FF Series//Soulflower(Tian shan xue lian)//part 3

581780_550916618272394_1742676392_n

Autor:YJK

Tittle:Soulflower(Tian shan xue lian)

cast:Cho Kyuhyun, Park hyunmie, Xue lian.

Cameo:Choi seung Hyun

gender:fantasy, romantis.

Leght:Series

Rating:15+

Annyeong autor harap FF ini menang hehehe. Ini asli pemikiranku. Terinspirasi dari sebuah bunga yang hidup di puncak gunung Himalaya. Mian part ini pendek nian. dan harap maklumi banyaknya typo.

link sebelumnya

part pertama

https://www.facebook.com/notes/yuni-japanes-kireina/ff-seriessoulflowertian-shan-xue-lian/501789199887992

part dua

https://www.facebook.com/notes/yuni-japanes-kireina/ff-seriessoulflowertian-shan-xue-lianpart2/516057035127875

REPOST

Perlahan Xue Lian merangkak kearah Kyuhyun yang masih tertidur, sedikit demi sedikit Xue Lian melepas pakaian Kyuhyun hanya bagian atas saja, begitupun dengan Xue Lian. Ia melepas pakaian atas yang ia kenakan, Xue Lian kembali mendekat kearah Kyuhyun tangan kirinya mengangkat tengkuk Kyuhyun sedikit membuat mulut Kyuhyun terbuka, tangan kanannya ia letakan tepat di dada Kyuhyun. Dan saat itu juga keadaan tenda terang benderang kehijauan. Xue Lian menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, membiarkan darahnya yang sejak tadi tidak kunjung berhenti mengalir masuk kemulut Kyuhyun, beberapa kali jakun Kyuhyun terlihat naik turun menandakan darah Xue Lian di telan olehnya. Cahaya kehijauan yang keluar dari telapak tangan Xue Lian menembus kejantung Kyuhyun. Memberi kekebalan keseluruh tubuh Kyuhyun, semakin banyak darah yang masuk ke mulut Kyuhyun rambut hitam Xue Lian semakin berubah menjadi kecoklatan, ketika darah Xue Lian hanya tinggal tetes-tetes kecil Kyuhyun terbangun, matanya lagi-lagi membulat sempurna ketika Xue Lian menempelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, sesaat Kyuhyun mengangkat kedua bahu Xue Lian agar menjauh dari tubuhnya, tapi ketika melihat sesuatu yang ada di dada Xue Lian, matanya membulat untuk kedua kalinya dan dengan cepat Kyuhyun memeluk Xue Lian.

“A. .apa yang kau lakukan? Kemana busanamu?” tanya Kyuhyun gugup. Bagaimana tidak. Tubuh bagian atasnya bersentuhan langsung dengan seorang wanita. Nafas Xue Lian terlihat lemah, Kyuhyun berusaha menyembunyikan semua pikiran buruknya perlahan menangkup wajah Xue Lian yang berubah pucat pasif dengan nafas terengah pelan.

“Ada apa denganmu? Katakan sesuatu, jangan membuatku takut.” tanya Kyuhyun cemas. Perlahan Xue Lian membuka matanya lalu tersenyum tipis kearah Kyuhyun.

“Apa kau sekarang masih kedinginan?” pertanyaan lemah Xue Lian seperti menyadarkan Kyuhyun. Jika tubuhnya tetap hangat sejak tadi, bukan karena ada wanita yang memeluknya, karena tetap saja akan dingin ini Himalaya.

“Aku membagi hampir semua energi kehidupanku padamu, mulai sekarang kau tidak akan kedinginan lagi. Bahkan kau tidak memerlukanku lagi.” Kyuhyun terdiam, dia tidak percaya wanita ini memberikan nyawanya sendiri untuk melindunginya, tapi bahkan selama di perjalanan ia jarang sekali menanggapi ucapan-ucapan yang terlontar dari mulut dan wajah ceria Xue Lian. Kyuhyun menatap manik mata Xue Lian yang meredup dengan sedikit cemas Kyuhyun menepuk wajah Xue Lian yang terlihat mengantuk.

“Andwe kau tidak boleh tidur.” ucapan Kyuhyun kembali membuat Xue Lian fokus menatap Kyuhyun.

“Maukah sekarang kau menolongku?” ucap Xue Lian pelan, tapi tanpa persetujuan dari Kyuhyun, Xue Lian mulai merayapkan bibirnya di bibir Kyuhyun. Entah kenapa walaupun sedikit terkejut tapi kali ini Kyuhyun tidak menolak, ia membalas setiap gerakan bibir Xue Lian di bibirnya. Perlahan Kyuhyun melingkarkan tangannya di punggung mungil Xue Lian dan cahaya kehijauan kembali menerangi tenda tersebut. Bedanya jika tadi cahaya tadi berasal dari Xue Lian kali ini cahaya itu berasal dari tubuh Kyuhyun.

Story begening

Angin dari timur berhembus kuat, menandakan badai tidak akan singgah di pegunungan Himalaya dalam waktu dekat, dari kejauhan nampak beberapa orang tengah berjalan pelan. Tim exspedisi dari Seoul datang, untuk menyusul kepala peneliti yang memang berangkat lebih dulu.

“Seung Hyun_ssi apa tidak sebaiknya kita pulang saja? Kita sudah lima hari menyusuri pegunungan Himalaya, tapi keberadaan Kyuhyun_ssi belum juga kita temukan.” ucapan salah satu tim exspedisi membuat namja yang memimpin pemberangkatan tim tersebut berhenti.

“Jika kalian ingin pulang, pulang saja. Aku akan tetap mencarinya juga bunga itu.” Seung hyun nampak menatap tajam pada orang di belakangnya lalu kembali berjalan, yang lain nampak menghelah nafas lemas, semenjak wakil kepala tim exspedisi meninggal. Entah itu Seung hyun ataupun Kyuhyun, keduanya nampak terobsesi mencari keberadaan bunga keabadian yang tumbuh di lembah Himalaya, keduanya seolah bersaing mendapatkan bunga tersebut, bukan tanpa alasan keduanya seperti itu, berita tentang tidak di temukannya jenazah Hyunmie membuat anggota tim berspekulasi jika keduanya menyembunyikan jasad Hyunmie untuk di hidupkan kembali menggunakan bunga yang bahkan keberadaannya sangat sulit di temukan, bahkan masyarakat Tibet menganggap bunga itu hanya mitos belaka. Tapi Kyuhyun dan Seung hyun punya keyakinan jika bunga itu ada.

=====

Lolongan Serigala masih saling sahut menyahut, membuat langkah seorang biksu yang tak lain adalah biksu Hua semakin mantap, lolongan itu benar-benar memberitahukan keberadaan putrinya Xue Lian. Setelah mendengar pengakuan Yeti beberapa jam lalu, biksua Hua bergegas meninggalkan kuil demi menyusul Xue Lian. Biksu Hua harus membawa Xue lian ke sebuah sumber mata air bernama Shang, sebelum hal buruk terjadi pada Xue lian yang berarti sama saja membunuh mahluk apapun yang ada di lembah pegunungan Himalaya pelan-pelan.

“Kumohon jangan lepaskan putriku…” gumam biksua Hua, sambil tetap berjalan, langkahnya terhenti ketika dua ekor Yeti menghadangnya.

“Tian shan Xue lian shangfhaluxian, Hua jimhae.” ucapan Yeti itu membuat biksu Hua semakin panik, tanpa menunggu lama, biksu Hua mengikuti sarang Yeti untuk menggendongnya. Dan dengan sekali lompatan Yeti membawa biksu Hua 20 kali lipat lebih cepat menuju Xue lian.

***

Tenda itu nampak masih bersinar terang, Fei dan Gian juga beberapa ekor Serigala lain nampak memutari tenda sejak tadi. Ini sudah berlangsung berjam-jam tapi Kyuhyun dan Xue lian masih terus berbagi energi kehidupan melalu sentuhan dan ciuman, hanya itu tidak lebih. Hebatnya Kyuhyun seolah tidak merasakan waktu yang berjalan, terlalu fokus dengan sentuhan yang entah sejak kapan membuat hatinya terasa hangat, sesekali Kyuhyun membuka matanya melihat rambut Xue lian yang kembali menghitam, tapi ketika Kyuhyun melepas tautan bibirnya untuk mengambil nafas, rambut Xue lian kembali menjadi coklat, tatapan mata sendu Xue Lian membuat Kyuhyun kembali tenggelam dalam tautan panjang serta sentuhan hangat yang merayap di punggungnya. Kyuhyun bahkan seolah lupa dengan tujuannya datang ke pegunungan Himalaya, seperti candu yang sudah lama ia lupakan, Kyuhyun tidak sanggup menghentikan bibir dan tangannya untuk merayap pada tubuh rapuh di dalam pelukannya. Candu yang ia rasakan dari wanita yang amat sangat ia cinta dulu, Park Hyunmie.

Kyuhyun kembali melepas tautan bibirnya, lalu kembali menatap mata sendu yang kini pemiliknya tengah ada di bawah kurungan tubuhnya.

“Xue Lian… Apa yang harus aku lakukan? Agar kau tidak kesakitan?” Xue lian tertegun, rasa sakit ketika Kyuhyun melepas tautan bibirnya sama saja dengan menarik semua energi kehidupannya. Sejak tadi Xue lian berusaha menyembunyikannya, ia tidak ingin Kyuhyun melakukan semua karena terpaksa. Tapi jauh dari perkiraan ternyata Kyuhyun tahu rasa sakit yang Xue lian rasakan.

“Hanya terus seperti ini Kyuhyun gege, tidak lama lagi ayah akan datang. Sebelum itu tolong aku…” gumam Xue lian pelan lalu menangkup wajah Kyuhyun, menarik wajah itu agar tenggelam kembali dalam ciuman panjang yang membuat tenda kembali bersinar kehijauan. Kyuhyun kembali melepas tautannya lalu menatap Xue lian lekat-lekat.

“Jika akhirnya seperti ini, kenapa kau memberi energi kehidupanmu padaku?” tanya Kyuhyun sendu, Xue lian nampak mengerutkan keningnya, rasa sakit di tubuhnya serta dingin kembali merambat di sekujur tubuhnya, Xue Lian kembali menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

“Jika tidak begitu kita akan mati bersama… Tapi jika aku memberikannya padamu, kau bisa menolongku.” Kyuhyun tertegun bisikan lemah di telinganya membuat Kyuhyun semakin mempererat pelukannya. Setelah perjalanan yang cukup panjang, biksu Hua menemukan cahaya hijau, yang bisa di pastikan adalah cahaya kehidupan Xue Lian. Perjalanan empat hari dilakukan hanya setengah hari, mengingat Yeti tidak berhenti sama sekali. Setelah sampai di depan tenda para Serigala nampak mundur beberapa langkah, hanya Fei dan Gian yang maju lalu menatap Biksu Hua sendu. Seolah mengerti Biksu Hua berjongkok lalu mengamati beberapa bunga yang tumbuh di sekitar tenda. Tanpa menunggu lama Biksu Hua mencabut tumbuhan tersebut lalu memasukannya dalam keranjang.

Setelah mencabutnya, Biksu Hua maju kedepan tenda.

“Xue Lian… Apa kau baik-baik saja?” pertanyaan biksu Hua membuat sinar kehijauan dari tenda hilang, Kyuhyun melepas tautannya dari Xue Lian, dengan gerak cepat, Kyuhyun mengenakan kembali pakaiannya. Sedikit ragu juga menelan ludah, Kyuhyun juga mengenakan pakaian Xue lian lalu menuntun Xue lian keluar tenda.

“Biksu Hua?” ucap Kyuhyun cemas, Biksu Hua langsung menatap Xue lian sendu. Beberapa ekor Yeti tiba-tiba mendekat kearah Kyuhyun dan Xue lian, Kyuhyun yang baru pertama kali melihat mahluk putih raksasa itu, sedikit ketakutan.

“Tidak perlu takut, mereka hanya ingin mengantarkan kita. Xue lian harus di sembuhkan, berendam di mata air Shang adalah caranya. Tapi mata air itu cukup jauh, jadi kita perlu Yeti untuk mengantar sampai sana.” sekali lagi Kyuhyun tertegun, menatap Yeti penuh takjub juga takut. Kyuhyun tidak menyangka mahluk mitos itu benar-benar ada di hadapannya, antara percaya tidak percaya Kyuhyun naik ke atas punggung salah satu Yeti di hadapannya, biksu Hua dan Xue Lian sendiri sudah ada di gendongan Yeti lain, tanpa menunggu lama para Yeti mulai melompat dari satu tebing ke tebing, sedangkan para Serigala kembali melolong dan mulai berlari mengikuti para Yeti, berbeda dengan Fei dan Gian yang tetap berjaga di depan tenda.

Kyuhyun merasakan tubuhnya terguncang berulang kali, sesekali Kyuhyun memejamkan mata ketika tak sengaja menatap kebawah tebing. Benar-benar berbahaya jika ia terjatuh, Kyuhyun mempererat pegangannya, sekarang rasa takutnya bukanlah pada Yeti, tapi pada curamnya tebing yang kini tengah di lompati para Yeti.

Sekitar satu jam akhirnya para Yeti berhenti di depan sebuah mulut goa, ketiganya langsung diturunkan, tanpa pamit terlebih dulu para Yeti langsung pergi begitu saja. Dapat di maklumi, tempat yang mereka tuju adalah goa yang sering memakan para Yeti. Monster yang lebih besar dari para Yeti adalah penunggu mata air Shang.

“Kyuhyun, tolong bantu aku memapah Xue Lian.” ucap Biksu Hua membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya yang sejak tadi terkagum-kagum dengan ornamen goa yang sangat lembab. Dengan cekatan Kyuhyun merangkul tubuh Xue Lian, sedangkan biksu Hua nampak bersila lalu mengeluarkan lonceng kecil serta bunga yang sempat ia ambil tadi. Kyuhyun membulatkan matanya, ketika melihat bunga yang biksu Hua keluarkan dari keranjangnya. Bunga yang selama ini dia cari.

Biksu Hua nampak menggoyangkan lonceng kecil yang ia pegang, membuat bunga yang ada di hadapannya menyala kehijauan. Goa bergoncang membuat Kyuhyun dan Xue lian terduduk di samping biksu Hua, saat itulah dari arah goa keluar seekor naga berwarna putih, Kyuhyun bahkan sampai menahan nafas karena terkejut.

“Jangan lari. Dia akan memakanmu jika kau lari.” ucap biksu Hua ketika melihat Kyuhyun yang bermaksud untuk berdiri, Kyuhyun menelan salivanya lalu kembali merangkul Xue lian erat-erat.

“Ada apa kau memanggilku?” tanya sang naga pada biksu Hua, biksu Hua langsung menyerahkan bunga di hadapannya, dalam hitungan detik lidah sang naga menjilat bunga tersebut lalu berbalik masuk. Kyuhyun nampak kecewa ketika bunga itu lenyap.

“Kajja kita masuk, Xue Lian harus segera di obati.” ucap biksu Hua berdiri lalu berjalan lebih dulu, Kyuhyun ingin bertanya, tapi melihat wajah Xue lian semakin pucat, Kyuhyun mengurungkan niatnya terlebih dahulu.

TBC

Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. Lee eunhyun

     /  Juni 7, 2013

    Bakalan sembuh ga ya xue lian Bakalan sembuh ga ya xue lian Bakalan sembuh ga ya xue lian Bakalan sembuh ga ya xue lian nya?’
    next p

    Balas
  2. ingga

     /  Oktober 18, 2013

    Astagaaaaaaa, critany smakin mnarik aj nih.. Seruuuuu skligus sedih.. Tryt bunga itu brasal dr darah xue lian?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: