FF Series//Soulflower(Tian shan xue lian)//part2

581780_550916618272394_1742676392_n

Autor:YJK

Tittle:Soulflower(Tian shan xue lian)

cast:Cho Kyuhyun, Park hyunmie, Xue lian.

Cameo:Choi seung Hyun

gender:fantasy, romantis.

Leght:Series

Rating:15+

Annyeong autor harap FF ini menang hehehe. Ini asli pemikiranku. Terinspirasi dari sebuah bunga yang hidup di puncak gunung Himalaya. Mian part ini pendek nian. dan harap maklumi banyaknya typo.

link sebelumnya

part pertama

https://www.facebook.com/notes/yuni-japanes-kireina/ff-seriessoulflowertian-shan-xue-lian/501789199887992

REPOST

Xue Lian masih terlihat binggung dengan perlakuan Kyuhyun. perlahan Xue lian keluar dari kamarnya lalu bermain kembali dengan Fei dan Gian. Biksu Hua hanya menghelah nafas lemas. Selama ini Xue Lian tidak pernah di perlakukan dengan kasar, tapi ketika dia berharap punya teman, orang yang dia harapkan malam berbuat kasar padanya.

“Tadi biksu bilang putri biksu memberikan energi kehidupan padaku? Apa maksudnya” pertanyaan Kyuhyun membuat biksu Hua duduk di samping Kyuhyun.

“Putriku punya kelebihan, dia bisa menyembuhkan orang sakit. Bahkan orang sekarat saja bisa sembuh seketika oleh putriku.” ucapan biksu Hua membuat Kyuhyun menggerutkan keningnya binggung, tapi tidak berapa lama rasa bersalah muncul di hatinya.

“Biksu? Apa putri anda benar-benar marah padaku?” tanya Kyuhyun pelan, biksu Hua menggelengkan kepalanya lalu menatap Xue Lian yang berkejaran dengan Fei dan Gian.

“Putriku tidak marah, hanya dia tidak pernah di kasari sebelumnya. Mungkin tidak terbiasa.” ucapan biksu Hua membuat Kyuhyun semakin bersalah. Perlahan Kyuhyun melangkah keluar dari kuil lalu mendekat kearah Xue Lian.

“Xie-xie.” ucapan Kyuhyun membuat Xue lian menghentikan langkahnya, perlahan berbalik menatap Kyuhyun.

“Dhabuji. Aku tidak tahu kau akan marah padaku, jika aku memberikan aura kehidupanku padamu.” ucap Xue lian pelan sambil menunduk, membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah.

“Bukan kau yang salah. Aku saja yang tidak tahu apa yang kau lakukan tadi, dhabuji, aku sudah berbuat kasar padamu.” kali ini Kyuhyun yang membungkuk minta maaf.

“Jadi, bolehkah kita jadi teman?”

“Ye? Ah tentu saja, kau sudah menolongku.” ucap Kyuhyun pelan. Xue Lian melonjak kegirangan lalu memeluk Kyuhyun erat-erat. Membuat Kyuhyun tertegun kaget. Xue Lian melepas pelukannya lalu kembali berkejaran bersama Fei dan Gian, membiarkan Kyuhyun yang masih diam mematung.

Story begening

Keadaan Kyuhyun mulai membaik setelah dua hari beristirahat di kuil, ramuan yang biksu Hua berikan pada Kyuhyun sangat membantu kembalinya stamina Kyuhyun. Di tambah aura hangat yang selalu keluar dari tubuh Xue Lian membuat Kyuhyun tidak terlalu merasakan dinginnya pegunungan Himalaya, jika saja Kyuhyun tidak melihat kalung pemberian dari Hyunmie, mungkin Kyuhyun akan benar-benar melupakan tujuannya datang ke lembah itu. Kyuhyun mungkin akan terus menghabiskan waktu bersama Xue Lian dengan bermain.

Kyuhyun kembali mengemas barang-barangnya kedalam ransel, membuat Xue Lian tampak sedih akan kehilangan temannya.

“Kyuhyun gege? Apakah kau harus tetap pergi? Himalaya bukanlah tempat yang baik. Jika gege tidak tahu jalan, bisa tersesat nantinya.” rengek Xue Lian pada Kyuhyun. Sesaat Kyuhyun menghelah nafas lemas tidak tega. Entahlah Kyuhyun mulai menyayangi Xue Lian yang ceria padahal kesepian.

“Tapi gege tetap harus pergi, ada sebuah tanaman yang perlu gege temukan demi Hyunmie.” ucap Kyuhyun sambil kembali memasukan barang-barangnya keransel, selama ini, setiap Kyuhyun membicarakan Hyunmie, hati Xue Lian selalu tidak rela. Merasa Hyunmie lebih istimewa darinya. Xue Lian diam sesaat lalu berlari keluar dari kamar tempat Kyuhyun beristirahat beberapa hari terakhir.

Kyuhyun menghelah nafas lemas lalu mulai melangkah keluar kamar menuju kuil, bermaksud pamit pada biksu Hua.

“Apa kau akan tetap pergi?” ucap biksu Hua ketika menyadari Kyuhyun sudah ada di belakangnya.

“Ini penting untukku biksu Hua, seberapa bahayapun itu aku harus menemukan tanaman itu.” ucap Kyuhyun yakin.

“Untuk apa mengusahakan yang sudah tidak ada. Jika yang ada bisa membuatmu bahagia.” ucap biksu Hua sambil berbalik dan menatap Kyuhyun lembut, Kyuhyun mengerutkan keningnya binggung, tidak mengerti dengan maksud biksu di hadapannya.

“Gege aku ikut bersamamu.” tiba-tiba Xue Lian sudah ada di depan pintu kuil dengan keranjang gendong di punggungnya.

Kyuhyun menatap Xue Lian binggung, berbeda dengan biksu Hua yang tersenyum lembut.

“Bukankah kau sendiri yang bilang kalau pegunungan Himalaya sangat berbahaya? Apa lagi kau wanita” tanya Kyuhyun sambil mendekat kearah Xue Lian. Ada rasa cemas di raut wajah Kyuhyun.

“Gege lupa, udara Himalaya tidak berpengaruh padaku. Aku ikut justru agar bisa melindungimu Gege.” ucapan Xue Lian kembali membuat biksu Hua tersenyum, Kyuhyun hanya menghelah nafas lemas.

“Apa yang di katakan Xue Lian benar, kelebihannya bisa membantumu bertahan dari cuaca Himalaya. Aku mengizinkanmu pergi asal bersama Xue Lian.” Kyuhyun semakin meradang dengan keputusan biksu Hua, Kyuhyun tidak mau menyeret siapapun kedalam masalahnya.

“Baiklah, tapi jika kau sudah tidak kuat, kau harus bilang. Saat itu juga aku akan mengembalikanmu ke kuil.” Xue Lian mengangguk cepat ketika Kyuhyun mengizinkannya ikut.

“Aku akan berusaha menjaganya biksu Hua.” ucap Kyuhyun lalu membungkuk sedikit dan melangkah meninggalkan kuil, Xue Lian melambaikan tangannya pada biksu Hua, Fei dan Gian ikut bersama Xue Lian, perjalanan tuannya yang kemungkinan sangat jauh membuat kedua Srigala itu memaksa untuk ikut.

***

Awal-awal keberangkatan semua baik-baik saja. Tapi menjelang dua hari perjalanan mulai berbahaya, beberapa kali Kyuhyun hampir terperosok kedalam jurang yang terlapisi salju, untung saja Xue Lian selalu siap membantu Kyuhyun. Awalnya Kyuhyun sedikit ketakutan ketika Xue Lian menolongnya, tangan Xue Lian berubah menjadi rambatan bunga dan menariknya ke atas ketika bergelantungan di tebing jurang. Tapi lambat laun Kyuhyun terbiasa, apa lagi keceriaan Xue Lian yang Kyuhyun lihat membuat perjalanan semakin menyenangkan, rasa dingin di tubuhnya, terobati sedikit, karena tertawa melihat tingkah laku Xue Lian dan kedua Srigala yang menempel terus padanya. Apa lagi ketika istirahat Fei dan Giant selalu berebut di dekat Xue Lian.

Kyuhyun juga sangat penasaran dengan rambatan yang keluar dari tangan Xue Lian, tapi Kyuhyun tidak pernah berani bertanya kembali, ketika wajah Xue Lian yang mendadak sedih dan murung ketika awal Kyuhyun terjatuh kejurang dan Xue Lian membantunya, Kyuhyun bertanya mengenai sumber tanaman merambat dari tangan Xue Lian, saat itulah Xue Lian murung.

Malam ini angin dari Timur bertiup sangat kencang, Kyuhyun yang sudah diam di dalam tenda mulai mengigil kedinginan. Padahal Gian dan Fei sudah merapat kearah tubuhnya, agar sedikit terhangatkan dengan bulu lebat keduanya. Sementara Xue Lian, gadis kecil itu mulai berjaga di hadapan tenda guna menahan badai Himalaya yang dalam beberapa menit akan datang, sejak tadi Xue Lian bersila di hadapan tenda Kyuhyun. Tangannya kembali mengeluarkan rambatan tanaman yang langsung menyelubungi seluruh tenda. Perlahan Xue Lian menutup matanya dan dengan cepat kembali terbuka.

“Yeti . . .kualangfha jiangmeila. Yeti. . . Nakatafhangsa.” teriakan Xue Lian sontak membuat tanah bersalju di sekitar Xue Lian kembali bergemuruh, beberapa ekor Yeti langsung melindungi tubuh Xue Lian. Beberapa detik kemudian badai Himalaya dari arah Timur datang, sekuat tenaga para Yeti menjaga tubuh Xue Lian, agar tidak bergeser, sementara Xue Lian mempererat rambatan yang melingkupi seluruh tenda. Kyuhyun yang berada di dalam tenda semakin kedinginan, kenyataan dia ada dalam kurungan rambatan yang Xue Lian dan kedua Srigala yang merapat di tubuhnya. Sama sekali tidak membantu. Kyuhyun merasakan tubuhnya membeku.

Kedua Srigala yang menatap Kyuhyun mulai panik, ternyata tubuh mereka tidak membantu apapun untuk menghangatkan tubuh Kyuhyun, Fei dan Gian akhirnya melolong kuat, bermaksud memberitahukan Xue Lian. Kyuhyun dalam bahaya. Diantara terpaan salju, Xue Lian yang di kelilingi para Yeti membuka matanya perlahan. Dengan sedikit menahan nafas. Gadis kecil itu memusatkan energi kehidupannya pada rambatan tanaman yang menutup seluruh tenda, membuat keadaan menghangat, Kyuhyun yang awalnya mengigil akhirnya mulai tenang dan tertidur.

Sekuat apapun Xue Lian, dia tetaplah mahluk tuhan yang memiliki batas kemampuan. Ketika badai berhenti, Xue Lian menyuruh para Yeti menyingkir. Dengan kekuatan terakhirnya Xue Lian membuat salju di sekitarnya mencair, perlahan rambatan tanaman yang melingkari tenda masuk kelengan Xue Lian dan saat itulah darah segar mengalir dari mulutnya. Ketika menyentuh tanah bersalju darah Xue Lian tumbuh menjadi bunga yang sangat indah.

Para Yeti menatap Xue Lian khawatir bagaimanapun dialah kehidupan yang ada di pegunungan Himalaya ini.

“Yeti xiaxin thafulang.” ucap Xue Lian pelan mengucapakan terimakasih juga menyuruh mereka kembali ke gua mereka. Sedikit ragu para Yeti pergi meninggalkan Xue Lian yang tidak henti mengeluarkan darah dari mulutnya. Perlahan Xue Lian berdiri, tubuhnya terhuyung kekanan dan kekiri. Pandangannya mulai mengabur tapi berusaha ia fokuskan kearah tenda, Xue Lian membuka tenda perlahan, Fei dan Gian yang masih mengelilingi Kyuhyun menatap Xue Lian cemas.

“Kalian bisa tunggu di luar sekarang.” gumam Xue Lian yang terus membekap mulutnya. Fei dan Gian keluar dengan ragu. Kedua Srigala itu menunggu di depan tenda tapi Fei seperti mengendus sesuatu. Beberapa bunga yang tidak lazim tumbuh di sekitar tenda, entah apa yang di bicarakan kedua Srigala tersebut, keduanya tiba-tiba melolong kuat dan di balas sahut menyaut oleh Srigala lainnya. Xue Lian memejamkan matanya mendegar lolongan kedua Srigalanya. Perlahan Xue Lian merangkak kearah Kyuhyun yang masih tertidur, sedikit demi sedikit Xue Lian melepas pakaian Kyuhyun hanya bagian atas saja, begitupun dengan Xue Lian. Ia melepas pakaian atas yang ia kenakan, Xue Lian kembali mendekat kearah Kyuhyun tangan kirinya mengangkat tengkuk Kyuhyun sedikit membuat mulut Kyuhyun terbuka, tangan kanannya ia letakan tepat di dada Kyuhyun. Dan saat itu juga keadaan tenda terang benderang kehijauan. Xue Lian menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, membiarkan darahnya yang sejak tadi tidak kunjung berhenti mengalir masuk kemulut Kyuhyun, beberapa kali jakun Kyuhyun terlihat naik turun menandakan darah Xue Lian di telan olehnya. Cahaya kehijauan yang keluar dari telapak tangan Xue Lian menembus kejantung Kyuhyun. Memberi kekebalan keseluruh tubuh Kyuhyun, semakin banyak darah yang masuk ke mulut Kyuhyun rambut hitam Xue Lian semakin berubah menjadi kecoklatan, ketika darah Xue Lian hanya tinggal tetes-tetes kecil Kyuhyun terbangun, matanya lagi-lagi membulat sempurna ketika Xue Lian menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, sesaat Kyuhyun mengangkat kedua bahu Xue Lian agar menjauh dari tubuhnya, tapi ketika melihat sesuatu yang ada di dada Xue Lian, matanya membulat untuk kedua kalinya dan dengan cepat Kyuhyun memeluk Xue Lian.

“A. .apa yang kau lakukan? Kemana busanamu?” tanya Kyuhyun gugup. Bagaimana tidak. Tubuh bagian atasnya bersentuhan langsung dengan seorang wanita. Nafas Xue Lian terlihat lemah, Kyuhyun berusaha menyembunyikan semua pikiran buruknya perlahan menangkup wajah Xue Lian yang berubah pucat pasif dengan nafas terengah pelan.

“Ada apa denganmu? Katakan sesuatu, jangan membuatku takut.” tanya Kyuhyun cemas. Perlahan Xue Lian membuka matanya lalu tersenyum tipis kearah Kyuhyun.

“Apa kau sekarang masih kedinginan?” pertanyaan lemah Xue Lian seperti menyadarkan Kyuhyun. Jika tubuhnya tetap hangat sejak tadi, bukan karena ada wanita yang memeluknya, karena tetap saja akan dingin ini Himalaya.

“Aku membagi hampir semua energi kehidupanku padamu, mulai sekarang kau tidak akan kedinginan lagi. Bahkan kau tidak memerlukanku lagi.” Kyuhyun terdiam, dia tidak percaya wanita ini memberikan nyawanya sendiri untuk melindunginya, tapi bahkan selama di perjalanan ia jarang sekali menanggapi ucapan-ucapan yang terlontar dari mulut dan wajah ceria Xue Lian. Kyuhyun menatap manik mata Xue Lian yang meredup dengan sedikit cemas Kyuhyun menepuk wajah Xue Lian yang terlihat mengantuk.

“Andwe kau tidak boleh tidur.” ucapan Kyuhyun kembali membuat Xue Lian fokus menatap Kyuhyun.

“Maukah sekarang kau menolongku?” ucap Xue Lian pelan, tapi tanpa persetujuan dari Kyuhyun, Xue Lian mulai merayapkan bibirnya di bibir Kyuhyun. Entah kenapa walaupun sedikit terkejut tapi kali ini Kyuhyun tidak menolak, ia membalas setiap gerakan bibir Xue Lian di bibirnya. Perlahan Kyuhyun melingkarkan tangannya di punggung mungil Xue Lian dan cahaya kehijauan kembali menerangi tenda tersebut. Bedanya jika tadi cahaya tadi berasal dari Xue Lian kali ini cahaya itu berasal dari tubuh Kyuhyun.

TBC

Tinggalkan komentar

3 Komentar

  1. Lee eunhyun

     /  Juni 7, 2013

    Duhduh nanggung bngt sih eon?!hehe …part 3nya ya ..

    Balas
  2. ingga

     /  Oktober 18, 2013

    Astagaaaa, sbnrny xue lian tu sp sih? Dy kykny jatuh cinta ya sm kyu? Smpe2 pngorbananny bsar bgt unt kyu.. Apa dy jg bkal mati?? Huhuhuhuhu..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: