FICLET//BECAUSE OF MELO//REQ

autor:YJK

cast:Han jaerin,Park jung soo

gender:romantis,life school

leght:DRABBLE

Rating:15+

Np:follow twitter autor^^@kyunie407

annyeong hehehe ketemu lagi sama kali ini FF requestan..

But happy reading

dont copas. .

Dont plagiator. .

Dont bash beacause this just fiction and this one only KYUHYUN IS MINE😄. . . . .

STORY BEGENING

Namja itu terus berlarian di taman kota Seoul, seekor anjing pom berwarna hitam bercampur pirang, mengikutinya kemanapun. Sesekali namja itu meneriakan sebuah nama, menandakan pemilik nama tersebut sedang menghilang.

“Melo, eodiga?” ucap namja itu lemas, nafasnya sedikit terengah-engah. Sedangkan anjing Pom tadi mengeluarkan suara lembut. Menandakan anjing itu juga ikut sedih, karena Melo yang menghilang.

“Kkomming eottokhe? Melo masih terlalu kecil. Dia pasti ketakutan.” ucap namja itu sedih, mengajak bicara anjing Pom di sampingnya yang juga sama-sama sedih. Karena menghilangnya Melo, teman barunya.

Jong woon. Namja itu melangkah lemas menuju cafenya. Cafe yang belum lama ini ia bukan bersama saengnya, Jong jin.

“Otte hyung Melo di temukan? Kenapa kau pulang hanya dengan Kkomming saja?” tanya Jong jin setelah Jong woon sampai di cafe. Jong woon menggeleng lemas lalu menghentak-hentakan kakinya frustasi.

“AGRH. Ottkhe?” dengus Jong woon sambil terduduk menunduk di salah satu kursi cafe.

“Akukan sudah bilang Hyung. Jangan di lepas dulu, dia beda dengan Kkomming yang memang sudah mengenal daerah sini.” ucapan Jong jin bukan membuat Jong woon tenang. Tapi malah membuatnya semakin frustasi sekarang, Jong woon meremas rambutnya dengan kedua tangannya. Terlalu sedih Mengingat Jong woon sudah mulai begitu menyayangi Melo.

Tak lama seseorang masuk kedalam cafe. Ditangannya sekarang terlihat seekor anjing Pom putih kecil yang sedikit ketakutan.

“Annyeonghaseyo. Apakah disini ada yang kehilangan seekor anjing Pom?” ucapan yeoja yang baru saja masuk itu sontak membuat Jong woon reflek menatap asal suara. Matanya membulat sempurna ketika menatap yeoja di hadapannya sekarang.

“Ka. . .kau?” gumam Jong woon tergagap.

“Sudah lama tidak bertemu denganmu oppa.” ucap yeoja tersebut sambil tersenyum lembut, seolah mereka sangat dekat, Dulu.

“Ah ige, apa ini anjing kecil ini punyamu oppa?” tanya yeoja itu sambil menunjuk anjing putih di pangkuannya. Jong woon hanya mengangguk lemah, tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan yeoja yang begitu banyak memberikan semangat untuknya, walaupun tidak secara langsung. Jong woon perlahan mengambil Melo dari pangkuan yeoja tersebut.

“Gomawo Park Ha Ni kau sudah mengantarnya kemari.” ucap Jong woon pelan. Hani tersenyum tipis lalu menatap Melo dan mengelusnya pelan.

“Sepertinya aku harus berterimakasih pada anjing kecil ini. Menemukannya sama dengan menemukan jarum di dalam jerami. Bukan susah mencari anjing kecilnya tapi pemiliknya.” ucapan Ha ni membuat Jong woon semakin menunduk.

“Wae? Merasa bersalah menghilang begitu saja tanpa kabar?” Skakmat. Jong woon tidak bisa bicara apapun lagi. Menjawab ‘iya’ saja sepertinya sulit.

“Lima tahun. Apa itu belum cukup oppa? Kau tau aku kebinggungan mencari informasi di Jepang, yang kutahu kau sudah kembali lagi ke Seoul beberapa bulan lalu.” ucap Ha Ni lemas, rasanya lelah sekali mencari orang. Yang tidak ingin di temukan.

“Mian. Aku hanya merasa apa yang ayahmu katakan benar. Aku hanya namja miskin yang aneh dan suka membawa kura-kura kemanapun. Aku merasa tidak pantas untukmu.” HaNi menghelah nafas lemas tapi kemudian tersenyum tipis.

“Lima tahun, aku bilang cukupkan? Untuk mengatakan pada appa kalau oppa tidak begitu? Kim Jong Woon sekarang, adalah pemuda sukses yang mandiri. Berdiri di atas kaki sendiri.” Jong woon menatap Hani nanar. Bolehkah ia kembali? Setelah lima tahun meninggalkan yeoja cantik di hadapannya?.

“Tapi keanehanku semakin parah, jika dulu aku selalu membawa kura-kura. Kali ini dua anjing Pom ini juga selalu ikut kemanapun aku pergi.” gumam Jong woon pelan. Hani terkekeh geli di akui memang kebiasaan itu tidak hilang dari sosok Kim Jong woon. Tapi baginya semua itu bukanlah keanehan. Hanya salahsatu cara Jong woon menghilangkan rasa jenuhnya.

“Gwenchanayo. Kalau nanti oppa ingin memelihara monyet sekalipun aku tidak keberatan.” ucapan Hani membuat sebuah senyuman tertarik di wajah Jong woon. Perlahan Jong woon meletakan Melo di atas meja dan secepat kilat memeluk Hani erat-erat.

Melo yang melihat adegan itu hanya terdiam sedih.

‘Apa aku akan sangat jarang di peluk nanti, eonni ini menempel kuat pada oppa.’ iya kira-kira begitulah isi hati Melo. Anjing Pom kecil berwarna putih milik Kim Jong Woon.

‘berterimakasihlah padaku.’ protes Melo.

END

WKWKWKWK MIAN YANG INI G ROMANTIS sama sekali. Entahlah feel g dapet kalau romantisan sama yesung oppa.=,= bahkan nentuin cerita yang cocok aja dari pagi g nemu-nemu. .

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. seru kok eonnie ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: