FF//CHAPTER//THE SCRAY EYES//EXO&SUJU//part2

543980_524966230867433_494968175_n

Annyeong sesuai janji hyunmie shere FF lagi kali ini cast EXO & SUJU mudah-mudahan pada suka ea. .

But dont bash. .

Dont plagiat. .

Dont copas. .

This is my FF. .

Siapapun di dalam cerita milik tuhan dan orangtuanya kecuali evil cho punya hyunmie dan anggap aja park hyunmie adalah kalian. .

Autor:yuni japanes kireina aka istri dunia akhirat mr cho.

Cast utama:TAO EXO, KRIS EXO, LEETEUK SUJU, KYUHYUN SUJU, park hyunmie

cameo:all member SUJU& EXO

gender:romantis,angsat,action, little comady.

Rating:17+

leght:chapter

ost:EXO MAMA,SUPER JUNIOR MIRACLE,OPERA

repost

Melihat itu namja yang masih berdiri di hadapan hyunmie itu memutar bola matanya sebal lalu berjongkok di hadapan hyunmie. .

“kenapa memaksa kalau volet tidak mau.” ucap namja itu mencubit pipi cubby hyunmie gemas lalu menaruh handuk kecil di kepala hyunmie. .

“akukan hanya ingin dekat dengan volet.” ucap hyunmie menggembungkan pipinya. .

“dia tidak mau jangan di paksa, sudah keringkan dulu badanmu itu, volet biar oppa yang urus.” ucap namja itu sambil membantu hyunmie berdiri, namja itu meletakan volet di kasur kecil lalu mulai mengeringkan bulu-bulu putihnya yang basah, hyunmie hanya tersenyum melihat namja itu yang memperhatikan volet dengan baik. .

“kyuhyun oppa gomawo jeongmal mianhae.” ucap hyunmie membuat namja bernama kyuhyun itu berbalik dan tersenyum kearah hyunmie. .

“gwenchanayo, jah keringkan seragammu itu.” ucap kyuhyun sambil menujuk kamar khusus yang di gunakan kyuhyun jika ingin menginap di keliniknya, hyunmie mengangguk lalu melangkah masuk ke kamar tersebut tanpa rasa canggung karena memang sudah sering dia datang kemari. .

story begenning

hyunmie menyeruput susu coklatnya pelan, sesekali menatap sedih kearah kyuhyun yang asik membelai volet. .

“wae? Kau ingin membelainya?” tanya kyuhyun datar sambil tetap mengelus volet sayang. .

“ingin juga percuma, dia akan kabur kalau aku mendekat.” ucap hyunmie kesal dan hanya di balas senyum geli dari kyuhyun. .

“memang apa saja yang kau lakukan di afrika eoh?”

“jadi bodyguard leeteuk oppa.” dengus hyunmie kesal karena memang kenyataannya tak ada satupun hewan yang mendekat keperkemahan, semua seolah takut pada hyunmie, kyuhyun hanya tertawa sekencang-kencangnya mendengar penyataan hyunmie, cukup paham dengan kata-kata hyunmie tadi..

Kesal di tertawakan terus hyunmie berjalan keluar kelinik dan kebetulan hujan sudah reda, kyuhyun menghentikan tawanya dan bergegas memasukan volet ke kandang jingjingnya dan berlari menyusul hyunmie. .

“hei jangan marah ayo masuk kemobil aku antar pulang.” ucap kyuhyun di dalam mobil sambil mengikuti langkah hyunmie di trotoar. .

Hyunmie terdiam sesaat berpikir lalu masuk kedalam mobil kyuhyun masih dengan wajah cemberutnya, kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu mulai menyalakan mobilnya . .

***

hyunmie terduduk lemas wajahnya sedikit pucat karena pagi-pagi sekali harus berlarian menangkap volet yang kabur dan menyebalkannya lagi volet memberi sedikit kenang-kenangan di wajah hyunmie sebuah cakaran kecil terlihat melintang di pipinya, eun mie hanya menggelengkan kepalanya prihatin. .

“kau ini tak ada kapok-kapoknya hyunmie, kenapa kau tidak buang saja kucing itu di penampungan, lihat badanmu sudah penuh luka.” ucap eun mie mencibir sambil menunjuk-nunjuk ke tangan hyunmie yang penuh bekas cakaran volet. .

“kalau berhenti sekarang juga percuma bukan.” ucap hyunmie membela diri. .

“terserahlah.” ucap eun mie sebal lalu duduk di kursinya karena pelajaran akan segera di mulai. . .

Guru ahan akhirnya datang tapi beliau datang dengan seorang namja tinggi yang terus menundukan kepalanya. .

“anak-anak kita kedatangan murid baru dia pindahan dari china, nah perkenalkan namamu.” ucap ahan seongsangnim. .

“annyeong namaku tao panggil saja begitu, bangapseumnida.” ucap namja bernama tao itu dan mendapat tepuk tangan dari murid-murid sekelas, tapi tak lama keadaan kelas hening ketika namja bernama tao itu mengangkat kepalanya dan memandang murid-murid satu kelas. .

Ahan seongsangnimpun menelan ludah saat mendapat tatapan dari tao. .

“seongsangnim aku duduk dimana?” tanya tao datar tapi entah kenapa begitu menakutkan untuk ahan sajangnin. .

“di. .di sebelah hyunmie.” gagap ahan songsaengnim sambil menujuk bangku di sebelah hyunmie. Semua murid memandang kasihan kearah hyunmie, tapi hyunmie hanya memandang tao menerawang. .

Tao duduk di sebelah hyunmie kembali menunduk tapi menatap murid sekelas yang terus menatapnya dan dengan cepat murid sekelas fokus menatap papan tulis. . .

Sedang hyunmie masih terus menatap tao tajam. .

“apa kau namja tempo hari yang menyelamatkan kucingku?” tanya hyunmie menebak-nebak, sesaat tao melirik hyunmie membuat hyunmie memundurkan tempat duduknya karena terkejut di lirik tajam oleh tao, menyadari itu tao kembali menunduk lalu mengangguk pelan. .

“ne itu aku.” ucap tau pelan dan di balas anggukan paham dari hyunmie. .

Selama pelajaran berlangsung Tao terus menunduk karena Hyunmie terus menatapnya. Hyunmie merasa dekat dengan namja di sampingnya tapi dia tidak kenal bertemupun baru 2 kali.

“Park Hyunmie mau sampai kapan kau tidak memperhatikan pelajaranku.” bentak

Ahan Seongsangnim pada Hyunmie membuat Hyunmie tersentak dan langsung memperhatikan papan tulis.

“Jeongsengyo sajangnim.” ucap Hyunmie pelan. Tao hanya tersenyum kecil dalam tunduknya dan itu terlihat oleh Hyunmie. Reflek Hyunmie mencubit pinggan Tao sebal.

“Ini karenamu bodoh.” geram Hyunmie pelan sedang Tao hanya terdiam dan tubuhnya menegang.

***

Hyunmie mengedarkan pandangannya kepenjuru sekolah, sejak tadi dia tidak melihat Tao setelah keluar jam istirahat. Di tangannya terdapat banyak makanan dia bermaksud membagi makanan itu dengan Tao. Sekaligus mengorek keterangan tentang kejadian tempo hari yang membuat gempar 1 sekolah saat jam istirahat tadi.

Hyunmie menghebuskan nafasnya lelah karena Tao tak kunjung ia temukan, perlahan Hyunmie naik ke taman belakang bermaksud menghabiskan makanan itu sendirian.

Setelah berjalan cukup jauh ke arah taman belakang, Hyunmie sedikit memicingkan matanya tapi tak lama matanya membulat.

“O. .ommona. .maldo andwe Pluto jinak hanya pada Cha sajangnim sajakan. Tapi kenapa dia bermanjaan dengan Tao?” ucap Hyunmie tak percaya ketika anjing herder yang menjaga dinding pager sekolah di taman belakang begitu jinak di tangan Tao. Padahal selama ini siswa tidak ada yang berani kabur dari sekolah lewat pagar taman sekolah karena ada Herder bernama Pluto. Nama yang tidak pantas mengingat ukuran Pluto sangat besar.

Tak lama Hyunmie mendekat kearah Tao agak sedikit takut. Bukan pada Tao tapi pada Pluto, mengingat dulu Hyunmie pernah di kejar-kejar Pluto. Padahal dia hanya ingin memberinya makan.

“Tao_ssi?” tegur Hyunmie membuat Tao menatap Hyunmie tajam. Mungkin sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu Hyunmie hanya menatap Tao polos.

“Ada apa kau kemari?” tanya Tao pelan lalu kembali menunduk ketika menyadari kalau Hyunmie yang menegurnya.

“Aku ingin mentraktirmu makan, sekalian mau bertanya dan juga ucapan terimakasih.” ucap Hyunmie berjongkok agak jaug dari Tao. Melihat itu Tao merasa sedih bahkan Hyunmie menjaga jarak dengannya.

“Apa kau takut padaku? Jika iya lebih baik kau pergi.” mendengar ucapan Tao Hyunmie hanya tersenyum kecil.

“Anni aku cemburu padamu.” ucap Hyunmie sambil menatap Pluto yang seolah siap mengejarnya lagi.

“Maksudnya? Cemburu apa?” tanya Tao binggung.

“Volet dan Pluto begitu baik padamu, sedangkan padaku mereka membenciku.” sungut Hyunmie sebal sambil kemudian terduduk di hadapan Tao masih sekitar 2 meter jauhnya.

“Volet? Pluto?” ucap Tao semakin binggung.

“Ais kucing kemarin dan anjing itu. Volet dan Pluto.” bentak Hyunmie sebal membuat Tao tersenyum lebar dan membuat Hyunmie cukup terpaku melihatnya.

“Kau tidak menyeramkan seperti kata siswa lain. Oh iya apa lukamu sudah sembuh? Ku dengar kemarin ada beberapa siswa yang masuk rumah sakit ketika bertemu dengan pemuda yang memiliki mata tajam dan memukuli sampai hampir mati.” ucap Hyunmie sambil menerawang. Sedang Tao kembali menunduk takut kalau Hyunmie tau itu dia. Hyunmie menjauhinya.

“Tao_ssi? Apa itu kau?” tanya Hyunmie pelan tapi entah kenapa Tao tak bisa berbohong dan mengangguk lemah.

“Hmmm keunde neo gwenchanayo? Kemarin aku melihat darah di keningmu.” tanya Hyunmie seolah melupakan fakta mungkin namja di hadapannya berbahaya.

“Nan gwenchanayo, keunde apa kau tidak takut padaku?”

“Mollayo keunde Pluto lebih menyeramkan darimu.” tunjuk Hyunmie pada Pluto membuat Tao tersenyum senang.

“Syukurlah. Tadinya aku takut kau menjauhiku dan tidak mau mengenalku karena mataku yang menakutkan.” ucap Tao senang membuat Hyunmie juga ikut tersenyum menatap senyuman polos Tao.

TBC~

Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. ingga

     /  Oktober 14, 2013

    Oooooooo tryt tao.. Kirain sp.. Tp kx dy bs akrab sm binatang2?? Apa krn dy tggl dhutan?? #plaaaaaaaakkkkkk

    Balas
  2. Triple J (jung ji joon)

     /  Juni 5, 2014

    Lanjut ><
    ditunggu part 3 . . . . :v

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: