FF SERIES//Sequel I Can’t Kyuhyun_Ah//part 1

I cant kyuhyun ah

Autor:YJK

Tittel:I can’t Kyuhyun_ah

cast:Cho Kyuhyun, Park Hyunmie

gender:Romantis, Hurt

Rating: 15

Leght: TWOSHOOT

Ost:she’s gone

Summary

‘Memilih menutup mata dan menutup hati dari arti kata bahagia dan rasa nyaman’

Story begin

Hanya satu kata yang terucap dari mulut seorang Cho Kyuhyun untuk istri yang telah ia khianati.

“Mianhae…”

***

Malam semakin merangkak menuju dini hari, hentakan suara musik di sebuah club malam di kawasan Myeong dong semakin keras terdengar, tapi hingar bingar club seperti tak mengusik ketenangan seorang Cho Kyuhyun untuk menenggak Wine kesukaannya, segelas dua gelas mungkin wajar, tapi namja itu kini sudah menghabiskan dua botol Wine tanpa jeda, para wanita malam yang berusaha mendekatinya hanya ingin cari mati. Big boss itu kini sedang tak ingin di ganggu. Atau lebih tepatnya Kyuhyun memang tak pernah tertarik dengan yeoja-yeoja malam itu. Ia hanya tertarik dengan gadisnya. Setelah merasa sudah tak sanggup lagi membuka mata, Kyuhyun melangkahkan kakinya perlahan, berusaha agar keseimbangannya tak terganggu. Setelah sampai di arena parkir, Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di mobil kebanggaannya, tangannya mulai merogok saku celana satin yang ia kenakan, mengeluarkan kunci mobil sekaligus ponselnya.

“Yeobseo… Noona bisakah kau datang ke apartmenku?… Ne malam ini aku sibuk, Kyuna dan Hyuna tak ada yang menjaga… Ne mianhae merepotkanmu noona.” setelah mengatakan rentetan permohonan pada Ahra, Kyuhyun menutup percakapan, Kyuhyun masuk kedalam mobilnya, perlahan Kyuhyun membuka tempat penyimpanan surat di samping stirnya, sebuah fhoto seorang yeoja ia ambil, Kyuhyun menatap fhoto itu nanar.

“Chagia… Neo eodiga?…” gumam Kyuhyun pelan, perlahan Kyuhyun meletakan fhoto itu di dadanya, wajah tenang yang Kyuhyun pasang sejak tadi akhirnya hilang, memory-memory indah bersama gadis pujaannya kembali berputar.

“Bogoshippo…” rindu, Kyuhyun merindukan gadisnya, walaupun gadisnya baru saja pergi beberapa hari yang lalu. Dan itu juga karena kesalahannya. Tak berapa lama ponselnya kembali berdering, tanpa melihat sang penelpon Kyuhyun menjawab panggilan tersebut.

“Yeobseo?… Kau?… Araseo aku akan kesana sekarang juga.” setelah mengatakan hal tersebut, wajah dingin Kyuhyun kembali terpatri dengan tatapan kosong Kyuhyun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

***

Angin semakin menusuk tulang, angin akhir musim gugur memang sangat mengganggu, menganggu jika pada jam tiga pagi kau masih asyik menatap luasnya sungai Han. Tapi tidak untuk Park Hyunmie, yeoja itu bahkan seolah mengabaikan pakaian yang terlalu tipis yang ia kenakan, tanpa mantel ataupun swetter sama saja cari mati berada di pinggiran sungai Han sepagi ini.

“Sampai kapan kau akan tetap berdiam diri disini?” perkataan dari orang yang kini duduk di sampingnya membuat Hyunmie tersenyum kecil.

“Wae? Apa oppa bosan menemaniku di sini?” pertanyaan itu tak lekas di jawab namja dengan perawakan tinggi di samping Hyunmie, namja itu nampak menghelah nafas pelan.

“Apa aku harus memanggil suamimu kemari?” pertanyaan Shim Changmin membuat Hyunmie menatap kearah namja itu, sebuah senyum sendu terlontar kearah Changmin.

“Mantan suami oppa. Kau lupa, beberapa hari yang lalu aku sudah bercerai dengannya.” Hyunmie tersenyum lembut, seolah keputusan perceraian tempo hari bukanlah hal besar untuknya, tapi Shim Changmin bukanlah namja yang satu dua hari mengenal Park Hyunmie, senyum yang sama sekali tidak ada artinya._SENYUM PALSU_

“Ara. Araseo. Setidaknya tolong pakai mantel ini, aku bisa di anggap namja tak bertanggung jawab karena membiarkan seorang yeoja mati kedinginan.” Changmin dengan cepat menyampirkan mantel tebalnya di tubuh Hyunmie, sejak tadi Hyunmie memang menolak memakai mantel, baginya sekarang hangat ataupun dingin sama saja.

Jika sejak tadi Hyunmie menolak, kali ini ia mengeratkan mantel yang Changmin pasangkan di tubuhnya.

“Mianhae…” seolah mengerti arti kata itu, Changmin nampak mengangguk pelan.

“Gwenchana… Lebih baik merepotkan orang lain, dari pada menahan semuanya sendiri.” kali ini Hyunmie sudah tak bisa menahan tangisannya lagi, seberapa rapi ia menyimpan semuanya, Shim Changmin bisa membaca lukanya. Perlahan Changmin menarik Hyunmie kedalam pelukannya, menepuk nepuk punggung Hyunmie simpatik.

***

Ahra mulai kewalahan dengan tangisan si kembar, mereka terus memaksa ingin bertemu dengan eommanya, masalahnya sejak tadi Ahra tak bisa menghubungi Kyuhyun ataupun Hyunmie. Ponsel mereka tak ada yang bisa di hubungi.

“Orangtua macam apa mereka menjengkelkan.” rutuk Ahra sambil kembali membujuk si kembar untuk berhenti menangis.

***
Pagi di apartmen keluarga Cho nampak sepi, tak ada tawa maupun protes dari seorang yeoja bernama Park Hyunmie. Walaupun nampak seorang yeoja lain yang kini tengah memasak di dapur, tapi yeoja itu seperti tak bisa mengganti posisi nyonya besar sebelumnya.

“Nah makanlah, tadi ajjuma memasakan kalian nasi goreng Kimchi.” ucap Sang woo pada si kembar sambil menyodorkan dua piring nasi goreng di meja, si kembar tetap terduduk melamun di meja makan, Kyuhyun nampak menghelah nafas melihat exspresi si kembar yang tetap murung.

“Kyuna, Hyuna. Kajja meogja, masakan Sang woo ajjuma sangat enak.” bujuk Kyuhyun pada si kembar, bukannya menurut Kyuna dan Hyuna malah pergi dari meja makan lalu masuk kamar, ada rasa kecewa di hati Sang woo, tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Si kembar mungkin belum terbiasa dengan kehadirannya. Sementara Kyuhyun hanya memijit kepalanya pusing, dadanya terasa sesak, bukan hanya si kembar saja yang merindukan Hyunmie, Kyuhyun juga hampir stress karena setelah resmi bercerai, Hyunmie seperti menghilang di telan bumi. Tadinya Kyuhyun berharap jikapun harus bercerai mereka masih bisa bertemu, tapi di luar dugaan, Hyunmie menghilang tanpa jejak. Dari awal, Kyuhyun memang berat melepas Hyunmie. Tapi kandungan Sang woo juga perlu seorang ayah. Tapi rasa rindu di hatinya pada Hyunmie malah membuat pekerjaan di kantor terbengkalai. Lebih tepatnya apapun yang Kyuhyun lakukan tak ada yang selesai.

“Oppa makanlah…” ucap Sang woo pelan, membuat Kyuhyun kembali menatap ke arah meja makan, nasi goreng Kimchi. Dulu di meja makan hanya akan penuh makanan Indonesia, yang membuat Kyuhyun bosan, tapi entah kenapa sekarang ia justru merindukan masakan Hyunmie.

“Aku sudah telat ke kantor, kau makan saja sarapan bagianku, aku titip si kembar ne. Aku pergi.” ucap Kyuhyun lalu melangkah pergi keluar dari apartmen meninggalkan Sang Woo yang lagi-lagi kecewa di tinggal dengan exspresi dingin. Semenjak Kyuhyun menikah dengan Sangwoo, Kyuhyun tak lagi semanis dulu, sikap Kyuhyun berubah 100%, sebentar lagi, si kembar pasti di jemput Ahra dan akan pulang sore hari. Sangwoo merasa ke hadirannya tak di anggap.

***

Di tempat lain tepatnya di sebuah danau kecil di Busan, sebuah rumah sederhana yang menghadap danau nampak begitu tenang, terdengar suara denting Piano mengalun indah. Lagu-lagu ballad membuat suasana pagi terkesan lembut, oleh sentuhan nada-nada dari Piano yang tengah di mainkan oleh Park Hyunmie. Setelah permainan selesai, Hyunmie mengambil gelas yang ia letakan di atas Piano tadi, segelas Mocachinno mengawali pagi harinya. Perlahan Hyunmie melangkah keluar menuju beranda rumahnya yang langsung menuju danau. Beberapa bunga Lily menyambutnya di perkarangan, sebuah kursi panjang di bawah pohon Maple sudah menunggu untuk diduduki, rasanya sudah lama Hyunmie tak datang kemari, ia terlalu sibuk dengan dunia kecilnya bersama anak dan suaminya, hingga melupakan villa peninggalan appanya di Busan tempat ia dan Kyuhyun berbulan madu.

Tujuan Hyunmie ketempat itu untuk menenangkan hati, tapi setiap sudut villa serta danau yang kini terbentang luas di hadapannya justru semakin membuatnya terjangkit Epidemis kerinduan pada namja bernama Cho Kyuhyun, masa-masa bulan madu mereka dulu seperti bom waktu yang membuat hati Hyunmie meradang. Bahkan air mata Hyunmie tak pernah berhenti semenjak ia tinggal di villa tersebut.

“Kalian sedang apa sekarang? Apa kalian bahagia?” Hyunmie menatap kosong kearah danau, seperti mempertanyakan keadaan tiga jiwa yang hilang dari hidupnya.

Kerinduan yang merenggut senyuman Hyunmie semakin membuatnya kehilangan kesadaran, mata Hyunmie menangkap tiga orang yang amat ia rindukan melambai tersenyum memanggilnya dari arah danau, perlahan Hyunmie berjalan. Seolah tak menyadari kakinya yang mulai masuk kedalam danau, matanya terlalu fokus pada halusinasinya, bahkan ketika Hyunmie benar-benar tenggelam, yeoja kecil itu sama sekali tak mencoba naik kepermukaan. Hingga lambat laun kesadaran Hyunmie menghilang.

***

Kyuhyun menyetir mobilnya dengan perasaan tak tenang, sejak berangkat dari apartmen, Kegelisahan hatinya membujuknya untuk pergi menjauh dari Seoul, menuju tempat yang mungkin bisa membuatnya merasa ada bersama Hyunmie. Entah mengapa Kyuhyun melajukan mobilnya di atas rata-rata, seolah sesuatu tengah menunggu di tempat ia akan tuju. Setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras energi, Kyuhyun mulai melihat tempat yang akan ia tuju, sebuah rumah sederhana dengan danau di hadapannya, tapi mendadak Kyuhyun menghentikan laju mobilnya, dengan ragu Kyuhyun menoleh kearah Kiri. Matanya membulat sempurna ketika dari kejauhan Kyuhyun melihat tubuh seorang yeoja kini tengah melangkah tenang menuju kearah danau.

Dengan kecepatan penuh Kyuhyun kembali melajukan mobilnya hingga menuju perkarangan villa, Kyuhyun berlari menuju arah danau, Hyunmie sudah tidak ada. Tanpa pikir panjang Kyuhyun menceburkan diri ke danau.

***

Matahari mulai tenggelam menuju peraduannya, udara kian menusuk tulang. Tapi sepertinya rasa takut kehilangan membuat Cho Kyuhyun, mengabaikan rasa dingin juga langit yang mulai gelap. Sejak pagi hingga menjelang malam, Kyuhyun tak keluar dari danau, ia sibuk dengan keyakinannya bahwa Hyunmie bisa ia temukan juga dalam keadaan selamat. Membuang jauh logika kemungkinan Hyunmie sudah ada di dasar danau dan mungkin sudah tak bernyawa. Tapi keyakinannya di kalahkan oleh tubuhnya yang mulai lelah, dengan gontai Kyuhyun keluar dari danau. Perlahan terduduk dan menatap kosong kearah danau, entah datang dari mana, rasa sakit di hati Kyuhyun semakin terasa ketika menatap danau yang tenang.

“AGGRH NEO EODIGA??” teriakan keluar begitu kuat dari mulut Kyuhyun, namja itu benar-benar merasakan rasa takut yang menjalari isi hatinya, dengan isakan yang mulai kuat Kyuhyun mencengkram dadanya yang sesak, mencengkram rambut, merasakan kepalanya yang pusing karena terus menyadarkannya pada logika jika Hyunmie sudah tak mungkin ia lihat.

***

Angin kuat menerbangkan setiap bunga Sakura di pedesaan yang berada di kepulauan antara Korea dan Jepang. Keadaan desa itu cukup tenang, membuat setiap perasaan membaik jika kita dalam kondisi mood buruk. Tapi semua itu tak bisa di rasakan oleh yeoja yang kini tengah menengadahkan tangannya, membiarkan telapak tangannya di jatuhi kelopak bunga Sakura. Matanya menatap kosong kearah kelopak bunga Sakura di tangannya.

“Apa kau menyukainya?” seorang namja nampak duduk di sampingnya, bertanya dengan exspresi sendu, membuat yeoja itu mengalihkan perhatiannya menuju namja di sampingnya.

“Ehmm, mereka indah Changmin_ah…” namja itu Changmin nampak menghelah nafas berat, yeoja di sebelahnya sama sekali tidak menunjukan jika ia menikmati apa yang ada di sekitarnya. Hyunmie, yeoja ini tak ubahnya mayat berjalan tanpa nyawa, hal positif sudah tidak pernah Changmin lihat semenjak ia menyelamatkan Hyunmie dari danau, ia tidak tahu jika saja ia terlambat datang pagi itu. Sahabatnya ini mungkin sudah tak bernyawa lagi. Tadinya Changmin pikir setelah Hyunmie di bawa ke desa ini, keadaannya akan membaik, tapi Hyunmie tak berubah sama sekali, sahabatnya ini memang tak pernah mengungkit keberadaan mantan suaminya, tapi Changmin tahu, di hati dan pikiran Hyunmie Kyuhyun tak pernah lepas di hari-harinya.

“Hyunmie_ya… Apa kau merindukannya?” pertanyaan Changmin membuat tatapan mata Hyunmie yang beberapa bulan terakhir kosong, mengerjap sendu. Changmin kembali menghelah nafas lemas, sepertinya tebakannya benar.

“Kau ingin bertemu dengannya? Aku sudah menemukannya, dia di sembunyikan oleh keluarganya di salah satu rumah sakit jiwa di Busan.” ucapan Changmin membuat air mata yang mengering lebih dari setahun itu, berlomba keluar, Hyunmie meremas dadanya sakit. Apa sebegitu jahatkah ia hingga namja yang terlalu ia cintai depresi. Changmin memeluk Hyunmie lembut, ia tahu Hyunmie pasti merasa bersalah.

“Kau tak salah, ini karena Kyuhyun mengira kau sudah meninggal. Jika kau ingin menemuinya lebih cepat, itu akan lebih baik. Selama ini ia terus berusaha bunuh diri.” ucapan Changmin membuat pelukan Hyunmie semakin erat, isakanpun semakin menguat dari bibirnya. Sungguh demi Tuhan, Hyunmie sangat ingin menemui Kyuhyun sekarang.

***

Ruangan itu sangat pengap, terlalu pengap membuat semua orang mungkin akan semakin stress jika berlama-lama disana. Berbeda dengan Kyuhyun, ini lebih baik dari pada di luar ruangan yang terus menerus membuatnya berhalusinasi tentang yeoja yang terlalu ia cintai. Kyuhyun menyandarkan kepalanya di dinding serba putih itu, ia rangkul kedua lutut dengan tangannya, menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Kyuhyun benar-benar menggilai kesunyian. Perlahan pintu terbuka, membuat Kyuhyun mendongkakan wajahnya bersiap melempar apapun, agar orang yang bermaksud masuk ruangannya pergi secepatnya. Tapi suara isak tangis membuat Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya, melempar piring ke arah pintu. Sang woo, yeoja itu datang bersama seorang bayi mungil, ia tahu Kyuhyun tak akan mengusirnya jika membawa Kyusang bersamanya, perlahan Sangwoo masuk kedalam ruangan itu lalu berjongkak di hadapan Kyuhyun yang memalingkan tatapannya kearah lain.

“Oppa… Mianhae… Aku tak bisa begini terus… Mulai sekarang kau bukan suamiku lagi, aku sudah melayangkan gugatan cerai pada pengadilan. Mereka menyetujuinya karena keadaanmu ini. Jujur oppa, aku sedih dengan sikap oppa, aku tahu oppa tidak gila. Tapi aku tahu diri oppa, aku tahu aku salah. Aku benar-benar melepasmu oppa. Gomawo, kau sudah mau menjadi ayah Kyusang, walaupun kau tahu bayi ini bukan anakmu.” Sangwoo nampak menghapus air matanya, sebuah surat ia letakan di hadapan Kyuhyun yang masih belum bergeming dari posisinya.

“Selamat tinggal oppa.” setelah mengatakan hal itu, Sangwoo pergi dari ruangan itu, Kyuhyun akhirnya menatap surat di hadapannya sayu.

“PERCUMA…”

***

Ruangan itu kembali sepi, Kyuhyun kembali menikmati kesepiannya di ruangan pengap itu. Sesekali matanya mengerjap pelan, tatapannya tertuju pada piring makan siang yang tak sempat ia sentuh sama sekali.

“Aku ingin bertemu denganmu…” Kyuhyun bergumam pelan pada diri sendiri, seolah menemui jalan untuk bertemu dengan yeojanya, Kyuhyun mendekat kearah makan siangnya, perlahan mulai memasukkan bubur yang sudah mendingin kemulutnya.

***

Matahari semakin meredupkan cahayanya, memberi warna jingga di langit sebelah barat. Pemandangan ini sudah terlalu sering Hyunmie lihat, tapi entah mengapa senja ini begitu istimewa untuknya. Mungkin karena ia akan bertemu dengan namjanya, sesekali Hyunmie tersenyum kecil, memperlihatkan rona merah di pipinya, pemandangan yang ia lihat lewat jendela mobil, seolah membuatnya tak menyadari, namja yang kini menyetir memperhatikan dengan senyum tulusnya. Mungkin senyum itu adalah senyum yang paling indah yang pernah Changmin lihat, bertahun-tahun menjadi sahabat Hyunmie membuat Changmin terlalu peka dengan exspresi Hyunmie.

“Bersiaplah, sebentar lagi kita sampai Hyunmie_ya…” ucapan Changmin menghentikan lamunan Hyunmie, serta kegiatanya menikmati senja, Hyunmie berbalik lalu menatap Changmin berbinar, sebuah anggukan manis terlihat di wajah Hyunmie. Yeoja itu nampak merapikan rambutnya, membenarkan gaunnya yang sebenarnya tak ada masalah sama sekali. Sekali lagi Changmin menarik nafas, sepertinya Cho Kyuhyun sudah terlalu mempengaruhi hidup chingunya.

***

Lorong itu nampak tegang, sebuah ruangan dengan lampu merah menyala di atasnya, seperti momok menakutkan untuk orang-orang yang menunggu di lorong tersebut.

“Kau memang gila Shin Sangwoo, setelah kau memisahkan Kyuhyun dan Hyunmie, kau malah meninggalkannya. Lihat akibat perbuatanmu ini.” seorang yeoja kini tengah membentak Sangwoo yang nampak menunduk memegangi bayinya yang menangis. Yeoja yang lebih muda nampak menenangkan yeoja parubaya itu.

“Sudahlah eomma, percuma kita menyalahkannya, lebih baik kita berdoa saja agar Kyuhyun selamat. Lagipula ini bukan pertama kalinyakan dia begini?” Ahra ia dengan cepat memberikan kode pada Sangwoo agar yeoja itu pergi, dia bukannya membela Sangwoo, hanya saja ia tidak tega melihat Kyusang yang terus menangis. Tuan Cho juga nampak mondar mandir di depan ruang UGD, walaupun ini bukan pertama kalinya Kyuhyun berusaha memutuskan urat nadinya, tuan Cho tak bisa tenang. Mengingat Kyuhyun adalah anak laki-laki satu-satunya keluarga Cho. Setelah menunggu beberapa lama, Dokter akhirnya keluar, wajahnya nampak menarik nafas lega.

“Euisa…” gumam nyonya dan tuan Cho bersamaan, Dokter nampak menepuk bahu tuan Cho.

“Lukanya tidak sampai memutuskan urat nadinya, sekali lagi, kami minta maaf karena teledor merawat Kyuhyun.” ucapan Dokter membuat ketiga orang itu menarik nafas lega. Dokter akhirnya izin pamit, setelah mempersilahkan keluarga Cho untuk menjenguk Kyuhyun.

***

Tubuh Hyunmie menegang sempurna, bahkan jika tidak di tahan Changmin, mungkin Hyunmie sudah terjatuh di lantai. Ruangan pengap yang suster perlihatkan saat keduanya sampai di RSJ begitu berantakan, dan yang membuat Hyunmie hampir mati berdiri darah yang berceceran di mana-mana, juga tulisan di dinding dengan darah, membuat perutnya mual. Sebenarnya suster tadi sudah mengatakan kejadian Kyuhyun yang ingin bunuh diri dan di bawa ke Rumah sakit umum Busan, tapi mengingat selama ini terlalu banyak alasan saat Changmin berniat menjenguk Kyuhyun, membuat keduanya tak percaya. Akhirnya dengan sedikit ragu, suster itu mau menunjukan kamar dimana Kyuhyun di rawat, dan kebetulan baru saja akan di bersihkan.

“Lalu bagaimana keadaan pasien itu sekarang?” tanya Changmin pada suster tersebut, setelah membantu Hyunmie keluar dari ruangan tersebut.

“Pasien itu sekarang baik-baik saja, dia sekarang sedang melakukan pemuliahan sebelum di rawat kembali disini.” ucapan Suster tersebut Hyunmie, semakin merasakan persendiannya yang melemas.

“Kita istirahat dulu, kau sudah menempuh perjalanan panjang Hyunmie.” Changmin berusaha membantu memapah Hyunmie, tapi yeoja itu menggeleng cepat, menatap Changmin penuh permohonan.

“Baiklah, kita pergi ke Rumah sakit sekarang.” mendengar itu Hyunmie tersenyum lemas, keduanya langsung keluar dari RSJ tersebut. Selama di perjalanan Hyunmie beberapa kali menyeka air matanya. Tulisan darah di dinding ruangan tempat Kyuhyun di rawat, membuat ulu hatinya sakit.

‘Aku hanya ingin bertemu dengannya’

***

Malam merangkak menuju pagi hari, tepat pukul enam pagi, kegaduhan terdengar di ruang rawat tempat keluarga Cho di rawat. Nyonya Hanna bahkan menangis cukup keras, sementara Tuan Cho menenangkan istrinya, Ahra nampak berlari kearah meja informasi.

“Saengku hilang, dia tidak ada di kamarnya. Jebal, temukan dia.” isak Ahra di meja informasi, keluarga Cho kecolongan, Kyuhyun pergi ketika keluarganya tengah terlelap di sofa dekat ranjang. Dokter Kim langsung menyuruh keamanan mencari kepelosok rumah sakit, bahaya jika Kyuhyun berkeliaran. Statusnya sekarang adalag pasien gangguan jiwa.

Ketika Ahra tengah terduduk di dekat meja informasi, Hyunmie dan Changmin yang kebetulan baru sampai langsung mendekat ke arah Ahra.

“Eonni ada apa?” Tanya Hyunmie yang langsung di sambut pelukan dan tangisan Ahra pada Hyunmie.

“Biar aku yang mencari tahu.” ucap Changmin pelan pada Hyunmie dan Hyunmie hanya mengangguk pelan. Changmin melangkah kearah meja informasi, wajahnya nampak memucat ketika mendengar hilangnya Kyuhyun. Changmin menatap Hyunmie yang menatapnya penuh pertanyaan, tapi baru saja akan memberitahu, Ahra mengatakannya sambil tetap terisak. Wajah Hyunmie menegang, membuat Changmin semakin menghelah nafas lemas.

“Oppa… Bisakah kau antar Ahra eonni pulang? Biar aku yang menunggu berita dari rumah sakit disini. Tolong aja juga Kyuna dan Hyuna oppa. Aku sudah merindukan mereka.” ucap Hyunmie pelan pada Changmin, Ahra nampak menggeleng kuat, ia juga ingin tahu berita saengnya. Changmin juga nampak ragu meninggalkan Hyunmie sendirian.

“Eonni… Jebal, percayalah padaku, aku akan memberi kabar pada semuanya nanti.” dengan sedikit berat hati Ahra mengangguk lemah, Changmin langsung membantu Ahra berjalan, Ahra memang kurang sehat sejak kemarin.

***

Angin bertiup dengan kencang, menerbangkan setiap dedaunan musim gugur. Tapi keindahan itu tak merubah tatapan kosong Kyuhyun pada sebuah danau kecil di hadapannya. Kejadian beberapa bulan yang lalu berkelebatan di otaknya, membuat hatinya kembali di remas dan kesulitan bernafas, wajah pucat itu semakin memucat, Kyuhyun nampak melangkahkan kakinya menuju danau, sama seperti saat Hyunmie masuk kedalam danau. Kyuhyun melihat selulit Hyunmie memanggilnya, ketika air mulai sampai di dadanya. Kyuhyun menenggelamkan kepalanya keair.

Tapi Tuhan tidak menginginkan nyawanya sekarang, sebuah tangan menariknya kepermukaan. Tangan itu mengguncang kuat bahu Kyuhyun yang masih menatap kosong kedepan. Tangan itu menarik tengkuk Kyuhyun menekankan bibir Kyuhyun ke bibirnya, kecupan penuh penuntutan serta air mata itu, seolah menarik jiwa Kyuhyun kedalam raganya, pupil Kyuhyun bergerak menatap siapa yang memberi kecupan penuh luka padanya, mata Kyuhyun memanas. Itu… Yeojanya…

Air mata Kyuhyun berlomba keluar dari kelopak matanya, perlahan Kyuhyun merangkul tubuh Hyunmie posesif, bibirnya yang pasif tadi bergerak penuh penekanan. Seperti seseorang yang sudah lama terjebak di gurun pasir dan menemukan Oasis di hadapannya. Berapa lama mereka di danau dengan perasaan meluap-luap? Entahlah hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

“Dingin…” sebuah gumaman kecil dari Kyuhyun, akhirnya mengakhiri acara melepas rindu Kyuhyun dan Hyunmie. Sebuah kekehan terdengar dari mulut Hyunmie, Hyunmie meletakan keningnya di kening Kyuhyun, perlahan mengecupi setiap inci wajah yang terlalu ia rindukan.

“Kita ke villa untuk mengeringkan badan, setelah itu kita pulang.” ucapan Hyunmie hanya di balas anggukan menggigil dari Kyuhyun. Hyunmie memapah Kyuhyun, hampir saja Hyunmie lupa, Kyuhyun baru saja menjalankan operasi. Yang lebih melegakannya, Hyunmie langsung memikirkan danau ini tadi saat di rumah sakit. Jika tidak Kyuhyun mungkin akan benar-benar mati.

***

Jika, Bulan, Bintang dan Matahari sangat berarti di muka bumi ini, Kyuhyun melihat ketiganya di wajah Hyunmie, yang kini tengah mengganti perban di tangannya, sejak tadi Kyuhyun tak sanggup mengalihkan tatapannya dari Hyunmie, rasanya acara melepas rindu di danau tadi belum cukup untuknya. Kyuhyun kini duduk di kursi perkarangan villa, Hyunmie masih sibuk mengurus luka Kyuhyun sambil berjongkok, ketika Hyunmie menyelesaikan perawatan seadanya pada Kyuhyun, ia berdiri berniat duduk di samping Kyuhyun, tapi namja yang menyandang sebagai mantan suaminya itu, malah menarik pinggangnya mendekat, membuat Kyuhyun harus mendongkak menatap wajah Hyunmie yang kini tengah menunduk menatapnya lembut.

“Waeyo?” pertanyaan Hyunmie di sertai elusan halus jemarinya di wajah Kyuhyun, membuat namja itu mengeratkan pelukannya di pinggang Hyunmie.

“Jangan jauh-jauh dariku.” gumam Kyuhyun pelan, lalu menenggelamkan wajahnya di perut Hyunmie. Kyuhyun seperti tak ubahnya seorang bocah, yang takut di tinggal ibunya. Hyunmie tersenyum kecil lalu menangkup wajah tirus Kyuhyun agar menatap matanya. Ia mengecup bibir Kyuhyun pelan, menggesekan hidungnya pada hidung Kyuhyun,

“Bogoshippo.”

TBC

Tinggalkan komentar

29 Komentar

  1. dara

     /  Agustus 10, 2013

    o ow kyuhyun sampe frustasi begitu, dan untungnya hyunmi masih hidup, secara dia tengelam berapa jam coba

    Balas
  2. kyaaaaa…..
    akhir’a happy ending juga
    ikh seneng’a
    tadi setelah kau buat aku menangis sekarang kau membuat aku tersenyum ya eonni
    kau memang pintar mengaduk-aduk perasaan orang ya eonni😀

    Balas
  3. Ahhhh kasian banget kyu disni.. Astaga dan ga ngerti jg sih sma sangwo. Tp segila2nya kyu tetap yg paling terlantar disni past anaknya.. Org tuaa ga ada yg ngurus past tekanan batin banget

    Balas
  4. nira

     /  Agustus 15, 2013

    huwaa hiks hiks hiks awal’e sediih bgt kasian kyuppa jdi defresi,tp ending sblum tbc’e lega bgt mereka akhr’e ktmu..
    Mdah2an ntr d sequel part 2’e mereka bahagia dan brsatu lg..
    D tggu lanjutan’e chingu..

    Balas
  5. ckh12312

     /  Agustus 26, 2013

    waaah keren .. sebelumnya salam kenal sya reader baru di sini .. prtama baca oneshootnya di fp sjff dan udah ngerengek” minta di buatin squel .. eh pas lg browsing ktemu blog ini .. gk nyangka trnyata udah ad squelnya .. sumpah bagus bgt .. kyu udah bnr” trsiksa kayanya jd sngat mnyenangkan .. hehe pkonya sngat amat memuaskan dh karna siksaannya seimbang,ok thor di tnggu endingnya ya .. keep writing🙂

    Balas
    • hehehehehe ne salam kenal, iya autor belum bisa kirim ke sjff soalnya shoot kedua belum beres.. ne selamat menunggu,,

      Balas
  6. srizakyu

     /  Agustus 27, 2013

    Wuih. Daebakk!

    Balas
  7. sung ha ki

     /  Agustus 31, 2013

    wah..jongmal.. gak bosen2 sama nih ff.. tetep aja rasanya sakit bgt pas bacanya … di tunggu bgt part 2 nya

    Balas
  8. Robinxhinkyuarchibald

     /  September 5, 2013

    Huaaaa untg kyu gag jdi mati, cba klo ga da hyunmie kan ksian kyu.. N koq da ya ce kya sangwoo dah ngrusk khdpan rmh tngga org ga tw’a dy hamil bkn nak’a kyu, gmna kyu ga mo gila..
    Ehmm dtggu part 2’a, smga kyu hyunmie n sikmbar hdup bhagia dipart 2..
    Chingu fighting

    Balas
  9. Ayunie CLOUDsweetJewel

     /  September 7, 2013

    Setelah sebelumnya KyuHyun sukses membuatku ingin mencekik lehernya, sekarang dia sukses membuatku ingin menariknya ke ranjang. Wkwkwkwkw
    *Yadong xD

    Oia, penulisannya diperbaiki lagi ne. Cerita, alur dan konflik menurutku sdah pas.

    Balas
  10. Chimin~

     /  September 19, 2013

    yaampuunn ampeee sgituuunyaa depresi kyuu…
    sangwoo jg nyebelinn ..
    ud tw ituu bkn ank kyuu knp dy biarinn kyuu yg tanggung jawab….
    smoga stelah hyunmie dtng, dy.cpt sembuhh…

    Balas
  11. Esa Kodok

     /  September 19, 2013

    aigoooo…feelnya dasyat. tp typonya bikin q ngekek ditengah2 kegelisahan. Yg kamu ketik selulit Hyunmi. harusnya siluet hyunmi. mian saeng…

    Balas
  12. Ryuky93

     /  Oktober 20, 2013

    part2nya mn?? hey itu anak siapa klo bukan anak tuan cho?? knp tuan cho bisa terjerat sama wanita lain??

    Balas
  13. taemfallin

     /  Januari 1, 2014

    Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ bisa hyunmie Ъќ mati?? Kan tenggelam? †я̲̅μş̲̅ kyuhyun nyari seharian
    Ŧǻρί Κ̣̝̇o̶̲̥̅̊ҟ diselamatin sama changmin??
    Agak bingung Ɣªήğ ini ªkŮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

    Ŧǻρί gpp untung Ъќ jα̲̅ϑΐ mati😀

    Balas
  14. Cho In Hyun

     /  April 18, 2014

    Memilukan banget hidup Kyuhyun sm Hyunmie..karena orang ke3 rumah tangga mereka hancur begitu saja…untung hyunmie bisa menyelamatkan Kyuhyun

    Balas
  15. Next thorr…
    Feelnya sangat terasa…
    Penulisannya juga rapih.

    Next thor

    Balas
  16. Next thor . Kajja di nexttt

    Balas
  17. kyuwonhae's wife

     /  November 24, 2014

    duhh……. aku lgsg lonct bca seqeul msa:/ lanjuuttt

    Balas
  18. seru bgt cerita nya, semoga mereka berdua bisa bersama seterus nya….

    Balas
  19. Mitarashi8899

     /  Juni 28, 2015

    Ternyata….. Tapi tetep aja kyuhyun selingkuhhhhh… Berharap hpy end

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: