FF MY BELOVED//KYUMIE//SAD STORY

Autor:YJK

Tittel:My Beloved

cast:Cho Kyuhyun, Park Hyunmie

gender:Sad romantis

Rating: 15+

Leght: Oneshoot

Ost:Don’t go away

Summary

‘Jikapun aku bukan takdirmu, selamanya cinta ini untukmu’

Story begin

DIL HAI TUMHARA VERSI YJK ^^

Malam semakin merangkak perlahan, angin berhembus kuat memasuki perkarangan rumah keluarga Cho. Masih sangat ramai sejak tadi, besok adalah penyatuan dua keluarga besar. Sebuah pertunangan yang melibatkan anak pertama dari keluarga Park. Semua nampak bahagia menyambut hari esok, para orang tua sibuk bersenda gurau, sedangkan para anak muda sibuk bernyanyi. Tapi tepat di sudut ruangan, nampak seorang namja tengan memandang kosong kearah luar jendela, Cho Kyuhyun. Namja itu tidak menginginkan pertunangan besok.

Lebih tepatnya ia tak menginginkan gadisnya semakin terluka karena eonninya menikah dengannya. Park Hyunji, gadis yang cantik dan lemah lembut itu akan menjadi tunangannya besok, tapi yang di inginkannya adalah Park Hyunmie. Yeoja menyebalkan yang membuatnya tersesat hingga ke Busan ketika bertanya jalan ke Nowon, yeoja keras kepala penuh kasih sayang padanya, yeoja yang melemparnya dengan sebuah apel yang justru mengawali rasa cintanya pada Hyunmie. Kyuhyun menunduk, gelas Wine di tangannya ia genggam erat, jika bukan karena linangan air mata permohonan gadisnya, ia sudah menolak lamaran langsung nyonya Park.

Hujan turun perlahan, seolah meredam juga menutup kekecewaan dan tangisnya. Cincin itu ia genggam kuat-kuat, rentetan kata-kata Hyunmie tadi membuat Leeteuk cukup shock dan terluka. Tumbuh bersama dan berteman sejak kecil, membuat Leeteuk selalu merasa Hyunmie miliknya. Apa lagi perkataan Hyunji sebelumnya, membuat Leeteuk merasa Hyunmie adalah takdirnya. Tapi kata-kata yang meluncur dari mulut Hyunmie tadi, menghancurkan segala angannya memiliki Hyunmie. Semua ini di lakukan hanya untuk Hyunji, tanpa Hyunmie tahu Leeteukpun terluka.

“Mianhae. Kau boleh marah padaku, aku hanya tidak ingin membuat eonni curiga dan kecewa. Mian karena menggunakan namamu untuk menutupi perasaanku pada Kyuhyun. Mianhae…” kata-kata itu terus berputar-putar di kepala Leeteuk, membuat matanya semakin gencar memproduksi air berasa asin.

Teriakan nyonya Park di dalam ruangan itu membuat Hyunmie membekap mulutnya, jika keadaan rumahnya sedang tidak ramai mungkin teriakan eommanya sudah terdengar ke seantero rumah. Keadaan rumah yang ramai untuk persiapan pertunangan besok cukup membantu. Perlahan Hyunmie menitikan air matanya, lalu berjalan mundur, menjauhi pintu ruang kerja eommanya. Tanpa pamit pada siapapun Hyunmie berlari keluar rumah, mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“Aku yakin, Park yeonhwa tidak akan mau berbesan dengan keluarga yang jelas-jelas menampung anak haram didalamnya.” ucapan tuan Chang kembali berputar-putar di otaknya, ia tidak mau eonni dan eommanya malu dan susah karena dia. Pertunangan besok harus tetap berjalan. Sekalipun dia harus berlutut atau menjilat kaki tuan Cho sekalipun.

Berlari. Hyunmie terus berlari, mobil yang ia gunakan menabrak tiang jalan, beberapa kali Hyunmie terjatuh di tanah basah, membuat pakaian putih yang ia kenakan penuh dengan lumpur. Bahkan alas kaki yang ia kenakan sudah tidak ia pedulikan ketika lepas dari kakinya, setetes darah nampak terlihat di sudut keningnya ketika mobilnya menabrak tiang jalan tadi, kepalanya sempat terantuk kemudinya.

Setelah perjuangan cukup keras, akhirnya Hyunmie sampai di kediaman Cho, dengan sedikit terhuyung Hyunmie menjadi pusat perhatian di rumah keluarga Cho, ruangan yang tadinya sangat bising berubah menjadi hening, membuat tuan Cho dan juga nyonya Hanna menatap asal kesunyian di ruangan keluarga mereka.

Lantai berubah kotor dengan jejak kaki Hyunmie, yeoja itu menunduk dengan tubuh bergetar, merasa begitu menyedihkan dengan tatapan dari semua orang di ruangan itu. Jijik, kasihan. Tuan Cho nampak terkejut dengan kehadiran Hyunmie, begitupun dengan nyonya Hanna. Tepat keduanya bermaksud mendekat, Hyunmie mundur. Yeoja itu mengeleng keras, perlahan ia berlutut di hadapan suami istri tersebut.

“Hyunmie_ya apa yang kau lakukan berdirilah…” ucap nyonya Hanna tapi lagi-lagi Hyunmie menggelengkan kepalannya, Kyuhyun yang baru saja di beritahu oleh Sungmin perihal ke datangan Hyunmie, kini membeku menatap yeoja yang sangat ia cintai tengah berlutut di hadapan orangtuanya, Kyuhyun berniat membawa pergi Hyunmie dari tatapan yang mungkin melukai hatinya semakin dalam. Tapi kata-kata gadisnya kembali membuat Kyuhyun membeku di tempat.

“Aku kotor. Aku tidak pantas mendapatkan belas kasihan dari kalian. Aku tidak menerima kalian menerimaku. Aku cukup tahu diri, aku memang anak haram. Tapi aku mohon jangan karena orang menyedihkan dan kotor sepertiku, eonni dan eommaku kecewa. Songsaengnim, jebal seperti apapun aku jangan batalkan pernikahan ini. Jika perlu Seongsaengnim bisa menganggapku tidak ada. Jebal.” keadaan ruangan nampak riuh, nyonya dan tuan Cho nampak terkejut dengan pernyataan Hyunmie. Sementara Kyuhyun hanya menatap nanar yeoja yang kini melipat tangannya, memohon penuh air mata pada keluarga Cho.

Tuan dan nyonya Cho menatap Kyuhyun, membuat Hyunmie menatap namja yang belakangan ini menyiksanya karena rindu yang hampir mencekik jantungnya, mata keduanya saling bertatapan. Hati Kyuhyun sakit, rasanya ingin sekali memarahi yeoja bodoh itu. Tapi rasa ingin memeluk tubuh gadisnya lebih besar. Perlahan Hyunmie menggerakan lututnya mendekat kearah Kyuhyun, sementara namja itu semakin kesakitan hatinya ketika yeoja itu melipat tangannya menangis dengan keadaan berlutut di hadapannya. Muka Kyuhyun nampak memerah, tangannya terkepal kuat-kuat. Mata nanar itu berubah menjadi rasa amarah. Marah karena gadisnya melakukan hal bodoh di hadapannya.

“Kyuhyun_ssi… Jebal jangan tinggalkan eonniku… Jangan campakan dia hanya karena aku yang bodoh dan juga hina ini, aku minta maaf jika selama ini menyaktimu jebal___” tak kuat, bahkan Kyuhyun muak dengan kata-kata yang meluncur dari mulut gadisnya, kata-kata Hyunmie belum selesai tapi ia sudah ditarik pergi dari ruangan itu dengan kasar. Nyonya dan tuan Cho nampak menghelah nafas, sementara nyonya Park yang sejak tadi bersembunyi nampak membekap mulutnya, putri yang selama ini ia sia-siakan justru membelanya habis-habisan dengan menjatuhkan harga dirinya. Nyonya Park nampak berlari dari kediaman Cho. Tak kuat jika harus mendengar kata-kata yang lebih membuatnya semakin bodoh.

Kyuhyun masih menarik tubuh lemah Hyunmie menuju vaviliun belakang rumah, tidak menyadari jika Hyunmie sudah sangat lemah sekarang. Baru setelah Hyunmie terjatuh, Kyuhyun sadar, gadisnya terluka. Kyuhyun berjongkok nampak khawatir menatap seluruh tubuh gadisnya yang berantakan, hingga manik matanya menatap mata memerah itu sedang memohon padanya. Detik itu juga Kyuhyun memeluk Hyunmie erat-erat, ada yang meledak di hati Kyuhyun. Rasa rindu itu seperti meluap begitu saja membuat hatinya sesak karena bahagia.

“Bogoshippo…”

Kyuhyun membopong tubuh Hyunmie yang masih menangis, perlahan membawanya kekamar di vaviliun belakang rumahnya. Keadaan sepi di vavilun, berbeda dengan keadaan di rumah utama yang bising. Vavilun memang jauh dari beranda belakang rumah, berharap Kyuhyun bisa lebih leluasa berbicara dengan Hyunmie. Kyuhyun mendudukan Hyunmie di sofa. Yeojanya masih menangis, mungkin masih shock dengan apa yang ia lakukan, mempermalukan diri sendiri.

Kyuhyun menangkup wajah Hyunmie menatap dengan raut wajah cemas.

“Aku sudah tidak kuat, kita berhenti saja ne? Aku bisa gila jika terus seperti ini.” ucap Kyuhyun pelan, membuat Hyunmie yang sejak tadi menunduk menatap Kyuhyun lalu menggeleng kuat, mengigit bibir bawahnya agar tangisan yang keluar dari mulutnya berhenti, tangisan yang membuat Kyuhyun semakin goyah.

“Jebal Kyu, aku tidak mau kehilangan eomma dan eonniku. Kumohon jangan campakan eonniku.” ucap Hyunmie mulai memelas pada Kyuhyun dan lagi-lagi membuat Kyuhyun marah dan sakit hati.

“Lalu bagaimana denganku? Aku kehilangan cintaku Hyunmie_ya…” geram Kyuhyun pelan, lalu berdiri membelakangi Hyunmie, yeoja itu hanya bisa menatap nanar punggung namja yang membuatnya jatuh hati sekaligus jatuh kedasar jurang rasa sakit. Kyuhyun nampak mengurut dahinya, rasanya kepalanya ingin pecah, hingga sebuah pelukan hangat dipunggungnya membuat pening di kepalanya menguar entah kemana.

“Jebal… Akan aku berikan apapun yang kau mau, asal pertunangan besok tetap terjadi.” Kyuhyun nampak memejamkan matanya, tangannya kembali mengepal kuat. Tidak bisakah yeojanya ini hanya memikirkan perasaannya. Perlahan Kyuhyun melepas pelukan Hyunmie, memutar tubuhnya menatap tajam pada manik mata di hadapannya.

“Kau yakin? Permintaanku bukanlah sesuatu yang mudah.” ucap Kyuhyun mengancam, Hyunmie nampak menegang, senyuman mengerikan itu kembali ia lihat.

“Ne. Aku ingin kau Park Hyunmie.” bisik Kyuhyun tepat di daun telinga Hyunmie, ucapan Kyuhyun penuh makna, rasa begitu tercampur dari kata-katanya. Sedih, kecewa, marah, menggoda juga penuh syarat ancaman.

Kecupan itu mulai terasa di wajah Hyunmie, kecupan rasa sayang. Juga penekanan jika Hyunmie hanya milik Kyuhyun. Bukan senyuman juga mata berbinar yang terlihat di wajah keduanya, yang ada hanya mata nanar juga leleh mata.

“Kau milikku.” bisik Kyuhyun dan perlahan merayapkan bibirnya di setiap permukaan tubuh mungil Hyunmie, tak melewatkan setitikpun, meluapkan rasa rindu, cinta juga kekecewaan.

Sadar atau tidak, Kyuhyun kini telah menuntun Hyunmie keranjang, gadisnya sudah tanpa busana sama sekali, sedangkan ia masih berbalut setelan jas rapinya, benar-benar tidak adil, tubuh mungil Hyunmie begitu di perlakukan lemah lembut. Tautan mereka terlepas ketika Hyunmie kini berbaring di atas ranjang. Perlahan Kyuhyun menyelimuti tubuh Hyunmie, menatap yeojanya dalam-dalam.

“Aku ingin mengobati lukamu dulu, juga membersihkan lukamu. Jangan bergerak ara?” ucap Kyuhyun dingin. Hyunmie nampak menarik selimut hingga hidung, rasa malu menjalar di sekujur tubuhnya. Membuat wajah dingin Kyuhyun berubah menjadi tersenyum geli, keduanya seperti lupa dengan apa yang akan terjadi besok.

***

Dengan teliti Kyuhyun mengobati luka di kening Hyunmie, sesekali meniupnya pelan, ketika Hyunmie meringis kesakitan.

“Sekarang buka selimutnya…” ucap Kyuhyun pelan, tapi Hyunmie malah kembali membenamkan wajahnya, menampakan mata ragu pada Kyuhyun.

“Aku tadi sudah melihat semuanya, apa yang membuatmu begitu ketakutan?” ucap Kyuhyun mencibir, membuat Hyunmie semakin malu dan menutup semua tubuhnya dengan selimut. Kyuhyun terkekeh geli lalu berbaring tepat di samping Hyunmie, ketika Hyunmie menyingkap selimutnya sedikit, Kyuhyun menarik selimut itu hingga batas perut, dan dengan kecepatan tinggi Kyuhyun sudah merayapkan kembali bibirnya di bibir Hyunmie.

“Aku akan tetap membersihkan tubuhmu nanti, sekarang… Aku…” Kyuhyun menatap manik mata Hyunmie, rasa ingin memiliki Hyunmie semakin besar.

Desahan kembali terdengar memenuhi kamar tersebut, beberapa kali Hyunmie terhempas oleh sentuhan lembut Kyuhyun, keringat bercucuran membuat tubuh mungil itu semakin licin. Pelepasan Kyuhyun akhirnya mengakhiri rasa melambung yang Hyunmie rasakan. Kyuhyun kini memeluk Hyunmie posesif, terlalu erat hingga Hyunmie kesulitan bernafas.

“Kyu…”

“Hmm?”

“Apa kau mencintaiku?”

“Ne. Saranghae…”

“Kalau begitu, bisakah kau tetap bertunangan dengan eonniku besok?” Kyuhyun nampak menatap Hyunmie tak percaya, bahkan setelah semua ini, Hyunmie masih memohon demi eonninya. Apa ia tak memikirkan perasaannya?.

“Hyunmie_ya…” gumam Kyuhyun lirih, Hyunmie kembali mengeluarkan air matanya, menangkup wajah Kyuhyun, menariknya kembali dalam pelukannya.

“Aku sudah menjadi milikmu sekarang, jebal tepati janjimu…” ucapan Hyunmie membuat hati Kyuhyun kembali tertohok, perlahan Kyuhyun kembali memeluk Hyunmie, memejamkan mata.

Pagi mulai datang perlahan, mengusik seseorang yang kini tertidur di ranjang vaviliunnya, semakin posesif memeluk tubuh mungil yang tak mengenakan sehelai pakaian sama sepertinya, sebaliknya yeoja itu, Hyunmie nampak menatap lekat-lekat wajah namja yang kini memeluknya, tertidur polos menghadap kearahnya, berusaha merekam setiap centi wajah namja yang amat ia kasihi. Setetes air mata jatuh dari kelopak matanya, membayangkan hari ini akan menjadi hari dimana ia akan kehilangan namja ini. Cho Kyuhyun.

“Jeongmal saranghae, tapi aku harus pergi Kyuhyun_ah…” gumam Hyunmie dalam hati sambil perlahan menghapus air matanya, mulai memangkas jarak yang hanya tinggal beberapa centi lagi, memberikan kecupan terakhir untuk namjanya.

***

Seolah mengerti dengan perasaan Hyunmie, hujan turun deras pagi ini, mengguyur tubuh Hyunmie yang kini berjalan gontai di trotoar, setelah diam-diam pergi saat Kyuhyun tidur, Hyunmie kini membiarkan tubuhnya basah kuyup. Ia harus bertemu dengan Leeteuk, hanya namja itu yang dapat memberikan kekuatan nanti saat melihat eonninya di ikat tali pertunangan dengan namja yang sangat ia cintai.

END

Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. cerita’a mirip film india Dil Hai Tumhaara
    tapi sedikit berbeda karna disini kuhyun’a meniduri hyunmie
    overall ceritanya daebakkk

    hwaiting eonni aku suka banget sama cerita kamu😀

    Balas
  2. Omo sad ending.. Hiks

    Balas
  3. putrizahra_ELFClouds

     /  September 6, 2013

    Aaa sad ending
    Sequel nya yaa author,eonni atau apaa lah,soalnya aku gak tau hrs manggil apaa..

    Balas
  4. lutkyu

     /  September 13, 2013

    aaaa sedih bgt T.T sequel thor tpi kyu sma hyunmie ya hehe

    Balas
  5. DewiChaki

     /  Desember 27, 2013

    Onnie😀 fp fanfiction yadong korea knp dihapus😦 nih sequel dong onnie😦 ya ya ya sedih bgt

    Balas
  6. kyuziee

     /  Januari 15, 2014

    Aiihhhh…feel sedihnya dapet bgt… Wajib sequel ne author nim hehe🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: