FF Series//Soulflower(Tian shan xue lian)

581780_550916618272394_1742676392_n

Autor:YJK

Tittle:Soulflower(Tian shan xue lian)

cast:Cho Kyuhyun, Park hyunmie, Xue lian.

Cameo:Choi seung Hyun

gender:fantasy, romantis.

Leght:Tow shoot

Rating:17+

Annyeong autor harap FF ini menang hehehe. Ini asli pemikiranku. Terinspirasi dari sebuah bunga yang hidup di puncak gunung Himalaya.

Summary

‘jika jiwaku bisa membuat kau bahagia. Maka ambilah jiwaku untuknya’

Story beginning

Angin terus berhembus kencang siang itu. Sebentar lagi badai salju akan datang menghantam pegunungan tinggi Himalaya. Tapi tidak menyurutkan langkah seorang pria berperawakan tinggi tegap. Dengan wajah bak vampir Eropa, yang berjalan tanpa jeda. Sesekali mata tajamnya menjelajah ke tebing-tebing yang ia lewati. Pria itu seperti mencari sesuatu. Penjelajahan itu sudah di lakukan sekitar satu minggu. Pria itu seolah tidak peduli dengan persediaan makanan yang mulai menipis di ranselnya. Pikirannya terlalu fokus mencari apa yang menjadi ambisinya mendatangi pegunungan Himalaya. Tanpa berpikir bagaimana ia pulang, kalaupun apa yang ia cari di ketemukan. Sesaat pria itu berhenti meraup salju yang menempel di tebing. Perlahan menghembuskan nafasnya ke salju yang ada di genggamannya hingga mencair. Lalu meneguknya cepat. Persedian air minum pria itu memang sudah sejak lama habis, jalan satu-satunya adalah meminum apa yang bisa di minum. ‘darurat’ apapun bisa di manfaatkan.

Merasa cukup. Pria itu melanjutkan perjalanannya, tanpa menyadari bahaya terbesar menantinya di depan sana dalam satu jam kedepan.

@kuil Tian shan

Sekitar 1 KM kedepan tepatnya di lembah salah satu pegunungan Himalaya. Seorang wanita muda berlari kesana kemari bersama beberapa Srigala pegunungan. Kegiatan rutin yang wanita itu lakukan sebelum badai datang. Melatih para Srigala pegunungan agar siap berkeliling nantinya. Biksu Hua tersenyum tipis melihat putrinya yang selalu semangat menjelang badai.

“Mungkin saja ada calon teman yang bisa aku temui nantinya.” kata-kata itu melintas di pikiran Biksu Hua. Mengingat putrinya memang tak pernah berinteraksi dengan manusia lain selain dirinya.

“Fei, Gian ayo masuk. Badai sepertinya akan datang.” Teriak wanita itu pada kedua Srigala pegunungan yang tadi ia latih. Melihat angin yang semakin kencang dari arah Barat. Dengan cepat kedua Srigala itu masuk kedalam Kuil mengikuti wanita itu.

“Xue Lian! Apa kau sudah menyiapkan keperluanmu nanti?” biksua Hua bertanya pada Xue lian putrinya yang sedang asik mengelus Fei dan Gian. Gadis muda itu mengangguk kecil, menjawab pertanyaan ayahnya. Biksu Hua mengangguk lalu masuk ke Wihara bermaksud memanjatkan doa agar siapapun yang ada di luar sana sekarang bisa selamat dari amukan badai salju Himalaya. Angin dari barat bertiup semakin kencang, badai benar-benar siap mengamuk di lembah pegunungan Himalaya. Xue Lian bergegas menambah beberapa kayu kering untuk di masukkan kedalam perapian. Kedua ekor Srigala di sampingnya, seolah ketakutan, dengan menutup mata dan semakin merapat ke perapian. Xue Lian yang melihat itu malah terkekeh geli. Fei dan Gian justru terlihat lucu dengan posisi mereka sekarang.

“Eoh, kalian benar-benar takut? Jah mendekatlah kemari.” perintah Xue Lian tidak perlu di ulang dua kali. Dua Srigala itu langsung merapat ke arah Xue Lian. ‘Hangat’ Xue Lian memang disukai para Srigala, ah atau mungkin oleh semua mahluk di lembah ini. Xue Lian tak pernah mengeluh kedinginan, suhu tubuhnya yang hangat tidak pernah terpengaruh oleh cuaca apapun. Itulah salah satu penyebab Fei dan Gian bertahan di kuil. Bukan hanya karena hutang budi di selamatkan Xue Lian saja. Tapi perhatian Xue Lian pada kedua Srigala itulah yang membuat mereka enggan pergi. Bahkan jika cuaca bersahabat, beberapa binatang lain pasti datang kekuil. Entah itu untuk bermain ataupun meminta makan. Tapi walaupun Xue Lian selalu ceria. Ada kalanya dia kesepian karena tidak punya teman lain dari jenis yang sama dengannya-manusia-.

***

Badai sudah berlangsung selama 1 jam lamanya. Pria bak vampir Eropa yang sejak tadi terus berjalan itu akhirnya tumbang. Tubuhnya sudah mengigil tidak karuan, perutnya yang kosong semakin membuat daya tahan tubuhnya turun drastis.

‘Apa aku akan mati? Terkubur salju Himalaya? Apa ini lebih baik? Hyunmie_ah sepertinya aku akan menyusulmu.’ pria itu bergumam dalam hati. Sebelum benar-benar menutup matanya yang sudah mulai tertimbun badai salju. Pria itu berjalan kebinggungan, seingatnya dia sedang sekarat di lembah pegunungan Himalaya. Tapi sekarang dia malah terduduk di sebuah kursi. Di taman tempat favoritnya dulu bersama yeoja chingunya. Park Hyunmie. Tempat ini terasa hangat, berbeda dengan tempat tadi dia terbujur kaku. Karena di selimuti salju lebat.

“Oppa. . .” kata-kata itu sukses membuat Pria itu berbalik menatap arah suara itu.

“Hyunmie. . .” ucap pria itu tidak kalah lirih. Ketika melihat siapa yang mendekat kearahnya dan duduk di sampingnya.

“Banggun oppa. Belum saatnya oppa disini.” ucapan gadis itu sambil mengelus lembut pipi pria di hadapannya. diiringi isakan kecil, pria itu menggeleng kecil.

“Aku ingin bersamamu disini. Apa yang kulakukan sejauh ini adalah untuk bisa bertemu denganmu.” ucapan pria itu membuat Hyunmie terdiam menatap kekasihnya sendu.

“Oppa harus menyelesaikan apa yang oppa mulai. Dengan begitu, oppa bisa hidup tenang dan bahagia. Jadi ku mohon bangunlah. Aku menunggumu.” setelah mengatakan hal itu. Perlahan Hyunmie menghilang dari hadapan pria itu.

“Saranghae Kyuhyun oppa.” hilang. Hyunmie tidak terlihat lagi bahkan yang pria itu rasakan sekarang hanya kegelapan. Taman tadi seolah menghilang entah kemana.

¤¤¤

Badai akhirnya berhenti. 2 jam badai menerjang lembah di pegunungan Himalaya. Xue Lian nampak bersiap-siap dengan Fei dan Gian. Keranjang berisi perlengkapanpun sudah bersandar di punggungnya.

“Apa kau mau berangkat sekarang?” biksu Hua bertanya pada Xue Lian, Setelah melihat putrinya itu memberi hormat padanya.

“Iya ayah. Jika terlalu lama takut ada yang meninggal nanti.” ucapan Xue Lian kembali membuat biksu Hua tersenyum. Putrinya selalu saja berharap begitu. Walaupun sudah berulang-ulang menelan kekecewaan.

“Baiklah. Hati-hati di jalan. Jika tak bisa panggil monster salju itu untuk menolongmu.” senyuman tertarik diwajah Xue Lian. Lalu mengangguk kecil.

Xue Lian pamit pergi. Fei dan Gian sudah berlari duluan di depan Xue Lian. Sepertinya kedua srigala itu juga semangat seperti pemiliknya.

Xue Lian mulai memasuki setiap lembah dan cela-cela kecil yang mungkin di lewati manusia. Fei dan Gian mulai melolong seolah memanggil kawanan mereka. Agar lebih cepat menyelesaikan penyisiran di lembah Himalaya ini. Beberapa menit kemudian sekitar 5 ekor Srigala mendekat kearah Xue Lian, Fei dan Gian. Entah apa yang sedang di bicarakan para Srigala itu. Tapi ketika selesai 5 ekor Srigala tadi langsung menyebar. Fei dan Gian sesaat menatap Xue Lian, mengerti kedua Srigala itu sedang meminta izin. Xue Lian mengangguk pelan, Fei dan Gian langsung berlari meninggalkan Xue Lian sendirian. Xue Lian perlahan menangkupkan kedua tangannya di depan dada, perlahan matanya terpejam.

“Tuhan aku tau doaku kali ini tidak baik. Tapi aku mohon, beri aku kesempatan untuk menolong seseorang di lembah ini. Aku ingin mengenal ciptaanmu yang lain tuhan.” setelah mengucapkan hal itu Xue Lian mulai berjalan sambil tangannya menusuk-nusukan bambu kecil di setiap gundukan salju yang ia lewati.

Sekitar setengah jam. Para Srigala melolong bersahut-sahutan. Exspresi Xue Lian tidak bisa di artikan. Gadis itu berlari secepat ia bisa kearah lolongan para Srigala. Dan ketika sampai di sebuah gundukan. Xue Lian melihat lima ekor Srigala yang mengais-ngais salju. Sedang Fei dan Gian menatap Xue Lian seolah memberitahu ada seseorang yang sedang tertimbun di bawah sana. Sedikit panik Xue Lian ikut mengais-ngais gundukan salju itu. Entah kenapa air matanya keluar, antara senang, takut menjadi satu. Cukup kewalahan Xue Lian berdiri menatap kearah tebing.

“Yeti. . .kualangfha, Yeti. . . Jiangmeila.” teriakan Xue Lian sontak membuat para Srigala mundur beberapa langkah bahkan sekarang berada di belakang Xue Lian. Tak lama salju bergetar sedikit kuat. Dari atas tebing turun tiga ekor Yeti yang langsung menatap Xue Lian yang langsung menunjuk ke arah gundukan yang ia kais tadi.

“Kualangfha jiangmeila Yeti.” setelah mendengar itu, mahluk bernama Yeti itu salah satunya memasukkan tangannya kedalam gundukan salju. Sedangkan yang dua mulai mengais-ngais gundukan itu, bermaksud mempermudah Yeti yang sedang mencari seseorang yang sedang tertimbun di bawah sana. Yeti adalah monster salju Himalaya, perawakan mereka yang besar, membuat pencarian tidak berlangsung lama. Seorang pria di tarik perlahan dari timbunan salju itu.

Pria itu di letakan di hadapan Xue Lian oleh Yeti tadi. Xue Lian terdiam jantungnya berdetak keras kala ia mendekat lalu menatap wajah membeku pria di hadapannya. Sedikit ragu-ragu Xue Lian mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah pria itu. Hanya sedikit Xue Lian menyentuh wajah pria di hadapannya.

“Dingin. Apa dia masih hidup?” Xue Lian bertanya pada diri sendiri lalu menatap ketiga Yeti di hadapannya.

“Aku tidak tau harus bagaimana.” ucapan Xue Lian berubah menjadi rasa cemas, cemas karena tak bisa berbuat apa-apa.

Sedikit ragu Xue Lian menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah Pria di hadapannya. Perlahan tapi pasti aura hangat di tubuhnya ia transfer ke wajah pria tersebut. Setelah merasa mulai merenggang Xue Lian membuka mulut pria itu. Lalu menempelkan mulutnya di mulut pria tadi, mentransfer rasa hangat ke seluruh tubuh Pria itu. Seperti suatu keajaiban, ketika jantung pria itu telah membeku dan berhenti. Nafas hangat yang masuk ketubuhnya melalui mulut Xue Lian membuat kinerja jantung itu kembali. Pria itu mulai mengigil kedinginan. Membuat Xue Lian kembali menatap Yeti lalu mengangguk memberi perintah. Dengan perlahan Yeti mengangkat tubuh pria itu di atas bahunya lalu berlari kearah kuil. Xue Lian dan para Srigala menyusul dari belakang.

Xue Lian sedikit terengah-engah ketika sampai di depan kuil, begitupun dengan para Srigala lainnya. Para Yeti sedang menunggu di luar Kuil. Ketika melihat Xue Lian datang, para Yeti mengangguk hormat pada Xue Lian, lalu pergi meninggalkan kuil. Srigala selain Fei dan Gian juga pergi melanjutkan penyisirannya. Perlahan tapi pasti Xue Lian masuk kedalam Kuli. Ayahnya sedang menangani Pria tadi yang sekarang mengigil kedinginan. Xue Lian berlari kearah ayahnya lalu menatap cemas pria yang tertidur di ranjangnya.

“Ayah kenapa dia terus mengigil? Aku sudah menghangatkan tubuhnya tadi.” ucap Xue Lian cemas, biksu Hua menatap putrinya lalu kembali menatap pria di hadapannya.

“Tubuhmu dan tubuh pria ini berbeda. Kau lupa?” sesaat ucapan biksu Hua membuat Xue Lian terdiam.

“Lalu kita harus apa ayah?” ucapan Xue Lian lemas. Dia tidak ingin pria ini mati, dia orang yang pertama ia lihat setelah ayahnya. Dia teman pertamanya.

“Beri dia kehangatan yang kau beri lebih lama. Dia membutuhkan itu sekarang.” ucapan biksu Hua membuat Xue Lian berbinar lalu mengangguk cepat. Biksu Hua perlahan keluar dari kamar putrinya. Membiarkan putrinya mentransfer hawa kehidupan pada pria yang sedang sekarat itu, yang tak lain adalah Cho Kyuhyun.

Perlahan Xue Lian mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun, Xue Lian mengangkat tengkuk Kyuhyun sedikit agar mulut Kyuhyun sedikit terbuka, bibir Xue Lian menempel di bibir Kyuhyun. Energi kehidupan masuk kedalam tubuh Kyuhyun secara perlahan. Kyuhyun merasakan tubuhnya menghangat, rasanya tubuhnya seperti berendam di air hangat, lambat laun Kyuhyun membuka matanya, menyadari sebuah bibir menempel di bibirnya mata Kyuhyun membulat sempurna dan dengan kasar mendorong Xue Lian yang masih mentransfer energi kehidupan pada tubuh Kyuhyun hingga terduduk di lantai.

“Apa yang kau lakukan?” bentak Kyuhyun kuat-kuat membuat biksu Hua yang menunggu di luar langsung masuk ke dalam. Melihat putrinya terduduk terpaku di lantai, biksu Hua langsung membantu Xue Lian berdiri.

“Kau baik-baik saja?” tanya biksu Hua pelan, Xue Lian mengangguk pelan lalu kembali menatap Kyuhyun sedih.

“Maaf jika putriku bersikap lancang padamu, tapi dia hanya memberi energi kehidupannya padamu yang tadi sekarat tertimbun salju.” walaupun tidak terlalu mengerti bahasa biksu Hua Kyuhyun tahu kalau wanita di hadapannyalah yang menyelamatkannya.

“Dhabuji. Aku kira dia berbuat tidak baik padaku.” ucap Kyuhyun pelan. Xue Lian masih terlihat binggung dengan perlakuan Kyuhyun. perlahan Xue lian keluar dari kamarnya lalu bermain kembali dengan Fei dan Gian. Biksu Hua hanya menghelah nafas lemas. Selama ini Xue Lian tidak pernah di perlakukan dengan kasar, tapi ketika dia berharap punya teman, orang yang dia harapkan malam berbuat kasar padanya.

“Tadi biksu bilang putri biksu memberikan energi kehidupan padaku? Apa maksudnya” pertanyaan Kyuhyun membuat biksu Hua duduk di samping Kyuhyun.

“Putriku punya kelebihan, dia bisa menyembuhkan orang sakit. Bahkan orang sekarat saja bisa sembuh seketika oleh putriku.” ucapan biksu Hua membuat Kyuhyun menggerutkan keningnya binggung, tapi tidak berapa lama rasa bersalah muncul di hatinya.

“Biksu? Apa putri anda benar-benar marah padaku?” tanya Kyuhyun pelan, biksu Hua menggelengkan kepalanya lalu menatap Xue Lian yang berkejaran dengan Fei dan Gian.

“Putriku tidak marah, hanya dia tidak pernah di kasari sebelumnya. Mungkin tidak terbiasa.” ucapan biksu Hua membuat Kyuhyun semakin bersalah. Perlahan Kyuhyun melangkah keluar dari kuil lalu mendekat kearah Xue Lian.

“Xie-xie.” ucapan Kyuhyun membuat Xue lian menghentikan langkahnya, perlahan berbalik menatap Kyuhyun.

“Dhabuji. Aku tidak tahu kau akan marah padaku, jika aku memberikan aura kehidupanku padamu.” ucap Xue lian pelan sambil menunduk, membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah.

“Bukan kau yang salah. Aku saja yang tidak tahu apa yang kau lakukan tadi, dhabuji, aku sudah berbuat kasar padamu.” kali ini Kyuhyun yang membungkuk minta maaf.

“Jadi, bolehkah kita jadi teman?”

“Ye? Ah tentu saja, kau sudah menolongku.” ucap Kyuhyun pelan. Xue Lian melonjak kegirangan lalu memeluk Kyuhyun erat-erat. Membuat Kyuhyun tertegun kaget. Xue Lian melepas pelukannya lalu kembali berkejaran bersama Fei dan Gian, membiarkan Kyuhyun yang masih diam mematung.

TBC

Tinggalkan komentar

3 Komentar

  1. Lee eunhyun

     /  Juni 7, 2013

    Agak ribet pas ngeja nama cast china/mandari nya..
    Tpi cerita nya seru eonni palagi rating nya(?)#PLAKK
    Next part!

    Balas
  2. ingga

     /  Oktober 18, 2013

    Hyemin udh mninggal ta? Krn apa? Trs kyu tu smpe ke gunung himalaya mw cri apa? Ssuatu yg bs bwt hyemie hdup lg? Si xue lian tu mnusia jg? Knp tmn2ny monster2 gt. Hehehe.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: