ONESHOOT//The Heart’s Bodyguard//FF KIRIMAN

Title : The Heart’s Bodyguard.
Author : Cinchan/Pyuchan
Genre : Sad Romance (If I can make it), rumit, and I don’t know.
Alur : Maju mundur (yang sabar ya membacanya!”
Rating : ?
Cast :
Park Hyunmie.
Cho Kyuhyun
Choi Siwon a.k.a Jung Ryu
Sin Sangwoo
Lee Dong Hae.
Note :Ini adalah ff ke empat aku di sini (jika lolos),ini ff pertamaku yang bergenre sad romance. Gaje sich tapi moga fellnya dapet, aku sudah membuat 3 ff yang castnya adalah Park Hyunmie. My Chef My Husband, Love Maid, dan Oh My Nigthmare. Ada beberapa hal yang ingin author sampaikan kepada kalian.
1. Saya mengucapkan banyak terimakasih yang sudah membaca ff buatan saya. Gamsahamnida *bow*
2. My Chef My Husband, saya sudah membuat sekuelnya tinggal perbaikan di sana-sini saja. Namun mungkin tak akan aku post atau mungkin aku ngepostnya agak lama.
3. Love Maid tidak ada sekuel mianhamnida. Love Maid sebenarnya adalah versi pendek dari ff saya yang berjudul My Boss. Dan itu belum jadi sepenuhnya kerena orang yang jadi inspirasiku menghilang entah kemana, bahkan suaranyapun aku tak bisa mendengarnya. (Hehehe bukan orangnya yang ngilang, lha wong author aja gak tahu namanya. Hehehe, author cuman suka ngeliatin dia dari jauh, soalnya dari jarak ± 50 m, dia mirip bgt ma Kim Jonghyun SHINee pa lagi kalau dia lagi agak nunduk gak kelihatan mukanya cuman keliatan poninya doank..)? mungkin akan ku post di sini juga kalau jadi. Hehehhe *nyengir*
4. Oh My Neigtmare, saya belum mencoba untuk membuat sekuelnya.*garuk-garuk kepala*
5. Mungkin ini ff terakhir saya untuk beberapa bulan kedepan. Author ingin menata hati author yang akhir-akhir ini author tidak mengerti. Dan liburan semesteran author yang 1 bulan dah habis. Ini memasuki masa kuliah semester dua. Mungkin di liburan berikutnya aku akan mencoba membuatnya lagi. Hehehe. ^^ gamsahamnida

Story begin
Udara begitu panasnya, tampaknya musim panas akan segera dimulai, panasnya musim panas pada tahun ini nampaknya ‘tak menyulutkan semangat gadis mungil nan manis itu. Dengan kacamata yang bertengger di hidungnya yang menambah kemanisannya itu dan juga rambutnya yang dikucir dua ke depan, membuatnya terlihat semakin manis.
Dia membolak-mbalik buku yang ada di hadapannya itu dengan semangat yang menggebu-gebu, dia tidak memperdulikan bahwa kenyataannya hanya dia yang tersisa di perpustakaan itu. Dia tak peduli dengan itu semua, yang ia pedulikan adalah mengetahui inti buku yang ia baca sekarang ini.
Tok tok tok (anggap aja suara langkah kaki yang sedang menggunakan highhels). Suara langkah kaki yang anggun menghampiri gadis mungil itu.
“Hyunmie-ya.” Suara yeoja yang sangat dikenal gadis mungil itu.
“Eoh, kau Shin Sangwoo. geugeosun mueosuniga? (ada apa?)” tanya yeoja mungil yang bernama Hyunmie itu.
“Park Hyunmie, berhentilah kau mendekati namjachinguku, kau ‘tak akan pernah mendapatkannya kembali. Karena dia hanya mencintaiku.” Kata yeoja yang bernama lengkap Shin Sangwoo itu dengan seringaian yang mengerikan.
“Apa maksudmu Sangwoo-ssi? Aku ‘tak mengerti.”
“Aku tahu, kamu masih sering mendekati Kyuhyun oppa. Aku juga tahu kalau kalian sudah berteman sejak Senior High School hingga kau semester tiga di Kyunghee University ini. Tapi harus kau akui, hubungan pertemanan kalian yang bertahun-tahun itu ‘tak lebih penting dari aku dimata Kyuhyun. Aku adalah yang terpenting bagi Kyuhyun.” Kata Sangwoo sambil duduk di meja yang Hyunmie tempati saat itu.
“Aku merasa kasihan dengan Kyuhyun, dia seorang namja yang baik. Tapi sayang sekali nasibnya tidak sebaik dirinya sehingga ia mendapatkan seekor rubah yang menyamar menjadi yeojachingunya.” Kata Hyunmie sinis kemudian bersiap untuk pergi meninggalkan Sanwoo.
“Kau bilang apa tadi?” Sangwoo murka dengan Hyunmie. “Rasakan ini!” Sangwoo memukul Hyunmie tepat di pipinya dengan menggunakan buku tebal yang berada di tangannya.
Hyunmie, mencoba membalas Sangwoo dengan tinju andalan. “PARK HYUNMIE…!!!!” Suara namja yang begitu ‘tak asing di telinga dan di hati Hyunmie, membuatnya menghentikan tinjunya yang hanya tinggal beberapa mili di hidung Sangwoo.
“Oppa….” Sangwoo merengek dan berlindung ke punggung namja itu.
“Huh….” Hyunmie menghela nafasnya sambil memutar matanya. Kebiasaan yang sangat sulit ia hilangkan.
Hyunmie, memungut bukunya yang terjatuh tadi. Melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu.
“Hyunmie-ya, apa yang kau lakukan?” Namja itu menahan lengan Hyunmie saat Hyunmie melangkahkan kakinya melalui namja itu dan Sangwoo yang masih berlindung di punggung namja tinggi nan tampan itu.
“Oppa….dia tadi memukulku….” Rengek Sangoo sambil bergelayutan di lengan kiri namja itu.
“Kyuhyun-ah, jika aku menjelaskannya padamu. Apa kau akan percaya? Tidakkan? Jadi untuk apa aku capek-capek menjelaskannya padamu namun kau ‘tak percaya denganku?” Kata Hyunmie sambil menghempaskan tangan kanan Kyuhyun yang berada di lengannya dan menghapus darah yang mengalir di sudut bibirnya karena pukulan dari Sangwoo tadi.
“Mana mungkin, aku akan pecaya denganmu sedangkan aku melihat apa yang terjadi barusan.” Kyuhyun menatap Hyunmie mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya.
Hyunmie hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Kyuhyun tadi. Kemudian melangkahkan kakinya lagi menjauh dari tempat itu.
“Kenapa kau berubah Hyunmie-ya?” tanya namja yang bernama Kyuhyun itu sambil menatap punggung Hyunmie yang membelakanginya.
Hyunmie menghentikan langkahnya. “Bukan aku yang berubah Cho Kyuhyun, tapi dirimu.” Hyunmie kembali melangkahkan kakinya lagi. Meninggalkan namja yang sangat ia cintai sejak Senior Hight School itu bersama yeojachingunya.
Hyunmie dan Kyuhyun memang sudah berteman sejak mereka Senior High School. Kyuhyun sering main kerumah Hyunmie. Entah itu untuk mengerjakan tugas bersama, bermain atau hanya iseng. Kyuhyun sangat dekat dengan appa Hyunmie. Mereka sering sekali main catur bersama untuk mengisi waktu luang.
Tapi, hubungan persahabatan mereka harus kandas ketika Kyuhyun menyatakan cintanya pada Shin Sangwoo. Yeoja yang sangat membenci Hyunmie, dan ingin menghancurkan Hyunmie.
Flashback
“Hyunmie-ya, kau tahu? Sangwoo menerima pernyataan cintaku. Sekarang aku resmi menjadi namja chingunya.” Kyuhyun meelonjak-lonjak gembira di hadapan Hyunmie.
“Mwo?”
“Wae? Kenapa kau nampak ‘tak menyukai kabar gembira ini?” Kyuhyun heran pada Hyunmie yang tidak ikut gembira bersamanya.
“Kyuhyun-ah sudah ku katakana padamu. Sangwoo itu bukanlah yeoja yang baik untukmu.” Kata Hyunmie sambil menatap mata Kyuhyun dalam. Menyakinkannya bahwa yang dikatakanya itu adalah suatu kebenaran.
“Hyunmie-ya berkali-kali kamu bilang kalau Sangwoo itu bukanlah yeoja yang baik untukku. Tapi kenapa dia tidak baik untukku? Kau ‘tak pernah menunjukkan bukti padaku bahwa Sangwoo bukanlah yeoja yang baik untukku. Kau hanya menjelek-njelekkannya saja di depanku”
“Kyuhyun-ah percayalah padaku!” Hyunmie kembali meyakinkan chingunya itu.
“Sangwoo selalu bersikap manis padaku, selama ini aku tahu dia degan baik. Sudah tiga bulan aku mengenalnya. Dia tidak menunjukkan bahwa dia adalah yeoja yang ‘tak baik untukku. Malah dia menunjukkan yang sebaliknya.” Kyuhyun bersikukuh mempertahankan pendapatnya terhadap yeojanya itu.
“Kyuhyun-ah, aku berkata yang sebenarnya…” Kali ini Hyunmie hampir putus asa karena Kyuhyun ‘tak mau mendengarkannya.
“Aku heran denganmu. Kenapa kau suka sekali menjelek-njelekkan Sangwoo di depanku? Bukankah kau bukan tipe seperti itu Hyunmie-ya? KAU BERUBAH!” Kyuhyun meninggalkan Hyunmie yang sedang duduk di taman kampus itu.
Hyunmie menangis sesenggukan karena sakit hati yang ditimbulkan oleh chingunya yang paling ia cintai itu.
“Kyuhyun-ah, kau tidak tahu. Sangwoo itu seperti apa? Dia itu hanya ingin memanfaatkanmu. Tolong jauhi dia Kyuhyun. Kau tahu? Hatiku sangat teluka Kyuhyun-ah. Kau menorehkan luka di hatiku Kyuhyun-ah. Nan gaseumi appo Kyuhyun-ah. Nan Jongmal appo. Eottohke? Eottohke? Eottohke? Rasana sangat sakit Kyuhyun-ah” Hyunmie hanya bisa bicara dalam senggukannya itu sambil meremas dada kirinya yang terasa ngilu.
Ya Shin Sangwoo sangat membenci Hyunmie, karena Hyunmie mengalahkan popularitasnya di kampus itu. Hyunmie yang ceria, Hyunmie yang selalu suka menolong, Hyunmie yang selalu ramah, kebaikan Hyunmie, semua itu membuat Hyunmie mempunyai banyak teman di kampus dan menjadi mahasisiwi teladan.
Dan Hyunmie juga mengetahui rahasia Sangwoo, Hyunmie sangat tahu. Karena saat Kyuhyun mengatakan kalau dia menyukai Sangwoo, Hyunmie segera mencari tahu tentang Sangwoo. Hingga Hyunmie mengetahui bahwa Sangwoo bukanlah yeoja yang baik.
Sangwoo adalah yeoja yang hanya memanfaatkan namja yang ia jerat. Ya, Sangwoo hanya akan mengambil harta namja yang ia jerat dan setelah ia bosan dengan namja yang ia jerat maka ia akan membuangnya begitu saja.
Sejak saat itu, Sangwoo bersumpah akan membuat Hyunmie menderita. Apapun caranya.
Dan sejak saat itu Hyunmie dan Kyuhyun jarang bersama lagi. Dan Kyuhyun juga jarang sekali kerumah Hyunmie, bukan hanya jarang bahkan Kyuhyun ‘tak pernah lagi bermain catur dengan appa Hyunmie.
Flashback end.

@Next Day
“Hyunmie-ya. Aku ingin bicara padamu!” Kyuhyun tiba-tiba saja menggebrak meja yang sedang di pakai oleh Hyunmie untuk meletakkan buku-buku tebal yang berisikan ilmu-ilmu kedokteran yang sedang di baca Hyunmie.
“Kalau kau ingin bicara, bicara saja.” Kata Hyunmie dingin pada Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya pada buku tebalnya itu.
“Kenapa kau berubah Hyunmie-ya?”
“Bukan aku yang berubah Kyuhyun-ah tapi kamu.” Kata Hyunmie sambil menatap tepat di manik mata Kyuhyun. “Kamu berubah sejak kamu berpacaran dengannya. Dengan Sangwoo.”
“Cih, katakan saja jika kamu cemburu padaku. Karena aku membagi waktuku sekarang.” Kata Kyuhyun sinis. “Kau harus memahami aku Hyunmie-ya, aku tidak bisa sering-sering bersamamu lagi. Aku harus membagi waktuku. Kau dan Sangwoo sama pentingnya untukku.” Kata Kyuhyun lemah.
“Oh….seharusnya ada berbaikkan kata dengan kalimat tadi.” Kata Hyunmie sambil padangannya kembali kebuku tebalnya itu. “Bukan membagi waktu. Tapi mengalihkan semua waktumu ke Sangwoo.”
“Ya ya ya, mianhae. Memang akhir-akhir ini aku lebih sering bersama Sangwoo. Tapi aku janji aku akan meluangkan waktuku untukmu.”
“Kyuhyun-ah sadarlah, Shin Sangwoo ‘tak mecintaimu. Aku yang mencintaimu, aku yang tulus mecintaimu. Aku yang selalu ada di sisimu Kyuhyun-ah tolong lihat aku, lihat aku yang begitumencitaimu. ” Batin Hyunmie
“Hyunmie-ssi, kau di cari Lee Seongsonim ke ruangannya sekarang juga” tiba-tiba seorang mahasiswa muncul dari balik pintu kelas itu dan berlalu begitu saja.
“Ne, gomawo sudah memberitahuku.” Hyunmie meringkasi bukunya kemudian menggendong tasnya dan segera pergi dari kelas itu.
“Hyunmie-ya! Mau kemana kau?” Kyuhyun mencegah Hyunmie pergi.
“Kau tidak dengar? Aku dipanggil Lee Seongsonim.” Hyunmie melewati Kyuhyun yang menghalanginya itu.
“Tapi kita belum selesai.” Kyuhyun tetap mengejar Hyunmie hingga ke koridor kampus.
Langkah kaki Hyunmie terhenti saat ia melihat Sangwoo yang berjalan kearahnya.
“Oppa…..” Sangwoo menghampiri Kyuhyun dan bergelayutan di tangan kiri Kyuhyun seperti biasanya. “Temani aku ke kantin sekarang ya! Kajja!” Sangwoo menarik tangan Kyuhyun.
“Tapi…” Kyuhyun ingin menolaknya, ia ingin mengejar Hyunmie namun ia tak berdaya menolak permintaan Sangwoo.
Hyunmie menoleh ke belakang, menatap punggung Kyuhyun yang menjauh. Dan kemudian dia melihat Sangwoo yang menyeringai atas kemenangannya itu. “Cih dasar rubag” guman Hyunmie dalam hati.
“Huft” ya hanya menghela nafas yang bisa Hyunmie lakukan saat ini. Kemudian ia melanjutkan langkah kakinya.

@ Ruangan Lee Soengseonim
“Annyeonghasseyoe.” Sapa Hyunmie saat ia berdiri di depan sebuah ruangan yang pintunya sudah terbuka.
“Annyeong.” Balas seorang pria yang cukup tampan yang sedang duduk di mejanya itu. “Oh, Park Hyunmie. Silahkan duduk! Dan tolong tutup pintunya.” Kata pria itu.
Hyunmie duduk di kursi tepat di depan pria itu setelah ia menutup pintu ruangan yang ia lewati tadi. “Lee Soengsonim kenapa anda memanggil saya?” tanya Hyunmie pada pria tampan yang berprofesi sebagai dosennya itu.
“Kau tahu dengan Choi Hospital?” tanya seongsonim yang bermarga Lee itu dengan serius.
“Ne, Choi Hospital merupakan rumah sakit terbesar di Korea Selatan ini. Sebuah rumah sakit yang di bangun oleh perusahan Choigroup. Bahkan mereka memiliki rumah sakit di hampir setiap negara di Asia. Dan pusat rumah sakit mereka berada di Jepang. Itu yang saya ketahui.”
“Mereka marajai dalam berbagai bidang, dari perindustrian, perdagangan hingga kesehatan. Dan juga merekalah yang memiliki Kampus ini.” tambah pria yang bernama lengkap Lee Donghae itu.
“Ye, tapi kenapa anda membicarakan itu semua kepada saya?”
Kemudian Donghae memberikan map biru kepada Hyunmie. “Ini kedua kalinya mereka menawarkan padamu.”
“…..” Hyunmie hanya diam menatap map biru yang telah ia bukan itu.
“Mereka hanya ingin kamu yang menerima beasiswa ini. Karena mereka menganggap hanya kamu yang mampu. Mereka melihat semua nilaimu dan juga prestasi yang telah kau torehkan di kampus ini.”
“……….” Hyunmie hanya diam. Di dalam pikirannya sebuah roll film berputar ke masa lalu.
Flashback on.
“Hyunmie-ya, ige mwoya?” Kyuhyun merebut map biru yang berada di tangan Hyunmie yang sedang menatap danau favorit mereka. “Kau akan pergi ke Jepang?” tanya Kyuhyun terkejut.
“Nan molla, aku belum memberikan jawabanku kepada Lee Soengseonim.” Jawab Hyunmie sambil menatap Kyuhyun.
“Hyunmie-ya….” Suara Kyuhyun bergetar. “Kau ‘tak boleh pergi! Kau ‘tak boleh meninggalkan aku.” Kyuhyun memeluk Hyunmie dengan erat. “Bilang pada Lee Soengsoenim kalau kau menolak beasiswa itu. Dan kau akan tetap di sini.” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya terhadap Hyunmie.
Takut, ya itulah yang dirasakan Kyuhyun saat itu. Rasa takut akan kehilangan Hyunmie. kehilangan teman yang selama ini selalu menemaninya.
Kyuhyun memang merupakan anak konglomerat, kekayaan orang tuanya tercatat sangat besar dan termasuk sepuluh orang terkaya di Korea selatan. Namun, Kyuhyun sealu merasa sendiri, Kyuhyun merupakan anak tunggal dan orang tua Kyuhyun yang selalu sibuk dengan bisninya itu. Membuat Kyuhyun depresi hingga akhirnya bertemu dengan Hyunmie yang selalu ada untuknya.
“Kyuhyun-ah, tenanglah! Aku ‘tak akan meninggalkanmu.” Hyunmie tersenyum lembut kepada Kyuhyun.
“Jinjja?” Kyuhyun melepaskan pelukannya itu.
“Hem. Aku akan bilang kepada Lee Soengsoenim kalau aku tidak mau menerima beasiswa itu. kerena aku tak mau pergi dari korea.”
“Kau tidak akan meninggalkan aku kan?”
“Tidak akan.”
Demi Kyuhyun, Hyunmie rela mengubur impiannya untuk menjadi dokter yang hebat. Menjadi dokter spesialis kanker yang dapat menemukan obat kanker, dokter yang mampu menyembuhkan penderita kanker. Menyelamatkan mereka dari kematian karena kanker. Ya Hyunmie melupakan impian dan janjinya pada dirinya sendiri karena Kyuhyun. Karena rasa cintanya pada Kyuhyun yang melebihi apapun.
Flashback off
“Hyunmie-ssi” Donghae melambaikan tangannya di depan mahaisiwi teladannya itu. Membuat Hyunmie kembali dari masa lalunya. “Neo gwenchana?”
“Oh.. soengsoenim…Nan Gwenchanayeo”
“Hyunmie-ya kusarankan kau jangan menolaknya lagi. Kau tahu kan? Ini pertamakalinya mereka menawarkan beasiswa kepada seorang mahasiswi yang sama secara dua kali.”
“Saya…..”
“Pikirkanlah dulu. Mereka bilang, mereka hanya ingin kamu yang mengambil itu. Mereka ‘tak mau yang lain.”’
“Akan saya pikirkan seongsoenim.” Kata Hyunmie. “Kalau begitu saya permisi dulu.” Kata Hyunmie sambil berdiri dari tempat duduknya kemudian sedikit membungkuk kepada soengsonimnya itu.

@Halaman rumah Hyunmie.
Hyunmie duduk di kursi ayunan favoritenya dan eommanya dulu. Hyunmie hanya memandang ke depan melihat bunga-bunga yang tumbuh di musim panas. Di tangannya terdapat segelas coklat panas.
Hyunmie menerawang kedepan, memikirkan tentang hal yang mengganggu pikirannya.
“Eomma, apa yang harus aku lakukan? Dulu aku tidak menerimanya karena Kyuhyun memintaku untuk tetap tinggal di sini. Tapi, sekarang Kyuhyun sudah ‘tak membutuhkan aku lagi. Eomma apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menerima beasiswa untuk belajar ke Jepang? Lalu bagaimana dengan appa? Apa aku tega membiarkan appa sendirian?” batin Hyunmie.
“Eoh, anak appa sedang memikirkan apa?” Seorang pria paruh baya menghampiri Hyunmie kemudian duduk di kursi ayunan yang berada di hadapan Hyunmie.
“Appa, aku mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Jepang.” Kata Hyunmie lirih.
“Wah, anak appa hebat sekali.” Kata tuan Park.
“Tapi appa…..”
“Kau memikirkan appa kan? Jangan kau pikirkan appa! Appa akan baik-baik saja.” Kata tuan Park meyakinkan anaknya satu-satunya itu. “Kau masih ingatkan dengan janjimu pada dirimu sendiri di depan makam eommamu saat eommamu di makamkan dulu?” Kali ini tuan park menatap manik mata Hyunmie.
“Kau berjanji bahwa kau akan menjadi dokter yang hebat. Dokter spesialis kanker yang sangat hebat. Dan kau akan menyembuhkan semua eomma yang menderita kanker agar ‘tak ada lagi anak yang kehilangan eommanya kerena kanker.” Tuan Park mengingatkan Hyunmie tentang janji yang ia ucapkan untuk dirinya sendiri.
Flashback on
3 years ago. Hujan turun begitu derasnya, langit begitu gelap, sepertinya saat itu langit mengerti akan suasana hati seorang gadis mungil yang sedang hancur karena eommanya yang dinyatakan meninggal oleh dokter karena kanker yang dideritanya selama bertahun-tahun tanpa seorangpun yang tahu. Tak terkecuali tuan Park sendiri.
“Eomma… eomma…..” Hyunmie menangis di pemakaman eommanya.
“Hyunmie-ya…… chagiya…… sudahlah eommamu sudah tenang di alam sana.” Hibur tuan Park kepada anak perempuan satu-satunya itu.
“Appa… aku mau di sini menemani eomma.” Hyunmie masih menangis di depan makam eommanya.
“Hyunmie-ya, kalau kau seperti ini aku yakin Park ahjumma akan sedih melihatmu dari atas sana.” Kali ini Kyuhyun membujuk Hyunmie.
“Kau benar Kyuhyun-ah, eomma akan semakin sedih kalau aku terpuruk seperti ini.” kata Hyunmie yang telah bisa mencerna kata-kata Kyuhyun.
Hyunmie berdiri, berdiri di depan makam eomma tercintanya itu. “Eomma, di depan appa dan Kyuhyun, aku berjanji aku berjanji kepada diriku sendiri untuk menjadi dokter yang hebat, aku akan menyembuhkan para eomma yang mengidap kanker. Agar ‘tak akan lagi ada anak yang kehilangan eommanya karena kanker. Aku berjanji eomma, aku berjanji membuat eomma bangga di sana. Aku ‘tak akan mengecewakan eomma.” Ucap Hyunmie dengan sepenuh hati.
Flashback off
“Hyunmie-ya, ‘tak selamanya appa akan selalu ada di sampingmu. Kau harus mulai belajar untuk belajar mandiri.”
“Appa……” Lirih Hyunmie.
“Hyunmie-ya, kau tahu sendiri kesehatan appa akhir-akhir memburuk, jadi tolong belajarlah mandiri. Dan jangan karena kesehatan appa ini, kau mengorbankan janjimu itu. arraseo.”
“Hem, arraseo.” Kata Hyunmie dengan senyum yang mengembang di wajahnya. “Appa, apa tak apa jika appa sendirian aku tinggal nanti?”
“Hem, appa akan baik-baik saja. Kau jangan khawatir.” Kata tuan Park. “Oh, kenapa akhir-akhir ini Kyuhyun jarang ke sini menemani appa main catur?” tanya tuan Park.
“Nan molla.” Kata Hyunmie kesal.
“Apa kalian sedang bertengkar? Bertengkar adalah hal yang wajar dalam setiap hubungan.”
“Appa, kami tidak pacaran.”
“Jinjja?”
“Ne jinjja. Kyuhyun sedang sibuk dengan yeoja chingunya appa. Jadi dia jarang ke mari.”
“Kapan kau akan ke Jepang?”
“Mungkin awal musim dingin appa.”
“Hem, kalau begitu. Apakah kau mau jika appa kenalkan dengan anak teman baik appa? Dia masih muda, dan prestasinya sangat banyak. Ku dengar, dia cukup tampan.”
“Ku dengar?”
“Appa belum pernah bertemu dengannya, dan appa juga belum pernah melihatnya. Appa hanya mendengar kabar dari sumber terpercanya bahwa dia itu sangat tampan.”
“Appa, bisakah kita ‘tak membicarakan lagi tentang masalah namja?”
“Hyunmie-ya, appa ‘tak selamanya bisa melindungimu. Appa ingin kau mendapatkan seseorang yang dapat menggantikan appa untuk melindungimu.”
“Appa, kenapa appa sekarang selalu membicarakan hal ini? Aku lelah appa, bukankah appa akan selalu sehat dan selalu di sampingku?” Hyunmie memeluk appa yang sangat ia cintai itu.
“Dulu appa mengira kau dan Kyuhyun itu pacaran, makannya appa tidak khawatir melepaskanmu berkeliaran (?) di luar sana. Tapi setelah appa tahu bahwa kau tidak pacaran dengan Kyuhyun appa menjadi khawatir untuk melepaskanmu berkeliaran di luar sana.”
“Yak, appa! Hyunmie bukan anak kecil lagi. Hyunmie bisa jaga diri. Kan Hyunmie anak appa yang kuat.”
“Sekuat apapun seoarang yeoja….”
“Dia akan tetap membutuhkan seorang namja untuk tempatnya melabuhkan hatinya, menyandarkan rasa lelah dan berbagi kehidupan.” Potong Hyunmie pada kalimat appanya.
“Nah kamu tahukan?.”
“Hem, Hyunmie mengalah. Terserah pada appa. Kalau appa mau memperkenalkanku dengan namja itu tak apa.”
“Sudah malam, lebih baik kita masuk. Kajja.”
Kedua orang itu masuk ke dalam rumah bersamaan, membiarkan sang jangkrik bernyanyi di tangahnya malam sunyi.

@Kyunghee University 10.00 pm waktu setempat.
“Yak, Yeoja jelek kemari kau!” Sangwoo menarik Hyunmie hingga ke taman kampus.
“Yak! Shin Sangwoo lepaskan! Malu di lihat orang” Hyunmie menghempaskan tangan Sangwoo yang mencengkramnya dengan kuat itu.
“Sudah ku peringatkan padamu jangan pernah kau dekati Kyuhyun. Persahabatan kalian sudah berakhir!.”
“Kau salah Shin Sangwoo. Memang ada yang namanya ex-girlfriend, ex-boyfriend, ex-husband, ex-wife, tapi gak ada yang namanya ex-friend. Yang namanya tali persahabatan ‘tak akan pernah bisa putus.” Kata Hyunmie dengan menantang Sangwoo.
“Yak apa yang kau bilang? Nappeun…..!!!!” Sangwoo mengangkat tangannya ingin menampar Hyunmie. sedangkan Hyunmie sudah mempersiapkan tangannya untuk menangkis tangan Sangwoo.
“Yak, Agassi. Yeoja macam apa kau yang suka memukul?” Sebuah tangan menangkap pergelangan tangan Sangwoo yang hampir mengenai pipi imut itu.
“Nuguya?” tanya Sangwoo.
“Naneun……” pria yang wajah tampan dan berperawakan tinggi itu tampak berfikir saat menyebut namanya. “Naneun Jung Ryu imnida.” Katanya.
“Lepaskan tangan yeojaku!” tiba-tiba Kyuhyun datang dan melihat namja yang bernama Jung Ryu itu belum melepaskan tangan Sangwoo yang hendak memukul Hyunmie.
Sangwoo segera melepaskan tangannya. Dan segera menggelayut ke lengan Kyukyun. “Oppa, Hyunmie tadi bilang padaku untuk menjauhimu. Dan namja itu adalah chingunya Hyunmie, ia merayuku untuk meninggalkanmu atas suruhan Hyunmie.” ucap Sangwoo manja sambil mengeluarkan air mata buayanya itu.
“Agasshi… kau….” Kyuhyun mencengkram kerah namja yang bernama Jung Ryu itu.
“Kyuhyun-ah lepaskan! Namja ini tidak bersalah!” Hyunmie mencoba untuk melepaskan tangan Kyuhyun yang mencengkram kerah Jung Ryu.
Ryu tak bergeming dari tatapan Kyuhyun yang menakutkan itu. Sedangkan Hyunmie terus saja berusaha untuk melepaskan Ryu dari cengkraman Kyuhyun yang menakutkan itu.
“Hyunmie apa yang kau lakukan hah?” Tiba-tiba saja Kyuhyun mendorong Hyunmie hingga terjatuh.
Hyunmie ‘tak percaya kalau Kyuhyun akan melakukan ini padanya. Semarah apapun Kyuhyun kepada Hyunmie, Kyuhyun tidak akan kasar kepada Hyunmie. Tapi kali ini demi Sangwoo Kyuhyun mendorong Hyunmie.
Hyunmie menatap Kyuhyun nanar, Kyuhyun pun menatap Hyunmie seolah ‘tak percaya dengan apa yang telah ia lakukan pada chingu kesayangannya itu. Sedangkan Sangwoo menyeringai jahat atas kemanangannya merebut Kyuhyun sepenuhnya dari Hyunmie.
Ryu melepaskan tangan Kyuhyun yang berada di kerahnya kemudian, Ryu menghampiri Hyunmie yang masih diam terpaku di tanah. Kemudian Ryu menggendong Hyunmie ala bridal style menjauh dari tempat itu.
“Hyunmie….” Lirih Kyuhyun sambil menatap Hyunmie yang sedang di gedong Ryu menjauh dari tempat itu.

@Ruang UKS
“Ryu-ssi, gamsahamnida.” Kata Hyunmie dengan sopan. “Namun kau ‘tak perlu melakukan ini!” Hyunmie memandang Ryu yang sedang mergobati kakinya yang terluka karena terjatuh lagi.
“Aniyo, kakimu terluka. Harus segera diobati agar tidak menimbulkan infeksi.” Kata Ryu sambil mendongak memandang Hyunmie, karena Hyunmie yang saat itu duduk di pinggir ranjang uks dan Ryu sedang berjongkok mengobati kaki Hyunmie.
“Ryu-ssi, kau terampil sekali mengobati kakiku? Apakah kau mahasiswa kedokteran juga? Tapi kenapa aku ‘tak pernah melihatmu? Apa kau murid baru?”
“Kau bertanya banyak sekali padaku sedangkan kita belum berkenalan.” Kata Ryu sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipitnya yang indah itu kepada Hyunmie. Kemudian dia duduk di samping Hyunmie.
“Eoh, naneun Pak Hyunmie imnida. Bangapsumnida.” Hyunmie tersenyum manis kepada Ryu, membuat hati Ryu terpana karena kecantikan alamiah seorang Park Hyunmie.
“Naneun Choi Siwon Imnida. Nado bangapsumnida.”
“Mwo? Tadi kau bilang namamu Ryu, Jung Ryu. Lalu kenapa kau berganti nama secepat itu.”
“Aku ‘tak suka menyebutkan nama asliku di depan orang yang baru saja aku temui. Apa lagi orang seperti yeoja itu.”
“Aku juga orang yang baru kau temui. Jangan-jangan kau juga menyebut nama palsu lagi ya?” Selidik Hyunmie.
“Ani, kalau kau ‘tak percaya lihat ini” Namja yang ternyata bernama Siwon itu menunjukkan kartu identitasnya kepada Hyunmie.
“Oh, benar kau Siwon.”
“Apa kau benar bernama Park Hyunmie?”
“Tentu saja. Memangnya kau yang selalu bebohong tentang namamu?”
“Aish, kenapa kau menyinggung itu?”
“Karena kebiasaanmu itu, akan membuatmu ‘tak percaya kepada orang yang mengatakan namanya padamu.”
“Aku hanya ingin memastikan bahwa kau adalah Park Hyunmie yang aku cari.”
“Mwo?” Hyunmie terkejut dengan pernyataan Siwon yng ternyat mencarinya.
“Tuan muda Choi” Tiba-tiba saja Donghae datang membuka pintu UKS itu.
“Aish, jangan panggil aku seperti itu! Bukankah kita ini teman.” Kata Siwon kepada Donghe yang ternyata mereka adalah teman semasa kuliah. Donghae memilih menjadi dosen di kampus itu sedangkan Siwon tentu saja memilih menjadi dokter.
“Lee soengsoenim.” Hyunmie mencoba untuk berdiri untuk menghormati soengsoenimnya itu.
“Tak usah berdiri.” Kata Donghae. “Ternyata kalian sudah bertemu.”
Hyunmie menatap Donghae dengan penuh tanda tanya.
“Hyunmie, ini adalah Choi Siwon, dia adalah pewaris Choigroup. Dia sedang mencarimu.” Kata Donghae.
Sedangkan Hyunmie kembali bingung dengan menatap Siwon dengan tanda tanya besar di wajahnya.
“Aku memang mencarimu karena ingin mencari tahu tantang….”
“Beasiswa itu? Kau mencariku karena ingin bertanya kenapa kau menolaknya?”
“Hem.” Siwon mengangguk.
“Dulu aku punya alasan untuk tetap tinggal di Korea, alasan yang sangat besar kenapa aku bersi keras untuk tidak menerima beasiswa ke Jepang itu walaupun aku juga menginginkan beasiswa itu dari hatiku yang paling dalam.”
“Namja itu? namjachingumu?”
“Aniyo, dia chinguku. Dialah alasan terbesarku untuk tetap tinggal di Korea. Namun, sepertinya aku sudah ‘tak ada alasan lagi untuk berada di sisinya.”
“Apakah aku akan menerima beasiswa itu?”
“Kenapa kalian memilihku? Ada banyak mahasiswa kedokteran di sini.”
“Hanya kau yang mampu meyakinkan kami bahwa kau adalah orang yang tepat untuk itu. profilmu, yang ada di data kami. Membuat kami menyukai semangatmu. Kami tahu kamu akan berhasil, kamu tidak akan mengecewakan kami.”
“……” Hyunmie hanya diam mendengarkan penjelasan yang Siwon berikan kepadanya.
“Apa kau menerimanya?”
“Hem.” Hyunmei tersenyum dengan manisnya kepada Siwon padahal sedetik yang lalu ia murung karena mengingat akan Kyuhyun.
“Baguslah.” Siwon juga ikut tersenyum bersama Hyunmie. Entahlah, Siwon merasakan dadanya hangat, ini pertama kalinya ia merasakan hal seperti ini. “Sungguh nyaman.” Guman Siwon dalam hati.
Begitu pula dengan Hyunmie, ia merasakan tenang berada di samping Siwon seperti ini. Padahlakan mereka baru pertama kali bertemu.
Donghae yang merasa kalau kehadiran kurang tepat, ia dengan diam-diam pergi dari tempat itu. Membiarkan kesempatan dua anak manusia untuk saling mengenal.
Hyunmie dan Siwon masih nyaman saling mengobrol. Entah tentang kehidupan mereka secara pribadi maupun suatu ilmu kedokteran. Mereka membicarakan sesuatu yang membosankan tapi entah kenapa saat mereka membicarakannya mereka ‘tak merasa bosan. Mereka tak menyadari bahwa sedari tadi mereka mengusir seseorang dengan cara mereka.
“Hyunmie-ya, sudah sore. Lebih baik kita pulang. Kajja ku antar kau pulang.” Kata Siwon sambil beranjak dari kasur UKS itu tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang mereka lupakan.
“Apa ‘tak merepotkanmu Siwon-ssi?”
“Aish jangan panggil aku Siwon-ssi, panggil aku oppa!”
“Mwo?”
“Ayolah! Aku lebih tua darimu jadi panggil aku oppa! Arraseo!”
“Hem arraseo, oppa.” Hyunmie mencoba untuk turun dari kasur itu. “Oppa apa yang kau lakukan?” tanya Hyunmie kaget saat Siwon akan membantunya untuk turun dari kasur UKS itu.
“Membantumu apalagi? Kakimukan sedang sakit.”
“Aku bisa sendiri.” Hyunmie turun dari kasur UKS itu dan kemudian menghentak-hentakkan kakinya. “Ini luka kecil untukku, jadi jangan khawatir.”

@Rumah Hyunmie.
“Jadi di sini rumahmu?” Tanya Siwon sambil turun dari mobilnya.
“Hem, kecil ya jika dibandingkan dengan rumahmu?” Hyunmie turun dari mobil dan berdiri di samping Siwon yang memandang rumah Hyunmie tanpa berkedip.
“Ani, sebenarnya aku memiliki impian, aku ingin kelak ketika aku menikah tinggal di rumah sederhana seperti ini, dengan halaman yang luas yang ditumbuhi oleh bunga-bunga yang indah di sebuah desa yang jauh dari kebisingan kota. Membuka praktek kecil-kecilan untuk penduduk sekitar” Kata Siwon masih dengan memandang rumah Hyunnmie yang sederhan namun tetap indah.
“Waeyo?” tanya Siwon saat melihat Hyunmie yang memandangnya dengan wajah yang heran.
“Tak kusangka, kau memiliki impian seperti itu, sungguh ‘tak tercerminkan dengan tubuhmu yang tinggi besar itu.” kata Hyunmie ‘tak percaya.
“Bagaimana? Impian yang indah bukan?” Tanya Siwon dengan menatap Hyunmie dalam.
“Hem, impian yang sangat indah tuan Choi Siwon yang terhormat.” Kata Hyunmie dengan senyum lembut yang berasal dari dalam hatinya. “Kau mau masuk oppa?”
“Ani, aku ada urusan. Kau masuklah dulu! Aku ingin melihatmu masuk.”
“Hem.Annyeong.” Hyunmie melangkah meninggalkan Siwon masuk kedalam rumah meski kakinya enggan untuk beranjak dari sisi Siwon.
“Annyoeng.” Balas Siwon walaupun ia berat mengucapkan kata berpisah itu.
Hyunmei segera masuk ke dalam sedangkan Siwon masih menikmati bayang-bayang punggung Hyunmie yangmasuk ke dalam rumah.
“Kenapa rasanya hangat seperti ini?” Guman Siwon sambil memegang dadanya.
Siwon tersenyum pada bayangan punggun Hyunmie yang tak pernah lepas dari matanya itu. kemudian dia berbalik untuk masuk ke mobilnya. Tapi ia terkejut dengan sebuah jeritan.
“OPPA… TOLONG AKU!!! APPA!!!” Hyunmie berlari keluar lagi.
Dengan sigap Siwon berlari kearah Hyunmie dan masuk kedalam. Ternyata, appa Hyunmie sedang ‘tak sadarkan diri.
Siwon dan Hyunmie segera membawa Tuan Park ke rumah sakit.

@Next Day.
Hyunmie duduk di bangku taman itu, tangannya memegang buku kedokteran yang terbuka dipangkuannya. Namun, tatapanya kosong ke depan.
“Kau meratapi nasibmu Hyunmie-ya?” Tiba-tiba saja Sangwoo berdiri di belakang Hyunmie dengan melipat tangannya di depan dadanya.
“Huft…” Hyunmie hanya menghela nafas, dengan segera dia meringkasi buku yang berada di pangkuannya dan tasnya itu.
“Kau kalah Hyunmie.”
“Aku sedang malas bertengkar denganmu. Mungkin Kemarin Kyuhyun tidak sengaja melakukannya.” Kata Hyunmie.
“Apa katamu? Tidak sengaja?” Sangwoo geram dengan Hyunmie, entah apa yang Sangwoo pikirkan. Apapun yang Hyunmie lakukan selalu membuatnya kesal. “Aku akan membuatmu mengakui bahwa Kyuhyun oppa hanya percaya padaku. Dan dia sudah ‘tak menganggapmu lagi Hyunmie.”
Hyunmie, berlalu meninggalkan Sangwoo yang terus mengoceh ‘tak jelas. Hyunmie bernar-benar sedang malas menanggapi Sangwoo. Yang dalam pikiran Hyunmie saat ini adalah kesehatan appanya.
Hyunmie sedang berjalan menelusuri koridor kampus dengan tatapan mata yang kosong. Tiba-tiba saja lengannya ada yang menarik.
“Kyuhyun.” Hyunmie tersenyum bahagia saat mengetahu bahwa yang menariknya adalah Kyuhyun. Berharap Kyuhyun akan minta maaf atas kejadian yang kemarin. Dan menghiburnya. “Kyuhyun-ah kenapa aku tidak bisa menghubungimu. Appa….”
“Hyunmie-ya aku kecewa padamu.” Kyuhyub memotong perkataan Hyunmie dan membuat senyum Hyunmie menghilang begitu saja.
“Appa maksudmu Kyuhyun-ah.”
“Kenapa kau memukul Sangwoo! APA SALAHNYA? Kalau kau ingin mebalas perbuatanku kemarin seharusnya kau membalasnya padaku! HARUSNYA KAU MEMUKULKU BUKAN MEMUKULNYA!” Kyuhyun membentak Hyunmie dan berhasil membuat Hyunmie menangis. Air mata yang sedari ditahannya dengan susah payah. Kini akhirnya lolos juga.
“Aku tidak mengerti masudmu Kyuhyun….” Kali ini Hyunmie menangis.
“HENTIKAN AIR MATA BUAYAMU ITU HYUNMIE!”
“Aku tidak melakukan apapun pada yeojachingumu itu Kyuhyun-ah. Percayalah padaku!” Isak Hyunmie memohon kepada Kyuhyun bahwa ia tidak bersalah.
“Dari dulu aku sudah bersabar untuk mendapatkan restumu untuk berpacaran dengan Sangwoo. TAPI KENAPA KAMU SEPERTI INI?” Kyuhyun membentak Hyunmie dan bahkan Kyuhyun hampir menampar Hyunmei jika saja Siwon tidak menghalanginya.
“Yang pertama, saat kau melihatku memegang tangan yeoja chingumu itu, seperti inilah yang sebenarnya terjadi.” Kata Siwon masih memegang pergelangan tangan Kyuhyun.
“Yang kedua, jika kau tidak suka yeojamu disentuh namja lain. Aku juag seperti itu, apalagi jika yeojaku disentuh dengan kasar. Namja macam apa kau? Memukul yeoja yang tak sebanding denganmu.” Siwon menghempaskan tangan Kyuhyun.
Kemudian dia menghampiri Hyunmie yang masih menangis berlinangan air mata. Sakit, ya sakit yang di rasakan Hyunmie. Rasa sakit karena tidak dipercayai oleh namja yang ia cintai sekaligus chingunya yang paling ia sayangi.
Siwon melepaskan jaznya kemudian menyelimutkan pada Hyunmie. Siwon membantu memapah Hyunmie yang masih manangis.
“Hyunmie aku tak bermaksud…” Kyuhyun mencoba untuk menjelaskan kepada Hyunmie namun Siwon menghalangi Kyuhyun.
“Tak akan kubiarkan kau mendekati yeojachinguku lagi. Tak akan kubiarkan kau menyakitinya lagi.”
Akhirnya Kyuhyun menghentikan usahanya untuk menjelaskan kepada Hyunmie, ia juga ‘tak tahu apa yang harus ia jelaskan kepada Hyunmie. Kyuhyun memandang punggung Hyunmie yang bergetar karenanya.
Saat Siwon dan Hyunmie berjalan tiba-tiba saja iphone Hyunmie yang berwarna pink cerah keunguan itu berbunyi. Siwon dan Hyunmie berhenti sejenak untuk mengangkat telpon itu.
“Yeobboseyoe?” angkat Hyunmie.
“……”
“Ne, Hyunmie imnida.”
“……”
“Mwo?”
“………”
“Ne, saya akan segera ke sana sekarang juga.” Hyunmie menatapa Siwon. “Oppa…” Tanpa Hyunmie mengatakan sepatah katapun kepada Siwon, Siwon mengerti itu.
“Kamu tenang everythings gonna be oke. Kita kesana sekarang ok?” Siwon mencoba untuk menenangkan Hyunmie.
Hyunmie hanya mengangguk menuruti kata-kata Siwon. Dengan segera Siwon dan Hyunmie menuju rumah sakit.

@Choi Hospital.
Hyunmie berlari-lari kecil menuju ruangan appanya dirawat. Di koridor rumah sakit mewah itu Hyunmie seperti orang yang sedang dikejar ketakutan. Siwon berada di belakang Hyunmie, mengikuti yeoja yang mampu melelehkan hatinya yang seperti es situ.
Akhirnya Hyunmie sampai di ruangan appanya di rawat, dokter baru saja keluar dari ruangan itu.
“Uisa, bagaimana dengan appa saya?” tanya Hyunmie saat Uisa keluar dari ruangan itu.
“Seperti yang saya bilang kemarin operasi untuk pengangkatan kanker yang berada di otaknya tidak akan membuahkan hasil. Jadi sekarang ini appa anda benar-benar sedang berusaha. Berdoalah” Kata Uisa dan kemudian pergi dari situ.
Hyunmie merasa kakinya lemas, untung saja Siwon dengan sigap menangkap tubuh Hyunmie. Siwon menopang tubuh Hyunmie yang hampir ambruk. Air mata Hyunmie mengalir. Tak disangka appanya juga mengidap kanker seperti eommanya dulu, dan appanya tidak memberitahukan ini kepada Hyunmie.
“Hyunmi-ya kau harus kuat! Kau tidak boleh terlihat lemah di hadapan Park ajusshi.” Siwon mencoba untuk menguatkan Hyunmie.
“Kau benar oppa. Aku ‘tak boleh lemah di depan appa.” Hyunmie menghapus air matanya.
“Oppa….”
“Semua akan baik-baik saja. Aku akan selalu ada di sampingmu.” Siwon tersenyum kepada Hyunmie. Meyakinkan Hyunmie bahwa ia akan selalu ada di samping Hyunmie apapun yang terjadi.
Hyunmei mencoba tersenyum walaupn masih terasa sulit. Siwon mengusap pundak Hyunmie untuk meyakinkannya sekali lagi. “Jah, appamu pasti sudah menunggu.”
Hyunmie masuk kedalam dan betapa terkejutnya dia ketika melihat dua orang paruh baya yang mungkin usianya sama dengan appanya itu.
“Annyeonghaseyo.” Sapa dua orang asing itu.
“Annyeonghaseyo.” Balas Hyunmie.
“Eomma appa. Kenapa kalian di sini?” Siwon sangat terkejut saat melihat kedua orang tuanya berada di ruangan appa Hyunmie.
“Wonnie-ya..” orang tua Siwonpun juga tekejut saat mengetahui putranya berada di rumah sakit ini.
“Eoh, ini Park Hyunmie. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa kita.” Jelas Siwon.
“Hyunmie-ya….” Tuan Park memanggil Hyunmie dengan lirih.
“Appa……” Hyunmie mendekat ke ranjang appanya itu. Memegang tangan appanya itu berusaha untuk menguatkan appany walaupun dirinya sendiri mungkin sudah ‘tak kuat melihat penderitaan appanya itu.
“Hyunmie… ini adalah sahabat appa yang appa ceritakan waktu itu.” Lelas tuan Park dengan lirih. “Kemarin, appa minta tolong suster untuk menghubungi mereka tanpa sepengetahuanmu.”
“Ne appa.”
“Tak ku sangka Siwon adalah anak dari mereka. Makannya appa merasa dia mirip dengan seseorang yang appa kenal. Dan dia sangat tampan bukan?” Siwon hanya tersipu saat mendengar perkataan lirih tuan Park itu.
“Choi Young Soo-ssi, Hanna-ssi, aku titipkan putriku satu-satunya pada kalian. Penuhilah keinginan istriku untuk menjodohkan anak kita.” Kata tuan Park semakin lirih.
“Appa…” kali ini air mata Hyunmie yang Hyunmie tahan akhirnya keluar juga.
“Siwon kemarilah…” Siwon mendekat ke sisi ranjang satunya. “Tolong, jaga Hyunmieku dengan baik, gantikan aku untuk menjaganya. Aku sudah tak kuat lagi. berjanjilah!”
“Ne ahjussi, aku berjanji untuk menjaga Hyunmie.”
“Hyunmie maafkan appa karena tidak menepati janji appa untuk selalu di sisimu.”
“Appa… appa akan baik-baik saja.”
“Yak Park Jung soo. Apa yang kau katakan hah? Aku sudah memanggil dokter terhebatku kau akan baik-baik saja.” Kali ini tuan Choi angkat bicara.
“Yong soo, sudah waktunya aku bertemu dengan istriku.” Tuan Park tersenyum kepada sahabatnya itu. “ Dan kalian berdua, hidupah bahagia.” Tuan Park menyatukan tangan Hyunmie dan Siwon.
“APPA…..!!!!” Hyunmie menangis sejadi-jadinya melihat appanya menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Siwon memeluk Hyunmie yang syok akan kehilangan orang yang paling Hyunmie sayangi di dunia ini. Berkali-kali Siwon mengusap pundak Hyunmie, memeluknya untuk menenangkan Hyunmie.

@Pinggir Danau (Unknown)
Hyunmie duduk sendiri di bangku taman itu, menatap danau yang begitu tenang. Ya, sudah beberapa minggu setelah pemakaman appanya. Hyunmie jadi lebih sering kemari, menenangkan dirinya. Dulu ia sering kemari dengan Kyuhyun, danau itu adalah tempat favoritenya bersama Kyuhyun. Namun setelah Kyunyun bersama yeoja itu ia ‘tak pernah ke sini bersama Hyunmie lagi.
“Jah pakailah. Musim dingin mulai datang.” Kata Siwon sambil menyampirkan sweaternya pada Hyunmie. Kemudian Siwon duduk di samping Hyunmie.
“Aku yakin Park Ajusshi sudah tenang di sana. Dan aku yakin Park ajusshi juga sudah bertemu dengan Park Ahjumma.” Kata Siwon sambil menerawang ke danau. Sedangkan Hyunmie menyandarkan kepalanya ke bahu Siwon.
“Oppa… mianhae.” Kata Hyunmie sambil menikmati belaian sayang Siwon pada rambutnya itu.
“Mwo?” Siwon bingung dengan ucapan Hyunmie itu.
“Mianhae, karena aku oppa jadi repot. Apalagi dengan pesan appa.” Hyunmie menarik kepalanya, dia kembali menghadap danau.
“Ani, kau tahu. Aku justru senang. Karena aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.”
“Jinjja?” Hyunmie terkejut dengan ucapan Siwon.
“Hem. Rasa hangat yang berada di sini saat melihat senyummu.” Kata Siwon sambil memegang dada kirinya. “Rasa nyaman yang ku rasakan saat bersamamu. Dan kepolosanmu yang mampu melelehkan es yang aku bangun di hatiku.” Siwon membelai rambut Hyunmie. “Kau yang pertama Hyunmie-ya, kau yang pertama mencairkan hati yang telah ku bekukan sejak bertahun-tahun.”
“Oppa….” Hyunmie menatap kedalam manik mata Siwon, berharap menemukan kebohongan di sana. Tapi nihil, mata Siwon sangat jernih, sejernih danau dihadapan mereka saat itu. Tak ada setitik kebohongan yang ditemukan Hyunmie di mata Hyunmie.
“Percayalah, aku akan selalu ada untukmu.” Siwon tersenyum lembut pada Hyunmie yang sedang menatapnya itu.
Hyunmie mendekatkan wajahnya ke Siwon, Siwonpun mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunmie. Mereka berhenti sejenak saat hidung mereka bertemu, merasakan deru nafas yang begitu hangat dari masing-masing.
Kemudian mereka lebih dekat hingga sepasang benda yang sangat lembut bertemu, saling merasakan betapa hangat dan lembutnya bibir mereka masing-masing. Setelah beberapa detik mereka menempelkan hidung mereka. Kemudian tersenyum bersama. “Saranghae.” Ucapa mereka bersamaan.
Kemudia mereka lebih dekat lagi. “Buk!” tiba-tiba saja Kyuhyun datang dan memukul Siwon.
“Oppa….” Hyunmie menolong Siwon yang bibirnya terluka karena pukulan Kyuhyun yang secara tiba-tiba tadi.
“Hyunmie-ya apa yang kau lakukan hah?”
“Justru apa yang kau lakukan hah?” Hyunmie sedikit membentak Kyuhyun tanpa beranjak dari sisi Siwon. Hyunmie mengeluarkan sapu tangan berwarna soft pink kesayangannya itu untuk membersihkah luka Siwon.
“Kau kenapa Hyunmie-ya? Dia menciummu! Dia melakukan hal yang ‘tak benar!”
“APA SALAH BILA SEORANG NAMJA MENCIUM YEOJACHINGUNYA YANG AKAN MENJADI TUNANGANNYA?” Bentak Hyunmie.
“Mwo?” Kyuhyun tekejut dengan pernyataan Hyunmie tadi.
“Aku sudah bilang padamu untuk menjauhi yeojachinguku jika hanya untuk menyakitinya.” Kata Siwon dengan luka di ujung bibirnya yang masih di obati oleh Hyunmie..
“Oppa. lebih baik kita pergi dari sini kita obati lukamu.” Hyunmie menarik tangan Siwon untuk pergi dari tempat itu. Meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun membalikkan tubuh Siwon yang sedang berjalan dengan Hyunmie kemudian menyiapkan kepalan di tangan kanannya. Hyunmie yang tahu itu segera melindungi Siwon sehingga Hyunmielah yang kena pukulan Kyuhyun yang cukup keras itu.
Hyunmie pingsan, dengan sigap Siwon menangkap tubuh Hyunmie yang akan ambruk ketanah. Siwon manatap penuh kebencian kepada Kyuhyun yang sedang terpaku dengan kesalahannya yang sangat fatal.
Siwon segera menggendong tubuh mungil Hyunmie ke rumah sakit terdekat. “Sudah ku katakana padamu. Jangan kau dekati Hyunmie jika hanya untuk menyakitinya.”
Siwon membawa Hyunmie dengan segera menuju rumah sakit terdekat. Hyunmie memang yeoja yang kuat tapi sekuat apa tubuh Hyunmie jika menerima pukulan seorang namja. Tubuhnya yang mungil dan mungkin hatinya yang rapuh namun sudah hampir tertata karena adanya Siwon di sisinya.

@Kyunghee University.
Kyuhyun melangkahkan kakinya di gedung fakultas kedokteran itu. Pandangannya menyebar ke sejauh dan seluas yang ia bisa. Mencari sesosok yeoja mungil yang telah ia sakiti. Dalam hatinya dia berharap untuk menemukan yeoja itu, menemukan Hyunmie dan segera minta maaf dengan kesalahan yang ia lakukan.
“Annyeong, apa kau melihat Hyunmie?” tanya Kyuhyun pada seorang mahasiswa yang cukup tinggi dan tampan.
“Dia sedang di ruangan Lee Soengsonim. Kudengar ia ditawari beasiswa untuk belajar di Jepang oleh Choigroup.” Kata mahasiswa itu.
“Bukankan ia sudah menolaknya?” Kyuhyun sedikit terkejut dengan perkataan mahasiswa itu.
“Ne, tapi ku dengar Choigroub benar-benar menginginkan Hyunmie untuk bergabung dengan mereka. Hyunmie adalah mahasiswi teladan di sini. Kemauannya untuk menemukan obat untuk kanker sangat besar. Mungkin karena kegigihannya itu Chogroub ingin mengajaknya bergabung sehingga memberikan beasiswa itu untuk yang kedua kalinya.” Jelas mahasiswa itu dengan panjang lebar.
“Oh ne, gamsahamnida. Aku pergi dulu.” Kyuhyun berpamitan pada mahasiwa itu kemudian meninggalkan tempat itu. Dia semakin terburu-buru untuk memukan Hyunmie, meminta penjelasan tentang ini semua.
“Hyunmie-ya.” Teriak Kyuhyun saat melihat Hyunmie dari kejauhan.
Hyunmie manatap ke arah suara yang memanggil namanya itu. Dia tidak terkejut Kyuhyun mencarinya, ya Kyuhyun akan segera mencarinya ketika Kyuhyun melakukan ke salahan padanya.
“Kyuhyun-ah apa yang kau lakukan di sini?” tanya Hyunmie.
“Mianhae, nan mianhaeyeo.” Ucap Kyuhyun dengan penuh penyesalan dalam suaranya yang keluar dari bibirnya yang cukup membuat yeoja tergila-gila itu dengan wajahnya yang menunduk takut jika Hyunmie marah padanya.
“Aniyeo, nan gwenchanayeo…” Hyunmie tersenyum pada Kyuhyun, mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja.
“Lalu kenapa kau akan meninggalkanku?” Kyuhyun manatap Hyunmie dengan sendu.
“Kau masih ingat dengan janjiku pada diriku sendirikan?” Hyunmie mencoba untuk menjelaskan kepada Kyuhyun.
“Hem, aku ingat. Tapi kau juga sudah berjanji untuk tidak meninggalkan aku sendirian. Dan di Korea ini juga banyakkan fakultas kedokteran yang baik. Lalu kenapa kau harus pergi ke Jepang?”
“Memang di Korea memiliki fakultas kedokteran yang ‘tak kalah hebat dengan yang di Jepang. Tapi tahu sendirikan aku membutuhkan biaya untuk risetku, dan Choigroup mau membiaya risetku itu. Dan kurasa kau tidak akan kesepian lagi, kau sudah memilik Sangwoo untuk yang akan menemanimukan?” Hyunmie memegang pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun menatap matanya.
“Hyunmie-ya…..”
“Ku mohon Kyu…. Biarkan aku pergi.”
“Kau egois Hyunmie-ya….” Lirih Kyuhyun.
“Ya aku egois Kyuhyun-ah.” Air mata Hyunmie meleleh begitu saja.
“Kau egois. Mungkin aku sudah memiliki Sangwoo, tapi apa kau tega meninggalkan Ahjussi sendirian?”
“Appa ‘tak akan kesendirian lagi Kyu. Appa sudah bahagia bersama eomma di sana.” Tangis Hyunmie semakin pecah saat mengingat appanya.
“Mwo? Apa maksudmu Hyunmie-ya?”
“Appa, mengidap kanker otak yang ia tanggung sendirian. Ia menanggung semua rasa sakit yang ia derita selama dua tahun itu sendirian. Dan kerena Tuhan tak tega melihatnya menderita akhirnya ia bebaskan appa sari semua sakit yang ia derita Kyu… sama seperti eomma dulu.” Hyunmie semakin terisak saat menjelaskan kepada Kyuhyun.
“KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU HYUNMIE-YA!” Bentak Kyuhyun sambil menggoncangkan tubuh Hyunmie yang berdiri di depannya itu.
“Aku sudah menghubungimu, namun nomormu tak bisa ku hubungi. Akupun mengirim pasan ke padamu.”
“Arghhh….” Kyuhyun meremas rambutnya menyadari kesalahannya. Kesalahannya yang lupa memberi tahu Hyunmie nomornya yang baru. Ia merasa bersalah, ia tidak bisa di samping Hyunmie saat Hyunmie dalam kesendirian dalam lubang yang sanngat dalam dan gelap. Sedangkan Hyunmie selalu ada di sampingnya saat ia selalu membutuhkan Hyunmie.

Flashback on.
“Yeoboseyoe….” Hyunmie mengangkat iphonenya yang berdiring it.
“Hyunmie-ya jebal tolong aku!!!” Lirih Kyuhyun dari seberang sana.
“Kyuhyun-ah neo gwenchana?” tanya Hyunmie untuk memastikan keadaan Kyuhyun saat itu.
“LELAKI MACAM APA KAU HAH? KAU TAK PERNAH PULANG KE RUMAH DAN TAK PERNAH MEMPERDULIKAN ANAK-ANAKMU. YANG KAU PERDULIKAN HANYA PEREMPUAN JALANG ITU.” Suara seorang yeoja terdengar dari seberang telfon.
“SEHARUSNYA ITU URUSANMU! SEHARUSNYA KAU DI RUMAH DAN MENGURUS ANAK-ANAKMU ITU!” Kini suara seorang namja yang tengah berteriak kembali terdengar di telinga Hyunmie.
“Kyuhyun-ah, aku akan segera ke sana. Tunggu aku ne!” ucap Hyunmie.
“Hyunmie-ya jebal cepatlah!.” Kali ini Kyuhyun memohon. Tubuhnya sudah meringkuk di samping tempat tidurnya.
“Ne, tunggu aku!” Hyunmie menutup telfon itu.
Hyunmie segera bangkit dari tempat tidur rumah sakit itu. ya waktu itu Hyunmie sedang sakit, maag akutnya kambuh sehingga harus di rawat inap. Hyunmie mencabut selang infuse yang berada di tangannya itu. Dengan segera Hyunmie mengganti pakaian pasiennya. Kemudian meluncur ke rumah Kyuhyun.
@Rumah Kyuhyun.
Hyunmie melangkahkan kakinya memasuki sebuah rumah mewah bak istana. Rumah yang 1800 berbeda dengan rumah Hyunmie. Saat ia memasuki rumah itu, ia melihat beberapa pembantu membereskan kerusakan yang berada di ruangan depan itu.
Banyak pecahan barang-barang yang terbuat dari keramik di ruangan depan itu. Ia merasa bahwa ada angin ribut yang telah mempir di ruangan yang luas itu.
“Nona Hyunmie.” Sapa seorang pelayan kepada Hyunmie.
“Oh, Lee ahjumma. Dimana Kyuhyun?” tanya Hyunmie tanpa mempertanyakan kenapa ruangan itu begitu berantakan.
“Tuan muda di kamarnya. Dari tadi pagi tuan muda tidak mau keluar kamar dan tidak mau membuka pintunya. Saya begitu kehawatir karena tuan muda belum makan sedikitpun dari kemarin.” Lee ahjumma sedikit khawatir dengan anak asuhnya itu.
“Ahjumma, sekarang ahjumma siapkan makanan untuk Kyuhyun, biar aku yang mebujuknya.”
“Algessimnida.” Lee ahjumma segera pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk Kyuhyun.
Sedangkan Hyunmie segera melangkahkan kakinya menuju lantai dua, diama kamar Kyuhyun berada. Hyunmie berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun.
Tok tok tok “Kyuhyun-ah, ini aku Hyunmie.”
“…….” Tidak ada jawaban dari dalam.
“Aku masuk ne!” Hyunmie membukan pintunya yang ternyata tidak di kunci. Mungkin karena tahu bahwa Hyunmie akan datang menemuinya.
“Kyuhyun-ah.” Hyunmie segera menghampiri Kyuhyun yang sedang meringkuk di samping tempat tidur king zise miliknya itu.
Hyunmie melihat punggung Kyuhyun yang bergetar, mungkin karena menangis. Hyunmie segera memeluk Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah. Tenanglah aku di sini, semuanya akan baik-baik saja.”
“Hyunmie-ya……aku takut Hyunmie…….” Kyuhyun memeluk Hyunmie dengan erat mengisyaratkan bahwa ia benar-benar takut dengan kegelapan yang berada di depan matanya.
“Aniya, kau ‘tak perlu takut. Ada aku di sini. Aku akan menemanimu. Arraseo?” Hyunmie mengusap punggung Kyuhyun.
“Hyunmie-ya….” Lirih Kyuhyun sambil melepaskan pelukan Hyunmie dan menatap Hyunmie dengan begitu dalam.
“Aigoo…. Apa semalam kau tidak tidur?” Tanya Hyunmie saat melihat lingkaran hitam di mata Kyuhyun.
“Ani, sejak semalam mereka selalu berteriak, aku tidak bisa tidur. Aku takut.” Tubuh Kyuhyun menggigil ketakutan. Ya, ekpresi seperti ini hanya Kyuhyun tunjukkan kepada Hyunmie. tak seorangpun yang pernah tahu bahwa Kyuhyun juga memiliki rasa lemah dalam dirinya. Hanya Hyunmie yang tahu Kyuyun bisa setakut ini.
Bila dengan orang lain Kyuhyun hanya akan menunjukkan ekspresi pembunuhnya yang sangat mengerikan itu. Sehingga ‘tak ada seorangpun yang tahu kalau Kyuhyunpun bisa menjadi lemah di depan Hyunmie.
“Tenanglah. Aku ada di sini. semua sudah selesai, tidak ada teriakankan sekarang?” Hyunmie kembali memeluk Kyuhyun untuk menenangkan namja yang ia cintai itu. “Sekarang kau istirahatlah! Berbaringlah di kasur!” kata Hyunmie sambil menatap Kyuhyun dengan lembut.
Kyuhyun mengangguk menurut yang diminta Hyunmie. Hyunmie membantu Kyuhyun untuk berbaring di tempat tidurnya. “Kata Lee ahjumma sejak semalam kau tidak makan?”
“Permisi nona.” Lee ahjumma datang dengan senampan makanan untuk Kyuhyun.
“Shirreo! Bawa pergi itu! Aku tidak lapar.” Kata Kyuhyun dengan ekpresi yang mengerikan. Lee ahjumma sedikit takut kalau Kyuhyun sudah seperti ini.
Hyunmie hanya tersenyum kepada Lee ahjummna kemudian mengambil nampan yang berisi makanan untuk Kyuhyun. Lee ahjumma segera pamit untuk pergi dari situ.
“Sejak semalam kau belum makan! Jah makanlah!” kata Hyunmie sambil menyuapkan makanan itu di depan bibir Kyuhyun.
“Hyunmie-ya aku tidak…..” Belum selesai Kyuhyun menyelesaikan perkataannya, Hyunmie sudah menjejalkan nasi ke dalam mulut Kyuhyun.
“Yak Hyunmie-ya aku sudah bilang…” Hyunmie menjejalkan sepotong daging ke dalam mulut Kyuyun.
“Jangan bicara saat makan. Kau bisa tersedak!” kata Hyunmie.
“Yak neo….” Kali ini Hyunmie memasukkan kimchi kedalam mulut Kyuhyun.
“Kalua kau masih berbicara saat makan. Aku akan menambahkan makanan lagi kedalam mulutmu itu hingga mulutmu itu menjadi melar.” Gretak Hyunmie.
“Yak tega sekali kau!” Kata Kyuhyun sambil mengunyah makanannya yang berada di dalam mulutnya itu.
Hyunmei tertawa kecil saat melihat Kyuhyun yang mulutnya penuh dengan makanan itu.
“Yak! Kau tertawa?” Kyuhyun melotot kepada Hyunmie.
“Ani kau lucu sekali saat mulutmu itu penuh dengan makanan. Jah makanlah yang banyak!” Hyunmie menyuapi Kyuhyun lagi sehingga mulut Kyuhyun penuh dengan makanan lagi.
Hyunmie semakint tertawa karena Kyuhyun terus saja melotot kearahnya. “Jangan melotot seperti itu! Nanti matamu bisa jatuh tuan Cho Kyuhyun!”
“Sepertinya kau memang menginginkan mulutku menjadi melar!” Guman Kyuhyun sambil mengunyah makanannya itu.
“Yak! Tanpa melakukan itupun. Mulutmu sudah melar Kyuhyun-ah.” Hyunmie tertawa terbahak-bahak.
“Yak neo!” Kyuhyun semakin melotot. Tapi kemudian tertawa bersama Hyunmie.
“Hyunmie-ya gomawo.” Kata Kyuhyun saat mereka berhenti tertawa.
“Nde?”
“Terimakasih karena kau selalu berada di sisiku saat aku membutuhkanmu, saat aku berada di dalam jurang yang paling dalam dan gelap.”
“Kita berteman Kyuhyun-ah.” Hyunmie membelai wajah Kyuhyun. “Jah habis ini tidurlah! Kau pasti lelah!” kata Hyunmie.
Akhirnya Kyuhyun bisa terlelap dalam pelukan Hyunmie, Kyuhyun meminta Hyunmie untuk menemaninya saat itu karena Kyuhyun tidak bisa tidur.
Hyunmie menemani Kyuhyun sekalian melepas lelah tubuhnya itu. Hyunmie mamandang Kyuhyun yang terlelap dalam pelukannya itu, mengusap wajah Kyuhyun yang begitu indah di mata Hyunmie.
Flashback off
“Kyuhyun-ah….” Lirih Hyunmie.
“Baiklah. Aku akan merelakan kau ke Jepang. Tapi tidak dengan namja itu!”
“Namja? Siwon oppa?”
“Mwo oppa? kau memanggilnya oppa?” Kyuhyun terkejut saat Hyunmie memanggil Siwon dengan sebutan oppa.
“Ne.”
“Kau tidak boleh pergi dengannya?”
“Wae?”
“Apa yang sedang kau pikirkan Hyunmie-ya? Kau pergi dengan seorang namja keluar negeri hanya berdua saja.”
“Aniyeo, kami pergi berempat.” Kata Hyunmie polos. “Aku, Siwon oppa, Choi ahjumma, dan Choi ahjussi.”
“Mwo?”
“Sebelum appa meninggal, appa menitipkan aku kepada mereka. Dan sewaktu eomma masih hidup eomma sangat ini menjodohkanku dengan Siwon oppa.”
“Menjodohkan?”
“Orangtua Siwon oppa ternyata adalah sahabat baik kedua orangtuaku. Dan mereka ingin menyatukan anak mereka. Lima bulan setelah ini, kami akan pulang kesini untuk melaksanakan pernikahan kami.” Hyunmie tersenyum kepada Kyuhyun.
“Kau akan menikah dengan namja itu?” lirih Kyuhyun.
“Hem.” Hyunmie mengangguk dengan bahagia.
“Andwae! Kau tak boleh menikah dengannya Park hyunmie!”
“Wae? Dia namja yang baik.”
“Andwae! Kau akan meninggalkan aku!” mata Kyuhyun kembali berkaca-kaca.
“Aniyo, kita akan tetap menjadi chingu yang baik.” Hyunmie mencoba menjelaskan kepada Kyuhyun.
“Jebal jangan tinggalkan aku Hyunmie-ya….” Kyuhyun memohon dalam lirihannya itu.
“Aku tidak akan meninggalkanmu Kyuhyun-ah. Kita sahabat!”
“Maka dari itu. tetaplah di sini! di sampingku.”
“Ani, kalau aku tetap di sini, kau belum tentu di sini. kau mungkin akan bersama Sangwoo. Dan aku akan selalu di sampingmu,menyemangatimu. Aku akan selalu berusaha meluangkan waktuku untuk mengubugngimu.”
“Hyunmie-ya…..” lirih Kyuhyun lagi. dia benar-benar merasa takut kehilangan yeoja mungil sandarannya itu.
“Chagiya…..” suara Siwon tertangkap telinga Kyuhyun dan Hyunmie sehingga mereka melihat kearah Siwon yang berjalan ke arah mereka berdua.
“Oppa….” Guman Hyunmie saat melihat Siwon.
“Eoh Kyuhyun-ssi. Neo gwenchana?” tanya Siwon kepada Kyuhyun karena dimata dokternya Kyuhyun sedang dalam kadaan yang tidak baik.
“Hem nan gwenchana.” Kata Kyuhyun dengan dinginnya.
“Eoh chagiya kita harus kebandara sekarang. Eomma dan appa sudah menuju perjalanan ke sana.” Kata Siwon.
“Eoh bandara? Kau akan berangkat sekarang?”
“Hem! ini sudah jadi keputusanku sejak beberapa bulan kemarin. Hari ini aku hanya menyelesaikan surat kepindahan yang belum selesai.” Kata Hyunmie sambil menatap Kyuhyun. “Aku pergi dulu Kyuhyun-ah.” Hyunmie memeluk Kyuhyun dan kemudian meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di tempatnya.
“Hyunmie-ya….” Lirih Kyuhyun saat Hyuie sudah tidak terlihat lagi. Matanya meleleh begitu saja. Dia kehilangan cinta yang begitu besar dari seorang yeoja yang mencintainya yang ‘tak ia sadari samapai detik ini. Teman yang telah menjadi pelindung hatinya.

Tamat.
Note : gimana? Feelnya dapet gak? Uh I am so nervous. Hehehe . Ku nantikan kritik kalian yang membangun. Gamsahamnida. *Bow* sampai jumpan di ff selanjutnya. Sun sayang untuk orang di samping anda. Pai pai ^^

Tinggalkan komentar

29 Komentar

  1. wari

     /  Maret 31, 2013

    dapet ngajarin banget tentang arti sahabat

    Balas
  2. mira kyuhyun

     /  Mei 20, 2013

    Eonni deabakkk thor lanjut seru banget nih thor

    Balas
  3. kyuwonhae's wife

     /  Juni 2, 2013

    Kyu oppa egois bgt sihh :@ mna udah berlaku ksar sma Hyunmie😦
    Huaaa… Nyesek
    Pgen memusnahkan Sangwoon :@

    Balas
  4. Fransiska Elly Renni

     /  Juni 4, 2013

    keren thor, daebak
    belum pernah liat ff kya gini
    keren deh🙂

    Balas
  5. jojoshojo

     /  Juni 9, 2013

    ff ini daebak.. eonni , aku kasihan ama hyunmie karna perlakuan kyuhyun itu.trus ama yeojachingu kyu itu buat aku kesel. tapi aku juga kasian ama si kyu yg bkalan ditinggal hyunmiii.

    Balas
  6. rani

     /  Juni 10, 2013

    nanggung banget thor😀 padahal lgi indah*nya😀 lanjutin lgi dong thor😀

    Balas
  7. Jubaeddah WonnIe

     /  Juli 2, 2013

    Berharap.. Sequel nya siwon & hyumie merried.. ^^

    Balas
  8. magnaelover

     /  Juli 3, 2013

    Masih ngegantung !!! Sequel please …
    Kyu kesian amat di sini😦
    Please kyu lakuin sesuatu kek biar hyumie ga pergi …
    Andwee

    Balas
  9. Alifia Firdausi

     /  Oktober 6, 2013

    Min, bacanya sambil sesegukan nih.. :”

    Balas
  10. KyuTaem

     /  Oktober 9, 2013

    ngegantung thor. lanjut

    Balas
  11. heeyeon

     /  Oktober 15, 2013

    Omo keren . Penyesalan yg dramatis….. Sip deh buat ffnya

    Balas
  12. Ceritanya seru feel.y dpt keren

    Balas
  13. Kyu..penyesalan emang dtg terakhir..aduh itu pacar kyu ngebetein dh

    Balas
  14. tari dwi

     /  Februari 8, 2014

    waaaah kereeeeen banget thor is sebel banget sama si san wooo dasar rubaaaaah!!!!!

    Balas
  15. huuuuaaaaaah daebak
    keren bgt ne ff,fell ny bnr2 dpt n ini realita
    kita baru menyadari seseorang sgt brharga saat dia pergi.
    buat cho kyuhyun,sukurin tau rasa skrg enk aja mau dpt dua2ny,lagian si magnae evil ne terlalu dibutakan cinta pda kcantikan paras sangwoo bukan kcantikan hati hyemi
    buat park hyemi ama choi siwon dibikin sequel dong thor married life ama msa dpn hyemi jd dokter spclis knker.ditunggu ya
    ah i love this story

    Balas
  16. EsaKodok

     /  Agustus 10, 2014

    arghhhh….berliku liku ceritanyaaa
    tenang bang kyu…..kalo emang jodoh pasti bertemu…..
    siwonnya care bgttt siee

    Balas
  17. KyuRa

     /  Juni 24, 2015

    Wahh kesel gua kesell woyyy..
    Oh my god aumveh gua bnci bnget ama mbul disini yg gak peka!! Apkah ini gak ad sequelnya? Abis aku blm puas dgn endingnya.. gua pngen tau khidupan mbul stlah hyunmie gak ad..
    #very nice

    Balas
  18. kasihannya kyuhyun….. salah sendiri kenapa menyianyiakan hyunmie… padahal kesempatan terbuka dengan lebarnya tapi malah dibuang gitu aja, pake percaya bgt lagi ama sangwoo. hahaha

    semangat terus author, ditunggu karya2 selanjutnya ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: