ONESHOOT//FF KIRIMAN//Oh My Nightmare

535401_194082267404449_1413706874_n

Tittle : Oh My Nightmare
Author : ChinChan/PyuChan
Genre : Romance, fantasi, and I don’t know
Ratting : 16+ (jangan tiru adegan kekerasan dalam cerita ini.)
Cast :
1. Park Hyunmie
2. Cho Kyuhyun
3. Lee Donghae
4. Choi Siwon (cameo)
5. And Other
Note : Cerita ini hanya fiktif belaka, berasal dari pemikiranku yang terinspirasi saat nonton ftv di salah satu stasiun tv swasta milik Indonesia yang menceritakan suatu kehidupan vampire yang mencari kekasihnya yang telah meninggal dunia dan terlahir kembali. Kalau ‘gak salah judulnya “Roman yang abadi”. Mungkin ftv itu terinspirasi dari twilight. Sebenarnya aku ingin nonton twilight hingga part terakhir. Tapi sayangnya aku ‘gak bisa karena ada satu part yang ada adegan dewasanya. Trus sebanarnya aku juga pengen nonton TITANIC tapi karena ‘gak boleh ama ortu author jadi sampai sekarang aku ‘gak berani nonton. (malah curhat, authornya.) oh ya saat ada adegan perkelahian bayangin aja adegan pada film Kungfu (author ini penggemar beratnya jacky chan, jet li ma andy lau lho :D*GAK NANYA*). ohya nulis seongsonim yang berarti guru itu, aku gak tahu bagaimana benarnya. Ada yang nulis songsoenim, sangsenim, dsb, aku jadi bingung. Ada yang tahu bagaimana penulisan yang benar?
Oh ya kemarin ada yang minta sekuel my che my husband. Ada juga yg minta sekuelnya yang Love maid. Aku merupakan author yang paling gak

bikin sekuel jadi mianhamnida. *bow*

The story is begin

Angin berhembus menembus tirai putih yang menutup jendela itu, tampak seorang yeoja mungil menutup matanya, mengelana dalam dunia yang hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Matanya tertutup dengan jelas, dahinya berkerut merasakan sesuatu yang aneh menghampirinya dalam dunianya itu, keringat dingin mengalir dari dahi menuju pelipisnya. Sebuah butiran bening bersinar jatuh dari matanya yang masih terpejam dengan jelasnya.
“Hosh, hosh, hosh.” Gadis itu akhirnya terjaga dari dunia rahasianya. Dengan nafas yang hampir habis, membuat dirinya tercekik akan sesuatu hal yang ‘tak pasti.
“Ya Tuhan, kenapa dengan diriku?” Gumannya.
Gadis itu, menatap seluruh kamarnya yang berwarna biru laut yang menenangkan hatinya, mencari sesuatu yang tampak aneh di kamarnya, namun nihil ‘tak ada hal aneh yang ia temukan.
“Kenapa mimpi itu muncul berkali-kali ada apa dengan diriku ini?” Tanya yeoja itu kepada dirinya sendiri. Mencoba untuk mencari sesuatu yang salah pada dirinya. But nothing, ia merasa tidak ada yang salah pada dirinya.
Kemudian yeoja itu menatap jam berbentuk mickey mouse yang bertengger di atas meja lampu di samping tempat tidurnya.
“Jam tiga pagi.” Gumannya lagi. “Hyaa Hyunmie ya, apa yang akan kau lakukan bila bangun jam segini?” tanyanya pada dirinya sendiri.
Yeoja yang bernama Hyunmie, Park Hyunmie itulah nama gadis mungil nan imut itu. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi guna mencuci mukanya. Setelah itu, ia langkahkan kakinya menuju meja, dia duduk di depan meja itu dengan tenangnya. Kemudian memegang suatu benda yang menjadi salah satu bagian hidupnya. Apa lagi kalau bukan laptop.
Ya dengan Laptop itulah ia bertahan hidup, menghidupi kehidupannya untuk bertahan dan bertahan di salah satu Universitas ternama di Korea Selatan itu, Kyunghee University, tempat dimana Hyunmie menimba ilmu untuk membuat dirinya lebih baik dari sekarang.
Hyunmie selalu senang berada di depan laptopnya, menyentuh setiap tombol, menggerakkan jarinya yang cukup lentik itu di atas laptop kesayangannya itu. Menulis sebuah cerita yang ia inginkan. Kemampuannya yang ‘tak bisa dibilang sebuah kemampuan yang enteng, sebuah kemampuan menulis yang membuat orang yang membacanya merasa dirinya masuk dalam setiap adegan-adegan yang ada dalam tulisan itu.
Ya, Hyunmie adalah seorang mahasiswi yang merangkap menjadi seorang penulis yang luar biasa hebat. Dia menghidupi kehidupannya yang sendiri dengan menulis. Halmonie dan haraboejinya meninggal beberapa tahun yang lalu, sedangkan eomma dan appanya, Hyunmie ‘tak tahu bagaimana riwayat hidup kedua orang tuanya itu yang telah membuatnya melihat dunia yang begitu keras ini.
Yang ia tahu hanyalah, saat Hyunmie lahir saat itu pula eommanya meninggal karena mengalami pendarahan pasca melahirkan putrinya yang manis itu. Kemudian appanya, meninggal karena kecelakaan saat dalam perjalan menuju rumah sakit. Hanya itu yang Hyunmie tahu.
Bagaimana, wajah kedua orang tuanya, dulu seperti apa? Hyunmie ‘tak pernah tahu. Karena Halmoeni dan haraboeji menutupnya serapat mungkin.

“Ahhhhh…….” Hyunmie meregangkan punggungnya yang sedari tadi menyangga tubuhnya. “Aigoo, sudah jam enam pagi, aku harus bersiap-siap pergi ke kampus.” Katanya sambil melihat jam mickey mouse kesayangannya itu.
Hyunmie segera menuju kamar mandi, mempersiapkan dirinya serapi mungkin. Hari, ini ada mata kuliah sastra, mata kuliah yang paling Hyunmie cintai, mata kuliah yang membuat Hyunmie betah berjam-jam di dalam kelas hanya untuk mendengar suatu cerita yang sangat mempesonakan hatinya walau cerita itu ‘tak dapat di terima oleh akal pikir manusia.
@Kelas Hyunmie,Kyunghee University
“Romeo dan Juliet selalu menjadi ikon dalam setiap romance yang ada, kisah cinta mereka yagn romantic dan penuh tragedy membuat orang yang membaca kisah mereka yang telah menjadi legendaries di dunia percintaan. Kisah cinta sejati yang maampu saling memberi tanpa pamrih meski itu nyawa mereka sendiri. Romeo yang bunuh karena menyangka Juliet telah meninggalkannya menuju alam kekekalan, menyusul Juliet dengan meminum racun yang semanis rasas sakit saat mengetahui kekasihnya pergi. Saat Juiet sadar dan menemukan Romeo terbaring di sisinya, menuju ke alam yang jauh di sana, meminum racun yang tersisa di bibir romeo. Akhirnya mereka meninggal dunia karena cinta.” Jelas dosen satra tersebut.
“Menurut kalian,kisah cinta siapa lagi yang menjdai legendaries?” tanya dosen satra itu lagi sambil mrnyandarkan bagian belakangnya di meja dosen, ia berdiri sambil melipat tangannya dan tersenyum kepada mahasiswanya itu.
Senyum yang memabukkan, senyum yang mampu membuat yeoja yang menatapnya merasakan terpenjara dalam pesonanya.
“Kisah cinta Rada dan Krisna.” Jawab Hyunmie.
“Kenapa kau menjawab kisah cinta Rada dan Krisna?”
“Rada dan Krisna yang tumbuh bersama di sebuah tempat yang sangat indah, dan tenang. Radha dan Krisna yang saling mencintai di setiap hembusan nafas mereka,. Di setiap detak jantung mereka masing-masing terdapat nama mereka. Di detak jantung Krisna selalu ada nama Radha, dan di detak jantung Radha selalu ada nama Krisna. Tapi sayang mereka ‘tak pernah bisa bersatu, Radha merelakan Krisna menikah dengan orang lain karena hanya satu yang dapat menikah dengan Krisna mejadikannya sebagai suami, dan Krisna bersumpah nama Radha akan selalu ada di depan namanya ketika di sebut. Itulah kisah cinta Radha dan Krisna, sebuah Kisah yang ‘tak bisa menyatu di zaman mereka namun dapat menyatu dalam berjalannya waktu.” Jawab Hyunmie sambil menerawang mencoba melihat kisah Radha dan Krisna.
“Good, I like your opinion nona Hyunmie.” Kata dosen itu sambil tersenyum semakin mempesonanya. Seorang dosen yang luar biasa tampan, tubuhnya tinggi, putih, suara yang merdu, rambut yang kecoklat-coklatan dan ditambah senyumnya yang mempesona. Membuatnya menjadi dosen yang paling terkenal dan paling sering di bicarakan diantara yeoja-yeoja di kampus. “Tapi apakah kau tahu kisah cinta apa yang akan abadi selama-lamanya hingga akhir jaman?” lanjut dosen itu sambil menatap ke arah bangku Hyunmie.
“………” Hyunmie ‘tak menjawab pertanyaan itu. Dia Nampak berpikir, mencari jawaban dalam kepalanya.
“Vampire.” Kata Dosen itu menjawab pertanyaan yang ia berikan tadi.
“Maksud tuan Lee?” tanya Hyunmie bingung kepada pertanyaan dosennya yang bermarga Lee itu.
“Kau tahu Vampire? Dia akan hidup selamanya hingga akhir dunia datang. Dengan hidupnya yang abadi itu maka sudah pasti kisah cintanya menjadi abadi hingga akhir dunia tiba.” Jelas dosen yang bermarga Lee itu.
Krrrriiiinnnngggg……….
“Okey anak-anak jam kita sudah habis. Besok kita lanjutkan lagi, dan jangan lupa minggu depan kumpulkan tugas sastra kalian. Dengan cerita yang bertemakan Kisah Cinta Yang Abadi. Annyeong.”
“Annyeong.” Para mahasiwa itu berduyun-duyun keluar dari ruangan itu.
“Tuan Lee Donghae, tentang kisah vampire itu….. aku belum juga mengerti.” Kata Hyunmie sambil mendekati dosen tampan itu.
“Sering-seringlah kencan nonton film, kamu tau film Twilight? Kusarankan kamu menonton itu agar kau sedikit mengerti apa maksudku.” Jelas dosen yang bernama lengkap Lee Donghae itu.
“Hemmm……. Kencan?” Hyunmie menggaruk tengkuknya yang ‘tak gatal itu. Kencan? Itulah itu yang dipertanyakan kepada kepalanya, selama ini ia belum pernah berkencan jangankan berkencan, mempunyai namjachingupun ia tidak punya.
“Apa kau belum pernah kencan Hyunmie-ssi?”
Pertanyaan dosen tampan itu membuat pipi Hyunmie dalam sekejap menjadi merah semerah tomat segar. “Omwo? Kau belum pernah kencan? Apa kau ingin kencan denganku?”
“Mwo?” Hyunmie terkejut dengan pernyataan dosennya itu. Ya itulah Lee Donghae selain terkenal karena pesonanya, ia juga terkenal dengan rayuan mautnya dan juga playboynya.
“Apa kau ingin berkencan dengan ku honey?” tanya dengan penekanan intonasi pada kata Honey sambil mencium punggung tangan Hyunmie.
Hyunmie yang kaget dengan segera menarik tangannya. “Oh, saya ada janji dengan Shin Sangwoo. Saya harus segera pergi sekarang juga. Excuse me.” Hyunmie segera meninggalkan ruangan itu, meninggalkan dosen tampan yang menyeringai dingin dengan mata yang hitam berubah menjadi merah begitu saja.

@Kantin
“Shin Sangwoo.” Panggil Hyunmie pada sahabatnya itu dan berjalan menghampiri Sangwoo.
“Hyunmie-ya, Annyeong.”
“Annyeong.”
“Hyunmie-ya, kau ingin makan apa?” tanya Sangwoo sambil mengambil baki untuk tempatnya makan.
“Hem, aku ingin makan nasi siang ini. Bagaimana denganmu Sangwoo-ya?”
“Aku sedang diet, jadi aku hanya makan pudding ini dan juga kimchi saja.” Jawabnya sambil mengambil menu yang ia inginkan.
“Aigooo…. Apanya yang mau kamu dietkan? Badan sudah kurus begitu.” Kata Hyunmie sambil melihat Sangwoo yang badannya memang sudah kurus.
“Hyunmie-ya aku ingin diet saja.” Kata Sangwoo dengan mempoutkan bibirnya.
“Yang seharusnya diet itu, Shindong oppa, namjachingumu itu.” kata Hyunmie sambil mengikuti Sangwoo yang memilih tempat duduk.
Kemudian mereka tertawa bersama, entah apa yang lucu mereka ingin tertawa saja. Melepas rasa lelah yang ada di hati mereka. Sambil menikmati menu masing-masing, mereka merajut impian mereka.
“Kyaa, lihat itu Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Teriak salah satu yeoja yang berada di kantin itu.
“Kyaa, Kyuhyun oppa, lihat kemari!!!” mendadak suasana kantin yang tadinya tenang kini berubah menjadi gaduh kerena kedatangan seorang namja.
Hyunmie hanya menghela nafas, mendengar teriakan para yeoja itu. Dan nafasnya semakin berat saat melihat namja yang berpostur tinggi dengan rambut coklat, kulit putih pucat, mata coklat yang pekat dan pesonanya yang memikat.
“Hya Hyunmie-ya, apa kau tidak menyukai Kyuhyun sunbae? Hanya kau yeoja di kampus ini yang tidak berteriak histeris saat melihatnya.”
“Hemm… nan mollayeo. Mungkin aku suka, namun aku masih waras untuk tidak mencari masalah dengan para fansnya Kyuhyun sunbae itu. Bukankah kau juga tidak berteriak histeris saat melihatnya?”
“Hem, ne. Mungkin karena Kyuyun sunbae bukan tipeku. Tipeku adalah Shindong oppa, dia hangat saat di peluk.”
Kemudian mereka tersenyum sambil menghabiskan makan mereka, sambil sesekali melirik Kyuhyun yang dikerubungi oleh yeoja-yeoja yang berteriak histeris karena terpikat oleh pesona seorang Cho Kyuhyun. Tinggi, Cerdas, Tampan, dan Kaya. Namja sempurna yang diinginkan setiap yeoja.
Hyunmie dan Sangwoo melotot ‘tak percaya saat Kyuhyun menghampiri meja mereka. “Silye, bisakah aku…”
“Ne, kami juga sudah selesai kok.” Potong Hyunmie pada perkataan Kyuhyun yang belum selesai. “ Kami pergi dulu.” Kata Hyunmie sambil menarik tangan Sangwoo menjahui tempat itu, sebelum fans Kyuhyun mengamuk kepada mereka berdua.
“Hyak, Hyunmie-ya. Kenapa kau meninggalkannya begitu saja?” Tanya Sangwoo sambil melepaskan genggaman Hyunmie saat mereka sudah agak jauh dari kantin.
“Maksudmu apa? Apakah kita harus menemaninya makan di sana dan menunggu para yeoja-yeoja itu membunuh kita?”
“Ani, aku tak mau itu terjadi. Tapi seharusnya kau tidak memotong pertanyaan tadi.”
“Oh, sudah pastikan dia ingin duduk di situ. Lagian kita sudah selesai apa salahnya kalau kita langsung memberikan meja dan kursi itu?”
“Ani, mungkin saja Kyuhyun sunbae ingin berkenalan dengan mu Hyunmie-ya.”
“Mana mungkin Kyuhyun sunbae ingin kenalan denganku. Kalau tadi itu memang pertanyaan untuk mengajak berkenalan lebih baik aku memotongnyakan? Kalau para yeoja tahu Kyuhyun sunbae melakukan itu? Mereka akan mengejarku hingga neraka yang paling dasar.” Kata Hyunmie.
Mereka mengobrol sambil berjalan melalui jalan setapak di taman Universitas Kyunghee tersebut, Hyunmie dan Sangwoo menikmati pemandangan yang indah di setiap mereka melangkah.
“Hyunmie-ya habis ini kamu mau kemana?” tanya Sangwoo sambil mencium mawar yang berada di depannya itu.
“Aku akan keperpustakaan dulu. Aku membutuhkan bahan-bahan untuk mebuat tugas sastraku.” Jawab Hyunmie sambil mencium bunga lily putih yang menjadi kegemarannya. “Sedangkan kau? Kamu mau kemana Sangwoo-ya?”
“Hari ini aku ada kencan dengan Shindong oppa. Sudah lama kami tidak kencan.”
“Oh, jadi kau akan kencan?”
“Ne.” jawab Sangwoo dengan senang. “Aigoo, aku telat aku pergi dulu Hyunmie-ya.” Sangwoo berlari saat melihat jam tangannya yang memberitahunya bahwa ia telah telat menemui kekasihnya itu.
Hyunmie hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang paling baik itu. Teman yang selalu ada ketika ia butuhkan, dan hanya Shin Sangwoolah teman Hyunmie, teman yang berteman dengan Hyunmie secara tulus tanpa pamrih.
Berbeda dengan yang lain, teman-teman Hyunmie yang lain berteman dengan Hyunmie karena Hyunmie adalah mahasiswa teladan selama beberapa semester berturut-turut. Dan kalau ada tugas mereka pasti minta tolong pada Hyunmie. Tapi saat Hyunmie butuh mereka saat Hyunmie terpuruk, tak ada yang mau mendekat kecuali Sangwoo. Sangwoo yang secara sabar menemani Hyunmie dikala susah maupun senang.

Hyunmei melangkahkan kakinya di perpustakaan, menuju rak buku yang dipergunakan untuk buku-buku yang berhubungan dengan sastra dan juga tentang kisah-kisah abadi sepanjang masa. Hyunmie mencoba mencari buku yang dapat membantunya menyelesaikan tugasnya . Dia gunakan telunjuknya untuk menunjuk setiap buku yang berjajar rapi di rak.
Hingga pada akhirnya, telunjuknya berakhir di genggaman tangan seseorangg, Hyunmie merasa kaget, terlebih melihat seseorang yang menggenggam tangannya itu dan mencoba untuk mencium tangan Hyunmie, sebelum Hyunmie menarik tangannya menjauhi tangan itu.
“Apa kau ‘tak mengingatku?” tanyanya kepada Hyunmie.
“Nde?” Hyunmie bingung dengan perkataan namja itu.
“Hyunmie-ya, lihat aku dan tidakkah kau ingat denganku? Tidakkah aku mirip seseorang yang pernah kau lihat dalam hidupmu? Kyuhyun? Tidakkah nama itu seharusnya menjadi ‘tak asing di telingamukan? Bukankah namaku tak’ sing di hatimu?” Kata namja itu.
“Kyuhyun sunbae apa maksudmu? Aku tak mengerti.” Kata Hyunmie bingung.
“Kau tahu? Kita telah melewati lorong waktu, melewati ratusan tahun, dan juga kita telah menjelajah di sepanjang masa untuk saling bertemu.” Kata Kyuhyun menatap mata Hyunmie tajam. “Dan kau tahu, akhirnya kita bisa bertemu di sini. Kali ini Kyuhyun tersenyum penuh haru di hadapan Hyunmie.
Sedangkan Hyunmie hanya menatap bingung pada namja tampan yang memikat itu. “Akhirnya kita bisa saling menyentuh.” Kata Kyuhyun sambil memegang ujung rambut Hyunmie yang tergerai indah dihadapannya sambil menahan air matanya yang ingin keluar. “Dan bahkan aku bisa menghirup harumnya tubuh mu.” Kali ini Kyuhyun menghirub aroma tubuh Hyunmie yang keluar secara alami tanpa bantuan parfum.
“Sunbae….” Ucap Hyunmie lirih dengan hati penuh keraguan, Hyunmie menundukkan kepalanya.
“Look at me!” kata Kyuhyun sambil kedua telapak tangannya memegang pipi Hyunmie, membuat Hyunmie menatap Kyuhyun secara lekat-lekat. “Apa kau Ingat aku sekarang?” Kyuhyun kembali bertanya.
Hyunmie menggeleng tapi, sedetik kemudian ia teringat akan mimpinya, mimpi yang sama yang selalu muncul akhir-akhir ini. Mimpi yang mebuat Hyunmie menjadi bingung akan dirinya.
“Tuhan, aku merasa pernah melihatnya sedekat ini. Namun dimana?” batin Hyunmie.
“Kumohon, ingat lah.” Paksa Kyuhyun
Hyunmie menjadi sedikit ketakutan, kemudian ia berlari meninggalkan namja memikat itu. Berlari menjauh dari namja yang mampu melumpuhkan yeoja manapun hanya dengan senyumannya saja.
“Tuhan, siapa dia? Kenapa aku seperti ini? Apa aku pernah mengenalnya sebelumnya?” tanya Hyunmie sambil berlari.
@Rumah Hyunmie, (malam hari)
Angin berjalan masuk melalui jendela itu, menembus gorden putih bersih itu. Hyunmie terlelap dalam dunianya lagi. Dunia yang beberapa hari ini membuatnya gelisah.
Dinginnya angin malam ‘tak menghalangi keringat yang bermunculan dari kulit halus Hyunmie itu. sedangkan saat itu, Hyunmie melangkahkan kakinya mengelana.
Dalam mimpi Hyunmie, ia berjalan kaki di sekitar kota yang tampak sangat kuno. Namun tetap indah penuh artistic.
“Di mana ini?” Tanya Hyunmie pada dirinya sendiri. “Kenapa kota ini sepi? Dan kenapa gedung-gedung ini seperti model bangunan eropa ratusan tahun yang lampau?” Hyunmie tetap melangkahkan kakinya entah kemana Hyunmie ‘tak tahu. Ia hanya menuruti kata hatinya yang membawanya.
Kemudian sampailah Hyunmie di sebuah gedung yang sangat mewah, di bukanya pintu yang berdiri kokoh itu seperti pintu sebuah istana. Hyunmie terkagum-kagum dengan arsitektur gedung itu. Sungguh elegan.
Kemudian Hyunmie mendengar sebuah music klasik mengalun, seperti memanggil Hyunmie untuk mencari tahu dari mana sumber suara yang indah itu berasal. Hyunmie melangkah menuruti telinga yang memerintahkanya itu. Hingga akhirnya ia sampai di depan sebuah pintu terang yang berwarna pink terang.
Hyunmie memberanikan dirinya memasuki ruangan itu, perlahan-lahan ia membuka pintu besar itu. Kemudian Hyunmie melihat suatu adegan yang sangat romantic. Ada seorang namja yang berpakaian bak seorang pangeran dari eropa sedang berlutut di hadapan yeojanya itu. Di ujung tangannya ada sebuah kotak berbentuk hati yang isinya adalah sebuah cincin.
Yeoja yang juga memakai pakaian yang bak seorang putri dari kerajaan eropa itu tampak terharu. Kemudian yeoja itu mengangguk, sang namja tersenyum bahagia. Namja itu memakaikan cincin itu ke jari manis wanitanya.
Kemudian mereka berdansa mengikuti music yang sedang melantun itu. Karena Hyunmie penasaran dengan kedua insan itu, Hyunmie segera mendekat di tempat mereka berdansa. Betapa terkejutnya Hyunmie saat melihat dengan jelas wajah sepasang kekasih yang sedang berbahagia itu.
Ya, namja itu mirip dengan Kyuhyun dan kemudian Hyunmie semakin terkejut saat melihat yeoja yang tengah berdansa dengan namja yang mirip dengan Kyuhyun itu. Yeoja itu sangat mirip dengan Hyunmie.
Hyunmie P.OV
Tuhan, bertanda apa ini? Kenapa namja itu mirip sekali dengan Kyuhyun sunbae dan kenapa yeoja ini mirip denganku? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku bingung dengan ini semua.
“Kyuhyun-ah, aku bahagia sekali.” Ucap yeoja ini. Kyuhyun? Jadi namja itu juga bernama Kyuhyun?
“Hyunmie-ya, aku juga bahagia sekali berada di sisimu.” Ucap namja itu tetapi sambil berdansa dengan yeoja yang bernama Hyunmie.
Tuhan pertanda apa ini? Ada apa ini.
Tiba-tiba namja yang bernama Kyuhyun itu berhenti berdansa dan kemudian mengangkat tangannya seperti presiden saat akan di lantik.
“Park Hyunmie, di depanmu dengan di saksikan oleh malaikat yang bersembunyi entah dimana , dan di saksikan oleh Tuhan yang selalu melihat kita di manapun, kapanpun, hari ini aku Cho Kyuhyun akan mengganti namamu menjadi Cho Hyunmie, selalu menjagamu, membahagiakanmu dan selalu setia kepadamu hingga akhir hayat tiba.”
Apa? Kenapa bisa kebetulan seperti ini? kanapa marganya sama?
Kemudian kulihat lagi sepasang kekasih yang sedang berpelukan itu.
“Siapa kalian?” Aku mencoba untuk bertanya kepada sepasang kekasih itu namun, nihil mereka tidak melihatku, mereka tidak merasakan kehadiranku.
Tiba-tiba saja aku dikagetkan dengan sesuatu yang hitam terbang melayang, dengan secepat kilat, bayangan hitam itu menyambar yeoja yang bernama Park Hyunmie dari pelukan namjanya itu. kemudian bayangan hitam itu melayang di udara.
“Lepaskan dia brengsek!” teriak namja itu.
“Cho Kyuhyun tolong aku!” teriak yeoja itu yang masih di bawa melayang oleh bayangan hitam itu.
“Hahaha Cho Kyuhyun, maaf mengganggu kesenanganmu.” Kata bayangan itu.
“YAK LEE DONGHAE LEPASKAN YEOJAKU BRENGSEK!!!” Kyuhyun mulai mengamuk.
Tunggun Lee Donghae? Aku segera menoleh pada bayangan hitam yang melayang-layang itu, kemudian bayangan itu melepas topengnya, aku begitu kaget wajahnya sangat mirip dengan Donghae seongsonim.
Kenapa ini? aku tak mengerti, apa hubunganku dengan Kyuhyun, dan Donghar\e seongseonim? Kenapa ini semua membingungkanku? Lalu apa ini?
“Cho Kyuhyun aku ingin melihatmu menderita melihat yeojamu ini mati.” Orang yang mirip Lee Donhae itu menyeringai jahat.
“Yak brengsek lepaskan aku!” kulihat yeoja yang mirip diriku itu meronta-ronta.
“Cho Kyuhyun lihatlah ini!” katanya sambil melepaskan yeoja itu dari cengkramannya terjun kebawah dengan jarak yang berpuluh-puluh meter.
“Tiddddaaaakkkkkk………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku dan Kyuhyun bersamaan.

Author P.O.V
“Tiddddaaaakkkkkk………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Hyunmie berteriak dan kemudian terjaga dari mimpinya.
“Hosh… hosh….” Nafas berat itu muncul lagi. Keringat mengalir dari dahinya hingga ke pelupuk mata.
Hyunmie masih memberlalakkan matanya, ‘tak percaya dengan mimpi yang selama ini ia alami. Tapi kenapa baru sekarang? Baru searang ia menyadari siapa saja yang terlibat dalam mimpi yang seperti dalam kenyataan itu.
Mimpi buruk yang mengerikan baginya. Hyunmie beranjak dari tempat tidur, menuju meja rias yang berada di kamarnya itu. Memandang pantulan wajahnya itu, memandangnya dan mencoba menyakinkan dirinya bahwa itu semua hanyalah sebuah mimpi yang terlihat seperti nyata. Dan ini hanyalah kejadian alamiah yang dialami siapa saja. Hyunmie menundukkan wajahnya, menenangkan dirinya.
@Kyunghee University
“Hyunmiee-ya.” Panggil Kyuhyun pada Hyunmie yang sedang berada di taman kampus dan terlihat sepi-sepi saja.
Hyunmie yang mengetahui siapa yang memanggilnya itu mencoba untuk menghindar. Mimpi semalam membuat Hyunmie takut untuk bertemu dengan Kyuhyun atapun dengan Donhae.
“Chakkaman!” Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyunmie kemudian menariknya hingga jarak mereka terkikis sekikis-kikisnya (?) “Apa kau masih tidak bisa mengingatku?”
Hyunmie hanya diam tidak mejawab pertanyaan Kyuhyun yang samakin membuatnya bingung. “Kalau kau belum mengingatnya ‘tak apa.” Kata Kyuhyun kecewa. “Aku hanya ingin memberikan ini.” kta Kyuhyun sambil memberikan sebuah benda yang terbungkus dengan rapi oleh kertas kado berwarna pink pucat.
“Igemwoya?”
“Bwa” kata Kyuhyn.
Hyunmie membuka bungkusan itu, ternyata isinya adalah sebuah jepitan rambut yang amat sangat manis. Hyunmie hanya bingung menatap benda itu. Kyuhyun mengambil jepitan itu kemudian memakaikannya pada rambut Hyunmie.
“Walaupun hanya jepitan rambut, tapi ini aku desain dan mebuatnya dengan tanganku sendiri dan dengan hati yang sepenuhnya mencintaimu.” Kata Kyuhyun.
Hyunmie semakin bingung. “Kenapa kau memberikan ini padaku?”
“Hari ini adalah ulangtahunmukan? Ulang tahun usia yang 19 tahun kan? Saengil Chukkaehamnida”
“Omwo, aku lupa.” Kata Hyunmie menepuk jidatnya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah lucu Hyunmie.
“Kalau begitu aku pergi dulu.” Kata Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya.
“Kyuhyun sunbae, bisakah aku bertanya sesuatu denganmu?”
“Ne, Malhaebwa!” kata Kyuhyun sambil menatap Hyunmie.
“Apakah kita pernah mengenal di masa lalu? Di suatu masa yang jauh dari kata jauh. Di suatu jaman yang tidak aku ketahui?”
“Apa kau mulai mengingat sesuatu? Seharusnya di ulangtahunmu yang ke Sembilan belas ini, harusnya kau sudah mengingat semuanya.” Kata Kyuhyun sambil mendekat kearah Hyunmie,
“Aku bingung, sebenarnya ada hubungan apa antara aku kamu dan Donghae seongsonim?” tanya Hyunmie menekan emosi yang bergejolak dalam dirinya.
Kyuhyun yang tahu itu segera menuntun Hyunmie untuk duduk di bangku taman yang berada di dekat mereka.
“Semalam, aku bermimpi, mimpi yang sama dengan mimpi-mimpi yang sebelumnya datang menghampiriku. Tapi semalam mimpi itu terlihat lebih jelas dari biasanya. Kali ini aku dapat melihat siapa saja pemain dari mimpi-mimpiku itu. Aku melihatmu, melihat Donghae seongsonim, dan juga aku mellihat diriku sendiri dalam mimpikku.” Kata Hyunmie semakin emosional
Kyuhyun mengulurkan tangannya, membawa Hyunmie untuk bersandar padanya, menyatakan bahwa dirinya selalu ada untuk Hyunmie. Dibelainya kepala Hyunmie yang bersandar pada pundak kanan Kyuhyun, menyalurkan rasa sayang yang ‘tak mampu di ungkapkan oleh kata-kata.
“Tiga ratus tahun yang lalu, kita hidup dalam satu clan yang sama.” Kyuhyun memulai cerita kehidupan mereka di masa lalu. “Kita di takdirkan untuk saling memiliki satu sama lain. Memimpin clan kita untuk semakin berkembang pada jamannya. Clan kita yang memiliki impian yang mulia, impian untuk hidup berdampingan dengan manusia biasa.”
“Maksudmu?”
“Clan kita secara fisik memang ‘tak ada bedanya dengan manusia biasa pada umumnya. Namun. Kita memiliki kekuatan di atas manusia rata-rata. Clan kita bernama ‘Black Wings’dulu clan kita selalu bertanya kenapa nama clan kita adalah ‘Black Wings’ sedangkan kita tidak memiliki sayap.”
“Kenapa?” tanya Hyunmie sambil memandang wajah Kyuhyun dari tempatnya bersandar di pundak Kyuhyun.
“Dulunya, kami mengira bahwa kekuatan kami sudah berada di tingkat lima besar namun ternyata salah, kami baru memasuki tingkat lima belas besar. Dan saat kita sudah berada tingkat lima besar, kita akan memiliki sayap. Dan saat itulah kami menjadi sangat kuat.” Jelas Kyuhyun.
“Lalu Lee Donghae soengsonim?”
“Dia termasuk clan vampire, clan musuh bebuyutan kita. Mereka sangat benci dengan impian kita yang ingin hidup berdampingan dengan manusia normal pada umumnya.”
“Lalu kenapa dia ingin kalau kita berpisah?”
“Kalau kita berpisah maka, clannya tidak akan terancam punah.”
“Kenapa?”
“Karena hanya dengan kekuatan kita yang menyatu, yang bisa membunuhnya. Lee Donghae adalah ketua clan Vampire.”
“Kekuatan kita? Tapi aku tidak memiliki kakuatan.” Kata Hyunmie sambil bangun dari tempatnya bersandar. “Dan aku bahkan tidak tahu, apakah aku ini masih clan Black Wings atau hanya manusia biasa.” Kta Hyunmie ragu.
“Kau masih menyimpan kalung pemberian halmoniemu?” tanya Kyuhyun sambil menatap Hyunmie dengan tatapan yang meneduhkan.
“Hem.”
“Itu adalah kunci dari kekuatanmu, kau masih termasuk clan Black Wings. Dan selamanya begitu.”
“Lalu apa yang terjadi waktu kamu melamarku dulu?” tanya Hyunmie penasaran.
Mereka kembali berpelukan melepaskan rindu yang sangat mendalam.

@Rumah Hyunmie.
Hyunmie membuka lemari yang ada dikamarnya, mengambil sebuah kotak yang terbuat dari perak. Di setiap pinggir kotak itu, ada ukiran yang sangat indah. Mata Hyunmie menerawang ke masa lampau.
Flashback
“Hyunmie-ya, simpanlah ini.” kata seorang wanita yang sudah renta kepada cucu perempuannya.
“Halmoeni, ige mwoya?” tanya Hyunmie sambil menerima kotak itu.
“Bukalah ketika kau berusia sembilan belas tahun. Kau akan mengerti akan semua hal tentang dirimu. Kau akan bertemu dengan takdirmu ketika kau akan membukanya.”
“Halmoeni….”
Bila suatu saat halmoeni dan haraboejimu ‘tak ada itu semua karena kami ingin melindungimu chagiya.” Kata halmoeni sambil tersenyum indah kepada cucu satu-satunya.
Flashback end
Hyunmie membuka kotak itu, terlihatlah sebuah kalung dengan liontin berbentuk sayap yang sangat indah. Liontin yang terbuat dari salah satu batu bintang yang dapat menyimpan suatu kekuatan. Hyunmie mengambil kalung itu, menatap kalung itu.
“Indah sekali, sungguh suatu karya yang sangat indah.” Guman Hyunmie.
“Tapi ‘tak seindah dirimu. Kau adalah karya seni Tuhan yang paling indah di mataku.” Kata Kyuhyun yang tiba-tiba saja muncul dan memeluk Hyunmie dari belakang.
“Aigoo Kyuhyun sunbae, kenapa kau bisa ada di sini?” Hyunmie terkejut saat menyadari Kyuhyun sudah berada pada kamarnya. Kemudian Hyunmie melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya.
“Hem….” Kyuhyun hanya menggaruk kepalanya yang ‘tak gatal saat Hyunmie bertanya sambil menatapnya penuh dengan tandan tanya.
“Bagaimana kau bisa masuk ke sini? Semua pintu masuk sudah ku kunci.”
“Kau tahu peribahasa banyak jalan menuju Roma? Itu jawaban kenapa aku bisa masuk ke sini. Banyak jalan untuk masuk kekamarmu, terutama jendela yang ‘tak pernah kau kunci walau kau sedang dalam keadaan tidur sekalipun.”
“Mwo? Bagaimana kau tahu?”
“Kau sungguh membuatku takut.” Kata Kyuhyun sambil berjalan menghampiri Hyunmie dan menyipitkan matanya. Memojokkan Hyunmie di dinding.
“Mwo? Membuat mu takut? Kau yang membuatku takut” Kata Hyunmie gugup, bagaimanapun mereka hanya berdua di kamar itu dan tidak ada siapa-siapa lagi dirumah itu. just They are.
“Kau ‘tak pernah menutup jendela kamarmu, apa kau ‘tak pernah berpikir bagaimana kalau ada seseorang yang mencoba untuk masuk ke kamarmu?” Kata Kyuhyun sambil mengambil kalung yang di genggam oleh Hyunmie. “Bagaimanapun, kau adalah seorang yeoja yang tinggal sendirian. Apa kau ‘tak takut sesuatu?” Kyuhyun memakaikan kalung itu. tangannya yang panjang terulur di belakang leher Hyunmie, wajah Kyuhyun terlalu dekat dengan Hyunmie.
Mereka bisa saling mendengar genderang perang yang di timbulkan detak jantung mereka masing-masing. Hidung mereka saling bersentuhan, merasakan deru nafas mereka, saling melihat isi hati melalui jendela di depan mata. Merasakan betapa mereka saling mencintai, betapa besar cinta mereka, hingga mereka selalu terlahir kembali hingga mereka bertemu seperti saat ini.
“Ini lantai dua, mana mungkin ada seseorang yang bisa masuk ke sini?” kata Hyunmie sambil mendorong dada Kyuhyun untuk menjauhi dirinya, merusak suasana romantic yang telah di ciptakan Kyuhyun.
“Aisshh…. Jinjja, kau dari dulu ‘tak pernah berubah, selalu merusak suasa romantic yang telah aku ciptakan.” Kata Kyuhyun kesal. “Dan apa yang kau bilang tadi? ‘Tak ada orang yang bisa masuk ke sini? Buktinya aku bisa masuk kesini.”
“Omwo, jadi kau masuk lewat jendela?”
“Kalau aku ‘tak lewat jendela mana mungkin aku bisa masuk, semua pintu sudah kau kunci dengan sangat rapat.”
“Hanya kebetulan saja kau bisa masuk ke sini.” Kata Hyunmie cuek.
“Apa kau bilang kebetulan?” Kyuhyun mendekati Hyunmie lagi. “Kau tahu, aku selalu khawatir kepadamu, bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi padamu, sedangkan kau hanya sendirian. Ku putuskan untuk selalu melihatmu setiap malam. Diam-diam memperhatikanmu dengan diam-diam pula aku keluar masuk melalu jendela itu.” Kata Kyuhyun semakin mendekat.
“Diam-diam datang saat kau masih terlelap dengan mimpimu yang membuatmu gusar. Entah mimpi apa yang mengusikmu. Dan akau akan diam-diam pergi saat tanda-tanda kau akan terjaga dari mimpimu.”
“Dan kau tahu pemandangan apa yang meyiksaku saat aku sampai di sini?” Hyunmie semakin terpojok oleh dinding bercat biru kesayangannya.
“Sebuah jendela kamar seorang gadis dibiarkan begitu saja terbuka, naluriku mengatakan untuk masuk. Kemudian kulihat dirimu terbaring di ranjang tanpa pertahanan sedikitpun.” Kyuhyun berhasil memojokkan Hyunmie.
“Ku pandangi gadis itu, gadis yang amat sangat aku cintai disepanjang hidupku. Ku lihat dahinya yang mengkerut sepertinya dia melihat sesuatu dalam mimpinya, peluh membasahi dahinya, turun menuju pelipis. Tidak keringat itu membasahi tubuhnya yang hanya mengenakan hot pant dan juga baju tipis. Kau tahu apa yang ku pikirkan saat itu?” Wajah Kyuhyun sudah sangat dekat dengan Hyunmie, tidak wajah kedua insan ini sudah tak ada jarak. Hidung mereka saling menempel.
“Ingin sekali aku membelainya, menyeka peluh yang membasahi dahinya. Kau tahu bagaimana tersiksanya aku saat aku melihatmu dan aku selalu ingat bahwa dirimu ‘tak akan mengingatku hingga hari ini tiba. Dan aku sangat bahagia ketika hari ini tiba, kau mengingatku, mulai mengingat cinta yang telah kita rajut bersama beratus-ratus tahun yang lalu.” Kata Kyuhyun sambil mengambil nafas yang mulai habis.
“Kau tahu, aku sangat bahagia berada di sini, berada di hadapanmu, menyentuhmu dan menghirup aroma tubuhmu.” Kyuhyun menggesekkan hidungnya ke hidung Hyunmie, menciptakan suatu atmosfir yang sangat nyaman di hati Hyunmie.
Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke bibir Hyunmie. “Kyuhyun sunbae” Hyunmie menghentikan Kyuhyun yang ingin menciumnya.
“Sstttt….”Kyuhyun menempelkan telunjuknya di bibir pink Hyunmie. “Pleas turst me, I just want your lip to night. I will not do it before you love me fully.” Kata Kyuhyun sambil menatap Hyunmie dengan tatapan yang teduh.
Kyuhyun kembali mencoba untuk mendekatkan bibirnya, merasakan bibir manis yang ia inginkan selama beratus-ratus silam. Hyunmie memejamkan matanya, merasakan betapa lembut bibir Kyuhyun di bibirnya, menghantarkan rasa hangat yang sangat nyaman.
“Cukup untuk malam ini.” Kyuhyun memandang Hyunmie dengan senyuman yang sangat menawan. “Aku akan pulang. Lekaslah tidur!” Kyuhyun mencup dahi Hyunmie dengan sangat lembut.
“Pulang?”
“Oeh, apa kau ingin aku menginap di sini? Di kamarmu hah?” Kyuhyun sedikit menggoda Hyunmie.
“Aish… jinjja, jangan GeeR, Sana cepat pulang!” Hyunmie merasa kesal dengan ucapan Kyuhyun.
“Aigoo, kenapa kau galak sekali? Ya dah aku pulang.” Dengan secepat kecepatan cahaya, Kyuhyun menghilang melesat ke luar jendela. Kemudian Hyunmie menutup jendelanya rapat-rapat, memperbaiki ke salahannya.
“Halmoeni, haraboeji, apakah Kyuhyun yang kalian maksudkan sebagai takdirku?” tanya Hyunmie sambil memegang kalung itu. “Aku bahagia bisa mengenalnya, dan aku lebih bahagia lagi saat aku mengetahui, kami saling memiliki di kehidupan yang lampau dan kehidupan ke depan.” Hyunmie tersenyum pada pantulan dirinya yang berada di cermin.

@Suatu tempat yang indah (UNKNOWN)
Hyunmie, duduk di sebuah bangku diantara bunga-bunga lily yang indah, dia tersenyum sambil memegang kalung yang melingkar cantik di lehernya itu.
Tiba-tiba saja, ada sepasang tangan yang menutupi mata Hyunmie dari belakang. “Kyuhyun oppa.”
“Bagaimana kau tahu kalau itu aku?” Tanya Kyuhyun yang menyusul duduk di samping Hyunmie.
“Entahlah.” Hyunmie hanya tersenyum kepada Kyuhyun yang diikuti Kyuhyun.
Tiba-tiba saja, Kyuhyun berdiri, menghadap Hyunmie. Berlutut di depan yeoja pujaannya itu, mengulurkan tangannya ke pada Hyunmie, menandakan bahwa dia mengajak Hyunmie untuk berdansa dengan dirinya.
“Musik?” Hyunmie bertanya kepada Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum kepada yeojanya itu, kemudian menjentikkan jarinya yang panjang itu. Dan dengan seketika suara music mengalun dengan indahnya. Sebuah music klasik yang lembut di telinga Hyunmie, ya Hyunmie tahu ini adalah music di dalam mimpinya. Bukan, bukan di mimpinya lagu di masa kehidupannya yang lampau.
Kyuhyun mengulurkan tangannya lagi kepada Hyunmie, Hyunmie hanya tersenyum malu, bahagia dan haru entahlah perasaan yang dirasakan Hyunmie saat ini, campur aduk mungkin itu jawabannya. Hyunmie segera berdiri dari duduknya, memberikan sedikit penghormatan atas tawaran Kyuhyun tadi, layaknya putri bangsawan dari kerajaan barat. Kemudian Hyunmie menyambut tangan namja tercintanya itu.
Mereka berdansa, mengikuti alur music. Melangkahkan kaki mereka seirama dengan detak jantung mereka. Saling memandang dan tersenyum, menyalurkan rasa terimakasih yang tulus dari hati masing-masing.
“Kau ingat? Ini adalah music yang paling kau sukai waktu itu. Bahkan waktu itu aku melamarmu menggunakan lagu ini.” Kyuhyun membuka pembicaraan.
“Kyuhyun-ah…”
“Ne?”
“Apa nama tempat kita itu? Tempat yang begitu indah di mataku, tempat yang begitu damai di hatiku, dan tempat yang begitu menenangkan di jiwaku. Apa nama tempat kelahiran kita itu?” Hyunmie bertanya kepada Kyuhyun masih sambil melangkahkan kakinya mengikuti alur namun, kali ini Hyunmie lebih dekat dengan Kyuhyun. Ia memeluk Kyuhyun. Kepalanya ia susupkan di salah satu pundak Kyuhyun.
“Paradise Wingz, itulah nama tempat kita yang indah di mata kita, tempat yang begitu damai di hati kita dan tempat yang begitu menenangkan jiwa kita. Nama tempat, dimana kita di lahirkan dulu.” Jawab Kyuhyun sambil mengusap rambut Hyunmie.
“Kyuhyun-ah, aku takut.” Kali ini suara Hyunmie sedikit bergetar. Menahan air mata yang sedari tadi malam ingin keluar. Air mata yang diciptakan oleh rasa ketakutan yang meghantui hatinya sejak semalam. Rasa ketakutan yang amat besar membayang-mbayangi Hyunmie bila tersu mengingat masa kehidupan yang lampau.
“Takut?” Kyuhyun membuat wajah mereka saling bertatapan.
“Aku takut kalau kita akan berpisah lagi. Dan kita harus menunggu waktu yang lama lagi untuk menyatu seperti ini.” Kali ini air mata Hyunmie ‘tak bisa dibendung lagi.
“Tenanglah, kita yang sekarang bukanlah kita yang dulu. Walaupun ‘dia’ sudah semakin kuat, tapi kekuatan cinta kita akan mengalahkannya. Arraseo?” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunmie, melekatkan hidung mereka. Ya, ini adalah moment yang paling di sukai Hyunmie karena moment seperti ini membangun suatu atmosfer yang indah di hati Hyunmie.
“Tapi……” Hyunmie masih sedikit rau dengan itu.
“Percayalah pada cintaku seperti aku percaya pada cintamu padaku. Karena itulah kunci kita bisa mengalahkan ‘dia’.” Kyuhyun tersenyum kepada Hyunmie yang hanya berjarak beberoa millimeter. “Kekuatan cinta kita kan menang melawannya.” Kyuhyun menggesekkan hidungnya ke hidung Hyunmie. membuat Hyunmie tersenyum dengan indahnya. (sebenarnya yang suka adegan seperti ini author. Soalnya kalau seperti itu rasanya nyaman banget*author ganggu ya? Abaikan!*)
Bibir mereka saling mendekat, terus mendekat hingga hampir ‘tak ada jarak di antara mereka berdua. Tiba-tiba saja, bayangan hitam terbang, merampas Hyunmie dari pelukan Kyuhyun.
“LEPASKAN HYUNMIE BRENGSEK!!!” Kyuhyun mengumpat pada bayangan yang menyambar Hyunmie tadi. Kini Hyunmie berada di cengkremannya yang melayang di udara setinggi belasan meter.
“Hahaha, sejarah untuk kaumku akan terulang.” Bayangan itu melepaskan topeng yang menutupi wajahnya.
“Donghae soengsonim lepaskan aku.” Hyunmie meronta dalam cengkramana Donghae.
“Seharusnya, waktu itu aku membunuhmu. Namun, tak apa. Aku masih bisa membunuhmu hari ini.” Kata Donghae sambil menyeringai jahat. “Tapi, aku ‘tak akan mebunuhmu secara langsung seperti sejarah kita dulu. Aku akan mebunuhmu pelan-pelan. Bermain dengan Kyuhyunmu, melihatnya menderita.”
“Kau bedebah, kau akan habis di tangan ku.” Hyunmie semakin meronta.
“LEPASKAN KEKASIHKU LEE DONGHAE. KALAU KAU BERANI LAWAN AKU DAN LEPASKAN HYUNMIE.” Kyuhyun masih memaki-maki Donghae yang sedang menawan kekasihnya itu, melayang-layang di udara.
“Kalau kau memang berani, ikuti aku.” Donghae terbang membawa Hyunmie pergi ke atas gedung tua yang artistic yang berada di sana.
Kyuhyun mengejar Donghae, untuk bisa sampai di atas gedung tua yang indah itu, Kyuhyun harus mendaki seribu tangga, setiap tangga memiliki 1000 anak tangga. Ya, Kyuhyun ‘tak akan menyerah demi Hyunmie. Da ‘tak ingin berpisah dengan Hyunmie lagi.

@Atap Gedung Tua
“Lepaskan kekasihku bedebah.” Akhirnya Kyuhyun sampai dalam waktu tiga menit, dia melihat Donghae berdiri di pinggir gedung, sedangkan Hyunmie sedang diikat di suatu tiang.
“Kenapa lama sekali? Aku bahkan sampai bosan menunggumu yang bergerak dengan lambat itu. seperti keyong.” Ejek Donghae.
“Lepaskan kekasihku!”
Donghae hanya menyeringai kemudian menyerang Kyuhyun dengan cakaran kukunya yang sangat panjang yang entah sejak kapan tumbuhnya.
“Kyuhyun-ah hati-hati!” Hyunmie berterika kepada Kyuhyun.
Menurut Donghae yang menjadi penghalangnya hanyalah Kyuhyun, Donghae masih belum mengira bahwa Hyunmie telah hampir memiliki keuatannya yang sepenuhnya. Kekuatan yang bahkan lebih dasyat dari sejarah mereka yang dulu.
Kyuhyun terus bertahan dari serangan Donghae, saat ini Kyuhyun tidak bisa mengalahkan Donghae karena separoh Kyuhyun (lagunya NOAH*abaikan*) adalah Hyunmie. Kyuhyun tak mungkin menang tanpa Hyunmie.
“Tuhan, lindungalah kami. Lindungilah Kyuhyun. Namja yang salalu ada untukku, namja yang selalu melindungiku. Namja yang baik yang selalu berkorban untukku.” Doa Hyunmie dalam hati.
Kyuhyun, mencoba untuk tenang membaca pergerakan lawanannya yang gesit itu. Mencari celah yang bisa ia tembus untuk menjatuhkan lawannya yang mengerikan itu.
Saat Donghae akan menyerang jantung Kyuhyun, Kyuhyun melihat celah itu. Celah bagian ulu hati yang terbuka saat Donghae menjulurukan tanganya utnuk menyerang jantungnya. Kyuhyun hany menghindar, Kyuhyun selalu mencari celah yang tepat agar ia tidak membahayakan dirinya dan Hyunmie.
Kyuhyun, membalas serangan Donghae, memancingnya untuk menyerang jantung miliknya. Saat, gerakan ketiga Donghae menyerang jantung Kyuhyun, saat itulah Kyuhyun menyalurkan tenaga dalamnya ke tangannya, meninju sekuat-kuatnya uluhati Donghae.
“Buk!” ya pukulan Kyuhyun mengenai Donghae, Dongae terdorong ke belakang.
Merasa, dirinya terdesak, Donghae menghmpiri Hyunmie yang masih terikat di tiang di sampingnya. Memotong tali yang mengikat Hyunmie.
“Mau apa kau bedebah? Kau sudah kalah oleh Kyuhyun.” Hyunmie masih meronta di cengkraman Donghae. Donghae membawa Hyunmie di pinggir pembatas atap gedung itu.
“Mau apa kau? Menjauhlah dari situ! Atau aku akan membunuhmu sekarang juga.” Geram Kyuhyun.
“Kalau kau berani mendekatlah ke sini. Dan lihatlah sejarah besar yang akan terulang kembali.” Donghae menyeringai dengan darah yang menghiasi bibirnya. Luka dalam yang di sebabkan Kyuhyun tadi.
“Kyuhyun-ah.” Suara Hyunmie bergetar saat melihat ke arah bawah. Ya, kerena kehidupan di masa lalunya itu, Hyunmie sangat takut pada ketinggian.
Hyunmie tiba-tiba saja mendapat kekuatannya merasuk kedalam tubuhnya. Sekarang Hyunmie menendang Donghae yang berhasil mengenai perut Donghae sehingga Hyunmie bisa terlepas dari cengkraman Donghae.
Hyunmie berlari kearah Kyuhyun. “Kau baik-baik saja?” Kyuhyun bertanya dengan tatapan yang begitu khawatir.
Hyunmie, mengangguk dengan pasti, memberikan tatapan meyakinkan kepada Kyuhyun bahwa dirinya baik-baik saja dan akan baik-baik saja.
“Cih.” Donghae menyeringai lagi. Kemudian mengusap dadanya yang terkena pukulan Kyuhyun tadi. Setelah ia mengusapnya, dia kembali seperti semula, luka yang ia miliki hilang menguap tertelan oleh angin yang berhembus.
Hyunmie dan Kyuhyun bersiap-siap untuk melawan Donghae. Donghae melakukan serangan yang tiba-tiba. Kyuhyun menangkis serangan Donghae untuk melindungi Hyunmie, kemudian Hyunmie menyerang Donghae untuk melindungi Kyuhyun.
Ya seperti itulah mereka bertarung, bertarung untuk saling melindung satu sama lain, bertarung dengan saling mempercayai. Ya itulah Kyuhyun dan Hyunmie, mereka saling meli\engkapi satu sama lain.
“Ahh…..” Hyunmie terkena cakaran kuku tajam Donghae pada lengan atasnya. Tanpa bertanya kepada Hyunmie, Kyuhyun segera membalas serangan pada Donghae.
Terjadilah pertarungan sengit antara KyuMie dan Donghae di atas gedung tua yang berdiri tegak penuh artistic dan keindahan. Hingga pada akhirnya Hyunmie bisa memukul tepat di jantung Donghae, ya kelamahan Donghae adalah jantungnya. Dia tidak memiliki jantung yang permanen. Dia hidup dengan jantung orang laing yang ia curi. Bukan hanya manusia bahkan terkadang jantungnya adalah jantung binatang.
Ya itulah rahasia mengapa clan vampire bisa hidup bertahun-tahun lamanya, awet muda tanpa memiliki keriput ataupun tanda-tanda penuaan. Mereka selalu mengganti jantung mereka.
Donghae kembali terdorong ke belakang, bahkan kali ini ia jatuh, darahnya yang keluar lebih banyak dari yang tadi. Ya, jantungnya sudah hampir ‘tak berfungsi lagi. Tapi tetap saja Donghae hanya menyeringai kepada Hyunmie. Memandang satu-satunya yeoja yang mampu merebut hatinya.
Donghae tiba-tiba saja menerjang Hyunmie, membawanya terjun kebawah. “Hyunmieee….!!!” Kyuhyun ikut terjun, meraih Hyunmie dalam pelukannya. “Setidaknya, aku akan mati bersama Hyunmie. aku hidup untuknya dan matipun dengannya.” Batin Kyuhyun.
“Tuhan, aku sangat mencintai namja ini. Namja yang selalu melindungiku. Namja yang juga mencintaiku. Aku bahagia hidup bersamanya dan aku ikhlas jika harus mati bersamanya di sini. Tapi satukanlah kami di kehidupan kami mendatang.” Ucap Hyunmie dalam hati.
Kyuhyun dan Hyunmie menutup mata secara bersamaan. “Saranghae.” Ucap mereka bersamaan.
Tiba-tiba, Kalung Hyunmie bersinar, sinar putih yang menyelubungi mereka. Kemudian tumbuhlah sayap di punggung mereka masing-masing, sebuah sayap hitam yang begitu indah mengembang dan membawa mereka berdua.

@Kamar Hyunmie.
Hyunmie tersadar dari mimpinya, ia tertidur di meja belajarnya. Keringat kembali membasahi dahinya. Hyunmie melihat ke seluruh kamarnya itu. Mencoba mengingat-ingat apa yagn terjadi pada dirinya.
“Jadi hanya mimpi?” Hyunmie mengguman pada dirinya sendiri. Namun, sedetik kemudian Hyunmie merasakan sakit pada lengan kanan atasnya. Hyunmie membuka lengan kaos pendeknya itu.
Hyunmie membelalakkan matanya ‘tak percaya antara mimpi dan kenyataan. “Bukankah ini luka yang dilakukan oleh…..” Belum selesai Hyunmie melanjutkan bucaranya, dia melihat note yang di tulis di kertas kecil yang di tempal di meja belajarnya itu.
Tugas Donghae seongsonim, di kumpulkan hari kamis.
“Aigoo, tugasnya di kumpulkan besuk.” Hyunmie syock. “Apa yang kau lakukan Hyunmie? membuang waktumu begitu saja dengan tidur berhari-hari dan melewatkan waktumu yang berharga dengan hanya tidur?” Hyunmie meracau pada dirinya sendiri.
“Aigoo jam satu pagi.” Hyunmie, melihat jam wekker mickey mouse kesayangannya itu.
“Bagaimana ini? Aku belum memiliki ide sedikitpun.” Hyunmie sedikit frustasi meremas rambutnya dan kemudian membenamkan kepalanya di meja.
“Kau tahu Vampire? Dia akan hidup selamanya hingga akhir dunia datang. Dengan hidupnya yang abadi itu maka sudah pasti kisah cintanya menjadi abadi hingga akhir dunia tiba.” Tiba-tiba saja kalimat yang di ucapkan seongsonimnya itu melintas di pikirannya.
Hyunmie segera menyalakan laptop keasanyangannya itu. Kemudian mengetik segala sesuatu yang ia ingat dari mimpinya itu. Menjadikan vampire dalam imajinasinya kali ini.
@Kyunghee University (Kelas Hyunmie)
“Annyeonghaseyo, nanuen Choi Siwon imnida, saya mengajar sastra sebagai pengganti Mr Lee Donghae yang mengundurkan dirinya secara tiba-tiba.” Seorang Dosen yang tinggi, tampan dan lebih sempurna dari Donghae memperkenalkan dirinya sebagai pengganti Donghae. Dan ketampanannya itu mampu membuat semua orang dalam kelas itu hening.
“Mengundurkan diri?” batin Hyunmie. Lalu Hyunmie teringat mimpinya semalam. Dia benar-benar melihat Donghae terjatuh dari gedung itu. Semua itu terlihat seperti kenyataan.
“Ada luka pada lengan kananku. Sekarang Donghae seongsonim menghilang begitu saja. Sungguh aneh, jangan-jangan mimpiku itu bukanlah mimpi.” Guman Hyunmie dalam hatinya.
“Hanya satu orang yang dapat menjawabnya. Kyuhyun.” Guman Hyunmie lagi.
“Hyunmie-ya”
“Eoh ne?” Hyunmie agak geragapan saat Sangwoo memanggilnya.
“Neo Gwenchana?”
“Ne.” jawab Hyunmie singkat.
“Ku dengar, Mr Lee Donghae memberikan kalian tugas sebelum beliau mengundurkan dirikan? Baiklah, dari pada sia-sia, saya ingin tugas itu di kumpulkan pada saya.”
Semua mahasiwa terlihat bahagia kerena tugas yang mereka buat ternyata tidak sia-sia.
‘Krrriiiinnnggg…….!!!!!!’
Saat jam kuliah telah usai, Hyunmie segera keluar mencari Kyuhyun. Mencoba mencari penjelasan yang benar-benar membuatnya sedikit frustasi.
Akhirnya Hyunmie menemukan Kyuhyun sedang membaca sebuah buku di salah satu pojok perpustakaan.
“Kyuhyun sunbae…” Hyunmie menghampiri Kyuhyun yang sedang asyik membaca.
“Aigooo, kemarin kau sudah memanggilku oppa. Kenapa sekarang jadi sunbae lagi?”
“Mwo?”
“Hem. apa kau tidak ingat?”
“Jadi waktu itu, dan juga semalam juga bukan mimpi?” tanya Hyunmie.
“Ani. Itu adalah sebuah kenyataan, senyata luka yang ada pada lenganmu ini.” Kyuhyun menyentuh lengan kanan atas Hyunmie dan segera meniupnya. Dalam segera, luka Hyunmie itu hilang menguap di bawa sang angin.
“Jadi Donghae sunbae, benar-benar sudah…”
“Ne, aku membuat surat pengunduran itu atas nama Lee Donghae agar semua ‘tak curiga.”
“Tapi, kenapa saat aku sadar aku sudah berada di kamarku?”
“Enatahlah sepertinya sayap yang kita miliki membawa kita pulang. Tanpa kita sadari.” Jawab Kyuhyun.
Kemudian mereka diam dalam keheningan rak-rak buku yang mengoceh.
“Hyunmie-ya…”
“Nde?”
“Mari kita mulai dari awal hubungan kita. Mulai dari awal untuk sebuah pernikahan yang telah menunggu kita.” Kyuhyun berlutut di hadapan Hyunmie. “Park Hyunmie, bersediakah kau mejadi istriku? Menjadi calon ibu dari anak-anakku kelak?” Kyuhyun melamar Hyunmie.
Hyunmie tampak berpikir, ada keraguan di wajahnya namun kemudian dia tersenyum. Hyunmie menatap dalam mata Kyuhyuh kemudian mengangguk mantap.
Kyuhyun yang bahagia mendapat jawaban yang ia inginkan segera menjentikkan jarinya. Muncullah sebuker lily putih di tangannya kemudian diberikan kepada Hyunmie.
Kemudian, Kyuhyun menjentikkan lagi jarinya, lalu satu keajaiban terjadi. Hujan kelopkn bunga mawar tiba-tiba terjadi di perpustakaan itu.
“Hyunmie-ya, saranghae.” Ucapa Kyuhyun.
Hyunmie tak langsung menjawabnya, ia lempar buket bunga tadi kemudian mengalungkan tangannya pada leher Kyuhyun kemudian segera mencium bibir Kyuhyun.
“Nado saranghae.” Mereka berdua tersenyum bersama.

THE END
Note : bagaimana ceritanya? Ini ff fantasi pertama yang aku buat, semoga kalian suka. Gaje ya endeingnya? Boring ya? Oh ya ini ff mau aku publish di facebook aku sendiri dan di page aku sendiri. jadi, jangan ada yang ngira kalau ini pemlagiatan ya! Ini benar-benar ff buatan author sendiri. kalau memang ff ini ada yang sama, itu cuman kebetulan semata. Maaf juga kalau ada typonya, padahala author sudah berusaha untuk menghilangkannya. Terimakasih ^^. Sun sayang untuk orang di samping anda. Muach Sampai ketemu lagi di ff selanjutnya.

Tinggalkan komentar

44 Komentar

  1. Kodok

     /  Maret 12, 2013

    oh..fantasy ne….tp feelny agak kurang dikit

    Balas
  2. jojoshojo

     /  April 26, 2013

    ini ada sekuel nya gk eonni ? ceritanya bagus. kukira donghae juga suka dg hyemi.

    Balas
  3. bagus eonni……

    Balas
  4. Nanda

     /  Mei 21, 2013

    Unik jga…

    Balas
  5. Hahahaha.. Ceritanya keren thor ^^
    sorry ga bisa kasih comment yg panjang..

    Balas
  6. Titania Blackjack~VIP~Baby

     /  Mei 31, 2013

    Bagus thor ceritanya ‘-‘)b
    Tapi kalo menurutku rada gantung endingnya. Nasib Donghae’a gimana?

    Balas
  7. Ceritanya bagus, so sweetttttt
    tp aq ngerasa ada yg sedikit kurang gimana gitu🙂

    Balas
  8. waah! FF fantasyy!! xD annyeong aku reader baru disini🙂 ijin menjelajah ya eonni ^^ FF ini bagus tapi aku gak begitu dapet feelnya hehe ^^ tapi bagus kok! hwaiting!

    Balas
  9. salsa

     /  Juni 10, 2013

    Wahhhh daebakkk

    Balas
  10. wah, ini dari cerita yg ada di Tr*ns tv ya ?? Aku pernah nonton 2 tahun yg lalu, emang seru banget ceritanya ahaha

    Balas
  11. Rosita

     /  Juni 24, 2013

    cerita nya daebak, keren🙂
    donghae oppa nya sadis, tapi tetep keren ko🙂

    Balas
  12. Karin

     /  Juli 7, 2013

    Keren deh eoni kalau ada ff baru mohon diberi tahu ya eoni khamsamida

    Balas
  13. Jarang lo ada author daebak kaya gini..🙂

    Balas
  14. ddaebaakkk! keren banget thor!!!
    kasian kyuppanya, setiap mau nyium hyunmie selalu aja ditahan hyunmie!!!
    wkwkwkwk!!😛

    Balas
  15. riski

     /  Juli 27, 2013

    nah ini nih, aku paling suka sama ff yg bergenre fantasy🙂

    Balas
  16. larasati_13

     /  Agustus 4, 2013

    D-A-E-B-A-K ffny feelnya dpet…
    annyeong sya pembaca baru🙂, salam knal.

    Balas
  17. eooni daebak… Q suka…
    2 jmpol untk ff ni dan 2 jmpl untuk yg membuat nya.. Bkn ff yg gnh lgh ea. Di tnggu

    Balas
  18. muniroh

     /  September 11, 2013

    oh fantasy,maaf aku kurang suka genre ini. tpi kereen koo

    Balas
  19. Esa Kodok

     /  September 25, 2013

    duelnya seru. suka bgt

    Balas
  20. vievie

     /  Oktober 6, 2013

    ff fantasy t mank sesuatu bgt

    sweet^^

    Balas
  21. choi ji-hyun

     /  November 8, 2013

    Aigoo~
    Daaebaaak chingguu

    Balas
  22. sarah sulastri

     /  Maret 1, 2014

    wahh bguss bht.

    Balas
  23. Titha E.L.F

     /  Maret 7, 2014

    Aku suka ff fantasi apalagi cast’a nampyeon tercintah..
    Bagus ..Tpi feel nya kurang dapet…

    Balas
  24. keren cerita nya, aku suka banget, tp yang bikin bingung kenapa kyuhyun pake naik tangga kan dia bisa hilang dalam sekejab..tapi tak apa lah tetep bagus.

    Balas
  25. Choi Min Ah

     /  Mei 6, 2014

    Wow,daebak ….

    Jadi ceritanya,cinta Donghae oppa itu cinta sepihak ne ???

    Annyeong,aku tadi buka” nemu ini ff.
    sekali baca langsung suka🙂

    Balas
  26. eki

     /  Mei 10, 2014

    aku seyum-seyum sendiri baca.. Aigoo :)) bagus thor ceritanya. Yg bikin aku agak jengkel itu bagian endingnya kyk maksa banget gituh, kurang romantis, coba kalau kyuhyun ngelamarnya ditengah lapangan.. Kan so sweet tuh :3 sekian thor komentku😀

    Balas
  27. Lee Seung Ra

     /  Mei 15, 2014

    huwaa , keren banget . feelnya dapet dan gak bingung bacanya

    Balas
  28. mutiarahusna45

     /  Juni 20, 2014

    daebak serius keren banget aku kagum ceritanya hampir dengan twilight tapi beda author hebat bisa buat cerita begini (y), aku boleh kan baca cerita yang lain?? boleh dong hehehe😀

    Balas
  29. unnieeee cRita n bGs kyu oppa so sweeeet Tpi sayang Donghae q jdi aNtagonis giTo tpi maaf unnie yang main hae oppa tapi q mlah kebayang sma kris oppa ff n sekali lgy bgs unnie q suqa sesoaTu yG berbau vampire*^_^*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: