FF//MY LITTLE WOMEN//5#

18708_503463176351072_749264890_n

Autor:yuni japanes kireina aka park hyunmie aka istri dunia akhirat cho kyuhyun

Tittel:MY LITTEL WOMEN

CAST:changmin aka max DBSK,park hyunmiE

cameo:cho kyuhyun,victoria,park jung soo,lee donghae,kim jae joong

gender:romantis

ost:why i did falling in love with you DBSK

rating: PG 15

Annyeong ini ff pertamaku yang tak bercast utama super junior mudah-mudahan pada suka dan fellnya dapat,kenapa autor pilih changmin karena autor merasa sifat changmin 11 12 sama cho kyuhyun berharap dapet fell oky curhat lama kita mulai. .

repost

Di pesawat kyuhyun dan hyunmie berbicara banyak bahkan kyuhyun memberikan sebuah cincin couple untuk hyunmie. .

Berbanding terbalik dengan victoria dan changmin yang hanya bisa menahan rasa kesalnya melihat hyunmie dan kyuhyun yang selalu mengumbar senyuman. .

Sesampainya di hotel keempatnya langsung menuju ke kamar masing-masing, tapi kyuhyun menahan hyunmie sesaat. .

“aku tunggu kau di pantai depan hotel jam 8 nanti.” ucap kyuhyun yang sedikit terdengar victoria, hyunmie hanya mengangguk menyetujui. .

STORY BEGENING

sesaat hyunmie terdiam di kasurnya lalu menatap cincin yang kyuhyun berikan padanya, ada rasa lain yang menelisik ruang hatinya. Rasa bersalah karena menerimanya, padahal hatinya sudah berpaling pada namja lain, sekuat apapun hyunmie mengingat perjuangannya selama 5 tahun mengejar kyuhyun, sekuat itu juga cintanya pada namja yang 3 tahun terakhir menjadi sahabatnya shim changmin. .

Sekilas kelebatan kebersamaannya dengan changmin berputar di kepala hyunmie, dadanya sesak bukan sakit tapi sesak karena rindu pada sahabatnya itu. .

“changmin, kau sedang apa?” gumam hyunmie lirih sambil menatap pantai lepas yang terpampang di depan jendela kamar hotelnya, sesaat hyunmie menatap jam di tangannya. Tak ada waktu dia harus bersiap-siap untuk pertemuannya dan kyuhyun nanti, secepat kilat hyunmie masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket. .

_ooOoo_

beberapa kali hyunmie menatap jam tangannya kesal, sudah hampir jam setengah sembilan malam tapi kyuhyun belum juga datang. Dengan sedikit gusar hyunmie hendak pergi dari pantai tapi langkahnya tertahan ketika seorang anak kecil memberikan secarik kertas untuknya. .

“ku tunggu di tebing dekat hotel.” gumam hyunmie membaca tulisan itu, sejenak hyunmie mengerutkan keningnya lalu merogok tas selempangnya. .

“aigo. Pantas dia mengirimkan pesan ini, hpku tertinggal ternyata.” gumam hyunmie sambil menepuk keningnya karena lupa membawa hp. .

Dengan langkah ringan hyunmie melangkah menuju tempat yang di tuju. .

Di tempat lain changmin mulai kelimpungan mencari hyunmie, sejak sampai di hotel changmin tak melihat hyunmie padahal kyuhyun sedang asik bermain game di kamarnya, changmin juga sudah mengecek di kamar dan hyunmie juga tidak ada di kamarnya. .

“victoria. .” gumam changmin tak tenang lalu berlari kekamar victoria, tapi dugaannya benar victoria tak ada di kamarnya. .

Sedikit berlari changmin pergi keluar hotel dan melihat victoria sedang tertawa senang dengan beberapa orang yeoja. .

Dengan kasar changmin menarik tangan victoria menjauh dari para yeoja itu. .

“kau ingat perjanjian kitakan? Jika kau menyakiti hyunmie aku tak segan-segan membunuhmu.” geram changmin sambil mempererat cengkraman tangannya pada victoria, membuatnya meringis kesakitan. .

“apa maksudmu? Lepaskan tanganku sakit, kau pikir aku gila eoh menyakiti orang sembarangan, lepaskan.” ucap victoria sambil menghempaskan tangan changmin yang menggenggamnya erat. .

“jika hilangnya hyunmie karenamu, aku tak akan melepaskanmu.” bentak changmin sambil kembali berlari kearah hotel, bermaksud memberitahu kyuhyun hilangnya hyunmie, tapi langkahnya tertahan ketika mendengar percakapan seorang yeoja dan namja. .

“aku yakin yeoja itu pasti mati kedinginan sekarang.” ucap si yeoja dan di balas tertawa lebar dari sinamja. .

“betul, cukup memberinya pelajaran agar tau diri karena merusak hubungan kyuhyun dan victoria.” ucap si namja membuat changmin membulatkan matanya, tak menunggu lama changmin menekat lalu mendorong si namja mengangkat kerah baju namja itu tinggi-tinggi. .

“kalian apakan hyunmie?” bentak changmin membuat si namja mati kutu, cukup tau jika berurusan dengan changmin berarti drop out dari kampus. .

“ka. .kami menyuruhnya a. .agar datang ketebing di samping hotel tidak lebih.” gugup si namja itu dan tak lama sebuah pukulan mendarat di wajah namja itu. .

“brengsek kalian gila.” bentak changmin lalu keluar hotel menerobos hujan menuju tebing yang di maksud. .

changmin berlari menuju tebing menembus dinginnya hujan, tak lama langkahnya terhenti oleh secarik kertas. Changmin membacanya sekilas lalu kembali berlari mencari hyunmie, tapi hasilnya nihil hyunmie tidak di temukan, membuat changmin menggeram frustasi. .

“kau di mana? Dasar yeoja pendek menyusahkan.” ucap changmin sambil kembali berlari hingga menemukan jalan lain untuk menuruni tebing. .

“apa yeoja pendek itu turun kemari?” gumam changmin, tanpa pikir panjang lagi changmin berjalan turun menyusuri jalan tersebut. .

Keadaan yang gelap cukup menyulitkan changmin tapi setelah turun changmin menemukan hamparan perkebunan bunga dan lampu penerangan menuju sebuah rumah kecil. .

Karena hujan semakin deras changmin memutuskan berteduh, siapa tau hyunmie juga ada di sana. .

Cukup lama changmin berlari mengingat luasnya perkebunan bunga di hadapannya, tak berapa lama changmin sampai di beranda rumah tersebut. Sedikit ragu changmin mengetuk rumah tersebut perlahan. .

Tak berapa lama seorang yeoja paruh baya membuka pintu. . .

“nuguseyo?” ucap sang pemilik rumah dan menatap changmin dari kaki hingga kepala. .

“chogi, bolehkah saya ikut berteduh, sekedar menumpang mengeringkan badan. Saya sedang mencari teman saya tadi. Tapi belum di ketemukan.” ucap changmin mengigil. .

“apa temanmu itu yang sedang berbaring itu?” ucap ajjuma tersebut sambil menunjukan sosok yeoja yang terpejam pucat di sofa yang di tutupi selimut tebal. .

Tanpa menunggu lama changmin mendekat tergesa. .

“ne ajjuma, dia chinguku, ada apa dengannya?” ucap changmin khawatir melihat hyunmie yang pucat pasif. .

“saat akan menutup bibit bunga dekat tebing, aku menemukannya tergeletak pingsan. Sepertinya dia terjatuh dan perutnya kosong jadi membuatnya semakin lemas. Ajjuma sudah mengompresnya tadi karena demam tinggi.” ucap ajjuma pemilik pondok itu menjelaskan, membuat raut wajah changmin semakin cemas. .

“gomawo jeongmal gomawo ajjuma.” ucap changmin lemas dan di balas anggukan ajjuma bermarga han tersebut. .

“sebaiknya kau keringkan badanmu di depan perapian nanti kau juga bisa sakit.” ucap han ajjuma pada changmin tapi changmin menggelengkan kepalanya. .

“anni. Aku akan menunggu chinguku ajjuma.” ucap changmin tegas. .

“baiklah kalau kau perlu sesuatu kau panggil ajjuma di kamar, ini keringkan rambutmu dengan handuk.” ucap han ajjuma sambil memberikan handuk pada changmin. .

“gomawo ajjuma.” ucap changmin sambil tersenyum tipis, han ajjumapun masuk ke dalam kamarnya. .

changmin dengan telaten merawat hyunmie yang masih belum sadarkan diri sejak tadi, bahkan changmin tidak sempat atau lebih tepatnya tidak memperdulikan badannya yang masih basah. .

Perlahan changmin menggenggam tangan hyunmie erat-erat mengecupnya beberapa kali. .

“yeoja pendek. Kenapa kau tidur terus? Kau tau aku mencemaskanmu.” gumam changmin pelan. .

Perlahan changmin menyandarkan kepalanya di samping tangan hyunmie, sedangkan tangan changmin masih tetap mengenggam tangan hyunmie erat-erat, Perlahan mata changmin tertutup dan tertidur. .

Tapi sepertinya changmin tak lama memejamkan matanya ketika tiba-tibanya di genggam erat-erat oleh hyunmie yang mengigil kedinginan, membuat changmin panik tak tau harus berbuat apa. .

“han ajjuma dowa juseyo?” ucap changmin sedikit keras beberapa kali berharap pemilik pondok ini mendengarnya. Dan benar saja tak selang beberapa saat kemudian han ajjuma keluar sedikit tergesa-gesa. .

“waegeure?” ucap han ajjuma sambil menatap hyunmie yang mengigil dan sayup-sayup memanggil nama changmin. .

“mollaseyo, tadi tiba-tiba dia mengigil kedinginan ajjuma.” ucap changmin panik. . .

“baiklah sebaiknya pindahkan yeoja chingumu ini kekamar ajjuma, dia sepertinya baru sadar dari pingsannya dan merasakan dingin tubuhnya.” ucapan han ajjuma membuat changmin tertegun sesaat tapi tak lama changmin mengangguk cepat dan memangku hyunmie masuk kekamar han ajjuma. . .

“kau buka bajumu lalu peluk yeoja chingumu dari belakang sambil genggam tangannya erat-erat, ajjuma akan buatkan sup abalon untuknya.” ucapan han ajjuma kali ini membuat changmin semakin membulatkan matanya. .

“a. . .apa maksud ajjuma ke. .kenapa harus membuka baju dan memeluknya?” ucap changmin sedikit gelagapan. .

“kekasihmu bisa mati kedinginan jika kau tak cepat menghangatkan tubuhnya, badai juga tak akan berhenti sampai nanti pagi, kau juga tak akan memeluk yeoja ini dengan baju basahmukan? Penghangat ruangan ini juga tidak akan cukup. Sudah lakukan saja tidak lama hanya sampai sup jadi saja palli.” rentetan kata-kata han ajjuma membuat changmin menelan ludah payah, di lihat dari manapun itu cukup menyulitkan untuk changmin. .

“ta. .tapi dia bukan yeoja chinguku, dia chinguku ajjuma.” ucap changmin sedikit menegaskan bukan hanya pada han ajjuma tapi pada diri sendiri kalau dirinya tidak berhak menyentuh hyunmie sembarangan. .

“kalau begitu lakukan atas dasar membantu temanmu, sudahlah ajjuma harus buat sup dulu.” ucap han ajjuma sambil melangkah pergi dan menutup pintu kamar. . .

Sesaat changmin menatap hyunmie yang menggigil kedinginan, wajah pucatnya membuat changmin semakin tak punya banyak pilihan, tak lama changmin membuka kaus hitamnya lalu perlahan naik keatas kasur masuk kedalam selimut lalu merangkul hyunmie, membawa hyunmie kedalam pelukannya, sayup-sayup changmin bisa mendengar mulut mungil hyunmie menyeruakan namanya, membuat nafas changmin semakin tersendat-sendat, pelukan changmin semakin erat pada hyunmie sesekali menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya sedikit kesusahan, jantungnya tak bisa di ajak kerja sama. Seperti ada bom waktu yang setiap tarikan nafasnya meledak di jantungnya. .

Sesaat changmin menatap wajah mengigil hyunmie, matanya langsung tertuju pada cincin yang melingkar di jari manis hyunmie. Cincin itu pemberian kyuhyun saat di pesawat pada hyunmie, perlahan changmin bermaksud melepas cincin itu dari jari hyunmie tapi tak lama hyunmie membuka matanya. .

“apa yang kau lakukan.” ucap hyunmie gemetaran. . . .

“untuk malam ini saja lepas cincin ini, dan jadilah miliku. Hanya diam dalam pelukanku agar kau tak mati kedinginan.” gumam changmin pelan, mata dingin changmin justru meyakinkan hyunmie jika memang changmin melakukan ini semua untuk menolongnya. Perlahan changmin melepas cincin di jari hyunmie, matanya tak lepas menatap mata hyunmie yang seakan mencari sedikit saja celah untuk menembus masuk ke hati changmin, tapi changmin terlalu pandai menyembunyikan semuanya hingga hyunmie kembali menutup matanya dan changmin memeluknya erat-erat. .

Sesaat hyunmie membuka matanya di dekapan changmin tangannya bisa merasakan dengan jelas debaran jantung changmin yang sama dengannya, hyunmie tersenyum sedikit air matanya keluar lalu kembali menutup matanya dan semakin merapatkan diri di pelukan changmin. .

ketika han ajjuma akan masuk ke kamar , ajjuma itu tersenyum karena hyunmie yang sudah tak mengigil lagi dan di peluk erat oleh changmin yang juga sudah tertidur lelap. .

“kalian pasti akan bersatu, tidak malam ini berarti besok.” gumam han ajjuma sambil menutup pintu kamar dan duduk di kursi goyangnya yang menghadap perapian. . .

“kita menyatukan sepasang mahluk tuhan lagi disini yeobo.” gumam han ajjuma sambil menatap bingkai seorang namja paruh baya yang tak lain adalah suaminya. .

*.*.*.*.*.*.*

matahari menembus celah-celah jendela pondok kecil di tengah hamparan perkebunan bunga itu, membuat sepasang anak manusia yang masih terlelap semakin mengeratkan pelukannya pada pasangannya, bukannya bangun tapi keduanya malah menarik selimut dan mengeratkan pelukan pada pasangan di dekapannya, jantung keduanya sudah berolah raga sejak tadi tapi mata keduanya sama sekali tak ingin terbuka, takut semua akan berakhir begitu saja, binggung harus bagaimana nanti menatap satu sama lain, keduanya sudah terbangun sejak tadi tapi belum ada yang mau menegur atau membuka suara menyambut pagi yang indah ini. .

Hingga akhirnya hyunmie memberanikan diri untuk membuka mata, menatap seorang namja yang matanya masih tertutup tapi bibirnya tersenyum indah. .

Perlahan hyunmie meraba wajah di hadapannya, membuat senyuman itu hilang di wajah changmin dan perlahan changmin membuka matanya. Mata keduanya saling bertemu cukup lama menikmati wajah pasangannya, changmin mengikis jarak yang memang hanya sedikit lagi dari wajah hyunmie, nafas keduanya sudah beradu. .

TOK TOK TOK

ketukan pintu itu membuat changmin menahan nafas lalu bangun terburu-buru memakai bajunya yang sedikit mengering dan berjalan kearah pintu, membiarkan hyunmie yang menepuk-nepuk jantungnya yang tak karu-karuan karena tatapan changmin tadi. .

Changmin membuka pintu dan tersenyum kearah han ajjuma begitupun beliau membalasnya dengan senyuman. .

“mian ajjuma mengganggu kalian.” ucap han ajjuma sambil membawa nampan berisi sup yang sebenarnya ingin di berikannya tadi malam pada hyunmie. .

“anni gwenchana, silahkan ajjuma masuk saja, ah aku mau menghirup udara segar.” ucap changmin sambil melangkah keluar pondok. .

Han ajjuma sendiri masuk lalu membantu hyunmie sarapan, karena hyunmie masih sangat lemah di tambah tangan kanannya juga terkilir. .

Changmin berkeliling menatap berbagai macam aneka bunga di perkebunan itu membuatnya sesaat melupakan denyut jantungnya yang seperti dapat serangan bom puluhan kali. .

hyunmie memakan sup dari han ajjuma dengan lahap karena memang dari kemarin tak ada makanan yang masuk ke dalam perutnya, han ajjuma hanya tersenyum menatap hyunmie yang sepertinya menikmati sup buatannya. .

“apa kau begitu menyukainya?” tanya han ajjuma membuat hyunmie menghentikan aksi brutalnya melahap sup di nampan kecil di pangkuannya. .

“maksud ajjuma sup ini?” tanya hyunmie menebak yang membuat han ajjuma kembali tersenyum tipis. .

“di lihat dari manapun kau memang menyukai sup buatan ajjuma dan sepertinya kau juga menyukai namja yang bernama changmin itu.” ucapan han ajjuma sukses membuat hyunmie tersedak dan terbatuk-batuk, melihat itu han ajjuma menyodorkan segelas air pada hyunmie. .

“kenapa ajjuma berpikiran begitu?” ucap hyunmie setelah sedikit tenang. .

“semalam kau terus memanggil nama namja bernama changmin, apa namja itu yang memelukmu semalaman tadi.” kali ini wajah hyunmie semakin merah padam, gugup, salah tingkah berbaur jadi satu. .

‘apa terlihat jelas.’ gumam hyunmie dalam hati. .

“dia hanya chinguku ajjuma, lagi pula kita sudah punya pasangan masing-masing.” ucap hyunmie pelan sambil mengosok-gosok tengkuknya canggung. .

“tapi ajjuma melihat cinta di mata namja itu untukmu. Bahkan dia mau memelukmu semalaman agar tidak mati kedinginan.” ucapan han ajjuma membuat hyunmie semakin tak karuan. Hyunmie sampai mengipas-ngipas wajahnya saking panas tubuhnya meningkat padahal ini masih pagi dan cuaca sedang dingin. .

“apa aku demam ea.” gumam hyunmie pelan sambil memegang keningnya yang membuat han ajjuma menahan tawa geli melihat kepolosan yeoja mungil di hadapannya. .

“sebaiknya kau juga menghirup udara segar dulu di luar, mungkin bisa memulihkan staminamu. Bunga-bunga disini sangat membantu.” ucap han ajjuma sambil melangkah keluar kamar membawa nampan yang sudah kosong. .

Setelah menimang-nimang hyunmie akhirnya melangkah keluar pondok, dan benar saja hati hyunmie begitu tenang melewati jalan-jalan setapak yang di penuhi bunga-bunga yang indah. .

Tak lama hyunmie melihat changmin, hyunmie tertegun melihat changmin yang tersenyum dan menutup matanya begitu damai, sesaat hyunmie tersenyum sepertinya han ajjuma benar. .

Saking fokusnya menatap changmin, hyunmie gelagapan ketika changmin menatapnya mendadak. .

“lihat apa yeoja pendek.” ucap changmin sambil menatap hyunmie tajam dan perlahan mendekat kearah hyunmie. .

“a. .anniya aku hanya sedang melihat bunga saja.” ucap hyunmie gelagapan sambil memalingkan muka, tapi changmin terus mendekat dan menatap hyunmie tajam membuat hyunmie semakin salah tingkah. .

“waeyo? Mau apa kau?” bentak hyunmie sedikit mundur, tapi tak ada jawaban dari changmin membuat hyunmie semakin gugup dan akhirnya berbalik dan berjalan meninggalkan changmin, baru saja beberapa langkah tangan hyunmie di tarik changmin dan membawa hyunmie dalam pelukannya. .

“apa kau baik-baik saja?” bisik changmin di telinga hyunmie dan hanya di balas anggukan hyunmie. .

“keunde nan gwenchana anniya.” gumam changmin pelan sambil mempererat pelukannya pada hyunmie, mendengar itu hyunmie menatap changmin sendu, tangannya bergerak perlahan menangkup wajah changmin yang exspresinya begitu terlihat frustasi. .

“wae?” tanya hyunmie pelan. .

perlahan changmin mendekatkan wajahnya kewajah hyunmie menyatukan kening keduanya dan menatap sayu mata hyunmie. .

“aku sudah tak bisa mengontrol hatiku lagi.” ucap changmin pelan tapi pelukannya semakin erat di tubuh mungil hyunmie. .

“apa kau ada masalah dengan victoria?” pertanyaan hyunmie membuat changmin menghelah nafas lemas lalu melepas pelukannya pada hyunmie lalu duduk menghadap perkebunan bunga dan menatapnya kosong, hyunmiepun ikut duduk di samping changmin dan menatap changmin seperti menunggu apa yang akan changmin ucapkan. .

“aku tidak ada masalah dengan victoria, tapi denganmu.” ucap changmin sambil kembali menatap hyunmie sayu, hyunmie menelan ludahnya payah perasaannya mulai kacau. .

“apa aku berbuat salah?” ucap hyunmie pelan dan sekali lagi changmin memeluk hyunmie erat-erat. .

“apa kau tak merasakan detak jantungku? Kesalahan terbesarmu adalah membuat jantung ini tak terkontrol setiap didekatmu.” ucapan changmin membuat hyunmie tertegun, apa cintanya tak bertepuk sebelah tangan? Lalu bagaimana dengan kyuhyun dan victoria. . .

Perlahan changmin menatap hyunmie memberi keyakinan kalau apa yang ada di pikirannya bukanlah sebuah prasangka tapi kenyataan, changmin mengecup kening hyunmie lama menyalurkan rasa cintanya yang tinggi yang sudah terlalu meluap-luap selama hampir 3 tahun terakhir. .

Tubuh hyunmie bergetar air matanya mengalir begitu saja, otaknya sudah kosong yang ada hatinya menginginkan semua ini tidak berakhir, ingin menguasai waktu jika perlu melupakan semuanya dan kenyataan yang ada. . Changmin mengecup bibir hyunmie beberapa kali membuat nafas keduanya sedikit tercekat-cekat dan berakhir dengan lumatan-lumatan lembut yang membuat keduanya mempererat pelukan masing-masing dan seperti tak menyadari sepasang mata memerah sedang menangis pilu dan menahan amarah. .

***********

kyuhyun menatap pantulan dirinya di kaca semuanya sudah terlihat rapi dan kyuhyun sudah tak sabar menunggu kencan pertamanya dengan hyunmie, tak lama pintu hotelnya di ketuk dan masuklah seorang roomboy mengambil cucian kotor kyuhyun. . .

“tuan sudah rapi, mau kemana?” ucap sang roomboy tersebut membuat kyuhyun tersenyum senang. .

“aku akan pergi kencan dengan kekasihku.” ucap kyuhyun sambil menyerahkan cuciannya. .

“sebaiknya besok pagi saja tuan, malam ini akan ada badai jadi sebaiknya tuan batalkan saja.” ucapan roomboy tersebut membuat kyuhyun kecewa, dengan perasaan bersalah kyuhyun mengirimi hyunmie sms kalau kencan di batalkan, tapi baru saja mau mengirim sms, tiba-tiba hyunmie mengirim sms lebih dulu yang isinya meminta agar kencan keduanya di batalkan dan hyunmie ingin tidur saja, sesaat kyuhyun tersenyum miris kencan pertamanya harus gagal karena cuaca tak mendukung. . .

Akhirnya kyuhyun memutuskan menghabiskan waktu dengan memainkan PSPnya. .

Tapi kegiatannya sedikit terganggu karena changmin masuk kamarnya. .

“mana hyunmie?” tanya changmin datar. .

“di kamarnya.” ucap kyuhyun datar. .

Tak lama changmin keluar kamar kyuhyun dan membiarkan kyuhyun bergelut dengan PSPnya. .

Cukup lama kyuhyun berpikir, tak tahan kyuhyun melempar PSPnya kekasur lalu melangkah keluar menuju kamar hyunmie, dan tebakkannya benar hyunmie tak ada dan bisa di pastikan changmin juga pergi bersama hyunmie. .

“shit aku kecolongan.” umpat kyuhyun sambil berlari kelobi hotel tapi sayang hujan sudah sangat deras di luar, membuat kyuhyun semakin tak tenang. .

“yeoja itukan tak kuat dingin.” gumam kyuhyun semakin cemas. .

Hingga jam 3 pagi hujan tak juga reda membuat kyuhyun akhirnya nekat menerobos hujan yang lumayan deras, kyuhyun tak tau hyunmie dimana, dan terpaksa kyuhyun mencari asal, hingga pagi kyuhyun menemukan jalan menuju perkebunan bunga, rasa senang dan lega terlihat jelas di wajah kyuhyun karena berpikir gadisnya mungkin saja selamat di pondok di tengah perkebunan tersebut dan memang benar yeojanya selamat, tapi sayang sepertinya yeojanya sudah menjadi milik orang lain. .

Kyuhyun hanya membeku menahan amarahnya yang meluap-luap melihat yeoja yang di cintainya tengah berpelukan mesra dengan sahabatnya sendiri dan berciuman mesra bahkan seperti tak menyadari keberadaannya yang hanya sanggup meremas dadanya ngilu. . .

cukup lama changmin mengulum bibir hyunmie hingga perlahan hyunmie melepas ciuman panas itu, nafasnya tidak sepanjang changmin dan sepertinya jantungnya juga tak sekuat changmin menahan sesak didadanya mungkin efek rasa rindu atau perasaan lain yang mulai masuk kehatinya. Rasa bersalah. .

Hyunmie menatap changmin sendu sesaat mata hyunmie menatap tepat kebelakang changmin, seorang namja menatapnya sedih tak lupa mata penuh amarah juga terlihat di matanya. .

“kyu. .kyuhyun. .” ucap hyunmie sedikit shock melihat kyuhyun dan refleck membuat changmin melirik ke belakang keduanya berdiri menatap kyuhyun cemas. .

Perlahan kyuhyun berjalan kearah changmin dan hyunmie menatap keduanya dengan perasaan campur aduk. .

“apa kau baik-baik saja?” tanya kyuhyun pada hyunmie pelan, sambil menarik tangan hyunmie yang di genggam erat oleh changmin. .

“gwenchanayo.” ucap hyunmie pelan sambil menunduk dia terlalu takut menatap mata kyuhyun, bukan mata penuh amarahnya tapi mata penuh luka yang mungkin saja di lihat hyunmie. .

“sepertinya kau menjaga chingumu dengan baik max.” ucap kyuhyun sambil menatap changmin tajam, tapi changmin tak menjawab dia lebih memilih diam karena jika bicara hanya akan membuka jalan menuju perkelahian, yang jujur sangat di jauhi changmin. .

“apa kita perlu tanding ulang changmin_sshi?” tanya kyuhyun sambil menangkup wajah hyunmie menatap hyunmie yang kebinggungan dengan pertanyaan kyuhyun. .

“benar chagi, kami menjadikanmu taruhan di arena balapan tempo hari.” ucapan kyuhyun membuat changmin ataupun hyunmie terpaku tak menyangka kyuhyun mengatakan hal yang hanya changmin dan kyuhyun saja yang tau. .

Kyuhyun tersenyum licik kearah hyunmie yang sudah menatapnya kosong kontras dengan air mata yang berjatuhan di mata hyunmie membuat changmin merasa bersalah. .

“hyunmie dengar ini tak seperti yang kau pikirkan aku.”

DUKK

“AAA” hyunmie menendang tulang kering changmin keras-keras matanya menatap marah pada changmin. .

“kyuhyun kita pergi.” ucap hyunmie datar lalu pergi meninggalkan changmin yang terpaku sedangan kyuhyun juga melayangkan pukulannya di perut changmin. .

“ini karena kau melanggar janjimu untuk menyentuhnya.” gumam kyuhyun sambil melangkah pergi mengikuti hyunmie dari belakang. .

hyunmie berjalan dengan tubuh bergetar hebat air matanya mengalir tak bisa berhenti, serendah itukah hyunmie dimata changmin dan kyuhyun hingga dengan seenaknya menjadikannya sebagai bahan taruhan, kyuhyun hanya menatap sendu punggung hyunmie dan dengan cepat kyuhyun menggenggam tangan hyunmie dengan erat dan mempercepat langkah keduanya menuju hotel. .

Hyunmie berusaha melepaskan genggaman tangan kyuhyun tapi tenaganya tak sepadan dengan kyuhyun dan akhirnya pasrah ketika tubuhnya di tarik paksa mengikuti langkah kyuhyun yang cepat dan besar-besar. .

Kyuhyun sama sekali tak melepas tangan hyunmie ketika sampai di lobi hotel pun saat victoria menatap hyunmie tajam, kyuhyun sama sekali tak memperdulikannya dan hanya melewati victoria begitu saja dan langsung menuju kamar hotel kyuhyun. .

Kyuhyun masuk kekamarnya lalu mendorong hyunmie kesofanya begitu saja, dan dengan cepat Kyuhyun memegang tangan hyunmie erat-erat menatap hyunmie tajam. .

“lepaskan aku kyuhyun, aku bukan milik siapapun bukan kau ataupun changmin.” bentak hyunmie sambil terisak juga yang tak terima dengan sikap kyuhyun yang seolah-olah menganggapnya barang yang dengan mudahnya di jadikan barang taruhan. .

“otte? Apa rasanya sakit di permainkan dan di bohongi.” ucap kyuhyun datar. .

“apa maksudmu? Lepaskan aku tanganku sakit, kau yang mempermainkanku dan juga membohongiku selama ini kau tega menjadikan aku taruhan memang kau pikir aku ini apa eoh.” bentak hyunmie dengan isakan makin keras. .

“geure aku memang menjadikanmu taruhan agar changmin tak mengambil gadis yang kucintai lebih dari 5 tahun terakhir, apa aku salah eoh, kau mempermainkanku dengan menerimaku kembali menjadi kekasihku tapi kau malah berkhianat dengan berciuman dengan namja yang jelas-jelas adalah sahabatku.” bentak kyuhyun kuat-kuat dan semakin erat menggenggam tangan hyunmie tak memperdulikan rintihan kesakitan yang hyunmie rasakan. .

“wae, wae kenapa harus sekarang, kenapa tidak sejak dulu kau melakukan ini ketika aku masih sangat mencintaimu.” ucap hyunmie melunak karena memang dia juga salah. .

Tak lama genggaman tangan kyuhyun melunak air matanya menerobos keluar membasahi wajahnya yang baru hyunmie sadari memucat dan tak lama kyuhyun ambruk menindih tubuh hyunmie, nafasnya turun naik di leher hyunmie. .

“aku terlalu takut kau terluka karena bersamaku.” ucap kyuhyun terisak sambil perlahan memeluk hyunmie erat-erat. .

~TBC~

Tinggalkan komentar

1 Komentar

  1. KyuRa

     /  Juni 23, 2015

    Aihh kyuhyun pngecut ihh si changchang juga .. ckckck -_-

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: