TWOSHOOT////now lily be mine//sequl my lily//part 2

774481_527067477323975_377893415_o
autor:tri yunida aka yuni japanes kireina aka park hyunmie aka istri dunia akhisan mr.cho kyuhyun

cast:marcus cho aka cho kyuhyun.liliy aka park hyunmie,aideen lee aka lee donghae, SHIN SANG WOO

gender:sad,hurt,angsaT

leght:DRABBLE

Rating:17+ but what ever reader^^

ost:love relly hurt

Np:follow twitter autor^^@park_hyunmie

annyeong hehehe ketemu lagi sama kyumie couple kali ini drabble aja mian gaje …

But happy reading

dont copas. .

Dont plagiator. .

Dont bash beacause this just fiction and this one only KYUHYUN IS MINE😄. . . . .

STORY BEGENING

Donghae terdiam seolah mencerna percakapan yang baru saja ia dengar. Hyunmie kenapa donghae merasa ciri-ciri yeoja yang di sebutkan sang woo adalah istrinya.

Dengan sedikit berlari donghae pergi meninggalkan cafe itu, di pikirannya sekarang adalah hyunmie apa dia akan baik-baik saja bersama kyuhyun? Memikirkan itu membuat donghae semakin cemas, tanpa pikir panjang donghae menerobos masuk keruang keluarga sambil memanggil hyunmie, tapi kecurigaan donghae mungkin terlalu berlebihan, buktinya hyunmie sekarang sedang duduk di sofa sedangkan kyuhyun masih sibuk menatap ke dua belas lukisan bunga lily di hadapannya.

“chagi gwenchanayo?” tanya donghae sambil terduduk di samping hyunmie dan mengenggam kedua bahu hyunmie erat-erat lalu menatap wajah istrinya itu lekat-lekat takut ada lecet di wajah hyunmie atau mungkin sesuatu yang donghae bayangkan terjadi membuat hyunmie mengerutkan keningnya binggung. . .

“oppa darimana saja? Dan apa maksud oppa dengan bertanya begitu?” tanya hyunmie binggung membuat donghae menatap kyuhyun yang masih memunggunginya.

“apa tuan cho tidak bilang?” tanya donghae sambil tetap menatap kyuhyun yang tak bergerak dari posisinya.

“aku yang menyuruh suamimu meninggalkan kita berdua nyonya lee, agar kita bisa dengan leluasa membahas lukisan bunga lily ini.” ucap kyuhyun yang sejak tadi diam dan mulai buka suara. Hyunmie terdiam mendengar kyuhyun memanggilnya nyonya lee, walaupun pada kenyataan marga hyunmie sekarang memang lee.

“aku baik-baik saja oppa.” ucap hyunmie pelan mungkin suaranya sudah habis karena menangis tadi, tapi donghae seperti tak menyadari wajah hyunmie yang sembab.

“kenapa tuan lee datang sekarang? Bukankah masih setengah jam lagi?” ucap kyuhyun berbalik menatap donghae, seolah minta penjelasan kenapa donghae mengingkari perjanjiannya.

“aku. .aku hanya ingin memberitahukan anda, istri anda sedang berduaan dengan namja lain.” ucap donghae mencari alasan lain, tapi kyuhyun hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan donghae.

“aku sudah tau tuan lee lagipula memang tidak lama lagi aku akan bercerai dengan sang woo karena kami memang tidak saling mencintai.” ucap kyuhyun sendu sambil menatap hyunmie yang masih terdiam dan tertunduk. Donghae yang melihat itu semakin curiga ada sesuatu yang tidak dia ketauhi disini.

“mianhamnida saya jadi menceritkan masalah pribadi pada tuan lee, sepertinya sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi saya permisi. Nyonya lee senang bisa bertemu dengan anda.” ucap kyuhyun membungkuk lalu melangkah pergi meninggalkan hyunmie dan donghae.

“chagi tunggu sebentar ada yang perlu aku bicarakan dengan tuan cho.” ucap donghae cepat lalu menyusul kyuhyun keluar rumah meninggalkan hyunmie yang cemas terjadi sesuatu diantara keduanya.

“tuan cho tunggu.” donghae menghentikan langkah kyuhyun yang akan memasuki mobil pribadinya membuat kyuhyun berbalik dan menatap donghae.

“ne waeyo?” ucap kyuhyun datar.

“sebenarnya ada apa? Apa yang tuan cho dan hyunmie sembunyikan dariku?” ucap donghae to the point, membuat kyuhyun tersenyum lemas.

“anda taukan ini pertemuan kami yang kedua, jadi tidak ada yang kami sembunyikan.” ucap kyuhyun menjelaskan dan memang masuk akal untuk donghae tidak mungkin terjadi sesuatu di antara keduanya.

“tapi anda memang perlu tau sesuatu tentangku dan istrimu tuan lee.” ucapan kyuhyun membuat donghae mengerutkan keningnya binggung.

“apa maksud anda? Apa yang saya tidak ketahui?” tanya donghae penasaran, sesaat kyuhyun melipat kedua tangannya lalu bersender di mobil mewahnya.

“anda percaya renkarnasi? Anda percaya kesempatan kedua? Lily adalah milikku dan ku harap anda menggambil keputusan yang tepat nantinya. Ceritaku dan istrimu ada di belakang kedua belas lukisan bunga lily itu.” ucap kyuhyun sendu lalu membungkuk sedikit pada donghae kemudian masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan donghae yang masih belum mengerti atau bahkan tidak paham dengan ucapan kyuhyun.

***

kyuhyun menghempaskan tubuhnya di kasur lalu menutup matanya dengan lengan sebelah kiri, tak lama terlihat cairan bening dari kedua sudut mata kyuhyun menandakan namja dingin itu sedang menangis, merasakan ulu hati sebelah kirinya berdenyut kesakitan. .

Perlahan kyuhyun terduduk memijit kepala yang terasa ingin pecah, ingatan kyuhyun kembali memutar rentetan ucapan hyunmie tadi.

“aku tidak mau melukai orang yang dengan sabar menungguku kecuali orang itu yang melepasku.” ucapan hyunmie cukup menjadi jawaban untuk kyuhyun kalau bunga lilynya sudah memilih tuan yang baru dari pada tuan yang lama yang membuat dia kehilangan nyawa. Ketika kyuhyun mengajak hyunmie untuk pergi dari seoul ke bolivia hyunmie menolak secara tidak langsung demi suami yang bukan hanya menjaga keluarganya dari kehancuran tapi juga perasaannya, hingga sampai sekarang donghae tidak pernah menyentuh hyunmie layaknya seorang istri, karena donghae tau hyunmie belum siap.

Kyuhyun merogok saku jasnya dan mengeluarkan dua tiket pesawat menuju bolivia dan itu untuk besok.

Keadaan sudah sangat hening malam ini jam sudah menunjukan pukul dua pagi benar-benar sunyi yang terdengar hanya suara detak jam dinding di ruang keluarga kediaman lee, sesekali terdengar ketukan sepatu menandakan masih ada yang terjaga di ruangan itu. Lee donghae dia masih menatap kertas di hadapannya, berusaha merangkai 12 kertas itu menjadi sebuah cerita yang mungkin bisa Donghae pahami.

Kertas pertama

‘aku terjebak di kegelapan malam bersama bunga lily, yang membuatku membuka mata tentang keindahan di dalam hati’

kertas 2

‘lily itu berguguran aliran darah itu masih begitu nyata dari tempat lily itu di petik, hatiku terluka nafasku mati. Seperti bunga lily yang mengering’

kertas ketiga

‘aku ingin akarnya juga ikut di hidupku, tidak ingin hanya memetik dan ketika layu di buang begitu saja. Karena hati ini hanya memilih satu lily untuk terus bersemi menemani hariku’

kertas ke empat

‘aku melukai bunga lilyku sendiri. Merobek kelopaknya hingga keindahannya berkurang’

kertas ke lima

‘aku sakit, aku butuh bunga lilyku kembali. Bahkan mataku sulit terpejam’

kertas ke enam

‘lily milikku sekarang ataupun di kehidupan mendatang, jangan pernah menyentuh bahkan menghirup wanginya pangeran aideen’

kertas ke tujuh

‘aku tidak kuat. Aku ingin menyentuh bunga lily yang menjadi hakku’

kertas ke delapan

‘ragaku milik orang lain, tapi bunga lilyku menyita hati dan ruang kosong di hatiku sekaligus’

kertas ke sembilan

‘di bilang egoispun tidak apa. Hanya tidak ingin kehilangan wangimu ketika aku membuka mataku di pagi hari’

kertas ke sepuluh

‘kau layu tanpa seizinku, tuanmu? Aku ingin menyusulmu’

kertas ke sebelas

‘jika takdir tidak menginginkan kita bersatu. Biar zaman yang menyatukan kita’

kertas ke duabelas

‘jika sekarang dan kehidupan lainpun kau tidak bisa ku petik. Aku akan menunggu wangimu di surga’

untuk LILY dari marcus. . .

Isi kertas-kertas itu adalah tulisan di setiap lukisan yang berada di belakang lukisan bunga lily itu, Donghae benar-benar di buat binggung dengan tulisan-tulisan tersebut. Merasa tidak menemukan jawaban dari tulisan tersebut donghae mencari di situs internet.

Setelah lama mencari donghae menemukan cerita di balik lukisan-lukisan bunga lily tersebut. Sesaat donghae tertegun dan dengan cepat menyusun keduabelas kertas di meja tadi, kelebatan filem lama seperti berputar di kepalanya membuat sakit luar biasa di kepala donghae. Tak lama donghae ambruk dari kursi, seperti mengingat sesuatu donghae mulai menangis dadanya mulai sesak karena rasa bersalah. Kenyataan membuat donghae semakin tidak karuan, hyunmie selamanya tidak mungkin ia miliki. Entah itu dulu ataupun sekarang.

***

pagi datang lebih cepat sepertinya untuk hyunmie atau lebih tepat hyunmie tidak tidur sama sekali dari semalam, pikirannya terlalu kalut memikirkan apa yang akan terjadi nanti dalam hidupnya bersama donghae. Perlahan hyunmie keluar dari kamar dan melihat donghae yang masih duduk menunduk di kursi ruang keluarga, perlahan hyunmie mendekat lalu duduk di samping donghae.

“oppa gwenchanayo?” tanya hyunmie khawatir, donghae yang mendengar kekhwatiran hyunmie mulai mendongkakan kepalanya.

“apa aku boleh egois sekarang? Kau milikku dan secara hukum kau istriku.” ucap donghae sambil menatap lurus kedepan. Tatapan donghae kosong pikirannya mengelana entah kemana, membayangkan jika hyunmie pergi dari kehidupannya untuk kedua kali.

“apa maksud oppa? Aku memang istrimukan.”

“tapi kau tidak mencintaiku.” ucap donghae sambil menatap hyunmie dingin, hyunmie terdiam sesaat mulai terlihat cemas dan menunduk.

“aku sedang mencobanya oppa.”

“kau tidak akan bisa melakukannya lily.” ucapan donghae kali ini membuat hyunmie menatap donghae tidak percaya.

“oppa. . . .” gumam hyunmie pelan.

“aku tidak mau melakukan kesalahan seperti dulu lagi, tapi aku juga tidak sanggup kehilanganmu. Aku terlalu mencintaimu.” ucap donghae sendu sambil menangkup wajah hyunmie yang sudah menangis sejak tadi mendengar rentetan kata-kata dari donghae.

“kalau tidak bisa. Jadikan aku milikmu oppa.” isak hyunmie sambil memeluk donghae erat-erat dan donghae juga hanya bisa membalas pelukan hyunmie dengan rasa sakit. Tega memenjarakan raga dan hati hyunmie dalam kungkungan rasa bersalah.

***

Kyuhyun menatap arloji di tangan rasa cemas mendera hatinya, takut orang yang di tunggu tidak kunjung datang. Tangannya meremas dua tiket di tangan kanannya.

“Sepertinya kau memang tidak akan datang.” ucap kyuhyun sedih sekaligus kecewa. Dengan gontai kyuhyun masuk ke terminal keberangkatannya ke bolivia, kyuhyun berencana menetap di sana dan membuka cabang perusahaan barunya, setelah bercerai terlebih dulu tentunya dengan sang woo.

Sesaat sebelum masuk pesawat kyuhyun menghirup udara dalam, mengingat mungkin ini yang terakhir kalinya kyuhyun di korea.

“aku hanya akan kembali bersama lily.” gumam kyuhyun pelan lalu melangkah masuk ke pesawat.

Dari kejauhan seorang yeoja hanya bisa meremas dadanya sakit, menangis melepas kyuhyun pergi.

Yeoja itu semakin meremas dadanya sakit ketika melihat kyuhyun sudah tidak ia lihat lagi dari jarak pandang tempat ia berdiri. Yeoja itu terduduk memukul-mukul dada yang serasa meledak, air mata sudah mengalir sejak tadi tapi suara sama sekali tidak keluar semua serasa tercekat di kerongkongan, Kenapa sesakit ini.

Hyunmie merogok kantong jaketnya mengangkat telpon dari orang yang baru saja ia tinggal pergi dari atas ranjang. Hanya untuk melihat belahan jiwanya pergi mungkin dari kehidupan hyunmie selamanya.

“yeobseo? . . . . Mianhae oppa aku pergi ke supermarket dulu. . . .ne aku pulang sekarang oppa.” hyunmie menutup telpon dari donghae lalu melangkah gontai keluar bandara, sekarang hyunmie sudah utuh menjadi nyonya lee dan mulai sekarang apapun yang terjadi hyunmie hanya akan patuh pada kata-kata suaminya, lee donghae.

2 tahun kemudian

pagi ini kediaman lee terlihat sepi atau mungkin memang sepi seperti biasanya. Donghae masih menatap sendu hyunmie yang masih berbaring di sampingnya, gurat kesedihan begitu terlihat di wajah hyunmie bahkan ketika tidur wajah itu masih donghae lihat dari wajah istrinya.

Sama seperti malam-malam sebelumnya hyunmie tetap melayani suaminya, ketika donghae meminta untuk hyunmie tersenyumpun dia akan tersenyum. Tidak pernah sekalipun donghae melihat hyunmie menangis di hadapannya. Kecuali ketika melihat kedua belas lukisan itu hyunmie menangis itupun saat donghae tidak ada. Tapi itu semua tidak membuat donghae bahagia dia merasa tinggal bersama seorang robot, tidak pernah bergerak sesuai keinginan diri sendiri. Donghae lebih merindukan hyunmie yang dulu yang merengek ingin di belikan lukisan padanya tersenyum tulus penuh kebahagiaan tidak seperti sekarang semua hanya kepalsuan yang donghae rasakan.

Donghae memeluk hyunmie erat-erat menyalurkan rasa rindu pada sosok istrinya 2 tahun lalu. Berusaha memanggil jiwa istrinya yang ceria yang pergi entah kemana. Raga hyunmie memang ada di pelukan donghae tapi donghae sama sekali tidak di beri izin untuk masuk ke hati istrinya. Pintu itu terlalu kuat untuk donghae tembus, pintu yang di rantai dengan lukisan bunga lily itu, yang isinya di penuhi rangkaian masa lalu. Yang bahkan donghae sendiri tidak bisa menghapusnya.

“oppa? Kau sudah bangun? Mau aku siapkan sarapan?” ucap hyunmie serak mungkin kegiatan semalam menguras seluruh suaranya.

“anni biarkan dulu begini. Aku akan sangat merindukanmu nanti.” ucapan donghae membuat hyunmie mendongkakan kepalanya menatap binggung kearah donghae.

“aku harus keparis sore ini, ada urusan penting di sana. Dan kau tidak bisa ikut.” hyunmie hanya mengangguk mengerti dan kembali memeluk donghae erat-erat, sesaat donghae menghelah nafas lemas bahkan reaksi hyunmie biasa saja, tidak seperti para istri pada umumnya yang pasti merajuk atau hal lainnya agar suaminya mengajak atau meminta untuk pulang cepat.

“yeobo saranghae.” bisik donghae di telinga hyunmie dan hyunmie hanya membalas dengan gumaman kecil saja.

“aku harap kau bahagia setelah ini. Aku merindukan senyumanmu.” ucapan donghae membuat hyunmie kembali menatap donghae sayu.

“berjanjilah kau akan bahagia.”

“apa maksud oppa? Aku bahagia oppa.” ucap hyunmie sambil menyusupkan lehernya di muka donghae.

“ne aku akan membuatmu bahagia aku janji.” ucap donghae mempererat pelukannya pada hyunmie. Donghae siap sekarang dengan keputusannya.

Semenjak kepergian donghae ke paris hyunmie kembali menghabiskan waktunya menatap kedua belas lukisan bunga lily, dan itu tidak berhenti bahkan hampir 1 minggu. Keadaan itu di ketahui donghae dengan jelas membuatnya semakin mantap dengan keputusan yang akan dia ambil. Cukup 4 tahun donghae menyiksa hyunmie.

***

hyunmie hanya bisa menangis, terisak dan terjatuh duduk di lantai ketika menerima kiriman dari suaminya. Hyunmie bebas sekarang, donghae benar-benar melepasnya bahkan donghae menyiapkan tiket pesawat ke bolivia demi menyusul pangerannya.

“mian, mianhae oppa jeongmal gomawo.” isak hyunmie sambil meremas surat dari donghae yang menyatakan kalau donghae resmi menceraikannya. Dengan sedikit tergesa-gesa hyunmie masuk kekamar mengepak pakaian kedalam koper. Hyunmie sudah sangat merindukan pangerannya.

@bolivia

hyunmie menarik nafas dalam-dalam ketika dia sampai di sebuah ruamh layaknya sebuah istana, rasa cemas itu menjalar di tubuhnya. Takut kalau kyuhyun sudah tidak menginginkannya lagi atau mungkin yang lebih menyakitkan mungkin kyuhyun sudah menikah.

“permisi, apa ini benar kediaman tuan Cho kyuhyun?” tanya hyunmie pada satpam di gerbang rumah besar itu.

“kyuhyun? Maaf nona ini kediaman tuan marcus.” sesaat hyunmie tertegun, kyuhyun menggunakan nama itu? Apa boleh hyunmie berharap?

“ah maksud saya marcus cho, apa beliau sudah menikah?” tanya hyunmie sedikit ragu-ragu.

“memang anda siapa? Kenapa ingin tau tentang tuan kami?” ucap satpam itu menyelidik.

“ah itu saya memang ada sedikit urusan dengan beliau.”

“Iya tuan marcus sudah menikah?” mendengar itu hyunmie langsung pingsan.

Langit begitu kelam siang ini menandakan hujan akan turun sebentar lagi, tapi yeoja itu tidak menunjukan gerak gerik akan bangun dari pingsannya. Satpam yang berusaha menyadarkan yeoja yang pingsan di depan gerbang rumah majikannya mulai kebinggungan.

“aku harus bagaimana ini? Kenapa nona ini tidak kunjung bangun.” rutukan terdengar terus menerus dari sang satpam di dalam posnya, sesekali menatap cemas kearah yeoja yang ia tidurkan di kursi panjang pos tersebut.

Selang beberapa menit mobil majikannya terlihat dengan cepat satpam tersebut mendekat kearah mobil majikannya.

“tuan marcus? Anda pulang cepat?” sapa sang satpam pada tuannya yang membuka kaca pintu mobil lalu tersenyum dan mengangguk. Sesaat namja bernama marcus itu menatap kearah pos melihat kaki seseorang yang pasti seorang yeoja terlihat berbaring di pos satpam.

“siapa di pos itu?” tanya kyuhyun pada satpamnya, terlihat jelas satpam itu gugup dengan pertanyaan kyuhyun.

“ah itu tadi ada seorang perempuan yang tidak sengaja pingsan di depan gerbang. Saya hanya berinisiatif menolongnya.” mendengar itu kyuhyun mengangguk paham.

“kalau sudah sadar kau bantu dia mencari taxi untuk pergi kerumah sakit.” ucap kyuhyun sambil menutup kembali kaca mobil dan dengan sigap sang satpam membuka gerbang pintu.

Setelah memastikan kyuhyun masuk, satpam itu kembali masuk kedalam pos jaga dan ternyata hyunmie sudah bangun.

“ah syukurlah anda suda bangun nona. Apa anda perlu saya carikan taxi untuk ke dokter?” tanya sang satpam pada yeoja yang masih termenung yang tak lain adalah hyunmie. Tak lama hyunmie menggelengkan kepala lalu berusaha untuk berdiri dari kursi.

“tidak usah dan terima kasih. Boleh saya menitip pesan untuk tuan marcus?” tanya hyunmie lemas, sesaat satpam itu berpikir tapi tak lama mengangguk tegas.

“apa itu nona?”

“tolong berikan kalung ini pada tuan marcus. Katakan lily turut bahagia dengan kehidupan barunya.” hyunmie lalu melepas kalung berbandul lily yang sempat kyuhyun berikan saat datang kerumah kediaman lee dan memberikannya pada satpam tersebut lalu dengan gontai pergi dari sana.

Pikiran hyunmie kosong dia hanya berjalan tidak ada tujuan, hyunmie juga sudah tidak tau bagaimana mendeskrpsikan hidupnya yang malang. Kehilangan yang di rasakan hyunmie membuat hyunmie sudah tidak tau menjalani hidup, sudah tidak mungkin kembali ke seoul, karena pasti eommanya akan marah dan kecewa karena perceraian dengan donghae. Hyunmie terduduk di kursi taman matanya menatap lurus kedepan, kilat dan petir seolah tidak membangunkan hyunmie dari kehampaan hatinya bahkan ketika hujan turun dengan deras dan menyucuki tubuh mungilnya yang ringkih dan lemah, hyunmie tetap diam terduduk di kursi taman yang sepi karena orang sibuk berlari mencari tempat teduh.

“Tuhan aku lelah. Aku ingin berhenti sekarang.” gumam hyunmie datar lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis sekeras mungkin, berjanji ini terakhir kali dia menangis. Hanya ingin membuatnya terlepas dari rasa sakit yang mengekangnya selama lima tahun terakhir.

***

Rumah itu memang pantas di sebut sebuah istana semua bergaya klasik seperti di kerajaan Bolivia pada umumnya, tapi ada yang unik di rumah besar tersebut hampir secara keseluruhan ornamen di rumah itu adalah bunga lily, tidak heran yang sudah mengenal pemilik rumah itu bertandang kesana. Karena memang pemilik rumah itu begitu terobsesi bunga lily bahkan sang pemilik rumah punya perkebunan bunga lily terbesar di Bolivia. Belum lagi lukisan bunga lily yang selalu ada di sudut rumah membuat orang tidak akan percaya jika rumah itu milik seorang namja.

“tuan marcus ini daftar para seniman yang bisa menduplikatkan lukisan lily rainbow yang tuan cari.” namja bernama marcus itu menoleh dan mengambil dokumen dari asistennya. Namja itu adalah cho kyuhyun dan rumah bernuansa lily juga adalah miliknya, padahal kyuhyun tidak suka bunga sama sekali.

“hanya ini? Tidak ada yang lain?” tanya kyuhyun sambil duduk di sofa di ruang tengah.

“iya tuan jika tidak puas saya akan mencari yang lain.”

“ah tidak kita lihat dulu kemampuan mereka. Kau bisa pergi sekarang.” ucap kyuhyun sambil tersenyum ramah. Asisten itu langsung pergi ketika kyuhyun menyuruhnya pergi, cukup mengerti dengan pekerjaan kyuhyun yang menumpuk dan pasti butuh istirahat.

Sesaat kyuhyun mengurut keningnya beban pekerjaan membuat kyuhyun stress tapi lebih baik dari pada beban di hati yang kyuhyun rasakan, entah kenapa kyuhyun tiba-tiba teringat yeoja yang pingsan di pos depan gerbang rumahnya. Penasaran kyuhyun melangkah keluar rumah dan mendatangi pos satpamnya.

“apa wanita tadi sudah pergi?” tanya kyuhyun pada satpamnya.

“iya tuan tadi nona itu pergi berjalan kearah taman.”

“aku menyuruhmu untuk mengantarnya ketaxikan.”

“nona itu menolak tuan. Ah iya nona tadi juga menitipkan kalung ini tuan.” saat satpam itu memperlihatkan kalung itu pada kyuhyun, kyuhyun langsung menyambarnya mata kyuhyun membulat dan tanpa pikir panjang kyuhyun berlari cepat mungkin.

Hujan turun cukup deras membuat banyak orang berlarian ketempat teduh, Tidak dengan Kyuhyun dia justru berlarian di tengah lebatnya hujan. Masih lengkap dengan baju kantornya, Kyuhyun mengelilingkan pandangannya kepenjuru taman dengan tatapan penuh cemas.

“Lily kau dimana?” gumam Kyuhyun cemas. Tapi setelah mengelilingi taman akhirnya Kyuhyun menemukan orang yang ia cari sedang tertidur atau mungkin lebih tepatnya pingsan di kursi taman di tengah lebatnya hujan.

“Park hyunmie ireona, ya ireonayo.” teriak Kyuhyun cemas tapi Hyunmie tidak bergeming. Tanpa menunggu lama Kyuhyun memangku Hyunmie sedikit berlari menuju rumahnya.

***

Kyuhyun meremas handuk kecil di tangannya lalu meletakan handuk itu di kening Hyunmie. Setelah Hyunmie di periksa dokter Kyuhyun sama sekali tidak beranjak dari sisi Hyunmie apa lagi Hyunmie demam tinggi. Di pikiran Kyuhyun sekarang adalah kesembuhan Hyunmie, Dokter bilang Hyunmie dehidrasi dan juga depresi hingga tubuhnya lemah dan terlihat lebih berkurang bobot tubuhnya.

“Apa yang Donghae lakukan padamu hingga kau menderita begini?” ucap Kyuhyun lirih.

Perlahan Hyunmie sadar dia membuka matanya dan melihat Kyuhyun di sampingnya. Beberapa kali Hyunmie mengerjapkan mata memastikan semua bukan mimpi, mata Hyunmie juga mulai menatap detail kamar yang ia tiduri. Lily kamar ini penuh dengan ornamen bunga lily, entah kenapa hati Hyunmie terasa sesak dan air mata itu keluar.

“Kenapa menangis? Apa kau tidak suka?” tanya Kyuhyun yang melihat Hyunmie menangis.

“Ini bukan mimpi? Kau Cho Kyuhyun?” isak Hyunmie sambil membelai wajah Kyuhyun. Perlahan kyuhyun mendekat lalu mengecup bibir Hyunmie lembut.

“Ne ini aku Cho Kyuhyun, kau tidak sedang bermimpi.” ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie kembali menangis dan dengan lembut Kyuhyun menghapus air mata Hyunmie.

“Kenapa menangis? Apa kau tidak senang bertemu denganku? Apa ada yang sakit?” tanya Kyuhyun sendu.

“Anni nan jeongmal hengbokhe. Keunde apa anaemu tidak marah kau membawaku kerumah ini?” pertanyaan hyunmie membuat kyuhyun mengerutkan keningnya binggung, tapi sesaat tersenyum lalu menggelengkan kepala.

“anni dia tidak akan marah. Tenanglah lebih baik kau istirahat, besok aku kenalkan istriku padamu.” ucapan Kyuhyun membuat Hyunmie merasakan sakit di hati, apa Kyuhyun memang sudah melupakannya? Lalu ornamen bunga lily di kamar ini apa maksudnya? Apa istrinya pencinta lily? Tapi kenapa Kyuhyun mencium hyunmie? Pertanyaan itu terus berputar di otak Hyunmie. Perlahan Hyunmie menutup mata dan tertidur.

Esoknya Hyunmie terbangun dia menatap kesekeliling kamar, Kyuhyun sudah tidak ada. Mungkin bersama istrinya. Sakit hati hyunmie kembali sakit mengingat Kyuhyun berstatus suami orang lain. Dengan gontai Hyunmie keluar kamar dan lagi-lagi ruangan di luar kamar penuh dengan bunga lily.

“nona tuan menunggu di perkarangan.” tiba-tiba seorang pelayan menegur Hyunmie lalu mengantarkan Hyunmie bertemu Kyuhyun.

“Ah kau sudah bangun? Duduklah.” ucap Kyuhyun ketika melihat Hyunmie mendekat kearahnya.

Hyunmie duduk di kursi sebelah Kyuhyun. Menatap Kyuhyun sedih.

“gomawo kau sudah menolongku.” gumam Hyunmie pelan.

“Ne ceonma. Oh iya aku sudah tau soal perceraianmu dengan Donghae.” sesaat Hyunmie tersenyum miris.

“Geure? Ah mana istrimu? Bukankah kau mau mengenalkannya padaku?” ucap Hyunmie mengalihkan pembicaraan.

“Kau yakin ingin bertemu dengan istriku sekarang?” tanya Kyuhyun memastikan dan di balas anggukan lemah Hyunmie. Kyuhyun lalu berdiri dan menarik tangan Hyunmie masuk kesebuah ruangan luas yang hanya terdapat sebuah lukisan besar tertutup kain putih.

“Kyu mana istrimu?”

“buka kain itu, lukisan di depan itu lukisan istriku.” Hyunmie menatap Kyuhyun binggung tapi perlahan Hyunmie menyingkap kain itu. Matanya membulat lukisan di hadapannya adalah lukisan yeoja yang tidak asing baginya.

“i. .ige?”

“ne. .otte cantikan istriku?” ucap Kyuhyun sambil memeluk hyunmie dari belakang mencium tengkuk dan bahu hyunmie perlahan. Lukisan itu adalah lukisan wajah hyunmie.

“Aku merindukanmu Lily. Mulai sekarang kau miliku. Istriku.” gumam kyuhyun pelan lalu membalikkan tubuh hyunmie yang sudah terisak sejak tadi.

Kyuhyun menangkup wajah hyunmie lalu perlahan melumat bibir hyunmie pelan.

“NOW Park Hyunmie be mine.” bisik kyuhyun pelan lalu kembali menautkan bibirnya pada hyunmie meluapkan cinta yang terlalu lama tertunda bersatu.

END

HOHOHOHO RCL YG PANJANG. .

MIAN END GAJE :p

Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. hhehehe cucok…. merinding ngebayangin penokohan si setan disini…..

    Balas
  2. hhehehe cucok…. merinding ngebayangin penokohan si setan disini…..

    gkgkgk

    Balas
  3. Chimin~

     /  September 18, 2013

    kreenn,, daebakk…
    karakternyaa krennn abissss..
    akhirnya mreka bs bersama jg…

    Balas
  4. Ff nya sedih.. Dan finally marcus & lily bersatu :’)

    Balas
  5. taemfallin

     /  Desember 30, 2013

    Berasa naca novel klasik😀

    Agak kecewa lily dkmilikin donghae duluan
    Hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi
    Ŧǻρί gpp deh akhirnya mereka bisa bersatu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s