ONESHOOT//KIRIMAN//LOVE MAID//KYUMIE

Tittle : Love Maid

Author : PyuChan/ ChinChan

Genre : Romance, komedi(?), yadong NC

Ratting : 17+++++ (heheh plusnya banyak banget ya?)

Cast : Hyunmie

Cho Kyuhyun

Yesung

other

Note: jujur, ini ff keduaku yang aku kirimkan di sini (kalau lolos seleksi sich).Masih dengan Hyunmie dan Kyuhyun couple. Aku suka sekali dengan couple ini.entah kenapa aku mebuat ff ini. ff ini lebih gaje dari ff ku yang kemarin. “My Chef My Husband”(kalau masih inget). Mohon comentnya. Dan sebenarnya aku punya 1ff lagi ttg Hyunmie, Kyuhyun dan Siwon namun aku bingung untuk nerusinnya, eh malah bikin nich ff. semoga pada suka dengan ffku yang ini. aku juga ingin mengepost cerita ini di page ku. Hehehe page ku masih sepi, baru ada 6 likers.(jadi malu author).

STORY BEGENNING

“Tuan muda, bangun!” seorang gadis mungil sedang mencoba untuk membangunkan tuan mudanya yang memang sangat susah sekali untuk dibangunkan. Sudah satu jam lebih ia membangunkan tuan mudanya itu.

“Yak, Hyunmie-ya, aku masih mengantuk.” Kata namja itu sambil merapatkan selimutnya pada tubuhnya.

“Tuan muda Kyuhyun, jebal bangunlah, bukankah hari ini kau ada jadwal pemotretan dengan Super Junior?”

“Omwo? Jam berapa sekarang?” tanyanya sambil terperanjat dari tempat tidur dengan muka yang masih acak-acakan.

“Jam tujuh pagi tuan.”

“Yak, kenapa kau tidak membangunkan aku lebih awal?” kali ini Kyuhyun berlari ke kamar mandi.

Ya itulah Park Hyunmie, seorang maid selama kurang lebih hampir sepuluh tahun mengasuh bayi tua(?) yang bernama Cho Kyuhyun. Hyunmie melakukan ini semata-mata untuk membalas kebaikan hati keluarga Cho yang telah berjasa untuknya dan keluarganya.

Namun, Sembilan tahun yang berlalu, yang ia habiskan untuk kehidupan seorang Cho Kyuhyun membuat gadis manis itu diam-diam jatuh cinta pada tuannya yang manja itu. Namun, ia masih sadar akan tingkatan kasta yang selalu dalam otaknya, yang selalu ia ingat ketika ia akan tidur dan akan mengulang mengingatnya ketika beranjak dari mimpi indahnya

Berharap, jika ia selalu ingat dengan tingakatan kasta itu, ia bisa mengendalikan benih-benih cinta yang telah tumbuh di hatinya. Menekan, agar pohon cinta itu tak berkembang memilik ranting yang akhirnya akan memiliki daun, bunga dan buah yang penuh dengan cinta. Cinta yang Hyunmie miliki untuk tuannya yang manja itu.

Apapun yang Kyuhyun butuhkan, Hyunmie lah yang menyiapkan segalanya, bahkan sampai hal yang pribadi sekalipun. Mungkin, bahkan Hyunmie telah menjadi sosok istri yang baik dalam kehidupan Kyuhyun tanpa Hyunmie sadari sendiri.

“Hyunmie-ya, siapkan pakaianku!” teriak Kyuhyun dari dalam kamar mandi kepada Hyunmie yang sedang merapikan tempat tidur tuannya itu.

“Sudah saya siapkan.” Sahut Hyunmie sedikit berteriak. “Tuan muda, semuanya yang anda butuhkan sudah saya siapkan. Sarapan juga sudah saya taruh di meja samping tempat tidur anda. Saya berangkat ke kampus dulu.” Pamit Hyunmie kepada Kyuhyun yang masih di dalam kamar mandi.

“Hyunmie-ya, apa menurutmu aku keren jika seperti ini?” Kali ini Kyuhyun keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di bagian bawahnya dan berpose bersandar pada pinggiran pintu dengan tangan yang melipat di depan dadanya.

“Kyaaa……..” kali ini Hyunmie menjerit dan membalikkan badannya membelakangi Kyuhyun.

“Ya Hyunmie-ya, tatap aku.” Kali ini Kyuhyun mendekat ke Hyunmie sambil mengeluarkan senyum evilnya.

“Tuan muda, pakai baju anda!” kali ini Hyunmie semakin gugup.

“Hyunmie-ya, kau belum menyiapkan underwaerku.” Kata Kyuhyun sambil berjalan ke depan Hyunmie, namun Hyunmie kembali membalikkan tubuhnya.

“Underwear anda di lemari bagian bawah.”

“Menurutmu, hari ini aku lebih baik pakai warna apa?” tanyanya dengan nada polos. “Hari ini aku ingin menggunakan warna hitam, ah tidak aku ingin warna cream ah tidak apa warna putih, kulitkukan putih. Atau aku pakai warna merah atau kuning?” Kata Kyuhyun dengan polosnya dan membuwat Hyunmie membayangkan sesuatu yang tidak-tidak di kepalanya.

“Hyaa Hyunmie ya jawab aku!” kali ini Kyuhyun berbisik di telinga Hyunmie membuat bulu roma Hyunmie merinding. “Menurutmu, aku lebih pantas pakai yang mana?”

“…..” Hyunmie benci dengan kondisi seperti ini. Dia menarik nafas untuk menormalkan dirinya. Bukankah Kyuhyun selalu seperti ini setiap paginya? Dan kalau dia gugup maka Kyuhyun akan merasa senang karena dia telah berhasil mengerjai Hyunmie.

Hyunmie mencoba untuk tersenyum dan berbalik menghadap Kyuhyun, menatap dada Kyuhyun yang mulai terbentuk dengan seduktif mungkin, memandang dari ujung kepala hingga lilitan handuk yang dipakai Kyuhyun.

Sambil mengeluarkan senyum evilnya, senyum yang iapelajari dari tuannya yang jahil itu, ia mendekati Kyuhyun dan karena Kyuhyun mulai takut dengan senyuman Hyunmie ia berjalan mundur.

“Anda bertanya apa yang cocok untuk anda kenakan hari inikan?” Hyunmie memegang ujung handuk Kyuhyun dan masih tersenyum dengan seduktif mungkin.

“Hyunmie-ya apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun gugup.

“Bukankah anda yang menginginkan ini?” Hyunmie menaikkan satu alisnya sambil menggigit bibirnya memasang wajah seseksi mungkin yang ia bisa. Mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun membuat hidung mereka saling bersentuhan merasakan deru nafas masing-masing. Kemudian bibir Hyunmie menuju telinga Kyuhyun meniupnya “Anda sudah telat 15 menit, segera kesana sebelum hyung-hyung anda membunuh anda.” Bisik Hyunmie mesra di telinga Kyuhyun kemudian meninggalkan Kyuhyun yang masih terbengong dengan tindakan Hyunmie yang berbeda dari hari sebelumnya.

“Yes! Habis kau evil magnae.” Hyunmie tersenyum puas dengan kemenangannya hari ini. “Untung hari ini aku bisa mengendalikan diriku. Semoga saja dengan ini tuan muda tidak jahil lagi padaku.” Hyunmie melenggangkan kakinya untuk keluar dari rumah yang bak istana itu.

“Hyunmie-ya apa uri Kyuhyun sudah bangun?” tanya seorang pria paruh baya, namun masih kelihatan kegagahan dan ketampanannya sewaktu muda, saat Hyunmie melintas di ruang makan.

“Ye sanjangnim.” Jawab Hyunmi dengan hormat.

“Aigoo… Hyunmie-ya, bisakah kau tidak terlalu formal kepada kami? Bagaimanapun, kami sudah menganggap kau ini adalah anak kami.” Kata seorang wanita yang sangat cantik dengan gaunnnya yang berwarna pink pucat itu sambil duduk di samping suami tercintanya itu. Wanita cantik itu adalah eommanya Kyuhyun.

“Eh? Uh..” Hyunmie menggaruk tengkuknya yang gak gatal itu.

“Sudahlah panggil kami appa dan eomma!” kata nyonya Cho.

“Nde?” Hyunmie terkaget dengan yang dikatakan nyonya besarnya itu.

“Kau tahukan , setelah noonnanya Kyuhyun meninggal bertahun-tahun yang lalu, membuat kami kehilangan anak perempuan kami. Jadi bisakah kau memanggil kami appa dan eomma sebagai pengganti noonnanya Kyuhyun?” tanya tuan Cho.

“Hyunmie-ya…” kali ini nyonya Cho mengeluarkan Aegyonya.

“Ye” akhirnya Hyunmie mengalah, karena bagaimanapun appanya selalu mengatakan bahwa dirinya dan keluarga harus selalu membuat keluarga Cho bahagia karena mereka banyak berhutang budi kepada keluarga Cho yang tidak bisa dibalas dengan apapun.

Oh ya tuan Park, appa Hyunmie bekerja sebagai sekretaris pribadi tuan Cho, setelah tuan Cho menyelamatkan keluarga Park dari lilitan hutan yang sangat banyak, tuan Park dan keluarganya mengabdikan diri mereka pada keluarga Cho demikian pula dengan Hyunmie.

Bukan hanya diselamatkan dari hutang dan diberikan pekerjaan, keluarga Park juga diberikan tempat tinggal berupa pavilion yang cukup bagus dan luas yang tempatnya berada di belakang kediaman keluarga Cho yang bak istana itu.

“Nah sekarang panggil kami, eomma, dan appa.” Kata Nyonya Cho senang,

“Eomma, appa.” Ucap Hyunmie dengan kikuk.

“Ah senangnya memiliki anak perempuan lagi.” kata nyonya Cho sambil memeluk Hyunmie yang sedari tadi berdiri di depan meja makan.

“Sarapanlah dengan kami Hyunmie-ya!” suruh tuan Cho.

“Gamnsahamnida, tapi saya sudah terlambat tuan…hem.. appa.”

“Hahaha nanti pasti akan terbiasa.” Tuan Cho tertawa melihat kekikukan Hyunmie.

“Kalau begitu saya berangkat dulu eomma, appa annyeong.” Hyunmie berpamitan kepada tuan dan nyonya besarnya itu.

“Annyeong.” Sahut mereka secara bersamaan.

@Kyunghee University 01.00 pm waktu setempat.

“Hyunmie-ya, nanti malam aku akan nonton dengan Victoria.” Kata Kyuhyun pada Hyunmie yang sedang duduk disampingnya yang sedang membaca sebuah novel. Hyunmie sangat gemar membaca novel Hyunmie juga gemar menulis novel dan ceria-cerita pendek, yang tanpa Kyuhyun ketahui dirinyalah yang menjadi obyek khayalan Hyunmie dalam dunia novel Hyunmie.

“Hem.” guman Hyunmie.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun.

Kali ini Hyunmie memandang Kyuhyun sambil menaikkan alisnya tanda bahwa ia sedikit bingung dengan pertanyaan Kyuhyun tersebut. “Bukankah anda sudah berpengalaman dalam mengajak seorang yeoja untuk kencan?”

“Ani, bukan itu?”

“Lalu?” kali ini Hyunmie semakin bingung dengan Kyuhyun.

“Apa kau mau ikut nonton nanti malam?”

“Ani, saya ada urusan.”

“Hyunmie-ya, kenapa kau akhir-akhir ini tidak mau menemaniku nonton?”

“Kyuhyun-ssi, bukankah sudah ada Victoria yang menemani anda menonton?” Hyunmie selalu memanggil Kyuhyun dengan sebutan tuan muda, karena denan seperti itu membuatnya selalu ingat bahwa kasta mereka berbeda, membuat Hyunmie untuk selalu sadar dalam mengendalikan rasa cintanya yang dasyat itu, tapi saat di kampus Kyuhyun tak suka di panggl tuan muda oleh Hyunmie.

Kyuhyun memohon kepada Hyunmie, untuk tidak memanggilnya tuan muda ketika berada di kampus atau di tempat umum lainnya. Hyunmie hanya boleh memanggilnya tuan muda hanya ketika berada di rumah saja.

“Ah, Hyunmie-ya jebal” Kyuhyun kali ini mengeluarkan jurus aegyonya.

Hyunmie menghela nafas, kalau seperti ini dia menyerah kepada Aegyo Kyuhyun. Ya, kalau Kyuhyun sudah mengeluarkan aegyonya, maka Hyunmie ‘tak bisa berkutik lagi dari permintaan Kyuhyun. “Algessimnida.” Akhirnya Hyunmie menyetujui keinginann Kyuhyun itu dan itu berarti dia akan sakit melihat tuan muda tercintanya itu akan bermesraan dengan yeoja lain.

“Hahaha…” Kyuhyun senang dengan kemenangannya itu dan dia akan memeluk Hyunmie yang akhirnya Hyunmie menghindar untuk dipeluk Kyuhyun. “Wae?” tanya Kyuhyun heran.

“Saya akan mati konyol jika kekasih-kekasih anda melihat anda memeluk saya, saya bisa dimutilasi.” Kata Hyunmie sambil menutup novelnya.

“Ya, Hyunmie-ya biarkan aku memelukmu. Bagaimanapun kau kan milikku.” Kyuhyun mencoba memeluk Hyunmie lagi

“Mwo? Shirreo!”Hyunmie menghalangi Kyuhyun yang akan memeluknya itu. Walaupun dia mencintai Kyuhyun, bagaimanapun ia masih waras untuk ingin hidup. “Oh Yesung oppa?” kata Hyunmie saat melihat Yesung, kemudian menghampiri Yesung. Seorang mahasiswa cerdas dan keren, dia memakai kacamata yang sesuai dengan bentuk wajahnya sehingga tidak mengurangi ketampanannya tapi malah menambah kemanisannya itu.

“Yak, Hyunmie-ya!!!” teriak Kyuhyun saat ia tersungkur di bangku karena Hyunmie berlari begitu saja. “Mwo? Kenapa Hyunmie bisa dekat dengan Yesung sunbae?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri saat Hyunmie mengobrol dengan Yesung secara akrab.

Sesekali Hyunmie tertawa disela-sela mereka mengobrol, itu membuat Kyuhyun kesal. Kyuhyun ingin sekali mendengar percakapan Hyunmie dan Yesung namun dengan jarak yang cukup jauh seperti ini it’s impossible

“Oppa gomawoyo atas bantuan mengerjakan tugas kemarin. Kalau tidak ada oppa aku bingung kemarin harus bagaimana.” kata Hyunmie sambil tersenyum.

“Ah, Cheonma. Aku senang bisa membantumu.” Kata Yesung dengan senyuman yang sangat manis.

“Yesung oppa….”

“Nde? Kenapa kau seperti itu? Apa ada yang perlu kau tanyakan lagi?”

“Apakah oppa suadah makan siang?” tanya Hyunmie dengn sedikit menunduk menutupi rasa malu di wajahnya karena ini baru pertama kalinya ia menanyakan tentang makan siang kepada seorang namja selain appa dan tuan mudanya yang manja setengah mati itu.

“Belum. Kenapa? Kau ingin menraktirku sebagai ucapan terimakasihmu itu?”

“Aniyo, aku tak punya uang sebanyak itu untuk menraktir oppa makan siang di kantin kampus.”

“Lalu kenapa kau menanyakan tentang makan siangku?”

“Hem. aku mebuatkan ini untuk mu sebagai ucapan terimakasihku.” Kata Hyunmie sambil menyerahkan kotak nasi bekal untuk Yesung.

“Aigoo…bekal makan siang untukku?” kata Yesung senang saat menerimanya.

“Hem.” Hyunmie mengangguk untuk mejaab pertanyaan Kyuhyun itu.

“Aigoo, bulgogi?”

“Oppa gak suka?”

“Aniyo, kenapa kau tahu kalau aku sangat menyukai bulgogi?”

“Heh,” Hyunmie menggaruk tengkuknya yang tak gatak itu.

“Gomawo.” Kata Yesung sambil mengusap poni Hyunmie penuh dengan sayang.

“Apakah enak?” tanya Hyunmie saat Yesung mencicipi bulgogi buatan Hyunmie.

“Hem, mashita. Ini bulgogi buatan tangan yang pertama aku makan yang sengaja dibuat untukku.” Kata Yesung senang.

“Mwo?”

“Hem, kau tahukan aku tinggal sendiri di Korea. Orangtuaku di luar negeri, saat pulangpun eomma tidak pernah mebuatkan makanan untukku.”

“Lalu pembantu?”

“Mereka hanya bisa memasak makanan internasional. Sedangkan aku tidak suka makanan seperti itu.”

“Kenapa tidak meminta kepada yeojachingumu saja oppa?” tanya Hyunmie dengan polos.

“Aku belum memiliki yeojachingu.”

“Sungguh tidak bisa dipercaya.” Hyunmie menyipitkan matanya menatap Yesung.

“Aigoo kenapa kau menatapku seperti itu?”

“Gotjimal! Mana mungkin oppa belum memiliki yeoja chingu.”

“Aku berkata benar.”

“Oppa kaya, tampan, baik, cerdas. Kenapa belum memiliki yoeja chingu? Bahkan banya yoeja yang mengantri untuk menjadi yeoja chingumu.” Kata Hyunmie sambil penuh selidik. “Jangn-jangan…!!!”

“Jangan-jangan apa?” tanya Yesung penasaran.

“Oppa kau yaoi?”

“Aigoo…, mana mungkin aku yaoi. Aku sebenarnya menyukai seorang yeoja. Tapi aku tak tahu apakah yeoja itu juga menyukai ku atau tidak.”

“Kenapa tidak kau tanyakan saja pada yeoja itu?”

“Aku takut kalau dia marah dan nantinya dia tidak ingin bertemu denganku lagi.”

“Hem.. bagaimanapun kau harus mengungkapkan perasaanmu itu oppa.”

“Ne arrasoe” Yesung mengusap poni Hyunmie sehingga poni Hyunmie berantakan.

“Oppa…” Hyunmie mempoutkan bibirnya sambil membenahi poninya yang berantakan namun sedetik kemudian mereka berdua tertawa bersama.

Sedangkan di tempat lain Kyuhyun hanya menahan geram.

Kyuhyun P.O.V

“Yesung oppa?” guman Hyunmie kemudian berlari meninggalkan aku dan membiarkanku tersungkur di bangku taman ini.

Aku merasa sesuatu membakar dalam diriku ketika aku melihat Hyunmie tertawa bersama Yesung sunbae. Aku melihat Hyunmie menyerahkan kotak bekal makan siang untuk Yesung sunbae Kemudian Yesung sunbae mengusap poni Hyunmie.

“Dan tadi apa yang dia bilang? Yesung oppa? Bahkan dia selalu menolak kalau akau suruh memanggilku oppa. Kenapa dengan Yesung sunbae, di dengan senang hati memanggilnya oppa?” racauku pada diriku sendiri.

Andwae, itu tidak boleh. Hanya aku yang boleh mengusap poni Hyunmie. Hatiku semakin terbakar ketika Yesung sunbae membuka kotak itu, kemudian memakan bulgogi yang berasal dari kotak itu. Aku yakin itu buatan Hyunmie, dan lagi-lagi Yesung mengusap Poni Hyunmie, awalnya Hyunmie cemberut dengan lucunya tapi kemudian mereka berdua tertawa bersama.

Kenapa dengan Hyunmie? biasanya ia selalu marah ketika ada seseorang yang mengganggu poninya. Lalu kenapa dia tidak pernah marah ketika Yesung sunbae yang melakukannya?

Apa mereka sedang pacaran? Ku dengar Yesung sunbae memang menyukai Hyunmie satu tahun belakangan ini. Andwae ini tidak boleh terjadi. Hyunmie hanya milikku. Hyunmie apa kau sudah melupakan janjimu padaku?

flashback

(saat pemakaman noonanya Kyuhyun kira-kira 10 tahun yang lalu)

“Tuan muda.” Seorang gadis cilik menghampiri anak majikannya itu.

Namja kecil itu tak menggubrisnya, dia tetap duduk dengan menekuk kakinya dan menyembunyikan wajahnya.

Yeoja kecil itu kemudian duduk di samping namja itu, di hamparan perbukitan pemakaman. “Kalau tuan muda sedih seperti ini, maka aku yakin nona muda tidak akan bahagia di atas sana.”

“Hyunmie-ya, noonaku sekarang sudah pergi. Aku takut.”

“Takut?”

“Noonaku yang selalu menemaniku dalam kesendirian, noonaku yang selalu menjagaku dari segala yang menakutkan, noonaku yang…..” namja kecil itu kembali menangis sebelum meneruskan ucapannya.

“Tuan muda, kan ada aku.”

“Nde?”

“Aku janji akan melindungi tuan muda, aku janji akan selalu menemani tuan muda.”

“Jinjja?”

“Hem.” yeoja kecil itu mengangguk dengan senyum yang begitu manis.

“Kau berjanji tidak akan meninggalkanku? Kau berjanji kalau kau akan selalu ada untukku?”

“Hem, aku berjanji. Apapun akan ku lakuan asalkan tuan muda tersenyum lagi.”

“Termasuk menjadi milikku selamanya?”

“Hem. Aku akan menjadi milikmu hingga tuan muda bisa ceria lagi dan tidak membutuhkan aku lagi.”(aigoo, Hyunmie polos banget waktu itu.)

FLASHBACK END

Author P.O.V

Kyuhyun menghampiri Yesung dan Hyunmie yang sedang asyik bercanda. Kemudian Kyuhyun, menyeret Hyunmie menjauh dari Yesung. Yesung tak sempat mencegah Kyuhyun karena Kyuhyun menarik Hyunmie begitu cepat menuju parkiran meninggalkannya yang hanya bisa terpaku menatap kepergian Kyuhyun dan Hyunmie.

“Kyuhyun-ssi. Apa yang kau lakukan?” tanya Hyunmie sambil menghempaskan tangan Kyuhyun yang memegang pergelangan tangannya.

“Apa yang kau lakukan dengannya hah?” Kyuhyun sedikit menekan amarahnya.

“Kami hanya mengobrol.” Jawab Hyunmie sambil memijit pergelangan tangannya yang sakit.

“Jangan pernah dekati dia lagi.” kaya Kyuhyunn

“Wae?” Kyuhyun dan Hyunmie bertengar di parkiran kampus, tepat di depan mobil Kyuhyun yang sangat mahal itu(Hahaha orang kaya*ala soimah*), semua orang yang melintas di parkiran memang mereka berdua.

“Karena kau milikku.” Bentak Kyuhyun

Karena tersentak dengan bentakan Kyuhyun, Hyunmie jadi menatap Kyuhyun, menatap dalam bola mata coklatnya yang begitu memukau. Hyunmie melihat ada api di sana. Ya Hyunmie ingat, Kyuhyun pernah seperti ini ketika ia menjalin hubungan dengan Ryeowook saat mereka duduk di junior high school.

Hyunmie sangat ingat ketika Kyuhyun menghajar Ryeowook hingga ia masuk rumah sakit. Menjadi setan yang sangat mengerikan. Hyunmie tak mau meneruskan pertengkaran ini. ia tahu kalau ini diteruskan maka tidak akan selesai. Dan Yesung yang tak tahu apa-apa akan menjadi korban kengerian Kyuhyun.

“Kau sudah melupakan janjimu hah?” Kyuhyun membentak Hyunmie, mengingatkan akan janji Hyunmie untuk tetap berada di sisinya.

“Tuan muda, bagaimanapun kita sudah dewasa. Anda akan menikah dan tidak akan memerlukan saya lagi. Dan sayapun akan menikah, kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing dan…”

“CUKUP!!!” Kyuhyun memotong perkataan Hyunmie sebelum Hyunmie menyelesaikannya. “Sampai kapanpun, kau adalah milikku, karena aku akan selalu membutuhkanmu.” Kali ini nada Kyuhyun semakin meninggi.

“Kyuhyun-ssi, coba bayangkan bagaimana perasaan yeoja yang menjadi istrimu kelak jika aku selalu menempel kepadamu terus.”

“Sudah ku bilang cukup!” bentak Kyuhyun sambil mencengkram kedua lengan Hyunmie, Kyuhyun melempar Hyunmie ke dalam mobil.

Setelah melempar Hyunmie ke dalam mobil, Kyuhyun segera mengendarai mobil sport hitamnya itu dengan kecepatan di atas rata-rata menuju rumahnya.

@halaman rumah Kyuhyun

Mobil Kyuhyun terparkir tepat di depan pintu masuk rumahnya. Hyunmie dan Kyuhyun tetap diam tidak ada yang memulai pembicaraan. Hingga pada akhirnya Hyunmie melepaskan sealt bealtnya dan mencoba untuk membuka pintu mobil.

Saat tangan Hyunmie memegang gagang pintu mobil itu, tiba-tiba saja Kyuhyun menahan lengan Hyunmie. “Mianhae.” Ucap Kyuhyun tanpa melihat Hyunmie, takut kalau Hyunie marah dan meninggalkannya.

“Gwenchana.” Ucap Hyunmie sambil tersenyum kepada Kyuhyun.

Kemudian perlahan-lahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya kepada Hyunmie. Mempertemukan hidung mereka dan saling merasakan nafas mereka yang berhembus tak beraturan. Saling berbagi oksigen bersama.

Hyunmie yang terbawa suasana, melupakan tingkatan kasta yang berada di kepalanya kemudian memajamkan mata indahnya, dan membiarkan bibir Kyuhyun mendarat di bibirnya, mengecup, menghantarkan rasa hangat di hati Hyunmie. “Lembut dan hangat.” Guman Hyunmie dalam hati.

“Manis, lebih manis dari yang kubayangkan.” Guman Kyuhyun dalam hati. Merasa tidak ada penolakan dari Hyunmie, Kyuhyun memberanikan bibirnya untuk bergerak melumat bibir Hyunmie yang manis lebih manis dari ice cream di hati Kyuhyun.

Sadar akan adanya pergerakan, Hyunmie membuka matanya. Tingkatan kasta yang sempat menghilang dalam pikirannya kembali lagi dan membuat logika Hyunmie kembali sadar sepenuhnya. Hyunmie semakin membelalakkan matanya ketika Kyuhyun semakin memperdalam ciumannya.

“Ini harus dihentikan!” batin Hyunmie sambil mendorong dada Kyuhyun berharap dapat menghentikan Kyuhyun.

Namun sayang, semakin Hyunmie meronta semakin erat Kyuhyun memeluknya dan semakin dalam Kyuhyun menciumnya. Karena sedari tadi Hyunmie tidak ingin membuka mulutnya, membuat Kyuhyun menggigit bibir Hyunmie.

“Ahh…” Hyunmie sedikit tersentak dan membuka mulutnya dan itu tidak di sia-siakan Kyuhyun, dengan segera ia memasukkan lidahnya kemulut Hyunmie. Mengabsen setiap deretan gigi yang ada.

Tangan Kyuhyun meraba di samping jok mobil(?) yang di duduki Hyunmie, tak lama posisi Hyunmie sudah berbaring dan Kyuhyun sudah berada di atas tubuh Hyunmie.

Kyuhyun menghentikan ciumannya guna mendapatkan oksigen, namun sedetik kemudian dia kembali melumat bibir Hyunmie. Hyunmie kembali meronta, hingga pada akhirnya ia mendorong Kyhyun hingga Kyuhyun duduk kembali di kursi sopir.

Dengan cekatan, Hyunmie keluar dari mobil, namun Kyuhyun menyusul keluar dan dapat mengejar Hyunmie.

Dibawanya Hyunmie ke dalam rumah yang lebih mirip dan lebih pantas di sebut dengan istana itu. “Tuan muda, lepaskan aku!” Hyunmie meronta mencoba menghempaskan tangan Kyuhyun yang sedari tadi mengenggam pergelangan tangannya.

“Tuan muda lepaskan…..” Hyunmie memohon kepada Kyuhyun. Beberapa pelayan yang mendengar suara Hyunmie mecoba untuk mendekat, namun percuma saja. Karena saat mereka akan mendekat Kyuhyun sudah menatapnya dengan tatapan membunuh yang sangat mengerikan.

“Tuan muda…” kali ini Lee ahjuma, kepala pembantu sekaligus ibu asuh Kyuhyun angkat bicara. “Ku mohon lepaskan Hyunmie.”

Kyuhyun memandang Lee Ahjuma yang menghalangi jalannya menuju kamar kesayangannya.

“Ahjuma..” Hyunmie memelas kepada Lee ahjumma dengan air mata yang berlinangan.

“Hyunmie-ya.” Lee Ahjuma memandang iba kepada Hyunmie.

Kyuhyun tak menghiraukan Lee Ahjuma, ia melewati beberapa pelayan. Walaupun para pelayan itu tak berani menghalangi Kyuhyun, tapi para pelayan itu tetap mengikuti Kyuhyun.

“Tuan muda lepaskan aku…” Hyunmie kembali memohon kepada Kyuhyun. Tanpa kata-kata Kyuhyun langsung membawa Hyunmie di pundaknya menaiki tangga karena kamarnya ada di lantai dua, akan sulit membawa Hyunmie kesana jika hanya menyeretnya secara paksa.

“Yak tuan muda” Hyunmie semakin meronta memukul punggung Kyuhyun, namun apalah arti kekuatan Hyunmie jika dibandingkan dengan Kyuhyun.

Hingga pada akhirnya Kyuhyun menghentikan langkahnya saat ia akan sampai pada kamarnya, kemudia menoleh ke para pelayannya yang sedari tadi mengikutinya. “Pergilah!”

“Tapi….” Ucapa Lee Ahjumma

“Sudah kubilang pergi!” bentak Kyuhyun.

“Kami tidak akan pergi sebelum anda melepaskan Hyunmie, kami mohon maafkan Hyunmie jika ia melakukan kesalahan.” Ucap Lee Ahjumma.

“Gurre kalau kalian tidak ingin pergi, berarti kalian ingin melihat apa yang akan aku lakukan?” Kyuhyun mengeluarkan senyum evilnya yang membuat orang yang melihatnya merinding.

Kyuhyun menurunkan Hyunmie lalu dia memojokkan Hyunmie, mengunci tubuh Hyunmie diantara tubuhnya dan tembok.

Hyunmie P.O.V

Akhirnya dia menurunkan aku dari pundaknya, namun naas dia malah mengunci tubuhku diantara tembok dan tubuhnya yang mulai terbentuk.

Sedetik kemudian dia melumat bibirku. “Tuan muda, apa kau gila? Di sini banyak pelayan.” Kataku sambil mendorong tubuhnya untuk menjauhiku.

“Mereka ingin melihat apa yang ingin aku lakukan.” Katanya sambil menciumi leherku

Tuhan, jujur aku sudah tidak bisa menahan diriku lagi jika keadaannya terus begini. Kemudian aku melihat kearah para pelayan dan Lee Ahjumma yang sedang menundukkan wajah mereka.

“Kalian masih ingin menonton?” Kyuhyun berbicara kepada Lee Ahjumma dan para pelayan yang lain dan itu mengalihkan perhatiannya.

Tak ku sia-siakan kesempatan itu, aku mencoba untuk kabur. Berlari menjauh darinya namun tangannya yang panjang itu berhasil menangkapku lagi. Sekarang dia memelukku dari belakang.

“Pergilah! Jangan ganggu kami! Kami ingin menyelesaikan sesuatu.” Katanya sambil menarik daguku agar aku menoleh ke dirinya yang ada dibelakangku dan kemudian dia melumat bibirku lagi.

“Emppp… emppp…” aku mencoba melepaskan bibirnya dari bibirku. Dan saat ia melepaskan lumatannya aku menyadari bahwa sudah tidak ada orang lagi di tempat ini. Hanya aku dan Kyuhyun yang tersisa.

“Tuan muda…. Kumohon….”

Tanpa berkata apa-apa lagi, dia menyeretku masuk ke dalam kamarnya, kemudian melemparku ke kasurnya yang berukuran King Zise itu tanpa menutup pintu kamar.

Author P.O.V

Setelah melempar Hyunmie ke kasurnya yang cukup besar itu, Kyuhyun membuka satu persatu kancing bajunya dan melempar bajunya kesembarang arah. Kemudian Kyuhyun merangkak ke atas kasur mendekati Hyunmie yang berusaha menjauh.

“Jangan tuan….” Hyunmie mengiba kepada Kyuhyun

“Semakin kau ketakutan, semakin aku ingin melakukannya.” Kata Kyuhyun sambil mencium harumnya rambut Hyunmie, gadis yang selama ini diam-diam ia impikan,diam-diam ia inginkan.

“Tuan… jangan…” Hyunmie mendorong Kyuhyun. Namun Kyuhyun sudah mendekap Hyunmie dan langsung menyambar bibir Hyunmie yang sudah bengkak akibat lumatan-lumatannya tadi.

“Ah… tuan…” Hyunmie mendesah ketika Kyuhyun menurunkan ciumannya ke leher Hyunmie sambil membuka 3 kancing teratas Hyunmie.

“Kau harum sekali Hyunmie-ya.” Kyuhyun semakin gencar melakukan serangannya.

Sedangkan Hyunmie, dia berperang dalam dirinya. Satu sisi dia senang karena Kyuhyunn adalah lelaki yang selama ini ia cintai namun, di sisi lain dia bingung apa yang akan terjadi nantinya jika tuan dan nyonya besarnya tahu.

Disaat Kyuhyun sibuk menikmati apa yang ada di depan matanya dan Hyunmie sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba ada suara yangmengagetkan mereka.

“Kyuhyun-ah, Hyunmie-ya apa yang kalian lakukan?” suara seseorang yang berasal dari luar kamar, berdiri menatap heran pada dua remaja itu karena memang tadi Kyuhyun tidak menutup pintu kamarnya.

Hyunmie dan Kyuhyun terperanjat, Hyunmie mencoba menutupi bagian atas tubuhnya yang hampir naked dengan selimut yang ada. Sedangkan Kyuhyun mencoba untuk menormalkan nafasnya.

“Nyonya ini tak seperti yang anda lihat.” Kata Hyunmie terbata-bata karena katakutan.

“Tapi aku melihat ini semua….” Kata Nyonya Cho dengan sedikit bingung.

“Nyonya, percayalah padaku ini….”

“Eomma ini….” kali ini Kyuhyun angkat bicara sambil ngos-ngosan.

“Apa kalian pacaran?” tanya nyonya Cho sambil tersenyum sumringah sambil menyatukan kedua tangannya (bayangin ibunya baek seng njeo di naughty kiss kalau lagi seneng.)

“An…” ketika Hyunmie akan menjawab mulutnya dibekab oleh tangan Kyuhyun.

“Ne, eomma. kami berpacaran. Makannya kami melakukan ini. Apa eomma marah?”

“Kyuhyun-ah seharusnya kau melakukannya setelah menikah. Tapi tidak apa-apa mungkin eomma akan lebih cepat punya cucu” Hyunmie kaget dengan reaksi nyonya besarnya itu.

“Eomma, bisakah eomma bilang pada appa untuk melamar Hyunmie secepatnya.” Kali ini mata Hyunmie seakan ingin keluar ketika Kyuhyun mengatakan hal itu.

“Eoh ne. kalau begitu kalian lanjutkan ya! Dan jangan lupa menutup pintu dan menguncinya lain kali.”

“Ne,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum pada eommanya.

Nyonya Cho menutup pintu kamar anaknya itu dan meninggalkan mereka berdua dengan senang hati. Sebenarnya sudah lama nyonya Cho melihat Kyuhyun dekat Hyunmie. mengharapkan Hyunmielah yang menjadi menantunya kelak dan sekarang semuanya sudah jadi kenyataan walau tinggal sedikit lagi.

“Tuan muda!” Hyunmie berteriak ketika bekapan di mulutnya sudah di lepaskan oleh Kyuhyun.

“Mwo?”

“Apa anda sudah gila?”

“Eomma dan appa sudah setuju. Dan ketika appaku memintamu kepada appamu sudah dapat di pastika appamu tidak akan menolaknya.” Kyuhyun menampilkan senyum evilnya kepada Hyunmie. Kemudian tatapan Kyuhyun turun pada dada Hyunmie yang tidak tertutup.

Hyunmie yang menyadari arah tatapan Kyuhyun mencoba untuk menutupi dadanya yang terbuka saat Kyuhyun membekapnya tadi.

“Kau mau menutupinya?”Kyuhyun menghalangi tangan Hyunmie.

“Tuann…..”

Kyuhyun menerjang tubuh Hyunmie lagi, kemudian ia jilati leher Hyunmie. “Kau tahu saat kau memanggilku seperti itu? Kau membangunkan sesuatu dalam diriku.”

“Hhhh…hhhh” Hyunmie menggigit bibirnya guna menahan desahannya.

“Ah…” Hyunmie mendesah ketika Kyuhyun membuat Kiss mark di dadanya.

“Tuan, bagaimana dengan Victoria?”

“Kau tahu? Aku jalan dengannya hanya karena aku ingin kau cemburu padaku.” Ucap Kyuhyun sambil menatap Hyunmie yang berada dibawahnya. “Kau tahu, bukan hanya kau yang menjadi milikku ketika noonaku di kuburkan. Tapi aku juga menjadi milikmu. Kau mengikatku dengan senyuman dan janjimu. Kau membuatku tak bisa melakukan apapun tanpa mu.” Kyuhyun memeluk Hyunmie membenamkan wajahnya di leher Hyunmie, menghirup oksigen di sana untuk menenangkannya.

“Saranghae Hyunmie-ya neo naekkoya.” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukkannya.

“Nado saranghae tuan.” Lirih Hyunmie namun masih jelas di dengan Kyuhyun.

Kyuhyun memandang Hyunmie penuh arti dan tersenyum jahil. “Jadi. Aku boleh melanjutkannya?” tanya Kyuhyun sambil menarik selimut menutupi mereka

“Mwo? andwae.” Kata Hyunmie

THE END

Note : Gajekan? Sudah kubilang. Aku bikin ff ini agak sedikit bimbang dan pusing apalagi pas adegan NCnya. Aku bahkan hampir mimisan.

Ohya aku minta coment dan sarannya ya. Maaf juga kalau banyak typo walaupun aku sudah berusaha untuk menghilangkan Typonya. Dan ff ini pendek sekali ya? Hehehe ini cuman 16 lembar kertas ukuran folio. Terimakasih ^^ sampai jumpa di ff selanjutnya, sun sayang unttuk orang di samping anda.

Tinggalkan komentar

91 Komentar

  1. Daebak thor! Ada sequelnya gak?

    Balas
  2. EsaKodok

     /  Agustus 13, 2014

    ahahahahHa
    kyu selalu berbahaya
    posesif tampan ambisius
    aigooo….
    jgn kebablasn nak….nikah dulu

    Balas
  3. Nenk

     /  Oktober 8, 2014

    Keren,,,,keren authornim,,,,
    Kyu sll keren dg image y’ seperti ni,,,,
    N q sll suka bngt,,,,,

    Balas
  4. upikabu

     /  Oktober 18, 2014

    ceritanya baguusss…. hahaha, suka…🙂 suka dengan cara kyu mempertahankan hyunmie… hehehe…

    Balas
  5. dongrim

     /  Desember 12, 2014

    hahaha, kurang ,kenapa g sekalian aja nikah

    Balas
  6. nentiswahyuni

     /  Januari 14, 2015

    Dikira bakalan terjadi konflik cinta tak direstui kayak the heirs gitu ternyata happy ending good and fighting authornim🙂🙂

    Balas
  7. uwahhh…. bagus banget ffnya… kekekekek~
    aku tunggu sequelnya yaa *senyum evil*

    tetap semangat nulisnya ya author~ ditunggu karya2 selanjutnya ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: