DRABBEL//Finally You Got Marriage Kyuhyun_Ah

Autor:YJK

Tittle:FYGMK

Cast:Kyuhyun, Hyunmie

Gender:Sad

Rating:15

Leght:Drabble

Ost:DayDream

Summary

‘Pada akhirnya senyuman dan kebahagian terindahmu adalah luka terdalam di hidupku’

Story Begin

Pagi merangkak semakin cerah, kota Seoul mulai menunjukan taringnya, aktivitas mulai menggila, salah-satunya adalah pernikahan seorang bintang halluyu Korea Cho Kyuhyun, magnae sebuah boy band terkenal yang kini telah mendunia, Super Junior.

Kyuhyun terus menyalami tamu yang berdatangan, senyumnya tak pernah lepas menyapa semua tamu yang hadir, mata berbinar itu memberi pesona lebih di umurnya yang kini menginjak 30 tahun, Kyuhyun nampak mengedarkan seluruh pandangannya kearea ruang resepsi, semua orang yang ia kenal sudah datang, tapi masih ada yang kurang, sahabat dekat yang sudah ia anggap belahan jiwanya belum juga datang, dengan perasaan cemas ia hubungi sahabatnya itu, tapi lagi-lagi nada operator yang menjawab.

“Jebal… jangan membuatku cemas Hyunmie_ah, kau ada dimana?” Kyuhyun nampak kembali bergumam kecil, wajah cerahnya nampak berubah muram.

“Kyunie, sebentar lagi acara di mulai, bersiaplah kembali ke ruang ganti.” Ahra nampak berbisik pada saengnya itu, acara pemberkatan akan segera di mulai, dengan nafas berat Kyuhyun mengangguk lemah, dia benar-benar berharap Hyunmie datang dia ingin berbagi kebahagiaan dengan sahabatnya itu.

Kyuhyun perlahan masuk kembali keruang ganti mempelai pria, wajah namja itu kembali ceria ketika orang yang ia tunggu sejak tadi ada di hadapannya.

“Hyunmie_ah…” Ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie yang sejak tadi membelakangi Kyuhyun berbalik, sebuah senyuman menghiasi wajah Hyunmie, senyuman yang memang Kyuhyun perlukan untuk menghilangkan rasa gugupnya, ketika pemberkatan nanti. Kyuhyun langsung menggenggam tangan Hyunmie erat-erat, seolah meminta sedikit saja kehangatan dari tangan mungil itu, agar tangannya yang sejak tadi mendingin berubah suhu.

“Mian… aku terlambat. ada sedikit urusan yang harus aku lakukan tadi.” Kyuhyun nampak mengerutkan keningnya binggung, pasalnya selama ini tak ada yang tak Kyuhyun ketahui tentang Hyunmie, dan sedikit aneh Kyuhyun tidak mengetahui keperluan apa yang membuat sahabatnya itu tidak mendahulukan kepentingannya.

“Mwoya? apa sebegitu pentingnya sehingga kau terlambat datang di hari istimewaku?” Kyuhyun nampak berdecak sebal, entahlah dia tidak suka di nomer duakan oleh sahabatnya itu, Hyunmie hanya menggeleng kecil, melihat tingkah kekanakan seorang Cho Kyuhyun.

“Tapi aku tetap datangkan? jadi tidak perlu merajuk seperti itu. lagipula ada atau tidaknya aku, kau akan tetap menikahkan dengannya!!” ucap Hyunmie lembut, tangannya terulur merapihkan dasi yang Kyuhyun kenakan, namja itu nampak tidak suka dengan ucapan Hyunmie.

“Anni, aku tidak akan menikah jika kau tidak datang, kaukan sudah janji jadi pengiring wanita untuk calaon istriku.” sekali lagi Kyuhyun semakin menekuk wajahnya sebal, menandakan betapa ia tak suka dengan ucapan Hyunmie, seoalah yeoja itu tak ada artinya bagi Kyuhyun.

“Geure? tapi sepertinya aku tidak bisa Kyuhyun_ah, aku harus pergi, pesawatku akan lepas landas dalam 2 jam kedepan.” Kali ini Hyunmie sudah tak menatap wajah Kyuhyun lagi, ia nampak sibuk merapihkan dasi Kyuhyun, sedang Kyuhyun nampak tertegun, entah kenapa ia merasakan keganjalan dari ucapan Hyunmie, perlahan Kyuhyun menggenggam tangan Hyunmie, menghentikan kegiatan yeoja itu. berharap yeoja itu menantapnya sekarang, menjelaskan apa yang sebenarnya ia katakan. pergi di hari bahagia sahabatnya sendiri, apa itu tidak keterlaluan? tapi Hyunmie tak menatap Kyuhyun sama sekali, yeoja itu sibuk menata perasaannya, yang tersayat-sayat menatap betapa tampannya namja di hadapannya, namja yang selamanya tak bisa ia miliki.

“Hyunmie_ah…” Kyuhyun bergumam pelan tepat di hadapan Hyunmie, berharap secepatnya yeoja itu memberi penjelasan padanya, prihal kepergiannya yang mendadak, bahkan yang lebih membuatnya semakin terluka adalah kepergian Hyunmie menjelang pernikahannya. Hyunmie nampak menarik nafas dalam-dalam, berharap air matanya tak jatuh di hadapan Kyuhyun. perlahan Hyunmie menatap wajah Kyuhyun, kembali tersenyum lembut memberi keyakinan jika ini yang terbaik, tapi Kyuhyun bukanlah namja yang mengenal Hyunmie dalam setahun dua tahun, cukup tahu senyuman mana yang palsu dan yang tulus.

“Aku ingin menyusul papa Jhonatan ke Skotlandia, Kau tahukan selama ini aku di lema tentang kewarganegaraan. sepertinya aku sudah tahu akan memilih yang mana, lagipula Eomma sudah tidak ada, keluargaku satu-satunya hanya Papa Jhonatan__”

“Andwe, kau tidak boleh pergi, ah atau setidaknya jangan hari ini, jebal kau tega pergi di hari istimewaku?” ucapan Hyunmie langsung terputus dengan permohonan Kyuhyun, membuat Hyunmie mendesah lemas.

“Kyu, kau ingin membuatku semakin terluka dengan tetap disini? jangan berpura pura tidak tahu.” kali ini Kyuhyun nampak menegang, ia tahu arah pembicaraan Hyunmie, wajah Hyunmie yang penuh permohonan cukup menjabarkan perasaan yeoja di hadapannya, tapi sekuat tenaga Kyuhyun menepis setiap pikiran di otaknya, dia benci dengan keadaan ini, keadaan dimana dia harus menerima kenyataan di hadapannya.

“Mwoya? aku tidak mengerti mak__” sekali lagi tubuh Kyuhyun menegang, ketika ucapannya tertahan, bibirnya terkatup oleh bibir sahabatnya itu, hanya saling bersentuhan, tak ada pergerakan lain, tapi sanggup membuat keduanya masuk kedalam tahap berhentinya waktu, perlahan Hyunmie menjauhkan tubuhnya dari tubuh Kyuhyun yang mematung, menatap tak percaya dengan apa yang Hyunmie lakukan. pribadi Hyunmie yang tenang tidak akan membuatnya jadi segegabah ini, kecuali hatinya sudah terlalu sakit.

“Masihkah kau tidak mengerti maksudku Kyu? jika kau menahanku terlalu lama di sini, hanya akan membuatku semakin terluka, izinkan aku pergi, dengan segala kenangan indah yang pernah kita lewati bersama, setidaknya aku ingin menjadi sahabat yang baik yang tidak menghancurkan hari pernikahanmu bukan?” air mata yang sejak tadi Hyunmie tahan akhirnya meluncur tepat saat manik mata Hyunmie dan Kyuhyun bertemu, membuat rasa nyeri d hati Kyuhyun, dia paling benci ,melihat Hyunmie menangis, lebih benci lagi jika yang membuat Hyunmie menangis adalah ia sendiri.

“Keu..keunde… haruskah pergi sejauh itu? bagaimana jika aku ingin bertemu denganmu?” Kyuhyun berusaha mengeluarkan suaranya yang seolah tertahan di kerongkonganya, benar-benar lirih, bahkan sebenarnya Kyuhyun sudah tak sanggup berdiri, dia tidak pernah berpikir akan seberat ini ketika hari ini benar-benar datang, hari dimana Hyunmie pergi. egois? dia tak peduli, dia ingin Hyunmie selalu ada untuknya.

“Aku ingin sembuh Kyu, dan kau tahu agar sakit benar-benar sembuh adalah dengan menghilangkan semuanya, aku ingin kau bahagia sebagai tebuasan atas luka yang kau beri padaku Kyu, dan jika aku tetap disini aku tidak yakin kau akan bahagia.” Kyuhyun nampak menggeleng kuat, seolah menyangkal semua ucapan Hyunmie, yang sudah tak sanggup ia ucapkan dengan kata-kata. Hyunmie kembali menghelah nafas, merasa sia-sia berbicara dengan namja keras kepala di hadapannya ini, dengan cepat Hyunmie merengkuh pinggang Kyuhyun membuat jarak mereka sangat dekat, Hyunmie menempelkan dahinya di dahi Kyuhyun yang sedikit merunduk.

“Kau harus memilih Kyu? memilih terus memiliki seorang sahabat, atau memilih memiliki seseorang yang terlalu terluka hatinya olehmu… Kyu… aku menyayangimu, mencintaimu setulus hati, jadi izinkan aku pergi, jika takdir memang baik pada kita, dimanapun kita berada pasti akan di pertemukan kembali.” Kyuhyun sudah tak sanggup mendengar ucapan Hyunmie lagi dengan cepat Kyuhyun menarik tubuh mungil itu dalam dekapanya, tubuhnya bergetar ketika merasakan pelukan Hyunmie mengerat, air mata yang sejak tadi Kyuhun tahanpun berlomba, walaupun dengan cepat Kyuhyun mengusapnya kasar, ia tak mau terlihat semakin bodoh di hadapan Hyunmie.

“Nappeun… nappeun yeoja, chingu tak berperasaan, tak bisakah kau memberi tahu nomer ponselmu di sana? setidaknya kita tidak lost contect.” Kyuhyun kembali memohon pada sahabatnya itu tapi lagi-lagi hanya sebuah gelengan yang ia terima, membuatnya mau tak mau terisak, mendekap erat tubuh mungil Hyunmie.

“Nappeun…”

“Mian…”

Tak berapa lama pintu nampak terketuk, seseorang memberitahukan jika Kyuhyun harus bersiap, membuat Kyuhyun semakin memeluk sahabatnya itu semakin erat.

“Kajima… jebal…” Kyuhyun kembali memohon, berharap Hyunmie setidaknya membatalkan keberangkatanya, Hyunmie melepas pelukannya menatap mata merah Kyuhyun dan menggeleng pelan.

“Kau mau menikah, kenapa matamu malah seperti ini, kajja berbaringlah di sofa, aku kompres matamu ne?” Kyuhyun mengeleng kuat, menggenggam tangan Hyunmie semakin erat, tapi Hyunmie tetap membimbing Kyuhyun untuk duduk di sofa, sedangkan Hyunmie berjongkok di hadapan Kyuhyun.

“Kau harus tampan di hari pernikahanmu Kyuhyun_ah.”

“Tidak adil, kau masih bisa melihatku nanti di internet ataupun televisi, sedangkan aku tidak bisa melihatmu sama sekali.” sekali lagi Kyuhyun kembali merajuk, menahan sesak di hatinya yang seperti tak ada habisnya. Hyunmie mengulirkan tanganya menuju mini bar di samping Kyuhyun, mengeluarkan sebongkah es kecil dan membungkusnya dengan sapu tangannya.

“Kau mau bicara apapun tidak akan mengubah pendirianku, cah pejamkan matamu, biar ku kompres kelopak matamu itu.” kali ini Kyuhyun hanya bisa pasrah, perlahan menutup mata merasakan dinginnya es menyentuh permukaan kelopak matanya.

“Kyu…”

“Wae?”

“Bolehkah aku meminta sesuatu padamu sebelum pergi?” Kyuhyun tak menjawab perlahan ia membuka kembali matanya lalu mengeleng kecil.

“Kau pelit sekali pada chingu sendiri.”

“aku tidak mengizinkanmu pergi. jadi jangan meminta apapun.” Hyunmie nampak berdecak sebal tapi kemudian tersenyum setelah melihat Kyuhyun memejamkan matanya kembali.

“Aku hanya meminta sesuatu yang tak pernah aku dapat darimu, apa tidak boleh?”

“Mwoya?”

“Tapi kau harus menerimanya, apapun yang aku minta.” Kyuhyun hanya mengangguk kecil, membuat Hyunmie tersenyum lembut, perlahan ia meletakan kompresan di tangannya di meja, perlahan merangsek mendekat kearah Kyuhyun, memangkas jarak semakin dekat, ketika nafas Hyunmie menyapu permukaan wajah Kyuhyun, namja itu membuka matanya, menatap wajah sayu yang sembab di depannya, menatapnya dengan sejuta cinta, yang selalu ia abaikan, terlalu takut menghancurkan persahabatan yang ia bangun sejak lama, Kyuhyun merengkuh wajah mungil di hadapan, seolah ingin memimpin sesuatu yang begitu di inginkan sahabatnya. perlahan bibir merke menyatu, bergerak perlahan memberi kesan manis, perasaan berbunga di hati keduanya, sekaligus rasa sesak yang membuat air mata mereka kembali mengalir, dengan posesifnya Kyuhyun mendekap tubuh mungil itu agar semakin merapat kedalam pelukannya, membuat ciuman itu semakin dalam, hanya beberapa menit, Hyunmie melepas ciuman yang baginya tak lebih salam perpisahan dari Kyuhyun, setengah berbisik Kyuhyun membisikan sesuatu tepat di telinga Hyunmie yang membuat tubuh gadis itu menegang menatap Kyuhyun tak percaya.

“Mianhae… semua sudah sejauh ini, aku tak bisa mencegahnya, kuharap kau menemukan namja yang tidak bodoh sepertiku.” Hyunmie hanya bisa mengangguk lemah sambil kembali menangis, memeluk erat tubuh namja yang selamanya akan sangat ia cintai.

“Nado saranghae Kyuhyun_ah.”

***

Ruangan resepsi yang tadi sangat riuh mendadak hening, ketika sang pendeta memulai pemberkatan, kedua pasangan di hadapannya nampak tersenyum hangat, seolah siap dengan pernikahan yang akan mereka lakukan, sesaat mempelai pria menatap jari manis tangan kirinya, sebuah cincin melingkar di sana, bukan cincin pertunangannya dengan calon istrinya, tapi cincin persahabataanya dengan sahabatnya, Park Hyunmie. Kyuhyun namja itu berjanji dia akan selalu menjaga cincin itu, seperti ia yang akan menjaga cincin yang akan melingkar di jari manis tangan kanannya sesaat lagi, cincin pernikahannya. Cintanya memang besar pada calon istrinya, tapi cintanya pada Hyunmie lebih besar, karena bagi Kyuhyun, Hyunmie bukan hanya seorang sahabat, tapi juga seseorang yang sangat spesial di hatinya. semangat terbesar dalam hidupnya. yeoja yang paling ia cintai Park Hyunmie.

Epilog

Sepasang remaja tengah menikmati musim semi mereka di sebuah taman kota Seoul, jika orang yang tak mengenal mereka mungkin akan mengira mereka sepasang kekasih, tapi mereka tak lebih hanyalah sepasang sahabat, yang sama-sama memendam perasaan atas nama persahabatan. Cho Kyuhyun meletakan kepalanya di pangkuan Hyunmie, memilin rambut sahabatnya yang sudah menjadi kebiasaannya itu, sedangkan Hyunmie yeoja itu sibuk meneglus setiap permukaan wajah Kyuhyun yang sudah menjadi candu untuknya.

“Kyuhyun_ah…”

“Hmm…?”

“Maukah kau menerima sesuatu dariku?”

“Mwoya?”

“Sebuah cincin? kau bisa memakainya di jari manis kirimukan?”

“Seperti seorang tunangan?”

“Bisa di bilang seperti itu, kau mau?”

“Ne…”

“Jaga baik-baik, kalau hilang aku akan memakanmu.”

“Jinnja kau ini yeoja kanibal eoh?”

“MWO? YAAKK KEMBALIKAN CINCIN ITU.”

“Kau sudah memberikanya padaku, shirro.”

“ais jinjja, yang jadi istrimu sangat mengkhawatirkan.”

“Mwoya, gadis yang menikah denganku itu beruntung.”

“Cukup chingu evil aku tak mau mendapatkan NAMPYEON EVIL.”

“Memang siapa yang mau jadi nampyeonmu.”

“Aghrrrrr CHO KYUHYUN…..”

END

Tinggalkan komentar

17 Komentar

  1. sedih banget ceritanya😥
    nyesek hiks hiks hiks

    Balas
  2. sung ha ki

     /  Agustus 31, 2013

    wae..kenapa sad ending.. T_T
    kyaknya author mau buat readernya nangis terus ya.. rata-rata ff nya bakal sad..

    Balas
  3. Heryanti oti

     /  September 1, 2013

    unni aduh.. bth bnyak tissue.

    Balas
  4. Omo… Hmm sahabat jd cinta.. Emg sedih banget.. Tp aga ragu aja ini cinta bertepuk sblh tangan ato ga.. Huaaa ksian banget jd hyun mie.. Ga bs bayangin klo ada di posisi dia.. Past sakit banget

    Balas
  5. Esa Kodok

     /  September 19, 2013

    hah…….kadang melarikan diri itu lebih aman

    Balas
  6. vievie

     /  September 29, 2013

    huweeeeee

    andwaeeee kq gini s

    g rela mereka g bersatu

    Balas
  7. awalnya sih masih naro ekspektasi buat ff ini, tp lama kelamaan emg udah takdirnya buat jadi sad. coba aja kalo kyu gak bodoh. nice fict, keep writing ya :””‘

    Balas
  8. nyesek,

    Balas
  9. Kodok

     /  Agustus 1, 2014

    sad ending sad ending..tp q suka…g semua hal bisa dipaksakan..tp kasihan y istrinya kyu klo cintanya kyu cuma setngah

    Balas
  10. mitarashi8899

     /  September 26, 2014

    Sorrow.. Untung bacanya malem, yang lain udh pd tdr jd ƍäª ketauan kl aku nangis

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: