FF//CHAPTER//THE SCRAY EYES//EXO&SUJU//part2b

543980_524966230867433_494968175_n

Annyeong sesuai janji hyunmie shere FF lagi kali ini cast EXO & SUJU mudah-mudahan pada suka ea. .

But dont bash. .

Dont plagiat. .

Dont copas. .

This is my FF. .

Siapapun di dalam cerita milik tuhan dan orangtuanya kecuali evil cho punya hyunmie dan anggap aja park hyunmie adalah kalian. .

Autor:yuni japanes kireina aka istri dunia akhirat mr cho.

Cast utama:TAO EXO, KRIS EXO, LEETEUK SUJU, KYUHYUN SUJU, park hyunmie

cameo:all member SUJU& EXO

gender:romantis,angsat,action, little comady.

Rating:17+

leght:chapter

ost:EXO MAMA,SUPER JUNIOR MIRACLE,OPERA

repost

“Kau tidak menyeramkan seperti kata siswa lain. Oh iya apa lukamu sudah sembuh? Ku dengar kemarin ada beberapa siswa yang masuk rumah sakit ketika bertemu dengan pemuda yang memiliki mata tajam dan memukuli sampai hampir mati.” ucap Hyunmie sambil menerawang. Sedang Tao kembali menunduk takut kalau Hyunmie tau itu dia. Hyunmie menjauhinya.

“Tao_ssi? Apa itu kau?” tanya Hyunmie pelan tapi entah kenapa Tao tak bisa berbohong dan mengangguk lemah.

“Hmmm keunde neo gwenchanayo? Kemarin aku melihat darah di keningmu.” tanya Hyunmie seolah melupakan fakta mungkin namja di hadapannya berbahaya.

“Nan gwenchanayo, keunde apa kau tidak takut padaku?”

“Mollayo keunde Pluto lebih menyeramkan darimu.” tunjuk Hyunmie pada Pluto membuat Tao tersenyum senang.

“Syukurlah. Tadinya aku takut kau menjauhiku dan tidak mau mengenalku karena mataku yang menakutkan.” ucap Tao senang membuat Hyunmie juga ikut tersenyum menatap senyuman polos Tao.

STORY BEGENNING

Sepertinya Pluto mendengar suara mencurigakan. Karena anjing itu langsung pergi mencari asal suara.

“Sepertinya ada yang mau kabur.” ucap Hyunmie menatap kepergian Pluto. Perlahan Hyunmie mendekat lalu duduk di samping Tao. Hyunmie kembali memperhatikan wajah Tao membuat Tao salah tingkah.

“Wa. .waeyo?” sedikit gelagapan dan memundurkan tubuhnya.

“Wajahmu cepat sekali sembuhnya. Kemarin aku masih ingat kau luka parah.” ucap Hyunmie penasaran.

“Ah itu karena Kris hyung mengobatiku dengan ramuan Khusus. Hyunmie mengerutkan keningnya binggung tapi kemudian menyodorkan tangannya yang luka-luka di cakar Volet.

“Apa luka seperti ini bisa hilang?” tanya Hyunmie polos. Tao memperhatikan tangan Hyunmie baik-baik.

“Apa kau mengganggunya?” tanya Tao penasaran.

“Anni hewan-hewan itu yang membenciku.” ucap Hyunmie sedih membuat wajah Tao juga berubah sedih.

“Makanya aku iri padamu.” melihat Hyunmie sedih Tao memeluk Hyunmie dari belakang lalu menyeretnya mendekat. Membuat Hyunmie gelagapan.

“A. .apa yang kau lakukan?” gagap Hyunmie yang berusaha lepas dari Tao. Tapi perutnya di tahan oleh Tao.

“Sssst diamlah sebentar.” bisik Tao di telinga Hyunmie yang sukses membuat bulu-bulu halus di tubuh Hyunmie meremang.

Perlahan Tao mengangkat tangan kiri Hyunmie rendah. Tao sedikit bersiul kecil. Dagunnya menempel di bahu Hyunmie. Hingga dengan jelas Hyunmie bisa melihat wajah Tao dari sudut matanya. Entah dari mana tiba-tiba burung kecil mungkin burung pipit. Hinggap di jari manis Hyunmie yang sedang Tao pegang. Perlahan tangan kanan Tao yang memegang perut Hyunmie juga mengangkat tangan Kanan Hyunmie sama seperti tadi burung pipit hinggap di jari manisnya. Seorang Park Hyunmie di dekati seekor burung? Itu patut dirayakan. Mata Hyunmie berkaca senyumnya tidak berhenti.

“Tao burung it-”

“Sssst jangan bicara nikmati saja. Ara.” bisikan Tao membuat Hyunmie reflek menatap Tao. Hidung mereka saling bersentuhan. Dan tanpa canggung Tao menggesekan hidungnya ke hidung Hyunmie.

“Aku suka kau tersenyum. Karena kaulah orang pertama yang mengajaku tersenyum.” Hyunmie hanya terpaku tak berkutik menelan ludah keluh. Namja di hadapannya kenapa manis sekali saat tersenyum.

Tao tersenyum menatap Hyunmie yang masih terpaku melihat senyum polos Tao. Tapi tiba-tiba raut wajah Tao berubah khawatir melihat wajah Hyunmie yang memerah. ‘Apa aku menyakitinya?’ itulah yang Tao gumamkan dalam hati.

“Neo gwenchanayo? Kenapa wajahmu memerah? Apa aku menyakitimu?” pertanyaan Tao sontak membuat Hyunmie menunduk malu.

“Untung dia benar-benar bocah polos.” gumam Hyunmie dalam hati. Lalu kembali menatap Tao yang sudah memiringkan kepalanya menatapnya sama dekatnya seperti tadi.

“Kau sakit?” tanya Tao khawatir lalu menangkupkan tangan Kanannya di wajah Hyunmie membuat burung pipit yang bertengker di jari Hyunmie pergi karena gerakan Tao. Lagi-lagi Hyunmie hanya membeku, otaknya seperti tidak berfungsi untuk menghentikan kegilaan namja polos yang sekarang kembali mendekapnya. Menatapnya penuh kekhawatiran yang tak perlu. Kalau namja lain mungkin sudah Hyunmie tendang kelaut ‘tidak sopan’ kita-baru-saja-berkenalan.

Tapi Hyunmie malah menikmati tatapan sendu itu, menikmati perhatian yang bahkan bukan dari orang yang Hyunmie kenal.

“Gwe. .gwenchanayo Tao_ssi bisakah kau lep-” belum juga menyelesaikan perkataan Tao sudah mendekap Hyunmie erat-erat membuat Hyunmie kembali lagi terkena shock terapi untuk jantungnya dalam beberapa menit terakhir.

“Syukurlah, aku kira aku menyakitimu. Aku tidak mau kau menjauhiku. Keunde kau harus tau aku ini anak baik. Hanya saja kau harus menjauhiku kalau aku sudah melihat darah.” ucapan Tao membuat Hyunmie mengerutkan keningnya binggung. Perlahan Hyunmie melonggarkan pelukan Tao lalu memandang Tao penuh pertanyaan.

“Apa maksudnya?”

“Kau tadi bertanyakan apa aku yang memukuli teman-temanmu?” Hyunmie mengangguk pelan, Tao menarik nafas lalu menatap Hyunmie tajam. ‘merinding’

“Janji kau tidak akan menjauhiku setelah mendengarnya?” sekali lagi Hyunmie mengangguk pelan.

“Aku bukanlah orang yang mengerti caranya bergaul. Karena lebih sering menghabiskan waktu dengan binatang, ayahku seorang profesor yang mengamati banyak hewan di dalam hutan. Membuat aku yang hanyalah memiliki seorang ayah. Mau tak mau ikut kemanapun ia pergi. Termasuk hutan, kau lihatkan semua orang takut kalau menatapku? Karena aku tidak tau menatap manusia dengan seharusnya. Syukurlah kau tidak takut.” sesaat Tao kembali tersenyum lalu kembali mendekap Hyunmie erat-erat. Hyunmie hanya merutuki sifat polos namja bernama Tao ini. Tidak tau apa jantungnya sudah mau pecah karena aksinya yang menganggap Hyunmie seperti ‘yeoja chingunya’.

“Kemari aku pindah ke Seoul, karena bosan aku jalan-jalan tapi karena pertama kali ke Seoul aku jadi tersesat. Takut sebenarnya bertanya tapi aku harus terbiasakan. Akhirnya aku bertanya pada beberapa siswa di gang dekat taman saat kita bertemu kemarin. Tapi mereka mengira aku menantang mereka, karena mereka pikir aku menatap mereka tajam. Aku tidak tau harus seperti apa, bahkan ketika mereka memukuliku aku diam saja. Semua jadi gelap ketika kepalaku dipukul oleh balok kayu darah mengalir dari kepalaku. Ketika aku sadar dan merasa terang kembali. Orang-orang itu sudah terkapar. Karena takut aku lari saja ketaman dan malah bertemu denganmu.” ucap Tao polos, Hyunmie hanya melongo tak percaya melihat exspresi tak bersalah namja di hadapannya.

“Jadi jangan menjauhiku iya? Hanya saat aku melihat darah kau harus lari sejauh mungkin dariku. Karena di saat itu aku tidak akan ingat siapapun.” permohonan Tao membuat Hyunmie menelan ludah payah. Apa aku akan selamat? Perkataan itu terus berputar di otak Hyunmie. Hingga Hyunmie kembali tertegun ketika Tao tersenyum kearahnya.

“Dasar jantung bodoh.” rutuk Hyunmie pada diri sendiri.

Ketika suasana begitu romantis. Tepuk tangan dari seseorang yang mendekat ke arah Tao dan Hyunmie membuat keduanya bangkit berdiri lalu menatap kaku pada segerombolan namja di hadapan mereka.

“Hebat. Setelah apa yang kau lakukan pada bos kami. Kau masih punya nyali masuk ke sekolah kami. Dan lihat kau berani bermesraan dengan yeoja yang bos kami incar.” seseorang maju kedepan melipat tangannya di dada menatap meremehkan pada Tao yang menunduk. Tapi ketika Tao menatap kearah gerombolan itu. Semua terlihat terkejut dan mundur beberapa langkah.

“Mian aku tidak bermaksud menyakiti teman kalian.” ucap Tao merasa bersalah. Tapi gerombolan itu terlanjur menyalah artikan tatapan Tao.

“Kau? Berani sekali memandang kami seperti itu? Kau menantang kami eoh? Beri pelajaran anak baru itu.” intruksi itu sontak membuat Hyunmie maju kedepan. Walaupun sedikit ketakutan. Dia tidak ingin tambah korban karena kekalapan Tao.

“Hentikan. Kalian jangan cari masalah disini. Jangan cari masalah dengan Tao. Kalian tak akan selamat.” ucap Hyunmie sedikit memohon. Tapi gerombolan namja itu malah tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan Hyunmie.

“Jadi namamu Tao eoh? Heh aku tidak menyangka kau bersembunyi di balik tubuh seorang yeoja. Hyunmie_ssi jangan ikut campur, aku tidak ingin kau terluka.” ucap namja tadi datar. Hyunmie menatap Tao yang tertunduk. Namja ini terlihat ketakutan membuat Hyunmie semakin kesal lalu mendekat ke arah namja di hadapannya.

“Sudah aku bilang jangan cari masalah dengannya. Atau aku laporkan pada kepala sekolah.” ancaman Hyunmie sontak membuat namja itu menggeram marah. Sedikit kasar namja itu mendorong Hyunmie. Dan tanpa pegangan kening Hyunmie terantuk pohon tak jauh dari tempat ia berdiri. Namja itu sedikit terkejut bahkan gelagapan ketika melihat kening Hyunmie berdarah. Bisa mati dia kalau bosnya tau.

“Mworaneungoya?” tiba-tiba suasana taman berubah menjadi kelam. Aura mengerikan begitu terasa menguar dari tubuh Tao. Gerombolan itu sedikit ketakutan saat melihat tatapan Tao.

“Tao. . .andwe.” gumam Hyunmie pelan, saat melihat Tao mulai mengamuk menghajar gerombolan namja tadi tanpa ampun. Hyunmie sedikit memaksakan diri untuk berdiri ketika melihat gerombolan itu babak belur bersimbah darah. Harus ada yang menghentikan Tao. Sedikit terhuyung-huyung Hyunmie menarik bahu Tao agar berhenti memukuli mereka. Saat ini yang Tao ingat hanya memukuli jadi dia sudah tak bisa membedakan lawan dan kawan lagi. Bahkan ketika Hyunmie menarik bahunya. Dengan brutal Tao mencekik Hyunmie membuat Hyunmie tak menginjakan kakinya di tanah.

“Ta. . .tao i. . .ini aku. . .Hyu. .hyunmie.” ucap Hyunmie terbata-bata akibat cekikan Tao yang terlalu kuat. Tapi Tao benar-benar melupakan Hyunmie sekarang. Hingga namja yang sudah terkapar tadi berjalan terseok-seok lalu memukul kepala Tao kuat-kuat. Darah mengalir di pelipis Tao, dengan penuh amarah Tao berbalik melepas Hyunmie dari cengkramannya dan kembali memukuli namja bernama joon itu. Tubuh Hyunmie mengigil ketakutan nafasnya tercekat-cekat dan terbatuk beberapa kali. Tapi dengan tenaga yang tersisa Hyunmie kembali berdiri dan dengan kasar menarik tangan Tao yang siap melayangkan pukulannya pada Joon.

“Tao kemanhe.” bentak Hyunmie dan bagaikan kilat Hyunmie menempelkan bibirnya di bibir Tao. Membuat amarh Tao perlahan mereda. Tubuhnya melemas. Hyunmie melepaskan bibirnya lalu menatap Tao yang menatapnya seakan ingin menangis. Hyunmie terkekeh geli, jelas-jelas exspresi Tao tadi seperti orang pengexsekusi mati. Tapi lihat sekarang dia bahkan tak ubahnya seorang bocah yang di tinggal pergi ibunya.

“Mianhae. . .” gumam Tao pelan, Hyunmie tersenyum tipis lalu memeluk Tao lembut.

“Gwenchanayo. .” gumam Hyunmie pelan. Tapi tak lama suara dengkuran terdengar dari mulut Tao. Dengan sedikit kesal Hyunmie mengguncang kuat-kuat tubuh Tao.

“YAAK SEMPAT-SEMPATNYA KAU TIDUR SETELAH MEMBUATKU HAMPIR MATI.” teriakan Hyunmie sama sekali tidak membuat Tao bangun.

“Kau tidak apa-apa aghasi?” tiba-tiba seorang namja bak manekin berjongkok di samping Hyunmie. Sesaat Hyunmie terpaku lalu mengangguk lemah. Tapi tiba-tiba pandangan Hyunmie buram kepalanya terasa pusing dan detik berikutnya Hyunmie jatuh pingsan.

~TBC~

Tinggalkan komentar

3 Komentar

  1. Tao bener2 polos yah .. O.o
    aku jadi tambah suka sama karakter tao di sini ..
    Di lanjut dong eon, aku udah penasaran nih!!🙂

    Balas
  2. ingga

     /  Oktober 18, 2013

    Wah tao mnakutkn bgt ya. Tiap lht darah jd ngamuk, g pndang bulu. Hiiiiiii. Penawarny dcium bibir? Omooooo.. Pilih2 bgt ya. Hahahaha.. Btw sp tu cow tampan yg nolong hyemin??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: