FF KIRIMAN//The Heart’s Bodyguard (sequel)

Tittle : The Heart’s Bodyguard (sequel)
Author : Pyuchan/Chinchan.
Genre : Sad, Romance, Comedy.
Rating : ?
Cast : Park Hyunmie
Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Shin Jong Wook
Choi AeRin
Note : Aku senang sekali dengan respon yang aku baca dari readers, dan aku sempat menge-like beberapa coment dari readers. Dan karena banyak yang minta sequel, jadi author buatkan. Aku juga merasa cerita ini masih gantung. Karena saat permulaan aku ingin ceritanya itu ampae Hyunmie bener-bener bahagia dengan cintanya tapi entah kenapa tiba-tiba nich cerita berubah jadi begini. Hehehe (Nyengir). Maaf juga kalau seandainya sequelnya agak gaje, dan ngebosenin.

Aku tahu kamu selalu ada di sampingku, tapi aku ‘tak menyadari cintamu yang begitu besar untukku.
Kau selalu tahu segalanya tentangku namun, betapa bodohnya aku ‘tak tahu sedikitpun tentang hatimu yang terluka karena diriku.
Kamu selalu ada di saat ku di sumur yang paling dalam dan menakutkan, tapi betapa jahatnya diriku, yang ‘tak pernah di sisimu ketika kau berada dalam lubang yang lebih menakutkan.
-Kyuhyun-
The Story is Begin.
Seorang pemuda tampan, berkulit dan berpostur tinggi sedang melangkahkan kakinya menjauh dari sebuah gedung yang sangat besar. Pandangannya lurus ke depan tapi entah apa yang ia lihat? Tatapannya begitu kosong.
Pemuda itu menghentikan langkahnya sejenak dan kemudian menengok ke belakang. Menatap gedung tinggi dengan mata yang nanar. “Hyunmie-ya, apa yang harus aku lakukan tanpamu?” Ya, pemuda itu adalah Kyuhyun.
Kyuhyun begitu syock saat melepas Hyunmie ke samping namja lain. Entah apa yang dirasakan Kyuhyun, yang ia tahu dada kirinya begitu sesak, seolah-olah ia telah kehilangan oksigen. Dia merasa langit yang berada di atas kepalanya itu akan runtuh.
“Hyunmie-ya….kenapa begitu sesak? Kenapa rasanya begitu sakit? Hyunmie-ya…. Tolong aku…” Kyuhyun menitikkan air matanya.
Para mahasiswa yang melihatnya seolah ‘tak percaya, ‘tak percaya bahwa seorang Cho Kyuhyun memiliki air mata, ‘tak percaya bahwa namja yang begitu di takuti di seluruh Kyunghee University itu menitikkan air mata.
Kyuhyun kembali menatap ke depan, melangkahkan kakinya dengan gontai seakan ia tidak memiliki kekuatan untuk menopang berat tubuhnya sendiri itu.

@AirPort.
Hyunmie duduk di sebelah namja tampan yang tersenyum dan menampakkan lesung pipitnya yang manis itu, namja itu adalah Siwon. Namja yang telah menyusun hati Hyunmie yang telah menjadi puing-puing reruntuhan karena cintanya pada Kyuhyun yang begitu besar.
Siwon memandang Hyunmie yang sedang menatap ke depan dengan tatapan matanya yang kosong. Siwon tahu apa yang sedang Hyunmie pikirkan.
“Kau ingin membatalkannya?” tanya Siwon sambil menatap ke depan sama seperti Hyunmie.
“Mwo?” Hyunmie dedikit terkejut dengan pertanyaan Siwon tadi.
“Aku tahu kau sedang memikirkan namja itukan?” Siwon menundukkan kepalanya untuk menyimpan kesedihannya itu.
“Hem.” Hyunmie mengangguk, dan jelas saja itu membuat hati Siwon sedikit sakit. “Aku memikirkannya, apa jadinya dia tanpa aku? Dia selalu seenaknya sendiri dan ‘tak pernah mengurus dirinya, yang ia tahu hanyalah merengek padaku.” Hyunmie tersenyum kecut sambil memandang kakinya yang ia ayun-ayunkan itu.
“Kalu kau memang ingin kembali, kembalilah!” Siwon masih menunduk, meyembunyikan kesedihannya.
“Oppa….” Hyunmie memandang Siwon yang berada di samping kanannya dan sedang meundukkan wajahnya itu. “Oppa kau cemburu?” Hyunmie bertanya dengan suara Lirih penuh selidik.
“Mwo?” Dengan secepat kilat Siwon menegakkan kepalanya dan menatap Hyunmie yang juga sedang menatapnya.
“Apa oppa cemburu saat aku memikirkan Kyuhyun?” Goda Hyunmie.
“Ne.” Jawab Siwon dengan tegas. “Namja mana yang ‘tak cemburu ketika yeoja yang ia cintai dan yang akan segera menikah dengannya sedang memikirkan seorang namja yang pernah sangat ia cintai dan cinta pertamanya.” Siwon cemberut dan menggembungkan pipinya.
“Aigoo…oppa, ternyata selain romantis kau juga bisa manja seperti ini ya.” Hyunmie mencubit pipi Siwon yang menggembung itu sambil terkekeh.
“Ya….. appo..” Siwon mencoba menyingkirkan tangan Hyunmie yang mencubit pipinya itu.
“Hya…. Kalian membuat kami iri.” Kata yeoja paruh baya namun masih tetap cantik dengan mantel yang ia kenakan saat ini. Di samping kirinya ada suami tercinta yang selalu setia berada di sampingnya dan melingkarkan tangan kanannya di pinggang yoja cantik itu.
Hyunmie membenahi posisinya, ia merasa malu bila terlihat bermesraan di depan dua orang paruh baya itu yang notabennya adalah calon mertuanya itu.
“Hya… Hyunmie-ya, kenapa pipimu memerah?” Goda Siwon kepada Hyunmie yang tiba-tiba salah tingkah.
“Oppa….” Hyunmie mendorong dada Siwon.
“Siwon, jangan goda Hyunmie terus. Jah, pesawat kita sebentar lagi akan takeoff, jadi kajja!” Kali ini appa Siwon angkat bicara. Appa Siwon yang masih terlihat begitu tampan dan gagah dengan bekas-bekas kejayaan di masa mudanya dulu yang masih melekat pada dirinya yang notabennya sudah memasuki kepala lima itu.
“Kajja!” Siwon menggandeng tangan Hyunmie agar mereka ‘tak terpisah di kerumunan orang-orang yang banyak itu.

@In Pesawat.
“Kau kenapa?” Tanya Siwon pada Hyunmie yang masih memandang ke eomma dan appa Siwon yang sedang duduk di seberang tempat duduk mereka berdua.
“Sekarang aku tahu kenapa kau selalu bisa bersikap romantis.” Kata Hyunmie mengalihkan padangannya dari orang tua Siwon menuju Siwon.
“Nde?” Siwon bingung dengan ucapan Hyunmie.
Hyunmie kembali memandang orang tua Siwon yang masih bermesraan di tampat duduk mereka berdua.
“Kau ingin seperti mereka?” Goda Siwon dengan pandangan yang seduktif mungkin pada manik mata Hyunmie.
“Andwae!” Tolak Hyunmie sambil menutupi wajahnya dengan majalah yang sejak tadi di pegang oleh Siwon untuk menutupi pipinya yang memerah.
“Para penumpang yan terhormat, pesawat akan takeoff dalam waktu lima menit lagi.” Suara pramugari terdengar dari loudspeaker.
“Hyunmie-ya pesawat akan takeoff lima menit lagi.” Lirih Siwon pada Hyunmie yang masih menutupi wajahnya dengan majalah tadi.
“Ne, aku dengar oppa.” kata Hyunmie di balik majalah itu.
“Are you sure to take this choise? You can go from here and came back to Kyuhyun if you do it now.”
“Oppa…” Hyunmie membuka majalah yang menutup wajahnya itu dan menatap Siwon yang sedang menundukkan wajahnya itu, menandakan dia sedang menahan kesedihan di hatinya.
Hyunmie meraih pipi Siwon, membuatnya Siwon memandang manik matanya. “Oppa,I choose you, you are my Heart’s Bodyguard. Kau yang telah menata puing-puing hatiku yang telah berantakan oppa.” Hyunmie menempelkan keningnya pada Siwon.
“Kamu yakin?” Siwon mencoba untuk meyakinkan akan jawaban Hyunmie itu.
“Aku yakin oppa. Seyakin aku memberikan ciuman pertamaku padamu.” Kata Hyunmie masih dengan posisinya tadi, namun kali ini matanya terpejam dan pipinya menyemburatkan warna pink merona. Menambah kecantikannya di mata Siwon.
“Your First Kiss?”
Hyunmie mengangguk dengan matanya yang masih terpejam. Siwon membelai rambut Hyunmie, dengan perlahan mendekatkan bibirnya di bibir mungil Hyunmie. Merasakan kembali betapa lembut benda itu dan menyecap menisnya benda itu di hati Siwon.
“Hem Exuseme, you must use your seat belt for a safety.” Siwon dan Hyunmie melepaskan penyataun benda lembut itu kemudian tersemburat warna pink di pipi mereka masing-masing.

@Appartement Sangwoo.
Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika ia sampai di depan sebuah pintu appartement yang cukup mewah. Appartement itu di beli Kyuhyun untuk tempat tinggal Sangwoo yang pernah mengeluh bahwa appartementnya yang dulu sangat sempit untuk Sangwoo.
Sempit yang di maksud Sangwoo bukanlah sempit dalam arti luasnya melainkan sempit dalam arti harga. Kyuhyun menekan angka kode pintunya, ya Kyuhyun tahu karena dia pemilik appartement itu.
Kyuhyun terus saja masuk ke appartement itu, mencari Sangwoo untuk menjadi tempat sandarannya saat ini menggantikan Hyunmie sahabatnya itu.
“Sepatu namja? Tapi seingatku aku tidak memiliki sepatu seperti ini.” Guman Kyuhyun dalam hati ketika ia melihat sepasang sepatu namja di dekat pintu.
Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk masuk ke appartement mewah itu, “Suara Sangwoo dan siapa itu? Namja.” Guman Kyuhyun dalam hati lagi ketika ia mendengar suara Sangwoo yang sedang bercakap-cakap dengan suara namja.
Kyuhyun segera menuju dapur karena suara Sangwoo berasal dari dapur. “Apa kau mulai jatuh cinta padanya chagi?” Tanya seorang lelaki yang cukup tampan dan tinggi namun ‘tak melebihi Kyuhyun.
“Chagi?” Kyuhyun bertanya dalam hati ketika melihat lelaki yang tengah duduk berhadapan dengan yeojanya di meja makan itu.
“Mana mungkin aku jatuh cinta pada namja Pabo itu. Sebenarnya aku ingin memutuskannya, kau tahu namja yang bersama Hyunmie akhir-akhir ini? Dia lebih kaya dari pada Kyuhyun, dia adalah pewaris tunggal Choigroup. Namun sayang, dia sudah tahu siapa aku, jadinya aku susah untuk menjeratnya.” Kata Sangwoo sambil meminum orange juice di hadapannya itu.
“Kau benar-benar licik Sangwoo-ya.”
“Kalu aku ‘tak licik aku ‘tak akan mendapatkan appartement mewah untuk kita ini.” kata Sangwoo sambil tertawa terbahak-bahak.
“Lalu apa yang akan lakukan kepada Kyuhyun?”
“Apalagi kalau bukan memutuskannya setelah ia menyerahkan appartement ini?”
“Aku heran sekali kenapa ia begitu bodoh sekali? Ia memberikan appartement semewah ini kepadamu.”
“Bukan hanya appartement yang ia percayakan kepadaku. Kau tahu, dia memukul sahabat baiknya itu karena aku mengadu, datang padanya dengan baju yang ku robek sendiri sambil menangis dan mengatakan bahwa Hyumie telah memukulku. Dengan cepat ia percaya padaku.” Sangwoo tertawa puas dengan perkataannya itu.
“Jong Wook oppa kau tahu? Aku puas sekali saat Kyuhyun memukul Hyunmie di pinggir danau. Tapi kenapa Hyunmie selalu mendapatkan namja yang perfect? Yang pertama Kyuhyun dan yang kedua putra tunggal pewaris dari ChoiGruop itu. Aku benar-benar membencinya.” Dengus Sangwoo.
“Jadi yang di katakana Hyunmie selama ini tentangmu itu memang benar.” Kata Kyuhyun dengan tatapan pembunuh yang sangat mengerikan. Di sekelilingnya muncul aura hitam yang sangat mengerikan.
“Kyuhyun-ssi….” Jong Wook berdiri ketakutan ketika ia dapat merasakan aura yang sangat mengerikan itu dapat mencekik lehernya. Ya ia memiliki darah cenayan dari kakeknya sehingga ia dapat melihat aura yang keluar dari tubuh manusia.
“Kau pergi dari sini, atau ku bunuh kau!” Kata Kyuhyun dingin dengan aura yang semakin membesar seakan bersiap untuk membunuh Jong Wook.
“N..nn..neee..” Jong Woon lari dari hadapan Kyuhyun. Meninggalkan Sangwoo yang berada dalam perangkap aura pembunuh Kyuhyun.
“O..oopp..oppa…” Sangwoo bergetar ketakutan melihat Kyuhyun. Ia belum pernah melihat Kyuhyun semarah ini kepadanya.
Kyuhyun dulu sering kali melakukan ini, ketika ia belum mengenal dan memiliki Hyunmie yang sebagai pelindung hatinya menjadi sandaran hatinya. Kyuhyun selalu mengeluarkan auranya kepada siapa saja yang ingin mendekat dengannya. Tapi saat Kyuhyun mengenal Hyunmie, memiliki Hyunmie sebagai sandaran hatinya sebagai pelindung hatinya Kyuhyun hampir ‘tak penrah mengeluarkan aura itu lagi. dan Kyuhyun sudah mulai mencoba untuk berteman.
Namun sekarang Kyuhyun mengeluarkan lagi, saat Hyunmie sudah ‘tak berada di sisinya.
“Neo! BERANINYA KAU MENJAUHKAN AKU DENGAN HYUNMIE!” Bentak Kyuhyun.
“Oppa…. mianhae…” Sangwoo terduduk ketakutan merasakan tatapan Kyuhyun yang bisa membunuhnya dalam sekejap.
“Bodohnya aku ‘tak mempercayai sahabatku sendiri.” Kyuhyun tersenyum kecut pada dirinya.
“Neo! PERGI DARI APPARTEMENT INI. LEBIH BAIK KU BERIKAN APPARTEMENT INI PADA PENGEMIS DI LUAR SANA DARI AKU BERIKAN KEPADA SILUMAN RUBAH SEPERTI MU.” Kyuhyun membentak Sangwoo lagi.
Ini pertamakalinya Sangwoo di bentak oleh Kyuhyun. Kyuhyun selalu bersikap manis pada Sangwoo, Kyuhyun ‘tak pernah marah kepada Sangwoo. Saat Sangwoo marah, Kyuhyun selalu mengejarnya untuk meminta maaf. Itu semua membuat Sangwoo mengira bahwa Kyuhyun ‘tak akan marah padanya apapun yang terjadi.
“Oppa…. apa kau mengusirku?” Sangwoo menangis. “Kalau kau mengusirku aku akan tinggal di mana oppa?” Sangwoo menangis memohon di kaki Kyuhyun.
“Ku dengar kau belum menjual appartementmu yang lamakan? Kembalihlah ke asalmu! KARENA RUBAH JUGA AKAN PULANG KE ASALNYA!” Kyuhyun mencoba untuk meninggalkan Sangwoo yang masih memohon di kakinya itu.
“Oppa….”,
“Besuk, kau harus sudah meninggalkan appartement ini. Atau kau akan tahu apa akibatnya jika kau tidak meninggalkan appartement ini besok.” Kyuhyun benar-benar meninggalkan Sangwoo yang masih menangis, menangisi appartement mewah yang selama ini menjadi impiannya.

Dua minggu telah berlalu dari hari itu, hari di mana Hyunmie memutuskan untuk mewujudkan mimpinya dan hari dimana Kyuhyun sadar akan kesalahan yang telah ia perbuat.
Kyuhyun benar-banar berantakan, dia tak bisa melakukan apapun. Dia hanya meringkuk dalam kamarnya, dan akan keluar kamar jika memang ia benar-benar lapar. Dia tidak perduli jika ia akhirnya sakit, yang ia butuhkan hanya Hyunmie.
“Hyunmie-ya… kenapa aku tidak bisa menghubungimu?” Kyuhyun sedikit frustrasi karena ia tidak bisa menghubungi Hyunmie.
` “Hyunmie-ya, rasanya sakit sekali, sesak sekali di sini Hyunmie-ya, jebal dorawa Hyumie-ya.” Guman Kyuhyun sambil menitikkan air matanya dan memegang dada kirinya yang terasa nyeri itu.
Dua minggu ini Kyuhyun selalu mencoba untuk menghubungi Hyunmie namun nihil. Hyunmie terlalu sibuk dengan kuliah dan risetnya tentang kanker itu.
Hingga pada akhirnya iphone Kyuhyun berdering.
“Yeobbooseyo….” Suara itu, suara yang sangat Kyuhyun kenal.
“Hyunmie-ya….” Seolah mendapatkan sesuatu yang berharga Kyuhyun langsung bangkit dari berbaringnya.
“Kau baik-baik saja Kyuhyun-ah?”
“Aniyeo, aku jauh dari kata baik. Kau tak mengangkat telfon dariku. Kau juga tak membalas email ataupun mention ku.”
“Aku terlalu sibuk di sini. Apa kau sudah makan?”
“Aniyeo aku tak lapar Hyunmie-ya.”
“Kyuhyun-ah, kau harus makan kau butuh itu untuk tetap hidup.”
“Yang ku butuhkan kau Hyunmie-ya. Jadi kembalilah.”
“Kyuhyun-ah, aku akan kembali ke Korea namun bukan sekarang. Kyuhyuna-ah, kau harus menjadi lebih kuat ketika aku kembali ke Korea nanti.”
“Hyunmie-ya aku akan menjadi lebih kuat jika kau ada di sisiku.”
“Aniyeo, kau harus lebih kuat dengan usahamu sendiri Kyuhyun-ah, kau harus berdiri dengan kakimu Kyuhyun-ah.”
“Hyunmie-ya mianhae.” Lirih Kyuhyun.
“Mwo?”
“Aku menyakitimu Hyunmie-ya, joengmal mianhae.” Kali ini Kyuhyun terisak.
“Kau kenapa Kyuhyun-ah? Nan Gwencahana. Kau sahabatku.”
“Hyunmie-ya Sangwoo….”
“Jadikan semua ini pelajaran hidup Kyuhyun-ah. Jangan kau sesali.” Kata Hyunmie.
“Hyunmie-ya…” Kyuhyun memeluk lututnya itu.
“Jach, aku harus menutup telfonku. Profesor Suzuki sudah menungguku. Cho Kyuhyun jadilah kuat dengan usaha mu sendiri. Buat aku bangga Kyuhyun-ah. Empat bulan lagi aku akan pulang ke Korea jadilah kuat. Annyeong.” Hyunmie menutup telfonnya.
Kyuhyun semakin terisak mendengar kalimat terakhir Hyunmie tadi.
“Hyunmie-ya, aku akan menjadi lebih kuat dan membuktikan bahwa aku pantas untuk mendampingimu. Aku berjanji Hyunmie-ya, aku akan membawamu kembali ke sisiku.” Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri. Kemudian dia bangkit dari tempat tidurnya dan memulai harinya dari kamar mandi.

Empat bulan terasa cepat untuk Hyunmie yang selalu sibuk dengan kegiatannya sebagai mahasiswa kedokteran dan semua risetnya tentang kanker. Akhirnya, Hyunmie mengijakkan kakinya di sini. Hyunmie memandang ke penjuru, mencari sosok namja yang berjanji akan menjemputnya di Bandara hari ini.
“Huft, apa dia lupa dengan janjinya untuk menjemputku hari ini?” gerutu Hyunmie sambil menggembungkan pipinya.
“Yak!, Kyuhyun-ah lepaskan tanganmu itu!” Omel Hyunmie saat ada tangan namja yang menutup matanya dari belakang.
“Kenapa kau bisa tahu kalau itu aku?” Kyuhyun sedikit cemberut karena tidak bisa mengagetkan sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu itu.
“Tch, tentu saja aku tahu itu kau!”
“Oh, kau sendirian? Tidak bersama namja itu?”
“Yah, kenapa kau selalu memanggilnya namja itu hah? Dia itu memiliki nama, Siwon, Choi Siwon.” Omel Hyunmie kepada Kyuhyun yang ‘tak pernah mau memanggil nama Siwon.
“Ck,” Kyuhyun sedikit kesal saat Hyunmie menyebut namanya.
“Dia sedang menangani pasiennya yang sedang menjalani operasi kanker pada tulang belakangnya.”
“Jah, kita pergi sekarang. Kajja!” Kyuhyun menarik tangan Hyunie dari bandara itu.
“Kenapa kau tidak tinggal di appartementku saja? Apa kau masih marah denganku? ” Tanya Kyuhyun pada Hyunmie setelah mereka di dalam mobil mewah Kyuhyun.
“Ani, aku merindukan rumahku kyuhyun-ah. Rumah yang penuh kenangan kasih sayang appa dan eommaku. Aku ingin mengenang mereka.” Kata Hyunmie sambil tersenyum lembut pada Kyuhyun.
“Bagaimana kalau kita besok jalan-jalan?”
“Ne, sekalian aku fitting gaun. Yang aku pesan saat di Jepang kemarin. Kata mereka sudah selesai.”
“Fitting gaun?” Kyuhyun heran dengan kata-kata Hyunmie.
“Ne, fitting gaun pengantin. Sebenarnya aku ingin mengirimkan undangan ini kepadamu satu minggu yang lalu. Tapi, aku ingin menyerahkan langsung padamu.” Kata Hyunmie menyerahkan undangan pernikahan kepada Kyuhyun.
“Ige mwoya?” Kyuhyun menerima undangan yang di berikan Hyunmie tadi.
“Undangan pernikahanku dengan Siwon oppa tiga minggu lagi kami akan menikah.” Kata Hyunmie dengan mata yang memancarkan kebahagian yang begitu besar.
Crrrriiiiiiiiiittttttttttttttttttt…………………….. Kyuhyun menginjak rem mobilnya dengan mendadak membuat Hyunmie sedikit terkejut.
“YAK PABOYA! KENAPA KAU MENGEREM MENDADAK? BAGAIMANA KALAU MOBIL YANG DI BELAKANG KITA MENABRAK KITA HAH?” Bentak Hyunmie kepada Kyuhyun.
“Kau akan menikah dengan namja itu?” Kyuhyun menatap Hyunmie dengan nanar.
“Kyuhyun-ah….” Lirih Hyunmie yang menatap mata Kyuhyun yang nanar itu. “Akukan sudah bilang padamu. Aku akan kembali kw korea dalam waktu cepat untuk melaksanakan pernikahaanku.” Hyunmie mengatakannya dengan hati-hati seolah ia takut menyakiti Kyuhyun.
“Wae? Aku sudah putus dengan Sangwoo, kenapa kau ‘tak kembali padaku?” Kyuhyun menundukkan kepalanya.
“Kyuhyun-ah, mengubah perasaan itu ‘tak semudah membalikkan telapak tangan.” Hyunmie memegang pipi Kyuhyun dan membawa Kyuhyun menatapnya.
“Lalu kenapa dulu kau mudah membalik perasaanmu kepadanya? Sedangkan kau sangat mencintaiku Hyunmie-ya?” Kyuhyun menatap tajam mata Hyunmie.
“Mmm,,,mwo?” Hyunmie sedikit terkejut karena Kyuhyun mengetahui perasaannya padanya di masa lalu.
“Kau mencintaikukan?” Kyuhyun mengeluarkan sebuah buku diary yang berwarna pink. Di ujung atasnya ada sebuah pita ungu membuat diary itu menjadi cantik. Saat diary itu dibuka, halaman pertama berisikan foto Hyunmie dan ada sebuah tulisan ‘It’s my Diary.’
“Kau sangat mencintaiku Hyunmie-ya.”
“Bagaimana kau mendapatkan itu?”
“Aku menemukan ini kau buang di tempat sampah di dekat danau favorite kita dulu.”
“Mana mungkin? Aku sudah membakarnya.”
“Tidak. Aku mengambilnya saat kau kembali mengambil bensin untuk membakarnya.”
“Ya, aku mencintaimu Kyuhyun-ah…” Kyuhyun tersenyum mendengar pengakuan Hyunmie itu. “Tapi itu dulu, sebelum aku menyadari bahwa kau bukan milikku.”
“Sekarang aku milikmu Hyunmie-ya….” Mata Kyuhyun kembali nanar, tangannya membelai pipi Hyunmie.
“Tapi, aku akan menikah dengan Siwon Kyuhyun-ah. Dan aku akan menjadi miliknya lahir dan batin.”
“Beri aku kesempatan Hyunmie-ya….”
“Mianhae aku tak bisa, aku mencintai…”
“Sudahlah kita pulang sekarang.” Potong Kyuhyun sebelum Hyunmie menyelesaikan kalimatnya, ia takut mendengar ucapan Hyunmie selanjutnya.
“Kyuhyun-ah….” Lirih Hyunmie kepada Kyuhyun yang siap untuk mengemudi lagi.
Kyuhyun tersenyum pada Hyunmie, menandakan bahwa ia baik-baik saja. “Hyunmie-ya, aku akan membuatmu untuk kembali padaku. Mengubah hatimu itu untuk kembali memandangku, hanya aku Hyunmie-ya.” Batin Kyuhyun sambil mengemudi.

@ 2 week later. In Butik.
Hyunmie mencoba gaun pengantin yang akan ia kenakan dengan Siwon di altar nanti. Altar dimana janji dua anak manusia untuk menjadi satu. Menjadi satu hati untuk mengarungi lautan kehidupan dengan penuh cinta.
Hyunmie memandang bayangannya dalam cermin yang sangat besar itu, tubuhnya yang di balut dengan gaun penganti putih yang indah. Gaun pengantin yang di buat untuknya. Ya, gaun dengan lengan berenda, ada sedikit payetan di bagian dadanya. Gaun itu sangat sederhana namun tetap indah di badan Hyunmie. Mencetak setiap lekukan pada bagian tubuhnya yang indah itu.
Tapi, tiba-tiba bibir Hyunmie yang ‘tak hentinya tersenyum itu berubah, matanya sedikit melotot saat ia melihat bayangan seorang namja yang berdiri di belakangnya dengan menggunakan tuxedo putih yang seharusnya di coba Siwon hari ini namun, ia belum bisa datang karena ada pasien yang harus ia urus.
“Kyuhyun….” Guman Hyunmie.
“Sepertinya, aku yang lebih cocok menggunakan tuxedo ini bersamamu minggu depan.” Kata Kyuhyun sambil mendekati Hyunmie dan mengancingkan lengannya.
“Aku ‘tak kalah tinggi dengannya, bahkan ketampanannku juga ‘tak kalah. Bahkan aku lebih tampan darinya.” Kata Kyuhyun sambil membenarkan tuxedo yang agak kebesaran itu.
“Kyuhyun-ah….”
“Wah……. Kenapa bisa kebesaran seperti ini?” Tiba-tiba saja mrs.Han datang untuk melihat hasil karyanya itu. Wanita paruh baya yang masih cukup cantik dan seksi, sungguh ‘tak akan yang percaya bahwa ia telah berusia hampir kepala lima. “Sepertinya aku sudah membuatnya sesuai dengan ukuran yang ada di data.”
“Ani, kurasa ini akan pas untuk mempelai prianya.” Kata Hyunmie.
“Mwo?” Mrs.Han sedikit bingung dengan ucapan Hyunmie.
“Calon suamiku itu badannya memang lebih besar dari chinguku ini nyonya, tapi tingginya hampir cukup sama.”
“Jadi ini bukan mempelai prianya?”
“Aniyo, dia chinguku.”
“Tapi aku bersedia jika di suruh menggantikannya jika ia tidak datang seperti ini.” Ceplos Kyuhyun.
“Kurasa semuanya sudah perfect.” Kata Mrs.Han melihat karyanya yang tertempel di tubuh Hyunmie itu. “Kau sangat cantik Honey.” Mrs.Han mencubit pipi Hyunmie yang imut itu, Hyunmie hanya tersipu mendengar pujian dari desainer terkenal seperti Mrs Han itu.
“Aku akan meninggalkan kalian berdua, karena aku ada urasan. Semua akan di urus oleh karyawanku. Annyeong.” Mrs.Han meninggalkan Kyuhyun dan Hyunmie di ruang fitting baju itu. Ruang yang di satu sisinya ada kaca super besar, dan sekelilingnya di tutupi korden warna merah maron yang indah.
“Kurasa aku harus siap-siap untuk menggantikannya untuk mendampingimu di altar minggu depan.” Kata Kyuhyun memandang mata Hyunmie yang terpantul di cermin.
“Apa maksudmu Kyuyun-ah?” Hyunmie membalikkan badannya menatap Kyuhyun dengan tajam.
“Di acara fitting baju saja ia tidak datang. Pernikahan kalian itu tinggal satu minggu lagi. Tapi, ia belum datangkan? Ku rasa ia tidak yakin untuk menikahimu.”
“Sudah ku bilang kalau ia memiliki pesien yang harus ia tangani. Dan dia akan datang hari ini untuk fitting baju.” Kata Hyunmie yakin akan pendapatnya itu.
Kyuhyun semakin mendekat ke Hyunmie, menatapnya tajam. “Aku mencintaimu Hyunmie-ya, mianhae karena aku ‘tak menyadari perasaanmu lebih awal.” Ucap Kyuhyun kepada Hyunmie. “Jebal kembalilah padaku.” Kata Kyuhyun dengan suara yang parau.
“Kyuhyun-ah….” Lirih Hyunmie.
Kyuhyun memegang pipi Hyunmie, ia tempelkan dahinya ke dahi Hyunmie. “Saranghae Hyunmie-ya…” Lirih Kyuhyun sambil memejamkan matanya merasakan deru nafas Hyunmie yang menerpa wajahnya.
“Kyuhyun-ah….” Hyunmie meneteskan air matanya, menyesal kenapa hari ini ‘tak terjadi saat ia masih mencintai Kyuhyun.
“Dorawa Hyunmie-ya, kembalilah ke padaku….” Kyuhyunpun meneteskan air matanya. Sedikit demi sedikit ia dekatkan bibirnya ke bibir Hyunmie.
“Kyuhyun-ah!” Hyunmie sedikit memberontak, namun tangan Kyuhyun yang berada di pipinya membuatnya ‘tak bisa mengalihkan wajahnya sehingga membuat Kyuhyun berhasil menyentuhkan bibirnya.
Hyunmie membiarkan itu terjadi, membiarkan Kyuhyun menempelkan bibirnya yang di gilai para yeoja itu menempel di bibirnya yang imut itu. Ia membiarkan Kyuhyun menciumnya atas dasar teman, bukan yang lain karena hatinya sekarang milik Siwon. Namja yang telah menyatukan hatinya yang hancur berkeping-keping.
“Hyunmie-ya dorawa! Aku sudah menjadi lebih kuat Hyunmie-ya.” Lirih Kyuhyun yang masih merasakan deru nafas yeoja yang pernah mencintainya itu.
“Aku tahu Kyuhyuna-ah, aku tahu kau jauh lebih kuat dari yang dulu.” Hyunmie kembali menitikkan ait matanya.
“Kembalilah padaku. Jebal, aku ‘tak bisa hidup tanpamu Hyunmie-ya. Kau adalah oksigenku, kau adalah…”
“Kyuhyun-ah, kau kuat Kyuhyun-ah. Kau harus bisa hidup tanpaku.”
“Hyunmie-ya!” Kyuhyun melepaskan tangannya itu, sedikit menjauh dari Hyunmie. Memijit pelipisnya yang sedikit agak berkedut.
“Eoh, kalian ada di sini?” Tiba-tiba ada seorang namja berperawakan tampan, tinggi, putih masuk kedalam kamar fitting itu sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya yang membuatnya semakin tampan. “Kyuhyun-ah, gomawo kau telah menggantikan aku sementara.” Lanjut namja itu.
“Oppa….” Lirih Hyunmie.
Kyuhyun hanya mendengus kesal saat melihat namja yang telah merebut Hyunmie dari sisinya itu. “Sepertinya aku ‘tak perlu mencobanya lagi, itu sudah pas untukku.” Kata namja itu.
“Aku akan ganti baju sebentar.” Kyuhyun meninggalkan Siwon berdua dengan Hyunmie di dalam ruangan itu.
“Oppa tadi…..” Hyunmie sedikit takut kalau Siwon salah paham dengannya.
“Aku percaya padamu Hyunmie-ya, seperti saat kau mempercayakan ciuman pertamamu padaku.” Siwon memeluk Hyunmie dengan lembut, mengusap rambut Hyunmie yang halus dan tergerai begitu indah.
“Chagiya….”
“Hem?” Hyunmie mendongakkan kepalanya untuk menatap calon suaminya yang cukup tinggi itu.
“Kau sangat cantik Hyunmie-ya, dan kau yang paling cantik.”
Hyunmie tersenyum mendengar ucapan Siwon itu, kebahagiaan terpancar dari matanya walau ada setitik Kristal bening di sana.
Siwon mendekatkan hidungnya, menggesekkannya dengan hidung Hyunmie. Saling memahami deru nafas masing-masing, menyamakan detak jantung yang terus berdatak dengan cepatnya. Mereka berdua tersenyum begitu indahnya.
Siwon memajukan bibirnya, menyapanya yang telah dua minggu tidak saling menyapa. Merindukkan betapa manisnya benda yang begitu lembut dan hangat itu.
“Aaarrrghhhh…. Dasar napeun namja. Apa yang kau lakukan hah?” Tiba-tiba suara seorang yeoja membuat aktivitas mereka terhenti.
“Oeh, kau yang nappeun yeoja hah? Kau yang menabrakku.” Kali ini suara namja yang menggema di butik itu.
“Apa yang kalian ributkan hah?” tanya Hyunmie pada seorang yeoja dan namja yang sedang bertengkar itu.
“Eonni… dia menabrakku.” Kata yeoja itu dengan manja kepada Hyunmie.
“Eoh eonni?” Kyuhyun terperangah karena yeoja itu memanggil Hyunmie dengan sebutan eonni.
“Kyuhyun-ah, ini adalah adik sepupuku.” Kata Siwon memperkenalkan yeoja yang hampir setipe dengan Hyunmie itu. Tubuhnya ‘tak terlalu tinggi, namun ia mungil. Wajahnya imut sama dengan Hyunmie tapi, mereka memiliki satu kecantikan yang berbeda, entah itu apa. “Rin-ah, kau mengotori baju Kyuhyun. Kau harus minta maaf.”
“Andwae. Week!!!” yeoja yang di panggil Rin itu menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun.
“Neo!” Kyuhyun sedikit geram dengan yeoja yang ada di hadapannya itu. “Walau wajahnya itu imut seperti Hyunmie tapi kelakuannya seperti evil. Jah!” Geram Kyuhyun dalam hati.
“AeRin-ah, kau telah membuat baju Kyuhyun kotor, jadi kau harus minta maaf padanya!” kata Hyunmie dengan lembut.
“Ne eonni.” Kata yeoja imut yang bernama AeRin itu dengan turut kepada Hyunmie.
“Mianhae.” AeRin menjulurkan tangannya kepada Kyuyun. Namun, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan tersenyum kecut.
“Eonnii….” Rengek yeoja itu.
“Kyuhyun-ah!” bentak Hyunmie kepada Kyuhyun yang mengacuhkan uluran tangan AeRin. Kemudian Kyuhyun menyambut tangan AeRin walau sedikit malas.
“Ahjussi, bukankah kau temannya Hyunmie eonni. Seharusnya umurmu sekitar 21 tahun kenapa wajahmu seperti ahjussi yang berumur 35 tahun?”
“Neo!” Kyuhyun kembali geram dengan AeRin, karena Kyuyun mengeluarkan tanduk evilnya AeRin segera bersembunyi di belakang punggung Hyunmie.
“Choi AeRin, umurmu sudah 19 tahun, kenapa kau masih suka membuat masalah?” Siwon sedikit memperingati adik sepupu yang telah ia anggap adiknya itu.
“Ne, mianhae.” Ae Rin keluar dari belakang punggung Hyunmie.
“Dasar kekanak-kanakkan.” Guman Kyuhyun. Ya, itulah yang membedakan antara Hyunmie dan AeRin. Hyunmie begitu lembut dan dewasa sedangkan AeRin, dia begiu ceroboh dan kekanak-kanakan.
“AeRin-ah, karena kau telah mengotori baju Kyuhyun, kau harus membantunya untuk membersihkanya. Arraseo!”
“Mwo, eonni…”
“Turuti kata oppamu.” Hyunmie tersenyum lembut pada Ae Rin.
“Ne, arasseo.” AeRin sedikit cemberut kemudian menghampiri Kyuhyun.
“Jah, kalian berdua sana urusi baju yang kotor itu!” suruh Hyunmie. Kyuhyun dan AeRin pergi dari situ dengan wajah yang cemberut.
Sedangkan Siwon dan Hyunmie saling tersenyum bersama. “Oppa, bukankah mereka cocok?”
“Ne, kau benar. Mereka sangat cocok, ‘tak salah kalau kita mempertemukan mereka berdua.”
“Oppa…”
“Ne?”
“Semoga mereka bisa seperti kita ya!”
“Hem.” Siwon mengangguk sambil memandang punggung Kyuhyun dan AeRin.

@1 week later.
Hyunmie ‘tak henti-hentinya tersenyum, memandangi riasan pengantin yang melekat pada tubuhnya itu. Jantungnya berpacu dengan cepat seolah ia akan menghadapi perang tidak, ia tidak mengahadapi perang hari ini. Ia akan menghadapi Tuhan, menghadapi Tuhan untuk berjanji di hadapannya. Janji seumur hidupnya.
Tiba-tiba saja pintu ruangan makae-up pengantin wanita itu terbuka lebar-lebar, muncullah sesosok namja yang memakai tuxedo rapi di belakang Hyunmie.
“Hyunmie-ya!”
“Ne Kyuhyun-ah?”
“Sekarang aku bisa terima kau ‘tak mau membatalkan pernikahan ini dan kabur denganku. TAPI AKU ‘TAK BISA MENERIMA KALAU YANG JADI PENDAMPING PENGANTIN ITU AKU DAN YEOJA GILA ITU.”
“Eoh yeoja gila? AeRin maksudmu eoh? Bukankankah dia sangat manis?”
“Mwo manis? Aniyeo, dia GILA, G.I.L.A.”
“Tapi bukankah kalian berciuman saat berada di mall waktu itu?”
“Mwo?” pipi Kyuhyun tiba-tiba memerah. “Itu KECELAKAAN Hyunmie-ya.”
“Jinjja?”
“Kalalu kau sudah siap kita keluar, namjamu sudah menunggu.” Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
Flashback.
Tiga hari sebelum pernikahan, Hyunmie, Siwon, Kyuhyun dan AeRin pergi jalan-jalan ke mal. Membeli beberapa barang-barang kebutuhan mereka.
“Eonni ini bagus, eoh itu bagus, yang itu juga.” AeRin menunjuk barang yang imut dan berwarna pink.
“Eoh, semua barang kau anggap bagus.” Guman Kyuhyun pada AeRin.
“Eoh, kenapa kau selalu seperti itu? Aku ‘tak menunjukkan barang itu padamu aku menunjukkan kepada Hyunmie eonni.” Gerutu AeRin pada Kyuhyun.
“Eonni bagaiman kalau kita membeli boneka yang ini…. waw……”Secara tidak sengaja AeRin menginjak lantai yang basah ketika ia akan menghampiri AeRin yang sedikit jauh darinya. Kyuhyun yang melihat keseimbangan AeRin sedikit goyah secara reflek memegang pinggang AeRin untuk menahanya agar tak jatuh.
Namun sial, Kyuhyun malah ikut terjatuh. Bibir mereka saling bertemu saat mereka tiba di lantai. AeRin mengerjapkan matanya karena ia merasa tidak sakit saat jatuh. Sedetik kemudian ia mebulatkan matanya ketika ia menemukan sepasang manik mata di depannya tanpa jarak.
“Yak!Neo, kau mencari kesempatan dalam kesempitan!” AeRin menjauhkan tubuhnya itu dari Kyuhyun sambil menghapus bekas bibir Kyuhyun yang sempat menempel pada bibirnya itu.
“Kesempatan dalam kesempitan? Eoh kau kira enak di tindih tubuhmu yang rata itu eoh?”
“Mwo? Dasar napeun!” AeRin memukul Kyuhyun.
“Kalau mau bermesraan jangan di sini!” Kata Hyunmie yang melihat tingkah AeRin dan Kyuhyun. Sedangkan Siwon hanya terkekeh saja.
Flashback off.

@Pesta pernikahan (upacara pernikahan diskip aja ya.)
“Eonni lempar!!!” Teriak AeRin kepada Hyunmie yang akan melempar bunga kepada gerombolan namja dan yeoja yang menunggu bunga itu di lempar dan ingin mendapatkannya, berharap mereka akan menyusul sang pengantin dengan segera.
Saat Hyunmie akan melempar ia menahan bunga yang ada di tangannya itu bersama Siwon yang selalu berada di sampingnya. Kemudian ia memandang Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah kau ‘tak ikut?”
“Aniyo!”
“Goure..” Hyunmie dan Siwon membelekangi para Kerumunan itu.
“1…2…3!” Hitung semua orang yang ada di pesta itu.
Bunga itu melayang entah kemana, AeRin berusaha mengejarnya. Mengikuti bunga yang terus melayang ke belakang.
“Aku dapat, aku dapat!” Kata AeRin namun, saat ia mendapatkan bunga itu tiba-tiba saja ia tersandung sebuah kaki yang begitu panjang. AeRin ‘tak bisa menjaga keseimbangannya itu. Ia menutup matanya berdoa agar ‘tak jatuh.
Yang AeRin rasakan adalah ada sepasang tangan yang begitu kekar memagang pinggangnya namun, orang yang memiliki tangan kekar itu ikut terjatuh dengannya. Namun, tangan yang melingkar di pinggang AeRin itu mampu melindungi AeRin dari benturan lantai yang cukup keras.
Saat AeRin sedikit sadar akan syocknya, yang ia rasakan adalah sebuah benda lembut menempel pada bibirnya. “Kyuhyun?” guman AeRin saat melihat siapa yang berada di atasnya, orang yang telah menolongnya dari rasa malu.
“Huu….” Sorak para tamu yang hadir di pesta itu, dan sorakan itu membuat AeRin dan Kyuhyun sadar. Mereka berdiri dari posisi mereka itu, pipi mereka berdua memerah. Saling tersenyum garing dan ‘tak tahu apa yang harus mereka katakan.
Siwon dan Hyunmie tersenyum melihat AeRin dan Kyuhyun saling salah tingkah seperti itu.
“Oppa, sepertinya mereka akan segera menyusul kita ke pelaminan.” Kata Hyunmie kepada namja yang telah menjadi suaminya itu.
“Aku juga merasa seperti itu yeobbo.”
“Oppa…..” Hyunmie sedikit manja pada suaminya itu.
“Nde? Kenapa kau jadi manja seperti ini?”
“Oppa saranghae.”
“Nado saranghae chagiya.”
“Jangan pernah tinggalkan aku oppa. Berjanjilah!” Hyunmie menatap manik mata Siwon.
“Aku ‘tak akan meninggalkanmu because I am your heart’s bodyguard and You are my heart’s bodyguard.” Siwon mencium bibir Hyunmie, menyalurkan rasa cinta yang begitu dalam dari dalam hatinya.
The End.
Note :Mungkin sequel ini agak ngebosinin, tapi aku sudah bekerja keras untuk membuat sequel ini menjadi baik sebaik episode sebelumnya. Semoga kalian suka. Sampai jumpa di ff selanjuntya, sun sayang untuk orang di samping anda *muach* paipai. ^.^

Tinggalkan komentar

15 Komentar

  1. wari

     /  Maret 31, 2013

    sequel sekali aja tentang hyunmie y
    hihihi itu sich kalau nggx keberatan
    ff nya oke
    SEMANGAT😀
    TETAPLAH BERKARYA😀

    Balas
  2. kyuwonhae's wife

     /  Juni 2, 2013

    yyyeyeyeyyeee…. Aku suka bgt sma seqeul y . Aku tdi takut y Siwon oppa akn merelakan Hyunmie sma Kyu oppa tp itu tdak terjdi🙂
    Kyu oppa tidak mencintai Hyunmie dia hanya ingin membutuhkan Hyunmie seperti sesosok eomma🙂 . Senang bgt😉 gak ad yg kecewa😉

    Balas
  3. ciput

     /  Juni 2, 2013

    bagus sebuah persahabatan yg sebenarny

    Balas
  4. jojoshojo

     /  Juni 9, 2013

    kukira di part ini hyunmi bakalan ama kyu ternyata salahhh… yaudalah gpp yg terpenting tidak ada yg terluka ckk.

    Balas
  5. nana

     /  November 14, 2013

    wuaaa seneng ya happy ending, bwt sequel ya lgi dunk pnasaran ama aerin dan kyuhun hehe

    Balas
  6. tari dwi

     /  Februari 8, 2014

    yaaaaa pengen sequel lagi thor yayayaya pengen tau kyuhyunnya kaya gmana

    Balas
  7. keren,almdllh hyunmi akhrny nikah sm siwon yg emang heart’s bodyguardny hyunmi hehe
    eh si evil ktmu evil hehehe
    keren thor klo ada sequel nc ny wkakaka( dibisikin monyet yadong)

    Balas
  8. EsaKodok

     /  Agustus 10, 2014

    sampai akhirpun tidak bersama kyuhyun y
    entahlahhh
    agak kurang ikhlas q
    soalny nasibnya bang kyu masih menggantung
    tp q suka perjungan cinta ketiga tokoh utamanya

    Balas
  9. ceritanya bagus banget… jadi kepengen liat sequel buat kyuhyun dan aerin… hehehe
    author… bilangin ke author ff ini dong buat bikin sequelnya kyuhyun… jeballlllllllllll!!!!!!!!

    ditunggu karya2 yang lainnya ya author ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: