Mini FF//Cinderella Man //Kyumie

Autor: YJK

Tittel:Cinderella Man

Cast:Park Hyunmie, Cho Kyuhyun, Choi Siwon and all other

Gender:Romantis

Rating:15+

Leght: Mini FF

Annyeong YJK bawa FF baru nih, disini dunia jungkir baliknya Hyunmie dan Cho Kyuhyun. Ini asli buatan YJK mian kalau tidak sesuai EYD dan bertebaran miss typo.

Summary

‘Setinggi apapun angan kita, asal di iringi usaha yang gigih, langit yang mustahil di gapaipun bisa sangat dekat di genggaman kita.’

Story begin

Angin bertiup pelan di taman universitas Kyunghee, menerbangkan setiap dedaunan musim gugur, mengusik tidur seorang Dewi Amor yang terlelap di bawah sebuah pohon Pinus, membuat sebuah lenguhan kecil dari bibirnya, seolah terganggu dari aktifitasnya setiap siang hari, Sang woo dan Hagi kedua sahabatnya yang juga sibuk dengan dunianya, juga ikut terganggu angin musim gugur ikut menggeliat pelan, membuat pemandangan semakin indah di mata para namja yang sejak tadi sibuk memperhatikan ketiganya.

“Jinjja!! Neoumu yeppoyo…” gumam salah satu namja berkacamata yang sukses membuat semua namja yang sejak tadi diam menantapnya tajam, pasalnya ketiga Dewi Amor itu bisa saja tahu, dan jika mereka tertangkap basah, bukan tak mungkin Hagi yang notabene atlit Tekwondo membuat mereka babak belur. Ketiganya memang tak pernah mau di ganggu atau di perhatikan jika sedang istirahat di taman belakang Kyunghee, tapi beberapa namja tetap saja nekat memperhatikan ketiganya, walaupun tahu resikonya apa. Mereka tak punya banyak waktu menatap ketiga Dewi Amor itu kecuali pada jam istirahat siang.

“Mian…” bisik namja berkacamata itu salah tingkah, tapi sepertinya terlambat karena ketika mereka berbalik bermaksud menatap ketiga Dewi Amor itu lagi, Hagi sudah berkacak pinggang menatap horor pada namja yang masih mematung di antara semak belukar.

“Yakk!! Bukankah aku sudah bilang jangan mengintip kami jika ada di taman belakang? Kalian cari mati eoh?” tanpa menjawab semua namja lari terbirit-birit, mereka tidak mau ambil resiko masuk rumah sakit karena babak belur di hajar seorang Kim Hagi. Tapi sepertinya tidak semua namja lari kalang kabut, namja berkacamata tadi malah sibuk terpesona pada salah satu Dewi Amor yang kini nampak tersenyum geli, melihat Hagi mengusir namja-namja tadi. Hagi yang menyadari masih ada namja tidak ada kerjaan di semak belukar, menatap horor kearah namja tersebut, Hyumie yang sibuk tertawa menatap kearah Hagi berjalan, Hyunmie kembali tersenyum lalu memberi kode pada namja berkacamata itu untuk pergi, tapi sayangnya namja itu malah semakin terpesona dengan tatapan Hyunmie yang lembut, tidak menyadari Hagi yang sudah tepat berada di hadapannya.

“Yak!! kau masih tidak mau pergi?” bentak Hagi geram.

“Chakkamanyo…” gumam namja itu pelan, tanpa tahu siapa yang menegurnya, terlalu sibuk menatap wajah Hyunmie yang cemas menatapnya.

“YAAKKK!!” teriakan 10 oktaf Hagi akhirnya membuat namja itu tersadar, perlahan menatap Hagi takut, sebuah senyuman polos tercetak di wajah namja tersebut, tanpa menunggu teriakan Hagi berikutnya, namja itu berlari dengan cepat, tanpa mau berbalik lagi kebelakang.

“Mati aku…” gumam namja berkacamata itu dalam hati, ketika Hagi masih mengejarnya dari arah belakang, tapi sepertinya Hagi berhenti berlari ketika ponselnya berbunyi. Namja itu menarik nafas lega, ketika Hagi sudah tak mengejarnya lagi. Sebuah tepukan di bahunya membuat namja itu terkejut bukan main.

“Yak! kalian mau membuatku jantungan eoh? Nappeun, kenapa kalian meninggalkanku sendirian tadi.” Protes tak terima terlontar dari namja berkacamata pada kedua sahabatnya, yang juga nampak menarik nafas dalam-dalam, karena ikut dalam aksi mengintip tadi tentunya.

“Mian Kyuhyun_ah, ketika menatap wajah marah Hagi kami tidak bisa berpikir apapun.” Seorang namja kecil imut menepuk-nepuk dadanya sesak, walaupun dia sangat menyuka Hagi, tapi ketika yeoja itu marah, namja itu bisa sangat ketakutan.

“Tapi kenapa kau begitu menyukainya ryeowook_ah? Jika kenyataanya kau begitu ketakutan padanya.” Namja berpakaian serba hitam beserta topi hitamnya itu bertanya datar, mengeluarkan aura yang cukup membuat Kyuhyun dan ryeowook mengusap tengkuk mereka.

“Apa bedanya denganmu Yesung hyung, kau menyukai Sangwoo si putri es itu.” Ucap ryeowook ketus, tapi sepertinya Yesung tidak terima dengan ucapan Ryeowook, matanya sudah memancarkan amarah yang siap meledak kapan saja. Kyuhyun yang sudah merasa ada yang tidak beres dengan Yesung, langsung menarik namja imut itu berlari dari Yesung.

“Kabur!!” teriak Kyuhyun kuat-kuat.

“YAAKK!! AWAS KALIAN BERDUA.” Teriak Yesung menggelegar. Menyusul keduanya dengan lari maraton, siap menghajar Ryeowook yang menghina pujaan hatinya.

****

Hyunmie menatap makalah Astronominya sedih, Kang sajangnim memintanya merefisi ulang hasil kerja kerasnya selama seminggu yang masih banyak kekurangan di mata Kang sajangnim. Dia menatap sebuah data yang di beri Kang sajangnim padanya, menghelah nafas panjang membuat Hagi dan Sangwoo memutar bola mata mereka, pasalnya sosok Hyunmie yang ceria sama sekali tidak pantas dengan wajahnya yang tertekuk sekarang.

“Apa susahnya, kau hanya perlu mencari namja itu, memintanya untuk mengerjakan bagian mana yang kurang, jadi berhenti menekuk wajahmu itu Hyunmie_ah.” Sungut Hagi kesal, dia paling tidak suka melihat sahabatnya yang satu ini murung, cukup wajah dingin Sangwoo yang membuatnya mati bosan, dia tidak mau dunianya semakin suram karena musim semi di hidupnya tertutup awal hitam.

“Tidak semudah itu Hagi_ah, kau tahukan orang yang dekat denganku pasti privasinya akan terkekang, cukup kalian saja yang seperti itu.” Gumam Hyunmie pelan, membuat Sangwoo yang sejak tadi membaca novel menatap Hyunmie dingin.

“Kami tidak merasa begitu nona Park, kami senang bisa bersama anda.” Mendengar ucapan Sangwoo, Hyunmie mendengus kesal, kenyataan Sangwoo yang sudah ia anggap teman sendiri masih sering memanggilnya nona Park, Shin Donghae oppa Sangwoo memang ketua rumah tangga keluarga Park, dan mengharuskanya melayani Hyunmie layaknya Nona besar, tapi Hyunmie tidak suka itu. Begitupun dengan Hagi, oppanya Kim young woon adalah ketua bodyguard keluarga Park yang mengharuskannya menjaga Hyunmie, karena kampus tidak memungkinkannya menjaga Hyunmie, Hagilah yang akhirnya mengambil peran Kangin, tapi Hagi mulai terbiasa memanggilnya tanpa embel-embel nona besar.

“Berhenti memanggilku begitu.” Hyunmie kembali merenggut kesal, membuat Sangwoo menunduk meminta maaf, menambah kadar rasa sebal di hati Hyunmie. Hyunmie hampir terjatuh dari duduknya di bangku taman ketika seorang namja menatapnya dari jarak dekat penuh selidik.

“Dewi Amor kau kenapa merengut seperti ini?” seorang namja dengan langsung pipit di wajahnya menatap penuh senyuman kearahnya.

“Siwon_ssi kau membuatku terkejut.” Ucap Hyunmie sambil mendorong tubuh Siwon yang terlalu merapat kearahnya, Siwon terkekeh pelan, mengacak rambut Hyunmie gemas, tapi tidak lama, karena tatapan membunuh Hagi membuat namja itu memutar bola matanya sebal.

“Ara. Kau itu menyeramkan Hagi_ssi jika menatapku seperti itu. Aku heran Eunhyuk bisa menyukaimu?” ucap Siwon sambil menatap Eunhyuk di sebelahnya yang memang tak pernah berkedip jika menatap Hagi, sedang yeoja itu hanya memutar bola matanya sebal, sahabat Siwon yang lain, Lee Donghae malah tengah meluncurkan gombalan terbaiknya pada Sangwoo yang seolah tak peduli dengan mahluk tampan itu, sibuk membaca, menyerahkan keamanan Hyunmie pada Hagi.

“Sebaiknya kalian pergi, Hyunmie sedang dalam mood tidak baik, jika dia merasa terganggu aku tidak segan-segan membanting kalin bertiga.” Ucapan Hagi kali ini membuat ketiga namja tampan itu meneguk salivanya berat, mereka pernah merasakan bantingan Hagi dan itu cukup membuat mereka tak bisa masuk kuliah beberapa hari.

“Ara, kita pergi sekarang, Kajja.” Dengus Siwon sambil menarik kedua sahabatnya yang seolah enggan pergi dari kumpulan ketiga yeoja cantik itu. Hyunmie kembali menghelah nafas, kembali menatap data seorang mahasiswa dari Kang sajangnim, selama ini nilanya selalu bagus dalam segala bidang, kecuali astronomi.

“Cho kyuhyun_ssi mianhae, mungkin dari sekarang aku akan banyak menyusahkanmu.” Gumam Hyunmie pelan, sambil menatap data di tangannya.

***

‘Aku ini siapa? Berani menggapai langit, tapi dengan cara sendiri langit merengkuhku dengan awan cintanya, memberiku keyakinan, ketulusan hatiku bisa menjadi sayap untuk menggapai langit’

Kyuhyun Pov

Hari ini seperti biasa aku selalu mengikutinya kemanapun, tentu saja setelah semua tugas kuliahku selesai, aku tidak mau kerja kerasku sia-sia setelah mendapatkan beasiswa ini. Hari ini dia terlihat murung, aku lebih suka melihatnya tersenyum, sepertiya dia sedang menghadapi sebuah masalah, tapi apa? Kenapa sampai membuatnya begitu murung, hari ini aktivitasku menatapnya tidak terlalu horor seperti kemarin, ketiga Dewi Amor itu sedang duduk di kursi taman dekat parkiran, dan seperti biasa Ryeowook dan Yesung Hyung juga ikut menikmati aktivitas ketiganya.
Angin menyapaya dengan lancang, menerbangkan setiap helai rambutnya yang hitam, Tuhan izinkan aku bernafas, melihat tatapan teduhnya membuatku menahan nafas.

“Si pungguk merindukan bulan. Jangan terlalu berharap orang seperti kalian bisa mendekati Dewi Amor kami.” Celetukan menyakitkan dari Siwon and the gank, atau para yeoja memanggilnya Flower Boy hinggap di telingaku, mengganggu aktivitasku menikmati wajah Dewi Amorku Park Hyunmie. Mereka memang tampan, kaya, cerdas dan romantis. Iya jadi wajar saja jika mereka menghina aku dan kedua sahabatku yang notabene dari keluarga menengah kebawah.
Aku, Ryeowook dan Yesung hyung langsung menundukkan kepala, tak ingin bermasalah dengan sang penguasa kampus ini. Keluarga Choi adalah donatur terbesar di Kyunghee dan itu berarti beasiswaku juga berasal dari keluarga Choi. Dalam tunduk sekali lagi kuberanikan diri menatapnya, jebal tatap aku walaupun sekali saja, detik selanjutnya mata indahnya menatap kearahku, jinjja!! Dia menatapku dan apa itu? Sebuah senyuman terlontar kearahku, bukankah sejak tadi dia begitu murung? Oh jika ini mimpi jangan bangunkan aku cepat-cepat.

“Hyunmie_ah… kajja kita harus masuk sekarang, Song sajangnim bisa mengamuk nanti.” Tatapannya teralih dariku, sahabatnya Hagi memanggilnya, Tsk, ternyata ini kenyataan, keunde apa aku salah lihat? Hyunmie mendekat kearahku? Ah anni aku tidak boleh percata diri dulu, mungkin dia mau mendekat kearah Siwon yang memang berada tak jauh di belakangku, Siwon adalah namja satu-satunya yang berani mendekati Hyunmie secara langsung. Eh tapi dia berhenti di hadapanku!!

“Annyeong Kyuhyun-ssi? Kemarin Kang sajangnim memintaku mengantarkan makalah ini padamu, beliau bilang kau ahli astronomi, aku ingin tahu kekurangan makalahku, bisakah kau membantuku?” Hyunmie menyerahkan sebuah makalah padaku, Tuhan, dia berbicara panjang kali lebar denganku? Apa aku sedang bermimpi? Aku menatap kearah belakang, Siwon menatapku tajam. Tapi dengan cepat aku kembali menatap Hyunmie, tanpa memperdulikan tatapan tajam seorang Choi Siwon, aku mengangguk bocah, dia kembali tersenyum kearahku, membuatku kehilangan stok oksigen di paru-paruku, lalu ia mengulurkan tanganya kearahku? Apa yang ia lakukan?.

“Park Hyunmie imnida, naneun?” pukul aku sekarang juga, huaaaa dia mengajakku berkenalan, perlahan kugenggam tangannya yang hangat dan halus itu, masih menatatp tak percaya bisa menyentuhnya walaupun hanya bersalaman, setelah itu ku tatap mata hazelnya, oh aku sangat gugup.

“Cho… Cho Kyuhyun imnida.” Gagapku saking senangnya, dia menatap jabatan tangan kami, sepertinya aku terlalu lama menggenggam tangannya, dengan cepat ku lepas genggaman tangannya lalu tersenyum tak jelas kearahnya, ongk, tapi dia malah tersenyum geli kearahku, membuatku kembali terpaku, tak lama dia membungkuk sedikit lalu berlalu dari hadapanku. Jinjja Dewi Amor mendekat kearahku, mimpi apa aku semalam.

***

Ketika Kyuhyun di landa bahagia berbunga-bunga, Siwon yang memang tak jauh dari sana, nampak menggeram sebal, pasalnya selama ini Hyunmie tak pernah mau berbicara banyak dengan seorang namja, bahkan sampai tersenyum ramah. Bahkan padanya yang notabene orang yang selalu mengejarnyapun tak pernah seramah itu. Merasa tersaingi, Siwon nampak mengepal kedua tangannya menahan amarah.

“Awas kau, dasar manusia tak tahu diri.” Geram Siwon dalam hati. Sambil melangkah pergi di susul Donghae dan Eunhyuk. Sedangkan Kyuhyun mulai bersiap-siap menuju tempat kerja part timenya, walaupun dia mendapat beasiswa, keperluan lainnya harus ia taanggung sendiri, Kyuhyun tak ingin membebani kedua orang tuanya yang hanya seorang guru biasa di sekolah menengah atas di Seoul, noonanya Ahra lebih membutuhkan banyak uang karena sakit paru-paru yang di deritanya. Kyuhyun juga ingin membantu walaupun hanya sedikit.
Kyuhyun bekerja di sebuah restoran bernama Heaven, yang berhadapan langsung dengan sebuah hotel berbintang lima, hotel itu milik Art cooprotion yang tak lain adalah miik keluarga Park, lagi-lagi alasan Kyuhyun bekerja disana adalah karena Dewi Amornya yang selalu datang di saat-saat tertentu, selain mendapatkan uang, Kyuhyun juga bisa melihat pujaan hatinya di Restoran tersebut, Kyuhyun memang hanya seorang Witter, tapi ada saatnya ia menjadi penyayi dadakan jika penyayi restoran tersebut cuti, tidak di pungkiri suara indahnya memang begitu di sukai oleh para pelanggan, tapi Kyuhyun sama sekali tidak berniat menjadi seorang penyanyi, menjadi seorang Dokter adalah cita-cita terbesarnya saat ini, alasannya karena ingin bisa menyembuhkan Ahra.

Seperti malam ini, penyanyi cafe tak bisa datang dan memberi kesempatan pada Kyuhyun untuk bernyanyi, jangan berpikir Kyuhyun tetap menggunakan pakaian culun dan kacamatanya sama ketika di kampus saat bernyanyi, captain waitter di restoran itu selalu menyulapnya menjadi pangeran dadakan, membuat semua orang pasti tidak akan mengenalnya ketika sedang bernyanyi. Kyuhyun sangat suka bernyanyi apa lagi jika Dewi Amornya datang, dan malam ini sepertinya Kyuhyun beruntung, keluarga Park nampak hadir di restoran tersebut, bukan hanya sekedar makan malam tentunya, melihat Hyunmie berpakaian formal tidak seperti biasanya, sesaat Kyuhyun menarik nafasnya, menatap tajam kearah Hyunmie, berharap Dewi Amornya itu menatapnya. Merasa ada yang memperhatikan Hyunmie memutar kepalanya menatap kearah panggung kecil restoran tersebut, Kyuhyun menggunakan kesempatan itu untuk tersenyum dan dengan senang hati Hyunmie membalas senyuman tersebut.

~7 Years of Love~

chilnyeoneul mannatjyo
amudo uriga ireoke swipge ibyeolhal jureun mollatjyo

geuraedo urineun heeojyeo beoryeotjyo
gin sigan ssahawatdeon gieogeul namginchae

urin eojjeom neomu eorinnaie
seororeul manna gidaenneunji molla
byeonhaeganeun uri moseupdeureul
gamdanghagi eoryeowonneunjido
ibyeolhamyeon apeudago hadeonde
geureongeotdo neukkilsuga eobseotjyo
geujeo geunyang geureongabwa hamyeo damdamhaenneunde

ureotjyo uuu sigani gamyeonseo naegejun
aswiume geuriume naetteutgwaneun dareun
naui mameul bomyeonseo
cheoeumen chinguro daeumeneun yeoninsairo
heeojimyeon gakkaseuro chingusairaneun
geu mal jeongmal matneunde

geu huro samnyeoneul bonaeneun donganedo
gakkeumssik seoroege yeollageul haesseotjyo

dareun han sarameul manna ttodasi
saranghage doeeosseumyeonseodo nan
seulpeulttaemyeon hangsang jeonhwalgeoreo
sorieobsi nunmulman heulligo
neodo joheun saram mannaya doenda
maeumedo eomneun mareul hamyeonseo
ajik nareul johahana gwaenhi dollyeo malhaetjyo

arayo uuu seoro gajang sunsuhaesseotdeon
geuttae geureon sarang dasi hal su eopdaneun geol
chueogeuro nameulppun
gakkeumssik chagaun geuael neukkilttaedo isseoyo
hajiman ijeneun amugeotdo yoguhal su
eopdaneun geol jal aljyo

na ije gyeolhonhae geu aeui maldeutgo
hanchameul amumaldo hal suga eobseotjyo
geurigo ureotjyo geu ae majimak mal
saranghae deutgosipdeon geu hanmadi ttaemune

Tepuk tangan menggema di restoran itu ketika Kyuhyun mengakhiri lagu kesukaannya, berbeda dengan Hyunmie yang nampak tersenyum penuh arti sambil menopak dagu, menatap Kyuhyun berbinar, Kyuhyun yang memang sejak tadi tidak mengalihkan perhatiannya dari Hyunmie, hanya biasa mengusap tengkuknya gugup.

“Apa suaraku bagus? Kenapa dia tak bergeming.” Kyuhyun hanya bisa mengumam dalam hati, dengan wajah sedikit merona, sepertinya Kyuhyun sangat mensyukuri ketidak hadiran penyanyi restoran malam ini, malam ini dia bisa menarik perhatian lebih banyak dari Dewi Amornya, Park Hyunmie.

Langit merangkak semakin gelap, menunjukan jati dirinya jika malam ini semakin kelam, memberi tanda pada seseorang jika malam ini tak akan mudah ia lewati, Cho Kyuhyun dengan sepedanya bermaksud pulang setelah kerja part time yang ia lakukan setelah pulang kuliah tadi. Tanpa diduga sebuah rantai besar melintang di bawah sepedanya, membuatnya terjatuh atau lebih tepatnya terpental dari sepeda, memberi beberapa luka di tubuhnya, kacamata yang ia kenakan raib entah kemana, tapi Kyuhyun masih bisa mendengar gelak tawa beberapa orang di hadapanya, walaupun kurang jelas dalam penglihatan, Kyuhyun cukup tahu siapa orang yang sepertinya sengaja mencelakainya. Siwon dan kedua sahabatnya Eunhyuk dan Donghae tertawa terpingkal-pingkal melihat Kyuhyun yang meringis kesakitan. Tak lama tawa itu berhenti, Kyuhyun samar-samar melihat seseorang mendekat kearahnya, dia nampak berkacak pinggang, dari postur tubuhnya Kyuhyun yakin itu Siwon.

“Dasar tak tahu diri, sudah kubilang jangan pernah mendekati Dewi Amorku, apa kau tak punya kaca di rumah? Ahhhh, atau kaca di rumahmu terlalu kecil, hingga kau tak sanggup bercermin eoh? Kau hanya namja jelek berkacamata, wajahmu itu penuh jerawat dan yang aku dengar telinga kirimu bermasaah eoh? Namja miskin yang bahkan ayahnya saja hanya seorang guru biasa, MASIH PANTASKAH KAU DIDEKATNYA? Kuperingatkan sekali lagi, berani kau mendekatinya bukan hanya beasiswamu yang di cabut, ayahmu bisa saja jadi pengangguran, ARA?” Kyuhyun hanya sanggup tertunduk, meremas hatinya yang terasa sakit di hina habis-habisan, walaupun semua kata-kata Siwon semua benar, tapi pantaskah ia di perlakukan tidak adil seperti ini? Bukan ada yang mendekati Dewi Amor, tapi Dewi Amorlah yang mendekatinya, dengan cinta yang ia susupkan kehatinya. Kyuhyun kembali meringis kesakitan, ketika kaki kirinya mendapatkan tendangan beberapa kali dari Siwon.

Merasa sudah puas melampiaskan amarahnya, Siwon melangkah pergi menjauhi Kyuhyun yang masih terduduk, berusaha untuk terbangun, tapi rasanya sangat sulit. Sepeda kesayanganya nampak menyedihkan karena Donghae dan Eunhyuk sempat merusaknya, membuat sepeda itu semakin tak berbentuk. Kyuhyun mulai mengumpulkan tenaganya yang tersisa, perlahan mulai berdiri berusaha untuk berjalan, beberapa kali Kyuhyun memegangi wajahnya yang terluka, dia tak bisa pulang jika dalam keadaan menyedihkan seperti ini, orang tuanya pasti akan khawatir padanya. Ryeowook namja imut itu melintas di kepalanya, ketika mengingat disekitar sinilah tempat tinggal Ryeowook, Kyuhyun hanya berharap namja itu mau menampungnya malam ini.

TBC

Tinggalkan komentar

14 Komentar

  1. Nisa Kimberly

     /  Agustus 24, 2013

    Eonn, next tag aku ya:)

    Balas
  2. Nisa Kimberly

     /  Agustus 24, 2013

    Eonn, next kasih tau aku ya:)

    Balas
  3. Bagus🙂 Suka sama Karakter Kyuhyun dan Ryeowook hehehe

    Balas
  4. Nggak. Sah aja dalam sebuah ff, yang penting penyajiannya bagus🙂 Dan ini cerita yang bagus hehehe

    Balas
  5. aku suka ceritanya suka banget karakter kyuhyun
    kasian juga ya jadi hyunmie hidupnya ga bebas

    Balas
  6. Henif Daru Utami

     /  Agustus 28, 2013

    Keren.
    Tapi kasihan Kyuhyun😦
    Tapi, kayaknya Hyunmie itu jg ga bebas ya, dia kaya tapi kayak terkekang gitu😮
    Ini rencana mau dibikin berapa part sih thor?
    Aku kira ini oneshoot lhoo ternyata ada TBC-nya.
    Yeah… Aku berharap kalau Hyunmie cepetan tahu kelakuannya Siwon ke Kyu itu kayak gimana, kan kasihan Kyuhyun kalau dihina dan diancam terus terusan kayak gitu.
    Semoga Kyu cepetan lulus dan jadi dokter yang hebat supaya dia bisa bersama sama Hyunmie😀

    Balas
  7. Yesung belove

     /  September 4, 2013

    Huwaa bagus bngett critanya😥 aku suka ff eonii feelnya dpet bngett daebakk dehh buat eonii :* :*

    Balas
  8. ingga

     /  Oktober 18, 2013

    Ya anpun kasian bgt kyuuuu.. Hrs dsiksa kyk gt cm krn dket sm hyunmie. Pdhl kn bkn slh kyuu. Keterlaluan bgt tu si siwon n the gank..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: