TWOSHOOT//Now lily be mine//sequel my lily//part 1

774481_527067477323975_377893415_o

autor:tri yunida aka yuni japanes kireina aka park hyunmie aka istri dunia akhisan mr.cho kyuhyun

cast:marcus cho aka cho kyuhyun.liliy aka park hyunmie,aideen lee aka lee donghae, SHIN SANG WOO

gender:sad,hurt,angsaT
leght:DRABBLE

Rating:17+ but what ever reader^^

ost:love relly hurt

Np:follow twitter autor^^@park_hyunmie

annyeong hehehe ketemu lagi sama kyumie couple kali ini drabble aja mian gaje …

But happy reading

dont copas. .

Dont plagiator. .

Dont bash beacause this just fiction and this one only KYUHYUN IS MINE😄. . . . .

STORY BEGENING

Seorang yeoja dengan senyum mengembang berdiri dan membungkukan badannya beberapa kali ketika ruangan itu riuh dengan tepuk tangan para kolektor, yeoja itu melenggang ke depan panggung dan dengan wajah senang memperlihatkan kepada kolektor lain lukisan yang dia beli dengan harga tinggi. .

Sesaat yeoja itu mengedarkan pandangannya mencari sosok orang yang penting untuk hidupnya. Suaminya. .

“oppa. .” bisik yeoja itu ketika mendapati suaminya yang melambai kearahnya, tak lama setelah bersalaman dengan penjual lukisan yeoja bertubuh mungil bernama hyunmie itu melangkah ke arah suaminya, lukisan yang hyunmie bawa langsung di pegang oleh salah seorang bodyguard suaminya. . .

“kau mendapatkannya?” ucap suaminya itu sambil mengelus kepala istrinya itu, hyunmie hanya mengangguk senang. . .

“ini yang terakhirkan?” tanya suaminya sambil merangkul istrinya itu melangkah keluar dari tempat pelelangan lukisan tersebut. .

“anni, ada 6 lagi oppa.” ucap hyunmie sedikit mengerucutkan bibirnya. .

“tapi 6 lukisan itukan sudah di miliki kolektor lain chagi.” ucap suami hyunmie mengelus kepala istrinya sayang, memberi pengertian kalau 6 lukisan yang hyunmie maksud tidak mungkin di milikinya. .

“bantu aku membujuk kolektor itu donghae oppa.” ucap hyunmie memohon pada donghae, sesaat donghae menghembus nafasnya lemas. .

“kau ini, kau taukan kolektor itu juga sering berebut lukisan denganmu di pelelangan.” ucap donghae menggenggam tangan hyunmie erat. . .

“jadi oppa tak mau membantu?” ucap hyunmie sedikit menggembungkan pipinya sebal. .

“ara, araseo akan oppa coba.” ucap donghae sambil memeluk hyunmie erat-erat. .

***

di tempat lain seorang namja hanya bisa menghelah nafas lemas ketika mendapat telepon asistennya gagal membawa pulang lukisan yang di inginkannya. .

“bagaimana aku bisa menemukan teka teki lukisan itu kalau lukisan itu tak lengkap.” gumam namja itu lemas. Kyuhyun mengurut kepalanya sakit beberapa bulan ini kyuhyun sangat susah tidur, kalaupun tidur mimpi buruk itu pasti datang lagi dan mimpi itu selalu sama, mimpi yang memperlihatkan betapa kyuhyun berusaha menyelesaikan lukisan bunga lily hingga akhirnya kyuhyun mati. .

Dan beberapa bulan kemarin lukisan yang kyuhyun lihat di mimpinya ada di pelelangan, kyuhyun masih ingat lukisan di mimpinya berjumlah 12 lukisan dengan bunga lily beraneka rupa dan lukisan pertama yang kyuhyun temukan berwarna biru. Semenjak itu kyuhyun terus mengumpulkan lukisan bunga lily yang berasal dari kerajaan bolvia tersebut apa lagi ada puisi-puisi menyakitkan di belakang setiap lukisan itu yang selalu membuat hati kyuhyun berdenyut sakit seperti dialah yang mengalami luka sang pelukis dan setiap menatap lukisan bunga lily itu wajah seorang yeoja berkelebatan di kepalanya. .

Kyuhyun tau jika 6 lukisan lain ada di seorang kolektor lukisan yang lumayan terkenal di kalangan kolektor lain, karena berani memberi harga mahal untuk setiap lukisan yang dia sukai. .

***

donghae berjalan bergandengan bersama hyunmie masuk kesebuah restoran mewah, beberapa kali hyunmie memasang wajah gugup juga senangnya setelah mengetahui kolektor lukisan yang hyunmie incar mau bertemu di sela jadwal sibuknya dan itu berkat donghae. .

“tenanglah oppa akan bantu kau membujuknya agar memberi lukisan itu padamu.” ucap donghae menenangkan, hyunmie hanya mengangguk gugup. .

Tak lama keduanya sampai di sebuah meja yang memang sudah di pesan khusus oleh donghae, di hadapan hyunmie dan donghae sekarang terlihat seseorang yang dengan fokus membaca korannya, hingga donghae perlu berdehem untuk menyadarkan orang tersebut yang tak lain adalah kyuhyun, sesaat kyuhyun tersadar lalu menatap donghae dan tersenyum. .

“ah mianhae, aku tidak sadar anda sudah datang.” ucap kyuhyun sopan. .

“ne gwenchanayo.” ucap donghae kalem, sementara hyunmie tubuhnya gemetar tak karuan, matanya membulat shock ketika melihat wajah kyuhyun jantungnya berdetak tak karuan dan rasanya ingin pingsan, tak jau berbeda ketika kyuhyun menatap hyunmie jantung kyuhyun berdenyut sakit, shock juga melihat hyunmie dan reflek memanggil hyunmie lirih. .

“lily. .” ucap kyuhyun pelan tapi masih cukup terdengar oleh donghae. .

“nugu? Ah dia anaeku tuan cho, namanya park hyunmie.” ucapan donghae berhasil membuat kyuhyun sedikit kehabisan oksigen di paru-parunya, yang entah kenapa alasannya. .

“tuan lee tiba-tiba saya tidak enak badan boleh saya pamit pulang, pertemuan selanjutnya kita bahas masalah lukisan itu.” ucap kyuhyun lemas sambil terus menatap hyunmie sayu, begitupun hyunmie menatap wajah kyuhyun sedih padahal ini pertama kalinya keduanya bertemu tapi rasa rindu terasa menyesakkan untuk keduanya, donghae yang melihat itu hanya menatap heran pada keduanya. .

“jika tuan cho tidak enak badan tidak apa-apa kita lanjutkan lain kali saja.” ucap donghae pengertian dan dengan langkah gontai kyuhyun pamit meninggalkan donghae dan hyunmie, kyuhyun meremas dadanya yang terasa sakit dan dengan perlahan masuk kedalam mobil pribadinya. .

Sesaat kyuhyun terdiam di dalam mobil, sakit didadanya bahkan tak menghilang malah di perparah dengan denyut di kepala, membuat rasa sakit itu menjadi-jadi. .

“bong ajjusi kita kerumah sakit dulu, aku kurang enak badan.” ucap kyuhyun dengan suara lemah pada supir sekaligus asisten pribadi kyuhyun, bong ajjusi mengangguk cemas melihat atasannya kesakitan dan langsung melajukan mobil hitam ferari kyuhyun dengan cepat. .

***

hyunmie sendiri langsung pingsan begitu melihat kyuhyun pergi dari restoran, entah kenapa tubuhnya melemas ketika menatap sayu mata kyuhyun yang tak ubah bagai bius untuk hyunmie, donghae yang melihat istrinya pingsan langsung membawa hyunmie ke rumah sakit terdekat. .

@rumah sakit

cukup lama hyunmie tak sadarkan diri donghae terlihat cemas menunggu hyunmie bangun, dokter mengatakan hyunmie terkena depresi ringan padahal setau donghae, hyunmie baik-baik saja tak pernah ada masalah yang mengganggu pikiran hyunmie kecuali hyunmie menyembunyikannya dari donghae. .

“apa karena lukisan itu?” gumam donghae pelan sesaat donghae menghelah nafas lemas, baru beberapa bulan saja donghae bisa melihat hyunmie tersenyum dan tampak mulai membuka hati untuknya, setelah 2 tahun pernikahan mereka tapi sekarang donghae harus melihat hyunmie terkapar seperti ini, membuat donghae cemas dan juga takut hyunmie kembali dingin dan pemurung seperti awal pernikahan mereka, 1 setengah tahun donghae berusaha membuat hyunmie menerimanya sebagai suami, dan berhasil hanya karena ketertarikan hyunmie pada lukisan bunga lily itulah hyunmie menjadi pribadi yang hangat dan manja pada donghae, mereka memang di jodohkan karena perusahan keluarga park yang takut terbengkalai karena kematian tuan park, nyonya park berharap jika dengan menikahkan hyunmie dan donghae perusahan keluarga lee bisa membantu mengurus perusahaan park, tapi di balik itu semua donghae memang sudah menyukai hyunmie sejak lama karena kepribadian hyunmie yang ceria, hangat, perhatian dan juga mandiri semua itu cukup menyita perhatian donghae ketika hyunmie bekerja di kantornya, tapi setelah menikah dengan donghae semua seperti menghilang di tubuh hyunmie dan karena lukisan itulah hyunmie yang dulu kembali. .

“chagi jebal ireona.” ucap donghae lirih sambil menggenggam tangan hyunmie erat-erat. .

“jika karena lukisan ini kau sakit, aku berjanji akan membawakan 6 lukisan itu untukmu, berapapun harga dan resiko mendapatkan lukisan itu.” donghae menatap hyunmie lirih lalu perlahan mengecup kening hyunmie lama hingga hyunmie sadarkan diri dari pingsannya, hyunmie tersenyum menatap wajah donghae yang begitu senang melihatnya bangun. .

“gwenchanayo?” tanya donghae pelan sambil terus mengelus wajah hyunmie sayang. .

“ne gwenchana, mian aku membuatmu khawatir oppa.” ucap hyunmie pelan. .

“apa ada masalah yang kau sembunyikan dariku? Apa aku membuatmu tak nyaman?” pertanyaan donghae membuat hyunmie mengerutkan kening binggung. .

“kenapa bertanya begitu oppa? Aku baik-baik saja.” ucap hyunmie sambil menggenggam tangan donghae yang masih mengelus pipi hyunmie. .

“jinjja? Tak ada yang kau sembunyikan?” tanya donghae memastikan dan sekali lagi hyunmie menggelengkan kepalanya, memberitahu suaminya dia baik-baik saja. .

@cho apartmen

01:00 am

kyuhyun masih berdiri di hadapan lukisan bunga lily yang terpajang rapi di ruang kerja miliknya, 3 jam kyuhyun menatap lukisan itu dan lagi-lagi wajah yeoja itu berkelebatan di pelupuk matanya, benar-benar menyakitikan padahal belakangan kyuhyun begitu menikmati ingatan-ingatan yang muncul di kepalanya, kyuhyun menganggap apa yang ada di kepalanya hanya rangkaian imajinasi saja karena memang kyuhyun tak pernah mengalami semua itu, tapi semejak pertemuannya dengan hyunmie kelebatan itu serasa menyakitkan untuk kyuhyun, menyakitkan karena yeoja itu ada dan lebih menyakitkan lagi yeoja itu milik orang lain, membayangkan kalau lily di sentuh orang lain selain dirinya, anni bukan lily tapi park hyunmie istri lee donghae atau mungkin lebih pantas di panggil nyonya lee. .

“kau belum tidur kyu?” tiba-tiba seorang yeoja menggenggam tangan kyuhyun lembut, kyuhyun reflek menatap yeoja itu dan tersenyum tipis. .

“ne aku tak bisa tidur.” gumam kyuhyun pelan sambil kembali menatap lukisan bunga lily di hadapan mereka. .

“bagaimana bisa tidur kalau kau terus menatap lukisan bunga-bunga itu, aku heran kau tak suka bunga tapi mengoleksi lukisannya.” ucap yeoja itu sambil menyenderkan kepalanya di bahu kyuhyun. .

“sang woo_ah?”

“ne?”

“jika aku mencintai seorang yeoja, tapi bukan kau apa kau marah?” pertanyaan kyuhyun membuat sang woo tersenyum lembut. .

“siapa yeoja beruntung itu?” tanya sang woo menatap kyuhyun teduh. .

“anni, dia tidak beruntung sepertinya.” ucap kyuhyun lemas. .

“tentu saja beruntung, aku saja istrimu tidak kau cintai. Berarti yeoja itu beruntung menaklukan manusia dingin sepertimu.” ucapan sangwoo membuat kyuhyun tersenyum miris, mereka suami istri tapi mereka tak ubah hanya bersahabat baik saja. .

Kyuhyun menatap kembali lukisan bunga lily di hadapannya lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghemuskannya perlahan, sang woo mengelus punggung kyuhyun pelan meyakinkan suaminya kalau dia bisa menjadi tempat curhat yang baik. .

“aku dan dia sudah punya dunia dan kehidupan masing-masing, aku tak mungkin menghancurkan kebahagiaannya hanya karena perasaanku yang belum jelas ini.” kyuhyun mengucapkan semua rentetan kata itu dengan perasaan berat hati, entah kenapa dia ingin menangis mengingat hyunmie milik orang lain, sang woo yang mengetahui watak kyuhyun yang dingin, tegas dan berwibawa melihat kyuhyun menangis adalah pertama kalinya setelah 1 tahun pernikahan mereka. Menandakan rasa sakit itu sudah sangat melukai dan menggangguk konsentari hidup kyuhyun. .

Perlahan sang woo memeluk kyuhyun erat, menepuk punggung kyuhyun yang masih terisak membuat bahunya basah. Apa sesakit itu. . .

***

langit begitu gelap menandakan jam sudah merangkak semakin jauh dari hiruk pikuk kesibukan manusia dan keadaan sudah sangat sepi, tapi tidak dengan kediaman rumah keluarga lee yang mendadak gaduh karena yeoja berambut panjang yang sedang di peluk kuat-kuat setelah tidurnya terganggu karena mimpi yang mengerikan, membuat yeoja itu terpaksa menangis kuat-kuat membangunkan suaminya. .

“gwenchanayo, aku disini jangan takut.” gumam donghae pelan sambil semakin erat memeluk hyunmie yang masih sesegukan. .

“mianhae aku membangunkanmu oppa.” ucap hyunmie parau karena suaranya sudah hampir habis karena menangis. .

“ne gwenchana, apa oppa perlu tidur di kamarmu?” pertanyaan donghae membuat hyunmie mendongkakan kepala menatap suaminya yang tersenyum lembut, memang kenyataannya walaupun 2 tahun mereka menikah tak pernah sekalipun keduanya satu kamar. .

“tak apa oppa? Aku memang masih takut.” ucap hyunmie pelan dan di balas anggukan donghae lalu memeluk hyunmie lagi erat-erat. .

“apa mimpimu begitu mengerikan?” tanya donghae pelan dan hanya di balas gumaman kecil dari hyunmie, semenjak hyunmie pingsan tempo hari dia sering mendapatkan mimpi buruk dan setiap hari di habiskan dengan menatap lukisan bunga lily itu membuat donghae semakin yakin istrinya sangat menginginkan lukisan tersebut. .

“boleh aku tau mimpi apa?” tanya donghae sedikit ragu-ragu takut hyunmie tak suka dengan pertanyaan yang ia ajukan. .

Sesaat hyunmie merubah posisinya menjadi duduk lalu menatap lukisan yang terpampang di kamarnya, donghae yang melihat itu mengelus kepala hyunmie lembut. .

“apa karena lukisan itu?” tanya donghae pelan tapi tidak ada jawaban dari hyunmie. .

“oppa. . .aku mencintai seorang namja, tapi itu bukan kau.” ucapan yang hyunmie katakan bagai angin yang membawa serbuk kaca kehati donghae membuat luka dimana-mana di hatinya. .

“nugu?” tanya donghae sendu. .

“molla, namja itu sering datang di mimpiku sambil menangis oppa, memintaku agar terus bersamanya dan aku mengalami mimpi itu sudah hampir 3 tahun oppa.” hyunmie menatap donghae nanar, donghae hanya bisa tersenyum miris mendengar pengakuan hyunmie, bahkan tidak ada tempat untuknya setelah pengorbanan dan kesabaran yang ia berikan untuk hyunmie. .

“apa itu yang membuatmu selalu menangis?” ucap donghae pelan dan di balas gelengan kecil. . .

“anni aku bermimpi tentang kematianku oppa. Di mimpiku aku melihat kepalaku di pancung dan rasanya begitu nyata, yang lebih membuatku takut aku melihat namja itu mati perlahan karena aku dan yang membuat hatiku sakit lalu menangis adalah melihatmu mati karenaku aku.” isakan mulai terdengar di mulut hyunmie sedang donghae sibuk menekan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak mendengar kata-kata istrinya. .

***

donghae terlihat fokus menatap lukisan di hadapannya, tidak ada yang istimewa dengan lukisan di hadapannya ini tapi donghae seperti di tarik dari tempatnya membuatnya benar-benar merasakan keindahan lukisan itu dengan rasa sakit di hatinya. .

“maaf menunggu lama tuan lee.” tiba-tiba sebuah suara membuyarkan fokusnya pada lukisan di hadapannya lalu berbalik menatap orang yang sudah ia tunggu sejak tadi di ruang kerja orang tersebut. .

“gwenchana tuan cho.” kyuhyun mendekat kearah donghae lalu ikut menatap lukisan di hadapannya. .

“indah bukan?” tanya kyuhyun pelan. .

“ne, maka dari itu aku ingin membelinya dari anda tuan cho.” ucap donghae sambil menatap kyuhyun sambil berjalan menuju sofa di ruangan itu. .

“duduklah.” ucap kyuhyun sambil menujuk sofa di hadapannya, donghaepun duduk disana sambil menatap kyuhyun serius. .

“aku akan menjualnya tapi dengan 1 syarat.” ucapan kyuhyun membuat donghae mengerutkan keningnya binggung. .

“apa syaratnya? Akan aku penuhi asal 6 lukisan itu jadi milikku.” ucap donghae mantap. .

***

hyunmie hanya bisa menatap terharu 12 lukisan bunga lily di hadapannya, keinginannya terpenuhi lukisan lily the rainbow ada di ruang keluarga lee sekarang, donghae yang melihat itu hanya tersenyum senang, setidaknya ada yang bisa ia lakukan untuk hyunmie.

“oppa gomawo jeongmal gomawoyo.” ucap hyunmie senang.

Donghae menatap senang pada hyunmie, setelah hampir 2 minggu murung donghae bisa melihat hyunmie kembali tersenyum, tapi tak lama donghae terlihat memikirkan sesuatu, syarat yang kyuhyun berikan padanya membuat donghae bertanya-tanya apa sebenarnya yang kyuhyun inginkan dari lukisan dan juga hyunmie. .

“oppa kau beli berapa lukisan ini dari tuan cho?” pertanyaan hyunmie membuat donghae sedikit tersadar dari lamunannya. .

“ah itu aku.” ucapan donghae terpotong karena tiba-tiba suara bel berbunyi. .

“siapa malam-malam begini bertamu, oppa kau ada janji dengan seseorang?” tanya hyunmie pada donghae. .

“sepertinya begitu, biar oppa lihat dulu kedepan.” hyunmie mengangguk dan membiarkan donghae bertemu dengan tamunya tersebut. .

Hyunmie terus tersenyum menatap kedua belas lukisan di hadapannya, perlahan menutup matanya lalu meraba lukisan-lukisan tersebut. Merasakan sensasi tenang di hati hyunmie seperti ada musim semi di hatinya yang di tumbuhi bunga-bunga lily sangat indah, tiba-tiba hyunmie mendengar langkah seseorang mendekat kearahnya dan perlahan ikut menyentuh lukisan bunga lily itu dari belakang tubuh hyunmie dengan menggenggam tangannya . .

“kau menyukainya?” sentuhan dan suara itu membuat senyuman hyunmie menghilang dan mata hyunmie juga langsung terbuka, jantungnya berpacu 2 kali lebih cepat dan rasanya tubuh sangat lemas. .

Orang di belakang hyunmie perlahan mengalungkan tanganya di leher dan perut hyunmie membuat rasa sesak mendominasi dada di sebelah kiri hyunmie. . .

“lily, bogoshippo. .” kata-kata orang itu membuat hyunmie mulai meluncurkan bening-bening air matanya, hyunmie mulai mengigit bibir bawahnya agar isakan tak terdengar tapi tubuh hyunmie yang bergetar cukup membuat kyuhyun tau kalau hyunmie sedang menangis. .

Mungkinkah?. . .mungkinkah bunga lilynya mengenali tuannya? . . .

“tuan cho lepaskan aku, aku yeoja bersuami.” ucap hyunmie pelan sambil menggenggam tangan kyuhyun yang justru semakin erat memeluknya. .

“araseo, keunde. .lily adalah milikku, entah itu dulu atau sekarang.”

“aku hyunmie. Lee hyunmie bukan lily tuan cho.” bentak hyunmie sambil melepas tangan kyuhyun, sesaat kyuhyun terdiam hatinya terasa sakit mendapatkan penolakan dari gadis yang entah itu dulu ataupun sekarang sangat ia cintai. .

Kyuhyun memutar tubuh hyunmie lalu mendorongnya kedinding. .

“tatap aku, katakan dengan lantang kau bukan lily, katakan kau bukan lily yang dengan tega pergi dan membuat aku mati kesakitan.” bentak kyuhyun membuat isakan hyunmie mulai terdengar hyunmie semakin takut dan menunduk hingga terus menatap lantai yang terbuat dari marmer tersebut. .

Kyuhyun menangkup wajah hyunmie agar hyunmie menatap matanya, membuat hyunmie mau tak mau menatap manik mata kyuhyun yang seolah penuh dengan rasa luka. Bukan hanya untuk kyuhyun tapi juga untuk hyunmie. .

“jaman boleh berganti, nama dan margamu pun juga berganti. Tapi jiwamu adalah jiwa milik lily dan lily hanya milikku.” kyuhyun memeluk hyunmie erat-erat membuat keduanya merasakan betapa bukan hanya jiwa mereka yang terus mencari tapi tubuh mereka juga merasakan rasa rindu yang marcus dan lily rasakan dulu. Keduanya larut dalam rasa rindu dan air mata entah itu sebagai lily dan marcus atau kyuhyun dan hyunmie seolah berkata pada dunia dan takdir agar tak pernah merasakan kehilangan karena di tinggalkan. .

“tapi apa bedanya kalau aku hyunmie atau lily, kita tetap tidak akan bersama kita sudah punya keluarga masing-masing, aku punya suami kau punya istri. Sampai kapanpun takdir tetap kejam pada kita.” isak hyunmie semakin keras dan mempererat pelukannya pada kyuhyun. .

***

donghae terdiam menikmati kopi hangat di hadapannya, sesekali matanya melirik kearah arloji yang ia kenakan. .

Baru 5 menit donghae meninggalkan rumah tapi rasa khawatir begitu mendominasi hatinya, syarat yang kyuhyun ajukan memang terlalu membinggungkan. Kyuhyun hanya meminta untuk membiarkannya menikmati 12 lukisan itu untuk terakhir kali bersama istrinya, ketika di tanya mengapa? Kyuhyun hanya berkata kalau kyuhyun dan hyunmie sajalah yang mengerti tentang lukisan lily itu, kyuhyun juga hanya meminta waktu 1 jam tidak lama. Tapi ada perasaan lain yang menyuruhnya untuk kembali, setidaknya mengawasi kalau hyunmie baik-baik saja. .

Tepat saat akan pergi dari cafe tersebut, donghae melihat seseorang yang cukup familiar untuknya. Shin sang woo? Itu istri kyuhyun tapi kenapa dia bermesraan dengan namja lain? Penasaran donghae mendekat agar perbincangan pasangan itu terdengar olehnya. .

“chagi kapan kau akan bercerai dengan cho kyuhyun?”

“wae? Apa oppa sudah tak sabar menikah denganku?”

“tentu saja, kenapa kyuhyun menundanya terus.”

“hanya agar tak terlalu mencurigakan saja oppa, lagipula sepertinya dia juga sudah menemukan cintanya.”

“jinjja? Nugu? Aku kira kyuhyun tak bisa jatuh cinta kecuali pada pekerjaannya.”

“molla, tapi kyuhyun bilang yeoja itu suka bunga lily.”

~TBC~

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. Chimin~

     /  September 18, 2013

    hwaaa… gmn hae ntr qloo lily lbh mlihh kyuu???
    qloo sang woo mahh. gg papa…
    kan ud ad selingkuhann…
    koqq bs yaa onn jiwa mreka msh sma pdhl ud bertahun2 berlaluu???

    Balas
  2. taemfallin

     /  Desember 30, 2013

    mereka terlahir kembali n menyelesaikan masalah dimasa lalu
    Semoga kali ini bisa bersama..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s