FF SERIES//Imposible//part 2

possible_impossible_by_msChilli

Autor:YJK

Tittel:FF SERIES//Imposible//part 1

CAST:temukan sendiri

gender:romantis

leght:chapter

ost:why i did falling in love with you DBSK

rating: PG 15

Annyeong ketemu lagi dengan autor gaje hehehe mungkin sebagian udah baca di FB tapi kalau di FB udah 5 part di blog autor jadiin 1 part aja oky kali ini serombongan nama autor nangkring di FF ini mudah-mudahan suka.

story begening

Kampus Kyunghee benar-benar ramai hari ini. Bagaimana tidak, setelah sekian lama tidak masuk kuliah. Kyuhyun kembali masuk mengikuti dua kelas hari ini. Jika semua yeoja merangsek mendekat, berbeda dengan Yuni. Dia lebih memilih menjauh dari kerumunan itu, duduk di taman sambil membaca tebalnya buku mata kuliah yang akan berlangsung sore nanti.

Yuni tidak menyadari seorang namja kini duduk di sampingnya, memperhatikan wajah dan gerak bola matanya yang fokus pada buku tebal di tangannya.

“Serius sekali?” ucapan namja di samping Yuni sontak membuat Yuni membulatkan mata dan cepat menatap namja di sampingnya. Mata Yuni semakin membulat ketika menatap namja di sampingnya.

“Ka. .kau orang Indonesia?” gagap Yuni tak percaya, selama ini ia pikir mahasiswa Indonesia hanya wanita saja. Namja itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya.

“Iya aku orang Indonesia. Namaku Joni. Tapi di sini aku di panggil Jae hee. Aku sama sepertimu, mendapat beasiswa dari Brunai. Hanya saja aku sudah dua tahun disini.” Yuni hanya terbengong tak percaya. Tapi kemudian Yuni menjabat tangan Jae hee.

“Namaku Tri Yunida. Tapi kakak tau dari mana kalau aku mahasiswa beasiswa Brunai?” tanya Yuni heran sambil melepas tangannya dari Jae hee.

“Hmm Prof. Ahmad kemarin memberitahu, kalau ada mahasiswa asal Indonesia yang beruntung sama sepertiku. Dan ketika melihatmu aku yakin pasti kau orang yang Prof. Ahmad bicarakan. Aksen dan wajahmu kental gadis Indonesia.” Yuni hanya mengangguk mengerti lalu tersenyum ramah pada Joni atau Jae hee. Kalau boleh jujur Jae hee memiliki tubuh yang sama bagusnya dengan Siwon dan kulit putih salju seperti Kyuhyun. Senyumnya bersahaja mengingatkan Yuni pada Donghae. Yuni tersenyum kecil, baru kali ini menemukan namja Indonesia yang tampan seperti Jae hee.

“Wae? Apa ada yang lucu?” tanya Jae hee binggung yang melihat Yuni tersenyum sendiri.

“Ah mianhae. Hanya saja wajah kakak seperti bukan orang Indonesia. Di tambah bahasa Korea kakak yang baik. Rasanya aneh kakak bilang kakak orang Indonesia.” ucapan Yuni membuat sebuah senyuman kembali terukir manis.

“Mungkin karena sudah terbiasa kalau soal bahasa. Kalau wajah mungkin karena kakek dari ayah orang China, makanya sedikit tercampur aksen timur. Oh iya kau asli mana? Aku asli Padang dan Bangka Belitung.” Yuni kembali terdiam sepertinya dia bisa mendapatkan teman yang cocok.

“Aku asli Bandung, tapi campuran Padang juga.” ucap Yuni semakin terbuka, Jaehee mengangguk mengerti.

“Ah iya kau panggil aku oppa saja iya. Agak aneh kalau panggil kakak. Dan oh iya Prof. Ahmad bilang kalau Yuni butuh sesuatu bilang saja pada oppa. Baiklah, sepertinya Oppa harus pergi. Ada jama kuliah sebentar lagi. Sampai jumpa.” Yuni mengangguk paham lalu tersenyum ramah dan melambai kearah Jae hee pergi.

Yuni kembali larut pada bacaan sesekali tersenyum, mengingat wajah Jae hee. Kelebatan wajah appanya terlintas begitu saja.

“Apa karena Jae hee oppa orang padang? Ah molla.” gumam Yuni pelan. Lagi-lagi terlalu fokus pada bukunya, Yuni tidak menyadari namja yang duduk di sampingnya. Menatapnya sendu penuh kerinduan.

“Yuni.” gumam namja itu pelan. Tapi masih cukup membuat Hyunmie buyar dari dunia membacanya. Yuni diam tidak menoleh hanya tetap menatap deretan huruf di depannya. Walaupun kenyataannya, ia sangat merindukan pemilik suara tersebut.

“Jangan menjauhiku. Itu lebih menyiksaku.” Yuni menelan salivanya kesusahan. Kedua tangannya semakin erat menggenggam buku di tangan. Menahan diri untuk tidak menarik namja di sampingnya agar memeluk dan menghilangkan rasa sesak didada.

“Aku melakukannya agar oppa fokus pada Hyunmie eonni.” ucap Yuni setenang mungkin. Tapi Kyuhyun tau Yuni berbohong. Sedikit memaksa Kyuhyun memutar bahu Yuni menghadap padanya.

“Tatap aku, katakan kau rela hati melihatku dengan Hyunmie. Jangan perlihatkan keraguan sedikitpun padaku.” ucap Kyuhyun tegas pada Yuni yang masih menunduk takut. Yuni takut pertahanannya runtuh. Hanya karena melihat mata tajam itu saja.

“Aku mohon jangan desak aku. Hanya bahagialah dengan Hyunmie eonni. Dia yeoja baik dan terbaik untukmu oppa.” isakan Yuni mulai terdengar membuat Kyuhyun menggeram sebal.

“Bagaimana kalau aku tidak bahagia dengannya? Bagaimana kau tau Hyunmie yang terbaik untukku? Yang aku mau hanya kau Yuni.” bentak Kyuhyun membuat Yuni semakin menangis keras. Kyuhyun menghelah nafas lemah lalu memeluk Yuni erat-erat.

“Mianhae. Aku tidak bermaksud memarahimu. Hanya saja aku mohon, jangan jauhi aku dan jangan pernah menyuruhku untuk bersama Hyunmie. Hanya itu, tidak bisakah kau mengabulkan itu untukku?” Yuni mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun semakin terisak kuat. Stok air mata yang ia simpan sejak lama seolah tumpah di pelukan Cho Kyuhyun. Namja sekaligus idola yang amat sangat ia cintai.

“Mianhae oppa. Aku juga tidak berdaya.” ucap dan isakan Yuni berbaur jadi satu. Membuat Kyuhyun kesulitan memasok udara ke paru-parunya. Terlalu sesak, air matanya ikut jatuh walaupun sudah ia tahan. _Tidak adil_

Yuni masih terisak dalam dekapan Kyuhyun, ketika menyadari sesosok mata teduh menatapnya pilu, Hyunmie, yeoja itu seolah menjadi yeoja yang tak bisa berbuat apa-apa, ketika air mata Yuni tumpah di pelukan namja yang sangat ia cintai. Yuni mengumpulkan kekuatan yang ia punya untuk lepas dari pelukan Kyuhyun.

“Semuanya mustahil. Kumohon mengertilah, jauhi aku.” isak Yuni sambil melangkah pergi dari bangku taman itu, meninggalkan Kyuhyun yang membeku di tempat, merasakan setiap sayatan kecil di hatinya ‘jauhi’ satu kalimat pendek yang teramat sulit Kyuhyun lakukan, sulit di mengerti Kyuhyun bisa menaruh hati pada yeoja yang bahkan tidak cantik sama sekali. Tapi Kyuhyun memang mencintai Yuni karena yeoja itu tidak sempurna.

“Aku tidak bisa. Jangan memohon hal itu padaku.” ucapan lirih Kyuhyun kembali membuat Hyunmie yang memang tak jauh dari sana hanya bisa menangis dalam diam, beberapa minggu terakhir, Hyunmie memang sengaja menjauhkan Yuni dari Kyuhyun. Tapi melihat kejadian di taman ini Hyunmie merasa semuanya sia-sia. Tapi kenapa bukan dia? Kenapa harus Yuni? Dialah yang lebih dulu mengenal Kyuhyun dari pada Yuni.

“Kenapa bukan aku oppa?” isak Hyunmie pelan, perlahan Hyunmie pergi meninggalkan taman, Hyunmie merasa dia tidak akan kuat jika harus mendengar kata-kata yang lebih menyakitkan dari mulut Kyuhyun.

***

Yuni menggosok kedua tangannya kedinginan, setelah menangis di perpustakaan tadi, Yuni malah terjebak hujan saat ingin pulang ke apartmennya, dia harus menjelaskan semuanya pada Hyunmie. Cukup kejadian tempo hari yang membuat keduanya sedikit menjaga jarak, Yuni tidak ingin hubungannya dengan Hyunmie semakin buruk. Selang beberapa menit ponsel Yuni berbunyi, panggilan dari Indonesia.

“Hallo?”

‘Hallo kak? Ini Ajeng, apa kabar kak?’

“Baik, bagaimana dengan keluarga di Indonesia?” sesaat keadaan hening, hingga sebuah isakan terdengar dari ponsel Yuni.

‘Semuanya sehat kak, tapi bisakah kakak pulang? Aku dan Anggun butuh kakak, mamah, mamah menjual rumah dan pergi ke Lampung bersama suami barunya. Yudha juga ikut, sekarang kita tinggal di rumah paman. Tapi kita nggak mungkin lama-lama disini. Kak pulang kak, Ajeng nggak sanggup disini sama Anggun.’ rentetan kata-kata itu bagai petir yang menyambar setiap relung hati Yuni, yeoja itu kehilangan kata-katanya, air mata yang sempat berhenti tadi kembali mengalir membasahi pelupuk matanya.

“Ya Allah, cobaan apa lagi ini?” isak Yuni yang menjatuhkan ponselnya kelantai. Yuni membekap mulutnya lalu terjatuh terduduk, kembali menangis tersedu-sedu. Keadaan di luar perpustakaan sepi, membuat Yuni leluasa menangis sekuat-kuatnya. Haruskah ia korbankan lagi cita-citanya?.

Yuni menatap kosong kearah derasnya hujan, tanpa sempat mengambil ponselnya, Yuni melangkah gontai di antara derasnya hujan, membiarkan sedikit saja rasa sakit dan sesaknya larut dengan jatuhnya air hujan. Kepalanya yang terasa panas mulai mendingin, tapi sesaknya hati tidak hilang, membuat Yuni semakin betah membiarkan seluruh tubuhnya basah karena air hujan.

Ketika semua orang berlarian menghindari dari derasnya hujan, Yuni terus melangkah dengan tatapan kosong, bahkan ketika hujan turun Yuni terus berjalan.

Sementara Kyuhyun, namja itu terlihat meminum Winenya di ruang tengah drom, matanya menatap acara yang selalu ia bawa ‘Radio Star’ seteguk demi seteguk Wine masuk ke dalam kerongkongannya, mata Kyuhyun hanya menatap kosong acara televisi itu, beberapa member Super Junior sempat menatap heran, biasanya Kyuhyun akan tertawa tidak jelas jika melihat Radio Star, apa lagi hampir setengah botol Wine yang Kyuhyun minum, cukup membuat namja itu mabuk.

“Kenapa dengan Kyunie? Apa dia ada masalah dengan Hyunmie?” bisik Eunhyuk pada Donghae yang sebenarnya terdengar oleh Kyuhyun, namja itu hanya tersenyum miris. Apa sebegitu dekatnya dia dengan Hyunmie? Hingga orang-orang beranggapan dia begini karena Hyunmie.

“Mungkin?” gumam Donghae pelan. Kyuhyun berdecak sebal sepertinya dia perlu udara segar. Tak apa walau harus mencium baunya tanah karena hujan. Yang Kyuhyun harapkan sesak di hatinya hilang. Kyuhyun melangkah pergi mengambil mantel dan juga kunci mobilnya.

Dengan mata memerah Kyuhyun melangkah menuju Lift, di dalam lift Kyuhyun bersandar air mata yang sejak tadi ia tahan perlahan menetes, Kyuhyun cepat-cepat menyeka air matanya ketika pintu lift terbuka tepat di lantai satu. Mata Kyuhyun membulat ketika tepat di hadapannya, Yuni basah Kuyup tapi yeoja ini hanya menatap kosong kedepan, kakinya melangkah masuk kedalam lift seolah tidak menyadari namja di sampingnya yang bahkan belum sempat keluar. Kyuhyun menatap geram ke arah Yuni, hatinya yang sesak semakin sesak melihat yeoja itu begitu menyedihkan.

“Yuni_ya?” tanya Kyuhyun pelan, emosi Kyuhyun berusaha di tekan, tapi Yuni yang seolah tidak mendengar ucapan Kyuhyun membuat namja itu semakin marah, dengan kasar Kyuhyun mencengkram kedua bahu Yuni lalu mengguncangkan tubuh mungil itu kuat-kuat.

Guncangan yang Kyuhyun berikan sepertinya masih tidak menyadarkan Yuni. Yeoja itu benar-benar terguncang dan terluka di hari yang bersamaan.

“Kau bilang lupakan. Tapi bagaimana bisa jika kau begitu menyedihkan di hadapanku.” ucap Kyuhyun lirih tapi Yuni tidak bergeming, yeoja itu bahkan masih belum sadar namja di hadapannya adalah Kyuhyun.

“Yuni_ya? Jebal, jangan seperti ini…” mata kosong Yuni perlahan bergerak menatap namja di hadapannya.

“Oppa…” gumam Yuni pelan, detik berikutnya Yuni ambruk dalam dekapan Kyuhyun, Bertepatan saat pintu lift terbuka, Kyuhyun membopong Yuni menuju apartmennya.

***

Keadaan ruangan itu hening, sesekali suara gemercik air dari perasan handuk kecil, terdengar di ruangan itu. Semua tatapan sedih tertuju pada tubuh mungil yang terpejam di atas ranjang.

“Sebenarnya ada apa? Hyunmie eonni, apa kau tahu sesuatu?” Hyunmie yang sejak tadi duduk di kursi rias menunduk lesu, ketika Hua Mei yang sejak tadi mengompres Yuni, menanyakan hal tersebut.

“A… Aku tidak begitu yakin, Yuni sangat tertutup padaku.” ucap Hyunmie gugup ketika mata Kyuhyun yang kemerahan nampak menatap matanya tajam.

“Anak ini memang sangat tertutup, beberapa bulan dia disini, kita tak pernah mendengarnya bercerita apapun.” ucapan Yumi langsung di sambung Hagi yang juga terlihat sedih dengan sakit Yuni.

“Yang ada kita yang terlalu banyak bercerita padanya.” semua orang yang ada di sana hanya menatap sedih bahkan terkejut ketika Yuni mulai menangis tiba-tiba.

“Ommo, Yuni kau kenapa? Hei apa ada yang sakit?” tanya Hua Mei yang langsung naik keatas ranjang lalu mengelus rambut Yuni sayang, yang lainpun ikut mendekat kearah ranjang, menatap penuh cemas kearah Yuni yang masih menangis.

“Hiks… Aku harus bagaimana eonni, aku binggung.” isakan Yuni membuat Hyunmie semakin merasa bersalah apa lagi tatapan Kyuhyun yang seolah memohon padanya.

“Memang apa yang membuat binggung?” pertanyaan Hua Mei sama sekali tak Yuni jawab, Yuni hanya menangis meluapkan semua rasa sesak dari ketidak adilan dunia ini.

Hyunmie yeoja itu sudah tidak sanggup melihat tatapan Kyuhyun, terlebih isakan Yuni semakin membuatnya menjadi orang jahat. Hyunmie melangkah keluar kamar, Kyuhyun langsung menyusul Hyunmie keluar. Hua Mei, Yumi dan Hagi hanya saling bertatapan.

“Apa mereka berdua ada masalah?” pertanyaan Yumi membuat Hagi menghelah nafas lemas.

“Sepertinya begitu, kau lihat saja mata Kyuhyun, dia sepertinya sedang mabuk.” ucapan Hagi membuat setiap relung hati Yuni semakin sakit, perlahan Yuni bangun lalu menatap ketiga eonninya sendu.

“Eonni… Sepertinya aku harus kembali ke Indonesia.” ucapan Yuni sukses membuat ketiga yeoja beda negara itu membulatkan matanya sempurna.

“Waeyo? Apa kau tidak betah? Bukankah kau bilang bisa kuliah cita-citamu sejak lama?” pertanyaan Hagi membuat Yuni kembali tertunduk.

“Takdir tidak berpihak indah padaku eonni, jika aku terus disini akan banyak orang yang lebih menderita.” Yuni kembali terisak, telepon yang ia terima tadi semakin membuat Yuni merasa tersudut, jika terus memaksakan diri di Korea, dia tak ubahnya orang yang egois.

“Yuni_ya, jelaskan pada kami, agar kami paham atau setidaknya kami bisa membantu.” ucap Hua Mei yang masih terlihat binggung dengan masalah Yuni. Sekali lagi Yuni hanya bisa menangis dengan sedikit tergesa Yuni keluar dari kamar, tapi hatinya semakin tertohok ketika baru saja membuka pintu, tepat di hadapannya, Kyuhyun dan Hyunmie berciuman. Yuni hanya bisa membekap mulutnya lalu berlari keluar apartmen. Binggung sebenarnya mau kemana, tapi lebih baik dari pada bertemu dengan Kyuhyun ataupun ke empat eonninya.

“Yaak!! Yuni kau mau kemana? Kau masih sakit.” bentakan Hagi membuat Kyuhyun mendorong Hyunmie yang menciumnya secara sepihak, Hagi dan Yumi yang sempat melihat hanya mengumpat kesal.

“Tidak bisakah melakukannya lain kali.” umpat Hagi sambil berlari keluar apartmen, Yumi hanya menggeleng ikut melangkah keluar, Hua Mei baru keluar dari kamar membawa mantel Yuni.

“Apa kalian akan diam saja? Yuni sakit. Bahkan dia tidak sempat menggunakan mantelnya___” belum selesai Hua Mei bicara, Kyuhyun langsung ikut berlari keluar, ketika kesadarannya benar-benar pulih. Hua Mei bermaksud menyusul tapi melihat Hyunmie menangis langkahnya tertahan.

“Eonni, uljimayo, aku tahu kau sedang ada masalah dengan Kyuhyun oppa, tapi saeng kita membutuhkan kita sekarang.” ucapan Hua Mei membuat Hyunmie semakin terisak.

“Ini semua salahku. Yuni begini karena aku.” isak Hyunmie keras, Hua Mei tampak mengerutkan keningnya binggung.

“Maksud eonni apa?” Hyunmie tak menjawab, yeoja itu memeluk Hua Mei erat-erat menumpahkan rasa sakit juga rasa bersalah di hatinya.

***

Yuni berjalan tanpa mantel ataupun alas kaki, padahal cuaca sangat dingin. Terlebih Yuni yang terus menangis.

“Yuni?” seorang namja, menatap terkejut kearah Yuni.

“Kak Joni…” gumam Yuni pelan, Joni langsung mendekat lalu melepas mantelnya dan menyampirkan di bahu Yuni. Lalu memeluk Yuni erat-erat.

Angin malam semakin bertiup kencang, membuat seorang yeoja asli Indonesia itu semakin menggigil kedinginan dalam dekapan seorang namja yang juga asli Indonesia.

“Ada apa? Kenapa kamu bisa keluar ruangan tanpa mantel dan alas kaki?” pertanyaan namja itu membuat Yuni mulai mengeluarkan air matanya, di tatapnya wajah teduh bersahaja di hadapannya, tatapan penuh permohonan yang Yuni berikan membuat Joni semakin iba. Tanpa bertanya lagi, Joni atau orang di negeri Gingseng ini memanggilnya Jae hee, memapah Yuni berjalan. Jae hee binggung membawa Yuni kemana, tapi sepertinya yeoja malang ini perlu alas kaki terlebih dahulu.

Dari kejahuan seorang namja hanya bisa mengepal tangannya kuat-kuat, gerakannya kalah cepat dengan Jae hee, yeoja yang ia cintai kini bersama namja lain. Ulu hatinya terasa sesak, ketika bahu yeoja itu dalam dekapan namja lain. Tak lama berselang, seorang yeoja nampak berlarian kearahnya.

“Oppa, kau sudah bertemu dengan Yuni?” tanya Hagi dengan nafas naik turun, tapi pertanyaan Hagi sama sekali tak mendapatkan jawaban, namja itu seperti kehilangan suaranya, Kyuhyun berbalik menatap Hagi sayu, perlahan Kyuhyun melangkah meninggalkan Hagi, membuat yeoja itu mengerutkan dahinya, Hagi menatap kearah Kyuhyun tadi, saeng yang ia cari nampak dalam dekapan seorang namja. Secercah penjelasan nampak terlintas di otaknya. Tak lama Yumi mendekat kearah Hagi.

“Bagaimana?” Yumi bertanya pada Hagi, tapi yeoja itu tak menjawab pertanyaan Yumi. Hagi terlihat fokus menatap punggung Kyuhyun yang berjalan lunglai.

“Sepertinya Yuni sudah ada di tempat yang aman. Kita sebaiknya pulang, ada yang tidak beres. Aku harus memastikan dulu.” ucap Hagi yang menyusul langkah Kyuhyun, Yumi nampak mendesah pelan. Ia menatap kearah yang berlawanan, matanya sedikit memicing ketika melihat sosok yang ia cari.

“Yuni… ” gumam Yumi dan langsung berlari menyusul langkah Yuni dan Jae hee.

***

Taman kota nampak lenggang malam ini, hanya lampu taman yang berkelap kelip penuh warna. Yuni nampak memainkan kakinya, sementara kedua tangannya menggenggam segelas kopi moca, kening Yuni tertempel plester penurun demam. Kaki dan tubuhnya sudah tidak kedinginan lagi, Jae hee membelikan alas kaki dan mantel untuknya. Beberapa kali Yuni tersenyum ketika air mancur taman beraksi. Membuat Jae Hee ikut tersenyum, Jae hee sedikit heran, beberapa jam lalu Yuni nampak frustasi. Tapi sekarang dia sudah kembali ceria, setelah sebelumnya solat di masjid kota tadi.

“Apa perasaanmu sudah membaik?” Hyunmie menatap Jae hee lalu mengangguk pelan. Tatapannya kembali ke arah air mancur taman, atraksi air di hadapan Yuni membuat hatinya sedikit tenang. Jae hee kembali menatap Yuni, yeoja ini mengingatkannya pada seseorang.

“Kak… Apa kakak bisa membantuku?” sesaat wajah Yuni nampak serius, tapi tanpa menatap Jae hee. Kali ini tatapan Yuni nampak kosong lurus kedepan.

“Hmm… Apa itu?” tanya Jae hee sedikit heran dengan perubahan exspresi wajah Yuni. Yuni nampak menatap Jae hee sendu.

“Bisakah, kakak membujuk Profesor Ahmad, agar aku bisa kuliah di Bandung?” Jae hee nampak mengerutkan keningnya, sedikit berpikir lalu mendesah pelan. Seolah mengerti Yuni nampak tersenyum hambar.

“Tidak mungkin. Aku mengerti.” ucapan Yuni membuat Jae hee menatap Yuni sendu. Sepertinya memang ada masalah yang tengah Yuni hadapi.

“Sepertinya aku memang harus melepaskan cita-citaku.” Yuni nampak berdiri dari kursi taman, sekali lagi Jae hee di buat binggung.

“Apa maksudmu?” tanya Jae hee ikut berdiri. Yuni nampak menarik nafas dalam-dalam.

“Aku… Akan pulang ke Indonesia, aku tidak bisa melanjutkan kuliahku di sini. Adik-adikku membutuhkanku.” Jae hee nampak terkejut dengan ucapan Yuni, matanya menatap dalam kearah Yuni. Mencari kesungguhan dari kata-kata yeoja di hadapannya.

“Kenapa? Kau tahukan, mendapatkan beasiswa ini tidak mudah!!”

“Aku tahu, tapi adikku tidak mungkin kubiarkan mati kelaparan. Keluargaku benar-benar mengerikan ka… Setidaknya adik-adikku bisa makan jika aku pulang.” ucapan Yuni membuat Jae hee menghelah nafas lemas, sebuah ide melintas di kepalanya.

“Jika uang masalahnya, kau masih bisa kuliah di sini.” Yuni nampak mengerutkan keningnya, sedang Jae hee menatap Yuni meyakinkan.

Yumi yang sejak tadi hanya mengikuti dari belakang nampak menjatuhkan air mata, ia tak menyangka Yuni menyimpan semua kesedihan dan masalahnya rapat-rapat dari eonnideulnya.

Di apartmen Hagi nampak terdiam, setelah mendengar penjelasan dari Hua mei. Tebakannya benar. Eonni dan saengnya terjebak cinta segi tiga, tapi Hagi juga tak bisa menyalahkan keduanya.

“Jalan satu-satunya hanyalah menjauhkan Yuni dari Kyuhyun. Aku tahu ini tidak adil untuk keduanya, tapi akan semakin sulit jika di biarkan semakin berlarut-larut.” Hua mei nampak mengelus kepala Hyunmie yang masih menangis, Hagi nampak mengurut pelipisnya pusing.

“Tanpa kalian mintapun aku sudah berusaha menjauhinya.”

***

Keadaan benar-benar hening sekarang, Hyunmie masih menunduk di dalam dekapan Hua Mei, sementara Yuni membaringkan diri di sofa, Yumi mengompres Yuni yang mulai demam kembali. Sepertinya keadaan di apartmen mempengaruhi keadaan Yuni, jelas-jelas tadi Yuni sudah sehat saat bersama Jae hee. Hagi sendiri masih nampak binggung melirik Hyunmie dan Yuni bergantian.

“Semua sudah jelas sekarang, memang ada baiknya jika Yuni menjauhi Kyuhyun. Karena bagaimanapun mereka berdua tak bisa bersatu.” ucapan Hua Mei sekali lagi membuat Yuni tertohok, air matanya kembali jatuh. Membuat Yumi nampak mendesah lemas, Yumi nampak menatap Hua Mei dan Hyunmie bergantian.

“Bisakah kita tidak membahas masalah tidak penting itu sekarang?” minta Yumi pada Hua Mei membuat Hyunmie mendongkakan kepalanya, menatap sendu kearah Yumi.

“Tapi ini penting bagiku Yumi, aku tersiksa kau pasti tahu perasaanku pada Kyuhyun oppakan?” ucapan Hyunmie membuat Yumi kembali menarik nafas sebal, apa di pikiran mereka sekarang hanya itu.

“Sudahlah terserah kalian, lagipula kalian sudah mengetahui jawaban Yuni tadi bukan? Ia sudah menjauhi Kyuhyun, tapi namja itu yang terus mendekatinya. Jadi jangan salahkan dia terus. Perlu kalian tahu, Hyunmie sakit karena ini bukan karena masalah cinta segitiganya tapi__” ucapan Yumi tertahan ketika Yuni memegang tangannya lalu menggeleng kecil. Dan itu membuat Hua mei, Hyunmie dan Hagi mengerutkan keningnya. Ada yang di sembunyikan dari mereka.

“Intinya, silahkan saja jika Hyunmie eonni ingin mendapatkan Kyuhyun oppa, aku tidak akan mepermasalahkannya. Dan akan aku pastikan, Kyuhyun oppa tak bisa bertemu denganku. Mulai besok aku akan kerja sambilan.” ketiganya kembali bertatapan binggung ketika Yuni mengatakan hal tersebut, Yumi juga sudah tak mau mengatakan apapun lagi, ia memapah Yuni masuk kekamarnya.

“Kalian puas?” gumam Yumi sambil menatap Hyunmie yang entah kenapa mulai merasa tidak enak hati. Entah kenapa Hyunmie merasakan kalau dia orang jahat.

Hyunmie semalaman tak bisa tidur, matanya terus terjaga menatap punggung Yuni yang membelakanginya.

“Mianhae…” gumam Hyunmie pelan yang masih cukup terdengar oleh Yuni, karena Yunipun belum tertidur.

***

Keesokan harinya Yuni benar-benar menepati janjinya, ia berangkat pagi dan pulang larut malam, kerja sambilan yang di tawarkan Jae hee cukup menjanjikan, apa lagi bos tempat Yuni bekerja bisa memaklumi keadaan Yuni yang seorang mahasiswa. Dan semua itu terus berlanjut hampir tiga bulan lebih, bukan hanya Kyuhyun yang kehilangan Yuni, tapi keempat yeoja cantik itu merasa janggal, karena tak bertatap muka dengan Yuni selama tiga bulan, jika dulu apartmen adalah tempat yang menyenangkan apa lagi adanya Yuni yang polos, sekarang entah kenapa apartmen begitu membosankan. Di kampuspun Yuni sangat sulit di temukan, mereka satu apartmen tapi seperti tidak merasakan keberadaan Yuni.

Yuni seperti tak mengenal lelah, ia terus bekerja dan bekerja. Hasil kerjanya ia transfer ke Indonesia untuk kehidupan kedua adik perempuannya. Kadang Jae hee cemas tapi ia juga salut dengan semangat Yuni. Dan entah kenapa ia sepertinya mulai menaruh rasa pada Yuni, apa lagi selama tiga bulan ini mereka selalu bersama, entah itu di tempat kerja ataupun di kampus.

“Sampai kapan kau akan menghindariku Yuni?” langkah Yuni menuju ke gedung apartmen tertahan, ketika sebuah suara keluar dari mulut namja yang sangat tidak ingin ia temui, bukan karena ia benci, Yuni takut tak bisa menahan diri dengan perasaan rindunya pada Cho Kyuhyun. Kyuhyun mendekat dan tanpa bertanya terlebih dahulu menarik Yuni menuju belakang gedung apartmen, setelah yakin tak ada siapapun, Kyuhyun menarik Yuni kedalam dekapannya, memeluk Yuni posesif, seolah tak ingin melepas yeoja itu lagi, tak peduli penolakan yang akan ia terima nantinya. Tapi Yuni justru terdiam dan entah kenapa ia malah menangis cukup keras, membuat Kyuhyun menarik nafas lega dan memeluk Yuni semakin kuat, merasa jika yeoja Asia tenggara ini juga merasakan perasaan yang sama sepertinya. Rasa rindu yang membuat dada mereka terasa di remas kuat-kuat.

“Bogoshippo… Jebal jangan jauhi aku lagi. Rasanya benar-benar menyiksa Yuni, aku tak akan menuntut cintaku berbalas. Hanya jangan jauhi aku itu saja kumohon.” bisikan lembut itu semakin membuat isakan Yuni semakin keras, Kyuhyun menangkup wajah itu lalu terkekeh dengan linangan air mata.

“Kau jelek sekali kalau menangis.” ledek Kyuhyun, membuat Yuni memeluk namja itu erat-erat kembali menangis meluapkan beban di hatinya, bukan hanya beban cintanya, tapi beban hidupnya.

‘Tuhan maafkan aku sekali ini saja.’

TBC

Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. kenapa dirimu membuat cerita menyedihkan cem ini meon… -_-

    Balas
  2. hehehehehehe ane sukaaaaaa..

    Balas
  3. skaski

     /  Desember 10, 2013

    lajut dong ceritanya…..

    Balas
  4. Natasya cloudsef

     /  Desember 30, 2014

    ff ini gk di lanjutin eon????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: