlah kau sudah makan belum?” tanya hyunmie mengalihkan pembicaraan. .

Leeteuk menggeleng manja, hyunmie tersenyum lalu menarik oppanya keluar kamar. .

“oppa kita masak bersama, otte?” tanya hyunmie yang di balas anggukan leeteuk. .

Sejak tadi hyunmie melihat jam 10 menit dia keluar dari kamar, cemas namja evil itu kehabisan nafas, hyunmie pamit kekamar dulu. .

Diam-diam hyunmie mengambil baju oppanya karena baju namja evil itu pasti belum kering. .

Hyunmie masuk kekamar lalu membuka lemari, kyuhyun keluar dari lemari itu dengan merangkak. .

“oksigen aku butuh oksigen.” ucap kyuhyun lemas, hyunmie terkekeh geli lalu mendorong kyuhyun masuk lemari lagi. .

“yaak aku bisa mati.” bentak kyuhyun pelan. .

“sudah pakai baju ini dulu lalu keluar lewat jendela araseo.” bisik hyunmie dari luar lemari. .

“ck seenaknya.” gumam kyuhyun lalu mulai memakai pakaian yang sedikit kekecilan itu. .

Tak lama kyuhyun keluar lemari, sedikit mengendap-ngendap lewat jalan jendela, sudah tak peduli sepatunya kyuhyun mendorong pelan motornya keluar dari halaman keluarga park. .

esok harinya hyunmie datang telat begitupun kyuhyun. .

“kau lagi.” ucap kyuhyun dan hyunmie bersama-sama. .

“kalian lagi. .” ucap choi seung hyun berkacak pinggang menatap seram hyunmie dan kyuhyun, sudah bisa di tebak keduanya di hukum karena terlambat. .

Hyunmie dan kyuhyun menatap gugup kedepan, para senior menatap keduanya kesal. .

“kalian ini benar-benar menyusahkan kami, sering kesiangan, sering bertengkar, memukul senior, menyebalkannya lagi kalian tak kapok dengan hukuman yang kami beri.” bentak salah satu senior. .

“oky jurit malam kali ini kalian berdua saja.”

“MWO?” ucap kyuhyun dan hyunmie berbarengan. .

“tak usah membantah, kalian juga tak akan di bimbing senior.” kali ini kyuhyun mengacak rambutnya frustasi berbeda dengan hyunmie yang sudah gelisah sejak tadi. .

Setelah semua selesai para mahasiswa naik ke bus menuju tempat acara jurit malam yang akan di selenggarakan nanti malam, semua menyambut antusias para senior akan beraksi malam ini. .

Selama di perjalanan hyunmie terdiam, dia memilih duduk sendiri, memikirkan jalan agar tak perlu ikut jurtit malam. .

Tak lama leeteuk yang satu bus dengan hyumie duduk di sebelahnya. .

“kau tak perlu khawatir oppa akan membuatkanmu izin untuk tak ikut jurit malam itu.” sesaat wajah hyunmie terlihat senang lalu memeluk oppanya, tapi tak lama lalu melepasnya takut ada yang curiga dengan mereka. .

“gomawo oppa.” gumam hyunmie pelan yang di balas anggukan oleh leeteuk. .

Di tempat lain seorang yeoja menatap sebal kedekatan leeteuk dan hyunmie. .

“awas kau ea, berani mendekati my angel.” geram yeoja itu sebal. .

sesampainya di tempat tujuan, semua mahasiswa mulai di bagi kelompok untuk mendirikan tenda. .

“han jae hyeon ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” ucap leeteuk pada senior yang mengawasi kelompok hyunmie. .

“ada apa oppa?” ucap jae hyeon senang. .

“bisakah hyunmie tak ikut acara jurit malam?” ucapan leeteuk membuat jae hyeon terdiam. .

“wae? Itukan acara puncak.” ucap jae hyeon dingin. .

“tadi dia bilang tak enak badan.” ucap leeteuk sambil tersenyum. .

“oh baiklah.” ucap jae hyeon datar lalu pergi begitu saja membuat leeteuk sedikit heran, biasanya jae hyeon manis padanya. .

“cih paling hanya ketakutan saja.” gerutu jae hyeon sebal dan terdengar jelas oleh seung hyun. .

“wae? Kau kesal sekali?” ucap seung hyun penasaran. .

“anni, oh iya apa hyunmie dan kyuhyun jadi berdua saja di acara jurit malam?” ucap jae hyeon semangat. .

“tentu saja, mereka harus di beri pelajaran, aku tak sabar menakut-nakuti mereka.” ucap seung hyun semangat yang di balas senyum senang jae hyeon. .

Acarapun di mulai dengan beberapa game, menjelang senja acara berganti dengan api unggun yang di isi dengan ungkapan-ungkapan dari para mahasiswa peserta ospek, kesan selama seminggu ospek. .

Saat para peserta ospek mengikuti acara api unggun, senior lainnya bersiap di beberapa titik rute perjalanan yang akan di lewati para peserta ospek, apa lagi kalau bukan menakut-nakuti para peserta. .

Hyunmie mulai gelisah, tak ada tanda-tanda ada senior yang menariknya dari acara inti yang akan di selenggarakan sebentar lagi. .

Hyunmie mulai menatap kanan kiri yang rimbun dan gelap, hyunmie mulai memainkan jemarinya yang mulai dingin, kyuhyun tersenyum meremehkan. .

“wae? Apa kau takut hantu?” bisik kyuhyun yang tepat berdiri di sampingnya, hyunmie tak menggubris sindiran kyuhyun malas debat di saat genting begini. .

Hyunmie mengigit kuku jempolnya semakin khawatir ketika kyuhyun di panggil untuk mengambil peta rute perjalanan malam. .

“jaga jerry jangan sampai dia hilang, ingat jangan macam-macam.” ucap senior kang pada kyuhyun. .

“tak akan.” ucap kyuhyun dingin. .

“yaak jerry sedang apa di sana? Ayo berangkat sekarang bersama tommu.” bentak han jae hyeon pada hyunmie yang masih terpaku di barisannya, padahal kyuhyun sudah stand by dengan lilin di depan garis star. .

“apa ketua kemahasiswaan tak mengatakan apapun?” ucap hyunmie cemas. .

“apa maksudmu? Sudah cepat sana, kau membuang waktu.” bentak jae hyeon sangar. .

Dengan takut-takut hyunmie mengambil lilin lalu mulai berjalan beriringan dengan kyuhyun. .

kyuhyun dengan santainya berjalan menutupi lilin yang beberapa kali bergoyang terhembus angin, wajah hyunmie malah memucat ini baru beberapa meter tapi hyunmie sudah sangat ketakutan walaupun bulan malam ini terlihat terang. .

Tak berapa lama ada 2 belokan, kyuhyun berhenti lalu membuka peta di tangannya. .

“ke kiri, kajja.” ucap kyuhyun tanpa menatap wajah hyunmie yang sudah seperti tak di aliri darah. .

Hyunmie benar-benar bungkam, lidahnya keluh, matanya menatap kiri dan kanan. .

Para senior mulai beraksi beberapa kelompok mahasiswa yang duluan dari pada kyuhyun dan hyunmie, mulai menjerit ketakutan dan wanita mendominasi, tanpa hyunmie sadari tanganya melingkar di lengan kyuhyun, membuat kyuhyun tersenyum meremehkan. .

“jadi kau benar-benar takut hantu?” ucap kyuhyun lagi-lagi tanpa menatap hyunmie, perlahan hyunmie melepas tangan kyuhyun walaupun dia tak ingin melepasnya, terlalu gengsi mengakui ketakutannya pada musuh bebuyutannya. . .
Tak lama para senior mulai menakut-nakuti hyunmie dan kyuhyun, kyuhyun tenang-tenang saja karena sudah tau itu seniornya, beda dengan hyunmie yang mulai panas dingin, di mata hyunmie para senior yang menyamar jadi hantu itu tak ubahnya para penjahat yang siapa melukainya, kelebatan masalalu terlintas di otaknya. .

“oppa aku takut, appa, amma.” gumam hyunmie terdengar kyuhyun. .

Kyuhyun menatap hyunmie yang sudah sangat ketakutan. .

“yaak apa sebegitu takutnya kau eoh?” tanya kyuhyun mulai khawatir, hyunmie menjatuhkan lilinya menutupi telinganya. . .

“jangan sakiti aku.” isak hyunmie membuat kyuhyun semakin khawatir. .

“ya uljimayo, mereka itu tidak nyata, ingat mereka hanya senior kita.” ucap kyuhyun menenangkan, tapi bukan itu yang hyunmie takutkan, perlahan hyunmie mundur selangkah demi selangkah. .

“ya kau mau kemana eoh?” ucapan kyuhyun sama sekali tak kyuhyun dengar. .

Tak lama hyunmie berbalik lalu berlari masuk kererimbunan ilalang. .

“shit.” umpat kyuhyun ikut berlari mengejar hyunmie. .

“park hyunmie berhenti.” teriak kyuhyun tapi hyunmie malas semakin cepat berlari, kyuhyun kehilangan jejak, ini padang ilalang di malam hari dan sialnya lilin dan peta terjatuh tadi. .

“park hyunmie eodiga? Teriak kyuhyun tak ada jawaban, kyuhyun kembali berlari menerobos ilalang dan sayup-sayup terdengar suara isakan. .

Kyuhyun bergegas mendekat dan melihat hyunmie yang menekuk kedua kakinya sambil menangis. .

perlahan kyuhyun mendekat kearah hyunmie lalu jongkok di hadapan hyunmie. . .

“gwenchanayo?” ucap kyuhyun pelan, isak hyunmie berhenti perlahan hyunmie menatap kyuhyun takut. .

“kyu. .kyuhyun.” ucap hyunmie terbata-bata. .

“ne ige cho kyuhyun.” ucap kyuhyun lembut. . .

Hyunmie langsung memeluk kyuhyun erat-erat membuat kyuhyun terduduk, kyuhyun tertegun dia terkejut saat hyunmie memeluknya, tapi mengetahui tubuh hyunmie bergetar hebat kyuhyun membalas pelukan hyunmie membiarkan yeoja galak itu menangis sepuasnya. .

“gwenchana aku ada disini.” bisik kyuhyun berusaha menenangkan. .

Entah kenapa pelukan yang kyuhyun berikan untuk hyunmie begitu ia kenal, sama seperti pelukan appanya, oppanya dan malaikat penolongnya, rasanya tenang sekali berharap semua tak berakhir terus begini. . .

“kau sudah baikan?” tanya kyuhyun pada hyunmie yang masih ada di pelukannya, hyunmie mengangguk lemas, mungkin lelah setelah berlari cukup jauh tadi. .

“sebenarnya kau kenapa?” tanya kyuhyun ragu. .

“aku. .aku phobia gelap.” ucap hyunmie semakin erat memeluk kyuhyun, rambut halus hyunmie bergesekan intens di leher kyuhyun, membuat jantung kyuhyun semakin tak karuan sejak tadi, beberapa kali kyuhyun menarik nafas sesak. .

“apa kau akan terus memeluku?” tanya kyuhyun basa basi, mungkin hyunmie akan melepaskan pelukannya, hey mereka itu bermusuhan. .

“ne bolehkan aku terus memelukmu aku benar-benar takut.”

“ye?” kyuhyun tertegun mendengar perkataan hyunmie. .

Hyunmie menatap kyuhyun nanar, membuat kyuhyun semakin salah tingkah dan serba salah. .

“a. .apa kau begitu takut dengan hantu eoh?” ucap kyuhyun terdengar kesal tapi sebenarnya bukan begitu. .

Hyunmie menggeleng lalu kembali memeluk kyuhyun erat-erat. .

“bukan karena itu.” ucap hyunmie lirih. .

Kyuhyun benar-benar mulai tak nyaman sekarang, terlalu dekat. .

Kyuhyun mendongkakan kepalanya keatas, sesaat kyuhyun membulatkan mata terpaku dengan bintang yang bertaburan di langit. .

“wah yeoppuna. ” gumam kyuhyun terpesona. .

“mwo?” tanya hyunmie lalu menatap kyuhyun yang mendongkakan kepalanya keatas. .

Sedikit ragu hyunmie menatap kelangit, hatinya mencelos taburan bintang di langit membuatnya melupakan rasa takutnya. .

Tak lama hyunmie kembali menatap kyuhyun, rasanya ada kejutan listrik di tubuh hyunmie, mata berbinar itu, senyum kekaguman itu tak pernah hyunmie lihat, benar-benar indah, apa ini namja evil itu?.

kyuhyun benar-benar terlihat senang dan melupakan ketegangannya tadi. .

“ya apa kita masih hidup?” tanya kyuhyun tak percaya, hyunmie mencubit hidung kyuhyun, membuat kyuhyun meringgis lalu menatap hyunmie, hyunmie tersenyum membuat jantung kyuhyun berpacu lagi. . .

“jikapun ia kalau surga seindah ini aku tak apa-apa.” gumam hyunmie pelan sambil kembali menatap langit, sekarang kyuhyun yang terpaku menatap hyunmie, yeoja sangar ini punya exspresi sebagus ini? Tanya kyuhyun dalam hati. .

Kyuhyun kembali menatap kelangit. .

“nado.” gumam kyuhyun pelan, perlahan kyuhyun membaringkan tubuhnya di rerumputan. .

“sepertinya kita tak akan bisa pulang malam ini.” gumam kyuhyun pelan tapi cukup terdengar oleh hyunmie. .

“mianhae.” ucap hyunmie merasa bersalah, perlahan hyunmie berbaring di samping kyuhyun lalu kembali menikmati langit sama seperti kyuhyun. .

“lihat itu, itu dan itu, mereka cantik bukan gugusan bintang andromeda.” ucap kyuhyun sambil menunjuk kearah beberapa bintang. .

Hyunmie kembali menoleh kearah kyuhyun, benar-benar indah mata, hidung, senyuman yang tertimpa sinar bulan, membuat hyunmie hanya mendengarkan dongeng yang akan kyuhyun akan mulai. .

“konon, menurut mitologi yunani, ada seorang ratu yang terlalu membanggakan kecantikannya, ratu itu bahkan membual bahwa parasnya lebih cantik dari dewi venus. Dewi venus murka, dan mengutuk negara itu. Ia mengutus poseidon, penguasa bawah laut untuk mengguncang negara meraka dengan berbagai bencana. Kepada raja dan ratu itu, dewi venus meminta tumbal untuk menyudahi bencana-bencana tersebut. Tumbal itu adalah putri mereka andromeda.” sesaat kyuhyun menarik nafas, hyunmie sendiri menikmati dongeng yang kyuhyun ceritakan. .

“demi rakyatanya, andromeda rela untuk di ikat di batu karang, di tepi laut yang mengamuk dan di intai monster laut uvsan poseidon. Tak ada yang sanggup mengalahkan monster itu, kecuali 1 orang perseus anak dewa zeus yang di buang dari langit, perseus menatap andromeda salut, hatinya tersentuh dan ingin menolongnya dengan syarat andromeda selamat harus jadi istrinya. Izin di berikan dan pertarunganpun di menangkan perseus dan akhirny perseus menikah dan hidup bahagia sampai mati bersama andromeda.” kyuhyun tersenyum lebar lalu mentap hyunmie yang tak berkedip menatapnya. .

“ketika mati, mereka akan kembali ke langit. Menjadi rasi bintang di bulan november, andromeda akan terlihat di langit menggambarkan posisi andromeda saat di ikat di batu karang. Menunggu pertolongan perseus.” ucap kyuhyun yang juga menatap hyunmie sambil tak berkedip. .

“suatu saat kita akan menjadi debu, debu bintang di langit.” gumam kyuhyun pelan semakin mendekat kearah hyunmie dan reflek mengecup puncak kepala hyunmie, kyuhyun menarik hyunmie dalam pelukannya, kyuhyun mulai bergumam bernyanyi berusaha memendam rasa yang sudah membakar tubuhnya, secepat inikah rasa bencinya beralih, yeoja pabo, pikun ini? Kyuhyun terus bertanya dalam hati. .

Hyunmie memilih bungkam, tenang rasanya di pelukan namja yang sangat ia benci belakangan ini, secepat itukah? . .

sementara itu di tempat lain, ye rye dan hye kyung ikut cemas. .

“ya tuhan bagaimana ini, ye rye kita harus bilang pada leeteuk oppa.” panik hye kyung saat tadi melihat hyunmie dan kyuhyun berjalan berbarengan ke rute jurit malam. .

“iya tapi bagaimana ini kita tak di perbolehkan untuk menemui leeteuk oppa.” ucap ye rye tak kalah panik. .

“kita kabur saja otte?” usul hye kyung pada ye rye. .

“kabur kemana? Kita saja tidak tau leeteuk oppa ada dimana.” ucap ye rye lemas. .

“lalu harus bagaimana? Tidak mungkinkan kita membiarkan chingu kita mati ketakutan?”geram hye kyung sambil gemetaran. .

“molla, aku juga binggung, aku takut kyuhyun malah meninggalkan hyunmie, merekakan bermusuhan.” ucap ye rye membuat keduanya semakin frustasi. .

“hye kyung, ye rye kalian belum berangkat?” suara itu bagaikan cahaya terang untuk keduanya. .

“LEETEUK OPPA. .” teriak hye kyung dan ye rye bersamaan. .

“MWORANEUNGOYA? Jangan mengada-ngada, oppa sudah meminta izin agar hyunmie tak ikut.” ucap leeteuk tak percaya mendengar penuturan hye kyung dan ye rye. .

“tapi kami melihatnya sendiri oppa, hyunmie pergi dengan wajah pucat.” isak hye kyung. .

“ne oppa apa lagi dia pergi hanya dengan cho kyuhyun.” ucap ye rye bergetar hampir menangis. .

“geure kalian tunggu disini, aku yang akan menjemputnya pulang.” ucap leeteuk sambil mengelus kepala hye kyung dan ye rye agar tenang, padahal dia sendiri juga sangat mencemaskan saengnya. .

“anni oppa kami ingin ikut.” isak hye kyung. .

“andwe kalian diam saja di sini, jangan bilang pada siapapun araseo.” ucap leeteuk tegas dan di balas anggukan keduanya. .

Dengan sedikit emosi leeteuk menemui jae hyeon, dia tak menyangka jae hyeon tak mendengarkan permohonannya. .

“han jae hyeon? Dimana park hyunmie?” tanya leeteuk datar pada jae hyeon yang sedang asik mengobrol dengan senior lain. .

“ah oppa kau datang?” ucap jae hyeon senang. .

“jawab aku dimana hyunmie?”

“dia. .dia ikut jurit malam.” ucap jae hyeon tergagap. .

“kenapa kau tetap membiarkannya pergi? Aku sudah bilangkan dia tak bisa ikut acara inti.” bentakan leeteuk membuat jae hyeon tersentak tak percaya. . .

“waeyo? Dia sehat-sehat saja, jangan karena perasaan pribadi oppa jadi tidak profisional.” bentak jae hyeon sambil sedikit bergetar, sesaat keadaan jadi gaduh. .

“masalahnya bukan begitu hyunmie.” belum selesai leeteuk bicara dari kejauhan seung hyun berlari mendekat ke arah leeteuk. .

“hyung gawat, tom dan jerry masuk semak ilalang, pertama jerry berlari dan tom mengejar, aku kaget tadi hyung karena mereka tidak berlari sesuai rute.” ucap seung hyun sambil menarik napas pendek-pendek, muka leeteuk memucat dia hafal apa yang akan terjadi dengan saengnya. .

“begini saja jangan buat kegaduhan apapun, lanjutkan acara ini, aku minta beberapa orang untuk mencari hyunmie dan kyuhyun.” ucap leeteuk setenang mungkin. .

“ne hyung.” ucap seung hyun lalu melangkah mencari beberapa senior untuk pencarian. .

“hyung jebal kami ingin ikut.” tiba-tiba yesung dan ryeowook ada di dekat leeteuk. .

“apa maksud kalian?”

“kyuhyun sahabat kami hyung.” ucap yesung memohon. .

“geure kalian ikut.” ucap leeteuk menyetujui. .

“kajja.” ucap leeteuk tapi tangannya di tahan jae hyeon. .

“oppa? Kenapa oppa begitu peduli pada yeoja itu?” tanya jae hyeon lemas. .

“karena dia harta satu-satunya yang kumiliki di dunia ini.” ucap leeteuk sendu sambil melangkah pergi membuat jae hyeon semakin frustasi, pengorbanannya selama ini seolah sia-sia. .

dengan peralatan seadanya leeteuk dan beberapa orang senior, juga yesung dan ryeowook mulai mencari hyunmie dan kyuhyun. .

“ingat jangan berjauhan bisa-bisa kita juga tersesat ara?” ucap leeteuk memerintah dan di balas anggukan dari semuanya. .

Di tempat lain kyuhyun dan hyunmie mulai kedinginan, karena waktu sudah menunjukan jam 3 pagi, 3 jam mereka diam tak bergerak, hanya saling berpelukan. .

“apa kau kedinginan?” tanya kyuhyun pada hyunmie yang hanya di balas anggukan saja dari hyunmie. .

“ilalang mulai berembun, kita lebih baik mulai bergerak, kau kuat berdiri?” tanya kyuhyun yang merubah posisinya jadi duduk dan di ikuti oleh hyunmie. .

“kakiku ngilu kyu.” ucap hyunmie sambil meringis kedinginan. . .

Kyuhyun melepas jaketnya lalu memakaikannya pada hyunmie, tak lama kyuhyun berjongkok. . .

“naiklah kalau sudah tak kuat, aku akan menggendongmu.” ucap kyuhyun pelan, hyunmie terdiam tak bergerak, sekali lagi sisi lain namja evil ini keluar, sesaat hyunmie melihat sayap dari punggung kyuhyun, tak lama menggeleng. .

“kenapa diam? Palli kau tak mau mati kedinginankan?” ucap kyuhyun membuat hyunmie tertegun lalu mulai melinkarkan tangannya di leher kyuhyun, pipi mereka kembali bertemu rasa hangat menjalar di hati mereka. .

Perlahan kyuhyun berjalan, hanya berjalan melihat arah rasi bintang yang mulai bisa di gunakan menjelang pagi. .

“kyu kau lelah? Apa aku berat?” tanya hyunmie pelan di telinga kyuhyun. .

“ne aku lelah dan kau berat, tapi aku tak mungkin meninggalkan yeoja pabo takut gelap sepertimukan.” ucap kyuhyun menekankan pipinya pada pipi hyunmie. .

“aku punya alasan takut gelap.” rutuk hyunmie kesal. .

“jinjja? Phobia ada alasan dan penyebab juga ternyata.” ucap kyuhyun tak percaya. . .

“yasudah kalau tak percaya.”

“ara aku percaya, mianhae.”

“untuk?”

“hanya minta maaf saja.”

“aneh.” sesaat kyuhyun tersenyum hatinya sedikit lega karena minta maaf pada yeoja ini, mengetahui yeoja di belakangnya phobia gelap, kyuhyun teringat kejadian kemarin saat dia menggunci hyunmie dan mematikan kamar mandi tempat hyunmie berada. .

Tak terasa keduanya sudah keluar dari tingginya ilalang, dan tembus kejalan besar. . .

“kita tunggu bis lewat saja ea.”ucap kyuhyun mendudukan hyunmie di halte bis dh tengah padang ilalang itu. .

“kenapa ada halte bis di sini ea kyu?” tanya hyunmie heran. .

“sepertinya perkemahan kita tak jauh dari sini.” ucap kyuhyun asal walaupun kenyataannya memang iya, beruntung kyuhyun jalan terus tidak balik lagi, karena mungkin akan semakin dalam tersesat. .

tak lama bis datang, kyuhyun dan hyunmie masuk kedalam bis, entah lelah atau ada dorongan lain, hyunmie menyenderkan kepalanya di bahu kyuhyun dan kali ini kyuhyun tak protes apapun, memilih menyenderkan kepalanya kekepala hyunmie. .

Lambat laun hyunmie tertidur, ah mungkin hanya memejamkan matanya yang lengket dan ingin merasakan rasa nyaman yang dulu pernah ia rasakan saat bersandar di bahu penyelamatnya. . . .
Entah apa yang di pikirkan kyuhyun sekarang, perlahan kyuhyun mulai memperhatikan wajah hyunmie yang terlihat terlelap di bahunya. .

Dan entah kenapa sekarang bibirnya menempel di bibir hyunmie, mengecupnya sekilas. Perlahan hyunmie membuka matanya merasakan kulit tebal yang mengecup bibirnya, kyuhyun yang memang masih menatap hyunmie sekarang terpaku dengan iris mata yang sedang ia lihat. .

Sepersekian detik mereka hanya saling pandang merasakan sejuta kejutan di hati masing-masing, merasakan perasaan asing yang membuat keduanya bungkam, lambat laun hyunmie menutup matanya lagi dan tersenyum tipis, binggung mungkin harus bagaimana, kyuhyun pun tersenyum tipis lalu mengecup puncak kepala hyunmie, menggenggam tangan hyunmie lalu kembali menyandarkan kepalanya di kepala hyunmie. .

“kyu turunkan aku, kau pasti lelah menggendongku.” ucap hyunmie tak enak karena sejak turun dari bis, kyuhyun menggendongnya terus melewati jalan kecil menuju rumahnya yang kebetulan sangat menanjak. .

“rumahmu masih jauh dan kau tak akan kuat.” ucap kyuhyun pelan sambil terus berjalan pelan. .

“tapi akukan berat kyu, lagipula kenapa kita tidak kembali keperkemahan?”

“dan di marahi para senior karena di buat kelimpungan mencari kita begitu? Shirro aku sudah bosan di ceramahi mereka, lagi pula ospek berakhir hari ini, lusa kita resmi jadi mahasiswa kyunghee.” ucap kyuhyun sedikit terengah-engah, hyunmie diam tak menjawab mungkin ada benarnya. .

“mianhae. ” ucap hyunmie pelan. .

“untuk?”

“menyusahkanmu.”

“ne kau memang menyusahkan dari pertama bertemu denganmu kau sangat menjengkelkan.” ucap kyuhyun dengan nada menyindir membuat hyunmie merengut kesal, kyuhyun membalikan kepalanya dan terkekeh geli melihat exspresi hyunmie. .

“jah sudah sampai, kau yakin tak ingin kuantar sampai kamar?” ucap kyuhyun menurunkan hyunmie didepan pintu. .

“anni gwenchana, jeongmal gomawo.” ucap hyunmie pelan. .

“jika tak mau berterima kasih tak usah saja.” ucap kyuhyun menyindir. .

“gomawo mr evil.” teriak hyunmie sambil berlari membuka pintu rumah dan bergegas masuk. .

Kyuhyun hanya tersenyum tipis lalu melangkah pergi dari rumah hyunmie.

hyunmie terduduk di kursi ruang tamu lalu memegang bibirnya, jantungnya kembali berpacu kuat. .

“ais apa yang kupikirkan.’ grutu hyunmie lalu mendekat kearah telpon rumah. .

“yeobseo oppa?. . .aku di rumah oppa. . .ne nan gwenchanayo. . . .mian membuatmu khawatir. . . .ne annyeong.” hyunmie menutup teleponnya setelah mengabari oppanya karena pasti leeteuk sangat khawatir. .

Leeteuk terduduk lalu menghembuskan nafas lega, hyunmie baik-baik saja padahal tadi leeteuk sudah siap-siap akan lapor polisi. .

“oppa itu hyunmie?” tanya hye kyung cemas. .

“ne hyunmie baik-baik saja, dia sudah pulang.” ucap leeteuk tersenyum lega, semua yang ikut pencarian hingga pagi tadi pun mendesah lega. .

“syukurlah tom jerry itu tidak tersesat kehutan.” ucap seung hyun lega. .

Dari kejauhan jae hyeon mendekat kearah leeteuk. .

“oppa mianhae.”

“untuk apa?”

“membuat hyunmie hampir celaka.”

“kalau begitu minta maaf padanya bukan padaku.” ucap leeteuk berdiri lalu meninggalkan jae hyeon, leeteuk masih kecewa pada jae hyeon. .

Ketika sampai di rumah leeteuk langsung memeluk saengnya itu. .

“mianhae saeng, oppa tak becus menjagamu.” ucap leeteuk merasa bersalah. .

“anni oppa, oppa sudah menjagaku dengan baik selama ini, kau malaikat terbaikku oppa.” gumam hyunmie sambil mencubit pipi oppanya. .

“tapi kau yakin tak apa-apa? Tempat itukan.”

“gwenchana oppa tuan evil itu menjagaku dengan baik.” ucap hyunmie memotong pembicaraan leeteuk. . .

“jinjja? Bukankah kalian bermusuhan?”

“molla oppa, dia manis malam tadi.” ucap hyunmie polos membuat leeteuk memicingkan matanya. .

“ah sepertinya kau mulai menyukainya?”

“mwo? Nan? Chuayo? Ais oppa michigeso, mana mau aku pada namja itu.” ucap hyunmie sewot. .

“jinjja? Oppa melihatnya berbeda.” ucap leeteuk terus menggoda hyunmie saengnya itu, walaupun tak di pungkiri sepertinya hyunmie memang mulai menyukai kyuhyun. . .

semenjak kejadian itu leeteuk senang hyunmie terlihat mulai ceria, tidak pemurung lagi seperti beberapa bulan terakhir, hye kyung dan ye rye juga merasa chingunya mulai seperti dulu lagi. .

Tapi. . .

“kau ini ku patahkan lehermu baru tau rasa kau.”

“siapa takut kau itu yeoja pikun, pabo dan penakut.”

“oppa lepaskan aku namja ini harus kubunuh.” rengek hyunmie pada leeteuk yang menahan tubuh hyunmie agar saengnya tidak benar-benar membunuh namja yang juga sedang di pegangi yesung dan ryeowook, siapa lagi kalau bukan cho kyuhyun. .

“sudahlah kalian ini kenapa suka sekali bertengkar.” ucap leeteuk kesal sambil tetap memegangi hyunmie. .

“yeoja pecicilan ini yang mulai, dia tak mengerjakan tugas dosen han.” bentak kyuhyun pada hyunmie. .

“YAAK, PECICILAN KATAMU KAU MEMANG MAU MATI, sudah aku bilangkan aku tidak bisa mengerjakan tugas astronomi, kau saja yang asal pergi dengan sungmin oppa.” bentak hyunmie membela diri, kakinya menendang-nendang ke arah kyuhyun. .

“kyu sudahlah tugas astronomi itu bisa kau kerjakan dalam 15 menitkan, kenapa semarah ini.” ucap yesung kewalahan memegangi tangan kyuhyun. .

“iya kyu sudahlah kita keperpus saja.” ucap ryeowook membujuk. .

Kyuhyun masih terus menatap tajam kearah hyunmie, tak lama menatap leeteuk tak kalah seram juga tangan leeteuk yang melingkar di perut hyunmie, dengan sedikit kesal kyuhyun melepas tangannya dari pegangan kedua sahabatnya lalu melenggang pergi. .

Iya begitulah setelah kejadian di padang ilalang kyuhyun dan hyunmie malah tambah sering bertengkar, leeteuk tadinya menaruh harapan pada kyuhyun agar menjadi namja yang bisa membuka hati hyunmie kembali, tapi seperti sekarang dia malah harus memegangi saengnya agar tidak memukuli kyuhyun, leeteuk cukup tau kekuatan bela diri saengnya seperti apa, mengerikan. .

ketika melihat kyuhyun sudah pergi agak jauh, leeteuk melepas pelukannya dari hyunmie. .

“oppa kira dia menyukaimu setelah kejadian malam itu.” ucap leeteuk sambil menatap saengnya yang sudah berkaca-kaca. .

“ommo saeng gwenchana?” tanya leeteuk sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi saengnya itu. .

“gwenchana oppa aku pergi dulu.” ucap hyunmie sambil melepas tangan leeteuk di wajahnya. .

“mau kemana?” tanya leeteuk menahan tangan saengnya. .

“latihan karate.” ucap hyunmie bergetar sambil melepas tangan leeteuk, hyunmie pergi sedikit berlari ada rasa sakit yang menyeruak di hatinya tatapan kebencian dari kyuhyun bahkan melebihi ketika saat pertama bertemu. .

Leeteuk sendiri hanya menghelah nafas lelah melihat saengnya pergi. .

“pasti anak karate jadi sasarannya.” gumam leeteuk pelan lalu berbalik berjalan sambil menunduk tapi tak lama menatap kedepan dan sekarang terlihatlah seorang yeoja yang sedang menangis menatapnya. .

“han jae hyeon kau ke.” belum selesai bicara jae hyeon sudah berlari pergi meninggalkan leeteuk yang masih terpaku tak mengerti. . .

“apa aku berbuat salah?” gumam leeteuk tak mengerti. . . .

Di perpustakaan kyuhyun menulis dan membaca dengan rawut wajah kesal, ryeowook dan yesung hanya menatap tak mengerti kenapa sahabatnya ini begitu kesal, tapi sedetik kemudian mereka tersenyum. .

“ya cho kyuhyun, kau cemburu eoh?” ucap yesung mulai menggoda, kyuhyun yang masih kesal merasa terpancing kembali. .

“mworago? Ck kalian jangan macam-macam ea, tak lihat tadi aku begitu ingin memukul yeoja pikun itu.” bentak kyuhyun membuat seluruh orang di perpustakaan menatap kearahnya, dengan senyum canggung yesung dan ryeowook meminta maaf. .

“pelankan sedikit suaramu.” geram ryeowook sebal. .

“kalian yang mulai.” geram kyuhyun mulai tak sabar. .

“bilang saja kalau menyukainya dan tak suka leeteuk sunbae dekat dengannya.” ucapan yesung membuat kyuhyun terdiam sesaat. .

“ck benarkan, sebenarnya apa yang terjadi malam itu eoh?” merasa terus di pojokan kyuhyun menatap tajam pada kedua chingunya sebal. .

“kalian ini mau aku.”

“cho kyuhyun.” ucapan kyuhyun tertahan dengan suara yang menegurnya dari belakang. .

“sungmin hyung? Sedang apa disini?” ucap kyuhyun terkejut. .

“kita bicarakan di luar otte?” ucap sungmin sambil merangkul leher kyuhyun. .

“hmmm araseo kajja.” ucap kyuhyun meninggalkan yesung dan ryeowook. .

“kenapa aku merasa aneh ea, mereka sangat dekat.” ucap yesung heran. .

“sangat dekat.” tambah ryeowook, keduanya saling bertatapan lalu merinding ngeri. .

“jangan sampai mereka begitu.” ucap yesung menggosok kedua lengannya. .

di tempat lain anak karateka memasang mimik takut, entah itu senior atau junior semua menghindar dari tatapan mata hyunmie, bagaimana tidak sejak tadi sudah berapa orang yang tumbang oleh gerakannya yang membabi buta. .

“mana hasil latihan kalian selama ini eoh? Bagaimana mau ikut olimpiyade jika kalian lembek seperti ini.” bentak hyunmie membahana, semua menunduk ini pertama kalinya hyunmie melatih dengan membabi buta, terakhir hyunmie melatih seperti ini 1 tahun yang lalu dan sekarang terulang lagi. .

“kenapa diam? Oky putari lapangan 50 kali.” bentak hyunmie membuat semua melongo tak percaya, mau tak mau semua menurut. .

Kyuhyun begitu memelas pada sungmin dan mungkin ini pertama kalinnya dia melakukan ini. .

“jebal hyung izinkan aku masuk.” ucap kyuhyun sambil menangkupkan kedua tangannya. .

“kau yakin? Tau resikonya apakan?” ucap sungmin memastikan. .

“ne hyung aku tidak peduli, aku sudah tidak sabar.” ucap kyuhyun semakin memelas. .

“ara tapi kau tanggung resikonya dan ingat saat kau masuk jangan seenaknya, keunde kenapa kau sangat ingin masuk?” ucap sungmin penasaran. .

“kau tidak mengerti perasaanku atau pura-pura tidak tau eoh.” ucap kyuhyun sebal. .

“ara ara algeseyo, tapi bukankah akan memalukan nanti.” ucap sungmin menggoda. .

“ck tak peduli, pokonya aku harus masuk.” ucap kyuhyun teguh. .

“ck semangat sekali, ah atau mau sekarang saja, kau sudah menyiapkannyakan?”

“sekarang? Hyung yakin?” ucap kyuhyun ragu. .

“ais kau ini kenapa jadi plin plan, belum mulai sudah takut duluan.” ucap sungmin sambil memukul kepala kyuhyun geram. .

“hyung appo, ck ara akan aku buktikan aku bisa dan akan kupastikan aku lebih jago darimu hyung.” ucap kyuhyun meremehkan. .

“geure kita lihat saja nanti, kajja.” ucap sungmin sambil menarik tangan kyuhyun pergi dari taman itu, dari kejahuan yesung dan ryeowook semakin saling tatap kebinggungan. .

“ommo wookie ottokhe, kenapa jadi begini?” ucap yesung lemas. .

“molla aku juga binggung, tapi mau bagaimana lagi, ternyata dugaan kita salah kalau kyuhyun suka pada hyunmie dan ternyata dia. .” ryeowook tak melanjutkan kata-katanya karena yesung sudah paham apa yang akan ryeowook katakan. .

anak karate benar-benar di buat kewalahan oleh hyunmie, benar-benar melatih dengan emosi meletup-letup dan perlahan satu persatu tumbang karena lelah. . .

“ige mwoya?” ucap seseorang masuk lapangan. .

“oppa dari mana sa.” ucapan hyunmie tertahan saat akan memarahi seniornya yang terlambat, matanya menatap dingin pada orang di sebelah seniornya. .

“mian aku telah hyunmie, aku membawa anggota baru, kenalkan semuanya ini cho kyuhyun.” ucap senior hyunmie yang tak lain adalah lee sungmin. .

Hyunmie berdecak meremehkan. .

“annyeonghaseyo cho kyuhyun imnida.” ucap kyuhyun sambil membungkuk dan di sambut sapaan lemas dari para anggota lain. .

Hyunmie berjalan mendekati kyuhyun. .

“selamat datang di karate tuan cho.” ucap hyunmie sambil menyenggol bahu kyuhyun keras-keras dengan bahunya lalu melangkah pergi dari lapangan. .

“yaak park hyunmie mau kemana?” ucap sungmin berteriak. .

“aku sudah selesai, sunbae yang urus sisanya.” ucap hyunmie dingin lalu melangkah pergi. .

Semua anggota karate mendesah lega bisa bebas dari siksaan hyunmie. .

“sepertinya ada masalah besar, ini pertama lagi kita disiksa begini setelai satu tahun lalu.” ucap salah satu anak karate bernama minho lemas. .

“memang ada apa tadi?” tanya sungmin penasaran. .

“ah sunbae ingat 1 tahun lalu saat kita kemah bersama dan kita harus mandi jam tiga pagi di sungai dengan pakaian karate lengkap, lalu kita dipaksa lari berkilo-kilo.” ucap minho lalu di sambung oleh taemin. .

“saat itu kekasihnya dikabarkan pergi kejepang tanpa kabar dan menyedihkannya lagi ternyata kekasihnya itu pindah karena yeoja barunya pindah juga kesana, ada kemungkinan noona sedang sedih sekarang.” ucap taemin sambil tidur terlentang. .

Sungmin menatap kyuhyun sedang kyuhyun menatap kearah lain. .

“yasudah kalian istirahan saja dulu.” ucap sungmin tak tega. .

Semua anak karate seremak mengucapkan terimakasih. .

“otte kyu? Kau mau lanjut? Ini akan semakin sulit untukmu.” tanya sungmin pada kyuhyun, sesaat kyuhyun menarik nafas lalu mengangguk yakin. .

“ne hyung aku yakin.” ucap kyuhyun mantap. .

_o0o_

hyunmie melangkah gontai menyusuri trotoar, dia binggung dengan sikap kyuhyun yang berubah-ubah kadang manis kadang bisa sangat menakutkan, bahkan kebencian begitu kentara dimatanya, apa salahnya hingga kyuhyun begitu membencinya. .

Tak lama hyunmie berhenti didepan halte bis. .

“park hyunmie.” sesaat hyunmie mendongkakan kepalanya, ketika dari seberang jalan ada yang memanggilnya. .

Tubuh hyunmie membeku, urat persendiannya terasa lolos semuanya, mata hyunmie membulat dadanya terasa sesak, bahkan tak bisa berbuat apa-apa ketika orang tersebut memeluknya erat-erat. .

hyunmie masih terdiam membeku tak membalas ataupun menolak pelukan yang di tujukan untuknya, logikanya seharusnya hyunmie marah, menampar atau hal radikal lainnya, tapi kebalikannya hyunmie malah diam membeku tak berkutik ketika dalam pelukan namja yang sekarang memang memeluknya. .

“bogoshippo.” ucap namja itu lirih. .

Hyunmie tak menjawab sama sekali, namja itu menatap hyunmie intens. .

“mianhae aku bodoh meninggalkanmu, lihat aku tak pernah melepas kalung ini sama sekali.” hyunmie menatap kalung berbentuk bintang yang melingkar di leher namja di hadapannya, hyunmie menggapai kalung itu membalikan bandul kalu itu ‘HM’ tulisan itu masih ada, tanpa menunggu lama hyunmie langsung memeluk namja di hadapannya, tangisan meledak begitu saja. .

“nappeun, nappeuna.” isak hyunmie sambil memukul-mukul kecil dada namja yang tak melawan dan hanya membiarkan hyunmie melakukan apapun sesukanya. .

“mian, mianhae. ” tak ada kata-kata lain dari namja itu selain permintaan maaf. .

Hyunmie terdiam mengaduk-ngaduk jus di hadapannya, membuat namja di hadapannya menghelah nafas lemas. .

“kau tak suka aku datang? Apa kau masih marah?” ucapan namja di hadapannya membuat hyunmie terbangun dari lamunannya. .

“ah ne gwenchanayo, itu sudah berlalukan, tak perlu di ungkit lagi.” gumam hyunmie sambil tersenyum lemah. .

“jadi kau memaafkanku?” ucap namja itu antusias. .

“ne oppa aku sudah memaafkanmu.” ucap hyunmie tersenyum ragu. .

“baguslah, kau tau aku juga pindah keuniversitas kyunghee, jadi kita bisa bertemu setiap hari.” ucap namja itu semakin antusias. .

“geure? Aku ikut senang oppa.” ucap hyunmie sambil tersenyum pait. .

“ah ini untukmu.” namja itu memberikan setangkai bunga mawar pada hyunmie dan sekali lagi hyunmie tersenyum pahit. .

“gomawo.” ucap hyunmie pelan. .

Hari ini benar-benar hari paling menyebalkan untuk hyunmie, pertengkarannya dengan kyuhyun di perparah dengan kehadiran namja masa lalunya yang bagai hantu datang tak di undang dan pergi sesuka hatinya, kalau bukan karena kalung yang melingkar di leher namja itu, mana mau hyunmie berbicara dengan namja yang berulang kali selingkuh dan meninggalkannya lalu berulang kali juga meminta kembali padanya hampir selama 8 tahun seperti itu. .

hyunmie menghelah nafas malas ketika sampai di depan rumahnya, namja itu terus memaksa untuk mengantarnya pulang, dengan malas hyunmie masuk kedalam rumah. .

Tujuannya sekarang hanyalah tempat tidur, pikiran dan seluruh tubuhnya di serang rasa lelah bertumpuk hari ini, bahkan hyunmie tak mengisi perutnya seharian ini, hanya jus saja yang tadi sempat masuk kerongkongannya. .

Hyunmie terduduk di pinggir ranjang sesaat menatap setangkai bunga mawar yang ada di dalam tas, hyunmie tak khawatir bunga itu rusak karena bunga mawar itu hanya terbuat dari pelastik. .

Hyunmie tersenyum kecut lalu menaruh bunga mawar itu di sebuah pot yang isinya bertumpuk bunga mawar pelastik. .

“dasar pengganggu.” gumam hyunmie sebal, perlahan hyunmie melangkah kearah kasur melemparkan diri kekasur. .

“kenapa kau harus datang lagi, kau tau aku tak suka perasaan ini, kenapa kau kembali lagi choi siwon.” gumam hyunmie pelan dan lambat laun mulai tertidur. .

_o0o_

esok harinya semua mahasiswa kyunghee ramai seorang mahasiswa baru saja pindah dari jepang. .

“ck setampan apa memang namja itu, sampai-sampai seluruh yeoja di universitas ini gempar.” ucap yerye sebal karena sejak pagi para yeoja di kampus seperti lebah yang tak berhenti mendengung. .

“iya aku saja tidak konsen belajar untuk menghadapi ujian semester nanti.” rutuk hye kyung yang membolak balikan buku fakultas kedokterannya. .

Hyunmie malah tak bicara dia masih menatap kearah taman dengan tatapan lesu, membayangkan hari-harinya yang akan penuh peraturan dan kekangan. .

“ya park hyunmie kau tidak penasaran dengan namja pindahan itu?” tanya yerye penasaran karena sejak tadi hyunmie sudah seperti patung taman tak bicara. .

“molla. .” ucap hyunmie malas. .

“kau sudah tau siapa?” tanya hyekyung menebak. .

“aku tak peduli.” ucap hyunmie samail menenggelamkan kepalanya diantara 2 lututnya yang di tekuk. .

“ck kau memang tak ada minta apa kalau soal namja, ah tapi yang kudengar kau ribut lagi dengan cho kyuhyun kemarin, waeyo?” tanya hye kyung penasaran. .

“aku sedang tak mau membicarakan namja tengik itu.” geram hyunmie lalu melangkah pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu. .

“ada apa dengannya?” ucap yerye binggung. .

“iya tidak biasannya, kecuali. .” hyekyung berhenti berbicara lalu memandang yerye mata mereka membulat. .

“choi siwon.” ucap keduanya bersamaan. . .

Hyunmie melangkah gontai entahlah hari ini dia hanya ingin sendiri. .

“yak kemana saja kau.” tiba-tiba leeteuk merangkul hyunmie, membuat hyunmie berbalik menatap oppanya sedih. .

“waeyo? Apa namja evilmu itu membuatmu marah lagi?” tanya leeteuk sambil terus berjalan dan terus merangkul hyunmie, tidak memperdulikan tatapan dan bisikan di sekitarnya. .

“lebih buruk oppa.” ucap hyunmie menghelah nafas lemas. .

“maksudnya?” tanya leeteuk binggung. .

“park hyunmie?” seseorang tiba-tiba berteriak padanya membuat hyunmie dan leeteuk berbalik. . .

“itu dia maksudku oppa.” gumam hyunmie lirih, leeteuk menatap sebal kearah namja yang menghampir mereka berdua. .

“dia lagi.” desis leeteuk tak suka. .

“siapa lagi.” gumam hyunmie sedih. ,

siwon berjalan kearah hyunmie dan leeteuk tersenyum menawan. .

“annyeong hyung ottokke cha nae sieyo?(hai hyung apa kabar?)” tanya siwon ramah sambil sedikit membungkuk. .

“chal chi naeyo(kabar baik).” ucap leeteuk ketus. .

“chagi kajja kita makan siang.” ucap siwon berusaha tak memperdulikan sikap dingin leeteuk, hyunmie dan leeteuk terpaku tak percaya, chagi? Memang sejak kapan hyunmie jadi kekasihnya lagi. .

“musun suriya? Chagi?(apa katamu? sayang?)” ucap leeteuk tak percaya. .

“waeyo? Hyung tidak tau aku sudah di maafkan oleh saengmu?” ucap siwon polos, leeteuk menatap hyunmie tak percaya, hyunmie sendiri tertunduk binggung harus bagaimana. .

Leeteuk melepas rangkulannya pada hyunmie membuat hyunmie semakin serba salah. .

“kajja chagi, ah hyung kau ikut?” ucap siwon sambil merangkul hyunmie. .

“gomapji man sayanghalkkeyo(tidak,terimakasih).” ucap leeteuk ketus. .

“geure? Tto poepketsumnida hyung(begitukah? sampai jumpa hyung).” ucap siwon sambil berlalu meninggalkan leeteuk dan berjalan merangkul hyunmie yang menatapnya lirih. .

Dari kejauhan kyuhyun menatap horor pada hyunmie dan siwon. .

“siapa lagi namja yang mendekati yeoja pikun itu? Ah chakkaman bukankah itu namja yang fhotonya ada di meja belajarnya waktu itu.” gumam kyuhyun mengingat-ngingat. .

Tak lama sungmin mendekat kearah kyuhyun. .

“hei sedang melihat apa? Seram begitu.” ucap sungmin merangkul kyuhyun yang masih menatap siwon dan hyunmie, mau tak mau sungminpun ikut menatap kearah kyuhyun memandang. . .

“choi siwon.” gumam sungmin tak percaya, kyuhyun reflek menatap sungmin. .

“hyung mengenalnya?” tanya kyuhyun penasaran. .

“cho kyuhyun, rivalmu datang, dia yang selama ini mengekang hati hyunmie, anak karate tau semua tentang choi siwon.” kyuhyun terpaku tak lama mengerutkan keningnya. .

“apa dia namja yang di sebutkan tempo hari?” ucap kyuhyun menebak. .

“ne namja itu choi siwon.”

“tapi bukankah seharusnya hyunmie marah pada namja itu.” geram kyuhyun tak percaya. .

“geuraesseumyeon jokesseoyo(aku harap begitu), keunde pada kenyataannya hyunmie seperti di ikat sesuatu.” ucap sungmin lemas. .

Kyuhyun kembali menelan pil pahit perjalanannya mulai berbatu, saingan nyatanya lebih berat sekarang. .

siwon dan hyunmie berjalan bergandengan dan bisa di pastikan para yeoja yang sejak tadi ribut karena siwon pindah kemari menatapnya sinis. .

“oppa lepaskan tanganmu, aku risih dengan orang-orang yang menatap ke arah kita.” gumam hyunmie pelan. .

“sudahlah jangan di pedulikan, mereka hanya iri saja.” ucap siwon semakin erat menggenggam tangan hyunmie. .

Ketika di kantinpun sama saja, keduanya jadi bahan perbincangan dan juga tatapan sinis tertuju pada hyunmie. .

“oh iya sejak kemarin aku melihatmu berpakaian seperti ini, kau taukan aku tak suka kau berpenampilan begini.” ucap siwon sambil menatap hyunmie dingin, hyunmie menghembuskan nafasnya lemah, kebiasaan siwon mulai lagi. .

“memang apa salahnya oppa? Pakaian begini lebih praktis.” ucap hyunmie sedikit beralasan kali ini karena biasanya hyunmie hanya menurut saja, hanya kali ini dia sudah bosan dengan peraturan siwon. .

“aku ingin semua orang tau kalau kau itu cantik dan pantas bersamaku.” ucap siwon sambil tersenyum manis. .

“ara aku akan pakai baju-baju itu.” ucap hyunmie sebal,. .

“good.” ucap siwon senang. .

Tak berapa lama yerye dan hye kyung sudah berdiri di hadapan keduanya. .

“siwon_sshi sedang apa kau disini?” tanya yerye ketus. .

“ah yerye, aku mengejar cintaku.” ucap siwon sambil mengelus kepala hyunmie sayang. .

“ck untuk keberapa? Kau tidak bosan mengganggunya.” ucap hye kyung tak kalah ketus. .

“berapa kalipun memang hanya hyunmielah yang terbaik, lagipula hyunmie sudah memaafkanku. Iyakan chagi?” ucap siwon merangkul hyunmie membuat hye kyung dan yerye menatap hyunmie tak percaya. . .

“ck menggelikan.” gumam ye rye ketus, tapi mata hyunmie begitu memohon kepada 2 sahabatnya itu, dan seolah mengerti keduanya duduk di depan siwon dan hyunmie. .

“ingat hyunmie memang sudah memaafkanmu, tapi tidak dengan kami.” geram hye kyung. .

“jinjja? Lalu apa yang bisa membuat kalian memaafkanku?” tanya siwon datar, yerye dan hyekyung saling bertatapan lalu tersenyum penuh kemenangan. .

hye kyung dan yerye saling berfive hand ria setelah keinginan mereka terpenuhi, berbeda dengan hyunmie yang menekuk wajahnya sebal. .

“ayolah hyunmie, jangan cemberut begitu, kalaupun kami berdua terus menentang apa kau akan melepaskannya tidakkan!!” ucap hyekyung menghentikan tawanya saat menatap hyunmie yang tak merespon kegembiraan hyekyung dan yerye. .

“kalian tak merasakan posisiku sekarang.” ucap hyunmie sedikit terisak membuat yerye dan hyekyung terdiam dan langsung merapat memeluk hyunmie. .

“mian kami tak bermaksud begitu.” ucap hyekyung merasa bersalah. .

“kita yakin kau pasti bisa lepas dari bayang-bayang siwon.” ucap yerye mengelus kepala hyunmie. .

Hyunmie hanya mengangguk sambil masih terisak, tak lama ryewook dan yesung mendekat di susul kyuhyun dari belakang. .

“omma hyunmie kau kenapa?” tanya yesung melihat hyunmie terisak-isak. . .
Yerye memberi kode pada yesung agar tak banyak bertanya pada hyunmie, kyuhyun juga hanya terdiam menatap hyunmie menangis. .

“sudah sekarang lebih baik kita mengerjakan tugas kelompok dari dosen ahan, palli kita kerumahmu hyunmie.” ucap hyekyung mengalihkan pembicaraan. .

“rumahku? Memang siapa saja?” isak hyunmie menatap polos hyekyung, sesaat kyuhyun tersenyum melihat hyunmie yang bisa merubah suasana hatinya dengan cepat. . .

“tentu saja kita berenam, kau tak menyimak pembagian kelompok tadi.” ucap yerye sambil merapihkan rambut hyunmie yang sedikit acak-acakkan. .

“jadi dengan namja itu juga.” ucap hyunmie menatap kyuhyun. .

“waeyo? Kau tak suka aku masuk kelompokmu.” ucap kyuhyun tak terima dengan tatapan hyunmie. .

Yerye, hyekyung, yesung dan ryeowook langsung menatap kyuhyun seolah berkata diam, karena mood hyunmie memang sedang tak baik untuk hanya sekedar bertengkar dengan kyuhyun, kyuhyun mendengus kesal lalu menatap arah lain. .

“iya dia ikut tak apa kami berdua akan mengatasinya.” ucap ryeowook sambil merangkul yesung. .

Hyunmie hanya mengangguk lesu lalu berjalan lebih dulu, membuat 2 couple itu menyusul sedang kyuhyun hanya mendengus kesal mengikuti 2 pasangan itu dari belakang. .

di dalam mobil hyunmie terdiam berbeda dengan kedua couple yang ribut di belakang membahas rencana liburan mereka ke pulau jeju yang di bayar keseluruhan oleh siwon, bahkan hyunmie tak menolak saat di minta duduk di sebelah kyuhyun yang sedang menyetir. .

“ku dengar kau kembali lagi pada mantanmu itu.” ucap kyuhyun berusaha mencairkan suasana tapi kyuhyun sepertinya salah memilih topik pembicaraan. .

“bukan urusanmu.” ucap hyunmie dingin. . .

“geure? Tentu saja aku ini siapa memang, semoga berbahagia kalau begitu.” ucap kyuhyun ketus. .

‘Bolehkah aku loncat dari mobil ini’ gumam hyunmie dalam hati, dadanya terasa semakin sesak mendengar ucapan kyuhyun, seolah memang dialah yang jahat, dialah yang tak peduli. .

“berhenti.” ucap hyunmie setelah beberapa kali menepuk dadanya yang ngilu tapi malah semakin sakit hingga rasa mual itu datang. . .

“kita belum sampaikan.” ucap kyuhyun tanpa menatap hyunmie. .

“aku bilang berhenti.” ucap hyunmie sambil memutar setir mobil membuat kyuhyun mau tak mau mengerem mendadak, membuat kedua couple di belakang terkejut. .

“yaak kau mau membunuh kami.” bentak yerye shock. .

“salahkan nona pikun ini.” ucap kyuhyun menunjuk hyunmie yang melangkah keluar mobil. .

Hyunmie berjongkok mengeluarkan apa saja yang ada di perutnya tapi tak ada yang keluar. .

“kenapa dia mabuk darat apa? Memalukan.” dengus kyuhyun kesal, hyekyung dan yerye saling bertatapan lalu ikut keluar dan mengelus-ngelus punggung hyunmie.. .

“kau baik-baik saja?” tanya hye kyung khawatir. .

“gwenchana, hye kyung bisa tukar tempat duduk, aku tak bisa duduk di depan terus.” ucap hyunmie pelan dan hanya di balas anggukan hye kyung. . . .

Di rumahpun hyunmie tak banyak bicara dia mengerjakan tugas yang menjadi bagiannya, membuat kyuhyun semakin kesal melihatnya. Apa namja itu begitu membuat yeoja cerewet ini kelam. .

Hye kyung masih sibuk mencatat hingga matanya tertuju pada sebuah pot bunga yang berisi berpuluh-puluh tangkai bunga mawar pelastik di bawah meja belajar hyunmie. .

Hye kyung berjalan kearah meja belajar lalu membawa pot itu. .

“ige mwoya?” ucap hyekyung sambil menyodorkan pot tersebut pada hyunmie, hyunmie tak menjawab dia hanya menghelah nafas lemas. .

“sudahlah taruh lagi saja.” gumam hyunmie pelan, kesal dengan reaksi sahabatnya hye kyung membuang pot bunga tersebut ke tempat sampah. .

“SAMPAH.” dengus hye kyung sebal. .

Sekali lagi hyunmie menghelah nafas lelah. .

“aku mohon mengertilah posisiku.” ucap hyunmie pada hye kyung dan ye rye. .

“kau memang menjijikan, ye rye kita pergi.” ucap hyekyung sambil menarik tangan yerye, ryeowook dan yesung yang tak tau apa-apa hanya mengikuti yeoja chingunya binggung. . .
tak ada niat sama sekali hyunmie mengejar kedua chingunya itu, hyunmie tau dia bodoh dan menjijikan, bahkan oppanya sendiri menatapnya sama seperti chingunya tadi, tapi dia bisa apa, seandainya yang menggunakan kalung itu orang lain mungkin hidupnya tak seberat ini, kalung yang di berikan kedua orang tuanya pada siwon langsung sebelum meninggal dulu. .

“ada apa? Kenapa kau diam saja?” ucapan itu itu membangunkan hyunmie dari lamunan dan sadar di ruangan itu masih ada seseorang yang belakangan sempat terlupakan keberadaannya. .

“tidak ada, hanya salah paham.” ucap hyunmie sambil mengusap air mata yang sempat jatuh dari matanya. .

“geure? Kalau begitu aku pergi, sepertinya kerja kelompok kita tak jadi.” ucap kyuhyun sambil berjalan bermaksud meninggalkan hyunmie sendirian, tapi tangan hyunmie menahan jelana jins yang kyuhyun kenakan. .

“ku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendirian.” ucap hyunmie sambil menunduk air matanya kembali tumpah mengingat semua orang pergi tak memperdulikan hatinya yang sakit. .

Sesaat kyuhyun terdiam, masih kesal pada hyunmie yang memang seperti mempermainkan perasaannya, tapi hey seorang park hyunmie memohon? apa kyuhyun masih tega pergi. .

Kyuhyun berjongkok menatap hyunmie yang masih tertunduk, kyuhyun tau hyunmie menangis karena terlihat jelas tubuh hyunmie bergetar hebat, tapi dia ingin tau memang apa yang bisa kyuhyun ubah jika dia tetap di sini, bukankah hyunmie membencinya, bukankah hyunmie hanya menganggapnya teman adu mulut di kampus, bahkan temanpun bukan, mereka tom and jerry terkenal di kyunghee. . .

“kenapa? Untuk apa aku tetap disini, kalau sahabatmu saja kau biarkan pergi.” perkataan kyuhyun membuat hyunmie semakin tersudut, hyunmie juga binggung kenapa dia sekarang begitu membutuhkan namja menyebalkan ini, bahkan hyunmie lupa kalau beberapa hari yang lalu mereka baru saja bertengkar hebat. .

“aku takut.” jawaban yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan kyuhyun tadi malah membuat kyuhyun terduduk diam, suara lemah itu sama dengan suara di padang ilalang dulu, rasa takut akan gelap yang membuat tubuh hyunmie lemah tak berdaya, lalu apa yang hyunmie takutkan. .

Hyunmie menekuk lututnya merangkulnya dengan kedua tangannya dengan keadaan masih menunduk. .

“kyu tolong aku.” isak hyunmie pelan, binggung kyuhyun tentu saja tidak tau apa-apa, membantu apa? Bagaimana?.

“mwo?” gumam kyuhyun pelan. .

Perlahan Hyunmie menatap kyuhyun matanya yang berair menatap mata kyuhyun dalam, rasanya kyuhyun tak bisa bernafas, melihat mata yang biasanya menatapnya tajam sayu karena air mata, bukan sekali memang kyuhyun melihat mata itu berair, tapi rasanya sekarang jauh menyakitkan, entah keberanian dari mana kyuhyun menarik tubuh gemetaran hyunmie kedalam dekapannya, memeluk tubuh hyunmie erat-erat dan seketika isakan atau mungkin raungan keluar dari mulut hyunmie, tangan hyunmie mencengkram kuat punggung kyuhyun menyalurkan rasa sakit, lelah, kecewa dan marah dan rasanya benar-benar rontok ketika di pelukan namja evil ini. .

“gwenchana, aku ada di sini.” ucap kyuhyun pelan sambil mengelus kepala hyunmie pelan. . .

perlahan isakan hyunmie hilang dan tergantikan dengan cegukan-cegukan kecil, kyuhyun masih setia mengelus kepala hyunmie pelan. .

Perlahan kyuhyun merengkuh wajah hyunmie, menatap mata sembab hyunmie tulus. .

“apa sekarang lebih baik?” tanya kyuhyun pelan dan di balas anggukan hyunmie. .

Kyuhyun tersenyum tenang lalu perlahan mencium kening hyunmie lembut, rasa hangat itu tersalurkan keseluruh tubuh hyunmie dan kyuhyun cukup lama meletakkan bibirnya di kening hyunmie, perlahan kyuhyun menyasar setiap senti wajah mungil hyunmie dengan bibirnya, kecuali bibir hyunmie. Kyuhyun tak akan meletakan bibirnya di bibir hyunmie di saat perasaan hyunmie tak menentu, itu sama saja memanfaatkan keadaan, yang kyuhyun inginkan sekarang adalah menjadi seseorang yang berguna untuk hyunmie, dikala tak ada seorangpun yang bisa jadi sandaran untuk hyunmie, walaupun kenyataannya kyuhyun tak tau apa-apa. .

Kyuhyun mengehentikan aksinya mencium wajah hyunmie ketika mata tertutup itu mengeluarkan air mata, tak ada isakan memang tapi itu membuat kyuhyun merasa apa yang dia lakukan sia-sia. .

“mian. .” ucap kyuhyun lemah, membuat hyunmie perlahan membuka matanya kembali menatap sayu kearah manik mata kyuhyun yang menatapnya bersalah. .

“waeyo? Justru aku sangat berterimakasih padamu.” ucap hyunmie lirih. .

“lalu kenapa kau menangis lagi.” ucap kyuhyun pelan. .

“molla, mungkin aku merasa tenang saja, hingga tak terasa air mata ini kembali keluar.” ucap hyunmie sambil kembali menyandarkan kepalanya di dada kyuhyun. .

“apa aku boleh tau sesuatu?” ucap kyuhyun ragu, hyunmie kembali menatap kyuhyun sendu, dia masih ragu bercerita tapi bukankah kyuhyun sudah dengan suka rela membiarkan kaos birunya basah oleh air mata. .

“kau bisa mengantarku kesuatu tempat.” ucapan hyunmie sama sekali tak menjawab rasa penasaran kyuhyun, tapi kyuhyun hanya mengangguk. .

“kemana?” tanya kyuhyun tapi tak ada jawaban hyunmie hanya menariknya untuk pergi. .

Di perjalanan hyunmie kembali terdiam tak ada 1 katapun yang terucap. .

“bisa berhenti dulu disini?” ucap hyunmie membuat kyuhyun mengehentikan laju mobilnya, kyuhyun menatap kanan dan kiri. .

“kenapa berhenti disini? Apa tujuan kita memang disini?” tanya kyuhyun binggung. .

“tidak bukan disini, kita turun di sini dulu, ada yang ingin kubeli.” ucap hyunmie sambil melangkah keluar mobil dan di susul oleh kyuhyun. .

Hyunmie masuk ke sebuah toko bunga dan mulai berkeliling, kyuhyun yang melihat itu hanya mengikuti dari belakang. .

Sesaat mata kyuhyun tertuju pada bunga mawar yang terpampang di deretan toko bunga itu, ingatannya kembali pada tumpukan bunga mawar pelastik yang hyekyung buang tadi ke tong sampah, kyuhyun berpikir mungkin hyunmie akan senang jika dia membelikan bunga mawar, kyuhyun mengambil seikat bunga mawar lalu kembali mengikuti hyunmie dari belakang. .

Setelah lama mencari hyunmie tersenyum senang karena bunga yang ia cari masih ada, walaupun hanya tinggal 2 tangkai lagi. . .

“bukankah kau suka mawar?” tanya kyuhyun heran melihat hyunmie yang senang memegang 2 tangkai bunga lily biru. .

“anni aku lebih suka bunga lily.” ucap hyunmie tersenyum lalu melangkah menuju casir, kyuhyun menatap bunga mawar yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya lalu menghelah nafas. . .

“aku kembalikan saja.” gumam kyuhyun pelan lalu kembali meletakan bunga mawar tadi ketempat semula. .

kyuhyun dan hyunmie kembali kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan. .

“belok kiri.” ucap hyunmie ketika di persimpangan jalan. .

“bukankan ini menuju.”

“ne nanti aku jelaskan.” potong hyunmie melihat wajah binggung kyuhyun. .

~o0o~

angin begitu kencang sore ini, matahari terbenam dengan indahnya, rasanya hangat ketika di terpa angin pantai, beban di hati menghilang begitu saja, hyunmie membiarkan kakinya tertepa air laut dan hyunmie hanya merentangkan tangannya lalu menutup matanya, membiarkan rasa rindu itu tersalurkan dan di sampaikan oleh angin. .

Kyuhyun menatap hyunmie dari kejauhan, memperhatikan setiap gerak-gerik hyunmie yang serasa lepas dan melebur dengan angin sore di pantai ini. .

Dengan jelas kyuhyun melihat hyunmie menghanyutkan 2 tangkai bunga lily tersebut kelaut, tak lama hyunmie berbalik menatap kyuhyun dan tersenyum lembut. .

DEG. .

Sesaat kyuhyun terpaku menatap hyunmie tak berkedip, senyum itu selalu membuat dunianya runtuh, runtuh dalam pesona nona park yang galak, tomboy, cuek dan rapuh. .

Tak lama kyuhyun membalas senyum itu tulus, membuat hyunmie berlari kecil sambil tetap merentangkan tangannya, kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat tingkah kekanakan hyunmie yang mungkin hanya akan dia lihat sekarang. .

“appa. . .omma. . .jeongmal bogoshippo.” teriakan hyunmie membuat kyuhyun sedikit mengerutkan kening binggung, dia benar-benar seperti orang bodoh yang hanya melihat rasa rindu dan keperihan hyunmie tanpa tau alasannya. .

Air mata itu kembali keluar, isakan itu kembali terdengar. .

“appa waeyo? Waeyo? Omma waeyo? Kenapa kalian memberikan kalung itu pada siwon oppa.” isakan dan teriakan hyunmie membuat kyuhyun yang tadinya masih terlihat binggung, terpaku dan bergegas melangkah kearah hyunmie tergesa. .

“hei ada apa kenapa menangis eoh?” ucap kyuhyun sambil menangkup pipi hyunmie menghapus air mata yang tak berhenti mengalir dari wajah mungil itu. .

isakan hyunmie semakin keras membuat kyuhyun menarik hyunmie kedalam dekapannya. . . .

“tenanglah aku disini, kau bisa berbagi denganku jangan merasa kau sendirian.” gumam kyuhyun pelan di telinga hyunmie. .

“kyu aku merindukan orangtuaku.” isak hyunmie sambil semakin erat memeluk kyuhyun. .

“memang orang tuamu dimana?” tanya kyuhyun lembut.

“mereka mungkin di surga sekarang.” ucap hyunmie serak membuat kyuhyun merasa tak enak. .

“mianhae, aku tak bermaksud.”

“gwenchana, kau memang tak tau apa-apa dan akan ku beri tahukan semuanya padamu.” ucap hyunmie lirih sambil menatap kyuhyun sendu. .

“wae? Bukankah kau membenciku? Kau tidak takut aku menyebar luaskan semuanya.” tanya kyuhyun memastikan. .

“kau meminjamkan aku bahumu, dan kau berhak tau kenapa.” gumam hyunmie pelan. .

Hyunmie sedikit berjalan ke tepi pantai lalu duduk dan kembali menatap sunset yang masih terlihat jelas, kyuhyun ikut duduk di samping hyunmie siap mendengarkan apa penyebab yeoja galak dan cerewet ini menjadi yeoja rapuh dan suka menangis. .

“kala itu umurku baru saja menginjak 10 tahun, eomma dan appa mengajakku kesebuah acara peluncuran merek parfum terbaru salah satu produk andalan sahabatnya, acara itu berlangsung di sebuah kapal pesiar yang sangat mewah, awalnya aku begitu senang akan mengeliling laut jepang dengan pesiar itu, tapi baru saja beberapa jam aku sudah jenuh, ea jenuh karena aku tak punya teman, eomma dan appa terlalu sibuk di tambah oppaku juga tak ikut, benar-benar membosankan tapi saat aku jalan-jalan di dek kapal ada seorang namja sebaya mungkin denganku, kami berkenalan dan berteman waktu itu ternyata bukan aku saja dan namja itu yang kesepian tapi seorang namja tampan yang selalu tersenyum padaku dan kupanggil oppa dan dia kupanggil wonie oppa, iya dia siwon oppa.” sesaat hyunmie menarik nafas dalam-dalam melanjutkan kisahnya yang masih menjadi momok menakutkan. . .

Sedang kyuhyun namja ini hanya terpaku menatap hyunmie tak berkedip, ada sesuatu yang ganjal di cerita ini. .

“kami bertiga bermain bersama selama di pesiar, senang rasanya waktu itu aku benar-benar merasakan indahnya memiliki orang-orang yang menyayangiku, masa anak-anak yang penuh keceriaan, tapi sayang tragedi terjadi setelahnya kapal pesiar kami menghantam karang membuat kapal tenggelam, saat itu antara sadar dan tidak aku terombang ambing di lautan, tapi ada seseorang yang selalu memegang tanganku, bahkan dia membawaku kerumah sakit ketika kami terseret ombak hingga ke tepi pantai.” kyuhyun semakin terpaku matanya semakin nanar menatap hyunmie dadanya sesak tak tau harus bagaimana. .

“saat itu aku sudah tak berdaya yang ku ingat orang itu terus menjagaku dari awal hingga akhir dan aku baru tau kalau yang menolongku adalah siwon oppa, bahkan dia punya kalung yang di miliki eommaku sebagai tanda orangtuaku menitipkanku padanya, kalung hadiah ulang tahunku yang seharusnya ku terima pada usiaku ke 10 tepat pada hari tragedi itu terjadi. Selama ini aku berharap eomma memberikan kalung itu pada cinta pertamaku, sinamja nakal tapi baik hati, ku harap namja yang menolongku juga dia, tapi sepertinya karena insiden itu bukan hanya merenggut nyawa orang tuaku, tapi juga cinta pertamaku, ah anniya mungkin cinta monyetku. Bagiku kalung yang sekarang masih di kenakan siwon oppa sangatlah berharga, kenang-kenangan terakhir juga wasiat terakhir orang tuaku, ditambah lagi kiho ajjusi adalah pengacara appa yang membantu mengurus perusahaan, sebelum oppaku siap menjadi presdir, aku semakin di beratkan pada kenyataan balas budi dan kebaikkan siwon oppa padaku, walaupun dia sering kepergok selingkuh dia pasti akan mengekangku lagi dengan kalung dan kebaikannya, sebenarnya semua akan baik-baik saja jika aku mencintai siwon oppa, tapi cinta monyetku terlalu berkesan untuk di gantikan pengorbanan siwon oppa selama 8 tahun terakhir juga kiho ajjusi.” tangan kyuhyun mengepal kuat cerita ini benar-benar tak beres, tapi di sisi lain rasa cintanya pada hyunmie naik seratus kali lipat. .

“apa ceritaku membosankan? Apa aku menjijikan kyu?” tanya hyunmie menatap kyuhyun nanar, bukan menjawab kyuhyun malah memeluk hyunmie erat-erat. .

“anniya tak ada yang salah hyunmie.” gumam kyuhyun pelan sambil semakin erat memeluk hyunmie. .

perlahan matahari semakin tenggelam membuat suasana semakin gelap, hyunmie semakin memeluk kyuhyun erat-erat. .

“waeyo?” tanya kyuhyun sedikit heran. .

“kyu kau lupa aku takut gelap, kita pulang sekarang.” ucap hyunmie sedikit bergetar, kyuhyun menepuk keningnya dia sendiri lupa jika hyunmie sangat takut gelap. .

“ah araseo kajja.” ucap kyuhyun berbalik. .

Hyunmie terdiam, binggung dengan sikap kyuhyun. .

“ayo, aku gendong sampai mobil.” ucap kyuhyun membuyarkan lamunan hyunmie. .

“tapi mobilkan dekat kyu aku jalan saja.” ucap hyunmie berdiri, hanya berdiri tak berani melangkah karena memang keadaan sudah gelap, kyuhyun yang berjongkok berdiri dan langsung menggenggam tangan hyunmie dan tak ada penolakan sekarang karena hyunmie juga menunggu namja ini membawanya pergi dari pantai yang semakin gelap. .

Perlahan hyunmie dan kyuhyun melangkah pergi dari pantai itu, dari kejauhan hye kyung,yerye, yesung dan ryeowook mendesah lega. .

“sepertinya rencana kita berhasil.” ucap hyekyung tersenyum lebar. .

“tapi tadi kau keterlaluan juga, kasihan hyunmie sampai menangis.” ucap yerye tak tega. .

“sudahlah chagi yang penting kyuhyun merespon kesedihan hyunmie.” ucap yesung menenangkan yerye. .

“ne, lagipula itu memang tujuanku, membuat anak itu merasa sendirian dan bisa membuka hati untuk namja lain yerye.” ucapan hyekyung membuat yerye menghelah nafas lemas. .

“ne araseo.” gumam yerye pelan. .

“tapi bagaimana dengan choi siwon?” pertanyaan ryeowook membuat keempatnya kembali menghelah nafas berat. .

“ck kenapa juga namja itu harus kembali.” decak hyekyung sebal. .

“aigo chagi bagaimanapun dia yang membiayai perjalanan kita nanti ke jeju.” ucap ryeowook sambil merangkul hyekyung manja. .

“ck itu beda cerita, ah sudah kita ikuti lagi tom and jerry itu.” ucap hyekyung yang di balas anggukan semuanya. .

saat di mobil hyunmie terus menatap kyuhyun, membuat kyuhyun sedikit janggung karenanya. .

“wae? Apa ada yang aneh dengan wajahku?” tanya kyuhyun sambil melirik hyunmie tapi kemudian fokus kembali menyetir. .

“anni hanya saja aku merasa pernah bertemu denganmu sebelumnya, tapi bukan di kampus.” ucap hyunmie sedikit memicingkan matanya. .

“jinjja? Mungkin saja, ah iya aku penasaran kenapa kau takut gelap?” ucap kyuhyun mengalihkan pembicaraan. .

“ah itu, salah satu trouma saat pesiar itu tenggelam.” ucap hyunmie menghelah nafas lemas. .

“hmmm ara ah iya tadi kita ke pantai kenapa tidak kepemakaman?” ucap kyuhyun semakin penasaran dengan kisah yeoja galak dan cerewet ini, tapi kyuhyun suka. .

“orangtuaku tidak di temukan jasadnya, jadi bagiku laut adalah makam orangtuaku.” ucap hyunmie lemas. .

“ah mian, aku membuatmu sedih lagi.” ucap kyuhyun merasa bersalah juga pada hyunmie. .

“anni gwenchana, jeongmal gomawo kau sudah mau menemaniku dan mengizinkanku menangis di bahumu.” ucap hyunmie yang mendadak kaku, kyuhyun hanya tersenyum tipis rasanya sulit sekali mendengar kata terima kasih dari mulut yeoja ini, tapi sekarang dia malah mengucapkannya berulang-ulang padanya. .

“ne ceonmanyo.” ucap kyuhyun sambil tersenyum manis. .

Keadaan kembali sunyi hingga sesuatu dari perut hyunmie berbunyi keras, wajah hyunmie langsung merah padam, malu tentu saja dari tadi dia tidak makan, sesaat kyuhyun menahan tawa lalu dengan sikap senetral mungkin kyuhyun buka suara. .

“kau lapar?” tanya kyuhyun sedikit terkekeh dan di balas anggukan malau dari hyunmie. .

“kalau begitu ku teraktir makan jajangmyeon, kau suka?” tanya kyuhyun sambil mengelus kepala hyunmie lembut. .

“ne nan choayo.” ucap hyunmie mengangguk manja, wajah polos hyunmie membuat kyuhyun tertegun sesaat tapi kembali fokus menyetir. .

‘fokus, fokus cho kyuhyun.’ gumam kyuhyun dalam hati. .

mungkin karena lapar hyunmie makan dengan lahap, seperti tak menyadari keberadaan kyuhyun yang menatapnya sambil tersenyum-senyum. .

“pelan-pelan kau bisa tersedak nanti.” ucap kyuhyun sedikit terkekeh, hyunmie terdiam lalu menatap kyuhyun dan tersenyum salah tingkah. .

Kyuhyun mendekat lalu mengelap mulut hyunmie yang belepotan. .

“ck kau ini yeoja tapi makanmu berantakan sekali.” ucap kyuhyun mencubit hidung hyunmie gemas, hyunmie hanya menggembungkan pipinya kesal, paling tidak suka jika sudah di keritik soal makan. . .

“sudah makan lagi saja.” ucap kyuhyun geli menatap aeygo hyunmie, dan hyunmie pun hanya melanjutkan kembali makanannya. .

Dari kejauhan ke empat manusia yang tak lain 2 pasang couple itu tersenyum puas. .

“sudahlah kita tak perlu mengikuti mereka lagi.” ucap yesung yang mulai kesal dengan acara menguntit ini. .

“ne lebih baik kita semua keapartmenku saja, kita memasak aku sudah lapar dari siang belum makan.” rajuk ryeowook pada hyekyung, sesaat yerye dan hyekyung saling bertatapan lalu menatap hyunmie dan kemudian mengangguk yakin, akhirnya mereka berempat memutuskan makan di apartmen ryeowook. .

Sedang asik-asiknya makan tiba-tiba hape hyunmie berdering, tanpa melihat siapa sang penelepon hyunmie mengangkat telepon tersebut. .

“yeobseo? . . .ah ne ada apa? . . .geure? . . .ah araseo aku pulang sekarang.” sesaat nafsu makan hyunmie hilang tak lama hyunmie menghelah nafas berat. .

“nugu?” tanya kyuhyun yang melihat perubahan exspresi hyunmie. .

“kyu aku harus pulang sepertinya, gomawo atas hari ini, nan khalkhe.” ucap hyunmie pergi begitu saja membuat kyuhyun mengejar hyunmie, ada apa? Siapa? Itulah yang ingin kyuhyun tau. .

Kyuhyun menarik tangan hyunmie, menatap yeoja tadi yang sedang manja-manjanya padanya berubah sendu. .

“hey? Waegeure? Nuguya?” tanya kyuhyun sambil menangkup wajah hyunmie. .

“siwon oppa menungguku di rumah aku harus pulang.” ucap hyunmie lemas sambil melepas tangan kyuhyun di wajahnya dan kembali melangkah, sesaat kyuhyun tertegun merasakan denyut kesakitan di hatinya, tapi baru saja melangkah beberapa langkah kyuhyun merangkul hyunmie dari belakang. .

“khajiam jebal khajiamayo.” bisik kyuhyun di telinga hyunmie, hyunmie tertegun ada sembilu di hatinya saat meninggalkan namja evil ini demi namja lain, tapi. . .

“mian jeongmal mianhae aku tak bisa.” ucap hyunmie sambil melangkah ah sedikit berlari mungkin, untuk mengurangi sesak di dadanya meninggalkan kyuhyun yang mematung di tempat, sebenarnya apa artinya kyuhyun untuk hyunmie, rasanya jauh lebih sakit dari pada luka terjatuh sesak sekali, benar-benar serasa di permainkan. . .

hyunmie berjalan lunglai membiarkan seluruh tubuhnya basah karena air hujan yang turun tepat setelah hyunmie turun dari bis. selain karate, hujan adalah cara aleternatif bagi hyunmie untuk menekan segala rasa di hatinya, dia di beratkan dengan kenyataan dan ikatan membuat dia menjadi jahat, bukan hanya pada diri sendiri tapi mungkin pada 2 namja yang begitu peduli padanya. .

Sedang kyuhyun hanya bisa melihat pedih di balik kemudianya menatap nanar hyunmie basah kuyup di luar sana, kyuhyun mencengkram erat-erat setir mobil ketika sesekali melihat hyunmie terjatuh, hatinya sudah tak tahan melihat yeoja itu basah kuyup dan gemetar hebat, kyuhyun tau hyunmie menangis, tapi egonya berkata lain ketika terang-terangan hyunmie menolaknya untuk tetap tinggal dan tak memilih siwon. .

Hyunmie masih menunduk ketika dia sampai di depan pagar rumahnya, hingga langkahnya tertahan oleh seseorang yang berdiri di hadapannya, perlahan hyunmie mendongkakan kepalanya menatap namja di hadapannya yang sedang memegang payung dan menatap hyunmie dengan tajam. .

“aku sudah bilangkan, aku tak suka kau membuat tubuhmu basah karena hujan.” bentak namja itu yang tak lain adalah siwon, sungguh demi apapun siwon tak terima hyunmie basah kuyup seperti ini dan bisa saja itu karenanya. .

“mianhae. .” gumam hyunmie pelan, tubuh hyunmie makin mati rasa karena kedinginan, kesadaran hyunmie semakin hilang ketika siwon memeluknya erat-erat membiarkan payung yang sejak tadi di genggamnya terbang begitu saja. .

“apa aku berbuat salah lagi? Kenapa kau membiarkan hujan menutupi air matamu?” ucap siwon pelan di telinga hyunmie, membuat hyunmie terisak dan memeluk siwon erat-erat. .

Kyuhyun hanya bisa menatap adegan itu dengan senyum miris, kenyataannya sampai kapanpun hyunmie tak akan bisa lepas dari belenggu siwon, kecuali dia melepaskannya secara paksa. .

“sepertinya aku memang tak di butuhkan.” gumam kyuhyun perih sambil sesekali menepuk dadanya yang sesak lalu memutar kemudianya dan pergi dari tempat yang mungkin akan membuatnya tambah sakit. .

Siwon membimbing hyunmie masuk kedalam rumah, kebetulan leeteuk sedang tak ada di rumah dia semakin sibuk dengan sidang skripsinya yang akhir-akhir ini menyita banyak waktunya untuk memperhatikan betapa rapuh saengnya. .

Siwon mendudukan hyunmie di sofa dan dengan cekatan berlari mengambil handuk dan air hangat, siwon sudah hafal benar dengan rumah ini, rumah yang hampir 8 tahun selalu ia kunjungi. .

Tak lama siwon datang dengan peralatan lengkap dan perlahan mengeringkan tubuh hyunmie dengan handuk. .

siwon mengeringkan rambut hyunmie dengan lembut, takut jika terlalu keras yeojanya akan kesakitan, tak lama siwon berjongkok lalu mencelupkan kedua kaki hyunmie kedalam baskom kecil berisi air hangat. .

Sesaat hyunmie tersadar dari lamunannya, rohnya seperti kembali masuk ke jasadnya setelah melanglang buana ketempat lain, perlahan hyunmie menatap siwon yang sedang membasuh kakinya dengan air hangat. .

“oppa. .” gumam hyunmie membuat siwon berhenti dari aktivitasnya lalu mendongkak dan tersenyum kearah hyunmie. .

“kau baru sadar dari lamunanmu?” tanya siwon sambil mengelus lembut pipi hyunmie. .

“mian. .” gumam hyunmie pelan. .

“gwenchana, kau tidak salah apa-apa, setelah ini ganti bajumu lalu tidur ara, aku pulang dulu.” ucap siwon bangkit dari jongkoknya lalu melangkah pergi tapi tangannya di tahan hyunmie. .

“oppa? Kenapa pulang? Apa yeoja itu tak akan datang lagi?” ucapan hyunmie bagaikan gunung yang menghimpit hati siwon, dia sangat berharap hyunmie tak bertanya sama seperti biasanya, tapi sepertinya kali ini siwon memang keterlaluan. .

Siwon memutar badanya lalu duduk di sebelah hyunmie lalu memeluk hyunmie erat. .

“kenapa kau tiba-tiba bertanya itu?” tanya siwon lembut. .

“aku tak mau terbang perlahan lalu di hempaskan lagi oppa.” ucap hyunmie bergetar. .

“ne mianhae, akan aku coba aku tak akan meninggalkanmu tiba-tiba lagi.” ucap siwon sambil mengeratkan pelukannya pada hyunmie, menahan air mata yang mungkin akan meledak sebentar lagi. .

“kau mau mencobanya lagikan? Kuharap hatimu masih milikku.” gumam siwon pelan, tak ada jawaban dari hyunmie mungkin binggung harus berkata apa. .

“ara, aku akan berusaha semampuku agar kau tetap terbang denganku.” ucap siwon sambil mencium kening hyunmie dan kembali tenggelam dalam pelukan yang hening, merasakan apa yang sebenarnya di rasakan oleh keduanya. .

perlahan hyunmie terlelap di dalam dekapan siwon, membuat siwon tersenyum tenang dan hanya sanggup menatap wajah lelah hyunmie, jari-jarinya bermain menyusuri lekuk wajah hyunmie membuat hyunmie menggeliat dan terbangun dari tidurnya. .

“ah mian kau terbangun.” ucap siwon pelan dan di balas gelengan dan senyum polosnya. .

“gwenchana oppa.” ucap hyunmie masih sedikit menyipitkan matanya. .

“oh iya oppa sebenarnya tujuan oppa kemari apa?” ucap hyunmie seolah menyadari kalau kedatangan siwon belum iya ketahui penyebabnya. .

“ah itu, besok saja di kampus kau istirahatlah jangan lupa ganti bajumu dulu ara.” sekali lagi hyunmie mengangguk manja membuat siwon mengelus manja rambut hyunmie. .

“baiklah aku pulang dulu, annyeong chagi.” ucap siwon berdiri dan tanpa aba-aba siwon mengecup bibir hyunmie kilat membuat hyunmie yang masih terkantuk-kantuk membulatkan matanya, siwon hanya tersenyum geli lalu melangkah pergi keluar dari rumah hyunmie, meninggalkannya yang masih mendapat terapi jantung dadakan. .

Hyunmie masuk kedalam kamar masih dengan terbengong-bengong hyunmie mengganti bajunya lalu berusaha tertidur, melupakan kejadian hari ini yang membuatnya binggung dan kacau balau. .

_o0o_

hari ini hyunmie berdandan sangat cantik tidak seperti biasanya hyunmie mengenakan celana jens dan kaos oblong, hari ini hyunmie menggunakan terusan berenda berwarna krem dengan sepatu hak tinggi berwarna putih, rambut hyunmie yang biasa di biarkan lurus di buat sedikit ikal. .

Sesaat hyunmie terduduk di depan meja riasnya menghelah nafas lelah. .

“sebenarnya ada apa denganku? Kenapa sejak tadi malam pikiranku jadi bimbang, kenapa aku jadi ragu.” gumam hyunmie lemas hatinya yang mulai terbuka untuk kyuhyun malah harus di tarik lagi oleh siwon, namja protektif tapi begitu peduli dan menyayanginya. .

Tak lama hyunmie menggelengkan kepalanya lalu mulai beranjak keluar kamar. .

“pagi oppa.” ucap hyunmie pada leeteuk sambil duduk di meja makan sedang oppanya sibuk memakan rotinya sambil mata dan tangannya yang lain sibuk menulis. .

“pagi saeng mian op.” sesaat leeteuk terdiam roti di mulutnya jatuh kemeja pena yang sedang ia pegang lepas dari tangannya, leeteuk terpana melihat penampilan saengnya. .

“hyunmie_ya naneun jeongmal yeoppuna.” gumam leeteuk pelan, membuat hyunmie sedikit salah tingkah karenanya. .

“jinjja? Gomawo oppa.”

“tapi ada apa? Kau merubah penampilanmu? Bukankah kau sudah tak menggunakan pakaian itu setahun lalu?” ucap leeteuk sambil menormalkan kondisinya yang masih terkagum-kagum. .

“entahlah aku mau saja oppa.” gumam hyunmie membuat leeteuk mengerutkan keningnya. .

“apa karena permintaan siwon?” selidik leeteuk. .

“anniya aku hanya ingin menata hatiku saja oppa dari pelarianku, walaupun siwon oppa memang memintanya tapi bukan karena itu juga, chinguku juga protes dengan penampilan serampanganku oppa.” ucap hyunmie dan di balas anggukan mengerti oleh leeteuk. .

sesaat hyunmie dan leeteuk terdiam. .

“wae? Apa ada yang ingin oppa bicarakan?” tanya hyunmie sambil mengoles roti dengan selai coklat kesukaannya, hyunmie tau oppanya akan terdiam setiap kali ada yang mengganggu pikirannya yang ragu untuk di utarakan pada hyunmie. .

“hmm bolehkah oppa bilang pada seseorang kalau kau dongsaeng oppa? Hanya 1 orang saja ne.” ucapan leeteuk membuat hyunmie terdiam lalu menatap oppanya sambil memicingkan matanya. .

“apa pada yeoja menyebalkan itu eoh?” ucap hyunmie menebak-nebak. .

“mwo? Nugu? Dia tidak menyebalkan dia baik.” ucap leeteuk tak terima, dan hyunmie hanya berdecak tak percaya ternyata tebakannya benar. .

“buat dia jadi yeojamu dulu oppa, baru beritahu aku ini siapamu.” ucap hyunmie yang membuat leeteuk sedikit kelabakan, hyunmie hanya cekikikan lalu melangkah keluar rumah membiarkan leeteuk yang berteriak membela diri. .

Hyunmie melangkah dengan ringan menuju kampus, tak menyadari tatapan kagum yang tertuju padanya dari sejak turun dari mobil putih kesayangannya, hingga seseorang merangkulnya dari belakang. .

“ya kenapa meninggalkan oppa tadi di rumah.” ucap seorang namja yang tak lain adalah leeteuk. .

“makanya jangan mengoceh saja aku tinggal kelabakan!” ucap hyunmie cuek, walaupun jeritan yeoja di sekitaranya sudah sangat bising di telinga, dan itu karena leeteuk merangkul hyunmie sangat mesra. .

“oppa. .” gumam seorang yeoja yang berpapasan dengan hyunmie dan leeteuk membuat leeteuk menarik tangannya dari bahu hyunmie. .

“ah ini tidak, ya kau mau kemana ais.” belum juga di jelaskan yeoja itu sudah lari duluan, sesaat hyunmie cekikikan membuat leeteuk kesal dan tanpa menunggu lama langsung mengejar yeoja itu. .

Tapi cekikian hyunmie berhenti ketika sebuah tangan memeluknya dari belakang dan menghirup bahu belakang hyunmie yang memang sedikit terbuka. .

“aku suka baju yang kau pakai, kau jadi sangat cantik hari ini.” gumam orang itu di telinga hyunmie membuat hyunmie melepas pelukannya lalu berbalik dan memberi jarak sedikit dengan namja di hadapannya yang tersenyum senang dan tak lain adalah siwon. .

“jinjja oppa? Gomawo ah mian aku harus pergi kesuatu tempat dulu.” ucap hyunmie sedikit tergesa-gesa tanpa memperdulikan kata-kata siwon yang ingin menemaninya. .

Dan inilah tempat yang di pilih hyunmie untuk menyendiri, taman luas di belakang universitas kyunghee. .

“hmmm aku kesepian.” gumam hyunmie pelan, sesaat dia menyandarkan kepalanya di pohon maple, memasang handset untuk merilexkan pikiran dan matanya, hyunmie menutup mata mendengarkan musik my heart will go on kesukaannya. .

Entah berapa lama hyunmie disana tapi tetap saja walaupun memejamkan mata dia masih sadar dan menikmati lagu di telinganya, dan tidak heran ketika sesuatu menempel di bibirnya hyunmie reflek membuka matanya, sesaat hyunmie tertegun menatap mata yang tertutup di hadapannya, mata hyunmie membulat ketika menyadari siapa yang sedang menciumnya, hingga perlahan mata itu terbuka dan juga menatap mata hyunmie, namja di hadapan hyunmie tak melepas bibirnya di bibir hyunmie walaupun sudah tau dia mencuri ciuman, binggung hyunmie akhirnya menutup matanya dan di susul dengan namja itupun juga menutup matanya dan mulai menggerakan bibirnya perlahan. .

Di tempat lain seorang namja hanya bisa menatap marah, dan rasa ngilu di hatinya, air matanya perlahan jatuh mengisyaratkan betapa terluka hatinya melihat yeoja yang di cintainya berciuman dengan namja lain. .

“apa namja itu yang menggantikan posisiku di hatimu hyunmie_ya?” gumam namja itu pelan sambil melangkah pergi dari taman yang seharusnya tempat paling indah untuk banyak orang, tapi tidak untuknya.

entah berapa lama hyunmie dan namja yang memeluknya itu berciuman, karena ketika terlepas sesaat kemudian namja itu menyambung kembali ciumannya dengan hyunmie, tanpa memberi jeda pada hyunmie untuk memasok udara lebih banyak pada paru-parunya, sesekali hyunmie dan namja itu membuka mata menatap manik mata masing-masing lalu kembali menutup mata menikmati setiap kecupan dan lumatan lembut yang membuat dada serasa sesak, perlahan ciuman itu melambat yang tersisa hanya kecupan ringan, namja itu menatap hyunmie sayu meraba bibir hyunmie yang memerah dengan ibu jarinya, menempelkan keningnya ke kening hyunmie. .

“kau cantik sekali, kau mau membuatku gila eoh?” ucap namja itu lembut sambil mengelus pipi hyunmie yang masih merona. .

“wae? Bukankah kau marah padaku? Bukankah aku mengecewakanmu?” ucap hyunmie sendu, menatap namja di hadapannya binggung. .

Perlahan namja itu memeluk hyunmie erat lalu mengelus sayang kepala hyunmie. .

“bagaimana aku bisa marah jika kau secantik ini walaupun itu bukan untukku.” ucap namja itu pelan. .

Hyunmie menatap namja di hadapannya bersalah, namja di hadapannya hanya tersenyum tipis lalu mengecup kening hyunmie pelan. .

“aku binggung, apa kau tidak marah padaku?” ucap hyunmie polos. .

Kyuhyun hanya menarik nafas kesal lalu merengut menatap hyunmie, membuat seulas senyum terlihat di wajah hyunmie. .

“tentu saja aku marah kau pikir hatiku terbuat dari batu eoh? Kau memilih namja itu dan meninggalkanku eoh.” dengus kyuhyun sambil memalingkan wajahnya dari hyunmie dan kembali membuat hyunmie cekikikan, bukankah tadi dia bilang tak bisa marah, tapi lihat dia seperti anak kecil yang marah karena tak di belikan permen kesukaannya. .

Hyunmie merengkuh wajah kyuhyun dengan tangan kirinya agar kyuhyun menatapnya, hyunmie menggesek-gesekan hidungnya pada kyuhyun membuat kyuhyun sedikit tertegun. .

“mian, mianhae.” bisik hyunmie sambil kembali mengecup bibir kyuhyun yang kembali membuatnya sport jantung, rasanya beda jika hyunmie yang memulai sentuhan itu, kyuhyun merasa apa yang dia pikirkan dan rasakan juga dirasakan hyunmie. .

“kyu? Kau kenapa?” tanya hyunmie yang masih termenung akibat perlakuan hyunmie tadi. .

“a. .anni nan nan jeongmal hengbokhe.” ucap kyuhyun tersenyum canggung yang membuat hyunmie memiringkan kepalanya binggung. .

“jadi kau sudah tak marah?” tanya hyunmie dan di balas anggukan kyuhyun. .

“aku akan menunggumu.” ucap kyuhyun lembut, hyunmie menarik nafas sakit. .

“tapi aku tak mau kau terluka.”

“justru karena itu, aku akan menunggu karena kau tak mungkin menyakitiku.” ucapan kyuhyun kembali membuat hyunmie di lema. .

kyuhyun menarik nafas lemas melihat masih banyak keraguan di mata hyunmie, kyuhyun memang tak terima dengan semua ini karena statusnya yang sekarang tak jelas bagi hyunmie, tapi kyuhyun berusaha memahami kenyataan jika posisinya memang belum aman dan unggul di banding siwon. .

“sudahlah kau tak perlu memikirkan hal ini lebih jauh lagi, kita jalani saja dulu biar aku yang mencari jalan keluarnya.” ucap kyuhyun sambil tersenyum tipis lalu memeluk hyunmie erat-erat. .

“gomawo jeongmal mianhae.” gumam hyunmie lirih dan hanya di balas gumaman kecil dari kyuhyun. .

Tak lama hp kyuhyun berbunyi membuat kyuhyun melepas pelukannya pada hyunmie. .

“yeobseo? . . .ah hyung ne waeyo? . . .ne aku pasti datang. . . .ye?. .ah ne dia ada denganku. . . .ne algeseyo.” setelah itu kyuhyun menutup percakapannya di hp lalu tersenyum kembali pada hyunmie. .

“kau bawa baju karatemu?” tanya kyuhyun sambil mengelus kepala hyunmie dan hyunmie hanya mengangguk manja. .

“sungmin hyung sudah memanggil kita untuk latihan.” ucap kyuhyun sambil kembali mengecup bibir hyunmie kilat. .

Sekali lagi hyunmie hanya mengangguk polos membuat kyuhyun kembali tertegun lalu dengan gemas memeluk hyunmie erat-erat. .

“huuf lama-lama aku bisa gila kalau begini terus.” gumam kyuhyun pelan yang masih cukup terdengar oleh hyunmie, hyunmie menatap kyuhyun binggung. .

“memang kenapa?” tanya hyunmie polos, membuat kyuhyun menggosok gosok tengkuknya binggung. . .

“a. .anniya lebih baik kita pergi sekarang kajja.” ucap kyuhyun sambil berdiri dan ikut membantu hyunmie berdiri. .

Kyuhyun masih binggung harus bagaimana akhirnya dia memutuskan pergi lebih dulu, meninggalkan hyunmie yang masih mengerutkan kening kebinggungan. .

“dia kenapa? Aneh sekali.” gumam hyunmie yang ikut menyusul dari belakang. .

semua anggota karate sudah berkumpul, mereka sejak tadi tak henti-hentinya menatap hyunmie antara terpaku, heran, senang, bersemangat dan perasaan aneh lainnya. Bagaimana tidak, pertama saat masuk club karate pakaian hyunmie yang amat feminim membuat semua anggota karate tak berkedip, kedua sejak tadi hingga pemanasan berakhir hyunmie terus tersenyum dan jujur itu tidak baik untuk anak-anak karate karena jantung mereka dan juga pikiran tak akan bekerja semestinya. .

Dan terakhir saat pelatihan pada anak-anak baru hyunmie senang sekali melatih atau lebih tepatnya menyiksa kyuhyun yang memang butuh perhatian khusus mengingat kyuhyun memang masih sangat baru di club karate. .

“hyung? Ada apa dengan noona? Tidak biasanya seperti ini?” tanya taemin pada sungmin yang hanya tersenyum melihat kyuhyun yang di banting berulang-ulang oleh hyunmie. .

“kenapa? Molla. .mungkin suasana hyunmie sedang bagus.” ucap sungmin pura-pura tidak tau, padahal sungmin menikmati adegan di taman tadi=,=

“ku dengar siwon hyung pulang, apa mungkin karena itu?” ucap minho membuat seluruh anak karate yang sedang latihan bersama sungmin berhenti. .

“MWO?” ucap anak karate serempak, membuat hyunmie berhenti sesaat menatap anak-anak karate yang di latih sungmin. .

“WAEYO? Kalian bicara apa eoh?” teriak hyunmie dari jauh karena hyunmie memang melatih anak-anak baru agak jauh dari sungmin yang melatih anak-anak karate yang sudah lama. .

“anni noona gwenchana.” teriak taemin membuat hyunmie mengangguk dan kembali melanjutkan penyiksaannya pada kyuhyun. .

“kau tau dari mana minho hyung?” tanya taemin penasaran. .

“seluruh kampus sudah tau, tanya sungmin hyung.” ucap minho pada sungmin yang sesaat menatap hyunmie dan kyuhyun. .

“apapun yang merubah hyunmie kita berdoa saja itu tulus dari hatinya.” ucap sungmin pelan dan di amini oleh anggota karate lain. .

“tapi penampilannya sekarang sangat kontras dengan kemampuan karatenya hyung.” ucap taemin yang kembali di amini oleh anak-anak karate. .

“kau ini kenapa lembek sekali.” ucap hyunmie yang kembali membanting tubuh kyuhyun yang hanya meringis kesakitan. .

“yaa bisa tidak kau halus sedikit.” rutuk kyuhyun, membuat hyunmie berdecak kesal tak lama hyunmie mengulurkan tangannya membantu kyuhyun berdiri, dengan sigap kyuhyun menarik tangan hyunmie dan beginilah sekarang hyunmie malah menindih tubuh kyuhyun, hyunmie hanya mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum teriakan seluruh anak karate membuat mereka terduduk, dengan sebal hyunmie memukul kepala kyuhyun keras-keras. . .

“YAAK APPO.” bentak kyuhyun. .

“pabo. .” ucap hyunmie pelan sambil mengerucutkan bibirnya kesal. .

Melihat itu kyuhyun hanya terkekeh geli. .

“apa aku boleh mengganggu sebentar?” tiba-tiba seseorang masuk kearena latihan menggunakan pakaian karate dan sabuk hitam sama seperti hyunmie dan sungmin. .

semua anak karate menatap kearah sesosok namja yang berkacak pinggang sambil tersenyum evil pada anak-anak baru khususnya. Sesaat semua terdiam tapi tak lama kembali pada kegiatan masing-masing seolah tak memperdulikan kedatangannya. . .

“ya, ya, ya aku sunbae kalian kenapa tidak menyambutku.” ucap namja itu sebal. .

“annyeong haseo seung hyun sunbae.” teriak anak karate serempak bermalas-malasan membuat seung hyun semakin sebal tak di anggap. .

“YAAK.” bentak seung hyun membuat hyunmie mendekat. .

“waeyo? Sunbae shkkiro, sunbae lupa kalau sunbae telat datang? Dan dengan seenaknya marah-marah.” ucap hyunmie malas, ucapan hyunmie membuat seung hyun semakin marah, hey secara umur dia lebih tua dari hyunmie dan lebih lama darinya di karate walaupun dari tingkat sabuk hyunmie lebih tinggi darinya. .

“kau. Geure hari ini aku ingin adu kekuatan denganmu.” ucap seung hyun sebal membuat seluruh anak karate menghentikan kegiatan mereka, sungmin juga mendekat kearah seung hyun. .

“sudahlah kita latihan saja.” ucap sungmin sambil menepuk bahu seung hyun, tapi seung hyun menghempaskan tangan sungmin. .

“hoobae sepertinya perlu di beri pelajaran.” ucap seung hyun sambil menatap hyunmie tajam, hyunmie hanya menghelah nafas lemas, meski sangat malas melayani sunbaenya yang 1 ini tapi seung hyun tidak akan diam sebelum hyunmie melayaninya. .

SKIP

hyunmie terduduk di tengah arena pertandingan, sedang anak-anak karate hanya menatap takut menonton pertandingan sunbae mereka itu, seung hyun sendiri sudah tergeletak di mattras sambil memegang pergelangan tangannya yang di pastikan keseleo karena berulang kali di banting hyunmie. .

“apa ini cukup sunbaenim?” gumam hyunmie sambil menyeka keringatnya. .

Seung hyun hanya menatap sebal ke arah hyunmie sambil merintih kesakitan, perlahan hyunmie mendekat kearah seung hyun. .

“kemarikan tanganmu.” ucap hyunmie pelan. .

“ma. .mau apa kau, tak puas menyiksaku eoh?” rutuk seung hyun sebal. .

Hyunmie tersenyum dan menarik tangan seung hyun paksa. .

“aku hanya ingin melakukan ini.”

KRRETAK

“AAAAA APPO.” jerit seung hyun ketika hyunmie memperbaiki persendian seung hyun yang terkilir. .

“ck oppa kau manja sekali.” gumam hyunmie duduk di hadapan seung hyun, seung hyun sendiri yang tadinya tertidur merubah posisinya jadi duduk menghadap hyunmie. . .

“ck lagi-lagi kau yang menang.” ucap seung hyun sambil memutar-mutar tangan kirinya. .

“suruh siapa menatangku.” ucap hyunmie sambil terkekeh geli dengan sebal seung hyun memukul kepala hyunmie keras-keras. . .

“YAAK.”

“impas.” gumam seung hyun pada hyunmie membuat hyunmie mendengus sebal tapi tak lama tersenyum tipis. .

“mungkin aku selalu kalah darimu tapi orang ini pasti akan membuatmu kalah.” ucap seung hyun tersenyum licik membuat hyunmie mengerutkan keningnya. .

“nugu?” ucap hyunmie penasaran dan tak lama kemudian seorang namja masuk ke lapangan, kali ini semua anak karate menatap hyunmie simpatik apa lagi tatapan hyunmie memang berubah setelah menatap namja itu. .

“oppa. .” gumam hyunmie. .

“kau tak lupakan dengan namja yang selalu mengalahkanmu ini?” ucap seung hyun sambil berdiri menepuk bahu namja di sampingnya. .

Hyunmie juga ikut berdiri dan tersenyum canggung pada namja di hadapannya. .

“mau melawanku?” ucap namja itu di hadapan hyunmie, sesaat hyunmie menatap kyuhyun yang menatap siwon tak suka, iya itu siwon namja yang selalu bisa mengalahkan hyunmie di berbagai aspek termasuk karate. .

“baik kali ini aku tak akan kalah.” ucap hyunmie mantap. .

siwon tersenyum lalu mengulurkan tangan tanda setuju memulai pertandingan dengan hyunmie, hyunmie langsung menjabat tangan siwon dan tanpa aba-aba membanting tubuh siwon begitu saja. .

Seluruh anak karate bersorak dan langsung membuat lingkaran kembali di sekeliling hyunmie dan siwon, seung hyun yang melihat itu langsung mundur dan ikut duduk beserta anak karate lainnya. .

Siwon meringis kesakitan memegang bahunya tapi kemudian tersenyum kearah hyunmie. .

“pemanasan boleh juga.” ucap siwon lalu berdiri di hadapan hyunmie. .

“kombinasi atau bantingan?” ucap hyunmie menatap siwon datar. .

“ini yang kusuka, kau akan sangat garang ketika sudah berurusan dengan karate. Bantingan, aku ingin kita gunakan teknik bantingan.” ucapan siwon membuat keadaan hening seketika. Tidak biasanya siwon menantang hyunmie menggunakan teknik bantingan, karena biasanya siwon menantang hyunmie lewat tendangan dan pukulan. .

“oppa yakin?” ucap hyunmie datar. .

“sure. .kita mulai.” siwon langsung menyerang hyunmie, tapi dalam teknik bantingan hyunmie lebih ahli dari siwon dan dalam 10 detik siwon di banting kuat-kuat oleh hyunmie dan saat itu juga siwon menarik tangan hyunmie hingga ikut terjatuh dan adegan selanjutnya cukup membuat seseorang di hadapan hyunmie dan siwon menggeram marah. . .

Bibir hyunmie menempel di bibir siwon tapi dengan cepat hyunmie berdiri kembali, sesaat siwon tersenyum licik pada kyuhyun yang menatapnya tajam. .

“mian.” ucap siwon santai dan di balas anggukan hyunmie, ternyata siwon hanya sekali membiarkan hyunmie menang karena kenyataannya hyunmie berulang kali di banting oleh siwon. .

“apa saja yang kau lakukan selama 1 tahun terakhir? Kenapa kau lemah sekali.” ucap siwon sambil terduduk menatap hyunmie yang meringis kesakitan. .

Sementara kyuhyun hanya bisa menatap garang kearah siwon karena tak bisa mendekat atau menolong hyunmie kedua tangannya di genggam erat oleh sungmin dan seung hyun. .

Sesaat hyunmie menatap kyuhyun lalu menatap siwon. .

“aku lelah.” ucap hyunmie sambil berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan arena pertandingan yang sejak tadi sudah mulai membuat hatinya tak nyaman. .

baru saja melangkah beberapa langkah hyunmie berhenti ketika kyuhyun buka suara. .

“aku menatangmu siwon_sshi.” ucap kyuhyun sambil berdiri dari duduknya, ucapan kyuhyun reflek membuat hyunmie berbalik. .

Siwon tersenyum tipis lalu berdiri menatap kyuhyun meremehkan. .

“wae? Apa ada keharusan aku menerima tantangan anak baru sepertimu?” ucap siwon sambil melipat kedua tangannya di dada, sungmin yang melihat itu ikut berdiri lalu menepuk bahu kyuhyun. .

“sudahlah kyu.” ucap sungmin menasehati, sungmin tau kyuhyun marah saat ini tapi menantang siwon sama saja mempermalukan diri sendiri, secara tingkatan siwon sudah cukup berpengalaman bukan.

Kyuhyun menurunkan tangan sungmin dari bahunya perlahan mendekat kearah siwon. .

“jika aku menang kalung di lehermu harus kau berikan padaku.” ucapan kyuhyun kali ini membuat siwon menelan ludah payah, sesaat ia tertegun tapi terkejut ketika hyunmie mendekat dan menampar kyuhyun. .

Keadaan hening tak ada suara, hyunmie menatap nanar kearah kyuhyun yang menatapnya tak percaya, tapi mata hyunmie yang menyiratkan kekecewaan menyadarkan kyuhyun bahwa yeojanya salah paham. .

Hyunmie menangis dan berlari meninggalkan lapangan, siwon menatap geram kearah kyuhyun marah karena hyunmie menangis dan ini karena orang lain. .

kyuhyun hanya menatap kepergian hyunmie nanar untuk sementara ini memang bukan saatnya kyuhyun memberi penjelasan pada hyunmie, tak lama kyuhyun menatap siwon tajam. . .

“otte apa kau mau melawanku?” ucap kyuhyun dengan santainya, membuat siwon mendengus sebal. .

“kalaupun kau bisa mengalahkanku, jangan harap kalung ini jadi milikmu.” ucap siwon menatap kyuhyun tajam. .

“anni. Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku.” ucapan kyuhyun membuat siwon tertegun tapi dengan cepat siwon menunjukan wajah datarnya lagi. .

“apa maksudmu? Kalung ini milikku dulu, sekarang ataupun seterusnya kalung ini akan tetap menjadi milikku.” ucap siwon setenang mungkin, kyuhyun tersenyum licik lalu semakin merapat kearah siwon membuat anak karate merapat bermaksud memisahkan keduanya yang mungkin akan terjadi perkelahian tak seimbang, tapi sungmin melarang siapapun mendekat. .

“geure, tapi yang aku tau kalung itu milikku yang kau ambil di pesiar 8 tahun lalu wonie hyung.” bisik kyuhyun pada siwon sambil mendorong bahu siwon dengan bahunya lalu melangkah pergi meninggalkan siwon yang shock dan membeku di tempat. .

Sungmin yang melihat itu langsung menyusul kyuhyun, seung hyun sendiri menepuk bahu siwon memastikan sahabatnya itu baik-baik saja. .

Tapi dengan perlahan siwon menurunkan tangan seung hyun lalu melangkah pergi dengan tatapan kosong tidak memperdulikan keadaan anak-anak karate yang kebinggungan. .

“ada apa sebenarnya?” ucap taemin binggung. .

“masalah orang dewasa kajja kita latihan lagi saja.” ucap minho sambil merangkul taemin dan kembali berlatih. .

kyuhyun terduduk di ruang ganti karate pikirannya mulai kalut, mungkin tindakannya bodoh tadi tapi tidak ada cara lain agar hyunmie bisa seutuhnya menjadi kekasihnya, ah atau mungkin mengambil apa yang menjadi haknya sejak dulu. .

“sebenarnya apa yang tidak aku ketahui kyu?” tanya sungmin sambil duduk di sebelah kyuhyun. .

“semua terlalu rumit hyung, yang sekarang harus di pikirkan bagaimana cara mengalahkan siwon sunbae jika dia menerima tantanganku.” ucap kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi. .

“aku rasa siwon tidak semudah itu menerimanya, dia bukanlah orang yang mengambil tindakan gegabah dan konyol kyu.” ucap sungmin berpendapat tapi pada kenyataannya semua ini bukanlah masalah kecil mau itu untuk kyuhyun maupun siwon. .

“hyung tidak mengerti kondisinya seperti apa.” ucap kyuhyun lemas. .

“kalau begitu jelaskan padaku, serumit apapun itu selama ini kita bersahabat bahkan aku sudah menganggapmu seperti saeng sendiri. Katakanlah jika aku mampu aku pasti akan membantu.” ucapan sungmin membuat kyuhyun menarik nafas dalam-dalam dan sepertinya kyuhyun siap membawa sungmin pada kejadian yang sungguh ingin kyuhyun lupakan. . .

_o0o_

siwon sendiri terdiam di taman tatapan matanya kosong tapi tangannya tak henti-hentinya menggenggam bandul kalung yang melingkar di lehernya. .

“ada apa sebenarnya?” tanya seung hyun yang sejak tadi hanya melihat siwon terdiam, pikirannya melanglang buana tak jelas memikirkan apa. .

“gwenchana, hanya masa lalu yang ingin ku kubur dalam-dalam saja.” ucap siwon datar. .

“lalu apa yang membuatmu memikirkannya lagi?” pertanyaan seung hyun begitu sederhana tapi cukup membuat siwon merasa ketakutan, takut jika yeojanya di ambil orang, bahkan hatinya sudah di ambil darinya dan siwon akan lebih tak sanggup lagi jika hyunmie benar-benar pergi darinya, perjuangannya selama ini akan sia-sia jika pada akhirnya hyunmie pergi darinya. .

“masalalu itu datang dan menjelma di hadapanku secara tiba-tiba, bagaimana mungkin aku tak memikirkannya.” ucap siwon sambil tersenyum miris. .

“apa masalalu itu tak bisa kau kubur seperti dulu lagi?” pertanyaan seung hyun membuat siwon kembali tersenyum miris. .

“takdir mungkin sedang baik padaku waktu itu hingga tanpa menguburnya masa lalu itu menjauh dan menghilang, tapi rasanya takdir tak selalu memihakku. Masalalu itu datang dan membuatku sedikit takut kehilangan.” kali ini siwon melepas kalung di lehernya lalu menggenggamnya erat-erat. .

“kalung ini miliku, dulu sekarang ataupun kedepannya nanti, tidak peduli seberapa sulit mempertahankannya dia nyawaku.” ucap siwon sambil menatap kalung itu lekat-lekat bayangan senyuman hyunmie berkelebatan di kepalanya membuat siwon meneteskan air matanya. Seung hyun yang tak tau apa-apa hanya bisa menepuk-nepuk bahu siwon pelan, mungkin bisa sedikit mengurangi beban sahabatnya ini. .

siwon sendiri terdiam di taman tatapan matanya kosong tapi tangannya tak henti-hentinya menggenggam bandul kalung yang melingkar di lehernya. .

“ada apa sebenarnya?” tanya seung hyun yang sejak tadi hanya melihat siwon terdiam, pikirannya melanglang buana tak jelas memikirkan apa. .

“gwenchana, hanya masa lalu yang ingin ku kubur dalam-dalam saja.” ucap siwon datar. .

“lalu apa yang membuatmu memikirkannya lagi?” pertanyaan seung hyun begitu sederhana tapi cukup membuat siwon merasa ketakutan, takut jika yeojanya di ambil orang, bahkan hatinya sudah di ambil darinya dan siwon akan lebih tak sanggup lagi jika hyunmie benar-benar pergi darinya, perjuangannya selama ini akan sia-sia jika pada akhirnya hyunmie pergi darinya. .

“masalalu itu datang dan menjelma di hadapanku secara tiba-tiba, bagaimana mungkin aku tak memikirkannya.” ucap siwon sambil tersenyum miris. .

“apa masalalu itu tak bisa kau kubur seperti dulu lagi?” pertanyaan seung hyun membuat siwon kembali tersenyum miris. .

“takdir mungkin sedang baik padaku waktu itu hingga tanpa menguburnya masa lalu itu menjauh dan menghilang, tapi rasanya takdir tak selalu memihakku. Masalalu itu datang dan membuatku sedikit takut kehilangan.” kali ini siwon melepas kalung di lehernya lalu menggenggamnya erat-erat. .

“kalung ini miliku, dulu sekarang ataupun kedepannya nanti, tidak peduli seberapa sulit mempertahankannya dia nyawaku.” ucap siwon sambil menatap kalung itu lekat-lekat bayangan senyuman hyunmie berkelebatan di kepalanya membuat siwon meneteskan air matanya. Seung hyun yang tak tau apa-apa hanya bisa menepuk-nepuk bahu siwon pelan, mungkin bisa sedikit mengurangi beban sahabatnya ini. .

STORY BEGENNING

hyunmie sendiri masih menangis di dalam mobilnya tak lama di menatap telapak tangannya lalu kembali menangis, hyunmie kesal pada kyuhyun tapi di sisi lain juga merasa bersalah karena menamparnya. .

“nappeun kau taukan betapa berartinya kalung itu untuku, kenapa kau malah menjadikannya taruhan, itu benda terakhir yang orangtuaku titipkan pada siwon oppa jadi tak bisa dengan mudah kau ambil begitu saja.” isak hyunmie semakin keras. .

Kyuhyun yang melihat itu dari luar mobil hanya bisa menatap hyunmie sendu, untuk saat ini dia tak mungkin mendekati hyunmie dan mengatakan semuanya, kyuhyun juga perlu bukti kalau kalung yang ada di leher siwon sekarang adalah miliknya. .

“aku akan membantumu kyu.” ucap sungmin sambil menepuk bahu kyuhyun pelan. .

“gomawo hyung.” ucap kyuhyun sambil tersenyum tipis. .

2 hari kemudian

semenjak kejadian tempo hari hyunmie tak pernah datang ke kampus, mimpi-mimpi seram itu datang lagi membuat hyunmie tak pernah tidur nyenyak dan terpaksa selalu di temani leeteuk jika tidur. .

Hyekyung dan yerye yang baru pulang dari jeju setelah berlibur bersama ryeowook dan yesung baru mengetahui kabar tentang kejadian 2 hari yang lalu. .

“payah, baru di tinggal 3 hari mereka sudah bertengkar saja.” gerutu hyekyung sebal. .

“kita satukan saja lagi chagi.” ucap ryeowook sambil memeluk hyekyung dari belakang. .

“tidak mudah, jika sudah berurusan dengan kalung itu.” ucap yerye lemas. .

“apa sepenting itu?” tanya yesung heran. .

“ne penting sekali.” ucap hyekyung lemas. . .

“kita buat mereka berbaikkan dulu saja otte?” usul ryeowook membuat hyekyung dan yerye saling bertatapan. .

“apa?” tanya hyekyung dan yerye berbarengan. .

“ini.” yesung memperlihatkan makalah pada hyekyung dan yerye sesaat keduanya binggung tapi kemudian tersenyum evil ketika melihat isi makalah tersebut. .

“YAAK IGE MWOYA?” bentak kyuhyun setelah membaca isi makalah yang ryeowook dan yesung berikan. .

“waeyo? Bukankah kau memiliki perlengkapannya lebih lengkap dari kami, kau juga tertarik bukan dengan hal-hal seperti itu.” tapi kenapa hanya aku dan hyunmie yang bekerja, kalian melakukan apa eoh? Lagipula dari pada bekerja dengan hyunmie aku lebih suka sendiri mengerjakannya.” dengus kyuhyun tak terima. .

“tugas kami menyusun dan minta tanda tangan ke aoutorium, adilkan sama-sama susah. Soal hyunmie anggap kau sedang menolong kami berdua.” ucap yesung sedikit memohon. .

“ne kalau ada hyunmie kami tak bisa dekat dengan yeoja chingu kami.” tambah ryeowook dengan wajah aeygonya. .

“itu enak kalian tidak denganku, yeoja itu takut gelap.” rutuk kyuhyun sebal. .

“yasudah tukar saja.” ucap yesung datar. .

“arra, araseo aku akan lakukan.” bentak kyuhyun sebal. .

“oky mulai malam ini, datang dan bawa alat-alatnya ke rumah hyunmie.” ucap ryeowook sambil bermaksud pergi bersama yesung tapi tangannya di tahan kyuhyun. .

“apa aku harus pergi sendiri.” pertanyaan kyuhyun sontak di jawab kompak oleh yesung dan ryeowook. .

“tentu saja karena kami harus kencan malam ini.” ucapan ryeowook dan yesung membuat kyuhyun melongo tak percaya. .

“YAAK MATI KALIAN.” bentak kyuhyun sambil mengejar ryeowook dan yesung yang sudah berlari lebih dulu. .

@home family park

hyunmie hanya terdiam mungkin sebentar lagi akan menangis, leeteuk yang melihat itu duduk berjongkok di hadapan hyunmie yang terduduk di kursi ruang tv. .

“mianhae tapi oppa harus pergi.” ucap leeteuk lemas. .

“tak bisakah oppa tunda dulu. Atau aku ikut saja ne.” rajuk hyunmie pada leeteuk. .

“tidak bisa. Kau ingat kau kuliah lagipula oppa hanya 3 bulan di jepang.” ucap leeteuk sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi hyunmie yang mulai basah karena air mata. .

“oppa tidak kasihan padaku eoh? Aku butuh oppa.” isak hyunmie sambil memeluk leeteuk erat-erat, ini pertama kalinya semenjak meninggalnya kedua orang tua mereka leeteuk meninggalkan hyunmie sendirian. Di tambah keadaan hyunmie memang sedang tidak baik belakangan ini. .

“mianhae saengie oppa harus tetap pergi, oppa janji pulang sebelum ulang tahunmu.” ucap leeteuk lembut sambil mengelus kepala saengnya sayang. .

“tapi aku takut sendirian oppa.” ucap hyunmie sesegukan. .

“kau bisa ajak yerye dan hyekyung menginapkan di rumah, oppa janji skripsinya tidak lama ne.” dengan terpaksa hyunmie mengangguk walaupun berat hati di tinggal oppanya. .

***

hyunmie terdiam di kursi sambil sesekali memindahkan siaran televisi menggunakan remot, itu berlangsung hampir 1 jam membuat hyunmie mendengus kesal, biasanya ketika seperti ini hyunmie sedang asik mengganggu oppanya yang sedang belajar tapi karena skripshi hyunmie hanya bisa menonton televisi, hyekyung dan yerye sedang asik berkencan dengan pasangannya membuat hyunmie tak tega meminta mereka menemaninya, siwon sendiri sudah mengajak hyunmie jalan-jalan tapi hyunmie beralasan ingin tidur lebih cepat padahal jam baru menunjukan 7 malam. .

“hufh membosankan.” rutuk hyunmie sebal dan mematikan tv di hadapannya lalu berjalan menuju balkon rumah di kamarnya. .

Hyunmie menopang dagu di balkon menatap kelangit malam yang gelap, walaupun gelap lampu balkon cukup terang jadi hyunmie tak terlalu takut. .

Hyunmie menatap langit lekat-lekat hingga sebuah senyuman terlihat di wajahnya, mengingat kejadian di padang ilalang dan juga cerita dewi andromeda yang kyuhyun ceritakan padanya, semenjak kejadian itu hyunmie juga sering melihat bintang setiap malam walaupun tak sebanyak di padang ilalang, bintang di langit malam seoul bisa di hitung dengan jari. .

hyunmie kembali tersenyum ingatannya mulai berputar ke 8 tahun lalu, mengingat seorang namja kecil yang selalu menangkapkan bintang-bintang di langit, dulu saat mengalaminya hyunmie merasa itu benar-benar terjadi ketika pangeran bintangnya menangkap bintang jatuh dengan tangannya dan memberikannya batu seperti bintang yang ternyata adalah bintang laut. .

Setelah mengetahuinya sekarang hyunmie merasa di bohongi memang tapi dia juga merasa senang, pangeran bintangnya berusaha menghiburnya ketika bosan di kapal pesiar dulu. .

Tapi rasa sedih kembali hadir ketika mengingat pangeran bintangnya menghilang semenjak kejadian di pesiar dulu atau mungkin sudah tak ada di dunia ini. .

Tiba-tiba bintang jatuh terlihat membuat hyunmie membulatkan matanya, memekik senang lalu mengulurkan tangannya kelangit seolah menangkap bintang tersebut lalu menariknya lagi tangan ke dadanya. .

Perlahan hyunmie menutup matanya. .

“aku harap jika pangeran bintang masih hidup aku bisa bertemu dengannya, tapi jika sudah tiada kuharap aku menemukan pangeran bintang yang lain.” gumam hyunmie pelan sambil tersenyum tipis, saat membuka mata hyunmie melihat wajah seseorang di langit, wajah orang yang ia rindukan yang membuatnya nyaman, hyunmie menggeleng kuat lalu menatap lagi kelangit dan melihat beberapa bintang yang membentuk rais bintang yang tak asing untuknya. .

“andromeda?” gumam hyunmie pelan. .

Lamunan hyunmie terganggu ketika bel rumahnya berbunyi. .

“siapa malam-malam bertamu?” hyunmie mengerutkan keningnya heran tapi kemudian hyunmie sedikit berlari menuju pintu karena yang memencet bel tak sabaran. .

“ne chakkamanyo.” ucap hyunmie sambil membuka pintu dan menatap siapa yang datang, hyunmie terdiam menatap orang di hadapannya yang menatapnya kaku. .

“wae?” ucap orang tersebut melihat raut wajah hyunmie yang berubah menjadi kesal. .

“mau apa kau kemari.” ucap hyunmie ketus. .

“ck tega kau membiarkan aku berdiri begini?” ucap kyuhyun tak terima dengan sikap dingin hyunmie. .

“buat apa menampung orang yang jelas-jelas membuat aku tidak masuk kuliah 3 hari ini.” ucap hyunmie datar. .

“mianhae, jika soal masalah kalung itu, aku belum bisa memberi alasannya. Aku kesini ingin mengerjakan tugas dosen ahan denganmu.” ucap kyuhyun sambil memberikan makalah pada hyunmie, sesaat hyunmie menatap makalah tersebut lalu mengambilnya dan membukanya, hyunmie mengerutkan keningnya. .

“ige mwoya? Kenapa mereka hanya mendapatkan tugas menyusun saja.” bentak hyunmie tak terima. .

“aku juga sudah protes tapi dengan mudahnya mereka bilang kita yang menggagalkan pembuatan makalah ini tempo hari.” dengus kyuhyun sebal, hyunmie menatap kyuhyun serba salah. .

“mianhae. .” ucap hyunmie menyadari kesalahannya yang memancing pertengkaran dengan hyekyung dan yerye membuat kerja kelompok mereka gagal. .

“ne gwenchana, jadi boleh aku masuk? Isi tasku berat.” rutuk kyuhyun sambil memperlihatkan tas ransel yang bertengger di punggungnya. .

“baiklah masuk.” ucap hyunmie pasrah mengizinkan kyuhyun masuk. .

hyunmie terus menopang dagu menatap kearah kyuhyun yang dengan serius mencatat pergerakan dari teropong yang dia bawa tadi. Beberapa kali kyuhyun tersenyum membuat hyunmie semakin betah menatap wajah namja di sampingnya itu. Saking seriusnya menatap kyuhyun, hyunmie tidak sadar kyuhyun menatapnya lalu mendekat kearahnya dan berbisik pelan di telinga hyunmie.

“apa aku begitu menarik?” bisik kyuhyun pelan membuat hyunmie sadar dia sudah sangat dekat dengan kyuhyun, dengan sebal hyunmie mendorong kyuhyun keras.

“kau terlalu percaya diri tuan cho.” ucap hyunmie ketus, kyuhyun hanya mendecak tak percaya jelas-jelas hyunmie menatap dia tidak berkedip.

“geure? Kalau begitu sebaiknya kau lebih berguna sedikit dari pada duduk manis seperti itu. Buatkan aku minuman atau cemilan, aku lapar.” ucap kyuhyun sengit membuat hyunmie memutar bola matanya kesal lalu beranjak pergi meninggalkan kyuhyun yang kembali fokus pada tropong bintang di hadapannya.

“ck kenapa harus dengan namja ini aku mengerjakan tugas. Menyuruhku seenaknya lagi.” sungut hyunmie sambil mulai mulai berkutat membuat coklat panas yang di atasnya di simpan daun mint serta menyimpannya di atas nampan dengan puding dan tak lupa kue yang hyunmie buat tadi sore.

“tapi sepertinya namja evil itu senang sekali mengamati bintang-bintang itu.” ucap hyunmie pelan sambil kembali menuju beranda kamarnya, karena tempat itulah yang paling strategis untuk mengamati pergerakan rais bintang.

Perlahan hyunmie menaruh nampan itu di meja lalu mendekat kearah kyuhyun.

“YAAK MAKANANMU SUDAH SIAP.” teriakan hyunmie sukses membuat kyuhyun terlonjak kaget.

“ais kau mau membuatku mati berdiri eoh? Mengganggu saja.” sungut kyuhyun sambil kembali fokus pada teropongnya, sesaat hyunmie cekikikan lalu kembali duduk dan menghisap aroma mint di cangkir biru miliknya.

“yaak minum dulu coklat hangatnya.” ucap hyunmie pelan.

“tunggu dulu.” ucapan kyuhyun membuat hyunmie kesal padahal tadi kyuhyun yang menyuruhnya membuat minuman tapi sudah ada malah tidak di lirik sama sekali. Dengan sebal hyunmie menarik tangan kyuhyun dan mendudukan kyuhyun di kursi.

“palli minum dulu aku susah-susah membuatkan tapi tidak kau minum.” rutuk hyunmie sebal.

“ara, araseo aku minum.” ucap kyuhyun sambil meraih cangkir di meja dan meminumnya perlahan.

Hyunmie tersenyum lalu berdiri menuju arah teropong, dia ingin tau apa yang membuat namja itu begitu menikmati dunia di dalam teropong itu.

“wah yeoppo, bintangnya jelas sekali.” ucap hyunmie takjup ketika matanya ia tempelkan di teropong, kyuhyun mendengar itu hanya tersenyum kecil lalu mendekat kearah hyunmie, perlahan kyuhyun memutar zoom di teropong membuat bintang semakin terlihat jelas oleh hyunmie.

“wah bintang apa itu warnanya indah sekali. Pantas kau senyum-senyum sejak tadi.” ucap hyunmie menatap kyuhyun senang keduanya saling melemparkan senyum terbaiknya dan sesaat suasan jadi canggung.

“ah kau lanjutkan lagi saja kyu.” ucap hyunmie kaku sambil kembali duduk di kursi membiarkan kyuhyun kembali dengan dunianya.

“ah iya kau juga perlu belajar dengan pergerakan rasi bintang andromedanya.” ucap kyuhyun membuat hyunmie mengerutkan kening binggung.

“caranya?” tanya hyunmie membuat kyuhyun tersenyum lalu melangkah duduk di samping hyunmie dan mengeluarkan sebuah bola hitam dari tas ranselnya.

“ini. Dengan ini kau belajar.” ucap kyuhyun sambil menyodorkan bola hitam itu pada hyunmie.

“apa ini?”

“sebentuk planetarium kecil, tapi pergerakan rais bintang saja yang di tampilkan.” mendengar itu hyunmie semakin antusias.

“geure bagaimana cara kerjanya.” tanya hyunmie sambil menatap kyuhyun berbinar-binar.

“harus ditempat gelap.” ucap kyuhyun ragu-ragu membuat hyunmie terdiam, wajahnya terlihat sedih karena tidak mungkin melihatnya. Melihat itu kyuhyun menggenggam tangan hyunmie erat.

“kau harus mencobanya, ini tidak menakutkan aku juga akan selalu bersamamu.” ucapan kyuhyun membuat hyunmie tersenyum tipis. Iya setidaknya hyunmie harus mencoba.

***

hyunmie terdiam di bawah kasurnya saat kyuhyun sedang memasang planetarium kecil itu di atas lemari hyunmie. Setelah pas kyuhyun menyuruh hyunmie mematikan lampu yang kebetulan kontaknya ada di dinding di sebelah hyunmie duduk. Hyunmie meremas celananya saat akan mematikan kontak lampu lalu menutup matanya rapat-ratap. Lampupun mati dan kamar hyunmie sekarang sudah seperti planetarium bintang-bintang bertaburan di kamar hyunmie yang gelap, memperlihatkan pergerakan rasi bintang terutama andromeda.

Kyuhyun yang melihat hyunmie masih menutup mata mendekat kearah hyunmie lalu duduk di sampingnya. Tak lama mengenggam tangan hyunmie.

“buka matamu.”

“aku takut.”

“percayalah ini indah.” gumam kyuhyun pelan dan perlahan hyunmie membuka mata. Sesaat hyunmie terpaku menatap kamarnya sudah seperti langit di padang ilalang dulu.

“keopta. . ” gumam hyunmie pelan membuat kyuhyun tersenyum senang.

“indahkan?”

“ne. .gomawo kau memperlihatkan keindahan di dunia yang paling aku takuti.”

Kyuhyun menatap Hyunmie lekat-letat dia hanya bergumam untuk setiap pertanyaan yang Hyunmie ajukan. Mungkin lebih fokus memperhatikan wajah senang Hyunmie yang sibuk bertanya dan menunjuk kearah beberapa rasi bintang yang memang sudah di berikan petunjuk dari proyeksi planetarium. Hyunmie benar-benar melupakan rasa takut pada gelap dan sibuk berdecak kagum menatap rasi bintang yang di perlihatkan planetarium, dari mulai Ardomeda, Virgo dan rasi bintang lainnya.

“Kyu yang itu apa?” tunjuk Hyunmie melihat beberapa bintang yang tidak ada keterangan dari proyeksi. Sekali lagi Kyuhyun bergumam benar-benar tidak menyimak apa pertanyaan dari Hyunmie. Hyunmie berbalik menatap Kyuhyun yang menatapnya tak berkedip.

“Waeyo? Neo gwenchana?” tanya Hyunmie sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Kyuhyun. Tapi dengan cepat Kyuhyun memegang tangan Hyunmie.

“Jangan menghalangi pemandanganku.” ucap Kyuhyun sambil menatap Hyunmie sayu. Hyunmie tertegun jantungnya berdetak kencang, rasanya darah di seluruh tubuhnya naik kekepala membuat Hyunmie sedikit pusing. Mungkin jika lampu menyala wajah Hyunmie sudah terlihat merah padam.

“A. .apa maksudmu?” tanya Hyunmie gugup dengan perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hyunmie, membuat Hyunmie semakin tidak karuan.

“ya. .ya. .mau apa kau.” gumam Hyunmie pelan tapi masih Kyuhyun dengar. Hingga semakin dekat Kyuhyun dengan Hyunmie dan dengan cepat Hyunmie menutup mata. Sesaat Kyuhyun menatap wajah Hyunmie lalu tersenyum evil dan. .

TLAK

Lampu menyala membuat Hyunmie membuka matanya dan lagi-lagi Kyuhyun berada di jarak yang terlalu dekat dengan Hyunmie membuat nafas Kyuhyun bisa menerpa wajahnya yang sudah merah dan sekarang terlihat jelas.

“Ya kenapa kau menutup mata tadi?” pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Hyunmie membulatkan matanya antara kaget, malu, dan marah. Hyunmie mendorong Kyuhyun hingga menjauh dari Hyunmie.

“Nappeun.” rutuk Hyunmie sambil berniat berdiri tapi di tahan Kyuhyun.

“Lepaskan tanganku tuan Cho.” geram Hyunmie dengan emosi tertahan wajahnya sudah menunjukan betapa inginnya Hyunmie melayangkan tinjunya pada namja di sampingnya.

“Kau manis sekali dengan wajah memerahmu itu.” ucapan Kyuhyun berhasil membuat wajah Hyunmie kelabakan berubah 180 derajat dari wajahnya tadi. Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa tertawa menang dalam hati tentunya, tidak mau mengambil resiko di banting Hyunmie.

Sebelum wajah Hyunmie berubah menjadi menyeramkan lagi, Kyuhyun menarik pinggang Hyunmie membuat Hyunmie merapat di tubuh Kyuhyun. Hyunmie menahan tubuhnya dengan kedua lututnya agar tidak sejajar dengan wajah Kyuhyun. Tapi Hyunmie bisa dengan jelas menatap Kyuhyun yang mendongkak menatap Hyunmie lembut.

“Kyu apa yang kau lakukan? Lepaskan aku. Ayo kita lanjutkan kerja kelompok kita.” ucap Hyunmie pelan sedikit sesak nafas di depan wajah Kyuhyun yang sibuk mengelus punggung dan tengkuknya.

“Shirro. Lagipula aku sudah tau pergerakan andromeda malam ini.” gumam Kyuhyun pelan dan entah insting dari mana Hyunmie menyambar bibir Kyuhyun yang memang sudah berjarah 3cm dari bibirnya. Insting Hyunmie mengatakan bibir Kyuhyun mungkin bisa meredakan sesak didadanya yang mulai nafasnya tercekat-cekat semenjak Kyuhyun mengelus tengkuk dan punggungnya. Kyuhyun kembali tersenyum menang. Yeoja galak di hadapannya tidak perlu di paksa untuk meluapkan rasa rindunya. Karena terbukti yeoja ini yang memulainya walaupun dengan di pancing dulu tentunya.

Hyunmie meremas bahu Kyuhyun ketika jantungnya justru semakin tidak karuan ketika lumatan-lumatan lembut itu di balas Kyuhyun tak kalah lembutnya. Hyunmie merasakan seperti berjuta-juta kupu-kupu berterbangan di perutnya seperti di aduk-aduk tapi entah kenapa Hyunmie malah tidak ingin berhenti. Perlahan jari jemari Hyunmi menyusup di helai rambut Kyuhyun dan meremasnya pelan. Kyuhyun semakin erat memeluk Hyunmie lalu menghentikan ciuman panjangnya dengan Hyunmie dan mengakhirinya dengan sebuah pelukan erat. Kyuhyun harus bisa menjaga yeojanya agar tidak ia sakiti.

“Aku akan menunggu dan jika sudah saatnya nanti aku tidak akan segan lagi. Bahkan jika kau menangis sekalipun aku tidak akan berhenti.” ucap Kyuhyun pelan, Hyunmie mengecup puncak kepala Kyuhyun dan membalas pelukan Kyuhyun. Hyunmie tidak bisa berbuat apa-apa ataupun berkata ‘iya tunggu aku’ saja Hyunmie tak sanggup. Dia tak mau memberi janji yang mungkin tidak mudah untuk di tepati.

cukup lama Kyuhyun dan Hyunmie di posisi itu hingga tak lama Hpnya berdering membuat Hyunmie melepas pelukannya dari Kyuhyun. Sesaat Hyunmie mengerutkan kening lalu menatap Kyuhyun ragu.

“Nugu?” tanya Kyuhyun tapi tidak di jawab oleh Hyunmie dan memilih berdiri serta memberi jarak agak menjauh dari Kyuhyun.

“Yeobseo ajjusi? . . . .ye?. . .ajjusi jangan bercanda!! . . . . Ne araseo aku akan kesana sekarang.” Hyunmie menutup telponnya wajahnya tampak khawatir.

“Dari siapa?” tanya Kyuhyun sambil memeluk Hyunmie dari belakang tapi dengan cepat Hyunmie melepas pelukan Kyuhyun.

“Mian Kyu aku harus pergi.” sesaat Kyuhyun terdiam seolah tau apa yang membuat Hyunmie harus pergi meninggalkannya lagi. Hyunmie menggunakan jaket tebalnya lalu membawa kunci mobil di meja riasnya, tepat akan keluar kamar Kyuhyun kembali memeluk Hyunmie dari belakang.

“Apa kau tega meninggalkanku lagi? Jebal tidak bisakah kau mementingkan aku sekali ini saja.” ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie semakin binggung. Tapi dengan cepat Hyunmie melepas pelukan Kyuhyun dan melangkah pergi.

“Aku harus pergi.” ucap Hyunmie lirih.
Dan baru saja berjalan beberapa langkah Kyuhyun kembali menahan langkah Hyunmie dengan sedikit ancaman.

“Jika kau pergi kau tidak akan pernah melihatku lagi.” kali ini Kyuhyun sedikit egois, dia tidak terima selalu di nomer duakan.

Tubuh Hyunmie bergetar dan luruh terduduk di lantai. Isakan mulai terdengar di mulutnya. Kepalanya terlalu pusing untuk memilih.

“Kumohon jangan persulit aku, izinkan aku pergi.” isak Hyunmie pelan tapi cukup membuat Kyuhyun terlempar jatuh kejurang rasa sakit. ‘sebegitu kuatkah pengaruh siwon’

“Kau, kau yang mempersulit diri sendiri.” gumam Kyuhyun geram amarahnya sudah naik kekepala membuat raut wajah Kyuhyun memerah.

“Kau tidak tau apa-apa tentang aku. Kau hanya orang baru yang membuat aku bimbang kau tidak mengerti keadaanku kau-”

“KHAYO.” ucapan Hyunmie terdiam dengan teriakan Kyuhyun. Membuat Hyunmie berdiri dan pergi begitu saja. Kyuhyun terduduk dan tersenyum miris.

“Bahkan kau tidak berbalik hanya untuk menatap bagaimana sakitnya aku. Untuk sekedar mengatakan gomawo ataupun tunggu aku saja tidak. Apa aku memang tidak ada artinya?” Sesaat Kyuhyun menunduk membiarkan cairan bening di matanya meluap begitu saja, sesak di dada terlalu mendominasi gengsinya untuk mempertahankan diri untuk tidak menangis. Lagipula tidak ada yang melihat luka yang Hyunmie berikan di hatinya.

Berlari Hyunmie terus berlari di lorong serba putih itu. Setelah mengendarai mobil seperti kesetanan akhirnya Hyunmie sampai di rumah sakit Seoul. Setelah lama mencari Hyunmie menemukan seorang Ajjusi terduduk di ruang ICU terlihat jelas rasa khawatir di wajahnya. Sedikit mendesah lega ketika Hyunmie mengelus bahunya.

“Kau datang?”

“Secepat yang aku bisa ajjusi.” jawab Hyunmie lembut dan dengan cepat Ajjusi itu memeluk Hyunmie erat-erat.

“Ajjusi hanya punya dia. Ajjusi tidak ingin kehilangan lagi.” ucapan Ajjusi di pelukan Hyunmie membuat Hyunmie ingin menangis tapi sebisa mungkin di tahannya. Harus ada yang kuat di antara keduanya.

“Tenanglah dia akan baik-baik saja Ajjusi.” ucapan Hyunmie membuat Ajjusi itu sedikit terhibur karena hanya Hyunmielah yang tau tentang penderitaan anaknya dari awal.

Hyunmie terlihat khawatir menatap namja yang terbaring lemah disampingnya. Walaupun kenyataannya namja ini mengikat Hyunmie dengan masa lalu. Tidak di pungkiri namja inilah yang selalu ada ketika dia sedih mengingat orang tuanya. Sudah seperti oppa keduanya setelah Leeteuk. Selama ini orang berpikir namja ini sering berselingkuh. Tapi pada kenyataannya yeoja-yeoja itu tidak lebih dari seorang dokter yang merawat jantungnya agar terus berdetak dengan baik. Hyunmie di ikat dengan kenyataan balas budi dan juga rasa sayang pada namja ini.

“Kenapa kau kembali jika pengobatanmu di Jepang belum selesai.” gumaman Hyunmie membuat namja yang berbaring lemah itu bangun dari tidurnya.

“Hyunmie_ah. . . . Sedang apa kau disini? Apa kau?” ucapan namja itu tertahan melihat Hyunmie tersenyum sendu padanya.

“Jangan banyak bicara dulu. Tubuhmu masih lemah oppa.” ucap Hyunmie pelan sambil mengelus wajah pucat Siwon. Iya itu Siwon.

“Kapan kau tau semua ini? Kenapa kau membuatku merasa bersalah padamu.” tanya Siwon parau.

“7 tahun lalu aku sudah mengetahuinya oppa. Mian aku hanya ingin oppa terus yakin akan sembuh. Jika bukan untuk dirimu setidaknya oppa bertahan untukku.” ucapan Hyunmie membuat cairan bening turun di pelupuk mata Siwon. Melihat itu Hyunmie menggelengkan kepalanya dan menghapus air mata siwon.

“Oppa tidak boleh menangis. Tidak baik orang sakit menangis.” Siwon hanya meremas dadanya ngilu. Menyadari Hyunmie bertahan dengannya bukan karena kesempatan tapi rasa kasihan.

“Oppa kau salah-satu orang yang berarti dalam hidupku. Jadi kau harus hidup lebih lama. Untuk menjagaku. Aku bertahan disisimu selama ini karena menyayangimu.” Seolah menjawab pertanyaan Siwon, Hyunmie memberi penjelasan tentang perasaannya pada Siwon.

“Gomawo, jeongmal gomawo. Keunde apa hanya rasa sayang saja? Tidak adakah ruang kosong untukku di hatimu? Sebagai namja yang selalu mencintaimu?” pertanyaa Siwon membuat Hyunmie tertunduk. ‘CINTA’ rasanya kata-kata itu mulai tak asing di hidupnya. Setelah pangeran bintangnya pergi entah kemana.

“Arasseo aku tau jawabanmu, hanya teruslah di sampingku menjadi penguat untukku. Walaupun hatimu sudah bukan milikku.” Gumam Siwon pelan dan di balas anggukan kecil dari Hyunmie.

***

Hyunmie terduduk di depan ruang ICU pikirannya melayang tidak menentu.

“Hyunmie_ah. . . .”

“Ah Kiho ajjusi ada apa?” Tanya Hyunmie ketika Kiho ajjusi menegurnya yang terus melamun.

“Apa kau bisa membujuk Siwon untuk kembali ke Jepang? Seperti yang kau tau Siwon belum menyelesaikan pengobatannya disana. Bahkan dia melepas pendonor jantung untuknya hanya agar bisa bertemu denganmu.” ucap Kiho ajjusi sedikit kecewa. Membuat rasa bersalah itu semakin menguap di hati Hyunmie.

“Ne ajjusi akan aku coba membujuknya.” ucapan Hyunmie membuat rasa lega terlihat di wajah tuan Choi.

“Gomawo.” ucap tuan Choi sambil meninggalkan Hyunmie masuk keruangan Siwon.

____0_____

Semua sudah berakhir. Dengan gontai Hyunmie pulang kerumahnya dengan sejuta kecamuk di pikirannya. Kyuhyun mungkin akan pergi selamanya dari hidup Hyunmie. Di tinggalkan 2 kali bukan hal menyenangkan bukan. Mungkin itu yang terbaik untuk Hyunmie. Mungkin ia memang tidak pantas mendapatkan seseorang yang baik dalam hidupnya. Mungkin ini Hukuman yang harus Hyunmie hadapi akibat terlalu lama terikat masa lalu.

Perlahan Hyunmie membuka pintu kamarnya. Seharusnya keadaan gelap. Tapi planetarium yang mungkin Kyuhyun belum bawa pulang membuat kamarnya tidak menakutkan. Bintang-bintang bertaburan di kamarnya. Membuat Hyunmie tertegun dan terduduk di lantai. Semua belum berakhir bukan? Dia masih punya kesempatan untuk bebas dari masa lalunya!! Cinta baru yang Hyunmie rasakan terlalu indah untuk di lupakan begitu saja.

Hyunmie tidak tahan lagi. Air berlinang di matanya. Jiwanya terhukum sedikit menyeret tubuhnya ketepi ranjang, menangis menatap bintang-bintang yang membuatnya tidak takut gelap lagi. Meminta maaf telah melukai orang yang memberikan keindahan di kamarnya yang selalu menyala itu. Yang sekarang walaupun gelap tidak akan membuat Hyunmie sesak nafas. Karena rasi bintang yang bertaburan di kamarnya.

Hyunmie seharusnya memaklumi tindakan Kyuhyun tadi. Bukan malah mencacinya memperdalam luka yang Kyuhyun tahan hanya karena kebodohannya tidak bisa mengambil sikap.

Semenjak kejadian itu Kyuhyun benar-benar menghindar dari Hyunmie. Sms ataupun telpon dari Hyunmie selalu Kyuhyun abaikan. Kyuhyun berhak untuk melindungi dirinya dari ‘luka’ yang mungkin akan membuatnya terus merasa di ‘permainkan’ oleh Hyunmie. Walaupun Hyunmie tidak pernah dengan sengaja bermaksud untuk mempermainkan Kyuhyun.

Yerye, Hyekyung da YeWook juga menyerah membujuk Kyuhyun. Sudah kehabisan akal agar keduanya bisa kembali bersama. Mungkin ini adalah masa-masa pertengkaran Kyuhyun dan Hyunmie paling lama dalam sejarah pertemuan mereka.

Hyunmie mulai tersiksa oleh perlakuan Kyuhyun. Lebih lagi, Hyunmie tersiksa oleh rasa bersalah yang menghukumnya dari dalam hatinya sendiri. Bagaimankah Hyunmie harus mengucapakan maaf pada Kyuhyun. Bagaimana dia harus menjelaskan perasaannya pada Siwon.

“Ottkhe nan ottkhaji?” gumam Hyunmie di taman belakang kampus. Dia memilih menyendiri dari pada bersama sahabatnya yang juga mulai menjauhinnya karena lebih memilih Siwon yang jelas-jelas sering menyakitinya. Ingin menenangkan hati atas semua beban yang dia pikirkan seorang diri. Bahkan sakitnya Siwon hanya Hyunmie dan tuan Choi saja yang tau.

Baru saja akan memejamkan mata Hyunmie di bangunkan dengan dering ponselnya.

“Yeobseo?. . . . Ah ajjusi waeyo? . . . . Nde? Jinjjayo?. . . . Ah ne arraseo aku sebentar lagi datang.” Wajah Hyunmie terlihat sedikit lega lalu tersenyum tipis. Dengan cepat meninggalkan kampus menuju rumah sakit.

@Hospital

Hyunmie melangkah ringan masuk keruangan Siwon. Yang sedang memasukkan pakaiannya kedalam koper. Setelah 1 minggu di rawat Siwon sudah di izinkan pulang. Siwon juga di izinkan naik pesawat asal tidak lebih dari 8 jam. Jepang tidak terlalu jauh jadi Siwon bisa berangkat hari ini ke Jepang. Iya akhirnya setelah seminggu lamanya Hyunmie bisa membujuk Siwon untuk menjalani serangkaian pengobatannya di Jepang lagi. Sekaligus menunggu pendonor jantung untuknya.

“Oppa kau sudah selesai mengepak barang-barangmu?” Hyunmie mendekat lalu membantu Siwon membereskan semuanya.

“Ne hampir. Appa juga sudah mengirimkan sisanya lebih dulu ke Jepang.” ucap Siwon datar. Hyunmie menghembuskan nafasnya lalu memeluk Siwon dari belakang.

“Oppa marah? Aku melakukan ini agar oppa cepat sembuh. Aku ingin melihat oppa hidup lebih lama.” Gumam Hyunmie pelan. Siwon menggenggam tangan Hyunmie yang melingkar di perutnya lalu memutar posisinya agar menghadap kearah Hyunmie.

“Buat apa aku hidup lama tapi tidak bersamamu.” ucap Siwon sendu. Hyunmie tersenyum lalu meletakan tangannya di dada Siwon.

“Aku akan selalu disini oppa. Menyayangimu sepenuh hatiku.”

“Cintamu memang hanya untuknya bukan.” ucap Siwon sedih sambil kembali memunggungi Hyunmie.

“Apa oppa tidak bahagia jika aku bahagia? Jika ia maka terus ikat aku oppa.” mendengar itu Siwon mendesah pelan lalu menatap Hyunmie sambil tersenyum kecil.

“Aku akan memulainya dari awal merebut hatimu. Tapi bukan karena masa lalu. Aku akan membuatmu benar-benar menjadikanmu milikku dengan usahaku. Setelah sembuh tentunya.” ucap Siwon yakin membuat Hyunmie tersenyum. Setidaknya Siwon ada kemauan untuk sembuh.

“Geure aku tunggu. Cepat sembuh dan pulanglah ke Korea dengan semangat cinta yang baru.” tantang Hyunmie sambil mengulurkan tangannya dan di balas oleh Siwon. Tapi dengan cepat Siwon menarik Hyunmie kepelukkannya lalu mengecup bibir Hyunmie. Reflek Hyunmie mendorong Siwon.

“Oppa. . . .” Gumam Hyunmie pelan.

“Aku akan sangat merindukanmu. Ucapan perpisahan.” ucap Siwon terkekeh geli. Hyunmie sendiri hanya berdecak tak percaya.

Siwon mengelus rambut Hyunmie sayang lalu kembali melanjutkan mengepak baju-bajunya.

“Kau mengantarku kebandarakan?” tanya Siwon yang terduduk di tepi ranjang rumah sakit. Hyunmie hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Siwon.

“Kajja kita berangkat sekarang.”

“Tidak menunggu ajjusi dulu?”

“Appa sudah ada di bandara.” ucap Siwon sambil menarik Hyunmie keluar.

Selama di perjalanan Siwon terus menatap kalung di lehernya. Sesekali juga menatap Hyunmie yang diam sambil menatap pemandangan dari kaca mobil. Setelah berpikir cukup lama Siwon meminta sopir untuk berhenti di Universitas Kyunghee terlebih dahulu.

“Memang ada apa oppa? Kenapa kekampus dulu?” tanya Hyunmie saat melihat mobil yang di kenadarainya berhenti di depan kampus.

“Tunggu sebenar di sini. Oppa ada sedikit urusan ara.” Hyunmie mengangguk tanda setuju. Dia juga tidak mau kepergok bersamaan dengan Siwon oleh chingu-chingunya.

Siwon melangkah dengan pasti kedalam kampus. Beberapa kali Siwon berhenti dan bertanya sesuatu pada beberapa Mahasiswa yang berpapasan dengannya. Setelah bertanya beberapa kali. Siwon akhirnya berjalan menuju club karate. Kedatangannya membuat aura tidak suka menyeruak begitu saja dari para anggota. Mengingat Hyunmie jadi sangat jarang latihan semenjak kedatangan Siwon.

“Ah Siwon_ah sudah lama tidak masuk. Kemana saja kau?” hanya Seung hyun saja yang memang notabene sahabat Siwon yang menyambutnya.

“Aku? Ada sedang malas saja ke kampus. Lagipula aku akan kembali ke Jepang. Ada yang harus ku urus disana.” ucapan Siwon sontak membuat keadaan Club hening. Kyuhyun yang sejak tadi acuh tak acuh menatap Siwon tajam. Dia mau melukai Hyunmie? Lagi? Dengan sedikit tergesa Kyuhyun mendekat kearah Siwon.

“Aku perlu bicara denganmu.” ucap Kyuhyun serius sedang Siwon hanya tersenyum tipis.

“Seung hyun jangan lupa hubungi aku ne.” ucap Siwon pada Seung hyun yang terdiam. Dan di balas tepukan tangan Seung hyun di bahu Siwon.

“Kebetulan aku juga memang ingin bicara denganmu. Kita ketaman belakang.” ucap Siwon sambil melangkah lebih dulu dan di susul Kyuhyun dari belakang.

Setelah sampai di taman Siwon memutar tubuhnya lalu membanting tubuh Kyuhyun kuat-kuat.

“Anggap itu hadiah perpisahan dariku sebelum aku pergi ke Jepang.” ucap Siwon santai membuat Kyuhyun berdiri dan siapa memukul tapi Siwon dengan cepat memutar tangan Kyuhyun.

“Aku ingin bicara. Ini tentang kalung itu.” ucap Siwon pada Kyuhyun yang terus berontak tapi diam seketika ketika mendengar masalah kalung tersebut. Siwon melepas cengkaraman tangannya lalu duduk di kursi taman. Kyuhyun juga ikut duduk di samping Siwon.

“Kau bilang dulu menantangku bukan? Aku terima tantanganmu. Tapi bagaimana kalau kita ganti taruhannya. Yang kalah menjauh dari Hyunmie. Otte?” pertanyaan Siwon membuat Kyuhyun menatap tajam kearah Siwon.

“Aku ingin kalung itu.” ucap Kyuhyun datar dan dengan cepat Siwon melepas kalung itu dan memberikkannya pada Kyuhyun. Sontak Kyuhyun mengerutkan keningnya binggung.

“Ambillah? Bukankah kau menginginkannya.”

“Apa yang kau rencanakan?”

“Tidak ada. Hanya saja aku ingin mendapatkan Hyunmie secara adil. Aku sadar selama ini aku mengikat Hyunmie dengan masa lalu dan juga penyakitku. Aku ingin mendapatkannya karena dia memandangku sebagai orang yang pantas di cintai bukan karena balas budi dan kasihan.” ucapan Siwon kembali membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Apa maksudmu dengan penyakit?” Siwon menatap Kyuhyun meremehkan.

“Apa Hyunmie tidak bilang apapun padamu. Tetang penyakit jantungku?” Kyuhyun tertegun hatinya mendadak tak enak. Ada apa ini.

“Sepertinya memang tidak. Selama ini dia bertahan di sisiku karena rasa kasihan juga ikatan masa lalu. Maka dari itu dia lebih memilih aku ketimbang kau namja yang di cintainya.” Kyuhyun sekali lagi hanya bisa terdiam. Rasa iba menelusup hatinya.

“Tidak perlu kasihan padaku. Karena aku masih belum menyerah. Setelah aku sembuh dari penyakitku. Aku akan langsung menantangmu. Kuharap kau bisa mengimbangiku saat aku pulang dari Jepang nanti.” Siwon meletakan kalung itu di samping Kyuhyun lalu melangkah pergi tapi sesaat terdiam.

“Aku menunggumu Wonnie hyung.” Teriak Kyuhyun membuat Siwon tersenyum lalu kembali melangkahkan kakinya pergi.

Semenjak Siwon pergi, Hyunmie menghentikan kegiatannya menelpon dan mengsms Kyuhyun. Bahkan Hyunmie sengaja mematikan ponselnya. Menyadari kalau semua tidak bisa di paksakan. Harus ada yang mengalah dan Hyunmie memilih berhenti dan berpura-pura tidak mengenal sosok seorang Cho Kyuhyun. Walaupun pada kenyataannya setiap pulang dan masuk kekamar Hyunmie menikamti Planetarium milik Kyuhyun. Sambil belajar sebenarnya. Hyunmie juga mulai mencari kegiatan baru setelah Hyekyung dan Yerye juga acuh dan memang pratekum keduanya di jurusan kedokteran dan keperawatan membuat Hyunmie tidak tau harus bercerita pada siapa. Ingin bercerita pada Leeteuk tapi Hyunmie takut menggangguk oppanya itu. Akhirnya Dengan Menulis keluh kesahnya di buku harian yang bahkan tidak pernah Hyunmie lakukan sebelumnya Hyunmie menumpahkan perasaanya. Isinya unik bukan tentang Kyuhyun dan Hyunmie. Tapi Andromeda dan Perseus. Kadang menjadi Virgo dan Luna.

“Andromeda merindukan Perseus.”

“Sorry Perseus.”

“Nan paboya.”

Serta kata-kata unik lainnya yang mungkin hanya Hyunmie yang tau.

Kyuhyun sendiri sedikit kelimungan berkomunikasi dengan Hyunmie sekarang. Gadis itu seperti menghilang walaupun satu kampus dengannya. Di tambah Kyuhyun meneliti pratikum sendirian. Membuat Kyuhyun juga tidak punya cukup waktu untuk mencari tau dimana Hyunmie. Karena ketika di tanya dan Kyuhyun datang kerumah Hyunmie. Gadis itu selalu saja tidak bisa ia temui.

Dengan gontai Kyuhyun melangkah ketaman belakang kampus. Ingin mengistirahatkan tubuhnya sesaat, setelah semalaman terjaga karena sibuk dengan bintang-bintang di langit.

Tapi mata tajamnya terpaku pada sebuah tubuh mungil yang sepertinya sedang tertidur nyenyak bersandar di bawah pohon maple. Perlahan Kyuhyun mendekat lalu berjongkok di hadapan tubuh mungil itu. Ingin sekali Kyuhyun memeluk tubuh itu. Meminta maaf karena tidak mengerti kondisinya. Malah menjauh dan membuatnya tertekan. Mata Kyuhyun menangkap sebuah buku yang di peluk oleh Hyunmie. Seperti buku harian. Penasaran Kyuhyun mengambilnya perlahan lalu membacanya. Beberapa kali Kyuhyun tersenyum. Bahkan terkekeh geli ketika membaca satu deret kaliamat ‘merindukan si bugil perseus’ kekehan Kyuhyun berhasil membuat Hyunmie terbangun lalu menatap namja Evil di sampingnya yang terkekeh membaca buku hariannya.

“YAAK APA YANG KAU LAKUKAN. Kemarikan buku itu.” ucap Hyunmie sambil bersiap mengambil buku itu di tangan Kyuhyun.

“Shirro aku belum selesai membacanya.” ucap Kyuhyun berdiri dan mengangkat buku itu tinggi-tinggi. Melihat itu Hyunmie mendengus kesal berdiri lalu menarik-narik kemeja Kyuhyun agar buku itu bisa Hyunmie raih.

“Aku mohon kembalikan.” rengek Hyunmie sebal dan mulai kelelahan. Tapi tidak menghentikan aksi lompat melompatnya.

“Shirro aku baru membaca sampai ‘aku rindu si bugil perseus’ masih ada yang lainnya.” ucapan Kyuhyun sontak membuat wajah Hyunmie memerah padam.

“YAAK KEMBALIKAN.” bentak Hyunmie kesal Kyuhyun hanya tertawa senang melihatnya dan secepat kilat merangkul pinggang Hyunmie lalu menunduk dan melumat bibir Hyunmie tergesa. Shock. Hyunmie langsung terdiam dan tidak menutup matanya sampai Kyuhyun melepas ciumannya.

“Kau berisik sekali. Diam dan tutup matamu. Buku ini kembali.” bisik Kyuhyun lalu kembali melumat bibir Hyunmie gemas. Ah Kyuhyun benar-benar merindukan gadis di pelukannya sekarang. Hyunmie tidak munafik dia menutup matanya. Membalas ciuman Kyuhyun lembut.

Di tempat lain dua orang namja terkekeh senang. Ponsel mereka merekam adegan panas Hyunmie dan Kyuhyun.

“Kita kirimkan pada Yerye dan Hyekyung. Mereka pasti senang.” ucap Yesung sambil menunjukan senyum liciknya dan di balas kekehan geli dari Ryeowook.

“Pertunjukan langka. Tom and Jerry come back.” ucap Ryeowook yang di amini Yesung.

Cukup lama Ryeowook dan Yesung mendapatkan tontonan gratis. Hingga kebodohan Ryeowook yang berniat memotret, malah membuat adegan gratis mereka berakhir karena lupa menggunakan blice kamera.

“Oops.” gumam Ryeowook membuat Yesung mendelik sebal.

“Kau bagaimana kalau keta-” ucapan Yesung tertahan ketika dia ingin menatap Hyunmie dan Kyuhyun lagi, Hyunmie sedang berkacak pingging di hadapannya. Menatap Yesung horor. Tanpa menunggu lama YeWook kabur secepat kilat, tidak ingin kena amuk oleh yeoja galak itu. Hyunmie sendiri tentu saja mengejar mereka, bisa gawat kalau kedua couple menyebalkan itu menyebarkan adegan senonohnya dengan Kyuhyun tadi. Kyuhyun sendiri mendengus kesal karena kegiatan romantisnya terganggu. Sesaat Kyuhyun menatap buku harian Hyunmie di tangannya lalu tersenyum kecil dan memasukan buku itu ke dalam tas. Ikut berlari mengejar duo couple itu juga setelah itu. ‘cari mati’

Semenjak kejadian itu Kyuhyun dan Hyunmie kembali di kenal seantero KyungHee. Apa lagi kalau pertengkaran mereka. Tapi jika mereka hanya berdua khususnya ketika mempelajari rasi bintang Andromeda. Kyuhyun dan Hyunmie seperti layaknya sepasang kekasih. Walaupun kata ‘saranghae’ tak pernah terucap dari keduanya. Karena perhatian serta sentuhan mereka cukup mewakili kata-kata itu. Jika dulu mengamati bintang di lakukan di kamar Hyunmie. Kali ini lebih sering di lakukan di kamar Kyuhyun. Saking seringnya, Hyunmie sudah sangat kenal betul dengan keluarga Kyuhyun Khususnya saeng Kyuhyun Ahra.

“Apa yang sedang kau lakukan eoh? Ini kamarku. Bukan taman kanak-kanak.” bentak Kyuhyun ketika dia terlalu sibuk mengurus teropongnya dan mengacuhkan Hyunmie. Dan lihat kamarnya sekarang penuh dengan origami bintang dan bangau yang di gantungkan menggunakan benang dan selotip di langit-langit kamarnya. Hyunmie mengerucutkan bibirnya sebal.

“Aku bosan Kyu. Kau lebih menyukai menyentuh teropong itu. Dari pada bosan aku menggunakan kertas lipat di lemari belajarmu dan membuat origami.” dengus Hyunmie kesal. Kyuhyun membulatkan matanya ketika mendengar kertas lipat di lemarinya yang Hyunmie pakai. Dengan tergesa Kyuhyun membuka laci kecil di meja belajarnya dan melongo tak percaya.’tidak ada satupun yang tersisa’

“YAAK kau tau kertas itu mahal. Itu untuk presentasi nanti.” bentak Kyuhyun sambil melemas.

“MWORAGO? Itu hanya kertas lipat tuan Cho. Murah tinggal beli lagi.” bentak Hyunmie tak terima karena bukannya Kyuhyun minta maaf karena mengacuhkannya. Dia malah membentaknya lagi hanya karena kertas lipat. Kyuhyun menghelah nafas berat. Yeoja ini tidak tau kalau kertas lipat itu bukan kertas lipat biasa.

“Itu kertas lipat Glow In The Dark, makanya mahal.” geram Kyuhyun sebal. Sambil kembali menuju teropongnya lagi. Sebelum pertengkaran tak penting kembali terjadi. Hyunmie menatap Kyuhyun merasa bersalah perlahan dia mendekat Ke arah Kyuhyun dan memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Mianhae. Aku tidak tau Kyu, aku hanya bosan saja.” ucap Hyunmie pelan membuat Kyuhyun memutar badannya lalu menatap wajah bersalah Hyunmie yang tak pernah bisa Kyuhyun tolak.

“Hmmm ne Gwenchanayo. Aku juga minta maaf karena mengacuhkanmu dan lebih sibuk pada teropong ini dari pada menyentuhmu.” ucap Kyuhyun menatap seduktif kearah Hyunmie yang mulai membelai punggung Hyunmie dengan gerakan lambat.

“Mw. .mwoya? Siapa bilang aku ingin di sentuh olehmu.” gagap Hyunmie sambil berniat lepas dari pelukan Kyuhyun tapi Kyuhyun malah menekan punggung Hyunmie semakin merapat ketubuhnya. Tengkuk Hyunmie juga di cengkram halus oleh Kyuhyun.

“Hari ini aku belum menciummukan?” Hyunmie hanya tertegun badanya menegang karena titik lemahnya sudah di kerjai sejak tadi. Perlahan Kyuhyun melumat bibir Hyunmie pelan dan tentu saja Hyunmie membalasnya. Hyunmie memang menyukainya.

Saat ciuman keduanya memanas tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun di ketuk beberapa kali.

“Oppa? Apa oppa di dalam?” ternyata yang mengetuk kamar Kyuhyun Ahra. Dalam hati Kyuhyun merutuk sebal karena kegiatannya terganggu. Hyunmie berusaha melepaskan diri. Tapi sepertinya Kyuhyun memang tidak mau di ganggu. Dengan tergesa Kyuhyun mematikan lampu kamarnya agar keadaan gelap. Ahra pasti akan mengira oppanya sudah tidur. Kyuhyun mendorong Hyunmie kedinding di belakang pintu tanpa menghentikan lumatan bibirnya pada Hyunmie. Saat Ahra membuka pintu kamarnya melongok kedalam sambil memanggil nama oppanya.

“Oppa, eodiga? Ah apa oppa mengantar Hyunmie eonni pulang ea?” gumam Ahra lalu kembali menutup pintu kamar Kyuhyun. Sebal karena Kyuhyun tidak melepas ciumannya. Hyunmie menggigit bibir Kyuhyun keras-keras hingga benar-benar melepas Hyunmie.

“Yaak appo.” rengek Kyuhyun yang di balas decakan tak percaya dari Hyunmie, sesaat Hyunmie tertegun menatap kearah Kyuhyun dengan tatapan terpukau. Kyuhyun yang penasaran lalu menatap kearah hyunmie terpukau. Kyuhyun tersenyum lalu memeluk Hyunmie dari belakang.

“Sepertinya pekerjaanmu tidak sia-sia nona Park. Kamarku jadi indah.” ucap Kyuhyun pelan.

Cukup lama Kyuhyun dan Hyunmie menatap kertas lipat di langit-langit kamar Kyuhyun yang sudah di bentuk menjadi bintang dan bangau.

“Kyu?”

“Hmmm?”

“Kau mau berkenalan dengan oppaku?” sesaat Kyuhyun tertegun lalu memutar tubuh Hyunmie agar menghadap kearahnya.

“Maksudnya mengenal keluargamu satu-satunya?” tanya Kyuhyun tegang dan di balas anggukan kecil dari Hyunmie. Kyuhyun menelan ludah gugup, dia takut kalau orang yang terpenting di hidup Hyunmie satu-satunya tidak menyukainya.

“Wae? Kau tidak mau?” tanya Hyunmie sedikit cemberut. Tapi dengan cepat Kyuhyun memeluk Hyunmie.

“Anni bukan begitu aku hanya takut oppamu tidak menyukaiku.” gumam Kyuhyun tapi masih cukup jelas di pendengaran Hyunmie.

“Tenang aku yakin oppaku menyukaimu.” ucap Hyunmie sambil mengelus wajah Kyuhyun yang masih tegang.

“Kau yakin?”

“Ne aku yakin lagipula kau juga sudah mengenalnya.” sesaat Kyuhyun mengerutkan keningnya penasaran.

“Jinjja? Nugu?”

“Rahasia. Nanti aku kenalkan tanggal 2 juni nanti.” sesaat Kyuhyun mengerutkan keningnya binggung kenapa tanggal itu. Tapi seperti mendapat pencerahan Kyuhyun mengacak rambut Hyunmie gemas.

“Ara. Aku juga penasaran dengan oppamu.” Kyuhyun kemudian mulai menatap Hyunmie seduktif. Keadaan kamar memang gelap, tapi berhubung lampu balkon menyala Hyunmie masih bisa melihat tatapan itu. Hyunmie memutar bola matanya sebal lalu mendorong Kyuhyun yang sejak tadi masih asik memeluknya.

“AKU-MAU-PULANG.” ucap Hyunmie sambil menekankan setiap katanya. Kyuhyun hanya mendengus kesal lalu mengangguk tak terima lalu menghidupkan kembali lampu kamar.

@home Park Hyunmie

Hyunmie membaringkan tubuhnya di sofa. Dengan lemas Hyunmie meraih kalender yang ada di samping meja sofa.

“sudah tiga bulan!! Oppa kapan kau pulang. Aku sudah merindukanmu. Bukankah kau berjanji akan pulang satu minggu sebelum hari ulang tahunku? Ini tinggal lima hari lagi. Tapi kau malah belum pulang.” raut sedih begitu terlihat di wajah Hyunmie. Keluarga satu-satunya malah tidak ada menjelang hari ulang tahunnya.

“Aku ingin mengenalkanmu pada namja menyebalkan itu oppa. Aku tidak tau dia apa untukku, dia tak pernah memintaku menjadi yeoja chingunya, dia juga tak pernah mengatakan saranghae padaku. Semua berjalan seperti air oppa. Dan kau tau oppa namja bodoh itu adalah pangeran bintangku. Dia belum mengaku padaku sih, tapi Siwon oppa yang bilang padaku. Aku juga melihat kalung itu di lehernya. Menyebalkan, dia tidak menjelaskan apapun padaku.” sesaat Hyunmie menghembuskan nafas lemas, kelakuannya ini malah membuat Hyunmie semakin merindukan oppanya. Dengan ragu-ragu Hyunmie menekan angka 1 di ponselnya.

“Yeobseo? . . . .oppa, kapan pulang? . . . .jinjja? Oppa tidak bohong?. . . .ara besok aku jemput kebandara.” wajah sedih Hyunmie berganti senang ketika mengetahui kalau oppanya pulang besok.

***

Sementara itu Kyuhyun mulai kalang kabut di depan kasir. Bahkan tugasnya terbengkalai dan terpaksa di ganti orang lain. Sungmin yang melihat itu menarik Kyuhyun ke ruangan karyawan.

“Kau ini kenapa eoh? Kau mau di pecat? Ada masalah apa lagi sekarang?” Sungmin menggeram sebal melihat wajah panik Kyuhyun.

“Hyung, ottokhaji? Aku mau di kenalkan dengan oppanya.” ucap Kyuhyun sambil kembali mondar mandir membuat Sungmin menarik Kyuhyun dan mendudukannya di kursi panjang di ruangan karyawan.

“Kau bisa diam tidak? Kepalaku pusing melihat kau mondar mandir sejak tadi. Lagipula siapa yang kau maksud ‘nya’ disini? Hyunmiekah?” dengan cepat Kyuhyun mengangguk bocah membuat Sungmin menepuk keningnya tak percaya.

“Lalu apa yang salah eoh? Bukannya bagus?”

“Hyung aku bisa gila kalau Oppanya tidak menyukaiku. Aku harus bagaimana? Pakai baju apa? Apa pakai toxsudo atau kaos? Ah ottokhe aku takut salah Hyung.” dengus Kyuhyun lemah sambil mengetuk-ngetukan sepatunya.

“Hmmm masuk akal juga, apa lagi kau belum mengenal Oppa Hyunmiekan?” ucapan Sungmin malah membuat Kyuhyun semakin panik.

“Jika kau memperlihatkan cela sedikit saja pada pertemuan pertama bisa-bisa kau tidak boleh berhubungan lagi dengan Hyunmie.” ucapan Sungmin malah membuat Kyuhyun geram ‘tidak membantu’.

“Hyung kau sama sekali tidak mengerti kepanikanku eoh? Status Hyung. Statusku dengan Hyunmie tidak kelas.” dengus Kyuhyun kesal dengan santainya Sungmin malah membuat Kyuhyun kebakaran jenggot.

“Apa lagi itu. Status penting Kyu. Wah kau dalam bahaya Kyu.” mendengar ocehan Sungmin dengan kesal Kyuhyun meninggalkan sungmin yang tertawa puas membuat Kyuhyun semakin panik.

Setelah tidak mendapat pencerahan sama sekali dari Sungmin. Kyuhyun sekarang malah mondar mandir di kamar Ahra saengnya. Membuat Ahra pusing melihat oppa kesayangannya itu kalang kabut.

“Sebenarnya apa yang membuat oppa panik? Memang oppa namja chingu Hyunmie eonni apa?” dengus Ahra sambil menarik Kyuhyun duduk di tepi ranjang. Cukup mondar mandirnya. Mendengar pertanyaan Ahra, Kyuhyun semakin frustasi.

“Apa harus?” tanya Kyuhyun sedih sambil menatap bocah pada saengnya Ahra.

“Ck oppa memang payah. Tentu saja penting. Kalau Hyunmie eonni bukan yeoja chingu oppa, buat apa oppa pusing dan gugup tidak karuan, malah baguskan oppa tambah kenalan apa lagi mungkin oppanya Hyunmie eonni seorang direktur. Di masa depan oppa tidak akan susah kerja.” ucapan Ahra malah semakin Kyuhyun gemas sendiri. Kenapa dia tidak memastikan hubungannya dengan yeoja galak itu. Tapi bukankah perhatian dan sentuhannya cukup menjadi tanda. Kalau Hyunmie adalah gadisnya.

“Apa kau tidak punya solusi terbaik? Oppamu ini sudah buntu harus bagaimana.” ucap Kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi.

“Ck oppa lupa? Aku ini hanya anak kelas enam Sekolah Dasar. Mana ku tahu soal cinta-cintaan.” ucapan Ahra membuat Kyuhyun menepuk keningnya. Saking gugupnya Kyuhyun lupa itu.

“Oppakan hanya bisa menyanyi dan tau soal bintang, kenapa tidak gunakan itu untuk menarik simpatik?” seolah di beri ide brilian Kyuhyun begitu kegirangan dan langsung memeluk Ahra.

“Kau saeng terbaik oppa dan akhirnya kau ada gunanya.” Ucap Kyuhyun sambil mengecup kening Ahra berkali-kali. Dan setelah itu berlari keluar kamar. Membiarkan Ahra bengong tak percaya.

***

Kyuhyun mulai menyusun rencana untuk mengadakan pesta kejutan untuk Hyunmie. Hyunmie gadis simpel dia pasti tidak suka kejutan terlalu mewah.

“Garden party? Ah itu saja. Lagipula biayanya tidak terlalu mahal. Pas dengan uang sakuku.” gumam Kyuhyun sambil terkekeh geli. Mungkin berpikir terlalu pelit pada yeoja yang ia cintai. Tapi tak apakan!! Yeojanya itu pasti suka.

Kyuhyun mulai menghubungi Yewook tapi keduanya juga sedang sibuk. Yerye dan Hyekyung juga sibuk praktek. Dengan sedikit sebal akhirnya Kyuhyun minta tolong pada Sungmin.

“Hmmm pertama taplak putih lalu dekor lampu menjadi rasi Andromeda. Lalu rangkaian bunga, jangan lupa kursi dan meja panjang. Kau bilang akan ada beberapa tamukan?” tanya Sungmin ketika ada di pusat perbelanjaan dan di balas anggukan Kyuhyun.

“Tapi garden party itu di adakan di mana? Perkaranganmukan kecil Kyu?” tanya sungmin penasaran.

“Taman belakang Hyunmie aku minta pada teman-temannya untuk mengatur itu. Hari H Hyunmie akan di ajak ketempat lain oleh mereka. Jadi aku leluasa mendekor.” ucap Kyuhyun menjelaskan.

@Airport INC

Hyunmie terus mondar mandir di depan pintu keluar gate bandara. Sudah setengah jam tapi oppanya belum muncul. Apa tidak jadi? Gumaman itu terus terdengar tapi dengan mantap Hyunmie meyakinkan diri kalau oppanya pasti pulang. Dan benar saja Leeteuk keluar dari pintu tapi sambil membopong seseorang. Mata Hyunmie membulat kala melihat dengan jelas siapa yang Leeteuk bopong. Sedikit berlari Hyunmie mendekat.

“Oppa. .ada apa ini?” panik Hyunmie sambil ikut membopong orang yang Leeteuk bopong.

“Tadi kami bertemu di pesawat. Dan tiba-tiba saja namja ini kesakitan. Mian oppa terlambat tadi menunggu namja ini dulu. Karena dia datang sendirian.” ucap Leeteuk sambil mendudukan orang itu di kursi yang di sediakan pengelola bandara.

“Ne gwenchanayo oppa.” ucap Hyunmie mengerti sekarang Hyunmie menatap garang orang di sebelahnya.

“Kenapa oppa pulang? Bukankah jantung oppa sudah tidak kuat naik pesawat? Seharusnya oppa sedang perawatankan. Kenapa oppa keras kep-” ucapan Hyunmie terpotong ketika namja itu yang tak lain adalah Siwon menarik tangannya dan meletakannya di dada Siwon.

“Jantung ini sudah tak bisa bertahan lama lagi. Aku tidak mau waktuku terbuang sia-sia di kasur pesakitan menunggu keajaiban ada pendonor jantung untuku. Aku hanya ingin di hari ulang tahunmu. Aku ada didekatmu.” ucap Siwon pelan membuat Hyunmie hanya sanggup menatap Siwon sayu.

“Kalian bicara apa?” pertanyaan Leeteuk membuat Hyunmie tersadar dan menatap Leeteuk binggung.

***

Leeteuk menghelah nafas ketika mendengar pernyataan Hyunmie. Sesekali Leeteuk menatap Siwon yang tertidur di kasurnya, wajah siwon begitu pucat. Rasa sebalnya selama ini berganti menjadi rasa iba.

“Jadi ini alasanmu bertahan? Bukan hanya karena kalung itu saja?” tanya Leeteuk pada Hyunmie yang menyeka keringat di kening Siwon. Hyunmie mengangguk pelan menjawab pertanyaan oppanya.

Semalaman Hyunmie terus menjaga Siwon. Bagaimana tidak sejak tadi Siwon terus mengigaukan namanya, bahkan Siwon tidak melepas genggaman tangannya semenjak terpejam. Keringat dingin terus mengalir di kening Siwon. Menandakan rasa sakitnya sudah pada titik paling menyakitkan. Leeteuk pun hanya bisa menghelah nafas melihat semua ini. Jika posisinya dulu, mungkin Leeteuk akan menyuruh saengnya untuk tidak menghiraukan Siwon. Tapi kasusnya berbeda sekarang. Seharian bahkan semalaman Hyunmie tidak memperdulikan telpon maupun Sms dari Kyuhyun ataupun dari Yerye dan Hyekyung. Hyunmie takut fokusnya teralih, dia hanya ingin merawat Siwon saja.

Khawatir gadisnya, Kyuhyun akhirnya menyusul kerumah Hyunmie. Kyuhyun sedikit terkejut saat yang membukakan pintu adalah Leeteuk.

“Leeteuk sunbae? Sedang apa kau disini?” tanya Kyuhyun penuh selidik.

“Masuklah nanti aku jelaskan.” ucap Leeteuk mempersilahkan Kyuhyun masuk. Kyuhyun sedikit melirik kanan dan kiri. Membuat Leeteuk tersenyum kecil.

“Kau mencari saengku?” pertanyaan Leeteuk membuat Kyuhyun tertegun lalu matanya membulat dan menatap Leeteuk kemudian menelan ludah payah.

“Sa. .saeng? Maksud sunbae?”

“Jadi Hyunmie belum bilang kalau aku oppanya?”

“NDE?” teriak Kyuhyun sedikit terkejut tapi dengan cepat di bekap oleh Leeteuk.

“Ais kau tidak perlu seterkejut itu. Memangnya kenapa kalau aku oppa Hyunmie?”

“Kalian sangat berbeda.” gumam Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya tak gatal.

“Jinjja? Tapi banyak yang bilang kami mirip.” gumam Leeteuk pelan tapi masih cukup terdengar oleh Kyuhyun.

‘maksudku secara sifat’ gumam Kyuhyun dalam hati.

“Oh iya Hyung kalau begitu bisa kau membantuku membuat kejutan untuk Hyunmie? Dua hari lagikan dia ulang tahun.” ucapan Kyuhyun di sambut antusias oleh Leeteuk.

“Boleh apa itu?”

“Hyung hanya perlu membantuku untuk membuat Hyunmie pergi dari rumah besok.” sesaat Leeteuk mengerutkan keningnya binggung.

“Besok? Bukankah ulang tahun Hyunmie lusa?”

“Kita membuat pesta kejutan besok malam saat jam dua belas malam hyung.” Leeteuk mengangguk paham tapi tak lama wajahnya berubah serius.

“Tapi Kyu, kau harus tahu dulu sesuatu.” ucap Leeteuk serius lalu mengajak Kyuhyun melangkah ke kamar Leeteuk. Tepat di depan pintu kamar Kyuhyun tertegun sebagian hatinya sakit, tidak terima. Melihat gadisnya begitu telaten mengurus siwon. Tapi sebagaian hatinya berkata kalau dia harus memaklumi keadaan Siwon.

“Kemarin Siwon memaksakan diri pulang ke Korea, hanya agar bisa merayakan ulang tahun Hyunmie. Dia bilang waktunya tidak lama lagi.” bisik Leeteuk tapi masih cukup jelas di telinga Kyuhyun. Bagaimanapun pengertiannya Kyuhyun dia tetap saja sakit hati melihat Hyunmie bersama Siwon. Perlahan Kyuhyun kembali terduduk di ruang tamu. Leeteuk ikut menyusul lalu duduk di samping Kyuhyun dan menepuk bahu Kyuhyun.

“Otte? Apa kau masih mau melakukannya?” Kyuhyun menarik nafas lalu mengangguk mantap.

“Hyung hanya perlu membantuku membuat Hyunmie pergi besok dari rumah.” ucap Kyuhyun lemas dan di balas anggukan Leeteuk.

Kyuhyun melangkah gontai keluar dari rumah kediaman keluaga Park. Bayangannya selalu tertuju pada wajah sendu Hyunmie yang menatap penuh kasih pada Siwon. Demi apapun Kyuhyun tidak rela tatapan itu Hyunmie berikan pada orang lain selain dirinya. Tapi ucapan Leeteuk membuat Kyuhyun percaya selamanya cinta Hyunmie hanya untuknya.

“Kau hanya perlu tau Kyu, Hyunmie hanya mencintaimu, hatinya hanya milikmu. Itu yang ku tau.” ucapan Leeteuk terus bergema di relung hatinya. Perlahan Kyuhyun menarik nafas, menetralkan dadanya yang sesak sejak tadi.

Dengan langkah pasti Kyuhyun pergi dari perkarangan rumah Hyunmie. Kyuhyun perlu bantuan lain untuk acaranya besok. YeWook dan Sungmin belum cukup. Sepertinya Yerye dan Hyekyung juga harus berpartisipasi.

***

Leeteuk menghembuskan nafasnya lemas, saengnya susah sekali di bujuk. Dia ingin terur menjaga Siwon, padahal Siwon sudah membaik.

“Ayolah saengi temani oppa hari ini untuk membeli kado untukmu.” rengek Leeteuk pada Hyunmie yang sibuk mengaduk bubur di dapur.

“Kalau ingin membeli kado untukku kenapa tidak ajak saja yeoja menyebalkan itu. Kan jadi tidak seru kalau aku tau isinya.” ucap Hyunmie datar sambil menuangkan bubur ke mangkuk. Leeteuk mengerutkan keningnya lalu melotot sebal.

“Yaak siapa yang kau bilang menyebalkan eoh?” bentak Leeteuk tak teriam membuat Hyunmie terkekeh geli.

“Ara. Mianhae. Dia calon kakak iparkukan.” ucap Hyunmie sambil tersenyum manis pada Leeteuk yang tersenyum salah tingkah.

“Aku setuju oppa dengannya. Oppa bisa bilang padanya kalau aku saeng oppa.” ucap Hyunmie sambil memeluk Leeteuk dan di balas dekapan senang dari Leeteuk.

“Jinjja? Hehehehe gomawo saengi.” ucap Leeteuk girang.

“Kalau begitu ayo pergi dengannya belikan aku kado.” rengek Hyunmie pada Leeteuk yang mulai serba salah.

“Hyunmie bisa ajak aku jalan-jalan?” perkataan itu membuat Hyunmie dan Leeteuk menatap ke arah sumber suara. Siwon tersenyum lembut dan bersandar di pintu kamar.

“Oppa? Kau sudah bangun? Oppakan harus istirahat.” ucap Hyunmie sambil mendekat kearah Siwon.

“Aku bosan di rumah terus. Hyung tak apakan aku jalan-jalan bersama Hyunmie?” Leeteuk terlihat serba salah tapi kemudian mengangguk pelan.

“Lihat Leeteuk Hyung saja mengijinkan.” Hyunmie menghembuskan nafas lemas lalu mengangguk menyetujui.

“Kalau begitu tunggu aku ganti baju dulu.” Siwon mengangguk lalu menatap Hyunmie yang menghilang di balik pintu kamar. Pandangan Siwon lalu beralih ke Leeteuk lalu mendekati Oppa dari yeoja yang amat ia cintai.

“Bolehkan aku ikut berpartisipasi dalam kejutan untuk Hyunmie Hyung?” Leeteuk terlihat binggung dan hanya bergumam kecil. Dan membiarkan saengnya itu pergi bersama Siwon.

“Bagaimana aku menjelaskannya pada Kyuhyun?” gumam Leeteuk frustasi.

Hari ini benar-benar cerah. Senyuman selalu terukir di wajah Siwon yang sedang berjalan beriringan dengan Hyunmie di taman di jantung kota Seoul. Tak ada kata-kata yang terucap keduanya melempar senyuman menikmati cuaca siang ini.

“Oppa! kita duduk disana?” tunjuk Hyunmie pada kursi panjang di dekat pohon maple, Siwon mengangguk pelan lalu mengikuti Hyunmie duduk di kursi taman yang kebetulan sedang sepi. Keduanya kembali terdiam. Menikmati angin semiliwir yang dengan nakalnya memainkan rambut panjang Hyunmie. Dan sepertinya Siwon menikmati ulah nakal angin pada Hyunmie. Siwon tersenyum sambil menatap Hyunmie lekat-lekat, seandainya setelah hari ini dia harus pergipun tak apa. Asal senyum tulus dan kebebasan itu terus terpancar di wajah Hyunmie.

“Hyunnie_ah. . .?”

“Hmmm waeyo? Wonnie oppa. . .” Siwon tersenyum senang pertama kali lagi untuknya Hyunmie memanggilnya Wonnie. Semenjak kejadian di pesiar itu, Hyunmie tak pernah memanggilnya dengan kata-kata itu.

“Apa sekarang kau bahagia? Pertanyaan Siwon membuat Hyunmie memandang Siwon sambil tersenyum senang.

“Ne. Aku senang sekali oppa, akan semakin senang kalau oppa sembuh.” ucap Hyunmie sambil tersenyum manja. Tangan Siwon terulur mengacak rambut Hyunmie gemas. Selama ini Siwon tak pernah melihat Hyunmie sesenang ini. Siwon senang exspresi bocah itu kembali terlihat.

“Aku hanya minta bernafas sampai hari ulang tahunmu. Tidak lebih.” ucapan Siwon membuat Hyunmie mempoutkan bibirnya tak suka.

“Anni. Oppa akan sehat dan hidup lama. Dan aku percaya itu.” ucap Hyunmie menggebu-gebu, Siwon terkekeh geli melihatnya. Entah kenapa hari ini rasanya adalah hari paling menyenangkan untuk Siwon, hari paling menyenangkan yang pernah ia lewati bersama Hyunmie.

“Oppa? Kau mau menemaniku kesuatu tempat?” sesaat Siwon terdiam lalu mengangguk pelan. Dan tanpa canggung Hyunmie melingkarkan tangannya di lengan Siwon. Lagi-lagi Siwon tersenyum senang Siwon begitu menyukai Hyunmie sangat-sangat banyak. Bisakah terus seperti ini?.

@rumah keluarga park

Leeteuk makin kalang kabut. Sejak tadi dia mondar mandir memikirkan penjelasan apa yang harus ia jelaskan pada Kyuhyun.

“Ah sudahlah ceritakan apa adanya.” ucap Leeteuk pasrah. Di luar dugaan ketika Kyuhyun datang bersama teman-temannya, Leeteuk menceritakan semuanya, justru Kyuhyun hanya terdiam. Dan Yerye dan Hyekyung yang marah-marah tak jelas.

“Kenapa oppa malah membiarkan mereka pergi berdua?” dengus Hyekyung sebal.

“Oppa juga binggung Hyekyung. Sudahlah yang penting dia pulang malam ini. Iyakan Kyuhyun?” tanya Leeteuk pada Kyuhyun yang melamun sejak tadi. Sesaat Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.

“Yaak kenapa kau malah diam saja? Bagaimana kalau Hyunmie tidak datang? Bagaimana kalau Siwon sunbae tidak mengajaknya kemari?” sewot Yerye tak terima. Dan jawaban Kyuhyun membuat semuanya memandang Kyuhyun tak percaya.

“Sudahlah. Aku percaya pada Siwon hyung dan Hyunmie. Kita mulai saja persiapannya. Kajja.” Kyuhyun melangkah meninggalkan ruang tamu menuju taman belakang. Di susul Leeteuk, Ryeowook, Yesung dan Sungmin. Sementara Yerye dan Hyekyung tetap tak bisa menerima ini. Keduanya saling pandang lalu tersenyum licik dan melesat pergi dari kediaman keluarga Park.

Hyunmie dan Siwon keluar dari sebuah toko perhiasan dengan wajah penuh senyum. Terutama Siwon wajah pucatnya tertutup oleh senyum senangnya yang tak henti-hentinya menatap gelang rantai berbandul bintang yang ia kenakan. Hyunmie yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis. Setidaknya Siwon menyukai hadiah darinya. Hadiah yang ingin Hyunmie berikan ketika Siwon pulang dari Jepang atas kesembuhannya. Tapi Siwon malah datang lebih cepat dari yang Hyunmie sangka.

“Oppa suka?” pertanyaan Hyunmie hanya di balas anggukan dan gumaman kecil dari Siwon.

“Itu sebagai ganti kalung yang selama ini oppa pakai.” ucapan Hyunmie membuat langkah Siwon terhenti lalu menatap Hyunmie heran.

“Wae? Kalung itukan memang milik Kyuhyun?” tanya Siwon binggung, Hyunmie hanya tersenyum tipis lalu mengajak Siwon duduk di halte bis. Siwon kembali tertegun ketika Hyunmie menautkan jari-jarinya di jemarinya. Menggenggamnya erat-erat. Bahkan tak sadar sekarang mereka terduduk di bangku halte. Hyunmie yang melihat Siwon terus melihat tangannya yang di genggam Hyunmie hanya tersenyum tipis. Tak heran memang, karena ini pertama kalinya Hyunmie yang menggenggam tangan Siwon. Dan entah kenapa Hyunmie ingin melakukannya.

“Wae? Oppa tidak suka?” seolah tersadar Siwon menatap Hyunmie gugup lalu menggeleng bocah, Siwon menarik tangan Hyunmie yang ada di genggamannya ke dada.

“Kau tau hari ini sangat menyenangkan untukku. Aku ingin merasakkannya lagi nanti.” ucapan Siwon kembali membuat Hyunmie terkekeh geli. Siwon yang ia kenal adalah Siwon yang tegas, berwibawa dan pengatur. Tapi hari ini Siwon seperti seorang bocah yang ingin terus bersama ibunya.

“Oppa pasti akan merasakan hari-hari yang lebih indah dari hari ini. Asal oppa sembuh.” ucapan Hyunmie kembali membuat Siwon terdiam dan murung. Kata-kata sembuh serasa jauh dari jangkauannya. Mengingat sampai sekarang tidak ada donor jantung untuknya.

“Oppa? Berjanjilah. Oppa akan sembuh. Mengalami hari-hari yang lebih menyenangkan dari ini. Karena aku pasti akan merasakannya juga.” ucapan Hyunmie membuat Siwon menatap Hyunmie nanar. Meminta pengertian bahwa janji itu akan sangat sulit untuk ia penuhi. Hyunmie tersenyum tipis lalu menunjuk gelang yang melingkar di tangan Siwon.

“Oppa tau kenapa aku memberi gelang ini? Dan kenapa harus bintang juga? Dan kenapa aku bilang ini ganti kalung yang oppa berikan pada Kyuhyun?” pertanyaan itu hanya di balas gelengan kecil dari Siwon. Walaupun sangat ingin tau sepertinya tubuhnya melemah. Mempengaruhi sistem antusiasnya akan penjelasan yang Hyunmie katakan.

“Karena oppa adalah orang terpenting dalam hidupku setelah Leeteuk oppa.” Siwon menatap Hyunmie tak percaya kata-kata itu terasa mustahil apa lagi setelah penjelasan Hyunmie di toko perhiasan tadi.

“Oppa tau? Saat eomma ingin memberikan kalung itu padaku, eomma bilang aku harus memberikkannya pada orang yang selalu tulus melindungiku. Tapi di luar dugaan eomma malah memberikkannya pada Kyuhyun dan di ambil olehmu oppa. Awalnya aku tidak terima, tapi setelah hari dimana oppa menolongku dari segrombolan namja yang mau menyakitiku. Dari sanalah aku berpikir kalung itu memang berhak oppa miliki. Kejadian itu membuatku ingin menjadi gadis kuat, tidak selalu menyusahkanmu. Apa lagi kau punya penyakit jantung. Walaupun akhirnya aku jadi phobia gelap. Tapi penjahatkan tidak datang malam hari saja.” sesaat Hyunmie menarik nafas dalam-dalam. Siwon sendiri hanya bisa menatap Hyunmie nanar cairan bening di kelopak matanya ia tahan sebisa mungkin. Tidak ingin semakin terlihat lemah di hadapan gadis yang paling ia cintai.

“Tapi. Tetap sajakan kalung itu bukan milikmu. Makanya aku menggantinya dengan gelang ini. Gelang bintang. Inisial ‘HM’, oppa boleh melepasnya kalau sudah punya yeoja chingu hehehe. Aku bulan dan oppa bintang. Oppa taukan maksudku? Jadi kalau bintang tidak ada! Siapa yang akan menjaga bulan?” cairan bening itu sudah tak sanggup Siwon tahan. Mereka keluar berlomba-lomba dengan bergetarnya bibir Siwon. Siwon menunduk menyembunyikan wajahnya yang mungkin semakin pias sekarang. Semakin mempererat genggaman tangan Hyunmie dan menekankannya pada jantung yang semakin lemah berdetak itu.

“Aku berjanji.” isak Siwon pelan tanpa menatap Hyunmie sama sekali. Takut jika menatap mata itu. Tangisnya akan meledak.

Hyunmie tersenyum kecil melihat Siwon menundukan kepalanya. Walaupun sejak tadi Hyunmie sudah sangat cemas dengan keadaan Siwon. Perlahan Hyunmie merengkuh wajah Siwon menatap bulir-bulir bening yang membasahi wajah Siwon. Menatap mata itu dalam-dalam mengatakan bahwa janji itu harus Siwon tepati. Dengan keadaan penuh rasa sesak Siwon mengangguk lalu mencium telapak tangan Hyunmie berjanji dia akan sembuh dan selalu berbahagia nantinya. Delapan tahun cukup untuknya terus ketakutan kehilangan hidup dan cintanya. Tapi sekarang cintanya menganggapnya berharga dan mungkin itu untuk Siwon sekarang ini.

“Oppa? Bagaimana kalau kita jalan-jalan lagi? Sepertinya bis akan lama datang.” Siwon kembali tersenyum lalu mengangguk cepat lalu berdiri bersamaan dengan Hyunmie. Berjalan menyusuri jalan entah kemana yang Siwon pikirkan hanya bisa terus menggenggam tangan Hyunmie itu tidak masalah. Sementara Hyunmie semakin cemas menatap Siwon. Limapuluh meter lagi Rumah sakit Seoul akan terlihat, inilah alasannya Hyunmie ingin jalan kaki. Mungkin bisa membujuk Siwon untuk di rawat.

***

Tepat di depan rumah sakit Hyunmie berhenti lalu menatap Siwon yang kebinggungan.

“Kenapa berhenti disini?” sesaat Hyunmie menarik nafas mulai menyusun bujukan untuk Siwon.

“Oppa. Kau janjikan akan sembuh? Oppa aku menyayangimu kau taukan? Bisakah oppa mengabulkan permintaanku?” Siwon kembali tertegun tapi dengan cepat mengangguk pelan.

Tapi belum juga Hyunmie mengatakan apa yang ia inginkan kedua sahabatnya datang bahkan melepaskan genggaman tangannya dan Siwon.

“Ah akhirnya aku menemukanmu Hyunmie.” ucap Hyekyung dengan nafas berburu. Sepertinya Hyekyung berlari agar cepat melepas genggaman tangan Hyunmie dan Siwon.

“Kalian? Sedang apa disini?” tanya Hyunmie polos. Yerye dan Hyekyung terlihat binggung dan memikirkan sesuatu.

“Ah kami ingin mengajakmu jalan-jalan ke Sekolah Dasar kita dulu.” ucap Yerye yang di balas anggukan cepat dari Hyekyung.

“Ta. .tapi aku sedang bersama Siwon oppa.” ucap Hyunmie cemas. Tidak mungkin dia meninggalkan Siwon sendirian. Padahal tadi sudah ingin mengajak Siwon kerumah Sakit.

“Ah Siwon oppa Leeteuk oppa memintamu kerumah sekarang. Penting.” ucap Hyekyung sambil mulai menarik tangan Hyunmie pergi. Sedikit ragu-ragu Hyunmie menujuk gedung rumah sakit. Siwon menatap gedung rumah sakit lalu kembali menatap Hyunmie yang semakin menjauh lalu menggeleng lemah. Hyunmie melipat tangannya memohon dan sekarang Siwon mengangguk dan tersenyum tipis. Hyunmie membalas senyum itu tak kalah senang lalu melambaikan tangannya pada Siwon dan dibalas lambaian juga dari Siwon, hingga Hyunmie dan kedua sahabatnya itu menghilang di belokan.

Hyunmie terpaku di depan sekolahnya dulu menatap banyak kenangan di hadapannya. SD SMP SMA (anggap aja di korea ada) ke tiga gedung itu berjajar di hadapannya. Gedung yang menyiratkan kenangan paling banyak antara dia Hyekyung dan Yerye.

“Keunde? Kita mau apa kemari?” pertanyaan Hyunmie kembali membuat Hyekyung dan Yerye binggung.

“Kita jalan-jalan saja.” ucap Yerye dan Hyekyung bersamaan dan menarik Hyunmie masuk ke gerbang Sekolah Dasar terlebih dulu.

Hyunmie tersenyum beberapa kali setiap melihat beberapa sudut di sekolah ini. Seperti mengerti Hyekyung menyenggol pinggang Hyunmie lalu menunjuk sebuah taman. Tempat dimana ketiganya pertama bertemu.

“Kau masih ingat saat itu kau menangis disini karena ice krimmu jatuh?” pertanyaan Hyekyung membuat Hyunmie terkekeh geli mengingat dia memang suka benda cair itu. Dan tidak sengaja terjatuh di taman ini. Yerye dan Hyekyung duduk di ayunan disusul Hyunmie juga ikut duduk di ayunan. Seolah memutar masalalu ketiganya sering mengklaim kalau taman itu hanya milik mereka bertiga.

“Kalau ada Ice krim mungkin akan lebih menyenangkan.” gumam Hyunmie pelan. Seolah sudah menyiapkan semua. Yerye merogok tasnya dan memberi Hyunmie Ice crem coconat, kesukaannya. Dengan mata berbinar-binar Hyunmie mematahkan ice krim itu lalu mengemutnya dalam-dalam. Hyekyung dan Yeryepun melakukan hal yang sama. Lalu kembali mengayunkan ayunan mereka.

“Hyekyung_ah Yerye_ah aku menyayangi kalian.” teriakan Hyunmie sukses membuat Hyekyung dan Yerye menghentikan ayunannya lalu menatap Hyunmie heran. Melihat itu Hyunmie menatap keduanya polos.

“Waeyo?” pertanyaan Hyunmie membuat Hyekyung tertawa tak jelas.

“Yaaj Park Hyunmie? Ada apa denganmu? Aneh sekali?” tanya Hyekyung sebal. Entahlah perkataan Hyunmie seolah semua akan berakhir.

“Kau tau itu menjijikan.” ucap Yerye yang tak kalah sebal juga merasakan perasaan yang sama dengan Hyekyung. Seolah tak terima Hyunmie berdiri dan mendengus sebal.

“Ah waeyo? Memang salah apa aku mengatakan kalau aku menyayangi kalian. Ck kalian merusak moodku saja.” geram Hyunmie sambil membuang Ice Krim di tangannya lalu berbalik. Menghentakan kakinya lalu berjalan pergi. Hyekyung dan Yerye saling pandang dengan wajah bersalah. Sesaat Yerye melihat selang penyemprot taman lalu tersenyum licik berbarengan dengan Hyekyung yang seolah mengerti maksud chingunya itu.

“YAAK PARK HYUNMIE.” teriakan Yerye berhasil membuat Hyunmie menghentikan langkahnya. Dengan masih sangat kesal Hyunmie berbalik. Dan. . .

CARRRS. . .

Muka Hyunmie basah dengan semprotan untuk menyiram tanaman di taman. Hyunmie melongo menatap kedua temannya tertawa puas. Dengan geram Hyunmie mengambil penyemprot taman yang menganggur dan menembaki kedua temannya dengan air. Mau tak mau untuk beberapa saat ketiganya seolah kembali kebeberapa tahun yang lalu di saat mereka benar-benar merasakan kebahagiaan tanpa beban.

***

Sementara itu Ryeowook dan Yesung hanya menggerutu sebal karena kekasih mereka yang mendadak menghilang sejak tadi. Kalau tidak enak pada Kyuhyun mungkin sudah mereka cari Yerye dan Hyekyung. Di tambah Kyuhyun yang sejak tadi diam terus saat bekerja. Membuat keduanya semakin tak enak jika harus pergi. Leeteuk yang melihat Kyuhyun seperti itu semakin merasa bersalah.

“Sudahlah oppa. Bukan oppa yang salah, kalau aku di posisimu pasti juga akan binggung.” yeoja yang ikut membantu di samping Leeteuk seperti mengerti keadaan Namja chingunya. Leeteuk menatap yeoja di sampingnya. Merasa beruntung yeoja di sampingnya ada di saat seperti ini. Han jae hyeo ikut dalam pesta kejutan itu. Apa lagi setelah mendengar penjelasan dari Leeteuk membuat Jae hyeon merasa bersyukur dan berterima kasih pada Hyunmie.

“Gomawo Jae hyeon_ah. Ah iya aku mau memberikanmu sesuatu. Kajja.” Jae hyeon hanya diam saja ketika Leeteuk menariknya pergi dari taman belakang menuju kamarnya. Membuat Yesung dan Ryeowook semakin iri.

@kamar Leeteuk

Perlahan Leeteuk membuka lemarinya. Seperti mencari sesuatu. Sedang Jaehyeon terlihat kiku menatap kamar Leeteuk. Ini pertama kalinya dia masuk kamar Leeteuk.

“Ah ini dia.” Leeteuk mengeluarkan sebuah kotak kecil dari lemarinya lalu memberikannya pada Jaehyeon.

“Ige mwonde?”

“Buka saja. Itu dari Hyunmie untuk kita berdua.” Jaehyeon mengerutkan keningnya binggung tapi tetap membuka kotak itu. Mata Jaehyeon membulat ketika menatap benda di kotak itu.

“Oppa? Ini? . . .?” Jaehyeon menatap Leeteuk tak percaya.

“Ne. . .ini tanda restu dari Hyunmie untuk kita.” Leeteuk tersenyum senang lalu merangkul Jaehyeon menjadi sandaran Jaehyeon ketika mata Yeoja chingunya sudah mulai berair.

Sungmin menatap Kyuhyun prihatin, sepertinya wajah Kyuhyun tak tenang, seharusnya sekarang yang paling senang dan bersemangat adalah Kyuhyun tapi sebaliknya. Kyuhyun gelisah seolah tak tenang bahkan beberapa kali melamun tak jelas.

“Kyu? Kalau kau tak tenang susul saja dia.” ucap Sungmin sambil menepuk bahu Kyuhyun yang kembali melamun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya seolah menolak permintaan Sungmin.

“Anniya. Bukan itu hyung. Aku percaya pada keduanya. Keunde entah kenapa aku gelisah terus. Aku bertanya pada orang rumah juga semua baik-baik saja. Apa aku saja yang terlalu paranoid. Takut acara ini gagal hyung.” raut cemas di wajah Kyuhyun begitu kentara. Sesaat Sungmin tersenyum tipis lalu menepuk bahu Kyuhyun.

“Wajar Kyu. Inikan hari istimewa untukmu dan Hyunmie.” ucapan Sungmin malah membuat Kyuhyun gugup mengingat malam ini Kyuhyun juga berencana melamar Hyunmie. Ah mungkin hanya mengajak Hyunmie bertunangan. Setidaknya status keduanya jelas.

“Siwon_ssi?” ucapan Sungmin sukses membuat Kyuhyun berbalik menatap Siwon yang tersenyum pias pada Kyuhyun.

“Hyung. . .” gumam Kyuhyun pelan. Siwon mendekat lalu menepuk bahu Kyuhyun pelan.

“Aku datang untuk membantu. Bolehkan?” Kyuhyun masih tertegun tapi tak lama mengangguk pelan. Siwon tersenyum senang lalu menghampiri Ryeowook dan Yesung bertanya apa ada yang perlu ia bantu. Sesaat Kyuhyun tersenyum sedikit kegelisahannya menguap pergi.

“Sepertinya Hyekyung dan Yerye berhasil memisahkan mereka.” Sungmin menyenggol pinggang Kyuhyun bermaksud menggoda Kyuhyun kembali.

“Aku bilang aku percaya pada mereka hyung.” sungut Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Sungmin.

Jam 18:00 1 juni 2012 @taman sekolah Hyunmie, Yerye dan Hyekyung

ketiganya sibuk mengeringkan rambut masing-masing. Sesekali melempar pandang pada yang lain, lalu terkekeh geli.

“Ah iya sebelum aku melupakannya aku ada sesuatu untuk kalian.” ucap Hyunmie sambil merogok tasnya lalu mengeluarkan 2 buah kotak kecil dan di berikan pada Yerye dan Hyekyung. Keduanya saling pandang lalu menatap Hyunmie heran.

“Sudah buka saja.” rungut Hyunmie pada kedua chingunya. Hyekyung dan Yerye mengerutkan kening ketika melihat isi kotak itu.

“Cincin?” tanya Yerye binggung.

“Tunggu dulu. Kenapa kau aneh sekali hari ini.” tanya Hyekyung menatap Hyunmie yang kembali terlihat sebal.

“Iya aku juga merasa begitu. Kau tau ini bukan gayamu.” ucap Yerye menambahkan membuat wajah Hyunmie semakin merengut sebal.

“Huh sudahlah kalian pakai saja. Aku juga sudah pakai. Anggap itu permintaanku di detik-detik menjelang ulangtahunku. Ck bahkan di antara kalian tidak ada yang mengingatnya.” ucapan Hyunmie membuat Hyekyung dan Yerye ingat sesuatu. Mereka mulai gelagapan menatap jam di tangan masing-masing. Takut jika terlambat memberikan kejutan untuk chingunya.

“Ah kita pulang sekarang saja. Ah anni kita kesupermarket saja. Kita rayakan di rumahmu Hyunmie.” ucap Hyekyung mengalihkan percakapan dan di balas anggukan antusias dari Yerye. Mungkin juga binggung mengatur waktu. Sesaat Hyunmie menatap keduanya sebal lalu mengangguk pelan.

“Chakkaman pakai dulu cincinnya. Kalian tau harganya mahal jangan hilang. Ara.” mendengar itu keduanya berdecak sebal.

“Perhitungan. Ucap Yerye dan Hyekyung bersama-sama.

“Bukan perhitungan. Tapi istimewa. Ck kosa kata kalian buruk sekali.” ucap Hyunmie sambil meninggalkan keduanya yang melongo tak percaya.

20:00 1 juni 2012@di bis.

Hyunmie menatap coklat di bungkusan yang ada di pangkuannya. Sesekali menelan ludah payah. Lapar. Perut Hyunmie sudah minta di isi mengingat sejak siang tidak diisi. Hyekyung dan Yerye hanya terkekeh geli. Sepertinya sahabatnya itu menahan diri agar tidak memakannya di bis. Sesaat Hyunmie mendengus sebal lalu kembali menatap jalan raya. Ketika menatap sebuah bangunan putih, reflek Hyunmie menyuruh bis berhenti.

“Yaak mau kemana?” ucap Hyekyung ketika melihat Hyunmie akan keluar dari bis.

“Kalian pulang duluan. Aku ada urusan dulu. Nanti menyusul.” teriak Hyunmie sambil melambaikan tangan pada kedua chingunya itu dari luar bis. Hyekyung dan Yerye hanya melongo tak berbuat apapun.

“YAAK kenapa di biarkan pergi?” tanya Yerye pada Hyekyung. Hyekyung nampak berpikir lalu tersenyum evil.

“Gwenchana. Dengan begini Hyunmie mungkin sampai rumah jam 12 nanti.” ucap Hyekyung dan di jawab anggukan senang dari Yerye.

Yerye dan Hyekyung masuk kehalaman belakang. Membuat semua yang berada disana sedikit terkejut.

“Tenang Hyunmie tidak bersama kami.” semua menghelah nafas lega ketika Hyekyung menjelaskan.

“Lalu dia kemana?” pertanyaan Leeteuk membuat semua kembali menatap Hyekyung dan Yerye.

“Katanya dia ada sedikit urusan.” ucapan Hyekyung kembali mendapat jawaban ber ‘o’ ria dari semuanya. Lalu kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Berbeda dengan Ryeowook dan Yesung yang berlari lalu menarik kekasihnya masing-masing. Dan sebelum mengamuk Yerye dan Hyekyung sudah memasang ayego masing-masing.

“Mianhae.” ucap Yerye dan Hyekyung yang di balas dengus sebal dari Yesung dan Ryeowook.

Sementara itu keringat dingin mulai membanjiri wajah Siwon. Dadanya terasa sesak. Kepala Siwon semakin berat. Siwon menggelengkan kepalanya. Kalaupun ia harus tumbang tidak disini. Karena itu hanya akan jadi perusak acara orang yang sangat ia cintai. Sedikit gontai Siwon pamit pergi. Beralasan kalau appanya pulang dari Jepang dan ia harus menjemputnya. Tanpa curiga apapun Leeteuk mengizinkan Siwon pergi. Karena waktu masih menunjukan jam 21:00. Mungkin Siwon masih ada waktu untuk datang lagi.

Baru saja beberapa menit Siwon pergi. Tiba-tiba Hyunmie menelpon pada Kyuhyun.

“Yeobseo. . .kau memang ada dimana? . . .sedang apa disana? . . . .ah ne,ne ara aku jemput kau sekarang.” Kyuhyun menatap semuanya dengan tatapan binggung.

“Dia minta kau menjemput?” pertanyaan Leeteuk hanya di balas anggukan kecil saja.

“Kita harus mengulur waktu lebih lama lagi.” ucapan Sungmin membuat Kyuhyun sedikit kelimpungan. Tapi seperti mendapatkan ide Kyuhyun tersenyum lalu membawa seikat bunga lily.

“Semuanya. Tolong aku untuk menyelesaikan tugas disini. Aku akan berusaha mengulur waktu dengan mengajaknya kesuatu tempat.” semuanya mengangguk setuju. Dan tanpa menunggu lama Kyuhyun langsung melesat pergi menjemput Hyunmie.

22:00 1 juni 2012 di depan rumah sakit Seoul.

Kyuhyun keluar dari mobilnya menatap kearah depan pintu rumah sakit. Sedikit gaduh. Tepat akan mendekat di kerumunan itu. Tangannya di tahan seseorang.

“Ah Hyunmie? Apa kau menunggu lama?” Hyunmie hanya menggelengkan kepalannya pelan.

“Anni aku baru saja menyelesaikan urusanku.” ucap Hyunmie sambil merangkul lengan Kyuhyun mesra. Kyuhyun sedikit tertegun ‘tidak biasannya’ tapi tak lama tersenyum lalu mengacak rambut Hyunmie gemas.

“Aigo kau manis sekali.”

“Baru sadar?” Kyuhyun berdecak tak percaya menyesal dia mengatakan itu. Tapi tak lama dia mengeluarkan seikat bunga lily dari mobilnya dan memberikannya pada Hyunmie.

“Untuku?” tanya Hyunmie senang. Tapi Kyuhyun menggeleng pelan.

“Anni. Ini untuk eommanim dan abbonim.” ucap Kyuhyun pelan. Sesaat Hyunmie membulatkan matanya. Tapi sebelum bicara Kyuhyun sudah menariknya masuk kemobil lalu melesatkan mobilnya dalam kecepatan tinggi. Hyunmie hanya tersenyum kecil menatap Kyuhyun yang juga tersenyum beberapa kali padanya. Hyunmie sepertinya tau akan di ajak kemana. PANTAI.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup menegangkan. Kyuhyun dan Hyunmie akhirnya sampai di pantai. Tempat dulu Hyunmie mengajak Kyuhyun. Atau lebih tepatnya, tempat Kyuhyun berusaha menyelamatkan Hyunmie yang tidak sadarkan diri, setelah di hempaskan berkali-kali di tengah laut delapan tahun lalu.

Kyuhyun turun lebih dulu dari mobil. Membuka pintu mobil untuk Hyunmie dan langsung berjongkok di depan Hyunmie. Hyunmie mengerutkan keningnya binggung.

“Ayo naik!! Aku gendong sampai pantai. Kau phobia gelapkan?” ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie tersenyum kecil. Lalu melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun begitu saja. Kyuhyun yang melihat itu kembali dibuat heran. Dengan sedikit berlari Kyuhyun mensejajarkan langkahnya dengan Hyunmie, lalu menggandeng tangan Hyunmie erat.

“Kau bohong?” rutuk Kyuhyun sambil menatap sebal pada Hyunmie. Membuat Hyunmie menaikan satu alis matanya binggung.

“Bohong? Soal apa?” tanya Hyunmie polos.

“Kau sebenarnya tidak takut gelapkan?” pertanyaan Kyuhyun membuat Hyunmie tersenyum tipis. Tak ada jawaban dari Hyunmie. Keduanya kembali terdiam sambil melangkah menuju arah pantai.

Sesampainya di pantai Hyunmie terduduk. Berbeda dengan Kyuhyun yang langsung mengambil buket bunga yang sejak tadi di pegang Hyunmie. Lalu berjalan ke bibir pantai dan menghanyutkannya kelaut. Persis seperti apa yang Hyunmie lakukan dulu.

Tak lama Kyuhyun juga duduk di samping Hyunmie. Merengkuh tubuh Hyunmie kedalam pelukannya, gadis yang ia cintai selama 8 tahun lama terakhir.

“Kyu. . !!” gumam Hyunmie pelan juga perlahan melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun.

“Ne? Wae?” tanya Kyuhyun sambil mengecup puncak kepala Hyunmie pelan.

“Aku tidak bohong soal phobiaku.” ucap Hyunmie sambil menatap Kyuhyun sendu. Sebuah senyuman tertarik dari bibir Kyuhyun, ia rengkuh lagi tubuh mungil di sampingnya, agar bersandar di bahunya.

“Ara. Aku percaya.” gumam Kyuhyun lembut. Semakin erat memeluk tubuh Hyunmie. Angin pantai benar-benar menusuk setiap persendian Kyuhyun. Tapi yeoja di pelukannya seperti tidak merasakan itu.

“Phobiaku sembuh karena kau mengenalkanku pada keindahan di kegelapan malam Kyu.” ucap Hyunmie sambil mengenggam tangan Kyuhyun erat-erat.

“Jinjja?”

“Eung. . .selama ini aku terlalu ketakutan pada keindahan yang di sembunyikan kegelapan. Kau tau!! Saat kita meneliti Andromeda pertama kali? Dari sana aku membiasakan diri dengan kamarku yang gelap. Aku merasa itu tidak buruk, Planetarium itu membuat kamarku di malam hari menjadi menyenangkan.” Kyuhyun hanya tersenyum kecil mendengar cerita dari Hyunmie. Lagi Kyuhyun kembali mengecup puncak kepala Hyunmie.

“Choayo. Kalau begitu kita bisa sering-sering kencan di malam hari. Khususnya di rumput ilalang tempat kita ospek dulu. Aku ingin melihat Andromeda secara utuh bersamamu nanti di sana.” tak ada jawaban dari Hyunmie. Hyunmie seolah kehilangan kata-kata untuk menjawab.

“Kyu. . .apa aku bisa menjadi Andromeda? Yang menunggu Perseus di langit sana?” pertanyaan Hyunmie membuat Kyuhyun menatap Hyunmie dengan tatap Binggung. Bukannya mendapat jawaban dari rasa herannya. Hyunmie malah semakin memangkas jarak dengan Kyuhyun lalu perlahan tapi pasti bibir Hyunmie sudah menyatu dengan bibir Kyuhyun. Shock. Kyuhyun mengedipkan matanya beberapa kali. Hingga Hyunmie melepaskan tautan bibirnya dari bibir Kyuhyun lalu tersenyum manis. Selalu begini jika Hyunmie yang memulai. Pikiran Kyuhyun mendadak kosong. Kata-kata di mulut seperti tercekat di kerongkongan.

“Andromeda akan menunggu Perseus dan akan sangat merindukannya.” belum juga rasa heran tadi hilang beserta shock terapinya. Hyunmie meluncurkan kata-kata yang membuat Kyuhyun kembali di buat binggung plus kejutan listrik di tubuhnya. Hyunmie kembali menautkan bibirnya, tangannya melingkar sempurna di leher Kyuhyun. Jika tadi hanya sebuah kecupan kali ini Hyunmie menggerakan bibirnya di permukaan bibir Kyuhyun yang masih terpaku. Kyuhyun tidak membalas ciuman Hyunmie dan melepas ciuman itu. Kembali menatap Hyunmie lekat-lekat.
Ciuman tadi sarat kesedihan. Dan Kyuhyun tak suka itu. Seolah tau isi hati Kyuhyun. Hyunmie menarik nafas dalam-dalam lalu memasang wajah cemberutnya.

“Kenapa dengan semua orang hari ini? Mereka semua melupakan ulang tahunku. Kau. Bahkan aku sudah mengatakannya satu minggu yang lalu padamu.” dengus Hyunmie sebal. Kyuhyun tetap menatap Hyunmie curiga. Hyunmie seperti sengaja mengalihkan topik pembicaraan tadi.

“Ah sudahlah kita pulang saja.” ucap Hyunmie kesal sambil bermaksud berdiri tapi Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyunmie. Menatap nanar wajah gadis di sampingnya. ‘ada apa’ Hyunmie menghembuskan nafasnya lemas. Lalu kembali duduk menghadap Kyuhyun.

Hyunmie mengeluarkan sekotak persegi panjang dari tasnya lalu memberikan kotak itu pada Kyuhyun.

“Ige Mwoya?” tanya Kyuhyun semakin binggung.

“Buka saja.” ucap Hyunmie dingin. Kyuhyun menghelah nafas lalu membuka kotak tersebut. Kyuhyun mengerutkan keningnya menatap benda di dalam kotak itu.

Kyuhyun menatap Hyunmie salah tingkah ketika menyadari benda di dalam kotak itu. Dia juga meraba lehernya. Sepertinya memang terjatuh. Hyunmie menatap Kyuhyun tajam, membuat Kyuhyun semakin kikuk. Beberapa hari dia sibuk dengan pesta kejutan untuk Hyunmie hingga tidak menyadari benda itu sudah terjatuh dan sekarang tertata indah di kota yang ada di tangannya. Keadaannya sedikit mengkilat sekarang.

“Apa kau sudah tau?” tanya Kyuhyun pelan. Tapi Hyunmie terus menatapnya tajam.

“Mian.” gumam Kyuhyun bersalah. Hyunmie memutar matanya sebal lalu mengeluarkan satu kotak kecil lagi dari tas. Jika di pikir-pikir hari ini tas Hyunmie sudah seperti kantung santa saja.

“Apa lagi ini?” tanya Kyuhyun heran tapi tidak di jawab oleh Hyunmie yang masih menatapnya dingin. Kyuhyun langsung membuka kotak kecil itu. Exspresi Kyuhyun sedikit berbeda dari tadi. Wajahnya terlihat senang sekarang.

“Darimana kau mendapatkan ini?” tanya Kyuhyun antusias. Hyunmie berdecak tak percaya, dengan cepat Hyunmie memasangkan benda itu di tangan Kyuhyun. Dan satunya lagi ditangan Hyunmie. Hyunmie juga mengambil benda di kotak persegi panjang yang pertama Kyuhyun buka lalu memasangkannya di leher Kyuhyun.

“Dengar kau boleh melupakan hari ulangtahunku ataupun status kita yang tidak jelas ini. Tapi satu. Jangan pernah melupakan kalung yang melingkar di lehermu. Araseo!!” ucap Hyunmie dengan raut wajah kesal. Membuat Kyuhyun terkekeh kaku. Menggaruk tengkuknya yang padahal sama sekali tak gatal.

“Keunde, kau belum menjawab pertanyaanku? Tau dari mana kau tentang kalung ini? Dan dari mana kau dapatkan gelang ini?” Hyunmie kembali mendengus kesal. Sempat-sempatnya Kyuhyun bertanya lagi hal itu. Dengan kesal Hyunmie berdiri lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk terpaku. Tak lama Kyuhyun tersadar lalu mengejar Hyunmie dan memeluk Hyunmie dari belakang.

“Mau kemana kau dewi Andromeda?” bisikan Kyuhyun berhasil mengubah perasaan Hyunmie yang sejak tadi marah menjadi sendu. Perlahan Hyunmie berbalik lalu mengerucutkan bibirnya. Air matanya keluar sudah, padahal sejak tadi Hyunmie berusaha menahannya.

“HUAAAA KENAPA TIDAK KAU KATAKAN SEJAK TADI.” teriak Hyunmie kencang sambil mulai memukuli tubuh Kyuhyun dengan tasnya. Kyuhyun hanya merintih kesakitan ketika pukulan demi pukulan mengenai tubuhnya. Pasti besok biru. Setelah puas memukuli Kyuhyun, Hyunmie kembali melanjutkan tangisannya. Pusing harus bagaimana, Kyuhyun memeluk Hyunmie membungkam mulut mungil Hyunmie dengan bibirnya. Dan sepertinya berhasil, Hyunmie berhenti menangis dan sibuk membalas kecupan dari Kyuhyun. Dan kemesraan mereka harus terganggu karena ponsel Kyuhyun berbunyi.

“Kau hutang penjelasan padaku.” ucap Kyuhyun setelah melepaskan tautan bibirnya dari bibir Hyunmie. Dan perlahan mengelus bibir Hyunmie dengan ibu jarinya.

“Yeobseo? . . .ah ne aku kesana sekarang.” Hyunmie menatap Kyuhyun binggung. Tapi seolah mengabaikan kebinggungan Hyunmie, Kyuhyun berlutut di hadapan Hyunmie.

“Chagi!! Maukah kau bertunangan denganku?” pertanyaan Kyuhyun sukses membuat Hyunmie kembali menangis. Tanpa menunggu lama Hyunmie mengangguk menyetujui. Kyuhyun tersenyum senang lalu merogok sakunya, mengeluarkan sebuah cincin dari sana.

“Sejak tadi kau terus yang memberiku hadiah. Padahal kau yang berulangtahun. Sekarang giliranku. Eommanim dan appanim juga pantai ini jadi saksi jelasnya status kita. Kau milikku Andromeda.” perlahan Kyuhyun menyematkan cincin itu di jari manis Hyunmie. Yeoja itu sudah tidak tau apa yang ingin ia ucapkan, Hyunmie langsung memeluk Kyuhyun erat-erat dan menenggelamkan wajahnya di bahu Kyuhyun. Menangis sekuat mungkin, bukan tangis kesedihan, tapi tangis bahagia.

“Kau mau kejutan lain?” pertanyaan Kyuhyun membuat Hyunmie tak bisa bicara apapun, hanya anggukan kecil yang Hyunmie berikan. Masih dengan tubuh bergetar Kyuhyun menuntun Hyunmie berdiri lalu melangkah menuju mobil.

23:55 1 juni 2012 @at home Park family

Leeteuk terus menelepon Siwon sejak tadi. Tapi selalu saja nada seluler yang Leeteuk dengar. ‘tidak aktif’, Leeteuk pikir Siwon tidak lama. Bahkan Leeteuk sempat berpikir, setidaknya Siwon membawa Kiho ajjusi untuk sama-sama memberi kejutan untuk Hyunmie.

“Sudahlah oppa. Mungkin Siwon sedikit terlambat nanti.” Leeteuk menatap yeoja chingunya sendu lalu mengangguk kecil. Leeteuk mulai mengatur posisi semuanya agar mulai bersembunyi. Karena menurut perkiraan, Hyunmie akan sampai beberapa menit lagi.

Hyunmie mengerutkan keningnya binggung ketika mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan rumahnya.

“Kejutannya ada di dalam.” ucap Kyuhyun seolah tau kebinggungan Hyunmie.

“Maksudnya?” tanya Hyunmie polos tidak mengerti. Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, ia memilih keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Hyunmie.

“Jah. Tutup dulu matamu.” Kyuhyun melipat saputangannya lalu menggunakannya untuk menutup mata Hyunmie. Hyunmie memilih diam dan tersenyum kecil ketika ia mulai di papah oleh Kyuhyun.

Tepat di tengah taman belakang Hyunmie di tinggal Kyuhyun sendirian.

“Kyu? . . .kau dimana?” tidak ada jawaban. Kyuhyun hanya tersenyum kecil di hadapan Hyunmie. Di tangannya sekarang sebuah cake penuh lilin tersusun indah. Ornamen bintang benar-benar menghiasi taman beserta cake di tangan Kyuhyun sekarang. Perlahan Hyunmie membuka penutup matanya, mata Hyunmie sedikit mengerjap karena cahaya lampu yang terang. Seiring mata Hyunmie yang semakin jelas menatap sekitar, saat itu juga lagu selamat ulang tahun dinyanyikan serentak oleh orang-orang yang sejak pagi menyusun kejutan tersebut. Hyunmie membekap mulutnya rapat-rapat, rasanya ingin menangis sekuatnya tapi ia tahan. Hanya air mata haru yang tidak berhenti mengalir dari pelupuk matanya.

“Kyu. . .ige? . .sejak kapan?” tanya Hyunmie menatap Kyuhyun sayu, meminta penjelasan pada namja yang baru saja resmi menjadi kekasihnya.

“Nanti aku jelaskan. Sekarang tiup dulu lilinnya. Ucapkan permohonanmu.” ucap Kyuhyun sambil tersenyum tipis. Hyunmie mengangguk kecil lalu menutup matanya sesaat kemudian meniup lilin-lilin bintang tersebut hingga padam. Semua bertepuk tangan setelah semua lilin-lilin itu mati.

Semua mulai mengucapkan selamat ulang tahun pada Hyunmie. Tak lupa memberikan kado untuknya. Dari mulai hal yang mahal sampai murah, dari yang penting sampai tidak ada gunanya sama sekali.

“Nappeuna. Kukira kalian lupa ulangtahunku.” Gerutu Hyunmie pada Hyekyung dan Yerye yang terkekeh geli melihat exspresi yang jarang mereka lihat dari chingunya itu.

“Mana mungkin kami setega itu eoh. Kami mempersiapkannya jauh-jauh hari.” ucap Hyekyung sambil merangkul Hyunmie. Begitupun Yerye. Hyunmie menggaruk kepalanya tak gatal.

“Gomawoyo. Jeongmal gomapta, kalian semua peduli padaku.” ucap Hyunmie pelan dihadapan semuanya. Leeteuk lalu merangkul Kyuhyun menepuk-nepuk bahunya bangga.

“Yang merancang semuanya adalah dia. Jadi berterima kasihlah padanya.” ucap Leeteuk membuat Kyuhyun salah tingkah ketika Hyunmie tersenyum senang padanya. Oh bolehkah yeoja galak ini terus manis dan baik setiap hari? Kyuhyun beberapa jam terakhir di buat shock jantung melihat apapun yang Hyunmie lakukan. Hyunmie mendekat kearah Kyuhyun dan tanpa diduga Hyunmie menciumnya kilat didepan semua orang.

“Terima kasih untuk semuanya. Saranghae.” Kyuhyun kembali gelagapan mendapat serangan mendadak dari Hyunmie terlebih untuk pertama kalinya Hyunmie mengatakan saranghae padanya. Melihat exspresi Kyuhyun, mau tak mau semua orang tertawa geli.

“Sepertinya kita harus memberikan privasi pada pasangan baru ini. Kajja kita masuk kerumah. Oh iya Yerye, Hyekyung bisa bantu membawakan kado-kado kekamar Hyunmie?” ucapan Leeteuk kembali membuat Kyuhyun tak enak. Terlebih semuanya memang masuk ketika Leeteuk meminta.

“Hyung gomawo.” ucap Kyuhyun pelan sebelum Leeteuk masuk dan di balas anggukan kecil dari Leeteuk.

Sekarang hanya tinggal Kyuhyun dan Hyunmie yang berada di taman.

“Kyu. . .gomawo. . .mian aku tak bisa memberikan apapun padamu sebagai balasannya.” ucap Hyunmie sendu sambil memeluk Kyuhyun erat-erat. Kyuhyunpun melakukan hal yang sama memeluk Hyunmie semakin erat.

“Kau hanya perlu membalasnya dengan terus di sampingku.” mendengar itu Hyunmie tersenyum kecil lalu menatap Kyuhyun sayu.

“Dimanapun aku berada. Aku akan selalu ada untukmu.” ucap Hyunmie pelan. Perlahan Hyunmie mengecup kening Kyuhyun dalam.

“Aku menyayangimu pangeran bintangku, perseusku, namja galakku. Cho Kyuhyun.” Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam tersenyum senang. Dadanya sesak saking rasa bahagia di hatinya.

“Nado.” gumam Kyuhyun dan kembali memeluk Hyunmie erat-erat.

Cukup lama keduanya mempertahankan posisi tersebut. Hingga Hyunmie yang mengakhirinya.

“Kyu. . .ini sudah jam 3 pagi. Kau tidak mengantuk?” Kyuhyun menggeleng kecil lalu kembali memeluk Hyunmie, tapi Hyunmie kembali melepas pelukan Kyuhyun menatap wajah Kyuhyun sedih.

“Waeyo?” tanya Kyuhyun khawatir.

Hyunmie menggelengkan kepalanya pelan, lalu kembali memeluk Kyuhyun.

“Kyu. . .jeongmal bogoshippo.”

“Ara. Kau memang selalu merindukankukan?” Hyunmie tersenyum kecil lalu bergumam membenarkan. Kyuhyun mengerutkan keningnya lalu menatap Hyunmie berbinar.

“Yaak kau bisa tidak terus bersikap manis dan manja padaku seperti ini. Kau tau aku semakin menyukaimu.” Hyunmie berdecak tak percaya lalu memukul kepala Kyuhyun kuat-kuat.

“Ais bisa tidak kau tidak merusak moodku. Aku sedang senang hari ini.” sungut Hyunmie sebal. Kyuhyun hanya meringis kesakitan ketika pukulan telak mengenai kepalanya. Baru saja di puji, yeoja galaknya kembali.

“Tapi memang aneh jika kau tidak marah-marah padaku. Aku sepertinya kecanduan.” gumam Kyuhyun lemas. Hyunmie tekekeh geli lalu tanpa aba-aba lagi. Mencium bibir Kyuhyun kilat. Wajah Kyuhyun merona, jantungnya melojak tak karuan. Sedikit gelagapan.

“Ya. .yaak jangan lakukan itu lagi. Harus aku yang mulai ara?” gugup Kyuhyun membuat tawa Hyunmie menggelegar.

“Yaak kemanhe. Apa yang lucu eoh?” rengek Kyuhyun tak terima.

“Hehehe ne ara. Aku tidak akan melakukannya lagi. Ini yang terakhir.” ucap Hyunmie sambil menahan sakit di perutnya karena tertawa.

“Kyu. . .”

“Hmmm? Apa lagi?”

“Aku ketoilet dulu. Kau tunggu disini ne.” Kyuhyun mengangguk kecil lalu menatap kepergian Hyunmie yang masuk kedalam rumah. Tapi baru saja kaki Hyunmie melangkah di depan pintu. Hyunmie berbalik sedikit berlari kearah Kyuhyun lalu mengecup kening Kyuhyun lembut.

“Jangan nakal.” gumam Hyunmie lalu kembali berlari kedalam rumah. Kyuhyun hanya melongo tak percaya dengan sikap Hyunmie.

“Dia pikir aku anak kecil apa? Nakal?” gumam Kyuhyun pelan. Tapi tak lama Kyuhyun tersenyum kecil.

“SUKSES.” gumam Kyuhyun sambil mengepal tangannya kuat-kuat.

Hyunmie melangkah gontai menuju kamar mandi di dekat dapur. Sesaat Hyunmie menatap kearah ruang tamu yang masih terlihat ramai. Tatapan penuh kesedihan terpancar dari kedua mata Hyunmie. Tapi sebuah senyuman terukir setelahnya. Hyunmie masuk kedalam kamar mandi. Dengan sendu Hyunmie bercermin di kaca yang terletak di atas wastafel.

Kelebatan kejadian tadi berputar di otaknya. Membuat isakan terdengar di mulutnya. Hyunmie ketakutan tubuhnya mengigil kuat, hampir terduduk jika sebuah tangan tidak menepuk bahunya. Memberi keyakinan bahwa inilah kenyataannya. Inilah waktunya.

“Bagaimana dengan Leeteuk oppa? Lalu Kyuhyun bagaimana?” isak Hyunmie pelan.

“Leeteuk sudah memiliki seseorang yang sanggup memberikan ketenangan untuknya.”

“Lalu Kyuhyun? Apa dia bisa menerima semua ini? Aku tidak tega eomma, appa.”

“Tidak lama bersabarlah.” Hyunmie tertunduk lalu kembali menatap cermin di hadapannya. Sebuah senyuman terukir di wajah Hyunmie. Menatap kedua orang paruh baya dibelakangnya yang menggenggam tangannya erat-erat. Perlahan tapi pasti bayangan tubuhnya di cermin menjadi transparan dan lambat laun menghilang. Hilang di iringin hebusan angin dingin membuat pintu kamar mandi terbuka.

03:20 @taman belakang keluarga Park

Langit semakin merangkak menuju pagi, Kyuhyun menatap jam di tangannya, sesekali menatap ke arah pintu. Keningnya mengerut heran.

“Kemana dia? Lama sekali!! Apa dia malah tertidur di kamar mandi? Ah mana mungkin.” Kyuhyun terus bergumam sendirian. Sesaat Kyuhyun berdiri dari tempat ia duduk. Cuaca yang semakin dingin membuat Kyuhyun menyembunyikan kedua tangan di saku. Sedikit mondar mandir Kyuhyun terdiam ketika tangannya menyentuh sesuatu di saku celananya. Kyuhyun mengerutkan keningnya lalu mengeluarkan benda tersebut.

Kyuhyun membulatkan matanya ketika benda itu ia teliti secara seksama.

“I. . Ige mwoya? Bukankah tadi sudah aku berikan pada Hyunmie?” gagap Kyuhyun sedikit terkejut, bahkan Kyuhyun semakin terkejut ketika kalung dan gelang yang Hyunmie berikan tadi juga ikut menghilang. Dengan perasaan gugup Kyuhyun mulai mencari-cari kalung dan gelang itu di seluruh penjuru Taman. Tapi nihil Kyuhyun sama sekali tak menemukannya. Kyuhyun terduduk lemas di bangku taman. Mulai membayangkan begitu marahnya Hyunmie padanya. Terlebih kalung peninggalan orangtua Hyunmie juga ikut Hilang. Tapi seperti mengingat sesuatu Kyuhyun berlari masuk ke dalam rumah. Masuk ke dalam kamar mandi. Berharap pikirannya salah, kalau gadisnya malah pergi bersama Siwon. Mengingat Siwon tidak kembali ke rumah keluarga Park. Nihil Hyunmie tidak ada. Dengan kecemasan tinggi Kyuhyun berlari ke ruang tengah.

“Dimana Hyunmie?” tanya Kyuhyun pada semua orang di ruangan itu. Semuanya menatap Kyuhyun heran.

“Bukankah sejak tadi saengku bersamamu?” tanya Leeteuk sambil berdiri dari kursi.

“Tadi dia pamit kekamar mandi. Tapi sudah setengah jam dia tidak kembali. Aku sudah mengecek kamar mandi. Tapi dia tidak ada Hyung.” ucap Kyuhyun mulai cemas.

Tiba-tiba Hyekyung berlari ke arah ruang tamu, nafasnya sedikit tak beraturan.

“Leeteuk oppa kemari sebentar.” ucap Hyekyung sambil menarik tangan Leeteuk menuju kamar Hyunmie. Semua orang di ruangan itu saling pandang, tak lama kemudian juga ikut menyusul Hyekyung dan Leeteuk.

“Lihat ini.” tunjuk Hyekyung pada semua bingkisan kado di kamar Hyunmie. Leeteuk menatap heran pada Hyekyung ‘memang apa yang salah’ Hyekyung menggeram sebal. Tak lama semua orang sudah berkumpul di kamar Hyunmie. Beberapa orang yang paham langsung mendekat kearah ranjang. Mengambil salah satu kado dan menatap tak percaya pada Hyekyung.

“I. . .ige!! Bukankah ini kado yang aku berikan pada Hyunmie?” gagap Sungmin tak percaya.

“Ini juga dari kita berduakan Hyekyung?” ucap Yerye yang menatap sebuah kado besar diantara banyak kado. Hyekyung mengangguk lemah. Leeteuk yang memang belum paham mulai angkat bicara.

“Sebenarnya ada apa?” tanya Leeteuk binggung.

“OPPA. Apa kau lupa? Semua kado ini sudah Hyunmie buka. Kenapa sekarang terbungkus lagi.” seolah mengingat semuanya Leeteuk membulatkan matanya. Dengan tergesa Ia mengambil kado berwarna putih meneliti setiap inci kado yang memang ia siapkan untuk saengnya. Tapi seperti kata Hyekyung. Bukankah kado ini sudah Hyunmie buka. Bahkan saengnya itu langsung memakainya. Sebuah jepit rambut berbentuk bintang. Kyuhyun semakin di buat binggung sekarang. Pikiran tentang tadi menghilang sudah. Ada apa ini?

Sedikit berlari Kyuhyun kembali ke taman belakang melihat tong sampah di dekat pintu. Kyuhyun terduduk. Bungkus kado yang ia buang tadi juga tidak ada. Tak lama Leeteuk juga melakukan hal yang sama menatap tong sampah. Tapi kertas kado itu memang tidak ada.

04:00 @ruang tengah keluar Park

Semua terdiam. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Apa yang terjadi terlalu aneh. Berbeda dengan Leeteuk yang sibuk menelpon ponsel saengnya yang mendadak tidak aktif.

“Chagi kau dimana? Jangan membuat oppa khawatir.” rutuk Leeteuk cemas.

Kyuhyun terus menatap cincin di tangannya. Entah kenapa perasaan tidak enak hatinya sejak pagi kemarin semakin kuat. Ada rasa takut dan sedih di hatinya.

“Aku harap aku menemukanmu. Cincin ini hanya boleh melingkar di jarimu.” gumam Kyuhyun dalam hati.

Tak ada yang bersuara di ruangan itu. Semua diam membisu, hingga telepon rumah memecah kesunyian. Tanpa menunggu lama Leeteuk menyambar telepon rumah tepat di samping Kyuhyun duduk.

“Yeobseo. . . .ne majayo. . . .nde? Mian mungkin anda salah sambung. . . .nde, tapi sejak semalam dia di rumah. . . .mworago? . . .araseo aku akan datang kesana untuk memastikan.” Leeteuk menatap kalut pada semua orang di ruangan itu. Tanpa menjelaskan apapun Leeteuk berlari keluar rumah dengan sebelumnya menyambar kunci mobilnya di atas meja ruang tamu.

“Kyu sebaiknya kau ikut denganku. Kalian boleh pulang. Atau jika ingin menunggu silahkan.” ucap Leeteuk sambil kembali melangkah tapi tangannya tertahan oleh Hyekyung.

“Oppa, ada apa? Kenapa wajah oppa panik sekali?” Hyekyung bertanya dengan raut wajah tegang. Tapi Leeteuk hanya mengigit bibir bawahnya binggung. Ryeowook mendekat lalu merangkul Hyekyung.

“Biarkan hyung pergi dulu Hyekyung_ah. Mungkin hyung harus memastikan dulu.” ucap Ryeowook pelan yang langsung di balas anggukan dari Leeteuk. Ketika mata Hyekyung kembali meminta jawaban. Dengan lemas Hyekyung membiarkan Leeteuk pergi bersama Kyuhyun.

Selama di perjalanan Leeteuk terlihat panik dan juga ketakutan. Membuat perasaan Kyuhyun semakin tidak karuan.

“Hyung? Sebenarnya ada apa? Apa ‘dia’ baik-baik saja?” tanya Kyuhyun sedikit memohon. Berharap kali ini oppa dari yeoja yang ia cintai berkata jujur.

“Anniya Kyu. Sepertinya dia tidak baik-baik saja. Tapi kita harus pastikan dulu.” Leeteuk menatap sekilas ke arah Kyuhyun menunjukan kalau kata-kata Leeteuk tidak main-main.

Kyuhyun mengerutkan keningnya binggung. Ketika mobil yang ia kendarai menepi di parkiran kantor polisi.

“Hyung? Kenapa kita kemari?” pertanyaan Kyuhyun sama sekali tidak Leeteuk jawab. Ia memilih menarik nafas dalam lalu melangkah masuk ke dalam kantor polisi. Kyuhyun yang masih kebinggungan mulai mengikuti dari belakang.

05:30 2 juni 2012 @kantor polisi Seoul

Leeteuk menatap nanar tas putih yang inspektur polisi berikan padanya. Dengan sedikit gemetar membuka tas kecil itu. Entah kenapa hanya dengan melihat tas itu dunia Leeteuk serasa runtuh. Ia cukup tau tas putih itu. Karena dia yang membelinya di Jepang satu minggu lalu. Kyuhyun juga mulai panik ketika tas itu ada di tangan Leeteuk. Seperti mengingat sesuatu, tas itu bagai momok menakutkan untuknya.

Perlahan Leeteuk mengeluarkan isi tas putih itu. Air mata Leeteuk sudah tidak bisa di bendung lagi. Ketika dompet putih pemberiannya juga ada di dalam tas itu. Apa lagi isi dompet pertama yang Leeteuk lihat adalah Photonya dan saeng kesayangannya. Melihat Leeteuk yang tidak karuan membuat Kyuhyun mengambil alih tas kecil itu dari tangan Leeteuk. Kyuhyun mengeluarkan semua isi tas tersebut. Kelopak mata Kyuhyun berkedut ketika dua kotak persegi dan persegi panjang berukuran kecil ikut keluar. Dan membuat matanya berair sudah ketika isi kotak itu adalah kalung dan gelang yang ia anggap hilang tadi.

“Ige mwoya? Tidak mungkin sajangnim bilang dia kecelakaan jam 10 malam tadikan? Tapi dia ada bersama kami sampai jam 3 pagi tadi, mungkin Hyunmie hanya di copet sajakan, Hyung benarkan pendapatku tadi.” ucap Kyuhyun sedikit berteriak. Kyuhyun seperti melempar jauh-jauh kenyataan yang ada kalau tas kecil itu sejak tadi selalu Hyunmie pegang. Jadi tidak mungkin alasan di copet adalah hal yang sebenarnya.

“Tapi itulah yang kami dapatkan tuan. Mungkin kalian bisa memastikan jasadnya dirumah sakit.” ucapan polisi di hadapan Leeteuk dan Kyuhyun membuat keduanya kembali membulatkan mata.
Dengan penuh amarah Kyuhyun menarik kerah kemeja polisi dihadapannya.

“MWORANEUNGOYA? Dia masih hidup. Kenapa kau sebut dia jasad.” bentak Kyuhyun kuat-kuat. Leeteuk bahkan tidak berniat melerai Kyuhyun. Terlalu lemas membayangkan saengnya yang sudah tidak bernyawa sekarang.

“Kami mengerti anda semua terpukul. Tapi kami sebagai polisi tidak akan gegabah memberikan pemberitahuan. Sebenarnya nona Hyunmie koma. Tapi karena beliau sudah mengisi lesensi donor jantung, pihak rumah sakit langsung melakukan oprasi, mengingat saat itu juga ada yang sekarat dan membutuhkan jantung nona Hyunmie. Para medis juga melakukan hal itu, karena proritas pertama penerima donor untuk jantungnya adalah pasien sekarat tersebut. Maaf kami hanya menyampaikan hal ini. Kami sudah memproses orang yang menabrak nona Hyunmie.” Kyuhyun terduduk kembali di kursi. Dadanya mendadak sesak nafas, sudah tidak tau harus seperti apa. Leeteuk hanya bisa meremas rambutnya kuat-kuat sambil menatap tas di atas meja dengan linangan air mata.

FLASBACK

20:00 1 juni 2012

Hyunmie melambaikan tangannya kearah bus yang semakin menjaug darinya. Matanya menatap cemas kearah bangunan menjulang di seberang jalan. Perlahan Hyunmie masuk ke dalam bangunan tersebut, Hyunmie langsung menuju meja informasi menanyakan kemungkinan orang yang ia cari sudah berada di sana.

“Annyeonghaseyo, bolehkah saya tau! Adakah pasien atas nama Choi Siwon dirawat disini? Kemungkinan dia masuk tadi siang.” ucap Hyunmie pada seorang yeoja di balik meja yang sejak awal sudah tersenyum ramah padanya.

“Ne chakkamanyo.” ucap yeoja tersebut dan langsung berkutat dengan layar komputer di hadapannya.

“josanghamnida, tidak ada pasien atas nama Choi Siwon agasshi. Mungkin di rumah sakit lain.” mendengar hal itu Hyunmie menghelah nafas lemas. Sudah di pastikan Siwon pasti ada di rumahnya sekarang. Sesaat Hyunmie terduduk, tiba-tiba kepalanya merasa pusing.

“Apa karena bermain air dengan Hyekyung dan Yerye, tubuhku sedikit tidak enak, kepalaku rasanya pening.” Hyunmie menatap jam di tangannya jam delapan lebih sepuluh menit. Masih banyak waktu Hyunmie melangkahkan kakinya menuju ruangan dokter yang menjadi dokter kepercayaan keluarga Park.

“Bisakah saya bertemu dengan Bong euisa?” tanya Hyunmie lagi pada suster yang sempat ia tanyai tadi.

“Ah bisa agashi. Kebetulan hari ini euisa tidak melakukan oprasi. Beliau ada di ruangannya.” ucap suster itu ramah.

“Kamsahamnida.” ucap Hyunmie sambil membungkuk sedikit lalu melangkah perlahan menuju ruangan Bong euisa.

@ruangan Bong euisa

“Sepertinya kau memang masuk angin Hyunmie. Bukankah beberapa hari lalu aku sudah bilang kalau kesehatanmu sedang tidak baik!! Daya tahanmu menurun belakangan ini.” ucap Bong euisa setelah mengecek keadaan Hyunmie.

“Mianhamnida. Aku lupa euisa.” ucap Hyunmie sedikit berbohong.

“Kau ini. Ah apa oppamu sudah tau?” pertanyaan Bong euisa hanya di balas gelengan polos dari Hyunmie.

“Waeyo? Kau taukan dia hanya keluargamu satu-satunya.”

“Araseo. Tapikan ini hanya sakit biasa euisa.” ucap Hyunmie semakin lemas. Sepertinya benar-benar sakit.

“Hasil tesmu belum keluar. Jadi tidak bisa memastikan baik-baik saja atau tidak.”

“Aku yakin aku sehat euisa. Ini tubuhku. Aku lebih tau dari siapapun tentang tubuhku sendiri.” ucap Hyunmie sambil tersenyum lembut. Bong euisa hanya menggelengkan kepala menyerah. Susah jika sudah berbicara kesehatan bersama yeoja keras kepala seperti Hyunmie.

“Ah iya apa donor jantung untuk Siwon oppa sudah ada?” pertanyaan Hyunmie hanya di balas helahan nafas euisa. Seperti mengerti jawaban apa yang akan euisa katakan. Hyunmie tersenyum kecil.

“Gwenchanayo mungkin besok ada.” ucap Hyunmie optimis. Tapi lagi-lagi euisa menghelah nafas berat.

“Kau taukan kondisinya separah apa?”

“Euisa. Keajaiban itu bisa datang kapan saja. Aku mohon optimislah.” ucap Hyunmie menyemangati. Dan di balas anggukan lemah dari Bong euisa.

Setelah mendapatkan resep. Hyunmie pamit pulang pada Bong euisa. Tapi langkahnya terhenti di depan sebuah ruangan. Hyunmie duduk didepan bangku ruangan tersebut. Tangannya mengeluarkan dua kotak kecil dari tas putih yang Hyunmie bawa sejak tadi pagi. Wajahnya tersenyum senang lalu mengelus kedua benda tersebut.

“Setidaknya. Apapun yang terjadi benda ini sampai dulu padamu.” Hyunmie tersenyum kecil. Sesaat menatap gelang andromeda yang sudah ia pakai sejak keluar bersama Siwon dari toko perhiasan tadi pagi.

“Saat kau memakai gelang Perseus ini. Kau sudah terikat janji Andromeda tuan Cho. Kau pasti senang.” ucap Hyunmie sambil terkekeh geli. Matanya menatap berbinar kearah gelang yang melingkar di tangannya. Setelah mantap Hyunmie kembali memasukan kedua kotak itu di tasnya. Lalu masuk kedalam ruangan tadi.

***

‘Andromeda pergi lebih dulu dari Perseus menuju Nirwana. Menunggu Perseus di langit, membentuk gugusan rasi bintang Andromeda.’

***

Hyunmie menatap kartu lesensi di tangannya. Ia tidak tau keputusannya tepat atau tidak. Tapi bukankah umur seseorang tidak pasti. Lesensi yang menunjukan prioritas utamanya adalah Choi Siwon.

Hyunmie menatap jam di tangannya jam sudah menunjukan pukul 21:55. Mata Hyunmie membulat iya berlari keluar dari rumah sakit. Oppanya pasti memarahinya. Hyunmie melirik kiri kanan sebelum menyebrang. Tapi kendaraan terlalu banyak lalulalang di hadapannya. Tepat saat menatap keseberang, matanya tidak sengaja melihat wajah pucat seseorang yang terduduk seperti kesakitan, Hyunmie membulatkan matanya ketika menyadari orang di seberang adalah Siwon.

“OPPA. SIWON OPPA, NEON GWENCHANAYO?” teriakan Hyunmie terdengar samar oleh Siwon, perlahan Siwon menatap keseberang.

“Hyunmie” gumam Siwon pelan. Dengan mata kepala sendiri Siwon melihat raut panik di wajah Hyunmie. Yang menyebrang sembarangan, membuat tubuhnya yang berhenti beberapa kali akhirnya terlempar beberapa meter oleh sebuah truk pengantar barang. Siwon terpaku, tubuhnya tidak bisa bergerak ketika yeoja yang ia cintai menggelepar bersimbah darah di depan matanya.
Tubuh Siwon bergetar hebat, tubuhnya sudah tidak dapat ia gerakan sama sekali. Pemandangan di hadapannya kali ini adalah yang paling mengerikan dalam hidupnya. Rasa sakit di jantungnya semakin di perparah dengan pemandangan tubuh kecil seorang yeoja yang bersimbah darah tak jauh dari tempat ia terduduk. Yeoja yang selama ini ia jaga sepenuh hati, tapi tidak bisa ia dekati ketika meregang nyawa. Lambat laun pandangan Siwon semakin buram dan semuanya terlihat gelap sekarang.

Hyunmie hanya bisa menghentak-hentakan tubuhnya di aspal kesakitan, rasanya remuk redam tulang di tubuh telinganya sudah tidak berfungsi lagi walaupun keributan setelah tubuhnya terlempar begitu memekak telinga setiap orang. Hanya air mata yang terus berjatuhan mewakili semua rasa sakit tersebut, tapi matanya tak pernah ia palingkan dari sosok namja yang terduduk yang tak lama kemudian pingsan sambil meremas jantungnya.

Seperti ada yang tertarik dari jantungnya, Hyunmie menarik nafasnya dalam-dalam. Gelap. Semua gelap.

Hyunmie mengerjapkan matanya menatap orang-orang di sekitarnya yang menatapnya penuh rasa panik. Hyunmie berdiri dari duduknya lalu menerobos kerumunan orang-orang. Ketakutan.

Setelah menjauh Hyunmie tertegun menatap sayu dua orang tua paru baya di hadapannya.

“Hyunmie_ah palli kita pulang.” ucap salah satu orang tersebut. Senyum damainya tidak hilang, masih sama seperti yang dulu. Cantik sekali.

“Ne kajja, kami datang menjemputmu.” ucap orang tua paruh baya satunya lagi sedikit berwibawa. Hyunmie menatap keduanya bergantian lalu menatap gelang di tangannya.

“Eomma, appa. Izinkan aku sedikit lama disini. Jebal.” rengek Hyunmie pada kedua orangtuanya. Keduanya tersenyum lembut lalu mengangguk pelan. Saat itulah mobil Kyuhyun datang.

22:10 1 juni 2012 @Rumah sakit Seoul

Dua troli ranjang rumah sakit di dorong bersamaan sedikit berlari memasuki unit gawat darurat. Sama-sama menggunakan kedua alat bantu pernafasan, mengingat keduanya sudah sangat kesulitan bernafas. Bong euisa membulatkan matanya ketika melihat kedua pasien tersebut. Keadaan keduanya memang berbeda, tapi Bong euisa tau keduanya sedang sekarat.

“Siapkan dua ruang oprasi. Panggil Ahan euisa untuk menangani pasien namja. Aku yang urus pasien yeoja. Palli.” ucap Bong euisa tegas pada salah satu suster di sampingnya.

“Chang euisa kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?” ucap Bong euisa pada seorang dokter muda di hadapannya. Dokter muda itu mengangguk paham, dia juga mengenal kedua pasien tersebut. Karena Chang euisa adalah asisten Bong euisa. Sedikit berlari Chang euisa berlari kelobi informasi. Lalu menelepon seseorang.

“Yeobseo Kiho sajangnim? . . .ne ini saya, kondisi putra tuan semakin parah. Tolong agar secepatnya datang kerumah sakit, agar kami cepat melakukan tindakan. . . . .ne sekarang putra tuan ada disini.” setelah mengucapkan hal tersebut. Chang euisa memutuskan panggilan, lalu kembali menelpon tapi beberapa kali menghubungi di dua nomer berbeda tak ada jawaban.

“Kemana dia? Tidak tau apa saengnya sekarat.” panik Chang euisa sambil kembali keruang oprasi untuk membantu Bong euisa.

00:00 2 juni 2012

Operasi selesai di lakukan, Bong euisa menatap Hyunmie sendu. Yeoja yang masih bersemangat beberapa jam lalu ini sekarang terbaring koma di kasur pesakitan ini. Kasur yang paling ia benci.

“Bong euisa boleh kita bicara sebentar?” tiba-tiba Ahan euisa masuk kedalam ruangan Hyunmie mengajak Bong euisa membicarakan hal penting.

“Ne mwonde?”

“Ini. Kita harus melakukannya secepatnya.” Ahan euisa menyerahkan sebuah berkas dan kartu lesensi pada Bong euisa, ketika membacanya Bong euisa membulatkan matanya. Lalu menatap Ahan euisa tak percaya.

“Ne. Hyunmie mengisinya beberapa jam yang lalu. Kita juga tahu Hyunmie koma dan harapan hidupnya yang kecil karena kanker kelenjar bening di otaknya. Kau ahli di bidang ini, cukup paham kanker ini tidak bisa di sembuhkan. Kuharap kau bisa mengambil tindakan secepatnya. Setidaknya kita bisa menyelamatkan salah satunya.” ucap Ahan euisa panjang lebar, Bong euisa mengurut keningnya pusing. Ingatan tentang percakapan antara dia dan Hyunmie beberapa jam lalu berputar kembali di ingatannya. Belum juga reda rasa pusing di kepala, Chang euisa mengatakan kalau keluarga Park tidak bisa di hubungi bahkan setelah oprasi berlalu.

“Bagaimanapun kita harus mendapatkan persetujuan dari keluarga Hyunmie. Aku tidak mau di salahkan. Siwon juga harus tahu.” ucap Bong euisa lemas. Ahan euisa menepuk bahu Bong euisa memberi kekuatan agar memberi keputusan secepatnya.

“Kartu lisensi itu sudah lebih dari cukup. Aku yakin Leeteuk pasti mengerti. Soal Siwon kau taukan dia juga tidak sadarkan diri!!” ucapan Ahan euisa memperkecil alasannya untuk mengulur waktu. Dengan menarik nafas dalam-dalam Bong euisa mengangguk menyetujui oprasi di lakukan.

“Lakukan. Biar aku yang menjelaskan pada Leeteuk.” ucap Bong euisa lemas. Dan menatap Hyunmie sendu.

“Mianhae Hyunmie, semoga kau tidak kecewa dengan keputusanku.” gumam Bong euisa pelan.

FLASBACK AND

Tangan Kyuhyun bergetar hebat di hadapan sebuah jasad yang tertutup kain putih. Leeteuk bahkan sudah tidak sadarkan diri ketika mendengar penjelasan Bong euisa. Perlahan Kyuhyun membuka tutup kain jasad di hadapannya, perlahan wajah pucat pias terlihat oleh Kyuhyun. Kesan damai terpancar jelas di wajah yeoja yang amat sangat Kyuhyun cintai itu. Ada satu jahitan melintang di keningnya. Tapi tidak menghilangkan kesan cantik di wajah pucat itu. Kyuhyun hanya terpaku menatap jasad di hadapannya. Menatap lekat-lekat wajah dan kelopak mata itu. Berharap Hyunmie bangun dan berhambur memeluknya. Mengatakan semua hanya lelucon yang hampir membuatnya gila. Tapi tidak ada respon, mata bening dan kecil itu tidak terbuka untuknya. Kyuhyun merasa lututnya melemas dan terduduk di bawah ranjang rumah sakit di samping Hyunmie. Otot wajah Kyuhyun terlihat begitu jelas. Matanya yang berkaca dan memerah menunjukan rasa sesak yang ia tahan. Tangan Kanan Kyuhyun memukul-mukul dada kirinya. Menahan sesuatu yang serasa minta keluar sekarang juga. Kyuhyun menggeram Kuat-kuat, cairan bening di matanya keluar cepat. Berulang-ulang Kyuhyun mengelengkan kepalanya, hatinya mengatakan jika Hyunmie hanya tertidur. Dewi Andromedanya hanya kelelahan. Perlahan Kyuhyun bangkit berdiri kembali menatap Hyunmie yang tidak bergerak sama sekali. Membuat pertahanan dan keyakinan hati runtuh seketika, air mata itu kembali berjatuhan. Kyuhyun sudah tidak sanggup untuk tidak terisak. Perlahan Kyuhyun berbaring di samping Dewi Andromedanya. Memeluknya erat-erat menyusupkan wajahnya disisi leher Hyunmie dan terisak kuat-kuat. .

“Ireona. . .jebal ireonayo. Kita baru saja bertunangan di pantai tadi malam.” tapi tetap tidak ada jawaban

10:00 3 juni 2012 @pemakaman

Perlahan tapi pasti peti itu tertutup sedikit demi sedikit oleh tanah, isak tangis Yerye dan Hyekyung semakin memperharu kepergian Yeoja galak Kyunghee, yeoja yang memiliki julukan Jerry dari para Sunbaenya. Park Hyunmie. Yesung dan Ryeowook benar-benar membantu menenangkan yeoja chingunya. Cukup mengerti, karena detik-detik terakhir kepergian Hyunmie di lewati bersama Hyekyung dan Yerye.

Leeteuk juga hanya terdiam terpaku menatap gundukan tanah di hadapannya. Sebuah tangan mengelus pundaknya, memberi kekuatan terakhir yang Leeteuk miliki.

“Oppa kajja kita pulang.” gumam yeoja di samping Leeteuk, matanya juga sama sembabnya dengan Leeteuk. Walaupun hanya di berikan waktu sebentar mengenal Hyunmie Jae hyeon sudah sangat menyayangi Hyunmie.

Perlahan namun pasti pemakaman itu di tinggalkan para pelayatnya. Hingga hanya tersisa dua orang namja yang masih terduduk di depan makan Hyunmie.

“Kyu, kajja kita juga harus pulang. Sejak kemarin kau belum makan. Kau bisa sakit.” ucapan Sungmin seolah tidak terdengar oleh Kyuhyun, terlalu fokus menatap makam di hadapannya.

“Geure. Aku biarkan kau disini sebentar lagi. Aku tunggu kau di mobil.” tidak ada jawaban dari Kyuhyun membuat Sungmin menghembuskan nafas berat. Sungmin mengerti betapa terpukulnya Kyuhyun. Mengingat pengorbanan Kyuhyun untuk Hyunmie yang sangat besar selama ini. Dengan sedikit ragu Sungmin melangkah menjauh meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di depan makan tunangannya.

“Jadi ini bukan lelucon? Kau tidak memberiku kejutan? Kupikir kau akan meledekku habis-habisan karena tertipu leluconmu. Tapi. Tanah ini, apa maksudnya? Park Hyunmie jika kau bercanda kau keterlaluan. Ara.” sesaat Kyuhyun tersenyum hambar, Kyuhyun perlahan menutup matanya mengingat kejadian demi kejadian antara dia dan Hyunmie. Saat mengantri, saat ospek, saat hujan, saat berlatih karate bersama dan yang paling ia sukai dan juga terindah adalah di saat dia mengajari yeoja phobia gelap itu tentang keindahan di kegelapan, belajar tentang bintang bersama. Ingatan delapan tahun yang lalupun memberi kesan manis perjalanan takdir bertemu dengan Dewi Andromedanya. Semakin manis kenangan yang Kyuhyun ingat, semakin rasa sakit menusuk-nusuk ulu hatinya. Cairan bening itu kembali berjatuhan. Kyuhyun meremas tanah gundukan di hadapannya.

“Ini terlalu singkat untuk kita. Kenapa pertemuan kita tidak pernah bertahan lama, dulu di kapal pesiar, sekarang bahkan aku sudah tidak bisa melihatmu sama sekali. Kenapa tuhan mempermainkan kita.” Kyuhyun menyerah. Semua terlalu sulit untuk ia terima. Perlahan Kyuhyun terisak, lambat laun berteriak memprotes Tuhan yang tidak adil padanya dan Hyunmie.

“Aku harus bagaimana? Aku harus apa jika tidak ada kau? Aku binggung.” isakan Kyuhyun semakin terdengar jelas di pemakaman siang itu. Angin kecang seolah membantu luka hati Kyuhyun untuk mengering. Tapi semua tidak mudah, setelah hari-hari sulit dan juga manis yang ia lewati bersama Hyunmie.

“BERITAHU AKU TUHAN. AKU HARUS APA TANPA DIA, SIAPA YANG AKAN BERTENGAR DENGANKU? SIAPA YANG HARUS KUJAGA?” teriakan parau Kyuhyun menghentikan aksi protesnya. Kondisi Kyuhyun yang lemas akhirnya menumbangkan kekuatan satu-satunya yang di miliki Kyuhyun.-fisik-

Wajah Kyuhyun menegang. Pandangannya memburam dan detik kemudian dia sudah tumbang di samping makam Hyunmie.

15:00 3 Juni 2012 @rumah sakit

Sepi. Itulah kesan pertama saat seorang ajjusi memasuki ruang rawat putra semata wayangnya. Alat pendeteksi jantung bekerja teratur di samping ranjang putranya yang belum sadarkan diri sejak semalam. Oprasi jantung yang putranya lakukan sedikit membuatnya lega. Tapi lebih dari itu rasa bersalah menominasi hati. Orang satu-satunya yang selalu menjaga, membantu putranya, justru malah mendonorkan jantung untuk putranya. Pakaian hitam yang ia kenakan masih melekat sejak kemarin. Ikut berduka atas kepergian seorang yeoja cantik dan baik hati dari keluarga Park.

“Siwon_ah kapan kau bangun nak? Appa binggung apa appa harus memberitahukanmu semuanya. Apa kau akan menerima semuanya?” gumam Kiho ajjusi pelan, beliau ragu anaknya akan dengan mudah menerima semua ini. Mengingat Siwon begitu mencintai Hyunmie. Yeoja yang iklas hati menjaganya selama 8 tahun terakhir.

Perlahan namun pasti Siwon membuka matanya. Tiba-tiba air matanya berjatuhan, membuat Kiho ajjusi yang baru saja senang melihat putranya sadar menjadi panik.

“Siwon kenapa kau menangis? Gwenchanayo? Apa ada yang sakit?” pertanyaan Kiho ajjusi hanya di balas gelengan Siwon.

“Hyunmie. Hyunmie mana appa?” gumam Siwon pelan. Siwon ketakutan dengan mimpinya tadi bahkan hingga menangis. Kiho ajjusi hanya tertunduk lalu menatap Siwon sendu.

“Gwenchanayo. Hyunmie ada di rumahnya. Dia tidak bisa kemari karena sedang tidak enak badan.” ucap Kiho ajjusi berbohong, tidak sanggup mengatakan semuanya. Setidaknya bukan sekarang. Siwon tersenyum lalu menarik nafas lega.

“Syukurlah. Aku bermimpi buruk appa. Aku takut terjadi sesuatu pada Hyunmie.” ucapan Siwon kembali membuat hati Kiho ajjusi tertohok. Putranya selalu bersama Hyunmie selama ini. Jadi sudah sewajarnya Siwon merasakan semuanya.

“Gwenchanayo. Kau hanya perlu banyak istirahat agar bisa bertemu dengan Hyunmie.” ucapan Kiho ajjusi kembali di balas anggukan saja dari Siwon, mengingat Siwon memang masih lemah dan butuh banyak istirahat.

Perlahan tapi pasti Siwon kembali menutup mata. Rasa lelah masih begitu terasa.

‘Hyunmie aku menepati janjiku untuk terus hidup. Aku akan terus bahagia’ gumam Siwon dalam hati.

***

Hari-hari Kyuhyun jauh dari kata baik. Setiap tempat yang ia pijak hanya membuatnya semakin merindukan Andromedanya. Setelah Kyuhyun pingsan di pemakaman tempo hari, Kyuhyun bak jasad tanpa jiwa. Tatapan tajam yang selama ini menghiasi wajah tampannya menghilang. Yang ada hanya tatapan kosong. Seminggu Kyuhyun bertahan menahan rasa sakit dan rindu di hatinya, batas itu datang. Kyuhyun memilih mengurung diri di kamar. Berharap dia tidak perlu semakin terluka karena harus melihat bayang-bayang Hyunmie. Tapi Kyuhyun salah bahkan kamarnya menjadi saksi bisu indahnya saat bersama Hyunmie. Sekalipun kamarnya gelap gulita. Origami yang bergantungan di langit kamarnya berpedaran di kegelapan. Origami yang Hyunmie buat dengan kedua tangannya dan ia sendiri yang memasangnya.

“Aku harus kemana? Agar sedetik saja, tidak melihatmu. Aku bisa gila Hyunmie_ah. Aku binggung harus apa hanya agar hatiku tidak sakit. Hanya agar setidaknya aku bisa hidup normal. Tuhan apa yang harus aku lakukan.” ucap Kyuhyun datar sambil menatap kosong di depan balkon kamarnya. Malam ini begitu indah, bintang-bintang bertebaran di langit. Tapi justru malah membuat Kyuhyun semakin merindukan kekasihnya.

Sayup-sayup Kyuhyun mendengar seseorang bergumam kecil di kamarnya. Matanya membulat di kala ia hafal gumaman siapa ini, perlahan Kyuhyun masuk kekamarnya. Kyuhyun menatap sayu yeoja yang terduduk di tepi ranjangnya sambil melipat kertas origami yang ada di dekat meja ranjang. Seolah tidak menyadari kehadiran Kyuhyun yang terduduk di kursi meja belajar. Yeoja itu terus bergumam kecil melantunkan syair lagu kesukaannya. -my heart will go on-.

Kyuhyun menatap yeoja itu dalam-dalam, meneliti setiap inci tubuh gadis di hadapannya. Rasanya Kyuhyun ingin menangis berhambur memeluk yeoja di hadapannya. Yang sesekali tersenyum kecil ketika kertas origaminya membentuk sebuah bintang kecil. Kyuhyun takut kalaupun ini ilusi semua berakhir jika ia mendekat. Dia hanya ingin menikmati apa yang ada di hadapannya. Membiarkan relung hatinya yang kosong sedikit terisi hanya dengan menatap yeoja di hadapannya.

Tak lama yeoja itu berhenti bergumam, ia juga menghentikan kegiatannya melipat kertas. Perlahan menatap Kyuhyun dan tersenyum manis. Tapi matanya berubah nanar ketika menatap wajah Kyuhyun yang semakin pias. Pipi cubby miliknya menghilang, seperti kehilangan begitu banyak berat badannya.

“Apa kau sakit? Kenapa wajahmu tirus sekali? Kau jelek kalau tirus seperti itu.” ucapan yeoja di hadapan Kyuhyun berhasil memanjing air mata Kyuhyun keluar, Kyuhyun meremas celananya lalu menunduk dalam.

“Kau darimana saja? Kau tau? Aku begitu merindukanmu.” gumam Kyuhyun pelan. Tapi masih cukup terdengar oleh yeoja itu.

“Aku? Aku selalu ada Kyu. Kau saja yang tidak melihatku.” ucap yeoja itu sendu.

Kyuhyun mendongkakan kepalanya, menatap yeoja di hadapannya yang sekarang sedang berdiri diatas kasur. kakinya berjinjit untuk menempelkan origami buatanya di dinding. pemandangan di hadapan Kyuhyun semakin membuatnya terisak, rasa rindu semakin menyiksanya. Kyuhyun meremas dadanya sesak, sedikit terisak membuat yeoja itu menghentikan kegiatanya, lalu menatap ke arah Kyuhyun. Perlahan yeoja itu turun dari kasur, mendekat kearah Kyuhyun lalu berjongkok di hadapan Kyuhyun.

“Waeyo? apa kau benar-benar tidak suka aku datang?” Ucapan yeoja itu membuat Kyuhyun semakin terisak kuat.

“Jeongmal bogoshippo, kemana saja kau selama ini? kenapa aku tidak pernah bisa melihatmu?”Isak Kyuhyun sambil menatap nanar pada manik mata yeoja yang berjongkok dihadapannya.

“Nado. Aku sudah bilang Kyu. aku selalu ada, hanya saja kau tidak melihatnya, selama ini kau mengajarikukan, kalau apa yang tidak kita lihat belum tentu tidak ada. begitu juga aku Kyu. kau ingin bertemu dengaku. Tapi kau selalu membenci ketika melihat apa yang berhubungan denganku, bagaimana aku bisa menemuimu? bagaimana aku bisa terlihat olehmu Kyu?” Iya itu Hyunmie.

Kyuhyun menatap nanar, seolah meminta izin untuk menyentuh kekasihnya. Hyunmie menggelengkan kepalanya tanda tidak mengijinkan. Hyunmie kembali duduk di tepi ranjang melanjutkan kegiatannya melipat origami.

“Kenapa kau pergi meninggalkanku?” pertanyaan Kyuhyun kembali menghentikan kegiatan Hyunmie. Tapi tidak lama kemudian Hyunmie melanjutkan melipat kertas di tangannya.

“Karena aku memang harus pergi Kyu, itulah takdir yang harus aku lewati.” Kyuhyun meremas celananya semakin kuat.

“Takdir yang Tuhan buat untukmu dan aku terlalu kejam, Tuhan jahat Hyunmie. Kau tau aku kebinggungan harus apa sekarang.” Kyuhyun kembali menunduk, Hyunmie menghelah nafas dalam.

“Kau bisa meneliti andromeda untuku Kyu. Bulan November nanti Andromeda akan terbentuk sempurna. Hanya bersemangatlah hingga hari itu datang. Sungguh aku selalu melihat luka disetiap harimu, kau tau aku tersiksa.” ucap Hyunmie lemas. Kyuhyun menatap Hyunmie frustasi.

“Kalau begitu bawa aku pergi, izinkan aku ikut denganmu. Aku sudah tidak sanggup lagi seperti ini.” Ucap Kyuhyun memohon.

“Pasti. Aku pasti menjemputmu. Tapi tidak sekarang Kyu. jika sudah saatnya, aku akan mengulurkan tanganku untukmu. Jebal jangan menyiksa diri lebih lama Kyu, Karena sama saja kau menyiksaku. H anya hiduplah dengan semangat rasa mencintaiku, bukan kau gunakan untuk menjadi hal yang menyiksamu.” Hyunmie menatap Kyuhyun lembut berharap namja ini mengerti. Kyuhyun terdiam, dia tidak tau harus bagaimana.

“Hanya menunggu dengan semangat, aku pasti menjemputmu.” Perlahan tapi pasti angin masuk kedalam kamar tersebut. Kyuhyun memejamkan matanya, merasakan kepalanya yang berat belakangan in menjadi ringan seketika.

“Kutunggu janjimu. untuk menjemputku.” gumam Kyuhyun dalam hati.

Pagi ini cuaca benar-benar dingin, terbukti dengan masih tidurnya seorang namja di kamarnya yang penuh dengan kertas lipat yang sudah di bentuk menjadi bintang dan bangau, bergelantungan di langit-langit kamar. Sebenaranya namja itu sempat membuka matanya. Tapi ia tutup kembali, berharap kalaupun yang semalam ia alami adalah mimpi, namja itu berharap bisa mengulanginya lagi walaupun hanya semenit saja. Ada sebuah kalimat pendek yang ingin ia sampaikan pada kekasihnya. Yang bahkan ketika kekasihnya selalu ada di sampingnya dulu tidak pernah ia ucapakan. Kata ‘saranghae’ hanya itu. Tapi hampir dua jam bergelut di dalam selimut namja itu bahkan tidak bisa tertidur kembali. Perlahan ia bangkit dari tidurnya. Matanya menatap kertas origami yang ada di meja dekat ranjang. Masih tersimpan rapi.

“Hyunmie_ah aku akan melewati semua dengan semangat. Agar kau bangga padaku. Mianhae, aku tidak pernah mengatakan ‘saranghae’ padamu. Tapi kuharap kau tau isi hatiku selama ini.” gumam namja itu pelan. Cho Kyuhyun, namja itu berdiri dari duduknya di tepi ranjang, perlahan menuju balkon kamarnya, merentangkan tangan membiarkan cahaya matahari pagi menyambutnya.

“Andromeda. Aku menunggumu.” gumam Kyuhyun dalam hati.

***

Sudah seminggu pasca oprasi di lakukan. Keadaan Siwon mulai membaik. Tapi Siwon sedikit kecewa, mengingat selama satu minggu Hyunmie tak datang menjenguknya. Appanya mengatkan Hyunmie masih sibuk dengan kuliahnya. Membuat rasa kecewanya semakin besar. Apa kuliah lebih penting dari pada kesembuhannya?.

Tapi ada yang aneh dengan jantungnya, selalu sakit ketika pikiran Siwon yang mengingat kekecewaan pada Hyunmie. Seperti mengatakan agar jangan pernah kecewa pada yeoja bernama Hyunmie.

“Padahal aku ingin sembuh karena kau yang meminta. Tapi ketika aku sembuh kau tidak datang, bahkan mengucapkan selamatpun tidak.” gumam Siwon lemas. Dan lagi-lagi jantungnya berdebar kuat.

“Ada apa dengan jantung ini?” tanya Siwon pada diri sendiri, sambil meraba dadanya yang berdebar kuat.

Tidak berapa lama seseorang masuk ke ruang rawat Siwon. Seorang namja tersenyum tipis kearahnya lalu meletakan rangkaian bunga di meja sebelah ranjang. Bunga lily segar terlihat indah di terapa cahaya matahari yang masuk melalu jendela ruang rawat itu.

“Mianhae. Aku baru sempat menjengukmu Wonie Hyung.” Siwon tersenyum kecil lalu bergumam kecil.

“Gwenchanayo, gomawo untuk bunganya.” ucap Siwon sambil menatap bunga Lily di sampingnya.

“Ne ceonma hyung. Bunga kesukaannya.” ucap orang tersebut sambil menatap dada Siwon sendu. Siwon menatap kearah orang itu menatap dadanya.

“Apa maksudmu? Siapa yang kau maksud?” pertanyaan tersebut membuat namja yang tak lain adalah Kyuhyun kembali tersenyum miris.

“Awalnya aku tidak terima, karena mungkin saja ia masih hidup sekarang. Walaupun itu harus di tertidur di ranjang rumah sakit sekalipun. Tapi setelah kupikir ulang, mungkin ini yang terbaik untuknya. Dia juga ingin kau tetap sehat bukan, bahkan mengorbankan kebebasannya selama delapan tahun. Kuharap bunga lily ini membuat hatimu senang Hyung. Jaga dia baik-baik.” Siwon menegang seolah mencerna perkataan Kyuhyun yang awalnya membuat ia kebinggungan.

“Mw. . . mworaneungoya, aku tidak mengerti maksudmu? Ah mana Hyunmie apa dia tidak datang bersamamu? Katakan padanya agar setidaknya menjengukku untuk mengatakan selamat, karena oprasiku berhasil. Kyuhyun suruh dia kemari.” ucap Siwon sambil bergetar hebat. Bahkan air matanya sudah berjatuhan sejak tadi. Kyuhyun yang melihat itu juga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

“Hyung dia-”

“Anniya dimana dia bawa dia kemari.” bentak Siwon sambil menyela ucapan Kyuhyun. Siwon meremas jantungnya sakit, seolah merasakan perasaannya yang terluka dan tidak terima.

“Hyung, aku sudah berjanji padanya agar selalu semangat. Dan aku akan menepatinya. Jika kau pernah berjanji padanya, kumohon tepati. Karena dia juga merasakan apa yang engkau rasakan Hyung.” setelah mengatakan hal itu Kyuhyun pergi meninggalkan Siwon yang tidak hentinya mengeluarkan air mata dan meremas dada kirinya kuat-kuat.

“Wae? Wae? WAEYO? Untuk apa semua ini kalau kau tidak ada. Nega nappeuna Park Hyunmie NEGA NAPPEUN.” teriakan Siwon terdengar menggema di ruangan itu. Membuktikan rasa kehilangan dan rasa bersalah yang begitu besar ia rasakan.

Semenjak kejadian dimana Kyuhyun bertemu Hyunmie, Kyuhyun berusaha menyusun kembali semangat harinya. Menjadikan rasa cintanya pada Hyunmie sebagai penyemangat hidup. Bukan sebagai beban yang harus ia buang jauh-jauh. Bagi Kyuhyun Hyunmie bukanlah kenangan, tapi semangat untuk tetap menjalani hidupnya. Kyuhyun sekarang banyak menghabiskan waktu meneliti pergerakan Andromeda, sesuai janjinya pada Hyunmie. Semua itu tidak ia lakukan sendiri, Yesung dan Ryeowook ikut membantu mencatat pergerakan bintang Andromeda.

“Kyu? Apa tidak menyakitkan kau masih menyimpan semua kenangan tentang Hyunmie?” pertanyaan Yesung membuat Kyuhyun menghentikan aktivitasnya menatap teloskopnya.

“Anni nan gwenchanayo. Bagiku Hyunmie selalu ada. Jadi buat apa aku buang.” ucap Kyuhyun santai, tanpa beban sama sekali. Yesung menghelah nafas lemas.

“Tapi dia sudah tidak ada Kyu.” ucap Yesung pelan. Kyuhyun hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Yesung, lalu kembali melanjutkan menatap pergerakan bintang dari teloskop.

“Aku tahu, hanya saja dengan berpikir dia masih ada aku bisa hidup normal.” ucap Kyuhyun sambil memperfokus teloskopnya. Ryeowook mendekat lalu mengeser posisi Kyuhyun hingga teloskop sekarang di bawah kuasa Ryeowook.

“Tapi sampai kapan kau menutup diri?” tanya Ryeowook tanpa menatap Kyuhyun sama sekali. Kyuhyun kembali tersenyum kecil. Lalu duduk di kursi di samping Yesung.

“Sampai ada yang bisa membuatku melupakan yeoja yang aku cintai selama 8 tahun lebih itu.” ucapan Kyuhyun membuat Ryeowook dan Yesung saling bertatapan. Bukankah Kyuhyun dan Hyunmie hanya mengenal dalam hitungan bulan?.

“Atau jika tidak ada. Aku akan menunggu dia menjemputku.” ucap Kyuhyun sambil tersenyum dan menatap langit yang penuh dengan bintang. Ryeowook dan Yesung hanya menghelah nafas malas. Selalu saja begitu.

***

Sementara Siwon awalnya terpukul karena kenyataan yang ada. Bahkan ia sampai tertidur di pemakaman Hyunmie, saking tidak ingin pergi dari sana. Tapi mimpi yang menghadirkan Hyunmie membuat Siwon berusaha untuk menepati janjinya. Berbahagia dan menjaga apa yang Hyunmie berikan padanya.

“Aku selalu bersamamu, ketika kau menangis aku tahu, ketika kau tersenyum aku juga tahu. Jadi pergunakan apa yang kupercayakan padamu oppa.” itulah penggalan mimpi yang Siwon alami, kata-kata singkat tapi berhasil mengangkatnya dari keterpurukan dan rasa bersalah. Bahkan sempat menyalahkan appanya dan dokter Bong yang mendonorkan jantung Hyunmie padanya. Tapi detik-detik di mana ia berpisah dari Hyunmie. Siwon berjanji akan berbahagia jika ia sembuh. Dengan tekad yang bulat, Siwon mengambil jurusan kedokteran bedah jantung di Jepang. Agar ia bisa menemukan cara menyembuhkan jantung tanpa menerima cangkok dari orang lain.

“Kau yakin akan kuliah ulang di Jepang?” pertanyaan tuan Choi membuat Siwon membuyarkan lamunannya, lalu mengangguk pelan.

“Ne. Aku yakin aboeji. Aku ingin membahagiakan banyak orang dengan kesembuhan. Aku ingin Hyunmie bangga padaku, karena jantungnya di gunakan dengan baik olehku.” tuan Choi hanya tersenyum tipis. Lebih baik putranya seperti ini dari pada harus menyalahkan diri sendiri dan juga semakin terpuruk.

“Baiklah. Aboeji mendukungmu, jadilah dokter yang hebat.” Siwon kembali tersenyum lalu mengangguk kecil. Perlahan Siwon masuk kedalam bandara, hari ini Siwon berangkat ke Jepang. Sesaat Siwon menatap gelang di tangannya dengan senyum senang. Setidaknya kali ini gelang itu Hyunmie yang berikan, bukan merebut hak orang lain.

Waktu terus berlalu, dan kini November yang di tunggu-tunggu datang juga. Andromeda semakin jelas di langit, Kyuhyun sudah tidak sabar menunggu tanggal 15 nanti. Andromeda akan tepat di atas kepalanya saat tengah malam. Bahkan Kyuhyun sering tersenyum sekarang, seperti apa yang menjadi penantiannya selama ini akan menjadi kenyataan.

“Kau yakin tidak ingin kami temani Kyu?” pertanyaan Yesung membuat Kyuhyun menghentikan aktifitasnya mengepak barang. Hari ini tanggal 14, Kyuhyun berencana bermalam di padang rumput ilalang, tempat dulu dia pernah tersesat dengan Hyunmie.

“Ne aku ingin berkencan dengan dewi Andromeda sendirian. Lagipula bukankah kalian ada janji malam ini dengan Hyekyung dan Yerye?” ucap Kyuhyun datar sambil menatap Yesung dan Ryeowook bergantian. Keduanya merasa tidak enak pada Kyuhyun. Padahal semuanya sudah di rencanakan jauh-jauh hari, tapi bodohnya mereka malah membuat janji dengan kekasih masing-masing.

“Mianhae Kyuhyun_ah, lain kali kita pergi bersama dan berkemah disana.” ucap Ryeowook pelan, Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengangguk pelan. Kyuhyun mengangkut semua alat perkemahan kedalam mobilnya, tak lupa Teloskop juga ia bawa. Berjaga jika tiba-tiba malam cerah jadi berawan.

“Kalau begitu aku pergi dulu. Ah jangan lupa berikan hasil penelitian kita pada Han seongsaengnim besok. Kemungkinan aku berkemah cukup lama nanti. Aku ingin lebih lama dengan kekasihku.” ucap Kyuhyun sambil tersenyum senang lalu masuk kedalam mobil. Meninggalkan kedua sahabatnya yang hanya bisa menghelah nafas dan menggelengkan kepala. Cukup tau apa yang Kyuhyun maksud. Kemungkinan Kyuhyun akan menghabiskan waktu malamnya hanya untuk menatap gugusan bintang di langit. Tapi setidaknya pada saat itulah Kyuhyun tersenyum.

Wajah Kyuhyun terlihat berseri-seri selama melajukan mobil ferrariy hitamnya. Kyuhyun juga membuka kaca mobil dan menyapa angin yang masuk kedalam mobilnya. Jalan yang ia lewati, mengingatkannya pada dua peristiwa penting dalam hidupnya. 9 tahun lalu dan 1 tahun lalu. Tapi keduanya Kyuhyun lalui dengan orang yang sama, Park Hyunmie.

Kejadian dimana dia mengenalkan diri sebagai pangeran bintang pada yeoja kecil bernama Hyunie, berputar kembali. Saat ia pura-pura menggapai bintang di langit lalu memberikannya pada yeoja bernama Hyunie berupa karang bintang laut. Tapi yeoja kecil itu percaya bahwa Kyuhyun mengambilnya dilangit. Kejadian 9 tahun lalu pertama kali ia di pertemukan takdir dengan Hyunmie. Kejadian satu tahun lalu ketika Kyuhyun memeluk yeoja mungil itu erat-erat di padang ilalang lalu menggendongnya hingga keluar jalan raya. Semua seperti kejadian yang baru saja terjadi kemarin. Membuat perasaan membuncah penuh kebahagiaan dan rindu semakin meluap.

“Hyunmie_ah bogoshippo.” gumam Kyuhyun pelan lalu mempercepat laju mobilnya. Karena hari sudah menjelang sore.

***

Seorang yeoja kecil terduduk di depan ujung kapal pesiar mewah, sesekali ia mendongkakan kepalanya kelangit bosan. Liburan yang ia harapkan, jauh dari kata menyenangkan. Sejak masuk pesiar ia bahkan tidak pernah bisa berbicara lama dengan eomma dan appanya.

“Coba kalau leeteuk oppa ikut. Pasti tidak akan sebosan ini.” rutuk yeoja kecil itu sebal. Sesaat yeoja itu memekik melihat bintang jatuh di atas langit. Dengan cepat yeoja kecil itu menutup matanya lalu memohon agar ia tidak kesepian lagi. Mau itu sekarang atau bahkan sampai ia mati. Karena kesepian itu membosankan. Setelah melakukan permohonan, yeoja itu membuka matanya perlahan. Yeoja kecil itu terkejut ketika wajah seorang namja kecil menatapnya dalam jarak dekat. Yeoja kecil itu mundur kebelakang, sepertinya ketakutan.

“Nu. .nuguseyo?” tanya yeoja itu pelan. Namja itu perlahan tersenyum manis, tapi tidak menjawab pertanyaan yeoja kecil tadi. Namja kecil itu menatap kearah langit. Ternyata hujan meteor masih terlihat dan dengan sedikit trik namja kecil itu mengangkat tangan kanannya kelangit. Seolah ia mengambil sesuatu oleh tangannya. Setelah mendapatkannya namja itu kembali menatap Yeoja kecil di sampinnya. Perlahan membuka genggaman tangannya di hadapan Yeoja kecil tadi.

“Aku pangeran bintang. Aku mengambilkan bintang permintaan di langit untukmu.” ucap namja kecil itu memperkenalkan diri. Di tangannya sekarang ada sebuah karang berbentuk bintang, yeoja kecil itu hanya menatap bintang kecil di tangan namja di hadapannya.

“Kau minta permohonankan? Nah ini bintang yang akan mengabulkan permohonanmu tadi.” sebuah senyuman kembali terlihat di wajah bocah kecil itu. Yeoja kecil itu terpaku lalu meraih karang bintang di tangan namja kecil itu lalu membalas senyuman namja kecil itu. Sepertinya tuhan langsung mengabulkan permohonan yeoja kecil itu. Park Hyunmie, yeoja kecil itu terus memerhatikan Pangeran bintangnya.

***

Sebuah senyuman terukir jelas di wajah Kyuhyun. Pertemuan pertama terpenting dalam hidupnya begitu indah. Kyuhyun menatap kearah langit malam, Andromeda benar-benar bisa ia lihat tanpa Teloskop. Kyuhyun begitu menikamti posisi tidurnya di sebuah tikar yang sengaja ia gelar di luar tenda. Mungkin beberapa hari kedepan tenda hanya akan jadi pajangannya saja. Karena Kyuhyun hanya akan menghabiskan waktu di luar untuk menatap Andromedanya sepanjang malam.

Kyuhyun mengangkat tangan kanannya, seolah meraih gugusan rasi Andromeda. Sesaat gelang di tangannya bergerak dan bersinar. Bandul Perseusnya seolah menunjukan sinyal Andromeda di sampingnya. Perlahan Kyuhyun menatap arah sampingnya. Sosok yang ia rindukan sedang tersenyum hangat di sampingnya. Tangan kirinya sama terangkat seperti Kyuhyun.

“Otte? Apa aku cantik?” pertanyaan itu hanya Kyuhyun jawab dengan gumaman kecil. Senyumnya semakin merekah, ketika dewi Andromedanya berpedar kebiruan.

“Kyu. . . Aku merindukanmu.” ucapan seseorang di samping Kyuhyun kembali membuat Kyuhyun tersenyum. Tangan kanan Kyuhyun perlahan menggenggam tangan kiri orang disampingnya. Kyuhyun juga menyentuhkan dahinya pada orang di sebelahnya.

“Nado. . .aku juga merindukanmu Hyunmie. Ah maksudku dewi Andromedaku.” gumam Kyuhyun pelan. Keduanya kembali tersenyum lembut.

“Bolehkah aku memelukmu?” pertanyaan Kyuhyun hanya di jawab anggukan kecil dari Hyunmie. Perlahan Kyuhyun mendekap kekasih sejatinya erat-erat. Mengecup puncak kepala yeoja yang ia cintai berulang-ulang.

“Kyu. . .aku senang sekali kau selalu tersenyum selama ini.”

“Geure? Choayo. Aku akan selalu tersenyum untukmu.”

“Ne. Harus Kyu.”

“Hyunmie!! Apa kau ingat saat aku memelukmu untuk yang pertama kalinya?”

“Hm. Ketika kita di pesiarkan?” Kyuhyun tersenyum kecil. Ia pikir Hyunmie akan menganggap pelukan pertamanya di padang ilalang ini.

“Ne. Apa yang kau rasakan?”

“Hangat. Aku ingin terus seperti ini.”

“Ne. Pasti.” ucap Kyuhyun lirih.

Sesaat keadaan hening. Kyuhyun hanya terus memeluk Hyunmie erat. Perlahan alunan lagu terdengar dari mulutnya. Membuat Hyunmie tersenyum lalu mendongkakan kepalanya. Menatap pangeran bintangnya bernyanyi, Kyuhyun menghentikan lagunya. Membalas tatapan penuh arti yang Hyunmie lontarkan padanya.

“Wae? Apa sudah waktunya?” Kyuhyun bertanya sambil matanya berbinar, Hyunmie langsung memukul kepala Kyuhyun pelan. Berdecak tidak percaya.

“Wae? Bukankah kau kesepian? Aku mau menemanimu.” rengek Kyuhyun sebal.

“Ara. Keunde bukan sekarang. Kau masih bisa memilih Kyu. Memilih untuk kembali di cintai dan melindungi, atau memilih meninggalkan dan membuat banyak orang sedih.” ucapan Hyunmie begitu syarat keyakinan. Bahwa Kyuhyun masih bisa memilih untuk tetap memandang Andromeda di bawah langit. Dari pada menggenggam dan memeluknya. Kyuhyun tersenyum lalu kembali memeluk Hyunmie.

“Jalan hidup memang bisa aku pilih. Tapi tidak dengan takdir kematianku. Bagiku Tuhan sudah cukup baik membiarkan aku tetap tersenyum seperti sekarang. Aku tidak ingin meminta yang lain. Aku tidak ingin serakah dengan mengambil Andromeda lain dari Perseus yang lain. Andromedaku hanya satu. Kau. Kalaupun aku tetap tinggal dan memandangmu dari sini, Andromedaku hanya satu.” Hyunmie sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia benar-benar menyerahkan semuanya pada Tuhan. Apapun itu asal namja ini bahagia dia rela hati.

Pagi semakin merangkak menuju siang hari. Tapi Kyuhyun belum bangun dari tidurnya. Ah atau mungkin iya malas bangun, mengetahui dia masih ada di dunia yang berbeda dengan kekasihnya. Perlahan Kyuhyun bangun ia menatap padang ilalang di hadapannya. Perlahan menghembuskan nafas lemas.

“Baiklah. Aku akan tetap menunggu.” gumam Kyuhyun pelan. Perlahan ia mengemas barang-barangnya. Ia tidak mau mendengar permohonan yang sama jika malam nanti memang kekasihnya datang lagi. Biarlah Kyuhyun tetap merasa bahwa kekasihnya akan menjemputnya.

***

Kampus Kyung hee gempar. Seorang yeoja cantik mirip dengan mahasiswi yang satu tahun lalu meninggal memperkenalkan diri dengan halusnya. Shin Sang woo. Yeoja pindahan China Itu membuat Leeteuk juga Hyekyung dan Yerye terkejut. Tapi tidak dengan Kyuhyun. Ia tampak biasa saja dengan kehadiran Sang Woo.

“Kyu kau sudah dengar?” tanya Yesung gembira berharap sahabatnya berhenti dari aktivitasnya memperhatikan pergerakan Rasi bintang Andromeda yang kembali mulai bergerak mendekat.

“Ne. Wae?” tanya Kyuhyun dingin. Membuat Yesung jadi tidak semangat membahasnya.

“Sepertinya kau memang tidak tertarik.” gusar Yesung sambil kembali menatap tugas astronominya.

“Kau sudah tahu kenapa nekat membahasnya.” ucap Kyuhyun malas.

“Ara. Araseo.” dengus Yesung sebal.

Kyuhyun kembali bergelut dengan Teloskopnya, membiarkan Yesung yang hanya menatapnya sebal. semirip apapun Hyunmie dan Sangwoo tetap saja mereka orang yang berbeda. Kyuhyun tidak mau memikirkan hal yang menurutnya tidak penting.

***

Kyuhyun melangkah dengan pasti menuju kampusnya, ketika seorang yeoja menahan tangannya.

“Bisa kita bicara sebentar?” Kyuhyun terdiam menatap yeoja di hadapanya dingin, menunggu yeoja itu membuka percakapan, yang lagi-lagi berusaha Kyuhyun hindari. Karena sejak yeoja ini pindah ke kampusnya. Yeoja ini tak henti mengikutinya.

“Apa kau kenal Siwon oppa? kudengar hanya kau saja yang tahu keberadaanya?” Kyuhyun terdiam sesaat mengerutkan keningnya, lalu tersenyum tipis. sepertinya dia salah paham.

“Kenapa tidak kau katakan dari awal.” ucap Kyuhyun yang berubah menjadi ramah pada yeoja di hadapanya.

“Ye?”

“Kau mendekatiku selama ini hanya ingin tahu info Wonnie Hyung?” yeoja di hadapan Kyuhyun tersenyum salah tingkah, lalu mengangguk kecil.

“Mian. Aku hanya tidak enak saja, jika langsung menanyakan keberadaan Siwon oppa.” ucap yeoja itu sedikit membungkuk. Perlahan Kyuhyun menatap yeoja di hadapanya intens.

“Sangwoo_ssi, boleh aku bertanya? kenapa wajahmu mirip dengan seseorang?” pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Sangwoo kembali salah tingkah.

“Mianhae sebenarnya aku sengaja merubah wajahku agar Siwon oppa mau menjadi kekasihku. mengingat pemilik wajah ini begitu Siwon oppa cintai. Tapi aku salah dia marah besar padaku dan pergi meninggalkanku.” Kyuhyun hanya melongo tidak percaya, ternyata ada orang yang lebih parah darinya dalam urusan cinta.

“Keunde, setauku SiwonHyung ada di Jepang. Sedangkan kau pindahan dari Chinakan?” Tanya Kyuhyun binggung. Berbeda dengan Sangwoo yang bersorak girang karena tau dimana Siwon sekarang.

“Ah, aku bertemu dengan Siwon oppa saat Siwon oppa melakukan pertukaran pelajar. Selama kenal di China Siwon oppa tidak pernah menceritakan tempat ia kuliah. Dia hanya mengatakan dia kuliah disini sebelumnya. Ah Kyuhyun_ssi GOMAWO. aku akan menyusulnya ke Jepang. Annyeong.” Sangwoo pergi meninggalkan Kyuhyun yang hanya kembali melongo tak percaya.

“Yeoja aneh.” Gumam Kyuhyun pelan. Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya menuju kelas. tapi baru saja beberapa langkah Kyuhyun berjalan. Kyuhyun mengerang kesakitan, keringat dingin membasahi pelipisnya. Sekuat tenaga Kyuhyun menekan Perutnya yang semakin sakit. Yesung dan Ryeowook yang kebetulan juga baru sampai terkejut lalu berlari kearah Kyuhyun.

“YA Cho Kyuhyun gwenchananyo?” panik Yesung sambil memegangi bahu Kyuhyun. Wajah Kyuhyun menegang, rasa sakit di perutnya terlalu menyiksanya.

“Appo.” ucap Kyuhyun tertahan, rasa sakit yang semakin menggila lambat laun membuat Kyuhyun tersadar sesuatu, sesaat sebelum pingsan Kyuhyun tersenyum damai.

o0o

Perlahan Kyuhyun membuka mata, iris matanya pertama kali melihat seseorang tersenyum padanya, mengulurkan tangan memintanya untuk bangun. Kyuhyun menurut, menggapai tangan itu,bangun dari tidurnya.

“Sekarang?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum tipis, Hyunmie dia menganguk kecil lalu menatap kearah belakang, tepatnya tempat tadi Kyuhyun tertidur. Kyuhyun melakukan hal yang sama menatap ranjang di belakangnya. Sebuah senyuman terukir di wajahnya. Kyuhyun kembali menatap Hyunmie.

“Kajja. kita mau kemana dulu?” tanya Kyuhyun pada Hyunmie yang menariknya keluar dari kamar yang sebenarnya sedang penuh isak tangis.

“Kita kepadang rumput ilalang lalu kepantai bertemu appa dan eomma. Otte?”

“Choayo, aku ikut kemananpun kau ajak.” Hyunmie kembali tersenyum lalu mempercepat langkahnya, tanganya menggenggam tangan kekasihnya, berjanji tidak akan melepasnya lagi.

END

EPILOG

Yesung dan Ryeowook hanya bisa menatap sayu pemakaman di hadapan mereka. Sulit di percaya, Kyuhyun yang bahkan semalam masih begitu sehat bahkan sempat membuat mereka kesal karena terlalu sibuk dengan dunianya. Sekarang sudah tidak ada.

“Hanya karena pembuluh darah di perutnya pecah. Sekejap dia sudah meninggalkan kita.” gumam Ryeowook pelan. Yesung tersenyum miris lalu menepuk bahu Ryeowook pelan.

“Sepertinya itu hanya alasan, Dewi Andromedanya benar-benar menjemputnya.” ucap Yesung sambil menghelah nafas lemas.

“Ne. Mungkin begitu. Kau ingat apa yang Kyuhyun katakan semalam?” tanya Ryeowook pada Yesung.

“Ne. Aku ingat.” sebuah senyum kecil terlihat di wajah Yesung.

FLASBACK

“Apa kau masih mencintainya Kyu?” pertanyaan Yesung kali ini membuat wajah kesal Kyuhyun berubah menjadi senyuman.

“Tentu saja. Dewi Andromedaku tidak akan pernah tergantikan dengan siapapun. Bahkan dengan 1000 bintang di langit sekalipun. Cintaku tidak akan terhitung.” ucap Kyuhyun tenang sambil mendongkakan kepalanya kelangit.

“Sampai kapan kau menunggunya?” tanya Ryeowook frustasi. Kyuhyun berbalik menatap kedua chingunya sambil tersenyum tenang.

“Sebentar lagi. Andromedaku akan menjemputku karena sudah merindukanku. Dan lagi sepertinya tes yang ia berikan padaku sudah aku jalani dengan baik.” ucap Kyuhyun datar sambil pergi meninggalkan Yesung dan Ryeowook yang hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Apa dia sudah gila?” gumam Ryeowook yang langsung mendapatkan jitakan keras dari Yesung.

FLASBACK END

“Kyuhyun pasti sangat senang sekarang.” gumam Yesung setelah mengingat percakapan terakhirnya semalam bersama Kyuhyun.

_Jadilah Andromedaku yang menerangi setiap malamku dalam penantian panjangku_

Tinggalkan komentar

39 Komentar

  1. Waey0 terakhirnya Gg seru bgt..?? pdhl awalnya keren.. -_-

    Balas
  2. Mila septia

     /  November 4, 2013

    Waah aku sukaa~!!!..
    *cukup menggambarkan kesanku gak, dengan katakata aku suka?*
    kkeke~
    huhh~
    keren, daebak, touched!!
    100 aku kasi nilai buat ni ff..
    Plot nya (y)❤ (y)

    Balas
  3. krisbaekyeol

     /  November 4, 2013

    Hiwah gile chingu ini keren pake bgt ceritanya xD hanya ada beberpa kalimat aja yg bahasnya kurang enak,hehehe. Alurnya juga kecepetam waktu awal chingu. Tp salut buat ide dan pengetahuannya😀 ditunggu karya selanjutnya ya chingu :))

    Balas
  4. nana

     /  November 13, 2013

    wuaaa akhirnya kelar juga baca ff ya, cerita ya bgus dr awal udh menarik dan ending ya jga gak bgtu mengecewakan krna perseus akhrnya bsa nemenin andromeda😀 , tpi mslh swon ya gntung yg ada cewek dr cina itu, hrus ya di epilog ya di jelasin soal mereka😀 , mian ya byak kmentar hehe

    Balas
  5. Aulia Sekarwangi

     /  Desember 7, 2013

    Mungkin ini FF terkeren yang udah gua baca._.)/

    Balas
  6. Wweehh saya nangis kejap-kejap sampe dimarahi ibu krn gak mau belajar..!! (T_T) akhirnya mata saya bengkak..!! O_O

    Balas
  7. wwaahh ini ff bagus banget Daebak >o< awalnya keren pas sampe ditenagh-tengahnya gak tau maksudnya apa?:D tapi pas akhir"nyanangis gak bisa ditahannn!!Daebak aku suka sekali FF ini!!! #elap ingus

    Balas
    • hehehehehe gomawo udah mau baca… syukurlah kalau suka… emng terlalu banyak teka tekinya jadi agak binggung di tengah cerita..

      Balas
  8. Aku menyukai ceritanya sangat bagus hanya saja ada beberapa pemilihat kata yang membuatku kurang nyaman saat membecanya.

    Terimakasih atas linknya thor

    Balas
    • hehehehe ne gomawo sudah mau baca ini memang awalan autor nulis jadi masih banyak kekurangan trimakasih kritik dan sarannya..

      Balas
  9. faradina phielf

     /  Desember 20, 2013

    huaa,banyak scene sad-ny y
    berkali” mo nangis😥
    tpi,untungny blum sampe🙂
    critanya daebak deh eon,syangny waktu mo baca sampae abis selalu ada kendalanya,yg pulsa abislah,jaringan eror,dll jadilah 3 hari baru kelar #mian jdi curcol

    pkokny keren ffnya ^^/
    makasih linkny d FB tt y

    Balas
  10. 'Sha

     /  Desember 22, 2013

    This is amazing fanfic…
    I like it verry much,,
    and it can me sad😦
    keep writing !!!
    Marsha Imnida, nice to meet you🙂

    Balas
  11. iec_4

     /  Januari 24, 2014

    Sooo..great story…daebak thorr…??!!
    sngt mnyntuh hate..

    Balas
  12. rizkia erma

     /  Februari 19, 2014

    Ya tuhan aku bear2 nangis baca ff ini,sedihhhhh bgt
    Apalagi liat kyu bnr2 ngerasain sakitnya kya apa.hiks hiks
    Tpi anding nya kurang seru.

    Balas
  13. Shin Hyunran

     /  Maret 31, 2014

    kenapa nyesek bgt ceritanya??😥 kereeenn :’)

    Balas
  14. nana

     /  November 3, 2014

    Keren bangeettt

    Balas
  15. Bagus banget chingu.
    Kalo dikirim k sbs atau kbs d korea pasti akan jadi film atau drama korea yang bagus

    Balas
  16. Aku mau tanya. Cerita andromeda itu beneran apa gg,
    Soalnya ceritanya menyentuh hati banget,

    Balas
  17. Kyura

     /  Januari 2, 2015

    Aigoo…ini ff oneshoot trpanjang yg prnh aku baca thor😀 … Crita ny sumpahhhh kereeennn bgtttt…apalagi kisah adromenda n perseus ny, sweet bgt…cerita adromenda itu bner ya thor??
    Ahh trlepas it bner ato gk, yg pnting ff ny baaaguuuuss bgtttt ah d tnggu ya thor ff slanjutnya :* ^_^ kkkk~

    Balas
  18. _elf_

     /  Januari 25, 2015

    Wew, aku ga nyadar selama ini suka ngecheck wp ini buat liat ff baru terus agak kecewa karna gaada ff baru. Tapi setelah liat2 comentnya2 apalagi yang di ff i’m not an angel author blg ada yang lebih panjang lagi, nah aku kaget perasaan aku kalo baca ff disini im not an angle yang paling panjang. Lalu aku baru sadar ternyata aku pas awal2 baca ff dsni itu cuma dari page yang pertama-_- bodoh nya aku ga ngecheck wakakaka.

    Aku suka ff ini, ada rasi bintangnya biarpun aku ga ngerti tapi aku suka nama andromeda, aku juga gatau kalo andromeda itu itu rasi bintang soalnya yang aku tau itu galaxy kkkk~ disini aku sempet ngerasa aneg yang siwon ga balik2, itu sebenarnya siwonnya uda arwag kayak hyunmie atau engga? Aku juga syok tau hyunmie meninggal😥 tapi akhir2nya hyunmie sama kyu deh.
    Good job thor^^

    Balas
  19. ninkay

     /  Agustus 21, 2015

    ya ampunnnn daebaakk banget ff nya thor .. sampe nangis nangis ni baca nya .. guling basah semuah … mata nya bengkak nih thor wkwk.. sad ending bagi readers tapi happy ending buat KyuHee couple !!

    Balas
  20. pengen vote tp ol d hp jd gk muncul

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: