FF Series//Soulflower(Tian shan xue lian)//part 4

581780_550916618272394_1742676392_n

Autor:YJK

Tittle:Soulflower(Tian shan xue lian)

cast:Cho Kyuhyun, Park hyunmie, Xue lian.

Cameo:Choi seung Hyun

gender:fantasy, romantis.

Leght:Series

Rating:15+

Annyeong autor harap FF ini menang hehehe. Ini asli pemikiranku. Terinspirasi dari sebuah bunga yang hidup di puncak gunung Himalaya. Mian part ini pendek nian. dan harap maklumi banyaknya typo. tadinya ini mau di shere hari senin tapi berhubung masih banyak yang harus di sheere jadi di cicil dulu deh.

link sebelumnya

https://www.facebook.com/notes/yuni-japanes-kireina/ff-seriessoulflowertian-shan-xue-lianpart-3/523344057732506

REPOST

Biksu Hua nampak menggoyangkan lonceng kecil yang ia pegang, membuat bunga yang ada di hadapannya menyala kehijauan. Goa bergoncang membuat Kyuhyun dan Xue lian terduduk di samping biksu Hua, saat itulah dari arah goa keluar seekor naga berwarna putih, Kyuhyun bahkan sampai menahan nafas karena terkejut.

“Jangan lari. Dia akan memakanmu jika kau lari.” ucap biksu Hua ketika melihat Kyuhyun yang bermaksud untuk berdiri, Kyuhyun menelan salivanya lalu kembali merangkul Xue lian erat-erat.

“Ada apa kau memanggilku?” tanya sang naga pada biksu Hua, biksu Hua langsung menyerahkan bunga di hadapannya, dalam hitungan detik lidah sang naga menjilat bunga tersebut lalu berbalik masuk. Kyuhyun nampak kecewa ketika bunga itu lenyap.

“Kajja kita masuk, Xue Lian harus segera di obati.” ucap biksu Hua berdiri lalu berjalan lebih dulu, Kyuhyun ingin bertanya, tapi melihat wajah Xue lian semakin pucat, Kyuhyun mengurungkan niatnya terlebih dahulu.

Story begening

Angin di pegunungan Himalaya kembali bertiup kencang, membuat sebuah rombongan kecil yang di pimpin seorang peneliti muda dari Korea, kembali berkemah. Seung Hyun nampak menenggak kopi di cangkir tembaganya, menatap kearah tebing yang menghimpit perkemahannya. Kru yang lain nampak berbisik cemas, persediaan makanan mereka hampir habis.

“Aku sudah bilang, jika kalian sudah tidak sanggup, kalian bisa kembali.” Seung hyun seolah tahu apa yang kini di bisikan para krunya, membuat mereka salah tingkah. Bukan tanpa alasan mereka tetap mengikuti Seung Hyun, jika mereka tetap kembali. Selamanya mereka akan tersesat di lemah Himalaya, karena Seung Hyunlah yang tahu arah pulang, mau tak mau mereka tetap mengikutinya.

Di tempat lain, tepatnya di sebuah goa terpencil di salah satu lemah Himalaya, keadaan justru berbanding terbalik dengan angin di lembah. Goa itu terkesan hangat dan lembab, beberapa tanaman cantik tumbuh di dalamnya, sebuah aliran air berwarna perak mengalir masuk kedalam sebuah kolam kecil, ornamen bunga menghiasi dinding goa. Kyuhyun yang memapah Xue Lian nampak terkagum-kagum dengan keadaan di dalam goa, lilin beraroma terapi menghiasi setiap sudut goa tersebut. Tapi kekaguman Kyuhyun terhenti ketika naga yang sejak tadi tepat merangkak di hadapannya menata Kyuhyun tajam, jika Kyuhyun memiliki serangan jantung, namja itu pasti sudah terkapar mati, hembusan nafas naga itu menerbangkan rambutnya berulang-ulang.

“Biksu Hua? Apa pria ini yang membuat bunga khayangan lemah?” pertanyaan dari sang naga sedikit membuat Kyuhyun merasa lega, karena naga itu kini menatap biksu Hua, tapi ada yang membuat Kyuhyun binggung dengan kata-kata Naga ini.

“Benar. Pria ini dalam keadaan sekarat, Xue Lian tidak ada pilihan lain.” mendengar ucapan biksu Hua, Kyuhyun nampak semakin binggung, sedikit menerka-nerka, Kyuhyun menatap Xue Lian cemas.

“Semoga apa yang aku pikirkan salah.” gumam Kyuhyun dalam hati. Naga itu kembali menatap Kyuhyun, tapi perlahan berjalan kearah mata air yang membentuk sebuah kolam tersebut. Lidahnya menjulur masuk kedalam kolam, dengan jelas Kyuhyun melihat Naga itu mengeluarkan bunga dari mulutnya yang sempat biksu Hua berikan pada Naga tadi di mulut goa. Setelah bunga itu masuk kolam, Naga itu menarik kembali lidahnya lalu menatap tajam kearah Kyuhyun.

“Anak muda, bantu dia masuk kemari.” perintah Naga tersebut pada Kyuhyun, tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya, Kyuhyun mulai berjalan kearah kolam, lalu mendudukan Xue lian di dalam kolam. Naga itu memberi kode pada Kyuhyun untuk menjauh dari kolam, perlahan Kyuhyun mundur walaupun sesekali matanya menatap bunga yang kini ada tepat di tengah kolam.

Setelah Kyuhyun menjauh, Naga itu menyemburkan api dari mulutnya kearah kolam tempat di man Xue Lian berada. Kyuhyun membulatkan matanya ketika hal itu terjadi, berbeda dengan biksu Hua yang nampak tenang-tenang saja. Wajah Kyuhyun semakin panik ketika Naga itu menghentikan semburan apinya kearah kolam dan Xue Lian menghilang.

Baru saja hendak bertanya pada biksu Hua, perlahan tapi pasti Kyuhyun melihat sosok tubuh perlahan keluar dari dalam kolam, Kyuhyun menelan salivanya, entah perasaannya atau bukan, Xue Lian terlihat 1000 kali lebih cantik dari sebelumnya, tubuhnya nampak hanya tertutupi daun yang menjuntai layaknya sebuah gaun. Tatapan sendu Xue Lian membuat Kyuhyun semakin tak karuan.

Xue Lian nampak terduduk di hadapan Naga itu, lalu melipat kedua tangannya dan menunduk sedikit.

“Xie-xie Lang, kau sudah menyembuhkanku.” Ucap Xue Lian pelan, Naga itu bergumam pelan.

“Tapi harus kau ingat, aku hanya menyembuhkanmu, bukan mengembalikan energi kehidupanmu. Mulai sekarang, kau tidak boleh jauh dari pemuda itu.” ucapan Naga bernama Lang itu membuat Xue Lian murung. Kyuhyun sendiri nampak bimbang, tatapan Kyuhyun begitu sendu menatap Xue Lian.

“Jika kau berjauhan dengan pemuda ini, kau hanya punya dua pilihan. Mati atau tinggali di goa ini selamanya.” Xue Lian semakin menundukan kepalanya, sementara Kyuhyun nampak terkejut. Biksua Hua sendiri hanya menarik nafas dalam-dalam, ini memang resiko Xue Lian jika menolong Kyuhyun, tapi ini memang tugas dan takdir Xue Lian sejak awal. Bahkan hal yang lebih menyakitkan akan ia hadapi sesaat lagi.

Naga itu kembali menatap Kyuhyun tajam, seperti mencari sesuatu. Naga itu tertawa sesaat lalu kembali menatap Xue Lian.

“Sepertinya takdirmu semakin dekat, indah atau tidaknya kehidupanmu nanti. Ada ditangannya.” ucapan Lang kembali membuat Kyuhyun binggung, Lang terlihat memutari kolam yang di pakai Xue Lian tadi, ketika putaran ketiga, sebuah belati keluar dari kolam dan melayang kearah Kyuhyun, dengan cepat Kyuhyun menangkap belati tersebut.

“Tujuanmu datang ke lembah Himalaya adalah untuk mendapatkan bunga keabadian bukan?” ucapan Lang membuat Kyuhyun tertegun lalu mengangguk pelan, Lang kembali tertawa.

“Tugasku sudah selesai kalian bisa pergi sekarang.”

Kyuhyun ingin bertanya, tapi Lang kembali berbicara.

“Anak muda, gunakan belati itu untuk mendapatkan apa yang kau cari. Hanya belati itu yang bisa membawanya pergi dari sini.” Kyuhyun nampak mengerutkan keningnya binggung, masalahnya dia sendiri tidak tahu di mana bunga itu berada. Seolah tahu apa yang di pikirkan Kyuhyun, Lang kembali berbicara.

“Bunga itu ada di dekatmu, jika kau ingin mendapatkannya. Kau harus berkorban dan terluka lebih dalam.” ucapan Lang semakin membuat Kyuhyun binggung, tapi Naga itu tidak berminat memperpanjang percakapannya, Lang merayap lalu masuk kedalam kolam dan menghilang.

Sunyi keadaan kembali sunyi, perlahan biksu Hua menyampirkan sebuah mantel tebal pada Xue Lian, sedang Kyuhyun masih menatap belati di tangannya.

“Kita pulang.” ucap biksu Hua pelan, tapi Xue Lian tak bergeming. Ia memegang tangan biksu Hua pelan, menatap penuh kesedihan.

“Ini takdirmu nak, kau tak bisa menghindar.” ucapan Biksu Hua membuat Xue Lian kembali menunduk, Kyuhyun mendekat lalu menatap Biksu Hua tajam.

“Biksu Hua?” tanya Kyuhyun langsung, biksu itu nampak menghelah nafas.

“Apapun yang kau pikirkan saat ini, itu benar semua. Ne aku sudah tahu tujuanmu apa kemari, aku juga tahu dimana bunga itu. Tapi seperti yang pernah aku katakan padamu, untuk apa memikirkan yang sudah tidak ada, jika yang ada masih sanggup membuatmu bahagia.” Kyuhyun tertegun, hatinya seolah tertohok, sikapnya selama ini memang seolah menikmati keberadaan sosok lain, tapi tidak membuat Kyuhyun lupa pada Hyunmie. Perlahan biksu Hua kembali membimbing Xue Lian keluar goa melewati Kyuhyun yang masih tertegun.

“Tidak bisa. Jika bukan Hyunmie aku tidak bisa.” ucapan Kyuhyun berhasil membuat Xue Lian menghentikan langkahnya.

“Katakan? Dimana bunga itu berada biksu Hua?” pertanyaan itu membuat Xue Lian menggigit bibir bawahnya, biksu Hua kembali menghelah nafas.

“Kita pulang dulu, aku akan memberitahukannya di kuil.” ucap biksu Hua sambil kembali menuntun Xue Lian keluar goa, Kyuhyun pun tak ada pilihan lain. Ia berjalan keluar mengikuti biksu Hua dan Xue Lian.

====

Rombongan Seung Hyun kembali berjalan, para kru terlihat pasrah dengan semua kemungkinan, berbeda dengan Seung Hyun yang masih percaya dan semangat berjalan, dan seolah menjawab keyakinannya, dari kejauhan Seung Hyun melihat sebuah bangunan berupa kuil.

“Kita selamat.” teriak salah seorang kru ketika ikut memperhatikan apa yang Seung Hyun lihat, sebuah senyuman nampak terukir di wajah tampannya, jika terus berjalan sekitar satu jam mereka sampai di kuil tersebut.

Seperti tadi, Xue Lian, biksu Hua dan Kyuhyun kembali di antar para Yeti, tapi sekarang langsung menuju Kuil, barang-barang Kyuhyun sudah para Yeti ungsikan ke kuil. Beberapa kali Kyuhyun mencuri pandang kearah Xue Lian, tapi wajah ceria itu tak Kyuhyun lihat, yang ada hanya raut kesedihan.

Setelah menempuh jarak cukup lama, akhirnya ketiganya sampai di kuil, para Srigala sudah berkumpul di depan kuil, mereka menatap Xue Lian yang terlihat sedih. Tanpa banyak bicara, Xue Lian masuk kedalam kamar. Fei dan Gian mengikuti Xue Lian masuk, sementara Srigala dan para Yeti pergi ketika di perintah biksu Hua.

“Kita istirahat dulu di dalam.” Kyuhyun mengangguk pelan lalu mengikuti biksu Hua masuk kuil.

Biksu Hua nampak meminum teh di tangannya perlahan, tatapannya menuju perapian, seperti menerawang sesuatu. Kyuhyunpun melakukan hal yang sama, mengesap perlahan teh di gelas keramik di tangannya, menatap perapian dengan tatapan kosong.

“Selama ini, aku selalu sendirian di sini.” Biksu Hua memulai percakapannya, membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya dari perapian ke wajah biksu Hua.

“Tapi semenjak Xue Lian hadir, kuil ini tidak terlalu membosankan.” sebuah senyuman menghiasi wajah tua biksu Hua, Kyuhyunpun melakukan hal yang sama. Mengingat Xue lian sangat aktif.

“Aku adalah biksu ke 103 yang di kirim wihara dari Tibet untuk menjaga ketenangan di lembah Himalaya ini. Bukan hanya itu, aku juga harus menjaga bunga yang kau cari yang menjadi keseimbangan lembah ini.” sesaat wajah Kyuhyun menegang, sebentar lagi ia akan tahu keberadaan bunga tersebut.

“Kau tahu nama kuil ini?” Pertanyaan Biksu Hua membuat Kyuhyun mengangguk pelan.

“Tian sang.” ucap Kyuhyun tegas, biksu Hua mengangguk pelan.

“Kau tahu bahasa Tibet dari bunga keabadian?” kali ini Kyuhyun menggeleng pelan, biksu Hua nampak berdiri dari tempat duduknya lalu menatap keluar jendela, beberapa manusia terlihat mendekat, membuatnya menghelah nafas berat.

“Tian Sang Xue Lian. Itulah nama bunga keabadian yang sedang kau cari.” Kyuhyun mengerutkan keningnya tapi tak lama matanya membulat sempurna.

“Maksudnya, bunga itu ada di kuil ini?” tanya Kyuhyun ragu-ragu, biksu Hua menatap Kyuhyun.

“Lebih tepatnya bunga itu kini menjelma menjadi seorang wanita cantik yang menolongmu kemarin.” ucapan Biksu Hua sukses membuat Kyuhyun tertegun.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti? Jika kau memang tidak mau memberitahukan keberadaan bunga tersebut, aku bisa mencarinya sendiri. Tapi tidak dengan berbohong seperti ini.” ucap Kyuhyun dengan menaikan nada bicaranya, Kyuhyun merasa di permainkan, biksu Hua hanya menghelah nafas pelan.

“Manusia semakin serakah sekarang. Mereka ingin hidup abadi untuk kepentingan sendiri, inilah alasannya dewa mengubah bunga itu menjadi manusia. Kau tidak berpikirkan seorang biksu berbohong? Kau juga tidak melihat jika Xue Lian itu berbeda?” Kyuhyun menegang, ia tahu betul dengan maksud biksu Hua, semua kejadian yang ia alami bersama Xue Lian, cukup membuat Kyuhyun mengerti dengan kata ‘berbeda’ yang biksu Hua sebutkan. Perlahan Kyuhyun mengeluarkan belati di saku mantelnya, lalu apa maksud dari Lang memberinya sebuah belati?. Seolah mengetahui apa yang Kyuhyun pikirkan Biksu Hua kembali berbicara.

“Lang memintamu untuk memilih.” ucapan biksu Hua membuat Kyuhyun kembali menatap biksu Hua.

“Memilih untuk tetap bersama dengan yang masih ada atau memilih tetap mengejar yang sudah pergi.” sesaat tubuh Kyuhyun menegang, tak jauh berbeda dengan seorang namja yang kini mematung di depan pintu kuil. Seung Hyun bermaksud masuk ke dalam kuil, tapi terhenti ketika mendengar percakapan Kyuhyun dan Biksu Hua.

“Jika kau memilih merelakan kepergian kekasihmu, kau bisa pergi dari lembah ini dengan Xue Lian hidup-hidup. Tapi jika kau bersikeras ingin menghidupkan kembali kekasihmu, kau harus membawa Xue Lian dari lembah ini dalam keadaan mati. Kau harus membunuh Xue Lian agar sari kehidupannya bisa kau gunakan untuk menghidupkan kekasihmu.” Ucapan biksu Hua sukses membuat Kyuhyun melemas, belati di tangannya terlepas begitu saja kelantai. Bagaimanapun Kyuhyun menyadari perasaannya pada Xue Lian, apa dia tega membunuh yeoja yang bahkan hampir mati karena menolongnya? Tapi di sisi lain Kyuhyun juga tak bisa kehilangan Hyunmie, yeoja yang ia cintai yang juga mati karena menyelamatkan nyawanya dulu. Seung Hyun nampak mengepalkan tangannya ketika Kyuhyun tak mengatakan apa-apa lagi.

“Jika kau tidak bisa membunuh yeoja itu, biar aku yang membunuhnya.” gumam Seung Hyun lalu perlahan menjauh dari pintu kuil, lalu mendekat kearah rombongan yang menunggu di luar kuil.

“Sepertinya temanmu mencarimu.” ucapan biksu Hua membuat Kyuhyun menatap kearah luar kuil, Kyuhyun membulatkan matanya ketika menyadari siapa yang datang. Kyuhyun bergegas mengambil belatinya lalu berlari keluar dari kuil kearah Seung Hyun.

“Seung Hyun_ssi kau datang?” tanya Kyuhyun sambil memeluk sahabat sekaligus orang yang sudah ia anggap hyungnya sendiri. Seung Hyun nampak tersenyum lalu menepuk punggung Kyuhyun pelan.

“Syukurlah kau selamat.” ucap Seung Hyun pelan, Kyuhyun bergumam kecil, saat itulah Xue Lian keluar kamar, ia mendengar kegaduhan dan penasaran.

Semua orang menatap kagum kearah Xue Lian, kecuali Seung Hyun yang menatap Xue lian tajam, sementara Kyuhyun menatapnya sendu.

TBC

Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. nira

     /  Juli 17, 2013

    seru lanjutan’e downk thor pnsaran niiih..

    Balas
  2. cerita’a seru lanjut thor aku p[enasaran kyuhyun milih mana ?

    Balas
  3. ingga

     /  Oktober 18, 2013

    Astagaaa kyuuuuu.. Ayolah km jgn serakah. Hyunmie tu udh g ada.. Skg ada sseorg yg btuh prlindunganmu, dy jd sprti skg krn brkorban nolong km, msak skg km mw ngorbanin dy hny unt keegoisanmu? G mkirin gmn prsaanny? Huuuuhhhh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: